All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Elon Musk Mau Berhenti Jadi CEO Twitter Jika Ada Pengganti

GAMEFINITY.ID, Bandung – Twitter saat ini tidak baik-baik saja menurut penggunanya. Semenjak Elon Musk mengambil alih sosial media itu dan menjadi CEO-nya, banyak pihak yang mengkritik berbagai keputusan kontroversialnya.

Kini pemilik Tesla itu mengungkap ia mengundurkan diri. Akan tetapi, ia mengajukan sebuah syarat, yaitu ada seorang penggantinya kelak.

Mayoritas Pengguna Twitter Setuju Elon Musk Harus Mengundurkan Diri

Musk sebelumnya bertanya pada pengikut akun pribadi Twitter-nya dengan mengadakan poling. Ia bertanya apakah ia harus mengundurkan diri dengan janji ia akan mematuhi jawaban apapun. 57,5 persen pengguna yang menjawab poling itu menyatakan setuju.

Elon Musk Twitter CEO
Semenjak berhasil mengakuisisi Twitter, Elon Musk telah membuat serangkaian kebijakan kontroversial

Semenjak CEO Tesla itu mengambil alih Twitter, ia menetapkan keputusan dan kebijakan kontroversial. Ia memecat setengah dari jumlah karyawan perusahaan. Sejak saat itu, kekacauan terjadi saat ia memasukkan badge verifikasi sebagai bagian dari paket berbayar Twitter Blue. Terlebih, Musk berambisi menjadikan Twitter sebagai platform free speech, memicu kekhawatiran akan naiknya hate speech dan hoax.

Baca juga: Elon Musk Pekerjakan Mantan Hacker Untuk Memperbaiki Twitter

Jumat lalu, Musk dikritik oleh PBB dan Uni Eropa karena Twitter melakukan suspend pada sekelompok jurnalis. Sekelompok jurnalis tersebut dipercaya telah mengkritik keputusannya pada kebijakan Twitter. Ironisnya, ia sebelumnya memulihkan berbagai akun milik figur kontroversial, termasuk Donald Trump dan Kanye West.

Syaratnya: Ada Pengganti yang Dapat Mengambil Alih Jabatannya

Menganggapi hasil poling yang diadakannya sendiri, Musk menyatakan ia mau mengundurkan diri. Namun, ia mengajukan sebuah syarat. Ia harus mencari seseorang yang “sangat bodoh” untuk menggantikannya.

Seorang ilmuwan MIT Lex Fridman bahkan meminta Musk agar dirinya dapat memimpin Twitter selama sehari tanpa dibayar. Musk justru membalas agar ilmuwan MIT itu dapat menginvestasikan seluruh tabungannya demi menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.

Mencari sosok pengganti CEO sangat tidak mudah. Musk mengaku melalui cuitan menganggapi hasil poling itu bahwa tidak ada satupun yang ingin memimpin agar Twitter “tetap hidup”.

BBC News menyebut bahwa beberapa orang berspekulasi mantan CEO Twitter Jack Dorsey dapat kembali memimpin perusahaan. Pendiri perusahaan itu sebelumnya mengundurkan diri pada November 2021.

Jika Elon Musk benar-benar mengundurkan diri, bagaimana nasib Twitter di tangan CEO selanjutnya kelak?

Update informasi menarik lainnya seputar game dan anime hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Assassin’s Creed Valhalla Collab with Monster Hunter World

GAMEFINITY.ID, Bandung – Ubisoft kembali menghadirkan kejutan bagi penggemarnya. Kali ini, Assassin’s Creed Valhalla berkolaborasi dengan Monster Hunter World milik Capcom. Item kosmetik dari kolaborasi tersebut sudah tersedia di dalam game. Pengumuman ini menyusul kolaborasi dengan Destiny 2.

Sempat Bocor oleh Dataminer

Ini bukan lagi mengejutkan bagi penggemar setia franchise Assassin’s Creed, apalagi jika sering berselancar di media sosial. Sebelum kolaborasi ini diumumkan, seorang dataminer menemukan bahwa armor set baru akan hadir di Assassin’s Creed Valhalla. Armor set tersebut berasal dari Monster Hunter World dan Destiny 2.

Bocoran itu terbukti tepat ketika kolaborasinya dengan Destiny 2 telah rilis pada 1 Desember lalu. Sama seperti crossover Destiny 2, item bertema Monster Hunter World sudah tersedia dalam game.

Item Kosmetik dari Kolaborasi Assassin’s Creed Valhalla x Monster Hunter World Sudah Hadir

Assassin's Creed Valhalla Monster Hunter World Item
Kolaborasi Assassin’s Creed Valhalla x Monster Hunter World hadirkan berbagai item menarik

Ubisoft membagikan video pengumuman kolaborasi Assassin’s Creed Valhalla dan Monster Hunter World di media sosial resminya. Dalam video singkat itu, mereka memamerkan berbagai item kosmetik yang sudah muncul di dalam game.

Salah satu item tersebut adalah armor set yang berdasarkan equipment Odogaron di Monster Hunter World untuk Eivor. Sebuah mount skin juga dapat digunakan agar Eivor seakan menunganggi Odogaron. Terdapat juga skin Legiana untuk scout.

Tidak hanya armor set, senjata yang berasal dari Monster Hunter World juga muncul, yaitu Garon Hatchet and Garon Rod. Desain kedua senjata itu sudah disesuaikan agar cocok dengan Assassin’s Creed Valhalla.

Baca juga: Tiga Game Baru Assassin’s Creed Diumumkan!

Banyak dari penggemar franchise Assassin’s Creed menyambut gembira pengumuman kolaborasi ini. Terlebih, Monster Hunter World sudah pernah berkolaborasi dengan franchise besutan Ubisoft itu dengan menghadirkan item Bayek Layered Armor dan Assassin’s Hood Mantle. Mereka sudah menunggu Ubisoft agar menghadirkan kolaborasi tersebut di sebuah game Assassin’s Creed.

Meski Ubisoft tengah bersiap dengan perilisan Assassin’s Creed Mirage, Ubisoft masih berbaik hati menawarkan item kosmetik hasil kolaborasi di Assassin’s Creed Valhalla. Terlebih, DLC The Last Chapter sudah rilis sebagai update gratis. Setidaknya penggemar masih bisa terhibur sambil menunggu Mirage rilis.

Update informasi menarik lainnya seputar game dan anime hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Playoff Apex Legends Global Series 2023 Digelar di London

GAMEFINITY.ID, Bandung – EA akhirnya mengumumkan semua turnamen LAN Apex Legends Global Series 2023 akan digelar di London. Tidak hanya Split 1 Playoff, tetapi juga Split 2 Playoff dan Championship. Pemain pro Apex Legends akan kembali ke Eropa untuk berkompetisi setelah babak Split 2 Playoff tahun lalu digelar di Stockholm, Swedia.

Turnamen LAN Apex Legends Global Series 2023 Digelar di London!

Split 1 Playoff akan digelar di Copper Box Arena di London pada 2-5 Februari 2023. Copper Box Arena telah terkenal menjadi lokasi berbagai kompetisi dan turnamen esports kelas dunia, termasuk di antaranya Rocket League Championship Series. Sambil mengumumkan lokasi Split 1 Playoff, EA memastikan semua turnamen LAN Apex Legends Global Series 2023 akan digelar di London.

Split 2 Playoff akan digelar 8-11 Juni 2023, sementara babak Championship dipastikan akan diadakan musim panas 2023. Lokasi untuk kedua babak tersebut masih belum diumumkan.

Format Turnamen Split 1 Playoffs

Apex Legends Global Series Championship 2022 champion
ALGS Championship 2022 dimenangkan oleh DarkZero eSports

Babak Split 1 Playoff akan diikuti oleh 40 tim dari seluruh dunia yang sudah mendapat tiket untuk berpartisipasi dalam kompetisi Regional Finals masing-masing. Mereka akan dibagi menjadi empat grup yang masing-masing terdiri dari 10 tim.  Dalam Group Stage pada dua hari pertama, mereka harus bermain enam match melawan setiap grup lain.

Bracket Stage akan digelar pada hari berikutnya, di mana setiap tim akan ditempatkan di sebuah posisi awal dalam double-elimination bracket berdasarkan performa di Group Stage. Setelah bermain di Bracket Stage, 20 tim teratas akan melaju ke Match Point Finals, di mana satu tim akan menjadi juara Split 1 Playoffs berdasarkan serangkaian pertandingan berformat Match Point.

Semua tim akan memperebutkan bagian dari total hadiah sebesar US$1 juta, dengan pemenangnya mendapat US$300.000. Mereka juga harus memperebutkan Playoff Points demi tiket ke babak Championship musim panas 2023.

Baca juga: Garena Kembali Adakan Free Fire Master Season 7

Jadwal Turnamen Split 1 Playoffs

Pemain yang tidak dapat menonton secara langsung Split 1 Playoffs dapat menyaksikannya di YouTube dan Twitch resmi Apex Legends Global Series. EA memastikan semua babak akan di-live stream.

Berikut adalah jadwal setiap babak dalam Split 1 Playoffs.

  • 2-3 Februari 2023: Group Stage
  • 4 Februari 2023: Bracket Stage
  • 5 Februari 2023: Match Point Finals

Penjualan tiket untuk menyaksikan langsung Split 1 Playoff Apex Legends Global Series 2023 sudah dibuka hari ini. Untuk detail lebih lanjut tentang Split 1 Playoff, kunjungi laman resmi pengumuman ini.

Update informasi menarik lainnya seputar game dan anime hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

PUBG Mobile Dirikan Label Musik Beat Drop

GAMEFINITY.ID, Bandung – Tidak disangka-sangka! Game battle royale populer battle royale PUBG Mobile membuat pengumuman mengejutkan. Bukan senjata atau fitur game baru, melainkan label musik. Game besutan Krafton dan Tencent itu mendirikan label musik bernama Beat Drop.

Pendirian label musik ini disebut sebagai langkah selanjutnya dalam rencana ekspansi brand PUBG Mobile. Game battle royale itu berambisi menjadi tren kultural dengan merambah ke luar game.

Didirikan Menyusul Kesuksesan Konser Virtual Blackpink

PUBG Mobile sebelumnya menggelar konser virtual K-Pop Blackpink pada akhir Juli lalu. Ini menjadi konser virtual pertama yang digelar game ini menyusul Fortnite yang menggelar acara serupa dengan menghadirkan penampilan Marshmello dan Ariana Grande.

Konser virtual Blackpink yang digelar selama dua minggu itu sukses besar. Music Business Worldwide mencatat terdapat 15,7 juta penonton global yang telah menyaksikan konser tersebut. Ditambah, konser tersebut memenangkan penghargaan Best Metaverse Performance di MTV Video Music Awards 2022, mengalahkan konser Ariana Grande di Fortnite dan juga konser BTS di Minecraft.

Baca juga: PUBG Mobile Hadirkan Kembali Aftermath Mode

Beat Drop, Label Musik PUBG Mobile, Ingin Menyatukan Industri Game dan Musik

Menyusul kesuksesan besar konser virtual Blackpink, PUBG Mobile memutuskan untuk mendirikan label musik Beat Drop. Mereka mengungkap label rekaman dalam video di YouTube resminya.

PUBG Mobile Beat Drop
Beat Drop, Label Musik PUBG Mobile

Menurut press release yang didapat The Verge, label musik baru itu bertujuan untuk memberi spotlight bagi artis pendatang baru yang menakjubkan di seluruh dunia, memproduksi lagu yang menjadi standar industri dengan ikon terkenal, dan menyediakan lagu epik untuk memperluas pengalaman bermain.”

Disebut pula bahwa nama Beat Drop dapat diartikan memacu sensasi dari klimaks sebuah lagu EDM yang menggetarkan hati. Tidak heran, reveal video label musik itu diiringi oleh lagu bergenre EDM.

Lagu pertama di bawah label tersebut sudah rilis pada 21 September 2022 di YouTube. Lagu tersebut merupakan versi remix dari The Battlegrounds oleh Mariana BO. Pihak PUBG Mobile menambah bahwa sebuah lagu tema baru akan hadir 30 Desember 2022.

Label musik Beat Drop dapat menjadi kabar menggembirakan bagi penikmat musik dan pemain PUBG Mobile. Mereka juga berharap dapat berkolaborasi dengan lebih banyak musisi dan menghadirkan banyak konten musik untuk penggemarnya. Apakah ambisi mereka akan berhasil?

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Epic Games Didenda FTC, Praktik Microtransaction di Fortnite

GAMEFINITY.ID, Bandung – Belum selesai dengan tuntutan para orangtua di Kanada, Epic Games dihadapkan satu lagi masalah di Amerika Serikat. Federal Trade Commission (FTC) menjatuhkan sanksi denda sebesar US$520 juta karena praktik microtransaction yang dianggap tidak adil.

FTC Anggap Epic Mengelabui Pemain Fortnite untuk Melakukan Microtransaction

Epic Games Fortnite fined
Epic Games dianggap mengelabui pemain Fortnite untuk melakukan microtransaction

FTC menyatakan Epic Games melanggar Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA) dan deployed design tricks (trik desain yang digunakan) atau disebut dark patterns. Fortnite dianggap membuat pemainnya keliru hingga tanpa sengaja melakukan transaksi.

“Epic gunakan seting invasi privasi secara default dan interface yang mengelabui penggunanya, termasuk remaja dan anak-anak. Melindungi publik, terutama anak-anak, dari invasi privasi online dan dark patterns menjadi prioritas komisi ini, dan tindakan ini memperjelas bahwa FTC menindak keras terhadap praktik tidak adil ini,” tulis ketua FTC Lina M. Chan dilansir dari laman persnya.

FTC menambah karyawan Epic sudah meminta perusahaan mengubah seting default yang menyalakan fitur voice chat. Kekhawatiran akan dampak terhadap anak menjadi alasan utamanya. Epic hanya menambah opsi untuk mematikan fitur tersebut. Meski begitu, terdapat cukup banyak laporan kasus pelecehan anak, termasuk secara seksual, saat bermain Fortnite.

Ditambah lagi, Epic dianggap mengabaikan lebih dari satu juta keluhan dari pengguna dan kekhawatiran karyawan. Keluhan ini dipicu saat banyak dari jumlah pengguna dianggap melakukan transaksi, padahal sebenarnya tidak. FTC menduga Epic sengaja membuat proses cancel dan refund menjadi sangat sulit dengan menyembunyikan opsi di game-nya.

Baca juga: Fortnite Dituntut Karena Picu Anak Jadi Pecandu Game!

Total Denda yang Harus Dibayar Sebesar US$520 Juta

FTC memberi sanksi berupa denda sebesar US$520 juta pada Epic Games. Denda tersebut terbagi menjadi dua berdasarkan pelanggarannya. Denda US$275 juta dari pelanggaran COPPA yang terdiri dari kebijakan batasan situs dan layanan online pada anak-anak. US$245 jutanya merupakan refund pada pengguna karena tindakan dark patterns.

Ini Respon Epic Games!

Setelah sepakat untuk membayar denda pada FTC, Epic Games akhirnya membuka suara tentang situasi ini di laman resminya. Mereka mengaku selalu membuat berbagai perubahan agar memastikan ekosistem mereka sesuai standar bagi pemain dan regulator pemerintah.

“Tidak ada pengembang yang membuat game dengan tujuan seperti ini. Industri game adalah tempat inovasi yang cepat, di mana ekspektasi pemain sangat tinggi dan ide baru menjadi wajib,” jelas Epic.

Kasus yang menimpa Epic Games bukan satu-satunya kekhawatiran FTC terhadap industri game. FTC juga berupaya untuk menghentikan proses akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Review Goose Goose Duck, Among Us Tapi dengan Unggas

GAMEFINITY.ID, Bandung – Semenjak Among Us menjadi viral dan populer, terdapat beberapa game yang meniru formula gameplay-nya. Salah satunya adalah Goose Goose Duck. Game ini sebenarnya mulai populer di kalangan streamer Twitch saat masih versi pre-access beta pada Agustus 2021. Banyak yang mengatakan Goose Goose Duck lebih baik dari Among Us.

Game besutan Gaggle Studios ini resmi rilis 4 Oktober 2021. Goose Goose Duck kembali viral berkat stream V BTS yang memainkannya di Weverse. Berkat V BTS, popularitas game ini meroket dan kembali hype. Apakah kualitas game ini sepadan dengan word of mouth akhir-akhir ini?

Sinopsis Goose Goose Duck, Among Us Tapi dengan Unggas

Goose Goose Duck merupakan game social deduction yang memakai formula kurang lebih sama dengan Among Us. Kali ini, pemain berperan sebagai goose (angsa) dan harus bekerja sama dalam mengerjakan misi, salah satunya menemukan duck (bebek) yang menyamar sebagai goose.

Duck di game ini merupakan impostor-nya. Mereka dapat membunuh para goose dan melakukan sabotase untuk menang. Mereka tidak boleh sampai ketahuan oleh para goose lain.

Gameplay Goose Goose Duck (8/10)

Goose Goose Duck gameplay
Gameplay Goose Goose Duck

Pada awalnya, game ini terlihat sekilas hanya clone Among Us, terutama dari mekanisme dan visualnya. Namun, jika mulai memainkannya, terdapat kejutan yang tidak disangka-sangka. Mulai dari mode yang bervariasi hingga sub-role yang sangat beragam. Fitur in-game voice chat turut melengkapi pengalaman bermain. Terdapat juga kustomisasi di mana pemain dapat mendandani goose-nya.

Terdapat 6 mode dalam game ini. Mulai dari Classic yang tidak jauh berbeda dengan Among Us, di mana pemain dapat role secara acak. Dalam mode Draft, pemain dapat memilih sendiri role-nya. Hanging Out menjadi mode di mana pemain dapat bersantai sambil chat dan bermain minigames.

3 mode selanjutnya adalah mode yang menantang bagi pemainnya. Goose Hunt menjadi mode di mana duck harus membunuh semua goose sebelum waktu habis. Dine and Dash menjadi mode tim duck melawan vulture dan satu falcon. Trick or Treat dapat diibaratkan sebagai zombie mode, di mana satu Duck berperan sebagai vampire.

Subrole di Goose Goose Duck juga sangat beragam dengan kemampuan masing-masing. Goose dapat menjadi mulai dari Detective, Sheriff, Celebrity, Mechanic, hingga Engineer. Duck memiliki subrole seperti Cannibal, Serial Killer, Spy, Assassin, dan Professional.

Baca juga: Goose Goose Duck, Game Plagiat Among Us Yang Tengah Naik Daun

Control (8/10)

Di PC, Goose Goose Duck memiliki kontrol yang sangat sederhana. Pemain dapat menggerakkan goose-nya menggunakan tombol WASD atau mouse. Action seperti membunuh atau melakukan report dapat dilakukan dengan mengklik tombol atau menekan tombol keyboard tertentu.

Graphics (8/10)

Goose Goose Duck murder scene
Adegan pembunuhan di Goose Goose Duck

Graphics Goose Goose Duck disajikan dengan gaya kartun 2D, tidak jauh berbeda dari Among Us. Game ini memiliki grafis yang berwarna dan cukup menawan bagi segala usia. Bahkan adegan duck membunuh goose ditampilkan lebih kreatif dan mengalir.

Music (6/10)

Musik di Goose Goose Duck hanya ditampilkan pada Main Menu. Sejauh ini, musik di main menu tidak menjadi hal memorable bagi pemainnya. Mungkin pemain dirujuk agar berfokus dalam gameplay. Sound effect-nya juga memicu rasa mencekam selama gameplay. Namun, hal itu masih belum cukup untuk mendampingi musik yang biasa saja.

Addictive (7/10)

Goose Goose Duck discussion
Sesi discussion di Goose Goose Duck untuk menebak siapa yang menjadi duck

Game ini dapat dikatakan cocok untuk dimainkan bersama teman-teman dalam sesi mabar. Selama bermain bersama pemain lain yang melakukan mabar sambil menyalakan fitur voice chat, dapat dikatakan cukup menghibur (meski ini bergantung dari bahasa yang digunakan pemain). Namun, bila dimainkan sendiri, game ini lama-lama dapat memicu kebosanan.

Verdict untuk Goose Goose Duck

Kualitas Goose Goose Duck dapat dikatakan cukup sepadan dengan word of mouth. Meski menjadi clone dari Among Us, buktinya game ini berhasil menghadirkan role dan mode lebih beragam.

Goose Goose Duck Result Screen
Goose Goose Duck Result Screen

Untuk Goose Goose Duck, penulis memberi total score 7,4.

Goose Goose Duck tersedia sebagai free-to-play di PC, Mac, Android, dan iOS.