All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Payday 3 Diumumkan Akan Rilis Tahun Ini

GAMEFINITY.ID, Bandung – Menyambut awal tahun 2023, Starbreeze Studios dan Overkill Software telah merilis reveal trailer untuk Payday 3. Pihaknya juga merilis logo untuk game tersebut. Kabar baiknya lagi, Payday 3 akan rilis tahun ini. Terhitung sudah delapan tahun Overkill (developer Payday) merilis Payday 2, Sehingga Payday 3 menjadi game yang dinanti-nantikan.

Dari trailernya Payday 3 akan berlatar belakang di New York, Amerika Serikat dengan keadaan yang lebih digital. Sehingga Payday 3 menjadi game pertama yang menerbitkan trailer di tahun 2023.

“Ini Tahunnya Payday 3”

Reveal trailer bertajuk “A New Criminal Dawn” telah diunggah oleh Overkill Software. Video tersebut menunjukkan logo Payday 3 yang lebih simpel dibandingkan dua pendahulunya yang berwarna. Sebuah kru di kota New York turut dipertunjukkan tampak berencana untuk mengambil pekerjaan selanjutnya sambil menghadap jembatan Brooklyn.a

Melalui quote This is the year of Payday 3 (Ini tahunnya Payday 3)”, Overkill Software memastikan game besutannya itu akan rilis tahun ini. Namun, belum ada tanggal rilisnya secara resmi.

Payday 3 New York City
Payday 3 mengambil latar tempat di New York City

Meski belum ada cuplikan gameplay sama sekali, tampaknya Payday 3 akan berlatar di New York yang sudah penuh teknologi modern. Tidak lengkap sampai di situ, Overkill Software juga menggunakan Unreal Engine untuk menggambarkan New York lebih realistis. Sebelumnya, dua pendahulunya menggunakan engine Grin.

Baca juga: Payday 3 Bakal Gunakan Unreal Engine

Lama Dinanti Semenjak Pengumuman Perdananya pada 2016

Payday 3 Payday 2
Payday 2 mencuri perhatian pemain genre game FPS

Franchise Payday dimulai pada 2011 dengan Payday: The Heist yang mendapat reaksi beragam dari pemain dan kritikus. Sekuelnya, Payday 2 yang rilis 2013, mencuri perhatian, menjadikannya standar untuk game bergenre co-op shooter. Sejak saat itu, Payday 2 konsisten menghadirkan DLC untuk penggemarnya.

Konsep Payday menempatkan pemain sebagai salah satu anggota tim yang melakukan perampokan bersenjata yang keji. Pemain harus bekerja sama secara co-op untuk merencanakan dan melakukan berbagai perampokan di beberapa lokasi berbeda seperti di bank hingga kasino di Las Vegas.

Payday 3 telah pertama kali diumumkan pada 2016, akan tetapi berbagai halangan terjadi. Pihak Starbreeze Studios mem-PHK karyawannya dan CEO-nya mengundurkan diri pada 2020. Untungnya, Plaion akan mendistribusi game itu melalui Prime Matter.

Payday 3 akan rilis di PC melalui Steam pada 2023 dengan tanggal yang belum pasti. Pengemar dapat memasukkannya ke dalam wishlist di Steam sambil menunggu.

Fate/Samurai Remnant Diumumkan Koei Tecmo dan Type-Moon

GAMEFINITY.ID, Bandung – Tepat pada pergantian tahun, Koei Tecmo telah merilis teaser untuk game terbarunya, yaitu Fate/Samurai Remnant. Game ini menjadi bentuk kolaborasi Koei Tecmo dengan Type-Moon. Ini menjadi kejutan untuk penggemar setia franchise Fate.

Fate/Samurai Remnant Kemungkinan Ambil Genre Musou

Fate/Samurai Remnant protagonist and his servant
Tokoh utama dan servant-nya di Fate/Samurai Remnant

Fate/Samurai Remnant menjadi entri terbaru di franchise Fate. Game ini pertama kali diumumkan dalam acara Fate Project New Year’s Eve TV Special 2022. Kali ini, Koei Tecmo dan Omega Force membantu Type-Moon dalam pembuatan game terbaru Fate ini.

Mengingat Omega Force terkenal dengan seri game Dynasty Warriors, diperkirakan game ini akan mengambil genre musou, genre yang menjadi salah satu ciri khas dari Koei Tecmo. Jika hal ini terwujud, Fate/Samurai Remnant akan mengikuti jejak Fate/Extrella besutan Marvelous.

Aniplex ikut bertanggung jawab dalam pengembangan game ini. Mereka sudah mengembangkan game Fate/Grand Order dan Magia Record untuk mobile serta fighting game Melty Blood: Type Lumina. Mereka telah merilis versi remaster dari visual novel Witch on the Holy Night pada Desember lalu di PlayStation 4 dan Nintendo Switch.

Baca juga: Witch on the Holy Night Meluncur 8 Desember!

Kembali Gambarkan Holy Grail War

Sesuai tradisi franchise Fate, cerita Fate/Samurai Remnant akan kembali mengambil konsep Holy Grail War. Namun, Holy Grail War dalam game itu juga disebut sebagai Waxing Moon Ritual. Zaman Edo Jepang menjadi latar utama dalam game ini. Diharapkan juga berbagai tokoh sejarah akan menjadi karakter di dalamnya. Berdasarkan judulnya, konsep samurai dipastikan akan ditampilkan.

Fate/Samurai Remnant Miyamoto Musashi
Miyamoto Musashi sebelumnya pertama kali hadir di Fate/Grand Order

Dalam trailer, karakter Miyamoto Musashi versi perempuan tampil dalam game ini. Ia pertama kali tampil di sebuah storyline di Fate/Grand Order.

Sejauh ini, belum ada cuplikan gameplay yang ditampilkan. Trailer baru sekadar menunjukkan seorang tokoh utama bertemu dengan servant-nya. Ia juga ditampilkan memiliki konflik dengan Saber Miyamoto Musashi.

Fate/Samurai Remnant akan rilis pada 2023 di PC, PlayStation 4, PlayStation 5, dan Nintendo Switch. Kabar baiknya lagi, game ini akan rilis secara global. Sementara itu, Omega Force juga bekerja sama dengan EA dalam mengembangkan Wild Hearts sebagai pesaing Monster Hunter.

Legend of Mana, Anime Adaptasi Game yang Menjual Nostalgia

GAMEFINITY.ID, Bandung – Legend of Mana: The Teardrop Crystal merupakan serial anime yang diproduksi oleh studio Yokohama Animation Laboratory dan Graphinica. Serial anime ini merupakan adaptasi dari Jumi arc di game Legend of Mana buatan Square Enix. Serial anime ini pertama kali tayang Oktober 2022 di MBS.

Sinopsis Legend of Mana: The Teardrop Crystal, Adaptasi Game yang Hanya Menjual Nostalgia

Legend of Mana The Teardrop Crystal shiloh
Shiloh menjadi tokoh utama dari Legend of Mana: The Teardrop Crystal

Adaptasi anime ini berfokus pada Shiloh, seorang pemuda yang tinggal di Domina. Ia kerap mendengar suara dalam mimpinya tentang sebuah misi yang harus diselesaikan. Namun, ia tidak mengetahui misi apakah itu.

Hidupnya berubah saat ia bertemu dengan Ruri (Elazul) dan Shinju (Pearl), dua anggota ras Jumi yang sedang dalam ancaman bahaya karena perburuan gemstone-nya. Jika gemstone miliknya itu diambil, seorang Jumi itu akan mati. Shiloh akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan ras Jumi sebagai misi dari dalam mimpinya.

Story (6/10)

Legend of Mana: The Teardrop Crystal memakai karakter yang tidak asing bagi penggemar game-nya. Pasalnya, Legend of Mana merupakan game RPG buatan Square (sekarang Square Enix) yang pertama hadir tahun 1999 di PlayStation. Penonton yang ingin bernostalgia tentu tidak asing dengan karakter seperti Inspector Boyd, Emeralda, Corona (Lisa), Bud, dan Lil Cactus.

Alih-alih hanya memakai satu hero dari game, anime ini menggunakan dua, yaitu Shiloh sebagai hero laki-laki dan Serafina sebagai hero perempuan. Mereka diceritakan bekerja sama untuk mencapai tujuan Shiloh.

Cerita serial anime ini awalnya cukup memuaskan, terutama bagi pemain yang sudah familiar dengan game-nya. Akan tetapi, saat memasuki pertengahan, cerita semakin rumit dan membingungkan, membuat konflik yang disajikan terasa hambar. Meski begitu, terdapat berbagai kejutan yang tidak terduga.

Saat mencapai episode terakhir, dapat dikatakan ini menjadi titik rendah bagi adaptasi ini, terutama saat mencapai klimaks dan menjelang ending-nya. Hal tersebut mengundang lebih banyak pertanyaan daripada jawaban bagi penontonnya. Tidak dijelaskan bagaimana momen saat ending itu terjadi.

Animation (7/10)

Legend of Mana The Teardrop Crystal Ruri and Shinju
Ruri (Elazul) dan Shinju (Pearl) di Legend of Mana: The Teardrop Crystal

Animasi yang dibuat oleh Yokohama Animation Laboratory dan Graphinica tergolong standar bagi anime zaman sekarang. Mereka sudah sebaik mungkin mengadaptasi salah satu game RPG yang paling dicintai sebagai serial anime. Namun, visual di Legend of Mana: The Teardrop Crystal tidak sespesial seperti anime yang hype lainnya pada musim gugur 2022.

Baca juga: Review Drifters, Serial Isekai Underated Anti Mainstream

Music (8/10)

Yoko Shimomura, komposer game-nya, kembali membuat musik untuk game ini. Ia berhasil membuat background music yang lebih grand dan modern untuk anime ini. Setidaknya ini menjadi poin plus bagi serial anime ini.

Tidak lupa juga kedua theme song yang menjadi highlight-nya, terutama opening­-nya yang berjudul “Tears of Will” oleh Saori Hayami (pengisi suara Serafina). Lagu opening tersebut ditulis oleh Kevin Penkin. Lagu tersebut menghayati tema dari anime ini dan terasa grand.

Verdict untuk Legend of Mana: The Teardrop Crystal

Adaptasi game menjadi serial anime atau medium audiovisual lainnya dapat menjadi hit or miss. Kebanyakan judul seperti ini gagal karena cerita game sendiri dapat dikatakan lebih kompleks. Oleh karena itu, tidak semua penikmat audiovisual dapat memahami dan menikmati jalan ceritanya semaksimal mungkin.

Begitu pula dengan penikmat game-nya. Terkadang jika cerita, karakter, dan elemen lain melenceng dari sumbernya, sering sekali mereka mengeluh dan menganggap sebuah adaptasi sama sekali tidak menghormati game-nya.

Legend of Mana: The Teardrop Crystal menjadi contoh adaptasi dari game dengan awal yang baik, namun memasuki pertengahan hingga akhir menjadi membingungkan bagi penontonnya. Setidaknya, musik di anime ini dapat menyelamatkannya.

Untuk Legend of Mana: The Teardrop Crystal, total score yang dapat penulis berikan adalah 7.

Legend of Mana: The Teardrop Crystal mungkin cocok untuk penonton yang ingin bernostalgia untuk mengenang game-nya. Penonton yang belum begitu familiar dengan game-nya mungkin akan kebingungan jika menikmati anime ini. Bagi yang ingin menontonnya, anime ini dapat dinikmati di channel YouTube Muse Asia dan Muse Indonesia.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Review Pentiment, Game Penuh Intrik dan Art Menawan

GAMEFINITY.ID, Bandung Pentiment merupakan game narrative adventure RPG berlatarkan zaman medieval dengan art yang menawan. Game ini pertama kali rilis pada 15 November 2022 oleh Obsidian Entertainment dan Xbox Game Studios. Game ini telah berhasil menuai pujian karena penggambaran zaman medieval yang otentik dari cerita dan art-nya.

Sinopsis Pentiment, Game Naratif Medieval Penuh Intrik dan Art Menawan

Berawal dari seorang seniman dan pelancong Andreas Maler yang menumpang di Tassing, sebuah kota kecil di Bavaria pada abad ke-16. Ia magang di Kiersau Abbey dan bertugas untuk membuat naskah dan ilustrasi sesuai permintaan klien. Begitu magangnya selesai, ia bisa kembali ke kampung halaman, menikah, dan memulai kariernya sebagai sebagai seorang seniman.

Masalah pun dimulai saat sebuah kasus pembunuhan terjadi di Tassing. Sejak saat itu, Andreas berkomitmen untuk mencari seorang pelaku dan memecahkan misteri tersebut. Namun, ia justru terjebak di tengah-tengah konspirasi mendalam yang berperan besar dalam misteri tersebut. Setiap keputusan yang dibuatnya, termasuk menyimpulkan identitas sang pelaku, akan berdampak besar pada hubungannya dengan penduduk.

Gameplay Pentiment (9/10)

Cerita game ini terbagi menjadi tiga act, masing-masing memiliki misteri yang harus dipecahkan, khususnya pembunuhan. Pemain akan berperan sebagai Andreas yang harus menemukan masing-masing pelaku.

Pentiment gameplay 1
Terdapat pilihan dialog pada beberapa adegan percakapan di Pentiment. Beberapa di antaranya akan berdampak penting pada cerita.

Saat berinteraksi dengan penduduk, terutama yang menjadi tersangka, pemain sering dihadapkan dengan pilihan dialog untuk menganggapi mereka. Beberapa momen tertentu menjadi hal penting untuk membuat keputusan yang akan sangat berdampak.

Begitu juga dengan menentukan pelaku di balik pembunuhan tersebut. Sebenarnya tidak ada sebuah golden route di antara pilihan setiap tersangka. Meski begitu, tersangka yang dipilih menjadi pelaku berdampak besar pada hubungan Andreas dengan penduduk pada act berikutnya.

Pentiment character customization
Kustomisasi karakter sebatas menentukan latar belakang Andreas yang akan berdampak pada gameplay

Kustomisasi karakter Andreas sebatas menentukan latar belakangnya, baik berupa minat studi dan juga kepribadiannya. Ini dapat memicu pilihan dialog yang ia ingin utarakan sesuai dengan latar belakang tersebut.

Satu kekurangan dari Pentiment hanyalah terkadang ceritanya terasa lambat. Terlihat dari beberapa adegan percakapan yang cukup panjang sampai pemain tidak sabar untuk segera skip dan membaca cepat.

Sementara itu, game ini juga ramah PC berspek rendah (meski minimal RAM masih 4 GB). Saat memainkannya di PC kentang, sama sekali tidak ada lag ataupun crash. Pentiment menjadi game yang tergolong ringan jika dibandingkan dengan game AAA lainnya.

Control (9/10)

Mengingat Pentiment merupakan narrative adventure, pemain hanya mengendalikan Andreas saat mengeksplorasi kota dan berinteraksi dengan penduduknya. Pemain mendapat dua pilihan kontrol, yaitu mouse dan keyboard.

Pemain dapat melakukan point and click saat mengendalikan Andreas dan juga berinteraksi dengan penduduk. Jika menggunakan keyboard, kontrol navigasi standar juga digunakan.

Graphics (10/10)

Pentiment gameplay 2
Pentiment memiliki gaya art yang menawan dan memanjakan mata

Grafik dalam game ini mengandalkan ilustrasi bergaya medieval seperti sedang membaca sebuah buku cerita. Animasi yang ditampilkan saat karakter bergerak juga terlihat sangat mengalir.

Karena hal ini, visual yang ditampilkan dalam Pentiment terlihat sangat menawan dan memanjakan mata. Tidak hanya selama gameplay, menu dalam game (bukan main menu atau pause) juga disajikan dalam bentuk visual halaman buku, di mana pemain dapat melihat peta, jurnal dan glossary tentang medieval. Font-nya pun menggunakan tulisan bergaya Eropa abad ke-16 untuk menambah feel-nya.

Music (10/10)

Musik yang disajikan juga menjadi keuntungan di Pentiment. Game ini memainkan musik latar saat situasi adegan yang cocok. Baik ambient atau lagu yang mendampingi sebuah adegan tertentu, musik dalam game ini membuat pemainnya terasa hanyut di dalam ceritanya selama gameplay.

Addictive (10/10)

Pentiment gameplay 4
Cerita misteri pembunuhan yang penuh intrik membuat Pentiment adiktif

Sebagai game narrative adventure, Pentiment memiliki tingkat addictive tinggi. Selain dari visual dan musiknya yang enak dinikmati, cerita di dalamnya juga membuat penasaran pemain hingga tidak sabaran. Terlebih, game ini memiliki replayability yang tinggi. Pemain dapat memainkannya kembali setelah pertama kali menamatkannya. Dengan ini, mereka dapat melihat adegan setelah memilih pilihan yang mereka tidak pilih saat momen penting.

Ditambah lagi, penggambaran cerita berlatarkan medieval terlihat sangat otentik dan terasa menghanyutkan. Terlihat dari credits terpampang beberapa judul jurnal ilmiah tercantum. Ini membuktikan pihak pengembang serius dalam melakukan riset demi membuat game ini.

Baca juga: Review Dark Deity, Fire Emblem Rasa Indie

Verdict untuk Pentiment

Pentiment menjadi game narrative adventure yang wajib dicoba. Obsidian Entertainment berhasil membuatnya menjadi game yang hampir sempurna. Terlihat dari art yang menawan, cerita misteri yang penuh intrik, musik yang menghanyutkan, dan yang terpenting penggambaran zaman medieval yang terasa seperti nyata.

Untuk Pentiment, total score yang dapat penulis berikan adalah 9,6.

Pentiment bisa dimainkan di PC, Xbox One, dan Xbox Series X|S. Khusus pelanggan Game Pass, game ini juga bisa dimainkan gratis.

Update informasi menarik lainnya seputar anime, game, pop culture serta teknologi hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Dokumenter Stan Lee Bakal Rilis di Disney+ pada 2023

GAMEFINITY.ID, Bandung – Marvel Entertainment memberi kejutan pada penggemar setianya pada hari yang seharusnya menjadi hari ulang tahun Stan Lee. Untuk merayakannya, Disney+ mengumumkan sebuah dokumenter yang akan berfokus pada komikus legendaris itu akan tayang pada 2023 mendatang.

Mengenal Stan Lee

Stan Lee
Stan Lee merupakan kreator berbagai karakter Marvel yang sudah menjadi ikon

Penggemar Marvel sudah tidak asing dengan legenda komik superhero yang satu ini. Stan Lee merupakan kreator berbagai superhero terkenal bersama penulis lain seperti Jack Kirby dan Steve Ditko. Beberapa karakter superhero ikonik yang ia berhasil buat di antaranya Iron Man, Hulk, Thor, Spider-Man, Ant-Man, Black Panther, Black Widow, X-Men, dan Fantastic Four.

Sebelum menjadi terkenal sebagai salah satu komikus terbaik sepanjang masa, ia memulai kariernya pada 1941 saat berusia 17 tahun. Karya pertamanya berupa cerita prosa yang terbit di edisi kelima Captain America Comics. Ia kemudian mencetak sejarah budaya pop dan membangun reputasinya pada 1960-an.

Lee sering tampil sebagai kameo di hampir setiap film Marvel, terutama Marvel Cinematic Universe. Penggemar setianya selalu menantikan setiap peran kameo tersebut.

Sayangnya, Stan Lee meninggal dunia pada 12 November 2018 di usia 95 tahun. Saat itu, penggemar beramai-ramai menyampaikan belasungkawa di media sosial sambil berterima kasih sudah membesarkan Marvel Comics sampai saat ini.

Baca juga: Game Iron Man Resmi Diumumkan EA dan Marvel

Dokumenter Tentangnya Akan Rilis 2023

Pada hari yang seharusnya menjadi ulang tahunnya ke-100, yaitu 28 Desember 2022, Disney+ dan Marvel Entertainment merilis sebuah teaser 25 detik di media sosial. Teaser tersebut adalah teaser dokumenter tentang Stan Lee yang akan rilis 2023 mendatang.

“100 tahun bermimpi. 100 tahun berkarya. 100 tahun Stan Lee,” ungkap pihak Disney+ melalui Twitter-nya saat merilis teaser tersebut.

Kejutan ini disambut positif oleh penggemar Marvel. Banyak dari mereka yang mengucapkan selamat ulang tahun pada Lee. Banyak juga yang mengucapkan terima kasih atas pembuatan karakter ikonik Marvel yang kini sudah ikonik.

Dokumenter tersebut akan berjudul “Stan Lee”. Belum diketahui informasi lebih lanjutnya. Yang jelas, dokumenter ini akan rilis eksklusif di Disney+ pada 2023 mendatang.

China Impor 44 Game Asing, Pertama Kali setelah 18 Bulan

GAMEFINITY.ID, Bandung – Regulator game di China telah memberi izin pada 44 game luar negeri yang bakal rilis di sana. Ini kali pertama bagi negeri tirai bambu itu untuk menyetujui berbagai judul game impor setelah 18 bulan, menandakan melonggarnya kebijakan yang melanda industri di sana.

China Menghentikan Impor Game selama 18 Bulan Terakhir

Meski menjadi pasar game terbesar di dunia, China terkenal memiliki aturan ketat tentang regulasi. Setiap media dalam bentuk apapun, tak terkecuali game, wajib mendapat persetujuan dari regulator sebelum rilis di sana.

Pemerintah China sebelumnya melakukan blokade dan memperketat kebijakan terhadap game sejak Agustus 2021, membuat industri game di sana babak belur. Saat itu, mereka menghentikan proses perizinan semua judul game baru. Pada akhirnya, pengajuan izin untuk game lokal kembali dibuka pada April 2022.

China import 44 games tencent
Tencent menjadi salah satu perusahaan game terbesar di China

Penerapan kebijakan baru yang ketat pada industri game di negeri tirai bambu ini tentu merugikan serangkaian perusahaan raksasa teknologi seperti Tencent dan NetEase. Biasanya kedua perusahaan tersebut mendapat keuntungan besar dari berbagai judul game impor dan lokal.

Baca juga: Industri Game China Kembali Bangkit Setelah Pembekuan

44 Game Impor Sudah Disetujui dan Bakal Rilis

National Press and Publication Administration China telah mengumumkan daftar 44 game impor yang sudah mendapat izin dan akan rilis pada 28 Desember 2022. Pihaknya juga merilis daftar 84 game lokal yang sudah disetujui pada tanggal yang sama.

Contoh judul game yang sudah mendapat izin rilis di sana adalah lima game dari Tencent Holdings seperti Valorant dan Pokemon Unite. Gwent: The Witcher Card Game dari CD Projekt dan Don’t Starve dari Klei Entertainment juga masuk dalam daftar.

Selain game terkenal yang telah disebutkan, regulator China juga mengizinkan tujuh game asal Korea Selatan untuk rilis. Ini menjadi penting karena China menghentikan impor konten dari Korea Selatan karena konflik penempatan Baterai Pertahanan Area Terminal Jangkauan Tinggi (THAAD) pada 2017.

CNBC mencatat saham Netmarble, NCSOFT, Krafton, Kakao Games and Devsisters meningkat antara 2 hingga 17 persen pada 29 Desember 2022. Kabar ini menyusul pemerintah China memberi izin game mereka untuk rilis di sana.

Kabar perizinan 44 judul game impor baru di China itu sekaligus menjadi angin segar di industri game. Namun, masih belum diketahui apakah industri game dapat pulih setelah mengalami babak belur akibat intervensi pemerintah.