All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Ini Dia 5 Game Terbaik yang Rilis Selama Tahun 2022

GAMEFINITY.ID, Bandung – Tahun 2022 menjadi tahun yang cukup menarik bagi industri game. Mulai dari tren akuisisi studio game oleh perusahaan besar, banyaknya penundaan tanggal rilis game, hingga kekurangan sumber daya hardware. Meski begitu, industri game tetap dikejutkan dengan sederetan game terbaik pada tahun 2022.

Mulai dari menjadi favorit pemain dan kritikus hingga pemenang penghargaan, Gamefinity sudah memilih lima game terbaik yang rilis selama tahun 2022.

Immortality

Game Terbaik Immortality
Immortality

Sebuah game berbentuk film interaktif bukan menjadi halangan untuk menjadi salah satu yang terbaik. Buktinya, pengembang Sam Barlow sekali lagi berhasil menyajikan game seperti ini setelah kesuksesannya dengan Telling Lies pada 2019 lalu. Kritikus beramai-ramai memuji game ini, terutama akting setiap pemerannya.

Pertama kali rilis Agustus 2022, Immortality bercerita tentang misteri seorang aktris bernama Marissa Marcel yang menghilang. Tiga filmnya yang sudah dibuat diceritakan sama sekali tidak pernah rilis. Pemain diharusnya memecahkan misteri tersebut dengan mengandalkan full motion video. Mereka juga dapat menekan tombol pause dan melihat lebih dekat pada objek dan setiap orang yang menjadi saksi mata.

Immortality tersedia di PC dan Xbox Series X|S. Game ini juga tersedia di iOS dan Android khusus pelanggan Netflix.

Splatoon 3

Game terbaik Splatoon 3
Splatoon 3

Sukses besar dengan pendahulunya, Nintendo kembali melakukan hal yang sama dengan Splatoon 3. Game ini menjadi sangat populer di Jepang saat rilis, menjadikannya game terlaris pada 2022 setelah satu bulan. Splatoon 3 juga berhasil memenangkan Best Multiplayer Game di The Game Awards 2022.

Baca juga: Sukses Besar! Splatoon 3 Jadi Game Terlaris 2022 di Jepang

Sama seperti pendahulunya, Splatoon 3 merupakan game third person shooter yang berfokus pada PvP. Pemain harus bertarung menggunakan peluru tinta dalam pertarungan dua tim masing-masing beranggotakan empat orang. Game ini juga menghadirkan berbagai senjata baru yang dapat membuat pemainnya menerapkan gaya bermain baru. Ditambah, Inkling dan Octoling dapat dipilih oleh pemain semenjak awal.

Splatoon 3 tersedia eksklusif di Nintendo Switch. Sementara itu, Nintendo sudah memastikan DLC untuk game ini akan segera tiba.

Stray

game terbaik Stray
Stray

Siapa sangka game indie besutan BlueTwelve Studios dan Annapurna Interactive ini berhasil memukau pemainnya. Semenjak rilis Juli 2022, Stray langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pemain. Setiap kritikus juga beramai-ramai memuji game ini, terutama pada desain artistik, naratif, musik, dan gameplay yang berfokus pada kucing. Stray juga memenangkan Best Indie Game di The Game Awards 2022.

Baca juga: Review Stray, Menilik Dunia Distopia Dari Perspektif Berbeda

Benar, seekor kucing adalah tokoh utama dalam game ini. Ia diceritakan terpisah dari keluarganya dan tersesat di sebuah kota yang sudah dikuasai robot. Ia didampingi oleh sebuah drone bernama B-12 yang akan membantunya untuk mengelilingi kota dan mencapai tujuannya.

Stray tersedia di PC, PlayStation 4, dan PlayStation 5.

God of War: Ragnarok

game terbaik God of War Ragnarok
God of War: Ragnarok

Game besutan Santa Monica Studios dan PlayStation ini sudah dinanti-nanti penggemarnya meski mengalami penundaan karena pandemi. Begitu rilis pada November 2022, God of War: Ragnarok menjadi game yang sangat ditunggu. Tidak hanya kritikus yang memuji besar-besaran tentang game ini, game ini juga sukses menjadi game first-party terlaris dalam sejarah PlayStation dengan 5,1 juta unit dalam minggu pertamanya.

Baca juga: God of War: Ragnarok Pecahkan Rekor Terjual Paling Cepat

Sekuel dari God of War (2018) ini kembali berfokus pada Kratos pada putranya Atreus. Mereka harus bertualang ke setiap Nine Realms untuk mencari jawaban sementara pasukan Asgardian bersiap untuk sebuah pertarungan yang diramalkan akan memicu kiamat. Mereka harus memilih antara keselamatan mereka sendiri atau untuk menyelamatkan realm.

God of War: Ragnarok tersedia di PlayStation 4 dan PlayStation 5. Bagi pemain yang ingin menghadapi tantangan lebih, New Game Plus akan tersedia pada 2023.

Elden Ring

Game terbaik Elden Ring
Elden Ring

Sudah tidak perlu diragukan lagi bahwa Elden Ring menjadi game terbaik yang rilis tahun 2022. Menjadi pemenang Game of the Year di The Game Awards 2022 telah membuktikan game bergenre Soulslike ini benar-benar dicintai pemain dan kritikus. Meski tingkat kesulitannya terkenal sangat tinggi, para pemainnya tetap antusias menghadapi tantangan yang ditawarkan.

Baca juga: Elden Ring Menang GOTY di The Game Awards 2022

George R.R. Martin, pembuat Game of Thrones, turut berkontribusi dalam pembuatan cerita game ini. Elden Ring berfokus pada sang tokoh utama yang ditugaskan untuk memperbaiki Elden Ring dengan mencari Great Runes dan membawanya ke Erdtree. Dengan begitu, ia dapat menjadi seorang Elden Lord.

Elden Ring bisa dimainkan di PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, dan Xbox Series X|S. Sementara itu, mode PvP bertajuk Colosseum juga sudah bisa dimainkan.

Di antara lima game terbaik tahun 2022 yang telah disebutkan, manakah yang sudah dimainkan? Game apakah yang menjadi game favorit pemain tahun ini?

Manga CardCaptor Sakura: Clear Card Akhir Rilis Oktober 2023

GAMEFINITY.ID, Bandung – Serial manga CardCaptor Sakura: Clear Card sebelumnya dijadwalkan berakhir dengan volume 14 pada Oktober lalu. Kini, manga buatan CLAMP favorit itu akan mendapat satu volume lagi, berarti volume ke-15 akan menjadi akhir dari ceritanya.

Mengenal CardCaptor Sakura: Clear Card

CardCaptor Sakura: Clear Card merupakan sekuel dari CardCaptor Sakura buatan CLAMP. Serial manga tersebut mulai diserialisasi di majalah shojo Nakayoshi milik Kodansha pada edisi Juli 2016.

Serial ini menceritakan kehidupan Sakura Kinomoto saat duduk di bangku SMP bersama teman-temannya, termasuk Shaoran Li, yang kini menjadi kekasihnya. Namun, semua Sakura Card sudah menjadi tidak berguna setelah sebuah mimpi bertemu sosok berjubah misterius. Karena hal ini, ia dan teman-temannya harus mengumpulkan Clear Card setelah mendapat sebuah magical key baru.

CardCaptor Sakura: Clear Card anime promotional image
Madhouse kembali dipercaya untuk memproduksi anime CardCaptor Sakura: Clear Card

Serial manga ini mendapat adaptasi anime yang tayang di NHK pada Januari hingga Juni 2018. Madhouse kembali bertanggung jawab menjadi studio di balik serial anime ini, dengan Morio Asaka kembali menjadi sutradara, begitu juga dengan semua pengisi suara karakter utamanya. Serial anime ini mengadaptasi 24 bab pertama manganya.

Baca juga: Daftar Anime Yang Layak Remake dan Wajib Dinantikan

Serial Manga-nya Dijadwalkan Berakhir Tahun Ini

Pihak Kodansha mengumumkan melalui majalah Nakayoshi edisi Februari 2023 bahwa serial manga CardCaptor Sakura: Clear Card akan berakhir dengan volume 15. Pengumuman ini menyusul pernyataan CLAMP bahwa serial ini akan berakhir dengan volume 14 pada Oktober lalu. Setidaknya penggemar setia patut berbahagia karena dapat melihat perjuangan Sakura Kinomoto untuk mengumpulkan Clear Card sedikit lebih lama.

Menurut Anime News Network, volume 14 dijadwalkan rilis pada 31 Maret 2013 di Jepang. Sementara volume 15 akan rilis 13 Oktober 2013. Kedua volume akhir ini juga akan rilis sebagai simulpub di Crunchyroll Manga dalam bahasa Inggris. Versi fisiknya akan rilis di Amerika Serikat melalui Kodansha USA.

Berakhirnya CardCaptor Sakura: Clear Card mungkin bagi kabar sedih bagi penggemar setianya. Akan tetapi, setidaknya mereka akan mendapat waktu sedikit lebih lama dan juga ending dari serial ini yang sudah dinanti-nanti. Kira-kira seperti apa ending-nya?

Ini Alasan K-Pop Lebih Mengglobal daripada J-Pop

GAMEFINITY.ID, Bandung – Jika ditanya lebih suka K-pop atau J-pop, manakah yang akan mayoritas pilih? Suka pasti mayoritas dari penikmat akan menjawab musik asal Korea. Musik pop asal Jepang seperti sebuah afterthought bagi mayoritas dari publik global.

J-Pop Andalkan Penjualan Fisik di Negerinya Sendiri

K-pop vs J-pop Tower Records Japan
Tower Records, salah satu retail CD musik Jepang terbesar

Sebelum Korean wave menyebar secara global mulai akhir 2000-an, budaya Jepang sebenarnya sudah mendapat start terlebih dahulu. Anime mulai mengglobal, begitu juga dengan J-pop. Coba bayangkan, berapa banyak lagu Jepang dari theme song anime yang bisa diingat publik? Sangat banyak jika dibandingkan lagu non-anime. Ini membuktikan pengaruh anime berkontribusi dalam perkembangan J-pop secara global.

K-pop vs J-Pop AKB48
AKB48, contoh girl group J-pop yang sukses besar di negerinya sendiri

Meski teknologi semakin berkembang dari zaman ke zaman, Jepang cenderung masih mengandalkan penjualan fisik berupa CD ketimbang digital termasuk streaming. Faktanya, Oricon, lembaga barometer industri musik Jepang, hanya menghitung penjualan fisik di setiap chart musiknya hingga 2017.

Ini turut menunjukkan musik Jepang hanya berfokus pada penikmat di negerinya sendiri. Merambah ke audiens global seperti afterthought bagi mereka.

K-Pop Lebih Cepat Beradaptasi untuk Penikmat Musik Global

K-pop vs J-pop Blackpink Inkigayo Pink Venom
Blackpink saat menampilkan lagu Pink Venom di acara musik Inkigayo

Penjualan digital dan angka streaming menjadi salah satu alasan K-Pop lebih cepat beradaptasi secara global. Ini membantu musik Korea berkembang mengingat penjualan CD secara global sudah terjun bebas selama beberapa tahun terakhir. Sementara angka penjualan musik digital dan streaming sudah sangat naik, meski saat ini streaming menjadi andalan utama untuk mendengarkan musik.

Contoh kesuksesan besar pertama secara global yang diraih industri K-pop adalah lagu Gangnam Style oleh PSY. Selain menjadi viral, MV Gangnam Style menjadi video pertama yang menembus satu miliar view di YouTube. Ini menunjukkan platform streaming seperti YouTube sangat membantu menembus pasar global.

BTS menjadi satu lagi contoh paling terkenal bahwa musik Korea semakin berkembang saat ini. Dimulai dari DNA yang debut di Billboard Hot 100 di posisi 85 pada 2017. Penampilan mereka di American Music Awards 2017 juga membantu menaikkan popularitas mereka. Setelah itu, BTS dapat bersaing dengan deretan artis global lainnya, terbukti dengan lagunya seperti Life Goes On dan Butter yang memuncaki Billboard Hot 100.

Musik Jepang Saat Ini?

Industri musik Jepang bisa dikatakan sangat terlambat untuk beradaptasi agar menarik perhatian audiens global. Terlihat saat Spotify resmi diluncurkan di Indonesia pada 2016, banyak lagu J-pop yang kena region lock. Sementara itu, lagu K-pop banyak yang bisa diperdengarkan secara global.

Akhirnya industri Jepang sudah mulai serius merambah ke streaming dimulai saat lagu “Yoru ni Kakeru” oleh Yoasobi menjadi viral di media sosial dan mencapai posisi ke-16 di Billboard Global 200 pada akhir Januari 2021. “Yoru ni Kakeru” saat itu hanya dirilis dalam bentuk digital di Jepang.

Baca juga: Mengenal Duo YOASOBI Yang Sedang Hits Lebih Dalam

Yoasobi menjadi bukti bahwa industri musik di Jepang harus berubah agar dapat menjangkau audiens global. Sejak saat itu, banyak dari lagu J-pop bisa diperdengarkan di layanan streaming musik, meski beberapa video musik di YouTube masih terkena region lock secara utuh.

K-pop menjadi lebih mengglobal berkat kemampuannya cepat beradaptasi dengan situasi perkembangan teknologi. Tampaknya musik Korea akan semakin berkembang meski zaman akan berubah. J-pop pun sangat terlambat beradaptasi. Namun, karena kemauan industri Jepang untuk merambah ke streaming ketimbang hanya penjualan fisik, tampaknya mereka belum terlambat untuk menyusul.

Update informasi menarik lainnya seputar game, anime, esport, Teknologi dan pop culture hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

5 Game Besar yang Patut Dinanti pada Tahun 2023

GAMEFINITY.ID, Bandung – Tahun 2023 tampaknya akan menjadi sangat menjanjikan bagi industri game, apalagi penikmatnya. Begitu banyak judul game besar yang dijadwalkan akan rilis pada tahun 2023. Pemain mendapat lebih banyak pilihan sebelum memilih game manakah yang ingin dimainkan. Tentunya, sebagian game mendapat hype lebih banyak daripada pesaingnya semenjak pengumuman pertama hingga perilisannya.

Gamefinity sudah memilih lima game besar yang patut dinanti pada 2023 mendatang. Sekilas info, jadwal perilisan setiap game yang tertera di tulisan ini dapat berubah sewaktu-waktu. Ditambah, remake dan remaster seperti Resident Evil 4 tidak termasuk dalam daftar.

Assassin’s Creed Mirage

Assassin's Creed Mirage game besar 2023
Assassin’s Creed Mirage

Penggemar franchise Assassin’s Creed tidak sabar menanti pengumuman selanjutnya semenjak Valhalla rilis pada 2020. Valhalla telah menjadi judul terlaris kedua dalam sepanjang Ubisoft.

Mirage dipastikan akan kembali ke akar franchise Assassin’s Creed, yaitu menonjolkan stealth dan action-adventure. Berarti elemen RPG yang sudah ada dari Origins dan Valhalla tidak akan hadir. Game ini berlatarkan di Timur Tengah abad ke-9 dan berfokus pada Basim, salah satu karakter Valhalla.

Sebelum pengumuman resminya dalam Ubisoft Forward 2022, judul ini sudah bocor. Meski begitu, penggemar setianya tetap bersemangat untuk menantikan game yang satu ini. Terlebih, Mirage menjadi wujud comeback ke genre stealth dan juga bagian dari perayaan hari jadi franchise ke-15.

Baca juga: Tiga Game Baru Assassin’s Creed Diumumkan!

Assassin’s Creed Mirage akan rilis 2023 di PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X|S, PC, dan Amazon Luna.

Starfield

Starfield game besar 2023
Starfield

Sukses dengan franchise Fallout dan The Elder’s Scrolls, Bethesda Game Studios membuat sebuah IP baru setelah 25 tahun. Starfield menjadi proyek terbaru tersebut yang pertama kali diumumkan pada 2021.

Awalnya dijadwalkan rilis November 2022 sebelum mengalami penundaan hingga 2023. Tetap saja, cuplikan gameplay yang dipertunjukan di Xbox and Bethesda Showcase 2022 membuat pemain semakin bersemangat. Mereka beramai-ramai memuji visual dari game dan juga ambisi untuk menghadirkan dunia lebih luas dari sebelumnya.

Meski masih minim informasi hingga saat ini, Game Rant melaporkan Starfield menduduki posisi kedua game besar 2023 yang paling dinanti berdasarkan pencarian di internet. Ini menunjukkan pemain masih sangat penasaran dengan game RPG berlatar di luar angkasa ini, terutama ambisinya. Starfield akan rilis awal 2023 di Xbox Series X|S dan PC sekaligus menjadi gratis untuk pelanggan Game Pass.

Baca juga: Game Besar Diumumkan di Xbox & Bethesda Games Showcase 2022

Street Fighter 6

Street Fighter 6 game besar
Street Fighter 6

Seri fighting game legendaris Capcom ini akan memasuki era baru pada 2023. Pertama kali diumumkan pada Februari 2022 sebelum gameplay trailer perdana diperkenalkan dalam acara PlayStation State of Play Juni 2022.

Capcom sudah menjanjikan game ini akan menjadi paling menyenangkan dan penuh action, lengkap dengan fitur dan improvement baru. Salah satunya adalah World Tour, sebuah open world story mode berlatar di Metro City yang pastinya mendobrak industri fighting game.

Karena Street Fighter 6 juga berlatar setelah Street Fighter III, terdapat beberapa karakter yang diceritakan selamat pada akhir game pendahulunya itu. Ditambah juga, terdapat beberapa karakter baru yang tidak kalah keren.

Baca juga: Fitur Cross-Platform & Rollback Netcode Dalam SF6

Street Fighter 6 dipastikan rilis pada 2 Juni 2023 di PC, PlayStation 4, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S. Pemain yang ingin memainkannya sudah bisa melakukan pre-order.

Final Fantasy XVI

Final Fantasy XVI game besar 2023
Final Fantasy XVI

Mengambil konsep lebih dewasa dan kelam daripada semua pendahulunya, Final Fantasy XVI tetap mengundang animo penggemarnya. Tidak heran game besutan dari Square Enix ini menjadi salah satu game besar yang paling dinanti tahun 2023.

Berbagai trailer yang telah dirilis sudah menunjukkan game ini menjanjikan konten cerita yang lebih gelap daripada semua pendahulunya, salah satunya berani menunjukkan banyak darah pada sebuah adegan. Mulai dari sosok tokoh utama anti-hero, banyak karakter kompleks, dan cerita drama politik antara enam faksi yang bermusuhan. Karena hal ini, Square Enix memastikan Final Fantasy XVI akan memiliki rating ESRB Mature.

Walau mengalami penundaan karena pandemi, reaksi pemain pada setiap trailer-nya sudah dapat memastikan game ini layak ditunggu. Ditambah, battle system-nya yang unik dan lebih canggih turut dipertunjukkan. Game terbaru seri Final Fantasy ini menjadi sangat ambisius dari konsepnya.

Baca juga: Final Fantasy 16 Dianggap Sulit Diadaptasi

Final Fantasy XVI akan rilis eksklusif di PlayStation 5 pada 22 Juni 2023. Game ini juga akan dirilis di PC setelah masa eksklusivitas dengan PlayStation berakhir 6 bulan kemudian.

The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom

The Legend of Zelda Tears of the Kingdom game besar 2023
The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom

Semenjak The Legend of Zelda: Breath of the Wild rilis pada 2017, pemain dan kritikus beramai-ramai memujinya sebagai salah satu game terbaik sepanjang masa. Terbukti dari keberhasilannya dalam memenangkan beberapa penghargaan Game of the Year, termasuk dari The Game Awards.

Sekuel game ini pertama kali diumumkan saat E3 2019 berlangsung. Setelah mengalami penundaan jadwal rilis dari 2022, judul game ini diumumkan sebagai The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom pada September 2022. Namun, belum ada detail lebih lanjut dari game ini selain gameplay yang dipertunjukan dalam acara E3 2021.

Baca juga: Speedrunner Zelda: BOTW pecahkan Rekor Baru

Game yang dijuluki Breath of the Wild 2 itu tetap menjadi perbincangan trending di kalangan pemain game hingga saat ini. Buktinya, game besutan Nintendo itu menjadi Most Anticipated Game dalam The Game Awards 2022.

The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom akan rilis eksklusif di Nintendo Switch pada 12 Mei 2023.

Itulah game besar yang patut dinanti pada 2023 mendatang. Game manakah yang ingin dimainkan saat rilis kelak?

Update informasi menarik lainnya seputar game, anime, pop culture dan teknologi hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Meta Sepakat Bayar Denda atas Skandal Cambridge Analytica

GAMEFINITY.ID, Bandung – Perusahaan milik Facebook, Meta, menyatakan sepakat untuk membayar denda sebesar US$725 juta. Jumlah uang tunai itu disebut denda terbesar dalam sejarah tuntutan class action privasi data di Amerika Serikat. Hal ini berkaitan dengan kasus kebocoran data pengguna yang dibobol Cambridge Analytica.

Skandal Kebocoran Data 87 Juta Pengguna Facebook Terjadi pada 2018

Kabar bocornya data 87 juta pengguna Facebook pada Cambridge Analytica mencuat pada 2018. Kritik pun berdatangan satu per satu, mempertanyakan keamanan Facebook dalam mengelola data pribadi setiap pengguna.

Cambridge Analytica Meta scandal
Bocornya data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica memicu kekhawatiran akan keamanan privasi platform

Cambridge Analytica adalah perusahaan analitik data pihak ketiga asal Inggris. Perusahaan itu juga membantu kampanye Donald Trump dalam memenangkan Pemilu AS 2016. Setelah kabar skandal itu mencuat, Cambridge Analytica menyatakan bangkrut dan resmi ditutup Mei 2018.

Menurut NPR, Facebook pertama kali mengetahui kasus ini pada 2015. Saat itu, seorang profesor psikologi tengah mengumpulkan data melalui hasil tes kepribadian yang dilakukan penggunanya. Hasil itu kemudian diserahkan pada Cambridge Analytica.

Mark Zuckerberg meta testimony congress
Mark Zuckerberg bersaksi di hadapan kongres pada 2020 atas kasus ini

CEO Facebook Mark Zuckerberg memberi testimoninya di hadapan kongres pada 2020 atas gugatan kasus privasi oleh Federal Trade Commission. Saat itu, pihak media sosial raksasa itu sepakat membayar denda sebesar 5 miliar dolar AS. Mereka juga harus membayar denda sebesar 100 juta dolar AS pada U.S. Security and Exchange Commission yang menyatakan perusahaan menyesatkan investor tentang penyalahgunaan data pengguna.

Baca juga: Meta Laporkan PHK Ribuan Karyawannya

Meta Sepakat Bayar Denda US$725 Juta

Pihak Meta menyatakan sepakat untuk membayar denda sebesar US$725 juta atau setara dengan 11 triliun rupiah. Keputusan ini dilakukan agar tuntutan hukum dapat terselesaikan. Kesepakatan itu masih dalam proses persetujuan pengadilan San Fransisco.

“Kesepakatan bersejarah ini akan memberikan ketenangan yang berarti dalam kasus privasi yang kompleks ini,” ungkap pihak kuasa hukum para penuntut.

Meski begitu, pihak Meta tidak mengaku bersalah atas kasus yang telah terjadi pada 2018 itu. Mereka tetap berpendapat bahwa pengguna sudah setuju pada praktik tersebut dan tidak ada kerugian apapun yang didapat.

“Selama tiga tahun terakhir kami mengubah pendekatan kami pada privasi dan menerapkan program privasi komprehensif,” tutur Meta dalam sebuah pernyataan.

Pihak pengadilan menjadwalkan sidang pada 2 Maret 2023. Sidang itu akan mengumumkan persetujuan akhir penyelesaian kasus itu oleh seorang hakim federal.

Update informasi menarik lainnya seputar game, anime, pop culture dan teknologi hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Mengenal Comic Market, Pasar Doujinshi Terbesar di Dunia

GAMEFINITY.ID, Bandung – Jika pengunjung datang ke Jepang, Comic Market atau Comiket menjadi salah satu event yang wajib dikunjungi. Event tersebut terkenal sebagai konvensi dan pasar doujinshi terbesar di dunia. Konvensi ini menjadi pusat bagi kreator konten doujinshi untuk memamerkan dan menjual karyanya pada publik.

Comiket biasanya digelar dua kali dalam setahun, yaitu saat musim panas dan musim dingin. Keduanya rutin digelar di Tokyo Big Sight sejak Agustus 1996 (Comiket 50) masing-masing selama tiga hari. Faktanya, konvensi yang menjadi pasar doujinshi terbesar itu ikut berkontribusi dalam menyebarkan budaya otaku, terutama fandom anime dan manga.

Asal-Usul Comic Market, Pasar Doujinshi Terbesar di Dunia

Comiket pertama kali digelar pada 21 Desember 1975 oleh Meikyu. Meikyu sendiri merupakan sebuah circle doujin yang beranggotakan tiga orang mahasiswa Universitas Meiji, salah satunya kritikus manga Yoshihiro Yonezawa. Terdapat 700 orang yang mengunjungi event perdana itu.

Yonezawa menggelar Comiket sebagai tanggapan atas tutupnya majalah manga eksperimental COM. Saat itu industri manga didominasi oleh berbagai perusahaan penerbit besar, sementara manga non-mainstream tidak mendapat banyak apresiasi dari publik.

Dari tahun ke tahun, jumlah circle yang berpartisipasi semakin bertambah, begitu pula dengan jumlah pengunjungnya. Popularitas Captain Tsubasa dan manga shoujo pada 80-an mendorong naiknya jumlah pengunjung dan juga circle, terutama dari kalangan berusia muda.

Comic Market 97 pada Desember 2019 mengundang 750.000 pengunjung, angka terbesar sepanjang masa sebelum pandemi.

Jenis Karya Doujin yang Diperjualbelikan

Terdapat banyak circle yang mendaftarkan diri untuk memamerkan dan menjual karya doujin (doujinshi)-nya. Comiket pertama hanya menghadirkan 32 circle dengan setiap event-nya angka ini semakin naik meski terkadang fluktuatif. Comiket 91 pada Desember 2016 menarik 36.000 circle untuk menjual doujinshi-nya, angka terbesar sepanjang masa.

Doujinshi sendiri adalah karya yang dipublikasikan sendiri atau self-publish oleh kreatornya. Karya seperti itu tidak dijual di pasar komersial, membuatnya tidak memiliki kesempatan untuk menarik perhatian publik lebih banyak.

Seperti namanya, manga doujin, baik original, fan fiction, atau parodi, banyak dijual di konvensi ini. Fan fiction di Comiket sebenarnya dapat membantu popularitas seri anime, manga, atau game yang menjadi inspirasinya. Tidak cukup hanya manga, terdapat juga karya berupa game, musik, dan artwork.

Konten untuk usia 18 tahun ke atas lazim ditemukan di konvensi ini. Sebagian besar dari karya yang mengandung konten ini menampilkan karakter dari anime, manga, atau game populer, meski beberapa berupa konten original. Inilah mengapa doujinshi sering distereotipekan sebagai karya yang mengandung konten dewasa.

Baca juga: Review Waifu: Marin Kitagawa My Dress-Up Darling

Antrean Selalu Panjang

Comic Market 97 crowds
Kerumuman di Comiket 97 pada Desember 2019

Mengingat pengunjung Comic Market sangat banyak setiap tahunnya, tidak perlu heran dengan antrean panjang, apalagi kerumunan di dalam lokasi. Masuk akal jika setengah dari pengunjung adalah seorang otaku.

Banyak yang menganggap cara terbaik untuk menikmati Comiket adalah tiba lebih awal. Jika ini dilakukan, mereka mungkin tidak akan repot dengan banyaknya sesama pengunjung, apalagi saat berangkat. Apalagi kereta Jepang yang menjadi cara untuk pergi ke lokasi selalu mengundang kerumunan di dalamnya.

Banyak Circle yang Merugi di Comic Market

Jangan kaget jika mendengar kabar bahwa sebuah circle merugi setelah menjual karyanya di Comiket. Pasalnya, CBR menemukan kurang lebih 70 persen dari circle merugi di sana. 15 persen hanya balik modal, sedangkan 15 persennya lagi mendapat keuntungan. Meski menjadi konvensi doujinshi terbesar di dunia, peluang untuk merugi bagi sebuah circle sangat tinggi.

Comic Market atau Comiket menjadi salah satu event wajib bagi seorang otaku, apalagi jika dirinya merupakan penggemar doujinshi. Mengingat kerumunan yang jumlahnya banyak, tampaknya mengunjungi event ini menjadi suatu tantangan tersendiri dalam menghadapinya.

Kunjungi Gamefinity untuk asupan Informasi seputar game, film, anime, lifestyle, dan pop culture. Nikmati juga kemudahan topup dan  voucher games kesayangan kalian dengan harga di Gamefinity.id