All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Apex Legends: Ini Cara Cepat Farming Weapon XP

GAMEFINITY.ID, Bandung Apex Legends season 17 telah meluncur pada 9 Mei 2023. Season terbaru itu menghadirkan deretan konten baru termasuk Legend teranyar Ballistic dan perombakan map World’s Edge. Namun, yang paling menarik perhatian penggemar adalah sistem progression Weapon’s Mastery.

Sistem progression ini akan membantu pemain mendapat berbagai reward dari penggunaan sebuah senjata. Pemain dapat menaikkan level senjata tersebut dengan penggunaannya selama match. Masih bingung dengan sistem progression ini? Ingin cepat-cepat naik level senjata favorit? Gamefinity telah merangkum cara cepat farming Weapon XP di Apex Legends.

Cara Kerja Weapon Mastery di Apex Legends

Saat kamu memulai, setiap senjata berada pada Level 1 di Weapon Mastery. Kamu dapat menguasai senjata itu begitu mencapai Level 100. Untuk melakukannya, kamu membutuhkan total 1.000.000 Weapon XP. Weapon XP dapat diperoleh dengan berbagai cara.

Apex Legends Weapon Mastery trials
Weapon Mastery Apex Legends

Saat mencapai setiap 20 Level, pemain harus menyelesaikan tantangan berupa trial yang terkait dengan senjata tersebut. Jika berhasil menyelesaikan trial, pemain bisa melanjutkan progress dan kembali mengumpulkan Weapon XP.

Baca juga:

Cari Weapon Target Secepat Mungkin selama Match

Cara pertama menjadi cara terpenting selama match di Apex Legends untuk mendapat Weapon XP untuk sebuah senjata favorit. Setelah lakukan landing, segera cari senjata yang menjadi incaran untuk dinaikkan Weapon XP-nya. Tentunya, kamu berharap agar dapat menggunakan senjata incarannya sesegera mungkin.

Terdengar mudah, tapi sebenarnya loot di Apex Legends sangat acak, baik di Battle Royale, Mixtape, dan Ranked. Jika senjata incaran kamu masih belum ketemu, sebaiknya cari senjata lain untuk bertahan hidup dari serangan musuh. Semakin lama tanpa senjata api selama match, semakin sedikit Weapon XP yang akan didapat dan peluang untuk bertahan hidup semakin kecil. Oleh karena itu, gunakan senjata lain sambil mencari senjata incaran kamu jika ini terjadi.

Kalau kamu ingin mengumpulkan Weapon XP untuk senjata favorit banyak, cobalah mode Gun Run. Jika lebih nyaman respawn sambil menggunakan senjata pilihan kamu, Control dan Team Deathmatch menjadi mode yang cocok.

Baca juga:

Serang secara Agresif selama Match

 Apex Legends how to earn Weapon XP
Earning Weapon XP at Apex Legends

Umumnya, menyerang secara agresif menggunakan senjata favorit menjadi cara utama untuk mendapat Weapon XP. Kamu dapat menyerang musuh menggunakan senjata incaran kamu untuk memicu damage, melakukan kill, dan berhasil melakukan headshot. Ketiga aksi tersebut membantu kamu memperoleh Weapon XP.

Terlebih, bertarung dengan melakukan trik seperti sambil sliding, melompat, dan ziplining dapat membantumu memperoleh bonus Weapon XP. Ini menjadi salah satu cara agar memperoleh Weapon XP yang banyak dengan cepat di Apex Legends.

Tetap Pakai Senjata Incaran selama Match di Apex Legends

Ternyata menyerang secara agresif menggunakan senjata favorit bukanlah cara tercepat untuk mendapat Weapon XP, apalagi mengalahkan lawan sebanyak mungkin. Cara tercepat untuk menaikkan level senjata di Weapon’s Mastery sejauh ini adalah memegang senjata itu selama mungkin dalam match.

Metode ini sudah dicoba oleh Grrt, seorang YouTuber Apex Legends terkenal. Ia memperlihatkan metode tetap memakai senjata yang ingin dinaikkan level-nya selama mungkin dalam match. Dengan kata lain, kamu tidak perlu untuk mengganti senjata utamamu menjadi senjata sekunder. Cara ini bisa dibilang sangat efektif jika kamu kesulitan untuk melakukan kill.

Bertahan hidup selama mungkin selama match di Apex Legends menjadi faktor kunci agar mendapat Weapon XP sebanyak mungkin. Terlebih, semakin tinggi posisi kamu selama match, semakin banyak pula Weapon XP yang bisa diperoleh.

Itulah deretan cara cepat untuk farming Weapon XP. Mencapai Level 100 untuk senjata favorit memang panjang dan tidak mudah, tapi dengan cara ini, kamu dapat ber-progress lebih leluasa.

Grammy Awards Nyatakan Musik Buatan AI Tidak Layak Menang

GAMEFINITY.ID, Bandung – Grammy Awards, ajang penghargaan musik terbesar di dunia, telah mengumuman perubahan peraturan tentang karya musik berbasis AI. Pihak penyelenggara, The Recording Academy, menetapkan karya musik yang murni dibuat menggunakan AI tidak layak mendapat nominasi atau menang penghargaaan.

Industri kreatif disebut sedang terancam karena penggunaan AI yang marak semenjak kepopuleran ChatGPT. Banyak yang mengemukakan ketakutan akan AI dapat menggantikan posisi manusia untuk menciptakan karya kreatif. Contohnya, Writers’ Guild of America (WGA) dan Screen Actors Guild (SAG-AFTRA) sedang berkutat menentang menggunaan artificial intelligence dalam penulisan naskah dan akting.

Grammy Awards Ubah Aturan demi Larang Karya Musik Buatan Kreator AI

Grammy Awards AI music robot

The Recording Academy mencantumkan serangkaian perubahan tentang kelayakan musisi dan karya musiknya yang dapat masuk nominasi Grammy Awards. Salah satunya adalah penggunaan AI. Pihaknya melarang karya musik yang murni buatan AI tanpa campur tangan manusia sama sekali menjadi nominasi dan memenangkan sebuah penghargaan.

“Hanya kreator manusia yang layak [karyanya] diajukan, dipertimbangkan, dinominasikan, atau menang sebuah Grammy Award,” tulis The Recording Academy.

Baca juga:

Akan tetapi, The Recording Academy mencantumkan dalam rulebook-nya bahwa pihaknya tetap menganggap AI sebagai alat untuk kreativitas. Mereka menulis bahwa sebuah karya musik yang memiliki elemen AI dapat diajukan, asalkan kreator manusia telah berkontribusi menulis lagu tersebut.

“Jika ada suara AI yang menyanyikan lagu atau hasil instrumentasi AI, kami akan mempertimbangkannya. Tapi di kategori berbasis kepenulisan lagu, karya itu wajib dibuat oleh manusia. Sama dengan kategori penampilan (performance) – hanya penampil (penyanyi) manusia yang dapat dipertimbangkan untuk menang Grammy,” tutur Harvey Mason Jr. selaku CEO The Recording Academy di laman resmi Grammy.

Penggunaan AI dalam Industri Musik

Grammy awards AI music

Perkembangan artificial intelligence saat ini makin maju dan marak di dunia kreatif, terutama industri musik. Namun penggunaannya untuk membuat musik masih menuai kontroversi. AI memang dinilai sebagai alat untuk membantu menuangkan kreativitas dalam pembuatan karya musik. Pada saat yang sama, banyak yang menakutkan AI dapat menggantikan posisi manusia.

AI bahkan dapat digunakan untuk meniru suara musisi terkenal. Ditambah, semakin banyak musisi yang menggunakan AI dalam proses pembuatan lagu. Sebagai contohnya, Paul McCartney mengumumkan sebuah lagu terakhir dari The Beatles akan rilis tahun ini. Ia menggunakan AI untuk meniru suara mendiang John Lennon.

Terlebih, AI juga bisa disalahgunakan untuk menggunakan suara musisi dalam menciptakan lagu seakan-akan itu karyanya. Contoh yang paling terkenalnya adalah Heart of My Sleeve yang disebut sebagai lagu Drake dan The Weeknd palsu. Sempat viral di layanan streaming, Universal Music Group meminta agar lagu itu ditarik dari peredaran. Tentunya, lagu yang dibuat menggunakan AI sepenuhnya itu tidak layak memenangkan sebuah Grammy.

Sementara AI menjadi alat kontroversial dalam dunia seni, aturan Grammy terbaru itu menekankan pentingnya kreativitas manusia dalam pembuatan karya. Pastinya, The Recording Academy berharap Grammy Awards dapat tetap menjadi ajang penghargaan musik khusus karya buatan manusia.

Taylor Swift Umumkan Jadwal Konser International The Eras Tour

GAMEFINITY.ID, Bandung – Taylor Swift akhirnya akan membawa The Eras Tour ke luar Amerika Serikat. Sebelumnya, ia mengumumkan akan menggelar konser di negara-negara Amerika Latin begitu semua jadwal konser di Amerika Serikat sudah selesai. Pelantun Anti-Hero itu juga akan berkunjung ke negara lain di Asia, Eropa, dan Oceania mulai tahun 2024 untuk menggelar konser.

Taylor Swift Tambah Tanggal Konser The Eras Tour di Luar Amerika Serikat.

Pelantun Lavender Haze itu mengumumkan melalui media sosialnya, termasuk Twitter, bahwa The Eras Tour akan merambah ke negara-negara lain di luar Amerika Serikat dengan total 38 jadwal baru pada 2024 mendatang.

Sebelumnya, Taylor Swift sudah mengumumkan ia akan menggelar konser di negara-negara Amerika Latin pada 2 Juni 2023. Ia akan memulai leg Amerika Latin dengan konser di Meksiko pada 24-27 Agustus. Kemudian, Swift akan berkunjung ke Buenos Aires, Argentina pada 9-11 November. Terakhir, ia mengakhiri leg Amerika Latin dengan konser di Sao Paulo Rio de Janeiro pada 18-19 November dan Sao Paulo pada 24-26 November.

Taylor Swift The Eras Tour dates

Setelah rehat pada Desember dan Januari, Taylor Swift akan manggung di Tokyo selama 4 hari pada 7-10 Februari 2024. Ia kemudian berkunjung ke Australia, Singapura, Prancis, Swedia, Portugal, Spanyol, Inggris, Irlandia, Belanda, Swiss, Italia, Jerman, Polandia, dan Australia. The Eras Tour saat ini dijadwalkan berakhir di Wembley Stadium, London, Inggris pada 16-17 Agustus 2024.

Sayangnya, Singapura menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang akan dikunjungi Taylor Swift sebagai bagian dari The Eras Tour. Terlebih, ia akan menggelar tiga konser di Singapore National Stadium pada 2-4 Maret 2024.

Baca juga:

Sabrina Carpenter Jadi Opening Act di Australia dan Singapura

Swift belum mengungkap siapa yang menjadi opening act di setiap konsernya yang akan datang. Namun, Sabrina Carpenter sudah dipastikan akan membuka konser di negara-negara Amerika Latin, Australia, dan Singapura.

Opening act untuk jadwal konser lain juga akan diumumkan dalam waktu dekat. Sebelumnya, Taylor Swift mengundang sederetan musisi terkenal untuk membuka konser-konsernya di Amerika Serikat seperti Gayle, Haim, dan Gracie Abrams.

Sementara itu, Taylor Swift juga akan merilis album Speak Now (Taylor’s Version) pada 7 Juli 2023. Album tersebut sudah termasuk 6 lagu baru yang belum pernah dirilis sebelumnya.

Dev Crash Bandicoot Pastikan Activision Berminat Buat Entri Baru

GAMEFINITY.ID, Bandung – Crash Team Rumble baru saja rilis dan sudah memicu kekhawatiran penggemar franchise Crash Bandicoot. Banyak dari mereka memandang perilisan game multiplayer itu mungkin menjadi pertanda franchise ikonik itu akan kembali vakum atau lebih buruknya dihentikan oleh Activision.

Toys for Bob selaku pengembang Crash Team Rumble mengungkap bahwa rumor itu tidak tepat. Mereka memastikan bahwa Activision tidak akan menghentikan franchise Crash Bandicoot.

Perilisan Crash Team Rumble sudah Picu Kekhawatiran Penggemar

Crash Bandicoot Crash Team Rumble Activision

Crash Team Rumble telah rilis pada 20 Juni 2023 sebagai game online multiplayer untuk PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, dan Xbox Series X|S. Game tersebut merupakan game live service tidak seperti entri-entri sebelumnya semenjak Crash Bandicoot sudah di bawah naungan Activision.

Baca juga:

Beberapa penggemar justru khawatir dengan masa depan Crash Team Rumble. Bukan hanya sebagai live service, game tersebut merupakan game berbayar. Lebih parahnya lagi, terdapat microtransaction berupa battle pass berbayar dengan update seasonal.

Terlebih, akhir-akhir ini game live service satu per satu banyak yang berguguran. Sebut saja contohnya seperti Babylon’s Fall, CrossfireX, Knockout City, dan Rumbleverse yang tidak bertahan lama.

Baca juga:

Activision Takkan Mematikan Franchise Crash Bandicoot

Dan Neil, direktur kreatif Toys for Bob, menjawab kekhawatiran penggemar melalui wawancaranya dengan VGC. Dirinya memastikan Activision tetap mendukung studionya tetap mengerjakan franchise Crash Bandicoot. Bahkan, Activision sendiri dikatakan berminat untuk membuat entri terbaru yang menampilkan karakter Crash.

“Tentu saja, ada hasrat dan etos inti dari game yang telah dicontohkan Toys for Bob bahwa mereka sangat hebat dalam memproduksi selama beberapa dekade terakhir. Tapi ini tidak hanya tentang apa yang kami suka, Activision menyatakan dukungannya dan mereka ingin terus berinvestasi judul-judul baru dari franchise ini. Mereka juga percaya kami bisa melakukan sesuatu yang baru dan menyenangkan,” ucap Neil.

Neil juga membantah gagasan bahwa Toys for Bob beralih membantu mengembangkan game Call of Duty setelah penjualan Crash Bandicoot 4: It’s About Time tidak sebesar yang diharapkan. Ia justru mengandalkan pengalaman dari kerja samanya dengan tim Call of Duty untuk mengembangkan Crash Team Rumble.

Berbicara tentang Call of Duty, Activision baru-baru ini mengumumkan Modern Warfare 2 dan Warzone telah berkolaborasi dengan Crash Bandicoot. Kolaborasi ini untuk menyambut perilisan Crash Team Rumble. Bundle tersebut sudah tersedia saat ini.

Reshuffle Internal, EA Pisah Label EA Games dan EA Sports!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Electronic Arts atau EA telah mengumumkan pihaknya akan melakukan shakeup atau perombakan secara internal. Salah satu perombakan tersebut berupa pemisahan EA Games dan EA Sports. Ditambah, EA Games kini akan berganti nama sebagai EA Entertainment.

Pengumuman ini telah ditulis oleh CEO EA sendiri Andrew Wilson melalui laman resminya. Keputusan untuk memisahkan kedua label itu sebagai evolusi dari perusahaan demi memperkuat tim kreatifnya. Ditambah lagi, pengumuman itu hampir bertepatan dengan penundaan Immortals of Aveum.

Baca juga:

Pemisahan EA Games (sebagai EA Entertainment) dan EA Sports

“Kami mengumumkan langkah selanjutnya dari strategi kami dengan meluruskan studio-studio kami menjadi dua organisasi yang akan melapor pada saya – EA Entertainment dan EA Sports. Evolusi dari perusahaan kami terus memperkuat para pemimpin studio kami dengan kepemilikan kreatif dan akuntabilitas keuangan lebih banyak demi membuat keputusan lebih cepat dan mendalam terhadap pengembangan dan strategi pasar,” tulis Wilson.

Wilson menyatakan langkah tersebut diambil demi mempercepat bisnis dan memacu pertumbuhan bagi perusahaan. Ia menjamin EA akan menyediakan manfaat jangka panjang untuk karyawan, pemain, dan komunitas.

Electronic Arts membentuk brand EA Games pada tahun 1999 sebagai divisi publishing. Tentunya, EA Games bukanlah label in-house tertua. EA Sports justru mendapat gelar tersebut karena didirikan pada 1991.

EA games as EA Entertainment

Alasan dibalik rebranding EA Games sebagai EA Entertainment pada 20 Juni 2023 menjadi pertanda bahwa perusahaan ingin tidak berfokus pada game saja dalam industri. Tujuan lainnya adalah untuk membangun masa depan dunia hiburan interaktif dengan pondasi franchise legendaris dan pengalaman baru inovatif dari game-nya.

EA Entertainment tetap bertanggung jawab dengan franchise game populer seperti Apex Legends, Battlefield, Mass Effect, Dead Space, dan The Sims. Sementara itu, EA Sports masih akan mengurus franchise game olahraga seperti Madden NFL, PGA Tour, F1, dan EA Sports FC.

EA sports reshuffle

EA Sports FC menjadi salah satu tantangan pertama bagi EA Sports dalam arah baru ini. Pasalnya, judul baru franchise tersebut merupakan rebranding dari franchise game FIFA besutannya setelah memutuskan untuk tidak perpanjang kontrak dengan FIFA.

Baca juga:

Reshuffle Tokoh-Tokoh Penting

Andrew Wilson selaku CEO Electronic Arts juga mengumumkan reshuffle tokoh-tokoh penting bagi perusahaan. Ini dilakukan demi memanfaatkan kesempatan besar untuk pertumbuhan dengan tujuannya.

Pertama, Chief Operating Officer Laura Miele kini bertanggung jawab sebagai kepala EA Entertainment. Miele akan memantau studio-studio besar milik perusahaan seperti Respawn, DICE, Ridgeline Games, Bioware, dan Maxis. Ia akan bekerja sama dengan tokoh eksekutif kunci yaiu Vince Zampella, Samantha Ryan, Jeff Gamon, dan Jeff Karp.

Sementara itu, Cam Weber akan terus memimpin label EA Sports sebagai presiden. Weber akan bertanggung jawab dalam pengembangan franchise game olahraga milik Electronic Arts, termasuk EA Sports FC.

Andrew Wilson tetap mempertahankan posisinya sebagai CEO, sedangkan Chris Burzzo pensiun setelah menjabat sebagai Chief Experiences Officer. Posisi tersebut kini digantikan oleh David Tinson yang memimpin tim EA Experiences.

Tahun ini, EA sudah mencapai kesuksesan yang cukup gemilang dengan Dead Space remake dan Star Wars Jedi: Survivor. Selanjutnya, mereka akan merilis Immortals of Aveum pada Agustus ini. Ditambah lagi, franchise EA Sports FC akan muncul dengan entri pertamanya semenjak rebranding dari FIFA.

PMPL Indonesia Fall 2023: Persija Evos Menjadi Juara!

GAMEFINITY.ID, Bandung PUBG Mobile Pro League (PMPL) Indonesia Fall 2023 telah digelar pada 7-18 Juni 2023 dan menampilkan berbagai pertandingan seru. Pada babak final, Persija Evos berhasil keluar sebagai juara sekaligus mencetak sejarah di sejarah esports PUBG Mobile!

Persija Evos Berhasil Unjuk Gigi hingga Jadi Juara PMPL Indonesia Fall 2023

Persija Evos PMPL Indonesia Fall 2023

Persija Evos sudah start dengan gemilang semenjak pekan pertama PMPL Fall 2023. Tim yang juga terkenal dengan julukan The Cyber Tiger itu menunjukkan performa lebih kuat dan mengalahkan setiap lawannya. Pada pekan pertama saja, mereka berhasil merebut total 6 Win Win Chicken Dinner.

The Cyber Tiger juga harus bersaing melawan 15 tim yang begitu kuat dan turut memperebutkan bagian terbesar dari total hadiah US$80 ribu, yaitu US$22.400. Tiket untuk berpartisipasi di Super League Fall juga menjadi incaran setiap peserta PMPL Indonesia Fall 2023.

Secara menghebohkan, Persija Evos berhasil menembus 500 poin di klasemen setelah 60 match dan memimpin dengan perbedaan skor 110 poin dari posisi kedua. Setelah final berakhir, The Cyber Tiger berhasil mengumpulkan total 529 poin, menjadikannya sebagai juara PMPL Indonesia Fall 2023. Terlebih, mereka juga merebut 3 WWCD tambahan selama final berlangsung pada 18 Juni lalu.

Rival terdekatnya, Morph GPX, harus duduk di posisi kedua klasemen dengan 419 poin. Sementara itu, juara bertahan BOOM Esports berada di posisi kedua dengan 411 poin.

Baca juga:

Zuxxy Jadi MVP Turnamen!

Perjuangan Persija Evos yang impresif ini berkat performa yang dipimpin oleh dynamic duo Luxxy dan Zuxxy. Ada juga Linxx, Miseryy, RedFace, dan Microboy sebagai anggota. Walau Luzzy dan Microboy tampil sebagai substitute, The Cyber Tiger tetap mengaum begitu kencang hingga menakhlukkan setiap lawannya.

Tidak hanya itu, Zuxxy juga dinobatkan sebagai MVP PMPL Indonesia Fall 2023 karena performanya yang impresif. Ia berhasil mencetak 108 total elimination dan melakukan total damange lebih dari 22,5 ribu HP. Karena perjuangannya itu, ia mendapat Survivor Awards.

Sementara itu, Rosemary dari Alter Ego memenangkan Gunslinger Awards. Yummy dari Boom Esports juga mendapat Grenade Master, sementara Asaa RRQ memperoleh Field Medic Award, dan KAGE Ziro2K merebut gelar Eagle Eye.