GAMEFINITY.ID, Bandung – Naraka: Bladepoint menggelar event kolaborasi dengan Wo Long: Fallen Dynasty! Event di game besutan NetEase Games itu sudah dimulai dari 2 Maret lalu. Tidak heran event ini digelar untuk menyambut perilisan Wo Long: Fallen Dynasty oleh Team Ninja dan Koei Tecmo. Sebenarnya event kolaborasi ini sudah dibocorkan sebagai Mysterious Crossover Event di laman resminya.
Pihak NetEase menganggap event ini sebagai event crossover besar pertama pada 2023 di Naraka: Bladepoint. Tentunya, pemain bisa memperoleh reward eksklusif berdasarkan Wo Long: Fallen Dynasty dengan log in dan menyelesaikan berbagai challenge.
Item Eksklusif Bertema Wo Long: Fallen Dynasty Hadir di Naraka: Bladepoint
Deretan reward yang bisa didapat saat event kolaborasi Naraka: Bladepoint x Wo Long: Fallen Dynasty
Naraka: Bladepoint menjanjikan terdapat beberapa item kosmetik berdasarkan Wo Long: Fallen Dynasty yang bisa didapat sebagai reward. Koleksi item kosmetik tersebut di antaranya sebuah Battlemark, banner, profile background dan sebuah headwear yang berdasarkan Lu Bu, seorang mythicalwarlord China.
Pemain harus log in selama tujuh hari saat event ini berlangsung untuk mendapat deretan reward yang tersedia. Sementara itu, headwear yang berdasarkan Lu Bu bisa didapat dari limited-time event Scrolls of Cloudsparrow.
Wo Long: Fallen Dynasty Bakal Hadirkan DLC Crossover
Kejutan ternyata masih belum usai! Pada akhir teaser yang dibagikan NetEase, disebutkan pula Wo Long sendiri akan mendapat DLC kolaborasi dengan Naraka: Bladepoint. DLC tersebut berisi item kostum berdasarkan hero favorit, yaitu Viper Ning dan Tarka Ji.
Sejauh ini, sama sekali belum diketahui kapan DLC tersebut akan dirilis. Pihak Koei Tecmo hanya menyebut DLC itu akan segera hadir.
Pihak NetEase juga menjanjikan berbagai hal menarik pada tahun 2023. Setelah merayakan peluncuran season ketujuhnya dan kemunculan Pole Sword sebagai senjata baru, tim pengembang pastinya akan menghadirkan banyak update konten seru lainnya di Naraka: Bladepoint. Contohnya pada akhir tahun lalu, mereka mengumumkan bahwa Naraka juga akan berkolaborasi dengan franchise NieR dari Square Enix tahun ini.
Event kolaborasi Naraka: Bladepoint dengan Wo Long: Fallen Dynasty sudah dapat dinikmati. Event tersebut bakal berakhir pada 24 Maret 2023.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Bagi penonton yang mengincar tontonan pemacu adrenalin, genre action tentu menjadi pilihannya. Namun tidak sedikit pula yang ingin menonton genre sports, apalagi dalam format serial anime. Tidak heran anime sports menjadi salah satu pilihan utama bagi penonton yang ingin mengincar tontonan pemacu adrenalin.
Mulai dari persaingan antar tim dan bahkan sesama rekan tim, hingga bahkan kehidupan sehari-hari. Anime sports memiliki elemen yang penuh drama dan juga memiliki pesan moral berupa motivasi agar penontonnya dapat berjuang lebih keras. Berikut adalah 5 rekomendasi anime sports yang dapat memacu adrenalin.
Blue Lock
Blue Lock
Diadaptasi dari serial manga berjudul sama karya Muneyuki Kaneshiro, Blue Lock merupakan serial anime sepak bola yang tidak biasa. Tidak hanya memiliki elemen yang dapat memacu adrenalin sebagai anime sports, ternyata Blue Lock juga merupakan anime bergenre thriller yang semakin menambah ketegangan seru bagi penontonnya. Serial ini tayang di TV Asahi pada musim gugur 2022 hingga musim dingin 2023.
Blue Lock berfokus pada Yoichi Isagi, salah satu dari pemain sepak bola yang bergabung dengan sebuah program kontroversial dari Japan Football Union. Proyek regime latihan itu bernama Blue Lock dan bertujuan untuk mengembangkan salah satu dari pesertanya menjadi star striker tim nasional Jepang. Jika gagal dalam proyek itu, mereka tidak akan pernah dapat diterima sebagai anggota tim nasional Jepang.
Serial anime produksi Eight Bit ini tentu mendapat pujian karena menggabungkan konsep thriller dan sports. Terlebih, perjuangan Yoichi Isagi yang terpaksa ikut menghancurkan mimpi peserta Blue Lock lainnya membuat serial anime ini sangat thrilling dan membuat penasaran.
Sebuah serial anime original karya Hiroko Utsumi dan produksi Bones, SK8 the Infinity merupakan serial anime yang berfokus pada skateboarding. Serial anime ini telah tayang pada musim dingin 2021 di TV Asahi.
SK8 the Infinity berfokus pada Langa Hasegawa yang merupakan murid baru. Ia diajak untuk bergabung ke dunia skateboard oleh Reki Kyan, teman sekelasnya, dan mengunjungi tempat bernama “S”, sebuah tempat balap skateboardunderground ilegal. Reki sendiri mengalami patah lengan dan skateboard-nya hancur setelah kalah di sebuah pertandingan.
Serial anime ini telah disambut hangat oleh penggemar saat penayangannya. SK8 the Infinity berhasil menyeimbangkan momen menegangkan dan komedi, menjadikannya tontonan menyenangkan dan menakjubkan. Bahkan season keduanya akan segera hadir.
Free!
Free!
Siapa yang tidak kenal Kyoto Animation? Kyoto Animation menjadi salah satu studio anime yang paling konsisten dalam menjaga kualitasnya. Ini juga dibuktikan dengan serial anime Free!. Mengisahkan sebuah klub renang laki-laki di SMA, tidak heran banyak penonton perempuan menyukai serial anime yang satu ini.
Free! berfokus pada klub renang Iwatobi High School. Klub tersebut terdiri dari Haruka Nanase dan teman masa kecilnya, Makoto Tachibana dan Nagisa Hazuki, serta anggota baru Rei Ryugazaki. Sementara timnya berlatih untuk mengikuti turnamen, Rin harus bersaing dengan Rin Matsuoka, teman masa kecilnya yang kini bersekolah di SMA lain.
Tidak melulu sekadar persaingan dalam dunia renang, Free! juga mengisahkan sebuah persahabatan antara para tokoh utama laki-laki.
Haikyuu!!
Haikyuu!!
Berdasarkan serial manga karya Haruichi Furudate yang diserialisasi di Weekly Shonen Jump, Haikyuu!! tentunya menjadi serial anime sports wajib bagi penggemar. Telah tayang dengan empat season di MBS, Haikyuu!! merupakan salah satu anime sports yang dapat memicu adrenalin sekaligus menyenangkan dengan beberapa momen komedi. Haikyuu!! Final, seri film yang akan menjadi akhir dari serial anime ini dijadwalkan akan tayang di bioskop.
Haikyuu!! mengisahkan Shoyo Hinata yang menjadi anggota tim voli Karasuno High School setelah terinspirasi oleh seorang pemain berjulukan “The Little Giant”. Meski tidak berpengalaman dan memiliki tubuh kecil, Hinata memiliki kemampuan lompat yang tinggi. Namun, Kageyama Tobio, saingan terberatnya saat SMP, juga menjadi anggota tim Karasuno. Meski begitu, keduanya berhasil menggabungkan kemampuan mereka untuk membuat taktik yang eksplosif dan berpotensi membungkam setiap musuh.
Serial anime produksi Production I.G. dan Toho Animation ini tentu disambut sangat hangat oleh penggemarnya. Bahkan, Crunchyroll pernah menobatkan Haikyuu!! sebagai salah satu dari 100 anime terbaik pada 2010-an. Beberapa kritikus memuji serial anime ini berhasil mengembangkan beberapa karakternya sebagai tim alih-alih individual melalui chemistry-nya.
Kuroko’s Basketball
Kuroko’s Basketball
Satu lagi serial anime berdasarkan serial manga yang diserialisasi di Weekly Shonen Jump, Kuroko’s Basketball tetap menjadi salah satu serial anime sports yang jadi rekomendasi dan paling dikenang oleh penggemarnya. Sama seperti Haikyuu!!, serial ini diproduksi oleh Production I.G.. Kuroko’s Basketball tayang selama tiga season di MBS dari 2012 hingga 2015.
Kuroko’s Basketball berfokus pada Tetsuya Kuroko yang baru direkrut oleh tim basket Teikyou Middle School yang telah dominan di dunia basket. Kuroko sendiri tidak memiliki bakat atletik yang luar biasa jika dibandingkan dengan anggota tim lainnya. Namun ternyata, Kuroko terungkap sebagai Phantom Sixth Man, seorang pemain yang dianggap dapat mengembalikan kejayaan timnya.
Kuroko’s Basketball berhasil menuai perhatian dari pecinta anime, khususnya di kalangan perempuan. Tidak heran popularitasnya sangat meledak, terlebih, banyak sekali circle doujin yang membuat karya berdasarkan serial anime ini. Serial ini telah mendapat pujian berkat adegan pertandingan basket epik, komedi yang menyenangkan, dan character development-nya.
Itulah lima rekomendasi anime sports yang dijamin dapat memacu adrenalin.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Wo Long: Fallen Dynasty merupakan game soulslike terbaru dari Team Ninja dan Koei Tecmo. Tidak heran Team Ninja ingin mengulang kesuksesan seri Nioh dan Stranger of Paradise: Final Fantasy Origin dengan game soulslike terbarunya. Walau mendapat ulasan positif dari kritikus, game ini ternyata sudah mendapat review bomb dari pemain.
Versi PC Wo Long: Fallen Dynasty Sudah Di-Review Bomb!
Penggemar memberikan komentar negatif terhadap Wo Long: Fallen Destiny di Steam. Mereka mendapati versi PC-nya mengalami masalah performa dan optimisasi.
Pemain mengeluhkan Wo Long: Fallen Dynasty versi PC terdapat berbagai masalah performa
Contoh review negatif diutarakan oleh pengguna Steam bernama cashews. Ia mengutarakan apa yang terjadi dengan versi PC Wo Long. Menurutnya, game tersebut bermasalah pada kontrol mouse dan keyboard. Jika tidak menggerakkan mouse dengan keras, sudut kamera tidak akan bergerak sama sekali. Layout keyboard juga ia kritik tidak lebih baik. Meski game soulslike lebih baik dimainkan menggunakan keyboard, penggemar berharap opsi kontrol mouse dan keyboard yang lebih baik.
Beberapa pemain lainnya juga mengeluhkan versi PC-nya sering mengalami lag dan rentan crash. Terlebih, terdapat beberapa glitch dan bug. Contoh bug terjadi saat cutscene yang justru menunjukkan black screen dan minim suara. Lebih buruk lagi, bug di versi PC itu memicu slow motion selama gameplay.
Masalah ini tidak terbatas pada PC lower-spec, pengguna PC gaming high-end juga mengeluhkan masalah yang sama. Jika melihat system requirements-nya, Wo Long: Fallen Dynasty tidak membutuhkan spec yang terlalu tinggi, yaitu dibutuhkannya GeForce RTX 2060 atau Radeon RX 5700 XT untuk gameplay 60 FPS di 1080p.
Saat artikel ini ditulis, Wo Long: Fallen Dynasty memiliki review average “Mostly Negative” di Steam, 38 persen dari 8.862 review-nya berupa komentar positif. Sementara itu, Nioh 2 memiliki all review average “Very Positive” dengan 88 persen dari 24.642 review-nya berupa komentar positif.
Jika dibandingkan dengan seri Nioh, Wo Long: Fallen Dynasty diluncurkan pada hari yang sama di PC, konsol PlayStation dan Xbox. Sementara Nioh dan Nioh 2 meluncur terlebih dahulu di PlayStation 4 sebelum dapat versi PC-nya. Tidak heran beberapa pemain menyarankan agar bermain Nioh 2 terlebih dahulu sambil menunggu Team Ninja membuat patch untuk memperbaiki optimisasi di Wo Long.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Square Enix mengumumkan mereka akan mengganti Yosuke Matsuda sebagai presiden setelah 10 tahun. Matsuda akan digantikan oleh Takashi Kiryu, yang saat ini sedang menjabat sebagai direktur perusahaan. Keputusan ini perlu disetujui oleh para pemegang saham yang dijadwalkan pada Juni 2023.
Yosuke Matsuda Menjabat sebagai Presiden Square Enix selama 10 Dekade
Yosuke Matsuda telah menggantikan Yoichi Wada sebagai presiden Square Enix pada 2013. Selama ia menjabat sebagai presiden, perusahaan telah mengalami kesuksesan dan kegagalan.
Yosuke Matsuda telah menjabat sebagai presiden Square Enix selama satu dekade
Matsuda bertanggung jawab pada penjualan studio Barat – Crystal Dynamics, Square Enix Montreal, dan Eidos-Montreal – pada Embracer Group seharga US$300 juta. Hal ini menyusul kegagalan mayoritas dari proyek studio Barat tersebut seperti Marvel’s Avengers dan Shadow of the Tomb Raider.
Terlebih, baru-baru ini, proyek buatan salah satu studio asal Jepang, Forspoken, telah dianggap gagal. Gagalnya Forspoken memicu bubarnya Luminous Productions.
Matsuda juga secara kontroversial mendukung integrasi teknologi blockchain dalam pengembangan game. Hal tersebut ia tunjukkan pada surat Tahun Baru 2023 yang dirilis pada publik. Ia menyebut blockchain tetap menjadi fokus terbesar dalam investasi jangka menengah Square Enix.
Perusahaan memiliki proyek game blockchain berdasarkan IP originalnya yang dalam pengembangan. Beberapa di antaranya sudah diumumkan dan yang lainnya berencana untuk ditunjukkan tahun ini.
Berbicara tentang kesuksesan, Square Enix terus berhasil dengan IP Final Fantasy. Perusahaan berharap sangat tinggi pada Final Fantasy 16 dan entri kedua dari trilogy Final Fantasy 7 Remake. Final Fantasy 14, entri MMORPG-nya, terus mematahkan ekspektasi perusahaan.
Matsuda akan menghabiskan bulan-bulan terakhirnya sebagai pemimpin Square Enix hingga perilisan Final Fantasy 16. Saat ini tidak disebutkan penyebab mereka melakukan pergantian presiden.
Takashi Kiryu, Sosok Pengganti Yosuke Matsuda
Setelah Matsuda resmi berhenti menjabat sebagai presiden, Takashi Kiryu akan resmi menggantikannya. Kiryu sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan teknologi yang melakukan riset terkait tren seperti blockchain dan web3.
“Di bawah perubahan lingkungan bisnis terkait industri hiburan yang sangat cepat, pergantian ini bermaksud untuk membangun ulang tim manajemen dengan tujuan menerapkan inovasi teknologi yang selalu berubah dan memaksimalkan kreativitas perusahaan agar menyediakan hiburan lebih hebat pada pelanggan di seluruh dunia,” tulis Square Enix pada pernyataannya.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Cloud9 resmi mengumumkan Jaccob “yay” Whiteaker hengkang dari roster Valorant-nya. Kabar resmi ini menyusul deretan laporan akhir-akhir ini Pengumuman mengejutkan dari Cloud9 itu muncul setelah timnya harus bertekuk lutut pada DRX saat turnamen Valorant Champions Tour 2023 LOCK//IN Brazil.
Hanya Bertahan 5 Bulan Bersama Cloud9
yay hanya bertahan selama 5 bulan dengan Cloud9
Atlet esports terkenal berusia 24 tahun itu sebelumnya meraih kesuksesan bersama OpTic Gaming pada 2022. Setelah itu, ia memutuskan untuk pindah ke Cloud9. Penggemar berharap yay dapat menelurkan kesuksesan yang sama seperti di OpTic tahun lalu.
Namun, Cloud9 kalah secara memalukan saat melawan DRX menyusul kemenangannya melawan Paper Rex. Cloud9 kemudian gugur dari turnamen VCT LOCK//IN.
Setelah kekalahan Cloud9 yang mengejutkan, terdapat rumor bahwa Jaccob Whiteaker akan hengkang dari roster Valorant tersebut. Pihak organisasi juga dipercaya sedang mempertimbangkan pergantian roster-nya.
Cloud9 kemudian merilis sebuah video di media sosial dan resmi mengumumkan keputusan tersebut. Co-founder dan CEO Jack Etienne dan pelatih Matthew “mCe” Elmore memastikan yay telah hengkang dan terdapat perubahan di roster-nya. Mereka beralasan masalah role menjadi pemicunya.
mCe kemudian menjelaskan alasan di balik hengkangnya atlet bernama asli Jaccob Whiteaker itu bukan secara personal. Ia justru menyampaikan alasannya lebih ke roster. Pihak organisasi memutuskan bahwa jalan terbaiknya adalah melepas yay meski ia dianggap sebagai salah satu pemain Valorant terbaik.
Dot eSports melaporkan kedua pihak sudah memutuskan secara baik-baik dan performa di VCT LOCK//IN bukan jadi pemicunya.
Setelah hengkang dari Cloud9, yay resmi jadi free agent. Saat ini, Cloud9 belum menentukan siapa yang akan menggantikannya. Namun, mCe juga menambah beberapa perubahan di roster-nya dapat terjadi dalam waktu yang akan datang.
Keputusan ini turut mengejutkan komunitas esports Valorant, baik dari penggemar dan juga tokoh esports terkenal lainnya. Tidak sedikit pula yang mengkritik keputusan Cloud9 karena tidak sepenuhnya transparan tentang keputusan ini.
“Mereka memperlakukanmu secara kotor, head up brotha,” tulis Austin “crashies” Roberts, salah satu mantan rekan yay waktu di OpTic Gaming.
Cloud9 akan memasuki mid–season transfer window untuk mencari sosok pengganti yay. Bukan tidak mungkin juga pihaknya akan melakukan perubahan lain di roster-nya.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Destiny 2: Lightfall telah rilis pada 28 Februari lalu sebagai expansion terbaru dari Destiny 2. Banyak penggemarnya yang menantikan expansion tersebut menyusul kesuksesan expansion The Witch Queen. Tentunya, ekspektasi penggemar sangat tinggi. Terlebih, Lightfall ditujukan sebagai entri penerus Light and Darkness saga yang akan merujuk pada The Final Shape pada 2024.
Sayangnya, mayoritas pemain setia tampaknya sangat kecewa dengan expansion terbaru Destiny 2 itu. Banyak dari mereka mengutarakan kritikan di Reddit, YouTube, dan Steam.
Pemain Kecewa dengan Expansion Terbaru Destiny 2
Awalnya, pemain sangat menantikan peluncuran Lightfall sebagai expansion terbaru Destiny 2. Namun, ekspektasi besar mereka akhirnya berujung pada kekecewaan. Saat artikel ini ditulis, saat ini Destiny 2: Lightfall mendapat reviewaverage “Mostly Negative” di Steam, dengan 30 persen di antaranya memberi komentar positif.
Sejauh ini, hanya Destiny 2: The Witch Queen mendapat komentar positif sebagai expansion
Jika dibandingkan dengan expansion lain yang saat ini tersedia, hanya The Witch Queen yang mendapat review average “Mostly Positive”. Beyond Light memiliki review average “Mixed”, sedangkan Shadowkeep juga memiliki review average “Mostly Negative” saat ini.
Ini Pemicu Destiny 2: Lightfall Mengecewakan Pemain
Mengapa kebanyakan pemain kecewa dengan expansion Lightfall? Ternyata tidak ada satu jawaban yang sederhana. Mereka menilai detail plot dan lore di expansion tersebut membingungkan. Bahkan content creator Destiny 2 populer seperti Paul Tassi telah merilis video yang membahas banyak detail plot dan peristiwa penting yang diperkenalkan tenpa penjelasan lebih lanjut. Secara spesifik, mayoritas pemain mengkritik kehadiran Strand sebagai subclass di plot-nya.
Tidak hanya Strand, pemain juga mengkritik keras keberadaan The Veil dan Nimbus. Terlebih, mereka juga kecewa dengan konten tradisional baru, seperti map Strikes dan Crucible.
Map terbaru dari Lightfall, Neomuna, ikut dikritik pemain
Neomuna, map baru dari Lightfall, tidak lepas dari kritikan. Map tersebut dikritik sebagai kota yang terasa kosong, detail yang kurang, dan layout tidak menarik.
Meski peluncuran Destiny 2: Lightfall sejauh ini lancar dalam tingkat teknis, konten expansion tersebut memicu kritikan dari komunitas Destiny 2. Setidaknya, raid untuk Lightfall, The Root of Nightmares, akan meluncur 10 Maret. Munculnya raid tersebut berpotensi kembali merebut perhatian pemain. Season terbarunya, Season of Defiance, juga disambut baik oleh penggemar setianya.