All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Disney Dreamlight Valley: Cara Unlock Karakter Stitch

GAMEFINITY.ID, Bandung – Stitch merupakan salah satu karakter Disney yang muncul di Disney Dreamlight Valley. Makhluk biru menggemaskan tetapi nakal ini dapat di-unlock sekaligus dijadikan teman setelah menyelesaikan tiga quest tersembunyi yang akan menjadi pembahasan.

Seperti yang sudah diketahui secara umum, Stitch merupakan salah satu karakter utama dari franchise Lilo & Stitch, mulai dari film hingga serial animasi. Ia pertama kali muncul di pada update kedua bertajuk Mission in Uncharted Space bersama realm Toy Story yang menampilkan karakter Woody dan Buzz Lightyear. Inilah cara untuk unlock Stitch di Disney Dreamlight Valley.

Tiga Quest sebelum Unlock Stitch di Disney Dreamlight Valley

Tidak seperti karakter lainnya di Disney Dreamlight Valley, cara untuk meng-unlock Stitch dapat dikatakan berbeda dari biasanya. Pemain harus menyelesaikan ketiga quest terlebih dahulu. Namun, setiap quest memiliki interval lima hari. Secara keseluruhan, menyelesaikan ketiga quest ini membutuhkan minimal 10 hari. Karena hal ini, pemain harus bersabar untuk menunggu sekaligus menyelesaikannya.

Sebelum memulai, pemain wajib untuk unlock karakter Donald Duck. Ini dibutuhkan karena Donald menjadi kunci penting untuk menjalankan quest sebelum unlock Stitch. Cara untuk unlock Donald Duck bisa dimulai dari unlock biome Forest of Valor.

Baca juga:

The Mystery of the Stolen Socks

Disney Dreamlight Valley Stitch Mission 1 Slimy Stocking Sock
Temukan Slimy Stocking Stock untuk memulai quest pertama untuk unlock Stitch

Pertama, carilah Slimy Stocking Sock, yaitu kaos kaki abu-abu bernoda ungu, di sekitar Dazzle Beach. Begitu menemukannya, pemain akan memulai quest The Mystery of the Stolen Socks.

Setelah itu, bawalah Slimy Stocking Sock itu pada Donald Duck. Donald akan memberitahu bahwa beberapa barang di rumahnya tiba-tiba menghilang dan mulai curiga. Carilah petunjuk dengan mengambil sampah di lantai sekitar rumah Donald. Setelah itu, sebuah alat canggih (device) ditemukan.

Berikan device itu pada Donald. Ia akan memberitahu bahwa alat tersebut milik alien. Setelah quest terselesaikan, tunggulah lima hari.

Baca juga:

The Sock-Stealing Space Alien Strikes Again!

Disney Dreamlight Valley Stitch Mission 2 Chewed Up Sock
Temukan Chewed Up Sock untuk memulai quest kedua untuk unlock Stitch

Setelah lima hari, kaos kaki kedua, Chewed-Up Sock, akan muncul di Peaceful Meadow. Ambillah kaos kaki itu untuk memulai quest The Sock-Stealing Space Alien Strikes Again.

Temui Goofy dan beri Chewed-Up Sock itu padanya. Setelah itu, kunjungi rumah Goofy dan bersihkan lima sampah yang tersebar di lantai. Pemain akan menemukan sebuah bulu biru.

Bawalah bulu biru itu pada Donald. Ia akan menggunakan device dari quest pertama untuk memindai bulu tersebut. Begitu quest terselesaikan, tunggulah lima hari lagi.

Built to Destroy!

Disney Dreamlight Valley Stitch Mission 3
Temukan Knitted Orange Sock untuk memulai quest terakhir untuk unlock Stitch

Lima hari kemudian, kaos kaki terakhir, Knitted Orange Sock, muncul di Forest of Valor. Ambil kaos kaki itu untuk memulai quest terakhir, Built to Destroy!. Pemain akan mendapat tiga opsi untuk bertanya pada Kristoff, Merlin, dan Mickey. Untuk menghemat waktu, langsung temui Merlin karena kaos kaki itu miliknya.

Begitu Merlin mengakui kaos kaki itu miliknya, kunjungi rumahnya dan cari petunjuk. Bersihkan lima sampah yang berserakan di lantai rumah tersebut. Setelah itu, sebuah cakar (Mysterious Claw) akan muncul. Ambillah cakar itu dan kembali temui Donald. Ia akan memindai menggunakan device dari quest pertama dan mendapat full DNA match.

Disney Dreamlight Valley Stitch place device
Tempatkan device di sebuah pulau kecil dekat Skull Rock

Donald akan memberi device pada pemain sekaligus menyuruh agar meletakkannya di sebuah pulau kecil dekat Skull Rock di Dazzle Beach. Begitu tiba di hadapan Skull Rock, buka tab Furniture di menu Inventory. Pilih device itu dan letakkan di mana pun dekat Skull Rock. Setelah itu, sebuah kapal akan mendarat dan rusak. Kapal itu mengungkap pengemudinya adalah Stitch.

Baca juga:

Bangun Stitch’s House untuk Unlock Stitch di Disney Dreamlight Valley

Disney Dreamlight Valley Stitch unhappy
Stitch kesal kapalnya rusak total

Bicaralah pada Stitch. Tentunya, makhluk biru itu sangat kesal kapalnya sudah rusak parah. Begitu menjelaskan situasinya padanya, bicara pada Donald. Lalu cari tempat untuk membangun Stitch’s House agar Stitch dapat tinggal di Dreamlight Valley. Tentunya, terdapat tanda Scrooge McDuck. Pemain harus membayar 10.000 Star Coin pada Scrooge agar ia dapat membangun rumah Stitch.

Setelah rumah itu sudah jadi, bicaralah pada Stitch. Karakter biru menggemaskan itu kini sudah menjadi salah satu penghuni sekaligus teman pemain di Disney Dreamlight Valley.

Disney Dreamlight Valley Stitchs house built
Begitu Stitch’s House selesai, pemain sudah unlock Stitch di Disney Dreamlight Valley

Itulah cara unlock karakter Stitch di Disney Dreamlight Valley. Pemain hanya tinggal meningkatkan friendship level dengan Stitch sekaligus menyelesaikan berbagai Friendship Quest darinya.

Produksi Stranger Things Season 5 Ditunda karena Mogok Kerja

GAMEFINITY.ID, Bandung – Penggemar Stranger Things tampaknya harus menunggu lebih lama. Pasalnya produksi season kelima dan terakhir serial original Netflix favorit itu mengalami penundaan. Penyebabnya tidak lain adalah mogok kerja yang sedang dilakukan berbagai penulis Hollywood. Ini menjadi satu lagi serial televisi yang terdampak karena mogok kerja dari Writers’ Guild of America (WGA).

Duffer Brothers Memilih Menunda Produksi Stranger Things Season 5

Stranger Things season 5 production delayed 2
Produksi Stranger Things Season 5 ditunda karena mogok kerja penulis Hollywood

Menghadapi kemungkinan proses syuting akan berjalan tanpa pendampingan penulis dan showrunner, The Duffer Brothers memilih untuk menunda produksi serial original Netflix populer itu. Pasalnya, WGA sudah menetapkan aturan agar penulis tidak boleh terlibat secara aktif dalam produksi film dan serial televisi apapun, baik itu dalam penulisan atau pengarahan kreatif.

“Penulisan tidak berhenti saat syuting dimulai. Sementara kami sangat bersemangat untuk memulai produksi dengan pemeran dan kru yang luar biasa, tidak mungkin kami lakukan saat mogok kerja. Kami berharap sebuah kesepakatan yang adil dapat tercapai agar kami dapat kembali bekerja. Sampai saat itu – over and out. #wgastrong,” tulis The Duffer Brothers melalui Twitter resmi mereka.

Baca juga:

Deadline mendapati produksi season kelima awalnya akan dimulai dalam waktu dekat. Semua naskah episode season kelima juga dipercaya sudah ditulis. Penulisan naskah tersebut sudah dimulai 2 Agustus tahun lalu. Saat ini, belum ada jadwal baru untuk memulai produksi season terakhir Stranger Things.

Dampak Mogok Kerja Penulis Hollywood Semakin Terasa Bagi Industri Perfilman

Stranger Things season 5 delayed by writers strike
Mogok kerja penulis Hollywood semakin berdampak industri perfilman, terutama serial televisi

Kabar ini terungkap setelah minggu pertama mogok kerja yang dilakukan ribuan penulis Hollywood. WGA tidak mencapai kesepakatan dengan studio Hollywood. Mereka meminta transparansi jumlah tontonan dari layanan streaming, kenaikan upah, dan perlindungan dari penggunaan AI.

Baca juga:

Beberapa serial televisi seperti The Lord of the Rings: Rings of Power dan House of the Dragons justru lanjut produksi tanpa showrunner. Namun, banyak serial televisi seperti Abbott Elementary, Cobra Kai, Yellowjackets, dan Big Mouth menunda atau menghentikan proses produksi akibat mogok kerja.

Saat ini belum diketahui kapan produksi Stranger Things season 5 akan dimulai.

Fortnite Masuk Lineup Olympics Esports Week 2023 Singapura

GAMEFINITY.ID, Bandung – Fortnite kini masuk lineup Olympics Esports Week 2023. International Olympics Committee telah menambah game battle royale sekaligus metaverse buatan Epic Games itu sebagai cabang esports sebagai bagian dari International Shooting Sport Federation (ISSF) Challenge.

Tidak seperti kebanyakan kompetisi esports Fortnite, beberapa pemain yang berpartisipasi akan menghadapi kompetisi virtual shooter di sebuah Fortnite Creative Island khusus Olympics Esports Week. Berarti tidak akan ada kompetisi last man standing atau demonstrasi building menggunakan fitur Creative.

Fortnite Salah Satu Cabang Olympics Esports Week 2023

Fortnite Olympics Esports Week 2023 lineup
Bukan kompetisi battle royale, tetapi kompetisi menembak

Dikutip dari laman resminya, IOC bekerja sama dengan ISSF untuk menggelar kompetisi menembak dengan mengandalkan Fortnite. Game shooter buatan Epic Games itu kini jadi cabang esports Olympics Esports Week bukan sebagai kompetisi seperti Fortnite Champions Series, melainkan hanya kompetisi menembak virtual.

Baca juga:

Kompetisi ini merupakan event invitational dan melibuatkan 12 pemain dari Fortnite Champion Series. Tidak hanya itu, kompetisi ini akan berlangsung di sebuah map spesial, yaitu International Shooting Sport Federation Island yang dibuat di Fortnite Creative. Map tersebut didesain untuk mencerminkan kompetisi cabang olahraga menembak.

Pemain yang berpartisipasi dalam kompetisi itu akan diuji akurasi mengunci targetnya. Ini sama persis seperti atlet menembak sungguhan dalam kompetisi.

Dengan pengumuman ini, Fortnite menjadi game ke-10 yang dipertandingkan di Olympics Esports Week. Game terkenal lainnya di antaranya Just Dance, Gran Turismo 7, dan Chess.com.

Baca juga:

Digelar 24 Juni 2023 di Singapura

Kompetisi menembak Fortnite di Olympics Esports Week akan digelar 24 Juni 2023 di Singapura. Bagi yang tidak dapat menonton langsung, terdapat pula live stream di Olympics.com dan media sosial Olympics.

Sementara itu, IOC sudah membuka penjualan tiket untuk menyaksikan Olympics Esports Week. Tiket untuk menonton selama sehari dipatok seharga 10 dolar Singapura. Sementara untuk three day pass sudah dipatok seharga 20 dolar Singapura.

Tentunya Fortnite menjadi game populer yang dapat menjangkau penonton Olympics Esports Series yang akan dimulai 23 Juni 2023. Setidaknya, pihak IOC sudah mencari akal untuk menggabungkan konsep kompetisi dengan game battle royale itu agar menarik perhatian penggemar esports.

Taylor Swift Umumkan Speak Now (Taylor’s Version) Rilis Juli

GAMEFINITY.ID, Bandung – Taylor Swift akhirnya mengumumkan mengumumkan Speak Now akan menjadi album Taylor’s Version selanjutnya. Swift memberitahu kabar ini pertama kali saat konsernya di Nashville, kampung halamannya. Versi terbaru dari Speak Now akan rilis 7 Juli 2023.

Ini menjadi bagian dari rencananya untuk merilis rekaman ulang dari albumnya. Pasalnya Big Machine Record, label rekaman lama Swift, terjual pada Ithaca Holdings, perusahaan milik Scooter Braun, termasuk master dari enam album pertamanya. Sejauh ini, Taylor Swift sudah merilis album Fearless (Taylor’s Version) dan Red (Taylor’s Version).

Speak Now Jadi Album Ketiga Taylor Swift yang Dapat Taylor’s Version

Taylor Swift Speak Now Taylors Version album art
Speak Now (Taylor’s Version) akan rilis Juli ini

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pelantun Anti-Hero itu pertama kali mengumumkan jadwal perilisan Speak Now (Taylor’s Version) saat konsernya di Nashville. Ia kemudian menggunggah postingan pengumuman serupa melalui Instagram resminya.

Billboard mendapati penggemar Swift sudah memperhatikan Speak Now akan menjadi album rerecord selanjutnya. Saat konsernya di Atlanta pada 30 April 2023, penonton konser diberi gelang yang menyala menjadi warna ungu pada akhir acara. Pasalnya, ungu menjadi representasi dari Speak Now. Penggemar sudah lama berspekulasi album ketiga Swift itu menjadi album Taylor’s Version selanjutnya.

Taylor Swift Speak Now next Taylor's Version
Taylor Swift menulis semua lagunya secara mandiri di album Speak Now

“Aku pertama kali membuat Speak Now sambil benar-benar menulis [semua lagu-nya] sendiri, saat umur 18-20 tahun. Lagu-lagu tersebut yang muncul saat momen itu ditandai oleh kejujuran brutal, pengakuan tanpa filter, dan kesedihan liar. Aku menyukai album ini karena menceritakan menjadi dewasa, hantaman, terbang, dan jatuh … dan hidup untuk menceritakannya,” tulis Swift di Instagram-nya.

Swift menambah terdapat enam lagu baru di Speak Now (Taylor’s Version). Untuk merayakan pengumuman ini, John Seigenthaler Pedestrian Bridge ikut mengubah lampunya menjadi violet terang setelah konser pelantun Lavender Haze itu.

Baca juga:

Rencana untuk Merekam Keenam Album Pertamanya Berlanjut

Ini menjadi bagian dari rencananya untuk merekam ulang keenam album pertama waktu di bawah naungan Big Machine Records. Pasalnya, Taylor Swift murka saat mengetahui label rekaman yang pertama kali membesarkan namanya tersebut terjual pada Ithaca Holdings, perusahaan milik Scooter Braun. Pasalnya, ia menyebut Braun sebagai sosok bully dan menjadi pemilik master keenam album tersebut. Sejak saat itu, Braun menjual master keenam album itu pada Shamrock Holdings.

Karena tidak dapat membeli rekaman master itu, Swift pertama kali mengumumkan rencananya untuk merekam ulang keenam album pertamanya. Fearless (Taylor’s Version) dan Red (Taylor’s Version) menjadi dua album pertama dari versi rerecorded dan rilis pada tahun 2021.

Baca juga:

Pelantun You Belong with Me juga merilis album kesepuluhnya, Midnights. Album tersebut meraih kesuksesan besar sekaligus debut terbesar sepanjang kariernya dan dari semua album pada tahun 2022.

Speak Now (Taylor’s Version) akan rilis pada 7 Juli 2023 dalam semua format, termasuk vinyl berwarna violet. Pre-order-nya kini sudah tersedia.

Deretan Bugs Apex Legends Ternyata Dipicu Satu Line Code!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Respawn Entertainment baru-baru ini mengungkap deretan bug di Apex Legends saat season 16 ternyata terpicu oleh satu line code. Bug yang memicu gangguan audio dan grafik itu telah menganggu pengalaman bermain bagi pemain selama beberapa bulan terakhir. Kini, gangguan itu sudah berakhir.

Penggemar sudah Lama Mengeluhkan Banyak Bug di Season 16

Pemain mulai mengeluhkan berbagai bug yang menimpa game setelah peluncuran season 16. Mereka menyadari terdapat rentetan masalah yang terjadi selama gameplay, seperti suara rifle yang hilang, efek phantom particle, dan granat yang lenyap sekaligus tidak meledak.

IGN menyebut deretan bug itu sudah muncul selama playtesting. Namun, tim pengembang tampaknya sudah menyimpulkan apa yang menjadi pemicu rentetan bug tersebut yang dikeluhkan pemain.

Baca juga:

Nemesis Jadi Pemicu Deretan Bug di Apex Legends!

Apex Legends nemesis causing bugs
Rifle baru di season 16, Nemesis, menjadi pemicu deretan bug di Apex Legends

Respawn menjelaskan pemicu bug tersebut di Reddit. Pihaknya menyebut penemuan itu sebagai masalah kompleks yang sudah berdampak komunitas Apex Legends namun sulit untuk teratas walau sudah mendapat deretan laporan mendetail. Pemicu dari deretan bug itu ternyata merupakan satu line code yang terkait dengan Nemesis, senjata baru dari season 16.

Dalam game, Nemesis dideskripsikan sebagai energy assault rifle dengan asal-usul unik dan misterius. Senjata tersebut memiliki efek particle yang menguat saat memanas. Namun, senjata itu ternyata menjadi pemciu di balik bug yang menjadi masalah sound effect dan juga memicu granat lenyap.

Baca juga:

Tim pengembang mendapati setiap pemain yang menggunakan Nemesis [uncharged] mengirim request effect stop particle” pada server di setiap frame. Ini memicu masalah besar jika banyak pemain yang menggunakan senjata baru itu.

Masalah itu akhirnya sudah teratas dengan update pada 25 April lalu. Informasi tersebut belum tersebar secara resmi hingga saat ini.

Respawn juga memastikan di laman Reddit yang sama bahwa mereka masih memantau di media sosial dan metrik barunya. Pada saat yang sama, walau perbaikan ini memicu efek secara signifikan, mereka mengingatkan hal itu bukan menjadi solusi untuk semua masalah yang terjadi dalam game. Tampaknya mereka sudah memastikan penggemar Apex Legends mengingat hasilnya sudah sangat baik.

Apex Legends Season 17, Arsenal, akan meluncur 9 Mei 2023, hari yang sama saat season 16 berakhir.

Konyol! Tim Valorant Ini Forfeit gara-gara Honkai: Star Rail

GAMEFINITY.ID, Bandung – Sebuah tim Valorant terpaksa absen bertanding di sebuah pertandingan VCL (Valorant Champions League). Konyolnya, salah satu dari anggotanya keasyikan bermain Honkai: Star Rail. Saking asyiknya, ia memicu timnya kalah secara forfeit dari lawannya.

Honkai: Star Rail sendiri merupakan game gacha turn-based RPG dari Hoyoverse yang baru rilis. Game itu sudah mendapat popularitas yang sangat masif. Faktanya, game besutan Hoyoverse itu sudah melampaui Genshin Impact dalam jumlah download pada hari pertama perilisannya. Tidak heran banyak penggemar yang menikmati game turn-based RPG tersebut.

Ghost CommandoS, Tim Valorant yang Terpaksa Forfeit karena Honkai: Star Rail

Valorant team forfeit because of Honkai: Star Rail
Ghost CommandoS dinyatakan forfeit setelah salah satu pemainnya lupa karena keasyikan main Honkai: Star Rail

Insiden yang terjadi pada 2 Mei 2023 ini menimpa Ghost CommandoS, tim Valorant asal Taiwan. Mereka seharusnya bertanding melawan S2 Esports di Valorant Champions League Taiwan/Hong Kong. Naas, salah satu pemain Ghost CommandoS lupa menginstal client VCT tepat waktu karena keasyikan bermain Honkai: Star Rail.

Alhasil, Ghost CommandoS dinyatakan kalah secara forfeit dari S2 Esports. Ini mungkin menjadi insiden pertama bagi sebuah tim Valorant yang harus forfeit hanya karena obsesi sebuah game lain.

Baca juga:

Netizen Anggap Insiden Obsesi Honkai: Star Rail Konyol

Insiden ini mengundang reaksi beragam dari netizen. Banyak dari mereka menilai insiden ini sangat konyol dan bahkan bisa dibilang terlucu sepanjang sejarah. Tidak sedikit pula yang bersimpati pada anggota tersebut karena begitu menikmati Honkai: Star Rail sampai kelupaan harus bertanding.

Ada pula yang mempertanyakan pemain itu harus menginstal ulang client VCT selama season reguler berlangsung. GameRant mencatat seorang pro player Valorant bahwa Riot Games menggunakan tiga client yang berbeda. Alasan ini menjadi kemungkinan pemicu Ghost CommandoS harus menginstal ulang client tersebut.

Baca juga:

Pada akhirnya, menurut Talkesport, Ghost CommandoS harus rela selesai di posisi kedelapan pada VCT Taiwan/Hong Kong musim ini, sementara S2 Esports berada di posisi keenam.

Insiden ini menjadi pengingat pada semua tim untuk memastikan mereka siap untuk bertanding dan menghindari distraksi, termasuk adiksi terhadap game lain, salah satu di antaranya Honkai: Star Rail.