All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Pengisi Suara Ajak Boikot Bayonetta, Karena Upah Rendah

GAMEFINITY.ID, Bandung – Bayonetta 3 telah dijadwalkan rilis 28 Oktober 2022 dan menjadi salah satu game paling dinantikan. Nintendo dan Platinum Games juga sudah membagikan detail ceritanya dalam trailer terbaru. Namun, pengisi suara asli Bayonetta ternyata menyerukan boikot melalui akun Twitter-nya. Alasannya, ia ditawari dengan upah lebih rendah untuk memerankan kembali tokoh perempuan berkacamata ikonik itu.

Pengisi Suara Asli Bayonetta Diganti Jennifer Hale

Hellena Taylor sudah memerankan sang tokoh utama di Bayonetta dan Bayonetta 2. Ia telah berhasil membawakan tokoh perempuan berkacamata itu dengan suara lembut dan provokatifnya. Namun, ia telah dirumorkan tidak lagi melanjutkan perannya selama berbulan-bulan.

Jennifer Hale Bayonetta new voice
Jennifer Hale ambil alih peran Bayonetta di Bayonetta 3

Platinum Games akhirnya membenarkan rumor tersebut. Mereka juga mengumumkan bahwa Jennifer Hale akan mengambil alih peran sang tokoh utama di Bayonetta 3. Hale sendiri sudah mengisi suara di berbagai game, seperti Commander Shepard versi perempuan di seri Mass Effect dan Naomi Hunter di seri Metal Gear Solid.

“Berbagai halangan memicu kesulitan bagi Hellena Taylor untuk memerankan kembali sang tokoh, kami gelar audisi pencarian suara baru Bayonetta dan menawarkan peran tersebut pada Jennifer Hale. Saya pahami kekhawatiran penggemar tentang perubahan suara, tetapi penampilkan Hale melebihi ekspektasi,” ujar Yusuke Miyata, sang sutradara, pada Game Informer.

Meski terdapat pergantian untuk dub Inggris-nya, Atsuko Tanaka masih dipercaya berperan sebagai Bayonetta untuk dub Jepang.

Tidak Terima Tawaran dengan Upah Rendah, Hellena Taylor Serukan Boikot

Baru-baru ini, Hellena Taylor membagikan responnya di Twitter melalui tiga cuplikan video. Ia telah menuduh Platinum Games memberi tawaran dengan upah rendah untuk memerankan kembali Bayonetta, yaitu 4.000 USD.

Taylor menolak tawaran terakhir dari Platinum Games itu. Ia juga menyebutkan fakta bahwa franchise Bayonetta telah menghasilkan 450 juta USD (belum termasuk merchandise).

“Ini adalah penghinaan bagi saya, saya minta penggemar untuk memboikot game ini dan menyumbangkan uangnya untuk amal. Saya hanya meminta upah yang cukup dan pantas. Apa yang mereka lakukan itu legal, tapi tidak bermoral,” ujar Taylor.

Taylor mengaku ia memutuskan untuk melanggar non-disclosure agreement. Ia menyebutkan Bayonetta selalu membela orang lemah dan hal yang benar.

Jennifer Hale sejauh ini belum merespon secara langsung terhadap perkataan Taylor. Namun, pengisi suara Ashe dari Overwatch itu memberikan like pada beberapa cuitan warganet, memicu dugaan bahwa ia terikat non-disclosure agreement.

Baca juga: Eks Pegawai Tuduh Nintendo Atas Pemecatannya

Ini Respon Hideki Kamiya

Hideki Kamiya Bayonetta
Hideki Kamiya memberi respon menohok pada pernyataan Hellena Taylor

Hideki Kamiya akhirnya memberikan respon melalui akun Twitter-nya. Ia menjawab tanpa menyebut Taylor bahwa dugaan itu tidak benar. Ia juga menyebutkan agar semua pihak “berhati-hati pada aturannya”.

Respon Kamiya menuai hujatan dan kekecewaaan warganet. Mereka meminta bos di balik franchise Bayonetta itu membayar setiap pengisi suara yang berperan secara adil dan benar. Beberapa dari mereka juga memutuskan untuk memboikot Bayonetta 3.

Per tulisan ini, akun Twitter Hideki Kamiya telah dinonaktifkan. Sementara itu, Nintendo dan Platinum Games masih enggan berkomentar secara resmi tentang hal ini.

Bayonetta 3 akan meluncur eksklusif di Nintendo Switch pada 28 Oktober 2022.

Razer Edge Terungkap, Gabung Persaingan Handheld Console

GAMEFINITY.ID, Bandung – Razer sebelumnya mengumumkan mereka bermitra dengan Verizon dan Qualcomm akhir September lalu. Mereka bertujuan untuk membuat konsol handheld 5G bernama Razer Edge. Meski ditujukan untuk cloud gaming, pengguna juga dapat mengunduh judul game untuk konsol tersebut.

Acara RazerCon 2022 yang diselenggarakan 15 Oktober lalu akhirnya mengumumkan secara detail dari Razer Edge. Razer mengungkap tampilan, spesifikasi, dan harga dari konsol handheld-nya itu.

Spesifikasi Razer Edge

Melalui laman resminya, Razer Edge dideskripsikan sebagai konsol yang sudah di-custom-build untuk memberi pengalaman gaming handheld mutakhir. Konsol buatan Razer itu diperkuat oleh chipset Qualcomm’s Snapdragon G3x Gen 1 dengan 3 GHz octa-core Kryo CPU. Chipset tersebut dapat memberi performa ekstrem bagi konsol tersebut.

Razer Edge juga menampilkan display AMOLED dengan refresh rate 144 hz, resolusi 2400×1080, dan layar sentuh. Konsol buatan Razer itu juga memiliki RAM 8GB LPDDR5, penyimpanan internal sebanyak 128 GB, dan slot microSD hingga 2 TB. Ditambah, Android 12 akan menjadi OS konsol tersebut.

Tidak lengkap jika sampai di situ, Edge juga menghadirkan kontroler Razer Kishi V2 Pro. Kontroler itu disebut memiliki tombol microswitch, analog trigger, dan sistem Razer Hypersense.

Razer Edge cloud gaming
Tidak hanya game Android, Razer juga hadirkan Epic Games Store dan dukungan layanan cloud gaming seperti Nvidia GeForce Now dan Xbox Cloud Gaming

Razer menyebut Edge dapat menjalankan berbagai game Android dan PC, termasuk ribuan game AAA. Konsol itu juga mendapat dukungan untuk Epic Games Store dan layanan cloud gaming seperti Xbox Cloud Gaming dan Nvidia GeForce Now.

Hadir dalam Dua Model, Segini Harganya!

Terdapat dua model Razer Edge yang akan hadir, yaitu Wi-Fi dan 5G. Model Wi-Fi-nya kemungkinan dapat meluncur Januari ini tanpa tanggal pasti. Sementara itu, tanggal peluncuran model 5G belum diumumkan.

Razer membanderol model Wi-Fi-nya dengan harga 399 USD. Model 5G-nya justru akan diumumkan pada kemudian hari. Kedua model tersebut akan meluncur terlebih dahulu di Amerika Serikat.

IGN menyebutkan Razer dipastikan tampil di CES 2023. Razer akan menampilkan Edge di acara tersebut. Pengguna yang menghadiri CES 2023 berkesempatan mencoba konsol handheld tersebut.

Menyusul Tren Konsol Handheld Gaming

Edge menjadi upaya Razer untuk masuk ke dalam tren konsol handheld. Mereka siap bersaing dengan Steam Deck dan Nintendo Switch. Tencent dan Logitech juga akan menyusul dengan konsol handheld cloud gaming Logitech G Cloud besok.

Baca juga: Logitech Rilis G Cloud, Siap Saingi Switch

Konsol handheld gaming sendiri sempat mati suri setelah kegagalan PlayStation Vita. Game mobile pada saat itu berhasil melampauinya secara pendapatan. Nintendo Switch yang rilis 2017 telah berhasil menyaingi pasar game mobile.

Steam Deck dari Valve juga telah membantu membangkitkan kembali tren konsol handheld gaming. Dari pengumuman Razer Edge dan Logitech G, tampaknya konsol handheld tidak akan punah.

Dapatkan Razer Edge melampaui Nintendo Switch dan Steam Deck dalam persaingan konsol handheld? Ataukah Logitech G yang akan menguasai? Razer Edge model Wi-Fi akan rilis 2023 di Amerika Serikat.

Fakta Battle of Guardians, Game Baru di Piala Presiden eSports 2022

GAMEFINITY.ID, Bandung – Satu lagi game bakal meramaikan Piala Presiden eSports 2022, yaitu Battle of Guardians. Fighting game besutan Good Games Guild itu telah rilis pada 9 September 2022. Tak lama setelah itu, Piala Presiden eSports 2022 menambah game tersebut sebagai cabang baru.

Pengumuman tersebut mengejutkan pegiat esports di Indonesia. Tidak sedikit yang ingin mencari tahu detail tentang game ini. Inilah deretan fakta tentang Battle of Guardians.

Fighting Game Asal Indonesia

Battle of Guardians
Battle of Guardians merupakan fighting game buatan developer asal Indonesia

Battle of Guardians ternyata merupakan game buatan pengembang asal Indonesia, Good Games Guild. Tidak seperti kebanyakan game lokal yang mengusung genre RPG atau MOBA, Battle of Guardians merupakan sebuah fighting game.

Dilansir dari laman download-nya, game ini memiliki empat mode. Pertama, dua mode PvE Story dan Training. Training Mode dapat melatih pemainnya mempelajari teknik dasar dan kompleks dari game. Dalam Story Mode, pemain akan berhadapan dengan computer sebanyak 10 stage. Setiap kesulitan stage di Story Mode pastinya akan meningkat.

Dua mode lainnya adalah PvP Mode dan Tournament Mode. PvP Mode merupakan mode di mana pemain berhadapan dengan pemain lain menggunakan matchmaking. Tournament Mode sendiri adalah mode turnamen bersistem knockout yang akan diikuti 8-32 pemain.

Ini adalah game lokal ketiga yang dipertandingkan di Piala Presiden eSports menyusul Lokapala dan Battle of Satria Dewa. PUBG Mobile, Mobile Legends, dan Free Fire menjadi tiga game lain yang juga dipertandingkan.

Baca juga: Daftar Peserta Piala Presiden Esport 2022, Pilih Jagoanmu!

Menggunakan Konsep Pay-to-earn

Tidak hanya menjadi fighting game, Battle of Guardians juga menggunakan konsep pay-to-earn.  Game ini juga memanfaatkan Web 3.0 dengan unsur NFT dan metaverse. Disebutkan pula bahwa Battle of Guardians menjadi game Indonesia pertama yang mengusung Web 3.0.

“Saat kamu memainkannya, kemudian menang, kamu dapat reward berdasarkan tingkat kesulitan fight tersebut. Reward-nya ini berbentuk token atau koin kripto,” ujar Alexander Halim, co-founder Good Games Guild pada SEA Today, “kalau kamu akrab dengan kripto, kamu bisa mengubahnya menjadi uang sungguhan.”

Alexander Halim juga menjelaskan sistem pendapatan reward di setiap mode. Ia menyebut reward tidak akan banyak apabila melawan computer. Jika pemain melawan pemain lain dan berpartisipasi dalam Tournament Mode, mereka dapat memperoleh reward lebih banyak.

Karakter di Battle of Guardians Terinspirasi Budaya Indonesia

Detikinet menyebut karakter di Battle of Guardians terinspirasi dari budaya Indonesia. Tokoh mitologi dan sejarah menjadi referensi untuk membuat setiap karakter di game tersebut.

Contoh tokoh yang menjadi inspirasi karakter adalah Prabu Siliwangi, Nyi Roro Kidul, dan Angling Darma. Prabu Siliwangi menjadi referensi untuk karakter harimau humanoid Nix. Sedangkan tokoh Tzofia terinspirasi oleh Nyi Roro Kidul, Ratu Pantai Selatan.

Battle of Guardians menjadi satu lagi game lokal yang bisa membanggakan. Terpilih menjadi game yang dipertandingkan di Piala Presiden eSports turut menarik perhatian publik, terutama penggemar eSports. Tertarik untuk mencobanya?

Netflix Ungkap Peluncuran Paket Berlangganan dengan Iklan

GAMEFINTY.ID, Bandung – Netflix akhirnya ungkap peluncuran paket berlangganan dengan iklan. Paket murah tersebut akan diluncurkan November ini. Ekspansi layanan streaming itu adalah salah satu upaya untuk mempertahankan jumlah pelanggannya. Sebelumnya, Netflix telah kehilangan pelanggan secara global dua kuartal berturut-turut.

Paket Berlangganan dengan Iklan Milik Netflix, Basic with Ads

Dilansir dari laman resminya, Netflix memberi nama paket berlangganan iklan dengan murah itu sebagai Basic wih Ads. Paket tersebut dipatok dengan harga US$6,99 per bulan.

Pelanggan paket tersebut akan menyaksikan rata-rata 4-5 iklan per jamnya. Netflix akan memastikan iklan yang relevan dengan konten dan juga pelanggannya. Mereka juga menyebut telah bermitra dengan DoubleVerify and Integral Ad Science untuk memverifikasi validitas iklan mulai kuartal pertama 2023 mendatang.

Basic with Ads juga menjadi sebuah kesempatan yang menyenangkan bagi pengiklan,” tulis Netflix. Mereka menyebut hal ini menjadi kesempatan untuk menarik perhatian milenial dan gen-Z. Semakin banyak dari dua generasi tersebut terbiasa tidak menonton “linear TV”

Paket lainnya, Basic, Standard, dan Premium tidak mengalami perubahan harga. Basic with Ads disebut akan mendampingi tiga paket tersebut.

Tidak Semua Konten yang Tersedia Hadir di Paket Tersebut

Netflix
Tidak semua konten yang tersedia bisa diakses di paket Basic with Ads

Netflix memberi batasan untuk paket berlangganan dengan iklan tersebut. Mereka memastikan tidak semua konten yang tersedia bisa ditonton pelanggan dengan paket murah tersebut.

Lisensi konten menjadi alasan untuk memberi batasan tersebut. Namun, Netflix berkata mereka sedang melakukan proses kesepakatan lisensi dengan studio yang bersangkutan. Hal ini dilakukan untuk menghadirkan lebih banyak film dan serial televisi untuk pelanggan Basic with Ads.

Ditambah lagi, paket tersebut tidak menyediakan opsi pengunduhan. Sama seperti Basic, Basic with Ads memperbolehkan pelanggan menonton konten dengan resolusi hingga 720p (kualitas HD).

Baca juga: Netflix Gaet Microsoft Beri Opsi Berlangganan dengan Iklan

Hanya Diluncurkan di 12 Negara

Tidak semua negara dapat menikmati paket ini saat peluncurannya November ini. Netflix akan meluncurkan Basic with Ads di 12 negara terlebih dahulu. Negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Korea Selatan, Jepang, Jerman, Italia, Spanyol, Prancis, Meksiko, dan Brazil.

Deadline menyebut semua negara yang disebutkan memiliki tanggal peluncuran yang berbeda-beda. Netflix akan meluncurkan paket tersebut di Kanada dan Meksiko pada 1 November. Dua hari kemudian, yaitu 3 November, Basic with Ads akan meluncur di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Korea Selatan, Jepang, Jerman, Italia, Prancis, dan Brazil pada 3 November. Spanyol akan menjadi negara terakhir yang mendapat paket tersebut pada 10 November.

Netflix telah mengungkapkan mereka akan menghadirkan paket berlangganan dengan iklan itu di berbagai negara lain dalam waktu dekat. Peluncuran paket baru ini diharapkan dapat memaksimalkan usaha untuk merebut kembali perhatian pelanggan.

CEO Take-Two: Microsoft Beli Activision Blizzard ‘Hal yang Baik’

GAMEFINITY.ID, Bandung – Kabar Microsoft membeli Activision Blizzard seharga US$68,7 miliar masih menjadi perbincangan hangat semenjak pengumumannya pada Januari 2022. Keputusan itu menuai jumlah kritik yang tidak sedikit. Berbeda dari yang lain, Bos Take-Two memandang kabar itu sebagai hal yang bermanfaat bagi industri game.

Menurut Bos Take-Two, Akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft Jadi Hal yang Baik

Dalam wawancaranya dengan The Wrap, Strauss Zelnick, CEO Take-Two, memandang keputusan Microsoft sangat bijak. Menurutnya, akuisisi Activision Blizzard menjadi hal baik bagi industri.

“Kami percaya bahwa hal ini [akuisisi Activision Blizzard] jadi hal yang bagus bagi Microsoft dan industri game,” ujar bos Take-Two itu, “Ini benar-benar bisnis berfragmen dan banyak ruang kreativitas, serta Microsoft adalah mitra kami, kalau ini membuat bisnis mereka lebih kuat, kami pikir akan lebih bagus.”

Zelnick telah memaparkan bahwa ia merasa persaingan bukan menjadi ancaman.

Take-Two sendiri sudah menyelesaikan akuisisi Zynga pada Mei 2022. Kabar akuisisi tersebut pertama kali diumumkan 10 Januari 2022, delapan hari sebelum pengumuman Microsoft akan membeli Activision Blizzard.

Baca juga: Call Of Duty: Advanced Warfare Dapatkan Sequel?

Masih Mengundang Kritik, Terutama dari Sony

Microsoft Activision Blizzard
Semenjak pengumumannya, perjanjian Microsoft dan Activision Blizzard menuai kecaman

Proses akuisisi Activision Blizzard tersebut nyatanya masih menundang kritik. Salah satunya dari Sony. Pemilik PlayStation itu berpendapat perjanjian tersebut berdampak buruk bagi konsumen.

Competition and Market Authority (CMA) Inggris juga menyampaikan laporan penyelidikan kesepakatan itu. Mereka merasa perjanjian tersebut dapat mengurangi persaingan di konsol game, cloud gaming, dan layanan berlangganan. Sony menganggapi pendapat ini dengan dukungan penuh.

Pemilik Xbox itu tidak tinggal diam. Mereka membalas bahwa komentar tersebut tidak berdasar dan sekadar ikut-ikutan pendapat Sony.

IGN melaporkan CMA akan merilis laporan tahap kedua penyelidikan pada Januari. Secara keseluruhan, proses investigasi itu dijadwalkan selesai Maret tahun depan.

Sementara itu, regulator Brazil, Administrative Council for Economic Defense, telah menyetujui pembelian Activision Blizzard oleh Microsoft. Mereka beralasan Sony masih mendominasi industri game.

Proses akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft dijadwalkan selesai pertengahan 2023 mendatang. Namun, hal itu akan terwujud jika terdapat persetujuan dari Federal Trade Commission dari Amerika Serikat dan regulator dari berbagai negara lain.

Server Final Fantasy 7 The First Soldier Resmi Tutup

GAMEFINITY.ID, Bandung – Satu lagi kabar buruk muncul dari Square Enix. Baru-baru ini, mereka mengumumkan akan mematikan server Final Fantasy 7 The First Soldier pada Januari 2023. Kabar ini menyusul keputusan untuk mematikan Babylon’s Fall yang telah menjadi salah satu game terburuk tahun ini.

Final Fantasy 7 The First Soldier Mengikuti Tren Game Battle Royale

Final Fantasy 7 The First Soldier gameplay
Gameplay Final Fantasy 7 The First Soldier

Pertama kali diumumkan pada awal 2021, Final Fantasy 7 The First Soldier menjadi andalan Square Enix untuk menerobos pasar battle royale. Pasalnya, battle royale saat itu sedang menjadi tren berkat Fortnite, Apex Legends, dan PUBG. Game tersebut kemudian resmi dirilis November 2021 untuk iOS dan Android.

Dua hari setelah peluncuran, game battle royale besutan Square Enix itu berhasil capai satu juta kali pengunduhan.

Baca juga: Babylon’s Fall Tutup! CEO Platinum Minta Maaf

Bakal Dimatikan 11 Januari 2023, 14 Bulan setelah Peluncuran

Square Enix mengumumkan melalui situs resminya bahwa mereka akan mematikan Final Fantasy 7 The First Soldier pada 11 Januari 2023. Pengumuman ini muncul kurang lebih sebulan sebelum hari jadi untuk game battle royale itu.

Mereka beralasan tidak mampu menyajikan pengalaman bermain sesuai harapan meski menyediakan konten baru secara konsisten. Alhasil, sebuah keputusan berat untuk mematikannya telah dibuat.

Bersama dengan pengumuman tersebut, Square Enix juga telah menghentikan penjualan Shinra Coins. Walau begitu, pemain masih dapat menggunakannya hingga game resmi ditutup.

Square Enix juga akan tetap menghadirkan update untuk Final Fantasy 7 The First Soldier hingga akhir. Ditambah, event di dalam game akan berlanjut sampai server akhirnya resmi ditutup.

Tutupnya game battle royale Final Fantasy 7 itu menjadi kabar buruk sekali lagi bagi Square Enix tahun ini. Sebelumnya, Babylon’s Fall, satu lagi game besar besutan Square Enix, telah mengumumkan penutupan server karena minim pemain dan ulasan buruk.

Sementara itu, Final Fantasy 7 Rebirth, sekuel dari Remake, akan rilis awal tahun depan. Crisis Core dijadwalkan rilis Desember ini. Square Enix juga sudah memastikan Final Fantasy 16 akan diluncurkan pertengahan tahun depan.