All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Fortnite Champion Series Ban Clix akibat Stream Sniping?

GAMEFINITY.ID, Bandung – Seorang top player telah mendapat ban buntut insiden stream sniping saat Fortnite Champion Series (FNCS) berlangsung. Top player tersebut adalah Cody “Clix” Conrad yang mendapat ban oleh Epic Games karena dugaan bekerja sama dengan seorang kompetitor. Keputusan dari Epic Games mendapat hujatan sekaligus protes dari netizen dan streamer populer lain.

Kronologi Kejadian Insiden Stream Sniping di Fortnite Champion Series

Menurut GameRant, insiden itu terjadi saat sebuah match di Solo Cash Cup. Seorang pemain yang tampak stream sniping mendekati Clix. Begitu Clix menyadarinya, ia meminta pemain ini menjatuhkan loot dan barangnya, dan melembar sebuah Chug Splash (sebuah item healing) atau ia akan membuatnya di­iban. Pemain itu melempar Chug Splash dan juga sebuah item Pizza Party yang memicu healing karakter Clix.

Fortnite Champion Series ban Clix 2
Clix sebut dirinya menjadi korban insiden stream sniping

Setelah insiden ini, Clix memenangkan match ini dan juga turnamen solo tersebut yang berhadiah uang tunai US$100. Namun, penonton murka begitu Clix mendapat keuntungan berkat item yang dijatuhkan pemain tersebut, menganggap kemenangan itu tidak adil. Meski begitu, Clix terlihat ingin membuktikan pemain itu melakukan stream sniping.

Baca juga:

Clix Kena Ban selama Dua Minggu

Karena insiden ini, Epic Games memberi sanksi berupa ban pada Clix selama dua minggu. Alhasil, dirinya tidak dapat berpartisipasi di Fortnite Champion Series Grand Finals, FNCS selanjutnya, dan sebuah event LAN di Copenhagen.

Clix kemudian mengunggah video di Twitter untuk membuktikan dirinya hanyalah korban. Video tersebut mengambil perspektif dari seorang stream sniper, yang jelas-jelas mengincarnya selama match berlangsung. Clix juga menekankan akun pemain itu memiliki bio tertulis “[Number One] Clix hater”.

Baca juga:

Protes! Tagar #FreeClix Trending!

Semenjak kabar ini mencuat, tagar #FreeClix menjadi trending di Twitter. Beberapa penggemar protes karena Epic Games terlalu kejam memberi sanksi. Walau beberapa berpendapat Clix secara teknis melanggar aturan, mereka menekankan hukuman itu tidak masuk akal karena hukumannya sama dengan pemain yang memulai berbuat curang.

Kabar ban Clix dari Fortnite Champion Series memicu perhatian sesama streamer dan top player SypherPK dan Chica. Mereka meminta agar Epic Games berubah pikiran dan menarik ban pada Clix.

Ini bukan pertama kali bagi Clix terkena ban dari Fortnite. Ia pernah terkena sanksi suspend karena bermain bersama Zatan, seorang streamer yang kena ban.

Saat ini, Clix sudah meminta pada Epic Games agar menarik sanksi ban-nya agar tetap dapat berpartisipasi di Fortnite Champion Series.

NetEase Tuntut Blizzard Buntut Putus Kerja Sama di China?

GAMEFINITY.ID, Bandung – NetEase kini tengah dilaporkan menutut ganti rugi pada Blizzard sebesar 300 juta Yuan atau setara dengan 43,5 juta dolar AS! Hal ini dipercaya menjadi buntut pecahnya kerja sama kedua belah pihak setelah 14 tahun di China. Keduanya pun saling menyalahkan atas gagalnya negosiasi dalam perpanjangan kontrak.

Berbagai game Blizzard seperti World of Warcraft, Diablo 3, dan Overwatch dapat dimainkan di China berkat kerja sama dengan NetEase semenjak 2008 selama 14 tahun. Kini, semua game besutan Blizzard sudah ditutup aksesnya di negeri tirai bambu itu semenjak Januari lalu.

Baca juga:

NetEase Minta Blizzard Bertanggung Jawab untuk Refund pada Satu Juta Pemain di China!

NetEase vs Blizzard
Putus kerja sama di China, NetEase dan Blizzard saling menyalahkan

Menurut Gamespot, NetEase mengklaim Blizzard menjanjikan refund pada lebih dari satu juta pemain di China yang menginginkannya. Nyatanya, pihak perusahaan teknologi China itu justru yang bertanggung jawab untuk melakukannya.

Pecahnya kerja sama antara kedua belah pihak itu memicu pemain China tidak dapat lagi menikmati World of Warcraft, Overwatch, Starcraft, Diablo 3, Heroes of the Storm, dan Warcraft III: Reforged. Semua server game tersebut telah ditutup semenjak 23 Januari lalu.

Perusahaan teknologi asal China itu juga menuntut kompensasi untuk stok merchandise yang tidak terjual. Mereka juga mengklaim Blizzard melanggar kesepakatan lisensi, termasuk di antaranya tidak mengembalikan uang muka yang digunakan untuk mengembangkan judul game baru. Tentunya, judul-judul game tersebut tidak pernah rilis atau selesai.

Deretan Masalah sebelum Laporan Tuntutan Ganti Rugi

Hubungan NetEase dan Blizzard sebelumnya relatif harmonis dan sukses selama 14 tahun terakhir. Nyatanya, hubungan ini kandas saat kedua belah pihak menolak memperpanjang kontrak lisensi di China dan saling menyalahkan.

NetEase mengaku proposal dari Blizzard sangat tidak masuk akal untuk memperpanjang kontrak. Sementara, Blizzard sendiri mengaku NetEase menjadi pihak yang menolak perpanjangan kontrak.

Jauh sebelum masalah kontrak, kedua belah pihak sudah dirundung masalah. Pertama, Diablo Immortal sempat terancam tidak dapat di rilis di China karena akun Weibo-nya terang-terangan membuat post sindiran terhadap Xi Jinping. Selanjutnya, World of Warcraft versi mobile yang dibuat keduanya batal rilis karena ketidaksepakatan finansial.

Baca juga:

NetEase sama sekali belum berkomentar tentang laporan ini. Sementara itu, Activision Blizzard mengaku pada Engadget pihaknya belum mendapat kabar tuntutan itu sekaligus mengatakan NetEase yang bertanggung jawab untuk melakukan refund sesuai kontrak.

Film Spin-off SpongeBob Baru Bakal Rilis di Netflix!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Sebuah film spin-off SpongeBob SquarePants dipastikan akan rilis eksklusif di Netflix. Sandy Cheeks menjadi tokoh utama dalam film turut diproduksi oleh Paramount Animation. Film yang berjudul Saving Bikini Bottom: The Sandy Cheeks Movie akan rilis tahun 2024 mendatang.

Jangan khawatir, SpongeBob sendiri akan tampil di film ini. Buktinya, Netflix membagikan teaser image menampilkan kedua tokoh favorit itu.

Sandy Cheeks Jadi Tokoh Utama Film Spin-off SpongeBob SquarePants di Netflix

Spongebob spinoff film sandy cheeks
Sandy Cheeks jadi tokoh utama film spin-off SpongeBob pertama

Seperti yang sudah diketahui, Sandy Cheeks menjadi tokoh utama dalam film hybrid animasi dan live action ini. Film tersebut bercerita tentang Sandy Cheeks harus kembali ke kampung halamannya, Texas, bersama SpongeBob demi menyelamatkan Bikini Bottom dari sebuah rencana jahat. Pasalnya, semua warga Bikini Bottom terciduk dari lautan.

Menurut laman resmi Netflix, Liza Johnson dipercaya menjadi sutradara film ini. Johnson sebelumnya pernah menulis The Last of Us episode Left Behind dan dua episode A Series of Unfortunate Events yang juga tayang di Netflix. Penulis serial SpongeBob SquarePants, Kaz, menggarap naskahnya bersama Tom Stern. Marc Ceccarelli dan Vincent Waller tercatat sebagai produser eksekutif.

Baca juga:

Caroyln Lawrence tentunya akan mengisi suara karakter Sandy, sama seperti Tom Kenny yang mengisi suara SpongeBob. Film tersebut turut dibintangi oleh pemeran terkenal Wanda Sykes, Johnny Knoxville, dan Craig Robinson.

Ini menjadi film spin-off SpongeBob pertama yang akan tayang eksklusif di Netflix. SpongeBob SquarePants sendiri sudah memiliki tiga film. Film ketiganya, The SpongeBob Movie: Sponge on the Run, awalnya rilis di Paramount+ di Amerika Serikat dan Netflix untuk pasar internasional pada tahun 2021.

Masih Ada Beberapa Proyek Film yang Akan Datang

Sementara itu, Paramount Pictures dan Nickelodeon sudah mengumumkan mereka menggarap sekuel dari Sponge on the Run. Entri utama keempat dari seri film SpongeBob itu akan rilis di bioskop pada 23 Mei 2025.

Baca juga:

Ditambah lagi, mereka juga sedang menggarap dua film spin-off yang berfokus pada karakter favorit dari serial kartunnya. Keduanya diharapkan rilis di layanan streaming Paramount+.

Saving Bikini Bottom: The Sandy Cheeks Movie akan rilis tahun 2024 eksklusif di Netflix.

Call of Duty Mobile Umumkan Season 4, Veiled Uprising

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah season 3 yang bertajuk Rush menghebohkan penggemar, Call of Duty Mobile kini siap untuk memperkenalkan season 4. Kali ini, season 4 berjudul Veiled Uprising yang meluncur 26 April. Seperti biasa, terdapat berbagai konten baru menarik berupa map dan battle pass. Yang paling menarik adalah mode Ground War: Skirmish, yaitu mode hybrid kombinasi antara Multiplayer dan Battle Royale.

Battle Pass Call of Duty Mobile Season 4

Call of Duty Mobile season 4 Veiled Uprising battle pass premium
Battle pass CODM Season 4 menampilkan berbagai reward menarik

Tidak kalah dari season 3, season 4 menghadirkan Battle Pass dengan reward menarik. Salah satunya adalah senjata OTs 9 SMG dari Black Ops Cold War. Ada juga class Battle Royale baru, Shock Wave dan berbagai blueprint senjata.

Jika membeli Premium Battle Pass, pemain berkesempatan untuk mendapat semua reward yang tersedia selama season 4. Di antaranya skin operator Dame – Toxic Claws, Reaper – Style Assassin, American Bulldog – Inner Crimson, dan Knight – Brute. Ada juga blueprint senjata seperti Man-O-War – Dial-Tone, DR-H – Harrowing Night, LAPA – Warmonger, PP19 Bizon – Gilded Dawn, dan Kilo 141 – Gentleman’s Calling.

Mode Hybrid Baru Call of Duty Mobile, Ground War: Skirmish

Call of Duty Mobile Season 4 Ground War Skirmish
Mode hybrid baru, Ground War: Skrimish

Season 4 dari CODM memperkenalkan mode hybrid baru, Ground War: Skirmish. Mode ini menggabungkan elemen mode Multiplayer dan Battle Royale.

Dalam mode 12v12 ini, kedua tim bertarung untuk menguasai lima objektif yang tersebar di map. Pemain harus menguasai sebuah objektif untuk mendapatkan skor bagi tim. Begitu sudah mencapai skor tertentu, S Point akan aktif di map, menghadiahkan poin ganda. Pemain harus mempertahankan kekuasaannya atau menyerang musuh agar memperbesar peluang untuk menang.

Baca juga:

Map Multiplayer Baru: Arsenal

Call of Duty Mobile Season 4 Veiled Uprising map arsenal
Arsenal jadi map baru di CODM

Map baru di Call of Duty Mobile adalah Arsenal dari Black Ops 4. Arsenal menjadi map berlatarkan fasilitas pabrik senjata dan robot di mana Scorestreak epik sering sekali terjadi. Pemain akan menikmati pertarungan di area futuristik ini sambil menguji kemampuan untuk membasmi musuh.

Class Battle Royale Baru: Shock Wave

Call of Duty Mobile Season 4 Veiled Uprising Shock Wave class
Shock Wave, class battle royale baru

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, class Battle Royale baru, Shock Wave, menjadi salah satu reward Battle Pass. Pemain dapat mengaktifkan skill khas Shock Wave untuk mengempas lawan, kendaraan, dan berbagai peledak seperti granat dan roket. Shock Wave dapat memicu damage minor pada Operator lawan dan kendaraan dan dapat aktif tiga kali dengan energi penuh.

Baca juga:

Berbagai Event yang Akan Datang

Tentu saja, season 4 akan menghadirkan berbagai event. Pertama adalah themed event bertajuk The Lost Treasure. Dalam event ini, pemain harus menyelesaikan General Task dan Special Task di mode Battle Royale serta Multiplayer untuk mendapat keys. Keys dapat dipergunakan untuk mengakses hidden loot.

Pemain juga bisa memperoleh berbagai reward tambahan jika mencapai milestone. Jika pemain berhasil menyelesaikan event ini, mereka berhak mendapat reward utama The Lost Treasure.

Ada juga Golden Week Sale yang akan dimulai 1 Mei. Golden Week Sale akan menampilkan revival dari enam Crate populer, dua Draw, dan dua Lucky Box.

Call of Duty Mobile season 4, Veiled Uprising, sudah dimulai pada 26 April 2023. Untuk detail lebih lengkap season ini, kunjungi laman resminya.

Kejutkan Fans! Zendaya Tampil di Coachella bareng Labrinth!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Zendaya kejutkan penonton Coachella! Bintang utama Euphoria itu ikut tampil saat Labrinth manggung sebagai surprise guest saat minggu kedua. Ini menjadi penampilan musik pertamanya setelah lebih dari tujuh tahun.

Zendaya Tampil di Coachella, Nyanyikan Lagu dari Soundtrack Euphoria!

Zendaya Coachella Labrinth
Zendaya menampilkan dua lagu soundtrack Euphoria bersama Labrinth

Labrinth menjadi salah satu musisi yang tampil di Coachella pada Sabtu, 22 April lalu. Kejutan pun muncul saat lagu I’m Tired mulai terdengar, Zendaya muncul di panggung. Penggemar pun heboh begitu menyaksikan kehadiran bintang Euphoria itu.

Keduanya juga menyanyikan All of Us sebagai lagu penutup dalam penampilan Labrinth. All of Us sendiri memenangkan penghargaan Emmy pada tahun 2019 untuk Euphoria season 1. Penggemar membagikan cuplikan penampilan keduanya di Twitter, walau saat ini cuplikan itu sudah dihapus. Setidaknya, mereka memuji keduanya sudah tampil memukau.

“Aku tidak bisa menyampaikan rasa terima kasih yang cukup karena malam ajaib ini. Terima kasih pada brother-ku Labrinth telah mengundangku dan memberikanku tempat aman yang indah di panggung lagi,” tulis Zendaya melalui Instagram Stories dilansir oleh Insider.

Baca juga:

Sempat Umumkan Hiatus dalam Bermusik

Sebelum ia fokus total ke dunia akting, Zendaya sempat merambah ke dunia musik mulai saat ia membintangi sitkom Shake It Up di Disney Channel. Ia merilis album debut solonya, Zendaya, pada 2013. Album tersebut menampilkan single Replay yang mencapai 40 besar di Billboard Hot 100.

Ia juga sempat mengadakan tur berjudul Swag It Out Tour pada 2012-2014. Setahun kemudian, ia hiatus dari dunia musik dan berfokus pada dunia akting. Zendaya tampil di berbagai film Hollywood besar seperti Spider-Man: Homecoming dan Dune.

Baca juga:

Bukan Satu-satunya Surprise Guest yang Tampil Bersama Labrinth

Zendaya Coachella Labrinth Sia
Sia dan Maddie Zegler ikut jadi surprise guest

Zendaya tentunya bukan satu-satunya yang menjadi surprise guest saat tampil bersama Labrinth di Coachella pada minggu kedua. Ternyata Sia juga ikut tampil. Sia dan Labrinth membawakan lagu Thunderclouds yang juga merupakan kolaborasi dengan Diplo. Selain itu, Maddie Ziegler ikut menemani membawakan dance sambil diiringi lagu itu.

Pada minggu pertama, Billie Eilish mengejutkan penonton dengan membawakan lagu kolaborasinya bersama Labrinth, Never Felt So Alone.

Penampilan yang tidak terduga oleh Zendaya tentu menghebohkan penggemar saat Coachella minggu kedua berlangsung. Ini setidaknya dapat mengalihkan perhatian penggemar dari penampilan Frank Ocean yang dikritik saat minggu pertama. Blink-182 menjadi headliner pada Minggu, 23 April 2023 setelah Ocean memilih mundur.

Sekuel Horizon: Forbidden West Diumumkan sedang Dibuat!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Guerrilla Games menyebut pihaknya sedang mengembangkan sekuel Horizon: Forbidden West. Mereka memastikan pada penggemar bahwa petualangan Aloy dan teman-temannya di dunia post-apocalyptic penuh robot raksasa akan berlanjut. Pada saat yang sama, Guerrilla juga tengah melakukan reshuffle perusahaan.

Sambil Umumkan Reshuffle, Guerrilla Sebut Sekuel Horizon: Forbidden West sedang Dibuat

Melalui laman resminya, Guerrilla mengumumkan direktur studio dan produser eksekutifnya, Angie Smets, akan mengambil jabatan baru di PlayStation Studios sebagai Head of Development Strategy. Pihaknya juga mengumumkan reshuffle tim manajemennya. Joel Eschler, Hella Schmidt, dan Jan-Bart van Beek akan mengambil alih pimpinan dalam manajemen.

“Dua dekade terakhir di Guerrilla benar-benar mimpi yang terwujud. Saya merasa beruntung telah bekerja dengan beberapa orang terpintar dan terkeren di insutri. Saya sangat berterima kasih atas semua yang saya pelajari bersama Guerrillas lainnya. Kami sudah memiliki pencapaian banyak sebagai tim, dan saya sungguh bangga dengan semua game yang kita buat bersama,” ungkap Smets.

Horizon: Forbidden West sequel aloy
Guerrilla pastikan petualangan Aloy tetap berlanjut

Pada laman yang sama, Guerrilla menyebut mereka akan memperluas dunia Horizon dengan petualangan Aloy selanjutnya. Berarti, game Horizon selanjutnya, yaitu sekuel Horizon: Forbidden West sedang dibuat.

Pengumuman ini muncul seminggu setelah rilisnya Burning Shores, sebuah DLC untuk Horizon: Forbidden West. DLC tersebut masih mendapat sambutan hangat dari kritikus, namun dikritik penggemarnya karena menampilkan Aloy sebagai sosok LGBTQ. Setidaknya, franchise Horizon tetap mendapat pujian dari kritikus dan penggemar semenjak perilisan Zero Dawn pada 2017.

Baca juga:

Game Horizon Multiplayer Juga sedang Dibuat!

Bersama dengan sekuel Forbidden West, Guerrilla akhirnya resmi mengumumkan mereka sedang mengembangkan proyek game online untuk Horizon. Mereka pertama kali memastikan kebenaran kabar ini Desember lalu.

Sementara cuplikan gameplay-nya sempat bocor pada Februari lalu, Guerrilla pernah menyebut game multiplayer besutannya itu akan menampilkan berbagai karakter baru dan art style yang berbeda. Berdasarkan deskripsi lowongan kerja yang dibagikan di Twitter, tampaknya game Guerrilla selanjutnya adalah game Horizon multiplayer alih-alih sekuel dari Forbidden West.

Baca juga:

Selain itu, Horizon: Call of the Mountain sudah rilis sebagai launch title PlayStation VR2 tahun ini. Ditambah, Sony Pictures Television dan PlayStation Studios juga sedang mengembangkan Horizon sebagai serial original Netflix. Ada pula rumor Horizon: Zero Dawn akan dapat remaster untuk PlayStation 5.

Horizon: Forbidden West dapat dimainkan di PlayStation 4 dan PlayStation 5. DLC-nya, Burning Shores hanya dapat dimainkan di PlayStation 5.