All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Dr. Stone: New World Resmi Mulai Tayang 6 April

GAMEFINITY.ID, BandungSeason ketiga dari Dr. Stone akhirnya dapat tanggal tayang perdana bulan depan. Season yang berjudul Dr. Stone: New World itu akan mulai tayang perdana 6 April 2023. Serial anime produksi TMS Entertainment itu dipastikan akan meramaikan deretan serial papan atas lainnya pada musim semi mendatang seperti Demon Slayer Season 3, Edens Zero Season 2, dan Mobile Suit Gundam – The Witch from Mercury Part 2.

Tentang Dr. Stone: New World

Dr. Stone: New World key visual
Key visual Dr. Stone: New World

Season ketiga dari Dr. Stone berlatar setelah berakhirnya Stone Wars. Mantan anggota Empire of Might yang dipimpin Tsukasa kini bergabung dengan Kingdom of Science. Kedua pihak harus membangun sebuah kapal yang dapat mengarungi lautan demi mendapat jawaban dari misteri pemicu semua orang di dunia membatu.

Sebelum mereka melakukannya dan memulai perjalanan itu, Senku dan teman-temannya perlu mencari berbagai sumber daya penting dan menemukan perkembangan teknologi agar dapat membangun kapal itu.

Dr. Stone sendiri merupakan serial anime adaptasi dari serial manga karya Riichiro Inagaki. Serial tersebut mengisahkan ribuan tahun setelah semua orang di bumi menjadi batu. Tokoh utama Senku Ishigami secara tiba-tiba terbebas dan menyadari semua peradaban manusia terkikis. Ia ingin membangun kembali peradaban manusia sambil berfokus pada sains. Pada saat yang sama, ia juga harus mencari tahu apa yang jadi pemicu semua orang menjadi batu.

Tayang Perdana 6 April 2023

Dalam trailer yang dibagikan oleh Toho Animation, Dr. Stone: New World akan tayang perdana pada 6 April 2023 di Tokyo MX. Trailer tersebut juga menampilkan opening theme yang dibawakan Huwie Ishizaki.

Baca juga: Demon Slayer: Swordsmith Village Arc Mulai Tayang 9 April

Season ketiga dari Dr. Stone akan terbagi sebagai split cour, lebih tepatnya dua cour. Cour pertama tentu akan tayang pada musim semi ini, sementara penayangan cour kedua akan diumumkan pada kemudian hari. Selain itu, pengisi suara kondang Maaya Sakamoto juga akan berperan sebagai Francois.

Dr. Stone: New World akan tayang perdama pada 6 April 2023. Sementara itu, season pertama dan kedua dapat disaksikan di channel YouTube Ani-One Asia. Belum diketahui apakah season ketiga juga akan tayang di YouTube seperti berbagai streaming service lainnya seperti Bilibili dan iQiyi.

Anime Populer To Your Eternity Resmi Dapat Season Ketiga

GAMEFINITY.ID, Bandung – Baru saja mengakhiri season keduanya di NHK, serial anime To Your Eternity resmi mendapatkan season ketiga. Komite produksi di balik serial anime itu resmi mengabarkannya melalui akun Twitter resminya. Walau begitu, tidak banyak detail yang diumumkan saat itu.

To Your Eternity Resmi Dapat Season Tiga setelah Season Kedua Berakhir

Pihak komite produksi mengumumkan mereka memutuskan untuk membuat season ketiga, mengadaptasi arc This World, di mana petualangan Fushi, sang tokoh utama, berlanjut. Mereka menyebut pihaknya segera memulai produksi tepat setelah season kedua berakhir.

To Your Eternity merupakan salah satu serial anime populer saat ini. Season pertamanya yang tayang pada April hingga Agustus 2021 di NHK langsung mencuri perhatian penggemar anime. Brain’s Base saat itu bertanggung jawab untuk memproduksi season pertama sebanyak 20 episode.

To Your Eternity Season 2 visual
Season kedua To Your Eternity baru saja berakhir penayangannya

Drive kemudian mengambil alih produksi season keduanya yang tayang pada Oktober 2022 hingga Maret 2023 sebanyak 20 episode. Season keduanya turut mengakhiri arc Renril sekaligus act pertama dari serial manga-nya.

Serial manga-nya sendiri ditulis oleh Yoshitoki Oima, kreator yang juga di balik serial manga A Silent Voice. Keduanya diserialisasikan di Weekly Shonen Magazine besutan Kodansha. Saat ini, To Your Eternity masih berlanjut di Weekly Shonen Magazine dan mendapat berbagai pujian dari kritikus. Oima juga merupakan kreator di balik Mardock Scramble yang diserialisasikan di Bessatsu Shonen Magazine.

Baca juga: Attack on Titan, Eren Yeager Simbol Karakter Independen

Akan Mulai Adaptasi Act 2

Season ketiganya dipastikan akan mengadaptasi arc This World atau lebih dikenal sebagai Modern Day. Arc tersebut sekaligus menjadi awal dari act kedua dari serial manga-nya.

Saat ini, masih belum banyak diketahui tentang detail lainnya. Belum diketahui apakah Drive akan kembali memproduksi season ketiganya atau justru studio lain seperti Brain’s Base akan mengambil alih.

Serial anime To Your Eternity season pertama dan kedua dapat disaksikan di channel YouTube Ani-One Asia. Sementara itu, belum diketahui kapan season ketiganya akan mulai tayang.

Blonde Dinobatkan Sebagai Worst Picture di Razzies 2023

GAMEFINITY.ID, Bandung Golden Raspberry Awards atau lebih terkenal sebagai Razzies merupakan ajang penghargaan yang menobatkan pencapaian terburuk dalam dunia film. Tahun ini, Blonde, film original Netflix yang dibintangi Ana de Armas, dinobatkan sebagai film terburuk dalam ajang penghargaan ini setelah mendapat delapan nominasi.

Setiap pemenang kategori Golden Raspberry Awards resmi diumumkan pada 10 Maret 2023, dua hari sebelum Academy Awards digelar. Tidak hanya Blonde yang mendapat penghargaan terbanyak sebanyak dua kategori, Morbius dan Elvis juga mendapat jumlah penghargaan yang sama.

Blonde Jadi Worst Picture di Golden Raspberry Awards 2023

Blonde worst picture
Blonde berhasil menang Worst Picture di Razzies 2023

Film karya Andrew Dominik, Blonde, resmi memenangkan kategori Worst Picture dalam ajang penghargaan itu. Razzies menganggap film original Netflix itu sebagai “misoginistik, cabul, dan menyesatkan” serta “mengekploitasi mendiang Marilyn Monroe tanpa malu”. Film ini mengalahkan Disney’s Pinocchio, Good Mourning, The King’s Daughter, dan Morbius.

Blonde sendiri telah memicu kontroversi bahkan sebelum rilis. Film ini mendapat rating NC-17 dari MPAA, menjadikannya film original Netflix pertama yang mendapat rating tersebut. Mereka berpendapat film tersebut menampilkan konten pelecehan seksual secara gamblang.

Saat film karya Andrew Dominik itu rilis di Netflix, film ini semakin memicu kontroversi. Banyak penonton yang mengaku tidak tahan untuk menyelesaikan film itu. Mayoritas kritikus juga berpendapat tampilan kehidupan Monroe di film itu sangat tidak etis, tidak manusiawi, dan eksploitatif. Walau begitu, Ana de Armas, pemeran Marilyn Monroe, justru menuai pujian. Bahkan, Armas mendapat nominasi Best Actress di Academy Awards tahun ini.

Andrew Dominik sendiri juga memenangkan penghargaan Worst Screenplay untuk film ini

Morbius dan Elvis seri dengan Blonde dengan jumlah kemenangan terbanyak sebanyak dua kategori. Morbius menang di Worst Actor untuk Jared Leto dan Worst Supporting Actress untuk Adria Arjona. Elvis menyabet Worst Supporting Actor dan Worst Screen Combo untuk Tom Hanks.

Baca juga: Chris Rock Roast Will Smith di Acara Stand-Up Comedy-nya

Kejutan Muncul di Kategori Worst Actress

Kejutan terbesar dalam Razzies tahun ini ternyata terjadi saat pihaknya mengumumkan pemenang kategori Worst Actress. Alih-alih salah satu dari nominasi, [pihak penyelenggara] Golden Raspberry Awards justru memenangkan penghargaan tersebut. Bryce Dallas Howard, Diane Keaton, Kaya Scodelario, dan Alicia Silverstone masuk ke dalam kategori tersebut.

Ryan Kiera Armstrong not from Blonde
Ryan Kiera Armstrong masuk nominasi Worst Actress picu kontroversi

Awalnya, Ryan Kiera Armstong masuk nominasi yang sama karena penampilannya di Firestarter. Masuknya Armstrong dalam kategori tersebut menuai kontroversi dan kritikan karena ia masih aktris cilik. Pihak penyelenggara kemudian meminta maaf dan mencopot Armstrong dari kategori Worst Actress. Tidak heran The Razzies sendiri yang memenangkan penghargaan itu, menganggap pihaknya telah melakukan blunder karena menominasikan aktris cilik sebagai aktris terburuk.

Kabar positifnya, Colin Farrell memenangkan Razzie Redeemer Award tahun ini karena mendapat nominasi Best Actor di Oscar berkat penampilannya di The Banshees of Inisherin. Farrell sendiri sebelumnya mendapat nominasi Worst Actor pada tahun 2004 karena perannya di film Alexander.

Free Fire MAX Bakal Resmi Dimatikan, Ada Apa dengan Garena?

GAMEFINITY.ID, Bandung – Baru-baru ini beredar kabar yang mungkin mengejutkan bagi penggemar setia Free Fire. Free Fire MAX dilaporkan akan segera tutup server pada 21 Maret 2023. Setelah itu, pemain tidak akan menerima update atau patch untuk game tersebut. Saat ini, belum diketahui apakah kabar ini benar-benar resmi.

Free Fire sendiri merupakan salah satu game mobile battle royale terpopuler saat ini, termasuk di Indonesia. Game ini sering disebut ramah ponsel berspesifikasi rendah, memudahkan pemain untuk menikmatinya tanpa harus punya ponsel mahal. Namun, Free Fire sering sekali mendapat kritikan karena memiliki kualitas grafik tidak bagus. Oleh karena itu, Garena, pengembangnya, menyediakan Free Fire MAX yang memiliki grafik lebih mutakhir.

Pesan Penutupan Free Fire MAX Pertama Kali Muncul di Server Brazil

Free Fire Max shut down message brazil server screenshot
Screenshot pesan dalam game bahwa Free Fire Max server Brazil akan dihentikan

Gaming on Phone mendapati kabar ini pertama kali muncul melalui sebuah pesan untuk pemain di server Brazil. Pesan dalam game itu menyampaikan bahwa Free Fire MAX akan segera berakhir dan digantikan oleh Free Fire.

“Demi mengembangkan pengalaman untuk semua pemain Free Fire, kami akan berfokus pada Free Fire original. Oleh karena itu, mulai 21 Maret 2023, kami akan menghentikan maintenance dan update pada versi MAX. Pastikan akun kamu sudah terhubung ke [akun] media sosial untuk mengaksesnya di Free Fire original,” tulis pesan itu dalam bahasa Portugis.

Kabar ini sontak mengejutkan netizen, terutama pemain setia versi MAX. Pasalnya, di server lain, seperti India, tidak ada pesan seperti itu. Tetap saja, pengumuman yang sejauh ini diterima pemain di Brazil memicu kekhawatiran pemain setianya.

Baca juga: Call of Duty Mobile Akan Dihentikan demi Warzone Mobile?

Belum Ada Pengumuman Resmi dari Garena

Sejauh ini, Garena belum memberi pengumuman resmi terhadap kabar penutupan Free Fire MAX, khususnya di Brazil. Jika kabar ini benar, Garena mungkin akan berfokus pada Free Fire original. Tentunya, game battle royale besutan mereka itu dikabarkan akan mendapat update pada 22 Maret mendatang.

Alasan di balik kemungkinan penutupan versi MAX sendiri masih belum diketahui secara pasti. Tetapi, Esportsgen mendapati beberapa laporan tentang anjloknya saham SEA LTD, induk perusahaan Garena, menjadi pemicunya.

Saat ini, belum diketahui apakah Free Fire MAX akan tutup hanya di Brazil atau bahkan berlaku di seluruh dunia.

Penjualan Forspoken Mengecewakan, Kata Square Enix

GAMEFINITY.ID, Bandung – Forspoken menjadi sebuah game AAA pertama Square Enix yang rilis tahun ini. Meski antisipasi yang besar dan banyak dipasarkan, game produksi Luminous Productions itu mendapat kritikan negatif dari pemainnya. Square Enix akhirnya mengaku bahwa penjualan game RPG terbarunya itu mengecewakan.

Square Enix Akhirnya Akui Penjualan Forspoken Mengecewakan

Forspoken sales lackluster
Meski menjadi game besar pertamanya tahun 2023, Square Enix anggap penjualan Forspoken mengecewakan

Dalam laporan keuangannya pada kuartal ketiga saat briefing investor pada 3 Februari lalu, beberapa hari setelah peluncurannya, Forspoken telah dianggap mengecewakan secara penjualan oleh Square Enix. Namun, pihaknya sama sekali tidak mengungkap angka penjualan totalnya.

Review terhadap Forspoken, game yang kami luncurkan pada 24 Januari 2023, benar-benar ‘menantang’,” tutur Yosuke Matsuda selaku presiden Square Enix.

Game besutan Luminous Productions itu mendapat ulasan beragam hingga negatif saat peluncurannya. Di Metacritic, user score yang diperoleh sebesar 64 untuk versi PlayStation 5 dan 63 untuk versi PC.

Lebih buruk lagi, pemain melakukan review bomb di laman Metacritic tersebut. Mereka mengkritik hampir setiap aspek dalam game itu, mulai dari masalah teknis, penceritaan, dunia open world, dan combat-nya.

Baca juga: Baru Rilis, Forspoken Sudah Dapat Review Bomb!

Masih Dianggap Beri Sisi Positif

Matsuda mengaku Forspoken telah mendapat pujian berkat fitur action-nya, terutama combat dan parkour. Ia mengaku game tersebut telah membuahkan hasil yang merujuk untuk meningkatkan kemampuan pengembangannya pada judul game lain pada masa mendatang.

Meski sisi positif itu, Matsuda tetap menganggap penjualannya yang mengecewakan. Saat ditanya tentang dampak pada bisnis, ia enggan menjawab. Matsuda mengklaim pihak manajemen akan terlalu awal menyimpulkan semenjak game besutan Luminous Productions itu masih relatif baru di pasaran.

Sementara itu, Square Enix sudah mengumumkan bahwa Luminous Productions akan digabungkan kembali dengan tim intinya mulai 1 Mei mendatang. Sebelum hal itu berlaku, Luminous sedang mengembangkan patch untuk memperbaiki Forspoken. DLC yang bertajuk In Tantas We Trust juga masih dalam pengembangan sebelum rilis musim panas ini.

Setelah kegagalan Forspoken, tampaknya harapan besar selanjutnya bagi Square Enix adalah Final Fantasy XVI yang akan rilis 22 Juni 2023 di PlayStation 5.

Nichijou, Anime Slice of Life yang Absurd dan Menghebohkan

GAMEFINITY.ID, Bandung Nichijou merupakan serial anime adaptasi dari manga berjudul sama oleh Kyoto Animation. Serial anime ini pertama kali tayang pada 2011. Meski disebut gagal secara penjualan DVD dan Blu-ray di Jepang, serial ini tetap dianggap mendapat penggemar setia secara internasional.

Sinopsis Nichijou, Kisah Slice of Life Absurd dan Menghebohkan

Nichijou bisa dianggap sebagai sketch comedy berlatarkan di kota Tokisadame. Pada dasarnya, serial ini menceritakan kisah slice of life beberapa penghuni kota. Namun, mayoritas berfokus pada setidaknya enam tokoh. Mulai dari tiga murid SMA Yuko Aioi, Mio Nanogahara, dan Mai Minakami, hingga Nano Shinonome, sang kreator cilik Professor, dan kucing hitam yang bisa bicara Sakamoto.

Sering sekali, setiap bagian dari episode berfokus pada momen absurd dan menghebohkan. Secara keseluruhan, setiap bagiannya justru diceritakan terjadi pada kehidupan sehari-hari setiap karakter.

Cerita Slice of Life yang Menghebohkan Sekaligus Mengocok Perut (10/10)

Nichijou Professor and Sakamoto
Nichijou menggabungkan genre slice of life dengan komedi over the top

Menggabungkan konsep slice of life dan absurditas serta surealisme dalam serial anime ini sangat berhasil membuatnya menjadi heboh dan lucu. Bahkan, setiap cerita yang disajikan pada bagian tersebut terkesan over the top dan seakan tidak pernah menginjak rem untuk terus membawa humor tanpa terkesan menjengkelkan. Setiap episodenya bahkan dapat dinikmati tanpa mengalami kebosanan, terutama dari tingkah laku setiap karakternya yang tidak dapat diprediksi.

Deretan Karakter yang Eksentrik (9/10)

Nichijou character
Tiga karakter utama Nichijou: Yuuko, Mio, dan Mai

Banyak dari karakternya memiliki desain moe, seperti pada beberapa serial besutan Kyoto Animation sebelumnya seperti Azumanga Daioh, Lucky Star, dan K-On. Kali ini, setiap karakternya ditampilkan memiliki interaksi yang menonjolkan perilakunya. Setiap konflik yang disajikan berhasil mendorong penceritaan yang penuh humor serta kepribadian eksentrik dari setiap karakter.

Animasi yang Tetap Konsisten (9/10)

Nichijou Mio Loses it
Tampilan animasi yang tetap konsisten dalam menggambarkan adegan over the top

Animasi di Nichijou terasa terkesan sedikit jadul meningat serial anime ini pertama kali tayang pada 2011. Setidaknya, Kyoto Animation masih menonjolkan ciri khasnya dalam menonjolkan pergerakan karakter secara mengalir dan konsisten. Art style dari serial anime ini semakin kuat saat momen komedi yang over the top, dari simplistik menjadi semakin intens.

Baca juga: Hyouka, Anime School Life Berbalut Misteri yang Ringan

Verdict untuk Nichijou

Secara keseluruhan, Nichijou dapat dinikmati saat waktu santai sekaligus untuk yang mengincar serial anime komedi menghebohkan dan mengocok perut. Meski ini merupakan anime slice of life, Nichijou menunjukkan konsep absurditas yang menjadi nilai plus dapat membuat penontonnya heboh.

Untuk Nichijou, penulis dapat memberi total score 9,6.