All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Penggemar Sebut Bali Major sebagai Major Dota 2 Terburuk!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Bali Major menjadi turnamen Major Dota 2 terakhir tahun ini yang digelar tahun ini sekaligus telah berakhir dengan pertandingan bersejarah antara Team Liquid dan Gaimin Gladiator. Keduanya sudah tiga kali berturut-turut saling bertemu di sebuah grand final. Pertandingan final itu dimenangkan oleh Gaimin Gladiator.

Meski menjadi saksi momen bersejarah, nyatanya Bali Major menuai kritik dan kontroversi di kalangan penonton. Mereka menyebut Bali Major sebagai turnamen Dota 2 terburuk yang pernah digelar. Jadi apa yang terjadi?

Kontroversi Staging Venue dan Harga Tiket

Major terakhir musim ini telah digelar di Ayana Resort Jimbaran di Bali. Dari venue-nya, tampaknya sangat menjanjikan berkat pemandangan alam dari Jimbaran, menjadikannya seperti liburan esports mewah selama tiga hari.

Bali Major ticket price

Tiket 3-day pass standar untuk menyaksikan Bali Major secara langsung bahkan dibanderol seharga US$388. Harga tersebut sudah memicu kritikan penggemar sebagai tidak masuk akal. Tidak hanya itu, harga tersebut juga melampaui rata-rata gaji bulanan pekerja di Indonesia. Sementara itu, harga tiket 3-day pass VIP-nya terjual seharga US$888.

Baca juga:

Bali Major main stage

Saat event tersebut berlangsung mulai dari playoffs, penggemar mengemukakan kekecewaannya karena venue tersebut tidak sebanding dengan harga yang sangat mahal. Alih-alih panggung indoor, pihak penyelenggara memilih untuk menggelar Bali Major di panggung outdoor. Tidak sedikit yang membandingkan tampilan venue itu sangat mirip dengan undangan pernikahan ala Indonesia.

Bahkan, masalah teknis juga terjadi selama turnamen berlangsung. Pemain dan penggemar mengeluhkan maslaah jaringan internet yang tdak stabil sampai memicu jeda. Sementara itu, penonton mengeluhkan live streaming sering sekali mengalami masalah teknis, yaitu layar hitam, lag, dan kualitas audiovisual buruk.

Penggemar sebut Bali Major sebagai Turnamen Major Dota 2 Terburuk

Karena deretan masalah teknis dan kondisi venue yang tidak sebanding dengan harga tiket, tidak sedikit penggemar yang mengecap Bali Major sebagai turnamen Dota terburuk sepanjang masa.

Penggemar membanding-bandingkan Bali Major dengan Lima Major dan Shanghai Major yang juga dicap sebagai Major terburuk. Masalah saat Lima Major berlangsung tidak jauh berbeda, terdapat cukup banyak penundaan dan masalah teknis. Lain cerita dengan Shanghai Major, selain masalah teknis, terdapat pula kasus pencurian barang pribadi pemain di hotel. Bahkan, Gabe Newell memecat host dan perusahaan produksi yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan acara itu.

Selain itu, angka tontonan Bali Major lebih rendah daripada Major lain musim ini, yaitu 475.421 menurut Dexerto. Sementara itu, Lima Major memiliki angka tontonan lebih tinggi, yaitu 491.359.

Selena Gomez sebut The Idol Terinspirasi dari Dirinya?

GAMEFINITY.ID, Bandung – The Idol telah menjadi salah satu serial original HBO terkontroversial sepanjang masa dan sudah mengakhiri penayangannya. Namun, Selena Gomez baru-baru ini dilaporkan murka bahwa cerita dalam serial buatan Abel Tesyafe atau The Weeknd itu berdasarkan kehidupannya.

Selena Gomez yang saat ini terkenal sebagai aktris utama The Only Murders in the Building itu sebelumnya mengencani The Weeknd selama 10 bulan sebelum pisah pada 2017. Ia dipercaya merasa jengkel dengan perbandingan antara karakter Jocelyin yang diperankan Lily Rose-Depp di The Idol dengan dirinya.

Netizen Percaya Karakter Jocelyn di The Idol Terinspirasi dari Gomez

Saat The Idol tayang di HBO, netizen menduga cerita di dalamnya terinspirasi dari Selena Gomez. Mereka membanding-bandingkan karakter Jocelyn yang diperankan Lily Rose-Depp dengan mantan bintang Disney itu.

Buzzfeed menyebut keduanya menjadi bintang utama dalam sebuah serial anak-anak. Karier Gomez sendiri mulai melejit berkat penampilannya sebagai tokoh utama Wizards of Waverly Place yang tayang di Disney Channel. Mereka kemudian merambah ke dunia musik dan bersinar sebagai bintang pop.

Bahkan, keduanya membatalkan tur konser dunia. Gomez sendiri membatalkan bagian terakhir Revival World Tour setelah mendapat diagnosis lupus, sementara Jocelyn beralasan karena ibunya meninggal. Keduanya comeback dengan music video yang memicu kontroversi.

Kedua contoh kesamaan itu membuat netizen percaya bahwa The Idol terinspirasi dari kehidupan Selena Gomez.

Baca juga:

Selena Gomez Keberatan The Idol Terinspirasi Dari Kehidupannya?

Sebuah sumber yang dekat mengatakan pada Dailymail bahwa Gomez merasa jengkel dengan perbandingan antara kehidupannya dengan karakter yang diperankan Lily Rose-Depp. Ia menyebut kemiripan itu sangat aneh.

Selena Gomez dated The Weeknd before The Idol

“Fakta bahwa dia benar-benar berkencan dengan The Weeknd, sangat mengerikan baginya. Penderitaannya yang sesungguhnya digunakan demi hiburan dan itu sangat membuatnya kesal,” sebut sumber.

The Idol sendiri telah memicu kontroversi karena konten eksplisitnya, terutama adegan vulgar termasuk antara Jocelyn dan Tedros (The Weeknd).

Saat ini, HBO belum menentukan apakah The Idol akan lanjut dengan season 2 atau berakhir menghentikannya.

Microsoft Menang Lawan FTC Perihal Akuisisi Activision Blizzard

GAMEFINITY.ID, Bandung – Hasil persidangan antara Microsoft dan Federal Trade Commission (FTC) akhirnya sudah terungkap! Hakin Jacqueline Scott Corney menetapkan Microsoft menjadi pemenang dari sidang tersebut. Beliau juga menolak permintaan FTC untuk menjatuhkan preliminary injunction demi mencegah proses akusisi Microsoft terhadap Activision Blizzard.

Persidangan antara Microsoft dan FTC telah berlangsung selama lima hari semenjak 22 Juni 2023 untuk menentukan nasib akuisisi Activision Blizzard senilai US$68.7 miliar. Pihak FTC mengajukan preliminary injunction demi mencegah Microsoft mengesahkan akuisisi tersebut. Kedua belah pihak sudah menyampaikan argumen penutup pada 2 Juli 2023.

Hakim Putuskan Microsoft sebagai Pemenang Sidang

Microsoft victory against FTC about Activision Blizzard

“Akuisisi Activision oleh Microsoft telah disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah teknologi. Hal itu layak mendapat pengawasan, itupun sudah terbayar: Microsoft telah berkomitmen dalam tulisan, pada publik, dan selama persidangan untuk mempertahankan Call of Duty di PlayStation selama 10 tahun bersama dengan Xbox. Mereka sudah membuat kesepakatan dengan Nintendo untuk membawa Call of Duty ke Switch. Dan mereka juga menyetujui beberapa kesepakatan untuk bertama kalinya untuk membawa konten Activision pada beberapa layanan cloud gaming,” ungkap hakim Jacqueline Scott Corney dalam menetapkan hasil sidang itu.

Pihak pengadilan menyebut telah mendapati FTC sudah gagal mempertahankan klaimnya bahwa merger antara Microsoft-Activision Blizzard dapat merugikan persaingan pasar game. Oleh karena itu, mereka menolak permintaan preliminary injunction.

Persidangan tersebut berlangsung sangat dramatis. Cukup banyak detail yang terungkap saat itu. Salah satunya adalah ambisi Microsoft untuk mengakuisisi Bethesda, termasuk saat mengetahui Starfield awalnya jadi game eksklusif PlayStation. Argumen tentang Xbox Game Pass dari CEO PlayStation Jim Ryan yang mengklaim semua publisher tidak menyukai sistem itu mencuat.

Baca juga:

Ini Reaksi Kedua Belah Pihak

Microsoft dan Activision Blizzard tentu saja menyambut gembira hasil persidangan itu. Mereka sangat berterima kasih pada pengadilan atas proses persidangan yang cukup cepat.

“Kami berterima kasih pada pengadilan di San Fransisco karena keputusan cepat dan mendalam ini dan berharap yurisdiksi lain akan terus berupaya dalam menetapkan resolusi tepat waktu,” ungkap Brad Smith, presiden Microsoft.

“Kami berterima kasih pada pengadilan untuk menentukan kami yang menang. Bukti yang ditunjukkan membuktikan kesepakatan Activision Blizzard baik untuk industri dan klaim FTC tentang konsol, layanan berlangganan multi-game, dan cloud tidak menunjukkan kenyataan terhadap pasar game,” ungkap Phil Spencer, CEO Xbox.

“Merger kami akan menguntungkan konsumen dan karyawan. Ini akan bermanfaat untuk kompetisi alih-alih memungkinkan pemimpin pasar yang terus dominan dalam industri kami,” tambah Bobby Kotick, CEO Activision Blizzard.

Dalam pernyataan pada IGN, pihak FTC mengaku kecewa dengan hasil pengadilan tersebut. Mereka mengaku akan terus melindungi konsumen dan mempertahankan kompetisi.

“Kami kecewa dengan hasil ini mengingat merger ini mengancam persaingan terbuka di cloud gaming, layanan berlangganan, dan konsol. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan mengumumkan langkah selanjutnya untuk terus berjuang demi melestarikan persaingan dan melindungi konsumen,” tutur Douglas Farrar, perwakilan FTC.

Saat ini, Microsoft dan Activision Blizzard harus menghadapi Competition Markets Authority (CMA) Inggris yang memblokir merger karena dampak terhadap cloud gaming. Microsoft sendiri sudah mengajukan banding dan persidangan akan berlangsung pada 28 Juli hingga 4 Agustus 2023.

Terlebih lagi, Microsoft memiliki batas waktu 18 Juli 2023 untuk resmi menyelesaikan akuisisi Activision Blizzard. Jika batas waktu itu terlewatkan, mereka harus bernegosiasi ulang atau membayar US$3 miliar untuk membatalkan merger itu.

Lagu Speak Now Taylors Version Pecahkan Rekor di Spotify!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Taylor Swift telah merilis Speak Now Taylors Version pada 7 Juli 2023. Album rerecord terbaru Swift itu langsung menjadi sensasi di kalangan penikmat musik, terutama penggemarnya. Tidak heran album tersebut telah mencetak sejarah! Spotify mencatat album itu sudah memecahkan dua rekor di layanannya itu.

Speak Now Taylors Version berisi 16 lagu dari versi standard dan deluxe-nya. Tidak hanya itu, terdapat juga enam lagu From The Vault yang belum pernah terdengar sebelumnya.

Speak Now Taylors Version Cetak Dua Rekor di Spotify!

Dilansir dari Billboard, Spotify mencatat versi rerecord dari Speak Now menjadi album dengan stream terbanyak dalam sehari pada 2023 di Spotify sejauh ini. Tidak hanya itu, album terbaru Taylor Swift itu juga menjadi album bergenre country dengan stream terbanyak dalam satu hari sepanjang sejarah di layanan streaming itu. Kedua rekor tersebut terpecahkan saat tanggal rilisnya.

Akun Twitter independen Taylor Swift Charts (@chartswift) mencatat Speak Now Taylors Version mencetak total 126,4 juta stream dalam sehari. Rekor itu sebelumnya telah tercapai oleh satu lagi album Taylor Swift, Midnight, musim gugur lalu, dengan total 184,7 juta stream pada hari pertama rilis.

Baca juga:

Taylor Swift Dominasi Chart Lagu Spotify

Per Senin, 10 Juli 2023, Variety menyebut Taylor Swift mendominasi chart lagu Spotify. Dalam chart Spotify U.S. Top 50 saja, terdapat 23 lagu Swift yang berada di dalamnya, termasuk Cruel Summer dari album Lover. Sementara dalam Global Top 50, terdapat 17 lagu Swift yang bertengger di dalamnya.

Taylor Swift Speak Now (Taylor's Version) I Can See You

Per tulisan ini, Cruel Summer berada di posisi ketiga di Global Top 50 Spotify, sementara I Can See You (Taylor’s Version) (From the Vault) menyusul di posisi keempat. Di atas kedua lagu itu ada Vampire oleh Olivia Rodrigo di posisi kedua dan LALA oleh Myke Tower di posisi puncak.

Tentu bukan tidak mungkin lagi Speak Now Taylors Version akan menduduki posisi puncak di chart beberapa negara, termasuk Billboard Hot 100 di Amerika Serikat dan UK Singles Chart di Inggris. Terlebih, histeria bagi penggemar Taylor Swift untuk menyambut album rerecord terbaru ini masih belum padam

Yuru Camp Season 3 Tayang Tahun Depan, Andalkan Studio Baru

GAMEFINITY.ID, Bandung – Yuru Camp atau Laid-Back Camp telah terkenal sebagai salah satu anime iyashikei populer. Anime ini akan segera kembali dalam waktu dekat dengan season ketiganya. Season terbaru yang berjudul Yurukyan△ Season 3 itu akan tayang perdana pada 2024 mendatang. Eight Bit akan mengambil alih produksi season tersebut dari C-Station.

Yuru Camp Season 3 Tayang Perdana Tahun Depan

Yuru Camp Season 3 key visual

Tim komite produksi mengumumkan detail terbaru sekaligus sebuah teaser visual dari season ketiga melalui media sosial. Teaser tersebut menunjukkan Nadeshiko dan Rin sedang berkemah di dekat sebuah sungai.

Penggemar tentunya sangat heboh bisa menyaksikan season terbaru dalam waktu dekat. Pasalnya, Yuru Camp telah menjadi salah satu serial anime slice of life terfavorit penggemar. Berbagai media seperti IGN dan Crunchyroll memberi anime adaptasi manga karya Afro itu pujian. Sejauh ini, serial anime ini telah tayang selama dua season dan juga satu film. Ditambah, ada juga serial anime pendek berjudul Heya Camp atau Room Camp yang tayang pada musim dingin 2020 oleh studio yang sama.

Baca juga:

Eight Bit Ambil Alih Produksi dengan Beberapa Staf Baru

Komite produksi juga mengungkap bahwa terdapat perubahan studio dan staff. Jika sebelumnya C-Station yang bertanggung jawab atas produksi dua season pertama dan filmnya, Eight Bit sudah dipastikan akan memproduksi season ketiga dari Yuru Camp.

Shin Tosaka (Infinite Stratos 2) dipercaya untuk menjadi sutradara season terbaru ini sekaligus menggantikan Yoshiaki Kyougoku. Sementara itu, Masafumi Sugiura (Uma Musume: Pretty Derby) menjadi penulis naskah, menggantikan Masafumi Sugiura. Akiyuki Tateyama dan Takeshi Takadera dipastikan kembali menjadi komposer dan direktur suara.

Semua pengisi suara ikut dipastikan akan kembali. Kelimanya adalah Yumiri Hanamori sebagai Nadeshiko Kagamihara, Nao Toyama sebagai Rin Shima, Sayuri Hara sebagai Chiaki, Aki Toyosaki sebagai Aoi Inuyama, dan Rie Takahashi sebagai Ena Saito.

Yuru Camp Season 3 akan tayang perdana pada tahun 2024. Sementara itu, kamu bisa catch up dua season pertamanya di channel YouTube Ani-One Asia.

VCT Ascension Pacific 2023: Bleed Esports Sabet Gelar Juara

GAMEFINITY.ID, Bandung – VCT Ascension Pacific telah berakhir pada 9 Juli 2023 dengan babak final antara Bleed Esports asal Singapura dan SCARZ asal Jepang. Ternyata, Bleed Esports berhasil mengalahkan SCARZ dengan total kemenangan 3-0 di grand final, menjadikan mereka sebagai juara!

Valorant Champions Tour (VCT) Ascension Pacific telah digelar dari 28 Juni hingga 9 Juli 2023. Turnamen tersebut dihadiri oleh 10 tim regional perwakilan negara Asia, yaitu Malaysia dan Singapura, Jepang, Korea, Filipina, Indonesia, Thailand, Oceania, Hong Kong, Vietnam, Taiwan dan Hong Kong, serta Asia Selatan.

Perjuangan Bleed Esports seeblum Final VCT Ascension Pacific

Bleed Esports telah menjadi salah satu tim terkuat sekaligus kandidat terkuat untuk memenangkan VCT Ascension Pacific. Saat group stage, mereka berhasil menduduki posisi terpuncak di Group Alpha dengan total 3 kali kemenangan dan 1 kali kekalahan, membuat mereka langsung lolos ke semifinal.

Bleed kemudian berhasil memenangkan pertandingan semifinal melawan Boom Esports asal Indonesia. Tim asal Singapura itu berhasil menggapai kemenangan 2-1 terhadap Boom Esports dalam pertandingan bersistem Best-of-Three.

Baca juga:

Pertandingan Final antara Bleed dan SCARZ Berlangsung Cukup Sengit

VCT Ascension Pacific grand final Bleed Esports win

Dilansir dari IGN, pertandingan antara Bleed Esports dan SCARZ berlangsung sangat sengit. Bleed Esports sudah langsung mendominasi pertandingan dalam match pertama di map Haven. Bleed berhasil memenangkan match pertama dengan skor 13-9.

Match kedua mengambil map Bind. Sekali lagi Bleed berhasil dominan dengan skor 13-2 setelah membaut SCARZ seperti tidak berkutik.

Pada game terakhir, SCARZ sempat memenangkan delapan match, namun Bleed akhirnya berhasil melawan balik. Pada akhirnya, Bleed Esports membuktikan mereka dapat menang dengan skor 13-8, menjadikan kemenangan mereka dengan skor 3-0 selama final berlangsung.

Bleed Esports resmi menjadi juara VCT Ascension Pacific setelah mengalahkan SCARZ di babak final. Mereka memperoleh hadiah uang tunai senilai US$20.000. Ditambah, mereka berhak berpartisipasi di VCT Pacific League 2024. Sementara itu, Nutchaphon “sScary” Matarat dinobatkan sebagai MVP berkat penampilannya di final. Salah satu performa terbaik eScary saat ia melakukan 1v4 clutch play yang memicu kemenangan Bleed di match pertama.