All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Take-Two Sebut GTA 6 Berpotensi Rilis Tahun 2024?

GAMEFINITY.ID, Bandung – GTA 6 atau Grand Theft Auto 6 tidak diragukan lagi menjadi game yang paling dinanti saat ini. Take-Two Interactive, pemilik Rockstar Games, telah mengungkap detail terbaru entri berikutnya dari franchise game terbesar sepanjang masa itu. Mereka menyebut GTA 6 dapat meluncur paling cepat tahun depan.

Rockstar selama ini belum memberi kabar apapun setelah menyebut Grand Theft Auto 6 sedang dalam pengembangan. September lalu, GTA 6 sempat mengalami yang mungkin saja kebocoran terbesar dalam sejarah dunia game. Namun, tim pengembang memastikan kebocoran itu tidak berdampak pada bisnis dan proses pengembangan.

Baca juga:

Take-Two Membagikan Tujuan untuk Tahun Fiskal Berikutnya

Dalam press release sekaligus laporan keuangan tahunannya, Take-Two membagikan tujuannya agar dapat meraup untung sebesar US$8 miliar pada tahun fiskal 2025. Tahun fiskal 2025 disebut akan dimulai pada April 2024 dan berakhir Maret 2025.

“Melihat ke depan, [tahun] Fiskal 2025 menjadi tahun yang paling dinanti perusahaan. Selama beberapa tahun terakhir, kami sudah menyiapkan bisnis kami untuk merilis berbagai proyek yang luar biasa yang kami percaya akan membawa perusahaan kami pada kesuksesan lebih hebat. Dalam [tahun] Fiskal 2025, kami berharap untuk memasuki era baru ini dengan meluncurkan beberapa judul groundbreaking yang kami percaya akan memasang standar baru di industri kami dan membuat kami mampu mencapai keuntungan bersih lebih dari US$8 miliar dan adjusted unrestricted operating cash flow lebih dari US$1 miliar, Kami berharap dapat mempertahankan momentum dengan mencapai hasil operasional bertingkat lebih tinggi pada [tahun] Fiskal 2026 dan seterusnya” tulis Take-Two.

Baca juga:

GTA 6 Bisa Saja Rilis Tahun 2024?

GTA 6 possibly release in 2024 2
GTA 6 disebut akan rilis tahun 2024?

Walau tidak menyebut Grand Theft Auto 6, tampaknya game itu dapat menjadi bagian dari berbagai judul groundbreaking yang telah disiapkan Take-Two. Sebelumnya, Grand Theft Auto 5 menjadi game terlaris kedua sepanjang masa dengan total 180 juta kopi per Mei 2023. Bukan tidak mungkin lagi game terbaru besutan Rockstar itu dapat mencapai keuntungan masif sekaligus memasang standar baru di industri game seperti yang disebutkan.

Baca juga:

Take-Two juga melaporkan pihaknya meraup untung bersih sebesar US$5,3 miliar. Angka itu menjadi rekor tertinggi bagi perusahaan. Rekor ini disebut dapat tercapai berkat Zynga, yang diakuisisi tahun lalu. Pada beberapa tahun sebelumnya, Take-Two hanya dapat mencapai untung US$3 miliar.

Saat ini, belum diketahui apakah spekulasi perilisan GTA 6 pada tahun 2024 akan terwujud. Take-Two sejauh ini belum berkomentar apapun.

Apex Legends: Inilah 5 Legend Terbaik untuk Pemula

GAMEFINITY.ID, Bandung – Berbicara tentang battle royale dan first person shooter, Apex Legends menjadi salah satu pilihan terpopuler saat ini, baik bagi pemula atau veteran sekalipun. Game besutan EA itu memiliki berbagai karakter beragam yang masing-masing memiliki abilities unik dan menarik. Per season 17, terdapat total 24 karakter atau Legend yang bisa dipilih.

Begitu banyak karakter yang tersedia sudah dapat membuat pemain pemula kebingungan untuk memilih Legend mana yang cocok dan mudah untuk dimainkan. Ditambah lagi, mereka harus beradaptasi dan mempelajari dasar dari game-nya terlebih dahulu.

Berikut adalah lima legend terbaik untuk pemula di Apex Legends berdasarkan berbagai sumber.

Bangalore

Apex Legends Bangalore for beginners

Bangalore merupakan salah satu karakter populer di kalangan pemula dan veteran. Legend Assault ini merupakan karakter yang balanced dan memudahkan pemain untuk mengatasi rintangan rumit.

Passive Ability-nya, Double Time, menjadi keuntungan bagi pemain pemula. Ability itu memudahkan pemain bergerak cepat jika terkena damage. Cara ini menjadi yang terbaik agar tembakan musuh meleset.

Tactical Ability-nya, Smoke Launcher, sangat berguna karena berbagai alasan. Sering sekali pemain menggunakan ability untuk membuat smoke screen untuk berlindung. Smoke screen tersebut juga dapat melindungi rekan setimnya.

Ultimate Ability-nya, Rolling Thunder, juga bermanfaat untuk mengecoh musuh sekaligus memberi beberapa damage. Setidaknya, ability tersebut tidak memberi damage pada rekan tim. Setiap ledakan dari Rolling Thunder akan memicu 40 damage sekaligus memperlambat pergerakan musuh.

Baca juga:

Bloodhound

Apex Legends Bloodhound for beginners

Bloodhound memiliki ability yang ramah bagi pemula dan mudah dipergunakan untuk membantu tim pemain. Tidak heran, Legend Recon itu merupakan salah satu karakter yang mudah dipergunakan. Ia sering sekali dianggap sebagai Legend terbaik di kalangan pemain berkat keuntungan dari ability-nya.

Tactical Ability-nya, Eye of the Allfather, dapat memindai tempat dalam jarak hingga 75 meter untuk menemukan pemain yang bersembunyi. Tidak hanya itu, berbagai perangkap dan petunjuk juga dapat terdeteksi. Oleh karena itu, ability ini sangat berguna bagi pemain pemula.

Keuntungan lain terdapat pada Passive Ability-nya, Tracker. Ability tersebut dapat mengungkap jejak kaki musuh dan melaporkan kemungkinan keberadaannya pada rekan tim.

Ultimate Ability-nya, Beast of the Hunt, menambah kecepatan langkahnya selama 30 detik. Vision-nya akan berubah menjadi hitam putih, musuh beserta jejak kakinya berubah warna menjadi merah seakan seperti ancaman berbahaya. Terakhir, ia juga akan mengirim raven putih untuk membantu menemukan musuh dengan mudah. Ultimate Ability ini akan membuat Bloodhound seperti mesin pembunuh berbahaya.

Baca juga:

Lifeline

Apex Legends Lifeline for beginners

Lifeline merupakan Legend Support yang juga populer di kalangan pemula. Ia memiliki ability healing yang dapat membantu tim untuk bertahan. Saat ini, ia menjadi pilihan yang cocok bagi pemain yang pasif dan tidak ingin begitu terlibat dalam pertempuran.

Ia dapat melakukan summon D.O.C. Heal Drone sebagai Tactical Ability-nya. Drone tersebut dapat melakukan healing pada dirinya dan rekan tim dalam jarak hingga 6 meter. Passive Ability-nya, Combat Revive, juga dapat mengirim drone untuk menghidupkan kembali rekan tim yang gugur tanpa harus mendekatinya. Pemain dapat tetap menyerang musuh tanpa harus repot menunggu atau mendekati rekan tim yang sedang dalam proses revive.

Satu lagi keuntungan terbesarnya terletak pada Ultimate Ability, Care Package. Begitu digunakan, ia akan mengirim sebuah Care Package berisi barang berupa med kit, armor, dan attachment senjata sebagai upgrade.

Baca juga:

Octane

Apex Legends Octane for beginners

Octane tidak hanya Legend yang mudah dipergunakan bagi pemain, tetapi juga salah satu yang paling menyenangkan. Legend Skirmisher ini cocok bagi pemain yang ingin berperan agresif dan cepat.

Tactical Ability-nya, Stim, dapat mempercepat langkahnya selama enam detik, sehingga memudahkannya untuk menghindar dari musuh. Untuk menggunakan Stim, pemain harus mengorbankan 20 HP. Untungnya, Passive Ability-nya, Swift Mend, dapat melakukan heal otomatis per detiknya.

Ultimate Ability milik Octane dapat meletakkan Launch Pad yang dapat digunakan siapapun, termasuk musuh. Jika melangkah pada Launch Pad, pemain akan meluncur ke udara untuk menyerang musuh atau dengan cepat melarikan diri.

Semua ability Octane memang sangat mudah dimengerti oleh pemain pemula sekalipun. Akan tetapi, agar dapat menggunakannya, pemain harus meng-unlock Octane terlebih dahulu dengan Legend Point.

Baca juga:

Wraith

Apex Legends Wraith for beginners

Wraith merupakan satu lagi Legend yang populer di kalangan pemain Apex Legends. Bahkan saat setiap season-nya, Legend Skirmisher ini konsisten menjadi salah satu karakter yang paling banyak terpilih. Mungkin cukup banyak pemain terintimidasi karena banyak yang mengatakan Wraith cukup rumit untuk digunakan. Kenyataannya, ia menjadi karakter yang cukup mudah untuk dipelajari. Sebagai pemula, pemain dapat berfokus pada pergerakan dan gunplay.

Tactical Ability berupa Into the Void dapat memicunya tidak terlihat dalam beberapa saat. Keuntungan saat menggunakan ability ini adalah ia tidak mendapat damage, memudahkannya untuk mencari tempat agar bisa melakukan healing. Sayangnya, ability ini membuatnya tidak dapat membuka pintu atau menyerang.

Passive Ability-nya, Voice of the Void, membuat Wraith bisa mendengar suara bahwa musuh berada di dalam jangkauannya. Pemain bisa mendapat peringatan seperti ini jika musuh membidiknya, terdapat perangkap dan musuh di dekatnya. Pemain juga mampu membagikan informasi ini pada rekan timnya.

Ultimate Ability-nya, Dimensional Rift, membuat sebuah portal entah untuk kabur atau berpindah ke tempat lain demi menyerbu musuh. Portal tersebut juga dapat dipergunakan oleh musuh. Walau tidak memiliki ability offensive, Wraith mempunyai kecepatan yang lincah.

Baca juga:

Itulah lima karakter terbaik dari Apex Legends yang dapat digunakan pemula. Patut diingat, pemain tidak perlu selalu terpaku dengan daftar ini. Semua Legend lain juga memiliki ability yang tidak kalah menarik. Pada akhirnya, semuanya bergantung kenyamanan pemain selama menikmati Apex Legends dalam mencoba menggunakan berbagai Legend sambil bereksperimen.

Black Knight Netflix Dituduh Plagiat Death Stranding!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Black Knight menjadi K-drama original Netflix terbaru yang sudah rilis pada 12 Mei 2023. Drama yang diangkat dari webtoon berjudul sama oleh Lee Yun-kyun itu juga menjadi comeback Kim Woo-bin. Sayangnya, baru-baru ini terdapat tuduhan bahwa K-drama itu merupakan plagiat dari game Death Stranding.

K-drama original Netflix itu menceritakan sebuah masa depan dystopia di mana polusi semakin parah. Saat itu, sekelompok kurir elit dengan gelar Knight yang mengantar oksigen segar menjadi andalan agar dapat bertahan hidup. Drama ini turut dibintangi oleh Song Seung-heon, Kang You-seok, dan Esom.

Black Knight Dituduh Mirip Death Stranding?

Black Knight Death Stranding protagonist
Black Knight disebut plagiat Death Stranding

Netizen mulai menilai Black Knight memiliki kemiripan dengan Death Stranding dari trailer­nya. Bahkan, setelah penayangan perdananya di Netflix, tuduhan netizen semakin menguat.

Mereka menganggap terdapat kesamaan antara Death Stranding dan Black Knight. Di antaranya, karakter utama mengantarkan paket untuk bertahan hidup dan juga latar dystopia yang mirip. Tidak heran mereka masih bersikukuh bahwa K-drama itu merupakan plagiat dari Death Stranding.

Baca juga:

Netflix dan Produser Beri Respon Menohok!

Pihak produser dan Netflix ikut memberi respon terhadap tuduhan plagiat tersebut. Mereka menekankan K-drama produksi mereka itu merupakan adaptasi dari webtoon yang pertama kali muncul tiga tahun sebelum Death Stranding.

Faktanya, webtoon yang menjadi bahan adaptasi serial drama itu pertama kali debut pada tahun 2016. Death Stranding justru pertama kali rilis pada 2019. Ini menjadi salah satu bantahan keras bahwa Black Knight itu merupakan hasil plagiat dari game besutan Kojima Productions itu.

Baca juga:

Sementara itu, Black Knight berhasil mencatat 31,22 juta jam tayang selama tiga hari setelah perilisannya. Ini menjadikannya K-drama itu menjadi nomor satu di chart kategori non-English secara global.

Walau populer, belum diketahui apakah tuduhan ini akan berdampak panjang pada Black Knight. Pada saat yang sama, K-drama ini disambut positif oleh penggemar berkat cerita distopianya yang menarik.

Semua episode dari Black Knight kini sudah dapat disaksikan eksklusif di Netflix.

Echo, Spinoff Hawkeye, Rilis Semua Episode November Ini

GAMEFINITY.ID, Bandung – Disney+ akhirnya mengumumkan tanggal tayang perdana Echo, serial spinoff Hawkeye. Serial superhero tersebut akan tayang pada 29 November 2023. Tidak hanya itu, Disney+ juga akan merilis semua episode dari serial itu sekaligus, menjadikannya serial Marvel Cinematic Universe (MCU) pertama yang mendapat binge release yang pertama kali dipopulerkan Netflix.

Echo, Serial Spinoff Hawkeye yang Berfokus pada Karakter Maya Lopez

Echo Maya Lopez in Hawkeye
Karakter Maya Lopez pertama kali muncul di Hawkeye

Serial ini pertama kali diumumkan pada Maret 2021, kurang lebih delapan bulan sebelum Hawkeye tayang perdana. Echo berfokus pada Maya Lopez, sosok superhero Native American tuna rungu yang memiliki kemampuan meniru gaya bertarung musuhnya. Cerita dalam serial tersebut akan berlatar di kampung halamannya. Lopez berupaya untuk mencoba menghayati makna sebenarnya dari keluarga sekaligus mencari tahu tentang asal-usulnya sebagai Native American.

Alaqua Cox kembali memerankan Maya Lopez dari Hawkeye. Vincent D’Onofrio yang berperan sebagai Kingpin atau Wilson Fisk di serial tersebut juga akan kembali. Keduanya akan ditemani Zahn McClarnon sebagai William Lopez dan Charlie Cox sebagai Matt Murdock atau Daredevil. Hadirnya D’Onofrio dan Cox merupakan rencana agar Daredevil masuk ke dalam bagian MCU.

Baca juga:

“Di Hawkeye, penggemar diperkenalkan dengan Maya Lopez, karakter yang diperankan Alaqua Cox, untuk pertama kalinya. Dia akan kembali untuk membalas dendam di Echo, sebuah drama miniseri dari tim penulis, sutradara, dan para pemeran pribumi,” ungkap Kevin Feige saat di upfront Disney pada 16 Mei.

Bukan per Minggu, Semua Episode Akan Rilis Sekaligus!

Pada upfront Disney, Loki Season 2 sudah mendapat tanggal tayang perdana 6 Oktober dan akan rilis setiap episode per minggunya. Echo akan tayang perdana pada 29 November di Disney+. Bedanya, Disney+ akan merilis semua episode dari Echo sekaligus saat itu.

Ini jadi kali pertama serial MCU tayang perdana dengan semua episode sekaligus. Padahal sebelummya, serial MCU biasanya rilis episode baru setiap minggu. Keputusan ini mengikuti strategi yang sudah menjadi ciri khas Netflix, binge strategy. Namun, strategi itu juga dikritik karena memicu hype turun dengan cepat.

Baca juga:

Beberapa serial original Disney+ juga pernah tayang perdana dengan binge release. Contohnya, season kedua dari Doogie Kamealoha, M.D. dan The Proud Family: Louder and Prouder rilis semua episode sekaligus.

Echo akan tayang perdana dengan semua episode sekaligus pada 29 November 2023 eksklusif di Disney+. Bagi yang ingin kenal lebih dalam dengan Maya Lopez, kamu bisa catch up dengan menonton Hawkeye terlebih dahulu.

PUBG Mobile v2.6 Hadirkan Tema Dinosaurus! Ini Detailnya!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Krafton dan Level Infinite akhirnya merilis PUBG Mobile v2.6 pada 18 Mei 2023. Tidak disangka-sangka, versi terbaru tersebut hadir dengan tema dinosaurus! Hadirnya dinosaurus tentu akan menjadi bagian dari event Dinoground. Ini menjadi satu lagi kejutan dari tim pengembang untuk membuat gameplay lebih menyenangkan sekaligus menegangkan.

Selain dinosaurus, PUBG Mobile kini menghadirkan update ekspansi untuk World of Wonder. Bersama dengan itu, update untuk Cycle 4 Season 12 akan hadir dengan berbagai konten dan reward baru.

Themed Mode Baru di PUBG Mobile: Dinoground

Dalam event Dinoground, pemain dapat menemukan peradaban dinosaurus di map Erangel dan Livik. Terdapat Primal Zone dan Dinosaur Settlement yang tersebar di kedua map tersebut. Pemain dapat mengunjungi keduanya untuk menemukan dinosaurus dan berbagai supplies.

PUBG Mobile v26 dinosaurus themed
Pemain dapat mengandalkan dinosaurus agar membantu dalam pertarungan

Terdapat tiga jenis dinosaurus, yaitu Velociraptor, Pterosaur, dan T-Rex. Pemain dapat unlock dan mengendarai ketiganya setelah membuat mereka jinak. Velociraptor dan Pterosaur dapat ditemukan di Primal Zone, sedangkan T-Rex dapat ditemukan di Dinosaur Settlement.

Velociraptor memiliki kemampuan melompat tinggi untuk membantu pemain melewati atap atau tempat tinggi. Pterosaurus dapat membawa pemain terbang mengelilingi map dan mengambil musuh dengan cakarnya. Kedua jenis dinosaurus itu hanya dapat membawa satu pemain.

T-Rex juga dapat dijadikan teman bertarung. Dinosaurus karnivora raksasa itu dapat membawa maksimal empat pemain dan memiliki dua skill hebat, Roar dan Dash. Roar dari T-Rex dapat memicu damage banyak dan getaran layer. Dash dapat mempercepat kecepatan T-Rex.

Ada juga minigame bertema dinosaurus di Primal Zone. Di antaranya adalah Pterosaur Hoops, Dino Hatcheries, dan Velociraptor Jumping.

Baca juga:

Ekspansi Mode World of Wonder

PUBG Mobile v2.6 World of Wonder
World of Wonder memiliki berbagai update menarik di PUBG Mobile v2.6

Selain tema dinosaurus, PUBG Mobile juga melakukan ekspansi pada World of Wonder. Terdapat berbagai upgrade penting yang dapat membantu pemain lebih kreatif. Bagi yang belum tahu, World of Wonder adalah mode creative yang membantu pemain membuat mode dan map-nya sendiri dengan aturan spesifik.

Salah satu di antaranya adalah gameplay device baru, seperti Teleportation Device, Dinosaur Spawn Device, dan UAZ Spawn Device. Berbagai objek baru telah ditambahkan seperti Trampoline, Launcher, Convenyor Belt, dan Boost Belt.

Tim pengembang ikut memperkenalkan tipe gameplay parkour baru, yaitu obstacle course yang terdiri dari perangkap tersembunyi seperti platform bergerak, palu ayunan besar, dan lainnya. Pemain yang pertama mencapai garis finish menjadi pemenangnya.

Baca juga:

Dalam v2.6, terdapat juga berbagai update lainnya. Salah satunya terdapat di Classic Mode. Pemain dapat menggunakan attachment Full-Auto Mode untuk M16A4 dan Mk47. Jika menggunakannya, pemain dapat menggunakan mode full-auto firing. Tim pengembang juga telah merombang spesifikasi beberapa senjata api.

PUBG Mobile v2.6 kini sudah tersedia. Untuk detail lebih lanjut, kunjungi patch note di laman resminya.

Overwatch 2 Ungkap Roadmap Season 5-7, PvE Hero Mode Batal

GAMEFINITY.ID, Bandung – Blizzard mengumumkan roadmap konten untuk Overwatch 2 pada season 5, 6, dan 7. Pihaknya memfokuskan roadmap tersebut berisi beragam konten yang sudah direncanakan untuk beberapa season mendatang.

Kabar buruknya, PvE Hero Mode, mode yang sudah lama dinantikan penggemar, telah dibatalkan. Sebagai gantinya, mereka akan merilis konten PvE seasonal yang lebih kecil.

Saat ini Overwatch 2 sedang berada di season keempat yang dimulai 11 April dan diharapkan berakhir pertengahan Juni. Season tersebut memperkenalkan hero baru, Lifeweaver.

Baca juga:

Hero Mode Batal, Ini Alasannya

Saat Blizzard pertama kali mengumumkan Overwatch 2, tim pengembang sempat membocorkan bahwa game tersebut akan memiliki mode campaign PvE yang akan hadir bersama mode kompetitif PvP. Sayangnya, Aaron Keller, sutradara game, mengabarkan bahwa bahwa PvE Hero Mode, mode campaign yang dimaksud, telah dibatalkan.

“Kami memiliki pilihan sulit untuk diambil Kami dapat lanjut bekerja dengan visi awal untuk Overwatch tanpa bayangan end date yang pasti atau mengubah strategi kami dan segera memberi sesuatu pada pemain. Kami memilih [pilihan] yang kedua, dan kami merilis Overwatch 2 Oktober lalu dengan hero baru, map baru, mode, dan dan update seasonal regular. Tapi lebih dari itu, kami mengubah visi bagaimana kami ingin mengembangkan game. Sekarang, kami memiliki komitmen untuk selalu memprioritasikan game live [service] dan semua orang yang memainkannya serta untuk memprioritaskan usaha pengembangan kami di sana,” ungkap Keller.

“Pengembangan pengalaman PvE tidak terlalu mendapat progress yang kami inginkan. Tim kami sudah membuat banyak konten hebat. Jadi, ada banyak misi hebat yang sangat menyenangkan, ada juga musuh baru yang super menyenangkan untuk diajak bertarung. Tapi sayangnya, usaha untuk membawa semua hal itu pada pengalaman berkualitas Blizzard yang kami bawa ke pemain sangat besar, dan benar-benar tidak ada akhir yang terbayang. Kami harus membuat pilihan sulit: Apakah kami ingin menaruh semua usaha kami ke PvE atau tetap berfokus pada game live [service] dan melayani pemain?” tambah Jared Neuss, produser eksekutif.

Baca juga:

Neuss memaparkan timnya tidak dapat membawa visi awal dari mode PvE yang pertama kali diumumkan pada 2019. Dengan kata lain, keputusan untuk membatalkan PvE Hero Mode demi memprioritaskan komponen multiplayer. Sebagai gantinya, tim pengembang tetap akan menghadirkan elemen PvE dengan arah yang berbeda sesuai dengan roadmap yang baru-baru ini terungkap.

Inilah Roadmap Konten untuk Overwatch 2 Season 5-7

Overwatch 2 roadmap season 5-7
Roadmap konten untuk Overwatch 2 Season 5-7

Blizzard membagikan rencana konten untuk tiga season mendatang dari Overwatch 2, termasuk di antaranya konten PvE yang lebih kecil dari rencana. Sejauh ini, setiap season dari game FPS itu sudah menghadirkan battle pass penuh reward berupa item kosmetik, berbagai limited event, berbagai item eksklusif limited di Premium Shop, dan satu hero baru.

Pertama, season 5 akan memiliki tema fantasi medieval berdasarkan tulisan Mischief and Magic. Dalam season tersebut, terdapat limited time event bertajuk Questwatch yang sama sekali belum terungkap detailnya. Seqason tersebut akan memiliki sebuah cinematic baru yang menampilkan companion seekor anjing, kembalinya Summer Games, 5v5 season Competitive mini, Creator Workshop, dan berbagai konten untuk menyambut hari jadi pertama Overwatch 2.

Baca juga:

Bagi yang sudah kecewa dengan batalnya PvE Hero Mode, jangan khawatir. Season 6 masih akan menghadirkan konten PvE dalam bentuk Story Mission. Ada juga Hero Mastery dan sistem Player Progression. Ditambah lagi, terdapat mode Flashpoint dan satu hero Support baru.

Konten untuk season 7 dan bahkan season mendatang sudah dibocorkan Blizzard. Di season 7, akan ada hero Tank baru. Rework untuk hero Roadhog dan Sombra juga sudah dalam pengembangan. Terdapat pula rencana untuk menghadirkan berbagai mode favorit di anataranya Mystery Heroes, sebuah map Control baru, sebuah event kolaborasi, dan event untuk musim dingin.

Keputusan tim pengembang untuk membatalkan PvE Hero Mode yang juga disebut sebagai campaign dari Overwatch 2 mungkin mengecewakan penggemar. Setidaknya, bagi yang masih menikmati game FPS besutan Blizzard itu, masih ada berbagai konten yang akan datang tahun ini dan ke depannya.