All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Blackpink Jadi Girl Group dengan Stream Terbanyak di Spotify

GAMEFINITY.ID, Bandung – Blackpink kembali mencatat prestasi membanggakan. Guinness World Records telah menobatkan grup asuhan YG Entertainment itu sebagai girl group dengan stream terbanyak di Spotify. Girl group asal Korea Selatan ini terkenal dengan gaya dan talentanya yang unik. Sejak memulai debut 6 tahun yang lalu, Girl Group anggota Lisa, Jennie, Rose, dan Jisoo berhasil mempertahankan formasi awal mereka.

Namun, kesuksesan mereka tidak datang tanpa tantangan, karena mereka harus melampaui ekspektasi yang ditetapkan oleh grup senior mereka, 2NE1, yang juga berada di bawah naungan YG Entertainment. Kesuksesan lain yang baru-baru ini didapat Blackpink adalah mendapatkan Girl Group dengan total stream terbanyak di Spotify.

Blackpink Jadi Girl Group dengan Total Stream Terbanyak di Spotify

Menurut laman resminya, girl group K-pop populer itu berhasil mengumpulkan total 8,8 miliar stream di Spotify. Lagu mereka dengan stream terbanyak termasuk How You Like That (746 juta stream), Kill This Love (672 juta stream), dan DDU-DU DDU-DU (574 juta stream).

Angka total stream yang diraih Blackpink berhasil mengalahkan Little Mix. Saat ini, Little Mix hanya berhasil mengumpulkan total 8,48 miliar stream. Sementara itu, Twice, girl group besutan JYP Entertainment, berada di posisi ketiga dengan 5,96 miliar stream secara keseluruhan di Spotify.

Dibentuk pada tahun 2016, Blackpink terdiri dari Jennie, Rose, Lisa, dan Jisoo. Mereka tidak hanya sukses sebagai grup, tetapi juga sedang aktif dengan karier solo masing-masing. Jennie Rose, dan Lisa sudah sukses terlebih dahulu sebagai artis solo. Jisoo akan menyusul dengan solo debutnya saat merilis album bertajuk Me pada 31 Maret mendatang.

Baca juga: Jisoo Blackpink Mulai Syuting MV untuk Solo Debutnya

Menambah Deretan Rekor yang Dicapai

Blackpink Born Pink world tour
Blackpink saat ini sedang menggelar Born Pink World Tour

Prestasi ini menambah deretan catatan rekor yang dicapai Blackpink. Sebelum memecahkan rekor girl group dengan stream terbanyak di Spotify, rekor lain kerap mereka pecahkan akhir-akhir ini, baik sebagai grup dan individu.

Blackpink saat ini menjadi band dengan subscriber YouTube terbanyak sepanjang masa. Tidak hanya itu, mereka juga berhasil menjadi girl group K-pop pertama yang mencapai posisi puncak di UK Albums Chart dan Billboard 200 dengan album Born Pink.

Rose juga pecahkan rekor sebagai musisi K-pop pertama yang memuncaki tangga Billboard Global sebagai solois dan anggota grup dengan On the Ground dan Lovesick Girls.

Sementara itu, Lisa memiliki catatan rekor yang sangat membanggakan. Ia menjadi musisi K-pop pertama yang memenangkan penghargaan di MTV Video Music Awards dan MTV Europe Music Awards. Single debut solonya, Lalisa, berhasil mengumpulkan 73,6 juta kali tayang di YouTube dalam 24 jam semenjak rilis, menjadikan MV dengan jumlah tayang terbanyak dalam sehari setelah rilis.

Prestasi membanggakan Blackpink ini menunjukkan popularitas mereka semakin masif bukan hanya di Korea Selatan, tetapi juga di seluruh dunia. Saat ini, mereka sedang menggelar tur dunia bertajuk Born Pink World Tour. Girl group asuhan YG Entertainment ini akan menggelar konser di Jakarta pada 11-12 Maret mendatang. Setelah itu, mereka juga dipastikan tampil di Coachella tahun ini.

Call of Duty Mobile Akan Dihentikan demi Warzone Mobile?

GAMEFINITY.ID, Bandung – Meski menjadi salah satu game mobile terbesar saat ini, Call of Duty Mobile kini dikabarkan akan segera dimatikan Activision dan Microsoft. Microsoft dilaporkan menyebut game FPS mobile populer itu akan dihentikan pengembangannya begitu Warzone Mobile resmi meluncur.

Microsoft Akan Hentikan Call of Duty Mobile?

Dalam sebuah dokumen sebagai tanggapan atas regulator Inggris Competition and Markets Authority (CMA), Microsoft menyebut pihaknya akan menghentikan CoD Mobile demi peluncuran Warzone Mobile. Mereka mengatakan bahwa game FPS mobile ikonik itu tidak akan dimatikan di China.

Call of Duty Mobile
CoD Mobile telah menjadi salah satu game FPS terpopuler di mobile

Padahal, CoD Mobile sudah di-download sebanyak total 650 juta kali, lebih dari enam kali pencapaian Warzone saat tahun pertamanya. CoD Mobile berhasil meraup satu miliar dolar AS, setidaknya mendekati Warzone yang meraup 1,9 miliar dolar AS per Januari 2022.

Microsoft menekankan bahwa Call of Duty Mobile dikembangkan dan dimiliki oleh TiMi Studios, anak perusahaan Tencent. Tampaknya Microsoft akan lebih berfokus pada Warzone Mobile agar pihaknya dan Activision Blizzard tidak berbagi penghasilan dan kontrol dengan Tencent. Itupun jika Microsoft berhasil secara resmi mengakuisisi Activision Blizzard.

Warzone Mobile Gantikan Posisi CoD Mobile?

Activision sendiri mengumumkan pada Maret 2022 bahwa mereka berencana merilis Call of Duty: Warzone Mobile. Game battle royale untuk mobile tersebut akan menghadirkan match berisi maksimal 120 pemain dan juga map ikonik dari Warzone, Verdansk.

Call of Duty Mobile warzone
Pengumuman perdana Warzone Mobile memicu pertanyaan tentang nasib CoD Mobile

Pengumuman Warzone Mobile saat itu memicu pertanyaan dari penggemar setianya. Akankah Warzone Mobile akan hadir bersampingan atau justru menjadi pengganti Call of Duty: Mobile? Saat itu, pihak Activision masih bungkam untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Baca juga: Call of Duty: Warzone Mobile Siap Meluncur 2023!

Call of Duty: Mobile memiliki sistem battle pass tersendiri. Saat ini, CoD: Mobile sudah me-reset season dan memasuki season kedua yang bertajuk Heavy Metal. Sementara itu, Warzone Mobile justru akan memiliki sistem cross-progression dengan Warzone versi PC dan konsol. Walau begitu, kedua versi itu tidak akan memiliki fitur cross play

Activision saat ini belum menganggapi kabar Call of Duty: Mobile akan segera dimatikan. Sementara itu, Call of Duty: Warzone Mobile akan meluncur tahun ini,

Lagi-lagi, Starfield Alami Penundaan Hingga September Ini

GAMEFINITY.ID, Bandung – Starfield akhirnya mendapat tanggal rilis secara pasti. Kabar buruknya, game besutan Bethesda Game Studios itu kembali mengalami penundaan. Alih-alih paruh pertama tahun ini, Bethesda justru menyebut game sci-fi RPG itu akan rilis 6 September 2023.

Kembali Alami Penundaan, Akan Rilis September Ini

Starfield delayed again
Meski Bethesda sebut akan tetap rilis paruh pertama 2023, Starfield kembali alami penundaan hingga September

Sebelumnya, Bethesda menyebut pihaknya akan merilis game sci-fi RPG itu pada 11 November 2022 sebelum mengalami penundaan hingga paruh pertama 2023. Namun, mereka memilih untuk menunda perilisannya kembali hingga September.

Hal ini justru mengejutkan penggemar karena Bethesda pernah memastikan game besutannya itu tetap akan rilis paruh pertama 2023. Jika melihat dari rumor sebelumnya, Starfield sendiri disebut masih dalam kondisi kasar dan membutuhkan kontrol kualitas. Kabar itu pertama kali diunggah oleh Horns di ResetEra.

Baca juga: Leaker: Starfield dan Redfall Dikebut dalam Kondisi Kasar

Starfield juga absen tampil di Xbox Bethesda Developer Direct Januari lalu. Saat itu, Microsoft hanya menunjukkan Minecraft Legends, Forza Motorsport, Hi-Fi Rush, The Elder Scrolls Online, dan Redfall.

Setidaknya Todd Howard selaku sutradara sudah memastikan game yang telah lama dinanti itu tetap akan rilis tahun ini.

“Kami telah menuangkan diri kami pada game ini dan bahkan aku terkejut betapa banyak yang kami tuangkan. Sangat besar. Kami memainkannya sepanjang waktu,” katanya.

Starfield Direct Akan Digelar Juni Ini

Starfield Direct
Starfield Direct akan digelar 11 Juni 2023

Dalam video pengumuman tanggal tersebut, Howard akhirnya menyebut Starfield akan tampil di showcase-nya sendiri. Ia mengonfirmasi lebih banyak detail dari game besutannya itu akan terungkap dalam event Starfield Direct pada 11 Juni 2023.

“Masih banyak yang harus kami ungkap pada kalian. Game ini memiliki berbagai hallmark yang kalian harapkan dari kami, tapi masih menawarkan pengalaman unik,” tuturnya.

Starfield Direct bakal tayang setelah showcase besar musim panas tahunan Xbox dan Bethesda, dua hari sebelum E3 2023 digelar. Microsoft sendiri belum memastikan apakah pihaknya akan absen tampil dari E3. Sementara itu, Redfall, game vampire co-op FPS buatan Arkane, telah dipastikan rilis pada 3 Mei 2023.

Starfield akan meluncur pada 6 September 2023 di PC dan Xbox Series X|S. Game sci-fi RPG buatan Bethesda Game Studios itu juga akan menjadi gratis khusus pelanggan Game Pass.

TikTok Luncurkan Fitur Series untuk Konten Premium Kreator

GAMEFINITY.ID, Bandung – TikTok luncurkan sebuah fitur baru bertajuk Series, sebuah fitur yang tersedia untuk para content creator menyediakan konten premium berbayar untuk follower-nya. Sistem monetisasi ini menjadi salah cara bagi kreator untuk menghasilkan uang di aplikasi video tersebut. Fitur ini baru tersedia khusus beberapa kreator, kreator lainnya nanti dapat mendaftar untuk bergabung dalam waktu dekat.

Fitur Baru TikTok, Series, untuk Konten Premium Para Kreator

TikTok Series launch
Series, fitur baru TikTok

Menurut laman resminya, para kreator yang memenuhi syarat dapat melakukan posting koleksi video berbayar. Koleksi tersebut yang menjadi Series dapat dibeli pengguna untuk mengaksesnya. Tentunya video di Series tidak akan muncul di Recommendation di aplikasi dan mudah disebar seperti video TikTok lainnya.

Baca juga: Fakta Dibalik Lagu Komang Raim Laode Yang Viral di Tiktok

Satu Series dapat berisi maksimal 80 video. Tentunya, video tersebut akan sangat berbeda daripada biasanya di aplikasi. Setiap video dapat berdurasi maksimal 20 menit, memberi kesempatan agar para kreator membuat konten lebih panjang dan eksklusif. Para kreator dapat menentukan harga Series secara fleksibel, mulai dari US$0,99 hingga US$189,99.

Patut diingat kreator tidak dapat mengunggah konten dewasa di fitur Series. Pasalnya, community guidelines juga berlaku di fitur tersebut. TikTok juga memastikan pihaknya memprioritaskan keamanan setiap pengguna dan terus mempertahankan suasana aman dan ramah.

Jadi Cara Para Kreator untuk Menghasilkan Uang di Aplikasi

Engadget menyebut para kreator telah mengkritik kebijakan creator fund di aplikasi. Mereka mengatakan sistem monetisasi itu tidak cukup memadai mengingat TikTok merupakan salah satu aplikasi dengan pengguna terbanyak. Aplikasi milik Bytedance itu baru-baru ini memperkenalkan versi baru dari creator fund, Creativity Program.

Baca juga: Meta Verified Mulai Diuji di Facebook dan Instagram

Fitur Series turut menjadi cara baru bagi kreator untuk menghasilkan uang. Menariknya, pihaknya memastikan tidak akan mengambil sebagian dari penghasilan kreator dari penjualan Series saat ini. Berarti kreator dapat memperoleh 100 persen dari hasil penjualan Series (dipotong biaya app store). Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku dalam waktu terbatas.

Fitur Series tampaknya menjadi satu lagi cara bagi TikTok untuk menantang pesaingnya seperti YouTube dan Instagram. Bahkan bulan lalu, YouTube mulai menerapkan sistem monetisasi untuk para kreator Shorts melalui iklan.

Konsol Baru Nintendo Punya Masalah Backward Compatibility?

GAMEFINITY.ID, Bandung – Rumor tentang konsol Nintendo selanjutnya, kemungkinan bernama Switch 2, akhir-akhir ini semakin banyak bertebaran. Terlebih, Nintendo Switch sudah berusia enam tahun dan disebut sudah mencapai batas kemampuannya dalam memainkan berbagai game terbaru saat ini.

Penggemar setia saat ini sedang menunggu konsol next-gen buatan Nintendo resmi diumumkan dan akan rilis untuk bersaing dengan Xbox Series X|S dan PlayStation 5. Namun, baru-baru ini terdapat laporan bahwa konsol next gen tersebut kemungkinan memiliki masalah backward compatibility. Ini mungkin berpotensi bagi pemain yang ingin bermain judul game yang hanya rilis di Switch di konsol baru tersebut.

Tidak Ada Backward Compability pada Judul Game di Nintendo Switch

Modern Vintage Gamer, seorang content creator sekaligus ahli hardware game dan mantan pengembang yang bekerja untuk Nightdive Studios, mengunggah video untuk menjelaskan kabar tersebut. Menurutnya, Switch 2 berpotensi mengalami masalah dalam menjalankan judul dari game yang rilis di Switch pertama.

VGC mencatat Nintendo Switch mengandalkan chip NVIDIA Tegra X1, sebuah chip yang juga digunakan Nvidia Shield Android TV pada 2015 hingga 2018. Chip tersebut sudah sangat outdated sehingga banyak yang percaya Nintendo akan menggantikannya. Tetapi, risikonya adalah game yang sudah dikembangkan agar berjalan menggunakan Tegra X1 dapat membuat emulation lebih sulit di hardware baru.

“Jika Nintendo ingin meninggalkan Tegra X1, yang kita rasa sangat memungkinkan, game Switch yang sekarang tidak akan berjalan di hardware baru, itu kalau tanpa menyusun ulang semua game untuk ditargetkan pada hardware itu,” tutur Modern Vintage Gamer.

Ia menawarkan tiga opsi yang bisa jadi solusinya, yaitu andalkan software emulation yang bagus, memasang compatibility pada sistem baru itu, dan memasang chip baru sekaligus Tegra X1 di Switch 2.

Baca juga: Rumor Nintendo Switch 2 Akan Berfokus Pada Cloud Gaming

Switch Pertama Disebut Sudah Menua

Nintendo Switch
Bertahan selama 6 tahun di pasaran, Nintendo Switch disebut sudah menua

Model Nintendo Switch saat ini disebut sudah sangat menua. Sudah enam tahun semenjak konsol hybrid itu pertama kali hadir di pasaran. Bahkan, beberapa judul game baru belum hadir di Switch karena perbedaan daya jika dibandingkan Xbox dan PlayStation. Tidak heran beberapa judul game AAA seperti A Plague Tale: Requiem, Control, dan Resident Evil Village hanya tersedia sebagai game cloud-based.

Terlebih, sebagai konsol hybrid, Nintendo Switch sebenarnya juga didesain untuk dipakai secara handheld. Tidak heran fleksibilitas itu sekaligus menjadi kelemahannya.

Saat ini, belum diketahui seperti apa keputusan Nintendo selanjutnya dalam mengembangkan konsol barunya itu.

Cities: Skylines 2 Diumumkan, Jadi City-Builder Terealistis

GAMEFINITY.ID, Bandung – Paradox Interactive telah mengungkap deretan game yang akan datang dalam acara live stream Paradox Announcement Show 2023. Salah satu game tersebut adalah Cities: Skylines 2, sekuel dari Cities: Skylines.

Pihak Paradox Interactive menyebut sekuel dari Cities: Skylines itu bakal jadi game city-builder terealistis saat meluncur tahun ini. Ditambah, mereka juga mengumumkan game tersebut akan rilis di PC dan konsol next-gen yaitu Xbox Series X|S dan PlayStation 5.

Cities: Skylines 2 Akan Lebih Mutakhir dari Pendahulunya

Trailer cinematic-nya sebenarnya tidak terlalu mengungkap detail lebih banyak, apalagi dalam menyebutkan apa saja yang akan menjadi pembeda dibandingkan pendahulunya. Namun, disebutkan di laman Steam-nya bahwa pemain akan dapat membuat dan me-manage kotanya sendiri tanpa batasan.

Paradox mengaku Cities: Skylines 2 akan mengembangkan dan memperluas mekanik city building yang sudah dikenal dari pendahulunya. Pengembangan mekanik tersebut termasuk sistem transportasi dan ekonomi yang sangat realistis, banyaknya opsi kontruksi dan kustomisasi, dan dukungan modding.

Cities: Skylines 2 most realistic city
Paradox Interactive janjikan Cities: Skylines 2 jadi city-builder terealistis

Pemain dapat membangun kota dengan tipe apapun yang mereka inginkan, mulai dari sebuah desa kecil hingga kota metropolis yang ramai. Setiap kota yang dibangun di game ini akan berubah dan bereaksi terhadap keputusan pemain. Oleh karena itu, pemain harus mengandalkan kemampuan planning-nya jika ingin mengembangkan dari sebuah kota kecil menjadi sebuah kota metropolitan yang menarik perhatian penghuni, turis, dan bisnis.

Karena deretan mekanik yang sudah lebih mutakhir tersebut, pilihan dan kemungkinan dalam game pun tanpa batas. Colossal Order, pengembangnya, juga menjanjikan Cities: Skylines 2 akan menjadi game city-builder terealistis.

Baca juga: The Sims 4: Growing Together, Expansion Pack Tema Keluarga

Selain sekuel dari Cities: Skylines, Paradox Interactive juga mengumumkan beberapa game baru saat Paradox Announcement Show 2023. Salah satunya adalah Life by You, game yang disebut-sebut akan jadi saingan The Sims.

Saat ini, Paradox Interactive menyebut Cities: Skylines 2 akan rilis tahun 2023 tanpa mengungkap tanggal pastinya. Namun, sekuel Cities: Skylines itu sudah dipastikan akan tersedia di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S. Ditambah, Cities: Skylines 2 bakal tersedia gratis khusus pelanggan Game Pass.