All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

The Boroughs, Project Suksesor Kreator Stranger Things

GAMEFINITY.ID, Bandung – Tidak ingin puas dengan hanya franchise Stranger Things, Matt dan Ross Duffer atau lebih dikenal sebagai The Duffer Brothers, akan membuat satu lagi serial TV di Netflix. Serial tersebut adalah The Boroughs yang bergenre misteri supernatural. Kali ini, mereka akan berperan sebagai produser eksekutif alih-alih kreatornya.

Baca juga:

The Boroughs, Serial Terbaru Produksi Kreator Stranger Things

Menurut laman resmi Netflix, The Boroughs mengambil fokus pada sebuah komunitas pensiunan di sebuah gurun New Mexico yang indah. Para tokoh utama dari kalangan tersebut harus menghentikan ancaman dari sebuah dunia lain yang ingin mencuri waktu.

The Boroughs from Stranger Things creator 2
Jeffrey Addiss dan Will Matthew menjadi kreator dari The Boroughs yang diproduseri The Duffer Brothers

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, The Duffer Brothers akan menjadi produser eksekutif serial original Netflix itu. Jeffrey Addiss dan Will Matthews akan menjadi kreator dan showrunner-nya. Addiss dan Matthews sebelumnya ikut berperan dalam produksi The Dark Crystal: Age of Resistance, serial original Netflix yang diproduksi The Jim Henson Company.

“Mereka membawa keseimbangan karisma dan horor yang sempurna bagi cerita kami. Kami tidak sabar untuk melihat penonton di seluruh dunia mengungkap misteri gelap di balik keindahan The Boroughs,” tulis Jeffrey Addiss dan Will Matthews.

Baca juga:

“Kami sudah lama menjadi penggemar karya Jeff dan Will, dan saat mereka memberi ide untuk The Boroughs pada kami, kami langsung tahu mereka punya sesuatu yang sangat spesial di tangan mereka. Sementara heroes di The Boroughs lebih tua daripada anak-anak di Stranger Things, mereka menjadi kumpulan sosok orang yang saling tidak cocok sekaligus dapat dicintai, dan kami tidak sabar melihat kalian bergabung dalam sebuah petualangan mengeramkan, lucu, dan sangat menyentuh,” tulis The Duffer Brothers.

Karya The Duffer Brothers yang Akan Datang di Netflix

The Boroughs from Stranger Things creator
The Duffer Brothers masih memiliki berbagai proyek lain di Netflix

Baca juga:

Tidak hanya Stranger Things yang akan berakhir dengan season kelima dan juga The Boroughs, The Duffer Brothers masih memiliki berbagai proyek di Netflix. Baru-baru ini, mereka mengumumkan sedang mengerjakan serial animasi Stranger Things dan juga sebuah serial spin-off live action.

Selain itu, The Duffer Brothers juga sedang mengerjakan adaptasi Death Note dalam bentuk serial live action yang ditulis Halia Abdel-Meguid. Mereka juga sedang mengerjakan adaptasi dari novel The Talisman karya Stephen King dan Peter Straub.

Scarlett Johansson Tidak Akan Main Black Widow Lagi di MCU

GAMEFINITY.ID, Bandung – Scarlett Johansson memastikan dirinya tidak akan kembali memerankan Black Widow di Marvel Cinematic Universe (MCU). Ia mengaku bahwa masa dirinya berperan di film Marvel sudah usai. Terakhir kali Johansson memerankan karakter superhero perempuan ikonik itu di film Black Widow yang rilis 2021.

Scarlett Johansson Akui sudah Selesai Memerankan Black Widow di MCU

Di sebuah episode podcast Gwyneth Paltrow, The Goop Podcast, Scarlett Johansson menceritakan pengalamannya saat berperan besar dalam MCU dan juga masa depan karakternya. Menariknya, Paltrow ikut berperan sebagai Pepper Potts di franchise tersebut mulai dari Iron Man (2008). Johansson baru muncul sebagai Black Widow di Iron Man 2 (2010).

Baca juga: 

“Aku sudah selesai. Bagian itu sudah selesai. Aku sudah melakukan apapun yang harus kulakukan. Juga, kembali dan memerankan karakter itu lagi dan lagi seperti itu, lebih dari satu dekade, menjadi pengalaman unik,” ungkap Johansson.

Scarlett Johansson Black Widow Avengers Endgame
Karakter Black Widow dimatikan di Avengers; Endgame

Seperti yang sudah diketahui, karakter Black Widow dimatikan pada Avengers: Endgame yang rilis 2019. Johansson kembali memerankan karakter itu di film Black Widow yang berlatar sebelum Endgame.

Sang aktris kemudian menuntut Disney, pemilik Marvel, ke jalur hukum karena pelanggaran kontrak. Ia mengatakan bahwa film Black Widow sudah dijanjikan akan tayang eksklusif di bioskop terlebih dahulu dan mengklaim kontraknya sudah dilanggar karena film itu rilis di Disney+. Pada akhirnya, kedua belah pihak mencapai kesepakatan pada akhir September 2021.

Baca juga:

Gwyneth Paltrow Berminat Memerankan Kembali Pepper Potts

Scarlett Johansson asked Gwyneth Paltrow
Gwyneth Paltrow masih berminat memerankan kembali Pepper Potts

Dalam episode podcast yang sama, Gwyneth Paltrow mengakui dirinya masih berminat kembali memerankan Pepper Potts di MCU. Mungkin ini mengejutkan mengingat karakter Iron Man juga sudah dimatikan di Avengers: Endgame.

“Kurasa, kupikir. Aku tidak mati jadi mereka [Marvel] bisa bertanya padaku,” tanggap Paltrow sambil menjawab pertanyaan Johansson.

“Kurasa kamu akan kembali akhirnya,” balas Johansson.

Baca juga:

“Benarkah? Pepper Potts berusia 64 tahun? Hebat sekali,” jawab Paltrow.

“100 persen akan terjadi. Aku bisa melihatnya. Mereka takkan melepasmu. Pakai wig-nya, baby.”

Pada saat yang sama, Scarlett Johansson dan Gywneth Paltrow juga membantah rumor konflik di antara keduanya saat syuting Iron Man 2.

Arknights: Perish in Frost Jadi Season Kedua Anime Arknights

GAMEFINITY.ID, Bandung – Serial anime Arknights sudah mengumumkan season keduanya Desember lalu, tepat setelah episode terakhir season 1-nya, Prelude to Dawn. Baru-baru ini, Yostar sudah membagikan teaser dan key visual dari season 2-nya, Perish in Frost. Pada akhir teaser, semua pengisi suara dan staf sudah dipastikan kembali berperan dalam produksi season 2-nya.

Arknights: Prelude to Dawn telah tayang di TV Tokyo pada musim gugur lalu dan di-stream secara global oleh Crunchyroll.

Baca juga:

Arknights: Perish in Frost, season kedua dari Anime Arknights

Season kedua dari anime Arknights yang berjudul Perish in Frost tentunya akan meneruskan cerita Prelude to Dawn. Yostar Pictures dipastikan kembali bertanggung jawab dalam produksi serial anime ini.

Tentunya, Tomoyo Kurosawa dan Yuki Kaida akan kembali memerankan tokoh utama, Amiya dan Doctor. Begitu pula dengan pengisi suara lain seperti Ayahi Takagaki dan Shizuka Ishigami yang mengisi suara FrostNova dan Ch’en. Yuki Watanabe akan kembali menjadi sutradara untuk season keduanya, begitu pula dengan Masataka Nishikawa sebagai asisten sutradara.

Arknights Perish in Frost key visual
#image_title

Teaser trailer terbaru dari season kedua menunjukkan berbagai karakter dari serial anime itu dan beberapa adegan. Tentunya, serial anime ini akan meneruskan cerita perjuangan Amiya dan Doctor bersama Rhodes Island untuk mencari obat wabah Oripathy dan menghentikan teror dari Reunion Movement.

Game-nya akan Berkolaborasi dengan Destiny 2!

Arknights x Destiny 2
Arknights x Destiny 2

Bersama dengan teaser trailer terbaru dari season kedua, game Arknights akan berkolaborasi dengan Destiny 2 di sebuah event. Ini menjadi satu lagi kejutan bagi penggemar setianya saat akhir livestream hari jadi keempatnya di China. Kolaborasi itu akan menampilkan sebuah cerita baru dan juga berbagai skin bertema Destiny 2.

Saat ini belum diketahui kapan kolaborasi itu akan digelar. Kemungkinan besar server China akan kebagian event ini terlebih dahulu pada kuartal ketiga tahun ini, dengan server global kemudian akan menggelarnya enam bulan kemudian (gap update antara server global dan China enam bulan).

Baca juga:

Ini bukan pertama kali bagi Arknights untuk berkolaborasi dengan sebuah game besar. Sebelumnya, Arknights pernah berkolaborasi dengan Rainbow Six Siege dan Monster Hunter: World. Bahkan, Cytus II dan Muse Dash juga pernah berkolaborasi dengan game besutan Yostar itu, menghadirkan song pack berisi soundtrack-nya.

Saat ini belum diketahui kapan season 2 dari Arknights, Perish in Frost, akan tayang.

Horizon: Forbidden West Di-review Bomb akibat Unsur LGBTQ!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Horizon: Forbidden West Burning Shores DLC akhirnya sudah rilis. Ternyata tokoh utamanya, Aloy, terungkap sebagai sosok LGBTQ. Tentunya keputusan ini menuai hujatan dari penggemar. Banyak di antaranya melakukan review bomb.

Ini tentunya bukan pertama kali sebuah game dari PlayStation Studios mendapat review bomb seperti ini. Franchise The Last of Us juga mendapat nasib yang sama karena Ellie terungkap sebagai tokoh lesbian.

Baca juga:

Aloy sebagai Tokoh LGBTQ di Horizon: Forbidden West?

Horizon: Forbidden West Burning Shores Aloy
Aloy digambarkan sebagai sosok queer di Burning Shores DLC

Sebelum hal ini terungkap, terdapat teori bahwa Aloy merupakan tokoh queer dari penggemar. Ini karena dirinya merupakan kloning genetik dari Elizabet Sobek, seorang lesbian.

Tampaknya teori ini akhirnya terpecahkan di Burning Shores DLC. Namun, tidak disebutkan seperti apa orientasi seksual Aloy secara eksplisit. Bahkan, di Zero Dawn dan Forbidden West, tidak pernah disebutkan bagaimana minat romansa Aloy, banyak yang memandangnya sebagai heroine aseksual.

Baca juga:

Terdapat Pilihan untuk Menjadikan Seyka sebagai Kekasih di Burning Shores DLC

Horizon: Forbidden West Burning Shores Seyka
Seyka dapat dijadikan kekasih Aloy

Dalam Horizon: Forbidden West Burning Shores, terdapat Seyka sebagai tokoh baru. Terdapat pula pilihan apakah Aloy akan mengakui perasaan romantisnya pada Seyka, yaitu memicunya untuk berciuman. Jika pemain memilih agar Aloy menerima hal itu, terdapat adegan ciuman antara keduanya.

Horizon Forbidden West Burning Shores Seyka love choice
Tiga pilihan apakah Aloy ingin menjalin hubungan dengan Seyka

Dua pilihan lainnya menunjukkan ia tidak siap untuk menjalin hubungan. Namun, ini tidak secara eksplisit menunjukkan Aloy bukanlah sosok queer.

Review Bomb Mulai Bertebaran!

Adegan tersebut memicu amarah dari penggemar. Ini justru berbanding terbalik dengan komentar kritikus yang kebanyakan positif. Penggemar justru me-review bomb Horizon: Forbidden West Burning Shores! Saat artikel ini ditulis, DLC tersebut mendapat rata-rata user score 3.0 di Metacritic.

Baca juga:

Banyak yang menuduh Guerrilla Games dan Sony merambah ke budaya woke, terutama propaganda LGBTQ. Beberapa dari mereka sampai mengklaim mereka tidak akan bermain game besutan Guerrilla lagi karena hal ini.

“Satu lagi game hancur karena agenda gay, untuk apa? Orang-orang ingin bersenang-senang, bukan terdoktrinasi. Sony harusnya berhati-hati karena banyak brand yang hancur karena mengambil agenda memaksakan bagi bisnis sebagai prioritas. Aku takkan beli game Horizon lagi,” tulis Rodrigo32, pengguna Metacritic.

Horizon: Forbidden West Burning Shores DLC sudah tersedia secara eksklusif di PlayStation 5.

Xbox Sebut Penjualan Hi-Fi Rush Tidak Mengecewakan

GAMEFINITY.ID, Bandung – Hi-Fi Rush menjadi salah satu kejutan dari Xbox dan Bethesda tahun ini. Tidak hanya sebagai surprise release, tetapi game besutan Tango Gameworks itu berhasil melampaui ekspektasi penggemar dan kritikus.

Walau hal itu menjadi kabar baik, terdapat rumor bahwa game rhythm hack and slash itu memiliki angka penjualan mengecewakan. Hal ini cukup mengejutkan mengingat Hi-Fi Rush bahkan berhasil melampaui Forspoken oleh Square Enix yang juga rilis pada Januari 2023. Pihak Xbox pun sudah membantah rumor ini, mengatakan bahwa game dari Tango Gameworks itu sukses dalam semua standar kunci dan ekspektasi.

Hi-Fi Rush Dirumorkan Memiliki Angka Penjualan Mengecewakan

Hi-Fi Rush sales disappointing for Xbox?
Sebuah rumor mengatakan Xbox tidak puas dengan penjualan Hi-Fi Rush

Rumor ini pertama kali terungkap oleh Jeff Grubb dari Giant Bomb melalui podcast Game Mess Decides. Grubb mengklaim bahwa Hi-Fi Rush tidak menguntungkan bagi Xbox. Ia mengungkap berbagai kemungkinan alasan penyebab Xbox tidak begitu puas seperti shadowdrop, harga, dan Game Pass.

“Berdasarkan yang kudengar, game itu tidak menguntungkan sesuai yang diharapkan. Game itu dapat ulasan bagus, buzz-nya sangat bagus, jadi apa yang salah dengan itu?” ungkap Grubb.

“Kalau gamegame [di Game Pass] ini juga harus berhasil dalam angka penjualan, yang kedengarannya memungkinkan dan harus dilakukan,” tambah Grubb. Ia juga mengingatkan kegagalan Halo Infinite dapat menambah tekanan bagi game lebih kecil seperti Hi-Fi Rush.

Sudah Dibantah Xbox

Setelah komentar Grubb tersebar di media sosial, pihak Xbox justru membantah kabar itu. Aaron Greenburg, VP marketing Xbox, memastikan penjualan Hi-Fi Rush tidaklah mengecewakan melalui Twitter-nya. Sebaliknya, game action rhythm itu justru mendapat hasil memuaskan.

“Hi-Fi Rush sudah menjadi breakout hit bagi kami dan semua pemain sesuai standar pengukuran kunci dan ekspektasi. Kami sangat senang dengan kerja keras Tango Gameworks dengan surprise release-nya.”

Menariknya, Eurogamer menyebut Hi-Fi Rush sebagai salah satu peluncuran tersukses bagi Xbox dan Bethesda akhir-akhir ini. Namun, ini tidak berarti penjualannya begitu tinggi.

Xbox sendiri baru-baru ini meluncurkan Minecraft Legends besutan Mojang dan Blackbird Interactive pada 18 April 2023. Masih ada dua game besar dari Xbox dan Bethesda, yaitu Redfall yang akan rilis 2 Mei 2023 dan Starfield yang akan rilis 6 September 2023. Xbox akan menggelar showcase musim panasnya Juni ini untuk memamerkan berbagai game besar lain besutannya.

The Division 2 Ungkap Roadmap untuk Year 5

GAMEFINITY.ID, Bandung – Ubisoft telah mengungkap roadmap untuk The Division 2 pada Year 5. Pengumuman itu telah terungkap saat Division Day pada 20 April lalu. The Division Showcase menjadi acara bagi Ubisoft untuk menyampaikan rencana masa depan franchise The Division, termasuk di antaranya The Division Heartland dan The Division Resurgence.

Baca juga:

Berikut Roadmap The Division 2 Year 5

The Division 2 Year 5 roadmap
Roadmap untuk The Division Year 5

Ubisoft menyampaikan Year 5 dari The Division 2 akan dimulai Juni ini, namun mereka juga menampilkan bocoran berbagai konten yang akan datang selama empat season ke depan, di antaranya mode baru dan juga item kosmetik crossover.

Year 5 Season 1 yang berjudul Broken Wings akan meluncur Juni ini. Season terbaru ini akan menghadirkan mode roguelite baru Descent. Mode ini akan tersedia gratis untuk semua pemain The Division 2. Pemain juga dapat mencoba mode Descent lebih awal dengan berpartisipasi di public PC test server yang sudah dimulai.

Selanjutnya, Season 2, Puppeteers, akan menghadirkan Incursion baru di mana pemain pergi ke Meret Estate untuk bertarung melawan Cleaners. Season 3, Vanguard, mengajak pemain kembali ke New York City untuk mengungkap misteri tentang Aaron Keeners dan pasukan Rogue-nya. Sementara Season 4, Black Diamond, akan menampilkan DLC story baru dan juga deretan konten baru lain seperti zone dan misi utama.

Baca juga:

Setiap season tentunya akan termasuk Manhunt, League, dan event baru. Pemain wajib memiliki expansion Warlods of New York untuk dapat menikmati deretan konten baru ini (kecuali Descent mode).

Terakhir, Ubisoft juga menghadirkan skin Sam Fisher dari Splinter Cell sebagai reward Premium Pass Year 5 Season 1. Pemain dapat mengumpulkan dan melengkapi item yang membentuk pakaian Sam Fisher. Jika itu masih belum cukup, pemain juga dapat memperoleh pakaian Leon Kennedy dari Resident Evil jika mereka login dari 25 April hingga 9 Mei 2023.

Ubisoft Tampilkan Sneak Peek The Division Heartland

The Division 2 The Division Heartland
The Division Heartland

Ubisoft juga memanfaatkan momen ini untuk mengungkap lebih lanjut tentang The Division Heartland, entri free to play survival shooter PvPvE-nya. The Division Heartland masih belum memiliki tanggal rilis,.

Selain itu, Ubisoft memperkenalkan Silver Creek, latar tempat The Division Heartland, di trailer terbarunya. Dalam trailer tersebut, pemain harus mencari keberadaan Killian Tower di Silver Creek. Tower diceritakan telah membunuh semua anggota timnya dan berkhianat pada Division.

Baca juga:

Pemain dapat melakukan registrasi di situs resmi The Division Heartland untuk mendapat kesempatan berpartisipasi di closed beta. Mereka juga dapat memperoleh lima invite untuk temannya. Sementara itu, The Division Resurgence, entri untuk mobile, akan memasuki tahap test selanjutnya musim panas ini.