All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Jock Zonfrillo, Juri MasterChef Australia, Meninggal Dunia

GAMEFINITY.ID, Bandung – Kabar duka muncul dari dunia kuliner dan reality show. Jock Zonfrillo, seorang celebrity chef yang terkenal menjadi juri MasterChef Australia, telah meninggal dunia pada usia 46 tahun. Kabar itu dibenarkan oleh pihak keluarga pada 1 Mei 2023, mengungkap bahwa Zonfrillo wafat pada hari sebelumnya di Melbourne.

“Kami menyampaikan penuh duka bahwa Jock wafat kemarin,” ungkap pihak keluarga dalam pernyataan resmi.

Kabar ini turut mengejutkan pecinta dunia kuliner sekaligus penggemar MasterChef Australia. Pasalnya, season terbaru reality show produksi Endemol Shine Australia itu seharusnya tayang perdana 1 Mei. Network 10 selaku broadcaster memilih untuk menundanya hingga waktu yang belum ditentukan.

Saat ini belum diketahui apa yang menjadi penyebab kematian celebrity chef kelahiran Skotlandia itu.

Jock Zonfrillo Jadi Juri MasterChef Australia Mulai dari Season 12 (2020)

Jock Zonfrillo MasterChef Australia judges
Jock Zonfrillo, Melissa Leung, dan Andy Allen telah menjadi juri MasterChef Australia semenjak season 12

Zonfrillo pertama kali menjadi juri MasterChef Australia mulai season 12 yang tayang pada tahun 2020. Ia ditemani oleh Melissa Leung dan pemenang season 4 Andy Allen. Ketiga juri tersebut menggantikan tiga juri lama yang sudah setia selama 11 season sebelumnya, yaitu Gary Mehigan, George Calombaris, dan Matt Preston.

Pergantian juri ini dilaporkan tidak lepas dari kontroversi terhadap George Calombaris. Awalnya, beberapa penggemar khawatir pergantian tim juri ini akan berdampak pada rating. Nyatanya, MasterChef Australia tetap menjadi salah satu reality show ber-rating tinggi di Australia dan disukai penggemar internasional.

Jock Zonfrillo diumumkan akan kembali menjadi salah satu juri season 15 dari MasterChef Australia yang seharusnya tayang perdana 1 Mei lalu. Network 10 sudah mengumumkan mereka tidak akan menyiarkan season terbaru itu pekan ini.

“Network 10 dan Endemol Shine Australia sangat terkejut dan berduka atas wafatnya Jock Zonfrillo, anggota keluarga besar MasterChef Australia yang dicintai. Jock meninggal dunia kemarin. MasterChef Australia tidak akan tayang pekan ini,” ungkap Network 10 dan Endemol Shine Australia dalam pernyataan dilansir dari Deadline.

Baca juga:

Dunia Kuliner Berduka

Kabar wafatnya Zonfrillo turut mengejutkan tokoh dan penggemar dunia kuliner. Salah satu ucapan duka muncul dari Jamie Oliver yang akan menjadi bintang tamu episode perdana MasterChef Australia season 15.

“Jock sangat dermawan padaku dengan waktu dan semangatnya di acara ini dan karena itu aku sangat berterima kasih … Jock akan sangat dirindukan … Aku tak percaya aku menulis ini……” tulis Jamie Oliver di post Instagram-nya.

Beberapa mantan kontestan termasuk Reynold Poernomo mengunggah postingan belangsungkawa di media sosial. Poernomo juga mengatakan ia sangat terkejut mendengar kabar itu.

“… rest in peace chef, aku berbelangsungkawa pada orang-orang yang ia cintai,” tulis Poernomo di Instagram milik Zonfrillo.

Jock Zonfrillo MasterChef Australia judges with Gordon Ramsay
Gordon Ramsay menjadi bintang tamu pada beberapa episode pertama di MasterChef Australia season 12

Juri MasterChef Amerika, Gordon Ramsay, ikut menyampaikan duka melalui Twitter pribadinya. Ramsay juga pernah menjadi tamu pada minggu pertama season 12 dari MasterChef Australia.

“Sedih dengan kabar wafatnya Jock Zonfrillo. Aku sangat menikmati waktu yang kita habiskan bersama di MasterChef Australia. Kukirimkan semua rasa sayangku pada [sang istri] Lauren dan keluarganya pada waktu yang sulit ini Gx,” cuit Ramsay.

Gamefinity mengucapkan turut berduka cita pada Jock Zonfrillo dan berterima kasih atas dedikasinya pada dunia kuliner.

Twisted Metal TV Series Tayang Perdana Juli Ini di Peacock

GAMEFINITY.ID, Bandung – Layanan streaming Peacock telah merilis teaser perdana Twisted Metal, serial televisi originalnya yang diadaptasi dari seri game berjudul sama dari PlayStation. Serial yang dibintangi Anthony Mackie itu akan tayang perdana 27 Juli 2023 dengan total 10 episode.

Twisted Metal, Satu Lagi Serial TV Adaptasi dari Game PlayStation, Tayang di Peacock

Twisted Metal disebut sebagai serial action comedy dari Rhett Reese dan Paul Wernick, penulis Deadpool. Serial ini menceritakan seorang orang asing bermulut motor mendapat kesempatan untuk menikmati hidup lebih baik. Syaratnya, ia harus berhasil mengirim sebuah paket misterius sambil mengelilingi sebuah gurun post-apocalyptic.

Dengan bantuan dari seorang pencuri mobil, ia akan menghadapi para perampok kejam yang mengendarai kendaraan penghancur dan bahaya dari jalan terbuka, termasuk seorang badut gila yang mengendarai sebuah truk es krim.

Teaser pertama dari Peacock menunjukkan sang tokoh utama menyalakan mesin mobilnya, mengisi peluru pada pistolnya, dan memasukkan CD ke pemutar CD. Teaser tersebut juga menunjukkan Sweet Tooth, badut pembunuh yang sudah disebutkan dan tampaknya menjadi sosok villain utama.

Twisted Metal merupakan produksi PlayStation Productions, Sony Pictures Television, dan Universal Television. Ini menjadi serial televisi kedua dari PlayStation Productions setelah kesuksesan The Last of Us di HBO. PlayStation Productions masih memiliki proyek serial TV God of War di Prime Video dan Horizon di Netflix.

Baca juga:

Dibintangi Anthony Mackie

Twisted Metal Peacock original series Anthony Mackie
#image_title

Anthony Mackie, aktor yang sudah terkenal berkat penampilannya sebagai Sam Wilson atau Falcon di Marvel Cinematic Universe, akan menjadi tokoh utama dari serial televisi ini, yaitu John Doe. Teaser perdananya sudah menunjukkan penampilan Mackie sebagai John Doe bersiap untuk mengendarai mobil dan menghadapi bahaya.

Baca juga:

Selain Mackie, Stephanie Beatriz juga ikut membintangi serial ini. Thomas Haden Church dan Richard Cabral juga masuk main cast-nya. Samoa Joe akan berperan sebagai Sweet Tooth dengan Will Arnett mengisi suaranya.

Twisted Metal akan tayang perdana di Peacock pada 27 Juli 2023. Namun, semenjak Peacock belum ada di Indonesia, belum diketahui platfrom manakah yang akan merilis serial ini secara global.

Project V, Game buatan Ninja, SypherPK, dan 3 Streamer Lain

GAMEFINITY.ID, Bandung Streamer membuat game-nya sendiri tampaknya cukup menjadi tren akhir-akhir ini. Satu lagi streamer terkenal, yaitu Ninja, mengumumkan ia akan membuat Project V, sebuah game battle royale yang akan rilis tahun depan.

Ninja bukan menjadi satu-satunya streamer di balik pembuatan game itu. Ia didampingi oleh empat streamer terkenal lainnya, yaitu TimTheTatman, SypherPK, CouRageJD, dan Nickmercs.

Andalkan Unreal Editor for Fortnite, Project V Dibuat oleh 5 Streamer Terkenal, Termasuk Ninja

Kelima streamer Twitch terkenal itu sudah mengumumkan Project V melalui media sosial mereka. Bahkan, mereka juga membuat akun Twitter resmi dari game itu baru-baru ini. Game battle royale itu akan diproduksi oleh Super Joy Studios milik SypherPK menggunakan Unreal Editor for Fortnite.

Project V SuperJoy Studios
Project V akan dikembangkan oleh SuperJoy Studios milik SypherPK

Menurut laman resmi Super Joy Studios, peluncuran Unreal Editor for Fortnite memicu inspirasi bagi kelima streamer terkenal itu untuk membuat game battle royale mereka sendiri. Game tersebut akan menampilkan senjata kustom, map berskala lengkap, pergerakan fluid, dan mekanik unik. Mereka juga menjanjikan akan mengutamakan pendapat penggemar untuk membangun Project V.

“Project V akan menjadi game yang mengutamakan dan mementingkan feedback komunitas. Kami percaya pemain kami harus berpendapat untuk membuat game yang mereka mainkan,” tulis Super Joy Studios.

Baca juga:

Ketenaran Ninja, SypherPK, dan 3 Streamer Jadi Jaminan Kesuksesan?

Project V squad including NInja
Project V dibuat oleh Ninja, SypherPK, dan tiga streamer terkenal lainnya

Ninja sudah menjadi streamer Twitch dengan follower terbanyak, yaitu 18,5 juta. TimTheTatman pun berada di posisi ke-17 streamer Twitch terbesar dengan 7 juta pengikut. SypherPK menyusul dengan 6,4 pengikut. CuRageJD dan Nickmercs mungkin tidak sebesar ketiganya, tetapi tetap memiliki penggemar setia.

Kelimanya memiliki pengalaman dalam bermain Fortnite, game yang sering sekali mereka mainkan. Ini menunujukkan kelimanya sangat familiar dengan game battle royale. SypherPK menjadi satu-satunya streamer yang memiliki pengalaman industri game. Studio game-nya, Super Joy, sejauh ini hanya berpengalaman membuat map kustom.

Kelimanya tentu memiliki uang yang banyak dan bisa saja mereka meyisihkan separuhnya untuk membantu memproduksi Project V. Menurut Game Rant, Ninja memiliki penghasilan rata-rata sekitar US$40 juta, sementara yang lainnya bahkan tidak mendekati tingkat kekayaan itu.

Project V menyusul Project Astrid sebagai game dari streamer terkenal. Project Astrid sendiri merupakan game dari kolaborasi Splash Damage dan streamer terkenal Shroud serta Sacriel.

Baca juga:

Ini memicu pertanyaan apakah keterlibatan streamer akan menjamin kesuksesan. Semenjak mereka memiliki pengikut dan penggemar yang masif, bukan tidak mungkin Project V akan memiliki pemain yang banyak.

Bisa saja, Project V mengikuti jejak Deadrop buatan DrDisrespect. Deadrop dikritik habis-habisan oleh penggemarnya karena visual dan konsepnya yang buruk. Beberapa menilai game buatan DrDisrespect itu tidak sesuai yang dijanjikan.

Saat ini belum diketahui seperti apa konsep dari game battle royale buatan Ninja, SypherPK, dan tiga streamer lainnya itu. Project V akan rilis tahun 2024.

Babymonster Hanya Akan Debut dengan 5 Anggota

GAMEFINITY.ID, Bandung – YG Entertainment akan mengumumkan lineup akhir Babymonster pada 12 Mei mendatang. Pendiri YG, Yang Hyun Suk, menyebut girl group asuhan YG Entertainment itu hanya akan debut dengan lima anggota, berarti dua dari tujuh trainee akan tereliminasi.

Tujuh Trainee Bersaing di Web Reality Show Last Evaluation

Babymonster Last Evaluation
Reality show Last Evaluation tunjukkan persaingan tujuh trainee untuk menjadi anggota Babymonster

Sebelumnya, YG Entertainment mulai merilis pengumuman tujuh trainee yang disebut menjadi member Babymonster pada Februari lalu. Ketujuh trainee itu adalah Ruka, Pharita, Asa, Ahyeon, Haram, Rora, dan Chiquita.

Ironisnya, pada awal Maret, YG merilis teaser Last Evaluation di mana Yang Hyun Suk menyebut Babymonster tidak akan beranggotakan tujuh orang. Hal ini sempat memicu kontroversi di kalangan penggemar yang berharap agar tujuh trainee dapat debut.

Last Evaluation mulai tayang pada 9 Maret dan berakhir pada 27 April dengan total delapan episode. Web reality show tersebut menunjukkan kompetisi di antara tujuh trainee yang harus memperebutkan tempat untuk menjadi anggota girl group YG. Mereka harus menunjukkan bakatnya melalui berbagai misi, terutama menyanyi dan dance.

Baca juga:

Hanya 5 Trainee yang Akan Menjadi Anggota Babymonster

Dalam episode terakhir Last Evaluation, Yang Hyun Suk membagikan rencananya untuk memutuskan lineup girl group terbaru YG Entertainment itu. Ia sebelumnya menyebut tidak pernah membayangkan Babymonster beranggotakan tujuh orang.

“Semenjak kami mulai merencanakan grup Babymonster, yang kubayangkan jumlah anggotanya adalah lima orang. Jujur saja, YG tidak pernah membuat girl group dengan banyak anggota, Blackpink terdiri dari empat anggota, dan 2NE1 juga terdiri dari empat anggota,” ungkap Yang Hyun Suk.

Baca juga:

Ia menambah belum bisa memutuskan lima anggota yang akan masuk lineup akhir dari girl group asuhannya itu. Tentunya, ketujuh trainee sudah menunjukkan yang terbaik hingga episode terakhir Last Evaluation.

Lineup member akhir dari Babymonster akan diumumkan pada publik pada 12 Mei tengah malam [waktu Korea],” sebut Yang Hyun Suk.

Walau begitu, penggemar tetap berharap tujuh trainee dapat masuk lineup akhir dari Babymonster. Mereka tentu akan sangat sedih jika dua dari tujuh harus rela tereliminasi dan tidak dapat debut bersama.

Menurut kamu, siapa yang pantas masuk lineup akhir Babymonster?

3 Alasan XDefiant Berpotensi Jadi Saingan Berat Call of Duty

GAMEFINITY.ID, Bandung – XDefiant merupakan game first person shooter yang akan datang dari Ubisoft. Game tersebut sudah mengakhiri tahap closed beta pertamanya pada 25 April 2023. Begitu banyak pemain yang terkesan dengan gameplay-nya sejauh ini, bahkan beberapa di antara mereka menganggap XDefiant dapat bersaing dengan Call of Duty.

Mengingat banyak sekali game FPS yang mencoba untuk menyaingi Call of Duty, ada yang mendekati popularitasnya, tapi banyak juga yang gagal. XDefiant menjadi salah satu yang setidaknya berpotensi menjadi saingan berat bagi franchise FPS milik Activision itu. Inilah tiga alasan XDefiant berpotensi menjadi saingan berat Call of Duty.

Gameplay XDefiant yang Variatif dan Fluid

XDefiant gameplay Call of Duty competitor
Gameplay XDefiant

Sebenarnya jika melihat dari gameplay, mudah untuk menganggap XDefiant tidak memiliki ciri khas jika dibandingkan dengan game FPS lain seperti Call of Duty, Valorant, Counter-Strike, dan bahkan game besutan Ubisoft sendiri Rainbow Six Siege. Namun, ternyata penggemar sudah memuji game FPS free-to-play besutan Ubisoft itu.

Baca juga:

XDefiant factions Call of Duty competitor
5 faction di XDefiant

Gameplay-nya mungkin dapat disebut sebagai kombinasi antara gaya Call of Duty dan Valorant, tetapi XDefiant memiliki keunikan dari sistem faction-nya. Terdapat lima faction berdasarkan beberapa game Ubisoft sebelumnya, termasuk di antaranya dari franchise Tom Clancy’s. Kelimanya adalah Libertad, Phantoms, Echelon, Cleaners, dan DedSec.

Masing-masing faction memiliki ability yang berbeda-beda, termasuk 2 basic abilities, Passive dan Ultra (mirip dengan Ultimate di Valorant). Sambil mengombinasikan sistem ini dengan gameplay bergaya Call of Duty, tidak heran pemain sudah terkesan dengan gameplay-nya.

Terlebih, Modern Warfare 2 dan Warzone 2.0 dikritik karena menghapus sistem pergerakan yang sudah digemari penggemarnya. Sebaliknya, XDefiant justru menerapkan sistem pergerakan fluid seperti di Call of Duty. Pemain dapat melakukan slide di sekitar map, dengan cepat berlindung atau take cover, dan mengecoh lawan. Tentunya, pemain akan mendapat keuntungan dengan mempelajari sistem pergerakan seperti ini.

XDefiant modes and maps call of duty competitor
Maps & Modes di XDefiant

Ditambah lagi, map-nya juga sangat variatif. Tidak hanya menghadirkan 14 map saat closed beta pertama, semua map tersebut terlihat berwarna dan menyenangkan bagi pemainnya.

Kepedulian Ubisoft pada Komunitasnya

Sejauh ini, Ubisoft tampak terus berkomunikasi dengan komunitas XDefiant. Ini menunjukkan kepedulian tim pengembang pada pemainnya. Sebaliknya, komunitas Call of Duty justru kecewa dengan Activision akhir-akhir ini. Pemain Modern Warfare 2 dan Warzone 2.0 menilai gameplay-nya kurang begitu variatif.

Baca juga:

Ubisoft mendengarkan penggemar dan memastikan game FPS terbarunya itu dapat menjadi ramah penggemar. Mereka bahkan aktif mempromosikan game ini di media sosial. Tim pengembang juga sering meminta saran penggemar agar membuat XDefiant menjadi game FPS terbaik.

Saat perilisan resminya kelak, ini menjadi momen ujian bagi Ubisoft untuk mempertahankan kepeduliannya terhadap penggemar.

Angka Penonton yang sudah Tinggi di Twitch

Ubisoft juga mengandalkan pro player dan streamer untuk mempromosikan game ini selama tahap closed beta pertama berlangsung. Banyak di antara mereka bermain sambil melakukan stream di Twitch. Terlebih, Ubisoft juga menggelar event closed beta Twitch drops.

Dot Esports mencatat XDefiant sudah mencapai total 2,8 juta jam tontonan pada 15-18 April 2023, dengan rata-rata lebih dari 38 ribu penonton. Sebagai perbandingan, Modern Warfare 2 hanya mencapai 2 juta jam tontonan dan rata-rata 28 ribu penonton. Bisa saja ini dipicu oleh kekecewaan penggemar terhadap season ketiga dari Modern Warfare 2 dan Warzone 2.0.

Baca juga:

Tiga alasan tadi menjadi alasan XDefiant berpotensi menjadi saingan berat Call of Duty. Persaingan sesungguhnya akan dimulai saat Ubisoft merilis game FPS free-to-play besutannya itu kelak. Bisa saja XDefiant dapat melampaui Call of Duty, apalagi sebagai free-to-play saja sudah menjadi keuntungan tersendiri.

XDefiant akan tersedia di PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X|S, dan PC.

PlayStation Pastikan Akan Terus Rilis Versi PC dari Game-nya

GAMEFINITY.ID, Bandung – Sejauh ini, kesuksesan PlayStation di pasar PC bisa dikatakan antara sukses dan mengecewakan. Namun, hal itu tidak menghalangi mereka untuk berhenti merambah ke pasar PC. Sony sudah memastikan bahwa PlayStation akan terus merilis versi PC dari game-nya.

Jejak Rekam PlayStation di Pasar Game PC Sejauh Ini

PlayStation Helldivers PC version
Helldivers jadi kali pertama PlayStation merambah ke pasar PC

Perjalanan PlayStation di pasar game PC dimulai saat mereka merilis Helldivers besutan Arrowhead Game Studios pada Desember 2015 di Steam. Sebelum memasuki dekade 2020-an, mereka merilis versi PC dari Everybody’s Gone to the Rapture dan Guns Up. Ketiga judul itu mungkin tidak sebesar game produksi PlayStation saat ini.

PlayStation Horizon Zero Dawn PC version
Versi PC Horizon: Zero Dawn meraih kesuksesan dan mencuri perhatian penggemar

Perilisan versi PC dari Horizon: Zero Dawn pada 2020 baru mencuri perhatian penggemar. Kesuksesan game RPG besutan Guerrilla Games itu di pasar PC mungkin memicu Sony untuk semakin serius merambah ke luar konsol buatannya itu. Beberapa game besutannya menyusul, di antaranya Days Gone, God of War, Marvel’s Spider-Man Remastered.

PlayStation Marvels Spider-Man PC
Marvel’s Spider-Man Remastered menjadi contoh versi PC dari game PlayStation yang mendapat pujian

Marvel’s Spider-Man Remastered dan Spider-Man: Miles Morales sudah mendapat pujian berkat anggapan PC port berkualitas tinggi. Returnal juga mendapat pujian karena hal serupa, namun nyatanya mendapat angka penjualan mengecewakan. Uncharted dan Sackboy ternyata mendapat penjualan cukup rendah saat pertama kali rilis di PC.

PlayStation The Last of Us Part 1 PC
The Last of Us Part 1 versi PC banyak dikritik penggemar

Yang terbaru, The Last of Us Part 1, telah rilis di PC pada akhir Maret. Walau sudah banyak dinanti penggemar, versi PC dari The Last of Us Part 1 mendapat kritikan negatif karena masalah performa.

Baca juga:

Tetap Akan Rilis Versi PC dari Game-nya

Walau mengalami kesulitan akhir-akhir ini, Sony tidak ingin menyerah begitu saja. Melalui laporan keuangan tahun fiskalnya, pihaknya menyebut PlayStation tetap berencana terus rilis versi PC dari game-nya.

Tentunya ini menjadi kabar gembira bagi pemain yang ingin menikmati game produksi PlayStation Studios di PC. Pasalnya, masih cukup banyak pemain yang ingin menikmati game di PC dibandingkan konsol. Dengan merilis game-nya di PC, Sony dapat menjangkau lebih banyak pemain di luar platform konsol PlayStation.

Deretan Game yang Berpotensi Dapat Versi PC

Walau sudah memastikan akan terus versi PC dari game PlayStation, Sony tidak menyebut game apa saja yang akan dibuat port untuk Windows. Mereka hanya menyebut merilis judul katalog untuk PC. Tentunya, game baru besutan PlayStation Studios masih akan eksklusif di konsol saat perilisannya.

PlayStation God of War Ragnarok
God of War: Ragnarok disebut akan mendapat versi PC

Salah satu game yang berpeluang mendapat versi PC-nya adalah God of War: Ragnarok. Sebelumnya, terdapat bocoran bahwa God of War: Ragnarok kemungkinan rilis November 2023, kurang lebih setahun setelah perilisannya di PlayStation 4 dan PlayStation 5.

Baca juga:

PlayStation Horizon Forbidden West
Horizon: Forbidden West juga diperkirakan akan mendapat versi PC

Horizon: Forbidden West, sekuel Horizon: Zero Dawn, juga disebut berpotensi rilis dalam versi PC. Terdapat bocoran pada Oktober lalu yang diduga dari GeForce Now milik Nvidia dan sebuah dokumen milik Sony bahwa port PC dari Horizon: Forbidden West bisa saja sedang sedang dalam pengerjaan. Mengingat kesuksesan Horizon: Zero Dawn, bukan tidak mungkin Horizon: Forbidden West akan merambah ke PC.

PlayStation Ratchet and Clank Rift Apart
Ratchet and Clank: Rift Apart juga dirumorkan dapat versi PC

Sementara itu, baru-baru ini terdapat laporan bahwa Ratchet and Clank: Rift Apart dapat menjadi game PC selanjutnya dari PlayStation. Tech4Gamers mendapati sebuah lowongan pekerjaan desainer UX/UI dari Nixxes dengan pengalaman Middleware Coherent sebagai poin plus. Pasalnya, Ratchet and Clank: Rift Apart dikembangkan menggunakan Middleware, alat buatan Coherent Labs.

Selain ketiga game itu, penggemar tetap berharap semakin banyak game eksklusif PlayStation akan mendapat versi PC-nya. Bloodborne dari FromSoftware menjadi salah satu contoh game yang paling banyak diminta penggemar agar dibuatkan versi PC-nya. Ghost of Tsushima juga diharapkan akan rilis di PC.

Kira-kira game eksklusif PlayStation manakah yang akan rilis di PC? Apakah kamu berminat untuk memainkannya kelak?