All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Starfield Dapat Rating R18 Di Australia, Ini Pemicunya!

GAMEFINITY.ID, Bandung Game RPG terbaru Bethesda Game Studios, Starfield, telah mendapat parental rating di Australia. Secara mengejutkan, Australian Classification Board (ACB) memberi rating game sci-fi RPG itu R18 (Restricted 18), berarti game tersebut hanya dapat dinikmati warga Australia berusia 18 tahun ke atas. Alasan yang dikemukakan pihak ACB rating itu sangat mengejutkan.

Mayoritas Game Bethesda Sebelumnya Hanya Mendapat Rating MA15

Game RPG Bethesda sudah terkenal memiliki konten dewasa. Contohnya, semua entri dari seri Fallout memiliki rating Mature oleh ESRB (kecuali Fallout Shelter yang hanya mendapat rating Teen). The Elder Scrolls IV: Oblivion sebelumnya mendapat rating Teen dari ESRB sebelum berubah menjadi Mature karena konten kekerasan dan sederetan kontroversi lainnya. The Elder Scrolls V: Skyrim juga memiliki rating ESRB Mature saat rilis.

ACB awalnya menolak klasifikasi rating untuk Fallout 3 pada 2008 karena masalah konten, khususnya adegan penggunaan narkoba yang disebut Jet dan Psycho dalam game. Game atau bentuk media apapun yang mendapat penolakan klasifikasi dari ACB akan menjadi ilegal di Australia. Bethesda kemudian menghapus adegan yang memperlihatkan penggunaan narkoba dari game tersebut. ACB kemudian memberi rating MA15 pada Fallout 3.

Rating yang sama juga diberikan pada Fallout 4, Fallout: New Vegas, dan Fallout 76. Skyrim Anniversary Version juga mendapat rating MA15 pada 2021 dengan deskripsi “strong horror themes and violence. Bahkan, terdapat adegan karakter pemain dapat menjual narkoba pada anak yatim. Tampaknya adegan penggunaan narkoba sudah tidak asing bagi penggemar game Bethesda Game Studios.

Baca juga: Lagi-lagi, Starfield Alami Penundaan Hingga September Ini

Starfield Dapat Rating R18 Karena Ini

Melalui lamannya, ACB mencantumkan bahwa Starfield mendapat rating R18. Klasifikasi rating ini merupakan yang tertinggi yang pernah didapat Bethesda Game Studios. Rating tersebut mewajibkan agar Starfield hanya dapat dijual untuk konsumen berusia 18 tahun ke atas.

Starfield australian classification
Starfield mendapat rating R18 karena “high impact drug use”

Dalam klasifikasi rating Australian Classification Board, terdapat enam kategori konten yang mempengaruhi parental rating. Keenamnya adalah themes (tema), violence (kekerasan), language (bahasa kasar), drug use (penggunaan narkoba), nudity (ketelanjangan), dan sex (seks).

Menariknya, ACB mencantumkan sex sebagai “none” dan nudity sebagai “very mild impact”. Semenntara violence dikategorikan sebagai “strong impact”. Secara mengejutkan, drug use telah dianggap sebagai “high impact”, memicu game besutan Bethesda itu mendapat rating R18. ACB tidak menyebutkan seperti apa adegan penggunaan narkoba dalam game tersebut yang memicu pihaknya memberi rating R18.

Pada tahun 2020, Starfield sempat dikabarkan mendapat rating PEGI 18 meski belum dalam kondisi selesai. Biasanya sebuah game tidak dapat mendapat rating resmi dari PEGI sebelum dalam kondisi jadi. Sejak saat itu, rating PEGI tersebut sudah dihapus.

Sementara itu, playtester dilaporkan memberi impresi yang bagus untuk Starfield. Mereka mengaku sangat menikmati game epic sci-fi RPG besutan Bethesda itu.

Starfield dijadwalkan meluncur di PC dan Xbox Series X|S pada 6 September 2023. Bethesda akan menggelar Starfield Direct pada 11 Juni 2023 untuk membagikan lebih banyak sneak peek dari game ini.

Lance Reddick, Aktor The Wire dan John Wick, Meninggal Dunia

GAMEFINITY.ID, Bandung – Lance Reddick, aktor terkenal yang memerankan Charon di seri film John Wick dan Cedrick Daniels di The Wire, telah meninggal dunia di usia 60 tahun. TMZ pertama kali mengabarkan kabar tersebut. Menurut TMZ, pihak berwajib menemukan tubuh Reddick yang sudah tidak bernyawa di rumahnya di Studio City pada Jumat, 17 Maret pukul 09:30 waktu setempat. Belum diketahui apa penyebab kematiannya.

Dikonfirmasi oleh Perwakilannya

Perwakilan Reddick membenarkan kabar itu pada pers seperti Deadline dan IGN. Pihaknya membagikan pernyataan bahwa Reddick meninggal karena sebab alamiah. Ia meninggalkan sang istri Stephanie Reddick dan anaknya Yvonne Nicole Reddick and Christopher Reddick.

Padahal Lance Reddick sedang menjalankan press tour untuk film terbarunya, John Wick 4. Pada Rabu, 16 Maret 2023, ia membagikan video selfie di media sosialnya, tampak sedang bersama anjing peliharaannya di rumah. Saat itu, ia tidak menghadiri penayangan perdana John Wick 4 di kota New York.

Jejak Karier Lance Reddick

Lance Reddick The Wire
Lance Reddick pertama kali curi perhatiannya lewat perannya di The Wire

Karier Lance Reddick mulai bersinar saat ia memerankan Cedric Daniels di serial The Wire yang tayang di HBO. Walau kesuksesan The Wire tidak begitu besar di kalangan publik, para kritikus menganggap serial original HBO itu sebagai salah satu serial televisi terbaik sepanjang masa.

Setelah The Wire, ia berperan sebagai Phillip Broyles di serial Fringe yang juga dipuji oleh kalangan kritikus dan terkenal memiliki penggemar setia. Ia kemudian berperan sebagai Irvin Irving di serial Bosch yang tayang di Amazon Prime Video. Namun, perannya sebagai Charon di seri film John Wick justru membuat Reddick semakin dikenal akhir-akhir ini.

Lance Reddick Destiny 2
Lance Reddick berperan sebagai Commander Zavala di Destiny 2

Lance Reddick juga menjadi aktor di berbagai game besar. Ia memerankan Commander Zavala di Destiny dan Destiny 2, Martin Hatch di Quantum Break, serta Sylens di Horizon Zero Dawn dan Horizon Forbidden West.

Reddick masih memiliki proyek film dan serial televisi yang masih belum dirilis. Ia sempat berperan sebagai Zeus di serial original Disney+ Percy Jackson and the Olympians yang akan rilis tahun depan.

Baca juga: Rampungkan Syuting, Series Percy Jackson Siap Tayang 2024

Industri Film dan Game Berduka

Sederetan kolega, teman, dan penggemar dari kalangan industri film dan game turut mengucapkan belangsungkawa. Chad Stahelski, sutradara franchise John Wick, dan Keanu Reeves membagikan pernyataan pada Variety sebagai respon kabar kematian Reddick.

“Kami benar-benar turut berduka dan sedih karena kehilangan teman dan kolega kami tercinta, Lance Reddick. Ia adalah sosok profesional yang dapat diajak bekerja sama. Kasih sayang dan doa kami bersama sang istri Stephanie, anak-anaknya, kerabatnya, dan keluarganya. Kami mendedikasi film ini padanya. Kami akan merindukannya,” ungkap Stahelski dan Reeves.

Wendell Pierce, rekannya saat di serial The Wire, mengunggah cuitan untuk menghormati Reddick.

“Seorang pria yang memiliki kehebatan dan keberkahan tinggi. Berbakat sebagai musisi dan juga aktor. Sosok lambang kelas. Sebuah kabar duka yang tidak terduga bagi keluarga artistik kami. Sebuah kabar duka yang tidak terbayang bagi keluarga dan kerabatnya. Godspeed my friend. Kamu jadi sosok penting di sini. RIP,” tulis Pierce.

Pemain Destiny 2 melakukan penghormatan terakhir pada Reddick dengan berkumpul di The Tower di dalam game. Mereka membagikan screenshot dan video para Guardian berlutut di hadapan Commander Zavala di Twitter. Bungie, pengembang di balik game tersebut, juga membagikan pernyataan tentang sang aktor.

“Lance Reddick merupakan sosok ikonik di layar, di Destiny, dan lebih penting lagi, sebagai pribadi. Cintanya pada komunitas kami bersinar melalui perannya sebagai Commander Zavala. Dedikasinya tanpa kompromi pada jasanya, dan kebaikan yang menyentuh di sekitarnya. Berkata bahwa ia akan dirindukan sangat sulit diucapkan. Rest in peace, Lance,” tulis Bungie dalam pernyataannya di Twitter.

Gamefinity mengucapkan turut berduka cita sekaligus berterima kasih pada Lance Reddick atas jasanya di dunia film dan game.

TikTok Terancam Diblokir di AS Jika Tidak Dijual Bytedance

GAMEFINITY.ID, Bandung – Pemerintahan Biden telah meminta agar TikTok segera dijual dari perusahaan asal China, Bytedance. Pihaknya mengancam akan memblokir aplikasi video itu di Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat telah menuduh Bytedance mengumpulkan data dari miliaran pengguna aplikasi media sosial miliknya itu. Pihak TikTok telah membantahnya.

Bukan Pertama Kali TikTok Terancam Diblokir di Amerika Serikat

Ancaman dari Amerika Serikat tentu ini bukan pertama kali. Pada tahun 2020, pemerintahan Trump memaksa TikTok dijual ke sebuah perusahaan Amerika Serikat karena kekhawatiran terhadap keamanan nasional. Aplikasi milik Bytedance itu kemudian menuntut pemerintahan Trump pada September 2020. Presiden Joe Biden kemudian membatalkan pertimbangan untuk memblokir aplikasi video pendek itu pada Juli 2020.

TikTok Oracle
Pembelian TikTok oleh Oracle diumumkan untuk mengatasi ancaman blokir di Amerika Serikat oleh pemerintahan Trump sebelum akhirnya batal

13 September 2020, TikTok dilaporkan memilih Oracle sebagai pembeli sahamnya. Pembelian tersebut bertujuan agar mengatasi kritikan pemerintahan Trump karena keamanan data. Kesepakatan itu kemudian batal pada 18 Februari 2021.

Pemerintah Biden Mengemukakan Alasan yang Sama untuk Memblokir

TikTok bytedance 2
Bytedance dipaksa harus menjual TikTok ke perusahaan lain oleh pemerintahan Biden

The Wall Street Journal pertama kali melaporkan bahwa pemerintahan Biden berencana untuk memblokir TikTok jika Bytedance tidak menjualnya. Pemerintahan Biden telah mendapat kritikan dari beberapa anggota partai Republik bahwa pihaknya tidak cukup tegas untuk menghadapi ancaman keamanan dari Bytedance.

“TikTok adalah Trojan horse yang digunakan untuk mengeksploitasi informasi pribadi orang Amerika. Seperti balon mata-mata di ponsel Anda,” ungkap Michael McCaul, kepala House Committee of Foreign Affairs Februari lalu dilansir dari CBS News.

Baca juga: TikTok Direncanakan Akan Diblokir di Amerika

TikTok justru membantah tuduhan ini. Mereka memaparkan penjualan saham dari Bytedance tidak akan mengatasi dugaan risiko keamanan.

“Jika melindungi keamanan nasional jadi tujuannya, divestasi tidak mengatasi masalah: pergantian kepemilikan tidak akan membatalkan larangan baru pada pengaliran data atau akses. Cara terbaik untuk mengatasi masalah keamanan nasional adalah perlindungan sistem perlindungan data pengguna berbasis A.S. yang transparan, dengan monitoring, pemeriksaan, dan verifikasi dari pihak ketiga, yang kamu sudah lakukan,” tutur Brooke Oberwetter, perwakilan TikTok.

Sekretaris press White House Karine Jean-Pierre menolak berkomentar tentang Biden akan resmi melarang TikTok, namun mengakui White House memiliki maslaah dengan aplikasi yang bersangkutan.

“Kami ingin untuk memastikan setiap produk dan layanan digital yang dipakai orang Amerika setiap harinya aman,” tutur Jean-Pierre.

Sementara itu, TikTok telah dilarang di ponsel anggota pemerintah di Amerika Serikat, Kanada, dan Uni Eropa. Baru-baru ini, Selanda Baru telah menerapkan kebijakan yang sama karena masalah keamanan.

Disney Speedstorm Meluncur sebagai Early Access April Ini

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah mengalami penundaan tahun lalu, Gameloft akhirnya mengumumkan tanggal rilis Disney Speedstorm. Game racing dari Disney itu akan meluncur sebagai early access pada 18 April 2023.

Tampaknya ini mengikuti formula yang sudah diterapkan oleh Disney Dreamlight Valley, sebuah game simulation dari Disney dan Gameloft yang sebelumnya lebih dulu sukses. Sama seperti Dreamlight Valley, game racing Disney itu akan menjadi free-to-play begitu masa early access berakhir.

Disney Speedstorm Meluncur sebagai Early Access Berbayar

Gameloft mengumumkan melalui laman resminya bahwa Disney Speedstorm akan meluncur sebagai early access pada 18 April 2023. Mereka memaparkan pemain harus membeli founder’s pack agar dapat berpartisipasi di early access. Metode ini tidak jauh berbeda dengan Dreamlight Valley yang belum keluar dari masa early access.

“Kami bersemangat untuk para fans menyalakan mesinnya dengan bergabung bersama kami di racetrack Disney Speedstorm melalui early access dan saling bertarung sebagai racer ikonik di setiap track menakjubkan terinspirasi dari film Disney dan Pixar,” tulis Asda Suzuki selaku manager game Gameloft.

Game racing besutan Gameloft ini digadang-gadang sebagai game hero-based combat racing penuh dengan karakter Disney dan Pixar beserta racetrack-nya. Terdapat solo mode, local play, dan online multiplayer. Dengan online multiplayer, pemain dapat bersaing dengan racer lainnya dari seluruh dunia demi menjadi online legend.

“Kami tidak sabar untuk mendengar pendapat komunitas dan bekerja sama untuk membuat game yang reaktif terhadap kebutuhan dan kainginan pemain sementara kami berencana menyediakan pengalaman balap yang terus berubah,” tambah Suzuki.

Baca juga: Daftar Game di Disney & Marvel Games Showcase 2022

Pre-order Sudah Tersedia di Platform Tertentu

Disney Speedstorm Founder's Pack
Founder’s Pack Disney Speedstorm terbagi menjadi tiga: Standard, Deluxe, dan Ultimate

Semenjak pengumumannya, pemain sudah bisa melakukan pre-order Disney Speedstorm di platform tertentu. Pembeli dapat membeli salah satu dari tiga jenis Founder’s Pack, yaitu Standard, Deluxe, dan Ultimate. Masing-masing dari pack tersebut menyediakan bonus yang berbeda-beda, mulai dari karakter, token, Golden Pass, hingga kostum.

Disney Speedstorm Pre-order bonus
Pre-order bonus berupa item kosmetik untuk Donald Duck

Bagi yang telah melakukan pre-order, terdapat bonus eksklusif berupa cat mobil Toontech Early Bird dan kostum Early Bird. Keduanya adalah item kosmetik untuk Donald Duck.

Pre-order kini sudah tersedia di PlayStation Store, Nintendo eShop, Microsoft Store, dan Epic Games Store secara global. Khusus pemain Steam yang tidak mendapat opsi pre-order, mereka bisa mendapat bonus eksklusif pre-order jika membeli Disney Speedstorm pada minggu pertama peluncuran.

Disney Speedstorm akan meluncur sebagai early access berbayar pada 18 April 2023. Setelah early access berakhir, game racing besutan Gameloft itu akan menjadi free-to-play.

Superman: Legacy Akan Disutradarai oleh James Gunn

GAMEFINITY.ID, Bandung – James Gunn resmi jadi sutradara Superman: Legacy, film yang juga ditulisnya sendiri. Gunn telah menulis skenario film reboot Superman itu sebelum dipercaya menjadi pemimpin DC Studios bersama Peter Safran. Film itu akan memulai DC Universe dengan Chapter One: Gods and Monsters.

James Gunn Jadi Sutradara Superman: Legacy

Gunn pertama kali mengumumkan proyek reboot Superman pada musim gugur lalu ketika mengambil jabatan sebagai CEO DC Studios. Saat itu, ia sedang menulis naskah untuk film tersebut. Sebelumnya, ia menjadi sutradara sekaligus penulis skenario The Suicide Squad yang rilis 2021.

Ia pertama kali mengungkap kabar itu melalui Twitter pribadinya. Dirinya mengaku kaget bahwa tanggal perilisan Superman: Legacy bertepatan dengan ulang tahun sang ayah.

“Aku kehilangan ayahku hampir tiga tahun yang lalu. Beliau adalah sahabatku. Beliau tidak memahami aku sebagai anak-anak, tapi beliau mendukung cintaku terhadap komik dan cintaku terhadap film dan aku takkan membuat film ini tanpanya.”

James Gunn Superman: Legacy
James Gunn sebelumnya menjadi sutradara The Suicide Squad sebelum menjadi co-CEO DC Studios

Gunn mengaku ia pernah menolak tawaran untuk menjadi sutradara sebuah film Superman. Ia merasa saat itu tidak memiliki cara untuk menghormati karakter ikonik itu. Sutradara di balik The Suicide Squad itu memaparkan keraguannya untuk menjadi sutradara saat menulis naskahnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk memimpin produksi karena kecintaannya pada naskah itu sambil bersemangat untuk memulai perjalanan baru DC Universe.

Superman: Legacy bercerita tentang petualangan Superman untuk menyeimbangkan warisan Kryptonian dan sifat manusianya sebagai Clark Kent. Ia menjadi sosok kebenaran, keadilan, dan sebuah cara Amerika, dipandu oleh kebaikan manusia di sebuah dunia di mana pandangan seperti itu dianggap kuno.

Baca juga: Deretan Proyek Roadmap DC Universe Baru yang Layak Ditunggu

Superman Akan Diperankan Aktor yang Lebih Muda?

Deadline mencatat Gunn menyebut di media sosial bahwa Superman versi DC Universe akan lebih muda daripada di DC Extended Universe. Ia memperkirakan tokoh superhero ikonik versinya itu akan berusia di bawah 40 tahun.

Tentunya, Henry Cavill dipastikan tidak akan kembali memerankan Superman. Cavill telah mengemban peran sebagai tokoh superhero berjubah merah itu di DC Extended Universe mulai dari Man of Steel (2013). Ia kembali memerankan karakter itu di Batman vs Superman: Dawn of Justice (2016) dan Justice League (2017). Cavill tampil sebagai cameo di Black Adam yang rilis tahun lalu.

Meski Cavill berminat untuk kembali memerankan karakter ikonik itu, DC Studios ingin menggantikannya dengan aktor yang lebih muda saat Gunn dan Safran mengambil alih.

Sementara itu, Shazam! Fury of the Gods sudah rilis di bioskop oleh Warner Bros. Pictures. Diperkirakan film yang juga diproduksi New Line Cinema itu akan meraup US$85 juta secara global saat opening weekend-nya. Setelah itu, The Flash yang akan me-reset timeline dari DC Extended Universe menjadi DC Universe akan rilis 16 Juni mendatang. Gunn juga menyutradarai film terakhirnya bersama Marvel Studios, Guardians of the Galaxy Vol. 3 yang akan rilis 5 Mei. Superman: Legacy akan rilis di bioskop pada 11 Juli 2025 sebagai pembuka franchise DC Universe.

iiTzTimmy Comeback Berkompetisi di Apex Legends eSports

GAMEFINITY.ID, Bandung – iiTzTimmy baru-baru ini mengumumkan bahwa dirinya memutuskan untuk comeback sebagai pro player Apex Legends. Dirinya mengungkap akan kembali ke dunia kompetisi Apex Legends setelah dua tahun vakum. Ia kini mengincar untuk bermain di Challenger Circuit Split 2.

Terakhir Kali Berkompetisi Pada 2021

Timothy “iiTzTimmy” sudah tidak asing di dunia kompetisi Apex Legends. Ia pertama kali bersaing sebagai anggota Golden Guardians. Setelah itu, ia berkompetisi bersama NiceWigg dan Apryze sebagai Team Sheesh, tim yang sering dianggap sebagai meme team.

Timmy memutuskan untuk hiatus dari dunia esports Apex Legends pada akhir 2021. Dirinya beralasan memiliki masalah komputer saat itu. Dalam postingan Twitlonger, Timmy menceritakan kurangnya pengalaman sebagai pro player saat bersama Golden Guardians memicu hasil tidak memuaskan bagi timnya. Masalah kesehatan mentalnya turut berkontribusi pada keputusannya untuk mundur dari berkompetisi bersama Team Sheesh. Ia kini terkenal sebagai streamer untuk 100 Thieves.

“Depresiku sangat parah sekali, tapi aku takut mengatakannya secara blak-blakan saat itu. Aku bisa saja masih bermain, tapi kami memutuskan sebagai tim dan memilih untuk berhenti,” ujar iiTimmy melalui video di YouTube-nya.

iiTzTimmy Putuskan Comeback Berkompetisi di Apex Legends Esports

iiTzTimmy 2
Vakum dua tahun, iiTzTimmy putuskan comeback ke dunia Apex Legends esports

Dalam postingan Twitlonger yang sama, ia menulis bahwa dirinya siap untuk kembali bersaing di kompetisi esports Apex Legends. Timmy berencana untuk mengikuti ALGS Challenger Circuit Split 2.

Baca juga: TSM Jadi Juara Apex Legends Global Series Split 1 Playoffs

“Beralih pada sekarang, aku akhirnya dalam kondisi baik dalam kehidupanku. Aku siap untuk berkompetisi lagi dan melakukan sebisaku. Ya, aku tetap akan melakukan streaming dan bekerja untuk sponsor serta lainnya, tapi aku akan melakukan sebaik mungkin untuk berlatih, scrim, berkompetisi di turnamen, belajar, berkembang, dan menjadi lebih baik bersama timku,” tulisnya.

Ia mengaku akan satu tim dengan mantan anggota CLG dan eUnited Lyric “lyric” Quinonez. Dot Esports menganggap lyric sebagai pro player sering memburamkan batasan antara permainan kompetitif dan gaya permainannya yang mencolok. Timmy hanya tinggal mencari satu lagi anggota sebelum ia dapat berkompetisi di Challenger Circuit Split 2 mulai 25 Maret mendatang.

Menariknya, Apryze, mantan rekan timnya, juga putuskan untuk comeback berkompetisi di dunia esports Apex Legends.