All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Steam Akhiri Dukungan untuk Windows 7 dan 8 pada 2024

GAMEFINITY.ID, Bandung – Valve baru-baru ini mengumumkan mereka memutuskan agar Steam mengakhiri dukungannya untuk Windows 7, 8, dan 8.1. Pihaknya meminta pengguna yang masih menggunakan OS tersebut agar meng-update atau menggantinya menjadi Windows 10 atau 11.

Steam Akhiri Dukungan untuk Windows 7 dan 8

Steam
Steam sudah menjadi platform game populer bagi pengguna Windows

Melalui laman resminya, Valve mengumumkan bahwa Steam akan secara resmi mengakhiri dukungan untuk OS Windows 7, Windows 8, dan Windows 8.1 mulai 1 Januari 2024. Setelah tanggal tersebut, Steam tidak dapat dijalankan di OS tersebut.

Pemain yang masih setia menggunakan Steam sebagai launcher game favorit diminta untuk meng-update OS-nya atau mengganti PC dengan versi terbaru dari Windows. Ini menjadi satu-satunya cara agar mereka dapat menikmati game yang sudah mereka beli di Steam.

Valve memaparkan perubahan ini diperlukan karena Steam bergantung pada versi embed dari Google Chrome. Google Chrome sendiri sudah tidak lagi berfungsi di OS Windows lama. Ditambah lagi, versi mendatang dari aplikasi platform sekaligus toko game-nya itu akan membutuhkan fitur Windows berupa update keamanan yang akan datang di Windows 10 ke atas.

Microsoft sendiri sudah mengakhiri update keamanan dan dukungan teknis untuk Windows 7 pada 2020. Windows 8.1 juga sudah diakhiri dukungannya secara resmi pada Januari 2023. Valve mengingatkan komputer yang masih menggunakan OS tersebut sangat rentan disusupi malware yang akan memicu PC, game, dan Steam crash atau memiliki performa buruk.

Baca juga:

Microsoft Akan Hentikan Dukungan Update Untuk Windows 8.1

Steam Deck Generasi Lanjut Telah Dikonfirmasi Steam Deck

Hanya Sedikit yang Masih Menggunakan Windows 7 & 8

Menurut hardware and software survey oleh Steam pada Februari lalu, hanya sebagian kecil dari pengguna yang masih menggunakan Windows versi lama. Pengguna Windows 7 (hanya 64 bit) tercatat sebanyak 1,43 persen, sementara Windows 8.1 tercatat sebanyak 0,34 persen.

Tercatat pula pengguna Steam yang menggunakan OS Windows 10 sebanyak 62,33 persen. Windows 11 masih lebih sedikit daripada Windows 10, yaitu 32,06 persen. Secara keseluruhan, pengguna Steam yang mengandalkan OS Windows tercatat sebesar lebih dari 96 persen.

Steam akan resmi akhiri dukungannya untuk Windows 7, 8, dan 8.1. Bagi yang masih menggunakan OS tersebut, pastikan segera perbarui ke Windows 10 ke atas atau mengganti PC.

Chungha Hengkang dari MNH Entertainment, Apa yang terjadi?

GAMEFINITY.ID, Bandung Chungha dipastikan akan hengkang dari agensinya MNH Entertainment setelah kontrak eksklusifnya berakhir April ini. Kabar itu diumumkan pada 29 Maret lalu oleh pihak agensi. Bintang K-pop tersebut sudah berada di dalam naungan MNH Entertainment selama tujuh tahun.

Jejak Karier Chungha

Chungha Produce 101
Chungha berhasil menduduki peringkat empat di episode terakhir Produce 101 sebelum menjadi anggota IOI selama beberapa bulan

Chungha pertama kali mencuri perhatian sebagai kontestan reality show Produce 101 yang tayang di Mnet. Ia saat itu tampil sebagai trainee dari MNH Entertainment. Ia berhasil menduduki peringkat keempat pada episode terakhir, menjadikannya salah satu dari 11 anggota girl group yang dinamakan I.O.I. I.O.I sendiri kemudian bubar pada Januari 2017 karena batas waktu kontrak sudah habis dan setiap anggota kembali ke agensinya masing-masing.

Setelah pembubaran I.O.I, Chungha debut sebagai artis solo di bawah naungan MNH Entertainment pada EP Hands on Me yang rilis 7 Juni 2017. Ia juga berpartisipasi dalam survival dance reality show Hit The Stage. Sampai saat ini, ia sudah merilis total 4 EP dan 2 album. Yang terbaru berupa album Bare & Rare Pt. 1 dengan single Sparkling yang rilis 11 Juli 2022.

Ingin berekspansi dari popularitasnya di Korea Selatan dan Asia, Chungha juga berhasil dikontrak 88rising untuk promosi internasionalnya pada November 2020.

Baca juga:

Jelang Comeback, IVE Rilis Single Pre-Release Kitsch

Cupid, Lagu Milik Fifty Fifty yang Relate Buat Para Jomblo

Bagaimana Nasib Bare & Rare Pt. 2?

Chungha Bare and Rare

Kabar ini memicu pertanyaan tentang nasib Bare & Rare Pt. 2. Pasalnya album Bare & Rare baru dirilis hanya part 1-nya. Pihak agensi mengonfirmasi bahwa album tersebut tidak akan dirilis oleh pihaknya karena kesulitan internal.

“Kami berterima kasih secara tulus pada Chungha, yang telah menetap bersama agensi kami dalam waktu yang lama, dan kami juga berterima kasih secara tulus pada BYULHARANG (fandom Chungha) yang telah memberi dukungan tanpa henti dan tetap berada di sisinya,” tulis pihak agensi.

Belum diketahui apakah ia akan tetap merilis Bare & Rare Pt. 2 di bawah agensi lain. Selain itu, ia masih terikat kontrak dengan 88rising untuk promosi internasionalnya.

Walau sudah tidak bersama MNH Entertainment, ia masih dijadwalkan untuk tampil di Kampfest CDMX di Mexico City pada Agustus. Festival itu juga akan menampilkan musisi K-pop lainnya seperti VIVIZ, KARD, iKON, dan BamBan GOT7.

The Last of Us Part 1 Versi PC Tuai Kritik karena Performa

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah penantian lama dari penggemar setia, The Last of Us Part 1 akhirnya sudah rilis di PC melalui Steam dan Epic Games Store. Namun, game besutan PlayStation dan Naughty Dog itu nyatanya mendapat kritikan negatif atau lebih tepatnya review bomb karena masalah performa.

The Last of Us Part 1 Versi PC Dikritik karena Masalah Performa!

The Last of Us Part 1 PC
The Last of Us Part 1 versi PC dikritik karena masalah performa

Pemain The Last of Us Part 1 versi PC telah mendapat kecaman dari pemain karena deretan masalah performa. Mulai dari crash setiap 20 menit walau sudah memiliki specs melebihi rekomendasi, glitch visual, hingga loading yang sangat lama sebelum mulai bermain.

Masalah performa seperti ini tentu memicu kekecewaan pemain terhadap optimisasi game-nya. Pada 29 Maret 2023, game ini mendapat skor 33% di Steam, menandakan mayoritas review berupa negatif.

Pihak Naughty Dog merespon bahwa mereka mengetahui masalah performa seperti ini. Pihaknya memastikan mereka saat itu sedang menyelidiki berbagai masalah performa dan menjanjikan patch untuk memperbaikinya.

Baca juga: Sukses di PS dan TV, The Last of Us Hadir di PC

Naughty Dog Sudah Merilis Patch untuk Perbaikan Masalah Tersebut

Per hari ini, Naughty Dog sudah merilis patch baru di Steam dan Epic Games Store. Patch tersebut berisi perbaikan pada beberapa masalah performa dan yang berkaitan dengan hitch. Patch tersebut berukuran 36 MB di Steam.

Naughty Dog kemudian merilis satu lagi hotfix yang mengatasi masalah penggunaan memori, performa, dan “additional diagnostic” untuk membantu tim pengembang. Pihaknya telah menambah informasi extra crash diagnostic untuk membantu tim pengembang menyelidiki crash terkait dengan shader dan masalah stabilitas lainnya. Saat artikel ini ditulis, The Last of Us Part 1 mendapat skor 39% di Steam, naik dari 33% saat hari perdana perilisannya.

Kebanyakan versi PC dari beberapa game PlayStation sebenarnya tidak memiliki masalah saat peluncuran. Versi PC dari Horizon Zero Dawn juga sempat mengalami beberapa masalah saat perilisan, walaupun akhirnya masalah itu teratasi melalui patch.

Iron Galaxy menjadi pengembang yang bertanggung jawab dalam pembuatan port PC dari The Last of Us Part 1. Perusahaan tersebut juga membuat port PC dari Uncharted: Legacy of Thieves Collection.

Sepi Peminat, E3 2023 Akhirnya Resmi Dibatalkan!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah sederetan perusahaan game besar seperti Xbox, Nintendo, Ubisoft, dan Sega memutuskan untuk absen, E3 2023 akhirnya resmi dibatalkan. Keputusan ini sudah diumumkan oleh pihak penyelenggara Entertainment Software Association (ESA).

Ini dua kali berturut-turut ESA memilih untuk membatalkan E3. Padahal ESA sudah menjanjikan E3 tahun ini akan kembali sebagai acara langsung secara high profile. Tampaknya, acara pameran game itu lagi-lagi tidak jadi digelar. E3 sebelumnya juga dibatalkan pada tahun 2020 dan 2022 karena pandemi COVID-19.

Rekap Apa yang Terjadi sebelum Pembatalan E3 Tahun Ini

Tampaknya pertanda E3 tahun ini dalam masalah dimulai saat Nintendo, Microsoft, dan Sony dirumorkan tidak akan tampil pada Januari lalu. Kabar itu bahkan sudah dibenarkan Nintendo dan Microsoft yang memilih untuk menggelar event pameran game tersendiri.

Ubisoft awalnya berencana untuk hadir di E3 2023 walau CEO-nya, Yves Guillemot meragukan event tersebut akan jadi digelar. Pada akhirnya, Ubisoft berubah pikiran dan memilih untuk menggelar event sendiri, Ubisoft Forward Live. Baru-baru ini, Sega dan Tencent (Level Infinite) juga memilih untuk absen. Absennya ketiga pengembang besar itu juga berkontribusi membuat E3 terancam kembali batal.

Baca juga:

E3 2023 Terancam? Sega dan Tencent Dipastikan Absen

Nintendo Sudah Pastikan Tidak Akan Tampil di E3 2023

E3 2023 Resmi Dibatalkan Karena Minimnya Minat Publisher

E3 2023 reedpop
Sebelum pembatalannya, ReedPop membantu Entertainment Software Association untuk mewujudkan E3 2023

Pada akhirnya, ESA mengumumkan bahwa E3 2023 resmi dibatalkan, sesuai yang pertama kali dikabarkan IGN. Pihak ESA membenarkan kabar tersebut melalui email yang dikirimkan pada pers.

Email tersebut mengatakan bahwa E3 tetap menjadi event sekaligus event favorit bagi penggemarnya. Mereka menambah event 2023 tidak mampu menarik perhatian yang diperlukan yang akan memamerkan ukuran, kemampuan, dan dampak industri.

Baca juga:

Sony: Call of Duty versi PlayStation Akan Disabotase Xbox

God of War Ragnarok Kuasai Nominasi DICE Awards 2023

“Ini menjadi keputusan sulit karena semua usaha yang kami dan mitra kami kerahkan untuk mewujudkan event ini, tapi kami harus melakukan apa yang benar bagi industri sekaligus E3. Kami hormati dan pahami bahwa perusahaan yang tertarik tidak akan siap dengan demo playable dan tantangan sumber daya selama di E3 musim panas ini menjadi tantangan yang tidak dapat dihadapai. Bagi yang sudah berkomitmen pada E3 2023, kami mohon maaf tidak bisa menggelar pameran yang layak,” tulis Kyle Marsden-Kish, Global VP of Gaming dari ReedPop.

Walau penggemar harus kecewa bahwa E3 2023 batal digelar, Juni ini masih akan penuh dengan event pameran game. Summer Game Fest buatan Geoff Keightley akan digelar sebagai acara langsung dan virtual pada 8 Juni. Xbox Showcase tahunan beserta Starfield Direct akan digelar 11 Juni. Kemudian, Ubisoft Forward Live telah dijadwalkan pada 12 Juni.

Akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft Disetujui Jepang

GAMEFINITY.ID, Bandung – Satu lagi negara telah menyetujui akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft. Japan Fair Trade Commission (JFTC), regulator asal Jepang, baru-baru ini menyetujui kesepakatan tersebut setelah menyimpulkan akuisisi Activision Blizzard tidak akan menghalangi persaingan pasar.

JTFC Menyetujui Merger Microsoft-Activision Blizzard

Microsoft Activision Blizzard 5
Merger Microsoft-Activision Blizzard sudah dapat persetujuan dari regulator Jepang

Keputusan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Japan Fair Trade Commission melalui lamannya. Pihaknya telah mengevaluasi apakah akuisisi senilai US$68,7 miliar itu akan berdampak negatif di Jepang dan melanggar Anti-Monopoly Act di sana.

“JTFC mengkaji transaksi tersebut dan mengambil kesimpulan bahwa transaksi itu tidak memungkinkan untuk menghalangi persaingan secara substansial dalam bentuk apapun. JTFC telah memberitahu pihak yang terlibat bahwa JFTC tidak akan memberi perintah cease and desist, mengakhiri pengkajian ini,” tulis JFTC.

Keputusan dari regulator Jepang itu untuk tidak menentang merger Microsoft dan Activision Blizzard merupakan kabar baik bagi kedua pihak. Pemilik Xbox itu masih membuktikan pada beberapa negara seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa bahwa kesepakatan itu tidak akan merugikan persaingan atau menaikkan harga game-nya untuk konsumen.

Competition and Market Authority (CMA), regulator Inggris, sudah menyimpulkan bahwa akuisisi tersebut tidak merugikan kompetisi pasar. Namun, mereka harus menyelesaikan laporan penyelidikan tersebut hingga akhir April untuk mencapai kesimpulan akhir. Setidaknya, melembutnya CMA terhadap kesepakatan itu sudah menjadi kabar baik.

Baca juga: Inggris: Merger Microsoft Activision Blizzard Tak Merugikan

Anggota Kongres A.S. Tuduh Sony Antikompetitif dalam Menghadapi Xbox di Jepang

Sementara itu, kabar Sony berupaya untuk menghalangi Microsoft mengesahkan akuisisi Activision Blizzard tampaknya terdengar pada kongres Amerika Serikat. Sebanyak 11 anggota Kongres A.S. telah menandatangani surat yang mengatakan bahwa Sony sengaja menggunakan taktik antikompetitif untuk mendapat keuntungan di pasar game Jepang untuk mengalahkan Xbox. Tampaknya tidak hanya akuisisi Activision Blizzard, tetapi juga kompetisi antara PlayStation dan Xbox secara keseluruhan.

“Hari ini, kami menulis untuk mendapat perhatian terhadap pasar game Jepang ang tidak seimbang, inilah yang kami khawatir menjadi dampak dari praktik pasar diskriminatif yang dapat melanggar semangat Digital Trade Agreement Amerika Serikat-Jepang,” tulis salah satu surat yang didapat oleh Axios.

Tertulis pada surat tersebut bahwa pihak Kongres A.S. menduga Sony secara strategis bernegosiasi untuk membuat game pihak ketiga populer menjadi eksklusif di konsol PlayStation dan mencegahnya berada di konsol Xbox.

“Taktik antikompetitif Sony pantas untuk menjadi bahan diskusi, dan kami hormati penyelidikan lebih dalam untuk memastikan lapangan permainan tingkat di industri game,” tutur perwakilan Microsoft pada Axios.

Microsoft hanya perlu persetujuan dari regulator Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa. Dengan begitu,  akuisisi Activision Blizzard berpeluang besar menjadi sah.

Spy x Family Season 2 Diumumkan Tayang Oktober 2023!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Sukses besar mencuri hati penggemar anime dan kritikus, Spy x Family menjadi salah satu serial anime terpopuler akhir-akhir ini. Pihak Toho Animation akhirnya mengumumkan jadwal tayang season keduanya. Tidak hanya itu, jadwal perilisan adaptasi film sekaligus key visual-nya juga sudah dipertunjukkan saat event AnimeJapan 2023.

Spy x Family Season 2 Tayang Perdana Oktober 2023

Spy x Family Season 2 return
Season pertama dari Spy x Family dapat sambutan hangat dari penggemar

Dilansir dari Crunchyroll, Spy x Family Season 2 akan tayang perdana Oktober 2023. Berarti cerita Twilight alias Loid Forger dalam misi rahasianya sebagai mata-mata akan berlanjut. Kehidupan dengan keluarga palsunya bersama sang “istri” yang juga berperan sebagai pembunuh bayaran rahasia, Yor, dan sang “putri angkat”, Anya, akan kembali mengundang kehebohan.

Wit Studio dan Cloverworks akan memproduksi season keduanya. Sementara itu, Kazuhiro Furunashi kembali dipercaya sebagai sutradara. Di Asia-Pasifik, Muse Asia diharapkan akan mendapat lisensi untuk season kedua dari serial anime ini sama seperti Crunchyroll untuk Amerika Serikat dan Eropa.

Saat ini, belum diketahui apakah season 2 akan mengikuti jadwal penayangan episode secara split cour sama seperti sebelumnya. Namun, season terbaru dari Spy x Family kemungkinan akan bercerita tentang Loid menemani Yor dan Anya dalam perjalanan kapal pesiar sambil meneruskan misinya.

Baca juga: My Hero Academia Resmi Lanjut ke Season 7! Siap Final Arc?

Adaptasi Film Tayang di Bioskop 22 Desember 2023

Spy x Family Code White key art
Key art Spy x Family Code: White

Tidak hanya jadwal tayang perdana season kedua, Toho Animation juga memamerkan key visual dari adaptasi film originalnya, Spy x Family Code: White. Adaptasi film itu akan menghadirkan cerita original yang ditulis Takuya Endo. Endo juga akan mendesain karakternya. Takashi Katagiri akan bertanggung jawab sebagai sutradara sementara Ichiro Okouchi akan menulis naskahnya.

Meski belum ada detail dari film tersebut pada publik, tampaknya keluarga Forger akan menjalankan misi terbesarnya. Spy x Family Code: White akan pertama kali rilis di bioskop pada 22 Desember 2023 di Jepang. Tampaknya, film tersebut akan dirilis secara global tahun depan.

Sambil menunggu season keduanya yang akan tayang perdana Oktober ini, Spy x Family dapat disaksikan di layanan streaming favorit seperti Netflix, Bilibili, dan Disney+ Hotstar.