All posts by Thomas Rizal

Update terus isu-isu terkini di GAMEFINITY.ID!

Capcom Adakan Closed Beta Test untuk Game Online Baru Resident Evil

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Dalam rangka merayakan 25 tahun franchise Resident Evil, Capcom akan melakukan uji beta tertutup (Closed Beta Test/CBT) untuk game online Resident Evil baru yang tidak diberi nama. Tes yang dilakukan ekslusif untuk para Resident Evil Ambassadors ini dilakukan untuk platform PS4 dan Xbox One antara 27 dan 29 Januari.

Sebelumnya, Capcom berencana untuk mengungkap rincian tentang proyek misterius Capcom pada Resident Evil Showcase minggu depan. Mungkin saja beta tes yang dilakukan kali ini terkait dengan mode online untuk Resident Evil Village, meski game tersebut belum diumumkan untuk konsol generasi terakhir.

Adapun, syarat untuk mengikuti CBT kali ini adalah sebagai berikut:

  • Gamer memiliki ID CAPCOM.
  • ID CAPCOM ditautkan ke program Resident Evil Ambassador.
  • Berusia 18 tahun atau lebih.
  • Memiliki platform yang didukung (PlayStation 4, PlayStation4 Pro, dan Xbox One).

Pendaftaran dibuka dari 14 Januari hingga 25 Januari 25. Deadline pertama pada 20 Januari dan diumumkan pada 22 Januari, sementara Deadline kedua pada 25 Januari dan diumumkan pada 27 Januari. Resident Evil Ambassadors dengan peringkat Silver atau lebih akan mendapat kesempatan untuk terpilih mengikuti tes beta.

Sementara itu, Resident Evil Showcase akan dimulai pada 21 Januari pukul 2 siang PT atau 05:00 WIB. Menurut Capcom, acara tersebut akan menampilkan panduan dari Resident Evil Village, termasuk trailer baru, serta berita tambahan terkait dengan franchise Resident Evil.

Capcom merayakan ulang tahun ke 25 Resident Evil tahun ini. Game Resident Evil pertama kali dirilis di Jepang dengan nama Biohazard pada 22 Maret 1996, sebelum dirilis di Amerika Utara delapan hari kemudian.

Selain Resident Evil Village, Capcom juga akan mengumumkan rencana untuk merilis beberapa proyek Netflix. Proyek-proyek itu termasuk film CGI baru yang dibintangi protagonis game Resident Evil 2, Leon Kennedy dan Claire Redfield. Selain itu, serial live action Resident Evil juga sedang dikembangkan oleh Constantin Film, yang sebelumnya menggarap film Resident Evil.

Berlangsung Hingga 27 Februari Free Fire Master League Season III Berlangsung dalam Format Dua Divisi

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Garena Indonesia selaku pengembang game mobile Free Fire resmi merilis turnamen Free Fire Master League Season III yang akan dimulai 16 Januari hingga 27 Februari dan berlangsung dalam format dua divisi, yakni divisi I dan II. Pada musim ketiga ini, Garena ingin memberikan warna baru dalam ekosistem turnamen esport, khususnya Free Fire.

Tak seperti dua musim sebelumnya, kali ini terdapat slot untuk para pemain pemula yang disatukan dalam divisi II. Adapun divisi I dikhususkan bagi para pemain profesional atau pro-player yang nantinya akan mewakili Indonesia dalam turnamen Free Fire Internasional.

“Divisi I tetap menjadi ekosistem pembinaan kami untuk menjaring bibit-bibit yang akan dikirim ke turnamen internasional. Nantinya ada 18 tim untuk divisi I dan 12 tim untuk divisi II,” ujar Direktur Garena Indonesia Hans Saleh, dalam pembukaan FFML Season III yang digelar secara virtual, Jumat (15/1/2021) dikutip dari ANTARA.

Menurut Hans, pada musim kompetisi ketiga, tim peserta akan memperebutkan uang tunai sebesar Rp1,5 miliar yang terbagi atas Rp1,2 miliar bagi para juara di divisi I dan Rp300 juta untuk divisi II. Tak hanya itu, bukti keseriusan Garena Indonesia dalam mewujudkan ekosistem esport yang lebih profesional, yaitu dengan menyiapkan uang pembinaan sebesar Rp8,6 miliar dalam setahun bagi 18 tim.

“Kali ini kita memberikan uang pembinaan jadi Rp40 juta per tim per bulan sampai setahun. Kita berharap uang pembinaan ini bisa dipakai tim dan pemain untuk meningkatkan profesionalisme mereka,” ujar Produser Game Garena Free Fire Indonesia Christian Wihananto.

Dengan begitu, para atlet diharapkan bisa full time menggeluti industri esport. Hal ini bisa dipakai untuk persiapan dan latihan. Dari segi struktur, Free Fire mengklaim telah memberikan kompetisi yang terstruktur, dimana setiap minggu ada pertandingan.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto menyambut baik penyelenggaraan turnamen FFML Season III. Ia berharap industri esport di Indonesia bisa terus berkembang serta membawa nama Indonesia semakin harum di kancah internasional.

“Terlebih lagi bahwa Garena telah menyediakan wadah bagi atlet-atlet esport dari Indonesia hingga dapat bertanding di kompetisi tingkat dunia, dimulai dari FFWC 2019 hingga FFCS 2020 yang baru-baru ini dilakukan,” kata dia.

Pertandingan FFML Season III akan dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu pukul 19.00 – 22.00 WIB mulai 16 Januari-27 Februari untuk Divisi 1 dan setiap Rabu dan Kamis pukul 19.00 – 22.00 WIB pada 13 Januari-18 Februari untuk Divisi 2. Survivors yang ingin menonton pertandingan dapat menyaksikan Live Streaming di akun resmi YouTube dan Facebook Live Free Fire Esports Indonesia.

Kemenpora Komit Dorong Esports Masuk Revisi Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkomitmen untuk mendorong cabang olahraga Esports masuk dalam agenda pembahasan revisi Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) melalui program Program Legislasi Nasional (Proglenas).

“Kami saat ini sudah siap-siap menjelang revisi UU SKN. Esports belum masuk ke UU SKN yang ada. (Meski belum masuk dalam UU) bukan berarti (Esports) barang ilegal. Ini legal, tapi yang namanya kemajuan subsektor selalu mendahului regulasi,” ujar Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto dalam pembukaan turnamen Free Fire Master League Season III secara virtual, dikutip dari ANTARA.

Gatot mengatakan industri Esports di Indonesia memang menunjukkan grafik yang signifikan sejak beberapa tahun terakhir. Sejumlah turnamen, baik skala nasional maupun internasional, terus menjamur seiring pertumbuhan gim virtual tersebut.

Indonesia pun sudah diperhitungkan sebagai negara yang kuat di bidang Esports. Tak jarang tim-tim yang mengikuti turnamen internasional keluar sebagai juara, seperti dalam gim Mobile Legends: Bang Bang, Player Unknowns Battle Grounds (PUBG) mobile, hingga Free Fire.

Mengingat Esports sudah masuk dalam salah satu olahraga prestasi, maka dorongan untuk memasukkannya ke dalam pembahasan revisi UU SKN selayaknya patut diperjuangkan.

“UU SKN ini diinisiasi DPR, tetapi konteksnya adalah merevisi UU SKN secara keseluruhan dalam rangka prolegnas. Kami masih menunggu sambil melihat, apabila anggota dewan ingin bertanya, kami siap menjelaskan,” kata dia.

Meski begitu, Gatot meminta pelaku di industri tersebut untuk sama-sama menyuarakan pentingnya Esports dimasukkan ke dalam pembahasan UU SKN. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga harus terus didengungkan karena tak sedikit yang masih menganggap negatif olahraga itu.

“Jadi, poinnya supaya dalam benak anggota dewan berpikir betapa urgensinya Esports. Yang ada dalam benak masyarakat, karena saat ini 50:50, yang plus dan negatif, makanya kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk mengampanyekan betapa pentingnya Esports,” katanya.

 

Pernah Putus Sekolah Akibat Kecanduan Game, Atlet Esports Denmark Kini Punya Rumah Seharga Rp30,5 Miliar

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Esports disebut-sebut sebagai salah satu olahraga “jaman now”. Jika digeluti dengan benar, Esports bahkan juga bisa menjadi mata pencaharian tersendiri. Terbukti, atlet-atlet Esports kenamaan juga memiliki kekayaaan yang tak kalah mentereng ketimbang atlet olahraga lain seperti sepak bola atau basket.

Sebut saja kapten OG Esports, Johan “N0tail” Sundstein. Juara dunia Dota 2 bisa dibilang menjadi atlet impian dari banyak pemain Esports profesional di seluruh dunia. Bersama OG, N0tail memenangkan kejuaraan Dota 2, The International sebanyak dua kali, pada 2018 dan 2019.

Dua kali juara membuat OG langsung melejit menjadi salah satu tim terkaya di skema kompetitif Dota 2, begitu juga dengan para pamainnya. N0tail adalah pemain Esports terkaya di dunia, setidaknya menurut hadiah yang telah dimenangkan.

Kapten OG telah memenangkan hadiah uang lebih dari 7,4 Juta USD. Sebagian besar dari uang ini diperoleh melalui kemenangan di The International 8 (TI8) dan The International 9 (TI9) di mana timnya mengumpulkan total hadiah uang sebesar 27 juta USD. N0tail juga memenangkan empat gelar Major di mana OG memenangkan lebih dari 4 juta USD.

Kepada BBC, baru-baru ini N0tail memamerkan rumah barunya yang sekaligus jadi markas baru timnya. Hadiah dari beberapa kompetisi yang mereka lakoni membuat N0tail bisa membeli sebuah rumah dan pindah dari Denmark ke Lisbon, Portugal.

Di sana N0tail membeli rumah dan merenovasinya dengan mengeluarkan biaya mencapai 1,8 juta Eur atau sekitar Rp30,5 miliar. Pemain berusia 27 tahun ini membuat rumahnya sebagai “markas” baru OG. Di dalam rumah tersebut ada 17 kamar dan berbagai fasilitas pendukung seperti kolam renang dan arena olahraga fisik. Bahkan hingga dapur yang dilengkapi chef, yang siap menghidangkan makanan bergizi bagi para pemain dan staf OG.

“Saya telah menghabiskan 400 ribu Eur sejauh ini untuk merenovasi dan membeli barang-barang seperti furnitur dan material. Saya menghabiskan satu setengah (juta untuk properti). Saya juga menghabiskan 300 ribu Eur lagi untuk dikerjakan, jadi hingga harganya sekitar 1,8 juta Eur. ”

Pemain asal Denmark itu juga menceritakan bagaimana dirinya bisa menggeluti dunia game. Dirinya juga mengaku harus putus sekolah karena terlalu kesulitan membagi waktu. Hal ini sempat membuat ibunya khawatir akibat sang anak kecanduan game.

“Saya memiliki Gameboy ketika saya mulai belajar menggunakan pispot. Saya banyak bermain ketika saya berusia 13, 14 tahun. Saya pulang dari sekolah dan pada dasarnya bermain sampai larut, hingga 12 jam, terkadang lebih. Selama akhir pekan bisa lebih. Saya akan bermain 20 jam jika saya bisa. Ibu saya mengkhawatirkan kesehatan saya dan sedikit tentang masa depan saya. Saya kesulitan dengan sekolah dari usia 15 sampai 17, atau akhir 16, dan saya berhenti setelah itu. Saya tidak pernah melihat ke belakang.”

N0tail bersama dengan OG bersiap untuk memulai perjuangan mereka meraih gelar juara TI ketiga mereka akhir tahun ini. Mereka akan menghadapi pertandingan Liga Regional pertama di wilayah UE melawan Chicken Fighters pada 23 Januari. N0tail sendiri sudah berencana untuk tetap menggeluti game dengan berperan sebagai pelatih, setelah dirinya pensiun sebagai pemain.

“Saya pikir saya punya banyak tahun tersisa. Saya dulu masih muda dan sekarang saya mulai tua, meski belum merasa tua. Ini benar-benar masih terasa seperti saya berusia 20 tahun dan kami baru saja memulai. Saya mungkin bukan pemain terbaik dalam keterampilan mekanik, tetapi saya tahu bagaimana membuat ini bekerja.”

Kreator Smash Bros Angkat Topi untuk CDPR yang Siap Ganti Rugi Cyberpunk 2077

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Kreator Super Smash Bros. Masahiro Sakurai memuji sikap CD Projekt Red yang siap menawarkan pengembalian dana Cyberpunk 2077 setelah peluncurannya yang bermasalah. Dirilis pada 10 Desember, Cyberpunk 2077 mendapat kritik karena banyaknya bug, serta tidak dapat dijalankan dengan baik untuk versi konsolnya.

CD Projekt berjanji untuk meningkatkan game tersebut dan merilis sejumlah patch, serta menawarkan pengembalian dana untuk para gamer yang tidak ingin menunggu update dari game. Terkait hal tersebut, Sakurai angkat topi untuk reaksi perusahaan.

“Berani mengembalikan uang membuat saya merasa sangat tersentuh. Ketulusan seperti ini belum pernah terdengar sebelumnya. Saya mendukung permainan ini dari lubuk hati saya yang tulus, karena perusahaan juga telah menangani masalah ini dengan baik (pengembalian dana),” tulis pencipta Kirby itu, dikutip dari VGC.

Sakurai mengaku telah memainkan Cyberpunk 2077 di PC dan mengalami banyak bug. Walau begitu dirinya mengaku bisa memainkan game itu di konsol sebagian besar tanpa masalah. Dirinya menjalankan Cyberpunk 2077 di PS4 Pro, dan berjalan dengan 30 FPS per 20 Desember 2020.

“Cyberpunk 2077 adalah game impian. Saya ingin tahu berapa banyak perencanaan dan produksi yang dibutuhkan. Memiliki game AAA yang dirilis multi-platform, bagi saya itu luar biasa.”

Capcom Akan Bagikan Update Terbaru Resident Evil Pada Showcase Minggu Depan

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Capcom akan mengadakan streaming Resident Evil Showcase pada hari Kamis (21/1/2021). Dalam acara tersebut Capcom disebut-sebut akan membrikan update terbaru dari Resident Evil Village, termasuk trailer baru, serta berita tambahan terkait dengan franchise Resident Evil.

Seperti diberitakan Video Games Chronicle, Resident Evil Showcase akan dimulai pada 21 Januari pukul 2 siang PT atau 17:00 WIB. Sekadar informasi, Capcom tahun ini merayakan ulang tahun ke-25 Resident Evil. Game PlayStation itu pertama kali dirilis di Jepang dengan nama Biohazard pada 22 Maret 1996, sebelum dirilis di Amerika Utara delapan hari kemudian.

Jangan lewatkan #REShowcase pada 21 Januari pukul 2 Siang PT! Bergabunglah dengan produser Resident Evil dan pembawa acara kami, Brittney Brombacher (@BlondeNerd), dalam tur ke Resident Evil Village, termasuk trailer baru, gameplay pertama, dan berita Resident Evil lainnya!” cuit Capcom melalui Twitter resmi Resident Evil @RE_Games.

Selain Resident Evil Village, Capcom juga akan mengumumkan rencana untuk merilis beberapa proyek Netflix. Proyek-proyek itu termasuk film CGI baru yang dibintangi protagonis game Resident Evil 2, Leon Kennedy dan Claire Redfield. Selain itu, serial live action Resident Evil juga sedang dikembangkan oleh Constantin Film, yang sebelumnya menggarap film Resident Evil.

Constantin juga telah mengumumkan rencana untuk memulai ulang franchise film Resident Evil dengan cerita asli yang sesuai dengan dua entri pertama dalam serial game survival horror kesayangan Capcom itu. Enam film Resident Evil sebelumnya, yang semuanya ditulis dan disutradarai oleh Paul W. S. Anderson dan dibintangi oleh Milla Jovovich, meraup pendapatan box office hingga 1,2 miliar USD secara global, sejak film pertama dirilis pada tahun 2002.

Capcom tahun lalu mengumumkan secara keseluruhan, game-game Resident Evil telah terjual 103 juta unit. Menurut salah satu sumber internal, Capcom berencana untuk membuat ulang Resident Evil 4 melalui M-Two yang berbasis di Osaka. Studio baru itu didirikan oleh mantan kepala PlatinumGames Tatsuya Minami, yang telah mempersiapkan pengembangannya sejak 2018.