All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Overwatch 2 Collab dengan John Cena untuk Promosi Season 6

GAMEFINITY.ID, Bandung – Hanya tinggal menghitung hari sebelum peluncuran season 6, Invasion, Overwatch 2 ternyata berkolaborasi dengan John Cena. Akan tetapi, bintang WWE itu tidak akan muncul dalam game, melainkan hanya untuk mempromosikan PvE Story Mission di game FPS besutan Blizzard itu.

Ini bukan pertama kalinya Blizzard menggandeng selebriti untuk membantu mempromosikan game-nya. Sebelumnya, mereka sudah merekrut Megan Fox dan Chloe Grace Moretz sebagai bagian dari promosi Diablo 4. Baru-baru ini, Mila Kunis ikut direkrut untuk mempromosikan bundle Pet Pack for Ukraine untuk World of Warcraft sebagai dukungan untuk Ukraina.

Kolaborasi John Cena Ternyata hanya untuk Promosi Story Mission

Dalam trailer bertajuk Enigma Reveal sebagai promosi Story Mission di Overwatch 2, Cena berperan sebagai Enigma. Ia ditampilkan memberi transmisi pada mantan agen Overwatch. Tidak tanggung-tanggung, bintang WWE itu pun tampil dalam live action, bukan sebagai karakter animasi.

Mungkin beberapa penggemar setia Overwatch 2 cukup terkejut dengan penampilan John Cena. Bagi beberapa, mereka sudah mengetahui dari sebuah prediksi atau lebih tepatnya leak. Bahkan, Blizzard juga sudah memberi tease minggu lalu, saat beberapa streamer terkenal, yaitu Shroud, Emongg, Kyedae dan Scump, terganggu oleh seorang hacker bernama Enigma saat melakukan streaming di Twitch.

Baca juga:

Overwatch 2 John Cena as Enigma

Seorang pengguna Reddit menemukan petunjuk pada salah satu klip stream Emongg. Ia mendapati sebuah kode yang terlihat menggunakan font “Felix-Antony”, yaitu nama Tengah Cena. Terlebih, sebuah URL di klip tersebut merujuk pada sebuah gambar tertulis JC menggunakan kode warna #042377. Angka tersebut merupakan tanggal lahir John Cena, 23 April 1977.

John Cena Tidak Akan Muncul di Overwatch 2

Bagi yang sudah berharap setelah melihat promosi itu, John Cena tidak akan muncul di Overwatch 2 sebagai karakter atau hanya skin. Mungkin penggemar cukup kecewa dengan situasi ini, setidaknya mereka cukup terhibur sebelum season keenam, Invasion, dimulai.

Dalam promosi itu, Cena ingin mengingatkan season keenam dari Overwatch 2 akan menampilkan komponen PvE, Story Mission. Pemain akan bertarung melawan pasukan robot dari Null Sektor di Rio de Janeiro, Toronto, dan Gothenburg. Seperti yang sudah diketahui, Story Mission tersebut akan muncul dalam bentuk berbayar seharga US$15.

Baca juga:

“Sangat menyenangkan komunitas Overwatch mencoba mengungkap menaruh wajah The Enigma. Terkadang sebuah face you can’t see adalah yang dibutuhkan dunia untuk menyalakan alarm terhadap ancaman yang melanda dunia,” ungkap Cena melalui sebuah press release dilansir dari Gamespot.

Overwatch 2 season 6, Invasion, akan dimulai pada 10 Agustus 2023.

Rilis Trailer, Goblin Slayer Season 2 Pasti Tayang Oktober

GAMEFINITY.ID, Bandung – Lama dinanti penggemar, Goblin Slayer season 2 akhirnya akan tayang perdana Oktober ini. Pihak komite produksi telah merilis trailer terbaru dari season kedua serial anime adaptasi light novel karya Kumo Kagyu.

Penggemar anime mungkin sudah tidak asing lagi dengan Goblin Slayer. Episode perdananya terkenal dengan kontroversi yang menghebohkan jagad maya. Setidaknya serial anime itu tetap menjadi populer hingga mendapat season kedua dan film layar lebar.

Goblin Slayer Season 2 Mulai Tayang Oktober

Sebelumnya, pihak komite produksi mengumumkan season kedua dari Goblin Slayer akan tayang tahun ini. Baru-baru ini, mereka merilis trailer sekaligus menyebut season terbaru itu akan tayang perdana pada Oktober 2023. Sejauh ini, tanggal pastinya belum diumumkan.

Trailer tersebut juga menunjukkan Mili, band indie asal Jepang, akan kembali membawakan opening theme-nya. Kali ini, opening theme season kedua tersebut berjudul Entertainment.

Baca juga:

Sementara itu, Yuki Nakashima akan membawakan ending theme yang berjudul Kasumi no Mukō e (To the Other Side of the Mist).

LIDENFILMS Ambil Alih Produksi Season 2

Goblin Slayer Season 2 battle

Tidak seperti season pertama dan adaptasi film layar lebarnya, LIDENFILMS akan mengambil alih produksi season kedua dari White Fox. Misato Takada dari studio tersebut akan menjadi sutradara Goblin Slayer season 2, sedangkan sutradara season sebelumnya, Takaharu Ozaki, kembali menjadi sutradara utama.

Hideyuki Kurata juga kembali menggubah naskah untuk season terbaru Goblin Slayer. Begitu pula dengan Hiromi Kato sebagai desainer karakter dan Kenichiro Suehiro sebagai komposer musik.

Seluruh pengisi suara tokoh utama dipastikan akan kembali berperan. Salah satunya adalah Yuichiro Umehara sebagai Goblin Slayer dan Yui Ogura sebagai Priestess. Nao Toyama, Yuichi Nakamura, Tomokazu Sugita, dan Maaya Uchida ikut kembali berperan sebagai karakter masing-masing dari season pertama.

Goblin Slayer season 2 akan tayang perdana Oktober 2023. Sementara itu, kamu bisa catch up season pertamanya di channel YouTube Muse Asia dan Muse Indonesia. Ditambah, adaptasi game dari Bushiroad, Goblin Slayer: Another Adventurer – Nightmare Feast, akan rilis musim dingin ini di PC dan Nintendo Switch.

Anime Sound! Euphonium Season 3 Tayang Perdana April 2024

GAMEFINITY.ID, Bandung Sound! Euphonium season 3 kini diumumkan akan tayang perdana April 2024 bersama dengan visual terbarunya. Waktu penayangan perdana season terbaru itu bertepatan dengan perilisan OVA adaptasi Ensemble Contest Arc di bioskop Jepang pada 4 Agustus 2023.

Season 3 Akan Adaptasi Kumiko’s Third Year Arc

Sound! Euphonium Season 3 promotion

Season terbaru dari serial anime yang juga dikenal sebagai Hibike! Euphonium pertama kali diumumkan pada 2019 sebagai proyek anime baru. Pada Juni 2023, proyek tersebut terungkap sebagai season ketiga yang akan mengangkat Kumiko’s Third Year Arc.

Dengan kata lain, season ketiga akan mengadaptasi volume 11-12 dari seri light novel-nya. Volume 11-nya pertama kali rilis pada April 2019, sedangkan volume 12 rilis pada Juni 2019. Kedua volume light novel itu bercerita tentang tahun ketiga dan terakhir Kumiko di SMA.

Sound Euphonium Season 3 key visual

Bersama dengan pengumuman waktu tayang, pihak komite produksi merilis sebuah visual baru yang menunjukkan Kumiko sebagai ketua baru klub Kitauji High School Concert Band. Tokoh utama itu terlihat bertekad untuk menang medali emas di kejuaraan nasional. Tagline “I, love Kitauji” juga menampakkan kecintaan pada sekolahnya, terutama klub Concert Band.

Kyoto Animation dipastikan memproduksi season ketiga dari Sound! Euphonium. Studio asal Kyoto itu sebelumnya telah memproduksi dua season pertama dan juga empat film layar lebar.

Baca juga:

Mengenal Sound! Euphonium

Sound! Euphonium pertama kali muncul dalam bentuk seri light novel terbitan Takarajimasha di bawah lini Takarajimasha Bunko. Volume pertamanya pertama kali rilis pada Desember 2013.

Kemudian, Kyoto Animation mengadaptasi seri light novel itu sebagai anime yang tayang pada musim semi 2015, dengan season keduanya tayang musim gugur 2016. Popularitas Sound! Euphonium pun meroket berkat penayangan anime-nya.

Setidaknya empat adaptasi film layar lebar telah tayang di bioskop, dua film pertamanya merupakan film kompilasi. Film ketiga, Liz and the Blue Bird, berupa spin-off yang rilis pada 2018, sedangkan film keempat, Sound! Euphonium: The Movie – Our Promise: A Brand New Day, berupa sekuel dari dua season pertamanya.

Sound! Euphonium season 3 akan tayang perdana April 2024.

Baldur’s Gate III Jadi Peluncuran Terbesar Kedua 2023 di Steam

GAMEFINITY.ID, Bandung – Baldur’s Gate III telah resmi rilis 3 Agustus 2023 setelah melalui masa early access selama kurang lebih tiga tahun. Tidak butuh waktu lama bagi game besutan Larian Studios itu mencuri perhatian dan menjadi sensasi di kalangan gamer. Kabar baiknya lagi, game RPG masif itu sudah menjadi peluncuran terbesar kedua di Steam tahun ini.

Jadi Peluncuran Terbesar Kedua di Steam Tahun Ini setelah Hogwarts Legacy

Baldur's Gate III biggest launch on Steam

Peluncuran Baldur’s Gate III di Steam pun ternyata menuai antisipasi dari pemain di Steam. Saat peluncurannya pada 3 Agustus 2023, game RPG besutan Larian Studios itu mencapai angka pemain aktif sebesar 472.136 pada pukul 21:00 UTC menurut SteamDB. Angka ini melampaui Sons of the Forest (sebagai early access) yang mencapai angka 414.257.

Sementara bisa dibilang impresif, angka ini menjadikannya Baldur’s Gate III sebagai game dengan peluncuran terbesar kedua di Steam. Di posisi pertama, masih ada Hogwarts Legacy dengan angka pemain aktif jauh lebih besar selama hari perilisan, yaitu 879.308.

Baca juga:

Tampaknya masa early access berhasil memacu Larian Studios menjadikan Baldur’s Gate III sebagai salah satu game RPG yang masif. Tim pengembang sudah mendengar permintaan penggemar berbagai hal yang diinginkan, termasuk perbaikan bug dan glitch.

Sementara itu, respon kritikus berbanding lurus dengan pemain. Di Metacritic, tercatat bahwa Baldur’s Gate III mencapai skor 94 saat artikel ini ditulis.

Baldur’s Gate III Masuk 10 Besar Game dengan Pemain Aktif Terbanyak di Steam!

Saking masifnya antisipasi, server Steam dilaporkan mengalami crash saat pemain berupaya untuk mengunduh game RPG tersebut. Meski begitu, ternyata Baldur’s Gate III berhasil menembus 10 besar game dengan pemain aktif terbanyak sepanjang di Steam. Prestasi ini tercapai dalam hanya kurang lebih tiga hari.

Baca juga:

Dot Esports mencatat Baldur’s Gate III berhasil mencapai angka pemain aktif sebesar 712.281 pada 6 Agustus 2023. Angka ini mengalahkan Apex Legends dan Goose Goose Duck. Bahkan, Apex Legends yang mencapai angka pemain aktif terbanyak 624 ribu harus terlempar ke posisi ke-11.

Per tulisan ini, game besutan Larian Studios itu sudah mencapai angka pemain aktif terbanyak sebesar 814.666 pada 6 Agustus 2023 pukul 19:00 UTC menurut SteamDB, menjadikannya berada di posisi ke-9 sepanjang masa. Di atasnya, masih ada Hogwarts Legacy di posisi ke-8, sementara Elden Ring berada di posisi ke-6.

Baldur’s Gate III kini tersedia di Steam, versi PlayStation 5 dan MacOS-nya pada 6 September 2023. Versi Xbox Series X|S masih dalam pengembangan. Apakah kamu jadi salah satu pemain yang menikmati Baldur’s Gate III?

Apex Legends: Mengenal Karakter Crypto, Guide Gameplay

GAMEFINITY.ID, Bandung – Sudah bukan lagi rahasia bahwa Crypto menjadi salah satu Legend yang jarang digunakan dalam Apex Legends. Mungkin deretan ability-nya terdengar merepotkan, namun Crypto bisa menjadi Legend yang berguna jika dimainkan secara efisien. Tentunya, ia bisa menjadi sosok mata-mata untuk mencari informasi demi menerobos pertahanan musuh.

Crypto merupakan Legend Recon sekaligus ahli enkripsi dan hacking yang mengandalkan drone-nya untuk memata-matai setiap musuh tanpa terlihat. Tujuannya selama berpartisipasi di Apex Games adalah mencari orang yang menjebaknya sebagai pelaku pembunuhan.

Ia memiliki nama asli Tae Joon Park dan menjadi anak yatim piatu saat kecil. Ia menjadi insinyur komputer Mercenary Syndicate bersama saudari angkatnya, Mila Alexander. Keduanya menemukan sebuah algoritma tersembunyi yang bisa memprediksi hasil sebuah pertandingan Apex Games. Penemuan itu menarik perhatian sehingga Mila menghilang pada esok harinya. Tae Joon kemudian disalahkan sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

Saat melarikan diri, Crypto memutuskan untuk ikut berpartisipasi di Apex Games. Ia ingin memanfaatkan perhatian besar sebagai perlindungan sambil mencari sosok yang menyalahkannya sebagai pelaku pembunuhan.

Mengenal Ability Crypto di Apex Legends

Passive Ability: Neurolink

Apex Legends Crypto Neurolink

Passive Ability-nya, Neutrolink, menghubungkan Crypto dengan drone-nya. Berkat ability ini, Crypto bisa membagikan informasi yang terlihat oleh drone-nya pada rekan squad-nya.

Namun, terdapat beberapa pengecualian, Contoh pertamanya, drone milik Crypto tidak bisa mendeteksi Mirage saat dalam cloak atau sebagai umpan dan tidak bisa menembus Dome of Protection milik Gibraltar. Terlebih, drone itu juga tidak bisa melihat musuh yang terhalang gas Caustic dan smokescreen Bangalore.

Tactical Ability: Surveillance Drone

Apex Legends Crypto Surveillance Drone

Tentunya, drone menjadi ciri khas dari Crypto dalam menggunakan Tactical Ability-nya Surveillance Drone. Saat aktif, Crypto akan meluncurkan drone-nya dan memulai Scanning Mode. Ia bisa mengendalikan drone itu dari jarak jauh untuk menyelidiki area. Begitu musuh terdeteksi, ia bisa melesat ke area itu dan menyerbu musuh di sana.

Drone milik Crypto memiliki 50 HP. Jika hancur, butuh cooldown selama 40 detik sebelum respawn. Alat ini bisa berinteraksi dengan Survey Beacon, Banner, dan Respawn Beacon, membuatnya multifungsi. Ia juga bisa terbang hingga ketinggian 200 meter, ping item dalam radius 12 meter dari lokasi, dan ping musuh hingga 125 meter.

Jika meluncurkan drone-nya, Crypto akan berada dalam kondisi minim pertahanan. Oleh karena itu, pemain wajib mempertimbangkan durasi dalam mengendalikan drone-nya

Ultimate Ability: Drone EMP

Apex Legends Crypto Drone EMP

Sama seperti Passive Ability dan Tactical Ability-nya, drone menjadi sangat penting dalam Ultimate Ability milik Crypto, Drone EMP. Drome EMP memiliki cooldown tiga menit dan bisa memicu damage 50 Shield Point musuh sekaligus memperlambat dan merusak gadget mereka. Ultimate Ability ini baru akan aktif setelah queue activation 3 detik dalam radius 30 meter. Tentunya, efek ini ikut berdampak pada Crypto sendiri jika berada dalam radius itu.

Bahkan, lebih baik lagi pemain mengaktifkan Ultimate Ability Crypto saat tidak mengendalikan drone.  Caranya, Crypto bisa segera hentikan drone mode begitu musuh terdeteksi, lalu aktifkan Drome EMP, dan basmi semua musuh yang mencapai radius tersebut.

Baca juga:

Rekomendasi Legend untuk Kombinasi Crypto di Apex Legends

Berdasarkan penjelasan ketiga ability tersebut, bisa disimpulkan bahwa Crypto akan selalu mengandalkan drone-nya. Ia bisa membantu rekan squad-nya untuk menambah kill count dengan ketiga ability itu. Sayangnya, ini membuatnya sangat lamban untuk melakukan combat, mau tidak mau ia harus beradaptasi dalam segala situasi, terutama ia tidak bisa berpindah sambil mengendalikan drone-nya.

Terlebih, Crypto tidak memiliki ability yang memudahkannya untuk melarikan diri dari musuh. Hal ini membuatnya tidak cocok jika berada di posisi terdepan squad dalam pertarungan. Kedua faktor itu menjadi penyebab Crypto menjadi Legend yang jarang digunakan di Apex Legends, sehingga tidak cocok bagi pemain yang ingin melakukan penyerangan secara cepat.

Oleh karena itu, Crypto membutuhkan rekan squad yang bisa bereaksi begitu mendapat informasi dari drone-nya. Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, berikut adalah rekomendasi komposisi tim untuk Crypto di Apex Legends:

  • Horizon dan Lifeline: Jika pemain sudah terbiasa menggunakan Crypto di Apex Legends, kombinasinya dengan Horizon dan Lifeline bisa menjadi andalan. Crypto bisa menggunakan drone-nya untuk menyerang dan bertahan. Lifeline bisa mengandalkan D.O.C. Drone-nya untuk me-revive dan heal rekannya sambil mengubah situasi pertarungan. Horizon juga bisa mengecoh dan membasmi musuh dengan bantuan Gravity Lift-nya.
  • Revenant dan Ash: Crypto bisa mendampingi Ash dan Revenant, dua karakter Assault. Komposisi ini menjadi efektif jika koordinasi antara rekan tim berjalan lancar. Revenant bisa melakukan counterattack terhadap musuh secara agresif, sementara Ash memiliki pergerakan yang cepat untuk segera menghadapi ancaman terdeteksi oleh drone
  • Caustic dan Valkyrie: Bagi yang ingin mengandalkan Zone, terutama saat terakhir, Caustic dan Valkyrie akan cocok sebagai rekan tim Crypto, terutama di map Kings Canyon. Perk milik Caustic memudahkannya untuk scan ring yang akan datang sebelum membuat keputusan untuk timnya agar berpindah. Valkyrie bisa menggunakan ultimate-nya, Skyward Dive, untuk kembali skydive di udara menuju zona yang aman.

Apex Legends Season 18: Resurrection, Rework Revenant!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Apex Legends kini memasuki season 18, Resurrection, mulai 8 Agustus 2023. Season kali ini cukup unik dengan menghadirkan rework dari Revenant yang sudah di-tease di video Kill Code. Selain itu, terdapat berbagai update konten lainnya, termasuk Death Dynasty Collection Event yang akan digelar saat season ini dimulai.

Revenant Reborn! Update Revenant di Apex Legends

Apex Legends Season 18 Revenant Reborn

Highlight utama di season ini adalah Revenant Reborn, Lebih tepatnya lagi disebut sebagai perombakan atau rework dari Revenant. Perubahan ini bukan tanpa alasan, pasalnya, popularitas Revenant selama beberapa season terakhir sudah menurun. Ability-nya sudah tidak lagi cocok dengan gameplay Apex Legends saat ini, terutama combat ber-pace cepat dari Legend baru lainnya.

“Revenant pertama kali muncul di season 4 tapi play style-nya tidak cocok dengan gameplay. Banyak dari polanya menjadi bermasalah lama kelamaan,” tutur desainer karakter Evan Funnell dilansir dari Polygon.

Pada season 17 saja, pemain memperhatikan Revenant sudah mulai glitch. Ia terlihat mengganti gestur tangannya saat menggunakan Death Totem dengan animasi yang tidak biasa.

Baca juga: 

Season 18 akan merombak total Revenant, mulai dari penampilan hingga ability-nya. Penampilan Revenant kali ini lebih dingin dari sebelumnya.

Passive Ability-nya, Assassin’s Instinct, mendeteksi musuh dengan HP rendah dan menandainya untuk squad sebagai target. Passive Ability kali ini memudahkan Revenant berjalan cepat sambil berjongkok dan menambah kemampuan untuk memanjat dinding.

Silence, Tactical Ability-nya yang selama ini menjadi favorit, digantikan dengan Shadow Pounce. Shadow Pounce menjadi ability transversal di mana Revenant akan melompat untuk membasmi musuh. Pemain bisa membuat ia melompat lebih jauh dengan men-charge-nya lebih lama.

Ultimate Ability-nya kali ini bukan Death Totem, melainkan Forged Shadows. Dengan Ability ini, ia dapat membuat selubung bayangan di sekitar sebagai pelindung dari damage selama 25 detik.

Kabar baiknya lagi, Revenant akan ter-unlock untuk semua pemain selama season 18 berlangsung. Pemain bisa menyelesaikan berbagai tantangan menggunakan Revenant untuk meng-unlock-nya secara permanen.

Broken Moon di Mixtape

Apex Legends Season 18 Broken Moon The Core Apex Legends Season 18 Broken Moon Production Yard

Broken Moon akan muncul sebagai map baru di Mixtape. Map tersebut pertama kali diperkenalkan pada season 15 bersama dengan Legend Catalyst. Dari Broken Moon, Apex Legends menghadirkan The Core untuk Team Deathmatch dan Gun Run serta Production Yard untuk Control.

Baca juga:

Death Dynasty Collection Event

Apex Legends Season 18 Death Dynasty Collection Event

Untuk menyambut datangnya rework dari Revenant, Apex Legends akan menggelar Death Dynasty Collection Event saat season 18 dimulai pada 8 Agustus. Pemain bisa memperoleh Double EXP di Battle Royale pada 8-15 Agustus dan Mixtape pada 15-22 Agustus.

Terdapat 24 item kosmetik yang bisa diperoleh selama collection event tersebut. Salah satunya adalah skin Legendary untuk Loba dan Catalyst.

Apex Legends Season 18 Revenant Heirloom Death Grip

Jika berhasil memperoleh semua item kosmetik selama collection event berlangsung, pemain berhak memperoleh heirloom untuk Revenant, Death Grip.

Apex Legends season 18, akan dimulai pada 8 Agustus 2023. Untuk detail lebih lanjut, kunjungi laman resminya.