All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Dibintangi Dwayne Johnson, Moana Live Action Resmi Diumumkan

GAMEFINITY.ID, Bandung – Disney mengumumkan mereka akan membuat live action remake dari Moana. Dwayne Johnson juga ikut mengonfimasi dirinya akan kembali berakting sebagai Maui sekaligus menjadi produser eksekutif. Kabar itu pertama kali terungkap saat pertemuan shareholder tahunan Disney yang dipimpin CEO Bob Iger.

Moana Dapat Live Action Remake, Dibintangi Kembali oleh Dwayne Johnson!

Johnson sudah berencana untuk kembali memerankan Maui, tokoh demigod di film animasinya, dalam live action remake. Tidak hanya kembali membintangi, ia juga akan menjadi produser bersama Danny Garcia dan Hiram Garcia melalui Seven Bucks Productions.

Baca juga:

“Cerita ini menjadi budayaku, dan cerita ini menjadi emblematik bagi berkah dan kekuatan masyarakat kami. Aku bangga menggunakan budaya ini di tubuhku, di jiwaku, dan kesempatan satu kali ini kembali dengan Maui, terinspirasi dari mana dan jiwa oleh mendiang kakekku, High Chief Peter Maivia,” ungkap Johnson melalui sebuah video.

Auli’s Cravalho, pengisi suara Moana di film animasinya, ikut menjadi produser eksekutif. Jared Bush, penulis naskah aslinya, ikut ambil bagian dalam proses produksi. Saat ini, belum ada pengumuman tentang sutradaranya.

Baca juga:

“Kekuatan dan kegigihan Moana sangat menginspirasi penonton pada penonton di seluruh dunia, diriku, dan semuanya yang membantu mewujudkannya. Aku tidak sabar membagikan ceritanya dalam cara baru,” jelas Cravalho melalui laman resmi Disney.

Moana Disney
Moana telah sukses di box office saat perilisannya pada 2016

Moana sendiri sudah sukses besar di box office saat perilisannya pada 2016 dengan penghasilan US$665 juta. Film buatan Disney itu mendapat deretan nominasi penghargaan film bergengsi seperti Oscar dan Golden Globe untuk Best Animated Feature yang keduanya dimenangkan Zootopia.

Baca juga:

Jadi Satu Lagi Live Action Remake Disney

Live action remake dari Moana bergabung dalam deretan versi live action dari film Disney lainnya seperti Beauty and the Beast (2017) dan Aladdin (2019). Saat ini, Disney tengah bersiap untuk merilis The Little Mermaid yang dibintangi oleh Halle Bailey pada 26 Mei 2023. Sementara itu, live action Lilo & Stitch sudah mendapat aktris yang akan menjadi Lilo, Maia Kealoha.

“Masih awal, tapi gagasan untuk bekerja dengan mitra-mitra hebat ini untuk menceritakan cerita bermakna melalui kanvas live action, tentunya sementara kami rayakan 100 tahun penceritaan di Disney, sangat mengasyikkan,” tutur Sean Bailey, presiden Walt Disney Studios Motion Picture Production (Disney Live Action).

Harry Potter Akan Di-Reboot Jadi TV Series oleh HBO Max?

GAMEFINITY.ID, Bandung – Harry Potter telah menjadi franchise yang sudah dicintai oleh penggemarnya di seluruh dunia. Mulai dari seri novel hingga filmnya yang selalu dikenang oleh penggemarnya. Secara mengejutkan, Warner Bros. dan HBO Max dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk me-reboot franchise tersebut sebagai serial televisi.

Harry Potter Bakal Dijadikan TV Series?

Harry Potter Warner Bros biggest franchise
Harry Potter merupakan salah satu franchise terbesar Warner Bros.

Deadline melaporkan bahwa Warner Bros. sedang berdiskusi bersama J.K. Rowling untuk mengangkat seri novel populernya sebagai serial televisi. Pihaknya juga berharap Rowling akan bergabung ke dalam proyek tersebut sebagai produser.

Terdapat gagasan bahwa setiap season dari serial televisi tersebut akan mengadaptasi satu buku dari seri novel Harry Potter. Seri novel tersebut terdiri dari tujuh buku mulai dari Philosopher’s Stone hingga Deathly Hallows. Serial tersebut dikatakan akan diproduksi oleh Warner Bros. Television dan menjadi serial original HBO Max.

Jadi Bagian Rencana Warner Bros. Andalkan Franchise Unggulannya?

Rencana untuk menjadikan Harry Potter sebagai TV series memang sudah lama menjadi rumor. Pasalnya, Warner Bros. ingin mengandalkan franchise unggulannya sebagai cara untuk meraup untung.

CEO Warner Bros. Discovery David Zaslav sendiri memaparkan Warner Bros. akan berfokus pada franchise seperti Harry Potter, Game of Thrones, dan Lord of the Rings November lalu. Bahkan, Warner Bros. dan New Line Cinema sudah mengumumkan pihaknya akan membuat film Lord of the Rings baru pada Februari.

Baca juga:

Rumor tentang serial televisi yang diadaptasi dari karya Rowling itu pernah dibantah oleh Sarah Aubrey, kepala HBO Max original series. Aubrey memberitahu Variety bahwa pihaknya tidak sedang tidak mengembangkan serial televisi tersebut sementara masih terbuka atas kemungkinan itu.

Harry Potter Fantastic Beasts the Secrets of Dumbledore
Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore raih hasil box office yang pas-pasan

Sementara itu, film ketiga dari spinoff-nya, Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore, mencapai hasil pas-pasan di box office dengan hanya meraup US$407 juta, menjadikannya film dengan penghasilan terendah di franchise Wizarding World. Karena hal ini, film keempat dan kelima dari Fantastic Beasts kemungkinan besar tidak jadi dibuat.

Baca juga:

Game Hogwarts Legacy juga mencapai kesuksesan masif meski kontroversi Rowling karena ungkapan antitransgender. Game besutan Portkey Games itu berhasil terjual sebanyan 12 juta unit pada dua minggu pertamanya.

Setiap film Harry Potter oleh Warner Bros. Pictures saat ini dapat disaksikan di HBO Go di Indonesia.

Dikritik Jiplak Valorant, Hyper Front Resmi Ditutup NetEase

GAMEFINITY.ID, Bandung – Entah ini mengejutkan atau tidak, NetEase memutuskan untuk mematikan game FPS 5v5 besutannya, Hyper Front. Game itu telah lama dikritik karena mirip Valorant, bahkan Riot Games sudah menuntut NetEase ke jalur hukum. NetEase sudah memastikan bahwa game besutannya itu tutup 10 April 2023.

Game Besutan NetEase yang Telah Lama Dikritik Jiplak Valorant

Hyper Front pertama kali diumumkan sebagai Project M pada 2021 sebelum akhirnya resmi rilis pada Juli 2022. Semenjak pengumuman perdana hingga sekarang, game tersebut dinilai secara lantang menjiplak Valorant, mulai dari karakter, map, dan gameplay.

NetEase bahkan pernah mengumumkan akan menggelar turnamen esports untuk benua Asia Tenggara dan Amerika. Turnamen esports itu disebut memiliki total hadiah US$50.000 untuk masing-masing turnamen.

Hyper Front characters
Gameplay Hyper Front dinilai terlalu mirip Valorant

Terlebih, Riot Games sudah menuntut NetEase perihal Hyper Front secara jelas menjiplak Valorant pada Desember lalu. Mereka meminta NetEase agar mengganti rugi sekaligus menutup Hyper Front atas kasus plagiasi.

Sejak saat itu, NetEase tidak banyak merilis content update. Esports.net mencatat bahwa Hyper Front hanya mampu mencapai 100.000 download di Google Play Store. Tampaknya ini menandakan game ini telah gagal mencapai ekspektasi NetEase.

Baca juga:

NetEase Tutup Hyper Front Bulan Ini, Tidak Ada Refund

Per 3 April 2023, NetEase mengumumkan melalui media sosial bahwa mereka memutuskan untuk menutup Hyper Front pada 10 April 2023. Tidak ada alasan spesifik yang diumumkan sama sekali. Namun, netizen mungkin menilai bahwa ini menjadi dampak tuntutan Riot Games atau memang game ini gagal mencuri perhatian.

Ditambah lagi, mereka tidak menyebut adanya refund bagi pemain yang sudah telanjur melakukan transaksi dalam game. NetEase sendiri hanya memastikan data akun pemain akan dihapus setelah penutupan server.

“Kami bangga dengan terbentuknya komunitas Hyper Front. Terima kasih atas dukungan dan canta kalian selama ini dan kami minta maaf karena mengecewakan melalui pengumuman ini. Setiap Astral yang bertarung di Hyper Front akan terus berada di hati kami, dan kami akan terus ingat kenangan baik yang kita habiskan sama-sama,” ungkap NetEase.

Hyper Front akan dimatikan 10 April 2023. Sementara itu, Tencent sudah mengumumkan mereka bekerja sama dengan Riot untuk mengembangkan Valorant Mobile. Netizen berharap Valorant Mobile akan memasuki tahap beta tahun ini.

PlayStation VR2 Capai Angka Penjualan Mengecewakan?

GAMEFINITY.ID, Bandung – PlayStation VR2 ternyata dilaporkan mencapai angka penjualan yang mengecewakan! Headset VR itu sudah diluncurkan semenjak 22 Februari lalu dengan ambisi besar. Sayangnya, angka penjualannya dilaporkan jauh dari target yang diharapkan.

Penjualan PlayStation VR2 Tidak Sesuai Ekspektasi

PlayStation VR2 product
Meski dapat sambutan hangat dari kritikus, penjualan PSVR2 dilaporkan mengecewakan

Menurut Bloomberg, headset VR terbaru PlayStation itu hanya terjual sekitar 270 ribu unit semenjak peluncuran hingga Maret. Angka ini telah didapat oleh firma riset IDC.

Padahal Sony sebelumnya memiliki target untuk membuat PlayStation VR2 sebanyak 2 juta unit pada tahun lalu. Angka ini sangat rendah dari target yang diharapkan. Ditambah, CEO dan presiden Sony Kenichiro Yoshida menyampaikan ambisi perusahaan untuk membangun sebuah metaverse bagi perusahaan. Tampaknya mereka masih belum berhasil untuk mencapai tujuan itu, apalagi bersaing dengan brand Oculus milik Meta.

Saat peluncurannya, terdapat 40 game yang dapat dimainkan dengan menggunakan PlayStation VR2, salah satunya adalah game eksklusif Horizon: Call of the Mountain dan The Dark Pictures: Switchback VR. Terdapat pula mode VR untuk Resident Evil Village dan No Man’s Sky. Selain itu, mayoritas dari pustaka judul VR tersebut bisa dimainkan di platform VR lain.

Baca juga:

Harga juga menjadi masalah besar yang memicu rendahnya angka penjualan. PSVR2 saat ini dibanderol seharga US$549. Tentunya, konsol PlayStation 5 menjadi wajib jika ingin memainkan headset PlayStation terbaru itu. Harga tersebut dianggap cukup tinggi mengingat dunia masih berada dalam krisis ekonomi.

Ini justru berbanding terbalik dengan pujian dari konsumen dan kritikus. Pasalnya, PSVR2 mendapat sambutan hangat berkat pengembangan teknologi mutakhir dari pendahulunya.

Segera Dapat Potongan Harga?

Fransisco Jeronimo dari IDC menyarankan agar Sony segera memotong harga untuk PlayStation VR2. Ini perlu diterapkan agar produk VR terbaru PlayStation itu tidak menjadi bencana. Pasalnya, Meta baru saja memotong harga Quest 2 yang tentu akan berdampak pada penjualan PSVR2.

Baca juga:

“Konsumen di seluruh dunia sedang menghadapi kenaikan biaya hidup, meningkatnya suku bunga, dan banyaknya PHK. Headset VR bukan menjadi incaran konsumen berdasarkan kondisi ekonomi saat ini,” tutur Jeronimo.

Pihak PlayStation sejauh ini menolak berkomentar tentang angka penjualan PSVR2.

PlayStation Showcase Akan Digelar sebelum Summer Game Fest?

GAMEFINITY.ID, Bandung – Sony Interactive Entertainment akhir-akhir ini sering menggelar State of Play untuk mengungkap berbagai game yang akan datang. Tahun lalu, Sony sama sekali tidak menggelar PlayStation Showcase, sebuah event pengumuman game yang akan datang di PlayStation berskala lebih besar daripada State of Play. Tampaknya, Sony siap untuk menggelar event game berskala besarnya itu sebelum Summer Game Fest 2023.

Laporan ini menyusul pembatalan E3 2023 sebagai event langsung dan digital. Sebelumnya, Sony dilaporkan tidak akan hadir untuk menggelar showcase di acara pameran game terbesar itu.

Baca juga:

Sony Siap Gelar PlayStation Showcase sebelum Summer Game Fest?

PlayStation Showcase berfore Summer Game Fest 2023
PlayStation Showcase dilaporkan akan digelar sebelum dan sebagai bagian dari Summer Game Fest

Reporter game dari GiantBomb, JeffGrubb, pertama kali mengungkap kabar ini. Grubb telah rutin melaporkan rencana event game pada musim panas oleh pengembang game besar sebelum pengumuman resminya.

Dilansir dari VGC, menurutnya, PlayStation Showcase akan digelar sebelum Summer Game Fest. Summer Game Fest sendiri akan digelar 8 Juni sebagai acara langsung dan digital untuk pertama kalinya. Sementara itu, Xbox and Bethesda Showcase akan menyusul pada 11 Juni, dan esok harinya adalah Ubisoft Forward.

Saat ini, ia tidak menyebutkan kapan tanggal event pameran PlayStation berskala itu akan diadakan. Ia hanya menyebut PlayStation masih bermitra dengan penyelenggara Summer Game Fest untuk tahun ini, sama seperti tahun sebelumnya saat mereka menggelar State of Play untuk musim panas.

PlayStation Showcase Digelar Menyusul Kekecewaan saat State of Play Februari 2023?

PlayStation Showcase State of Play
State of Play dinilai mengecewakan akhir-akhir ini?

Akhir-akhir ini, cukup banyak penggemar yang kecewa dengan PlayStation State of Play, terutama pada Februari 2023. Jika dibandingkan dengan Nintendo Direct dan Xbox & Bethesda Developer Direct, Sony dinilai mengecewakan dalam menggelar event pameran game tersebut.

Walau Februari lalu Sony memamerkan game yang akan datang di PlayStation VR2 dan menjadikan Suicide Squad: Kill the Justice League sebagai acara utamanya, netizen menilai event dari PlayStation itu belum menjadi worth untuk ditonton.

Baca juga:

“State of Play, umumnya, sudah menemukan irama dalam formatnya, tapi tidak hebat. Mereka masih tidak memiliki elemen kejutan den menyenangkan seperti yang dimiliki Nintendo Direct,” tutur Brian Altano dari IGN.

Saat ini, belum diketahui apakah Sony akan menggelar PlayStation Showcase sebelum Summer Game Fest. Bisa saja mereka kembali menggelar State of Play seperti tahun lalu. Tentunya, penggemar hanya bisa menunggu pengumuman resmi dari Sony dalam waktu dekat.

The Quintessential Quintuplets Dapat Serial Anime Baru

GAMEFINITY.ID, Bandung – Walau adaptasi filmnya menjadi akhir dari cerita secara keseluruhan, The Quintessential Quintuplets resmi mendapat satu lagi serial anime. Kali ini, serial anime tersebut akan mengadaptasi kumpulan cerita yang belum muncul di dua season sebelumnya dan juga film.

The Quintessential Quintuplets Resmi Dapat Serial Anime Baru

Pengumuman mengejutkan ini pertama kali muncul saat The Quintessential Quintuplets Special Event 2023 pada Sabtu, 1 April. Serial anime tersebut akan mengambil judul The Quintessential Quintuplets∽. Tentunya, semua pemeran karakter utama, yaitu Kana Hanazawa, Ayana Taketatsu, Miku Ito, Ayane Sakura, Inori Minase, dan Yoshitsugu Matsuoka akan kembali.

Serial anime baru tersebut akan mengambil deretan cerita dari serial manganya yang belum diadaptasi di dua season pertama dan juga filmnya. Belum ada detail lebih lanjut tentang hal tersebut, namun pihak komite produksi sudah merilis teaser visual dan trailer-nya.

The Quintessential Quintuplets new anime key art
Key art The Quintessential Quintuplets∽

Saat ini, belum diketahui apakah Bibury Animation Studios akan kembali untuk bertanggung jawab dalam memproduksi anime ini. Bibury Animation Studios sebelumnya memproduksi season kedua dan juga adaptasi film akhirnya. Tezuka Productions telah memproduksi season pertamanya yang pertama kali tayang pada 2021.

Baca juga: Spy x Family Season 2 Diumumkan Tayang Oktober 2023!

Menjawab Permintaan Penggemar Agar Mengadaptasi Momen Favorit di Manga?

The Quintessential Quintuplets
Serial anime The Quintessential Quintuplets telah tayang selama dua season

Beberapa penggemar mungkin menyadari terdapat beberapa momen di manga, termasuk yang menjadi favorit, tidak diadaptasi di serial animenya. Ini mungkin cukup mengecewakan karena serial anime tersebut tidak mengungkap cerita secara utuh sekaligus mengadaptasi semua momen di manga.

Setidaknya pengumuman resmi serial anime baru The Quintessential Quintuplets ini menjadi solusi sekaligus obat rindu bagi penggemar setianya. Tentunya, mereka tidak ingin mengucapkan selamat tinggal lebih awal setelah melihat film The Quintessential Quintuplets yang sekaligus menjadi finale dari animenya.

Secara keseluruhan, The Quintessential Quintuplets sebagai franchise menjadi cukup populer semenjak manganya pertama kali diserialisasi di Weekly Shonen Magazine. Serial tersebut mendapat pujian karena menampilkan sesuatu yang berbeda jika dibandingkan serial harem dan romantic comedy lainnya. Bahkan, serial buatan Negi Haruba itu menjadi salah satu serial manga best-seller.

Season kedua dari animenya, The Quintessential Quintuplets ∬, dan juga adaptasi filmnya saat ini bisa disaksikan di Bilibili.