Category Archives: Gaming News

Capcom Matikan Resident Evil Code: Veronica Fans Remake

GAMEFINITY.ID, PATI – Capcom saat ini sedang memberikan beberapa perbaikan franchise Resident Evil. Perbaikan ini dilakukan dengan me-remake beberapa seri lama mereka seperti Resident Evil 2 hingga 4 yang akan datang tahun depan. Usaha ini terbilang cukup berhasil menaikkan popularitas Resident Evil terutama untuk mereka yang baru memainkan Resident Evil. Meski begitu, tidak semua seri Resident Evil mendapatkan remake seperti Resident Evil Code: Veronica.

Capcom Tuntut Resident Evil Code: Veronica Buatan Fans

Karena tidak mendapatkan remake, beberapa fans berusaha untuk menciptakan Resident Evil Code: Veronica sendiri. Namun sayangnya usaha mereka terpaksa berhenti. Project remake Resident Evil Code: Veronica terpaksa ditutup karena dituntut oleh Capcom. Resident Evil Code: Veronica memiliki tempat yang aneh dalam waralaba Resident Evil. Awalnya Code: Veronica direncanakan akan menjadi Resident Evil 3, namun karena kesapakatan kontrok maka angka 3 terpaksa diberikan ke Resident Evil 3: Nemesis. Code: Veronica pun rilis sebagai seri spin-off.

Meskipun bukan termasuk entri utama, Resident Evil Code: Veronica memiliki kaitan cerita yang cukup kuat dengan timeline utama Resident Evil. Pada Code: Veronica akhirnya terungkap alasan rutuhnya Umbrella Corporation yang kurang dijelaskan dalam Resident Evil 4. Peristiwa kehancuran Umbrella Corporation pun baru dilanjut di seri ke 5 Resident Evil.

Karena satu dan lain hal, Resident Evil Code: Veronica entah kenapa seolah telah diabaikan oleh Capcom. Meskipun mendapatkan versi remaster, tetapi Capcom sama sekali tidak tertarik untuk membawa game ini ke perangkat game terbaru. Melihat perlakuan Capcom kepada Code: Veronica, sekelompok fans berusaha untuk membuat remake Resident Evil Code: Veronica mereka sendiri dengan mengadaptasi remake Resident Evil baru – baru ini.

Pengembangan pun berjalan cukup berhasil hingga dapat merilis demo untuk Resident Evil Code: Veronica remake. Mereka juga telah merencanakan untuk merilis game di tahun ini, tetapi ambisi tersebut tepaksa kandas. Capcom dilaporkan telah menuntut agar pengembangan Resident Evil Code: Veronica remake buatan fans dihentikan.

Dilakukan untuk Melindungi Hak Cipta

Meskipun ini adalah berita yang mengecewakan bagi mereka yang menunggu Resident Evil Code: Veronica. Namun beberapa ada yang mengganggap jika Capcom sudah merencanakan akan me-remake judul yang satu ini. Meski begitu, bukan serta merta Capcom memberikan isyarat dengan melakukan tuntutan ini. Banyak perusahaan game yang menuntut project game buatan fans untuk melindungi hak kekayaan intelektual mereka.

Hingga saat ini Capcom masih belum ada rencana untuk membuat Resident Evil Code: Veronica remake. Capcom sendiri masih disibukkan dengan Resident Evil 4 remake dan rumor Resident Evil 9. Namun Capcom juga mengatakan bahwa peluang untuk remake Resident Evil Code: Veronica bukan tidak ada sama sekali. Mungkin fans masih harus menunggu lebih lama lagi untuk remake seri yang satu ini.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk memainkan Resident Evil Code: Veronica? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

The Legend of Heroes, Anime yang Menjadi Game RPG di Mobile

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – UserJoy Japan mengumumkan bahwa game mobile RPG yang berdasar pada anime The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel Northern War sedang dalam masa produksi, dan siap launching pada 2023 untuk region pertamanya adalah Jepang.

The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel Northen War Konsep dan Gameplay

The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel sendiri memiliki mekanisme fitur sebuah story mode yang berdasar kepada event di anime, sejauh ini juga ada cerita dan karakter unik yang playable. Turut menampilkan sistem ARCUS II dari Trails of Cold Steel III, dengan pemain yang dapat eksplore dunia dan menyelesaikan game berkala.

The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel Northern War sendiri akan hadir dengan gameplay yang kurang lebih sama dengan disebutkan diatas. Mengusung gameplay TurnBased.

The Legend of Heroes Trails of Cold Northern War Realesed

Dalam perilisannya, game ini turut hadirkan peta dunia Northern War yang terjadi di negara bagian Ambria Utara, terletak di bagian Barat laut Zemuria.

Baca juga: Brown Dust 2 Hadir dengan Early access di Mobile

The Legend of Hero: Trails of Cold Steel Northern War, Pemberontakan Oleh Winslet Sang Keturunan Vlad

The Legend of Heroes Trails of Cold Northern War Realesed

Judul game kali ini mengikuti peristiwa dimana berlangsung dalam timeline yang melompat antara seri II dan III. Berfokus pada Lavian Winslet, seorang gadis muda yang lahir di Ambria Utara yang merupakan sebuah wilayah terpencil di Zemurian.

Merupakan cucu dari Vlad yang merupakan seorang pahlawan terkenal yang khianati Ambria Utara. Bersama tentara bayaran Jeagers Utara akan merebut kembali kehormatan negaranya dan pertahankannya dalam misi melawan kekaisaran Erebonian.

Dalam anime ini, Lavian tidaklah sendirian, melainkan dirinya akan berpetualang bersama beberapa pasukan lainnya, seperti Martin S, Iseria, dan Talion.

The Legend of Heroes Trails of Cold Northern War Realesed

The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel Northern War sendiri dalam anime dengan judul utama yang sama akan diatur untuk dapat debut pada awal tahun, tepatnya pada 8 Januari 2023 mendatang.

Sepertinya juga dalam anime-nya, game ini sendiri akan mendapatkan voice actor yang serupa dengan yang ada di anime-nya, seperti Nakamura Yuiichi yang pernah mengisi suara Gojo Satoru, Bucciarati, bahkan Oreki Houtaro.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Leaker Apex Legends: Class System Dirombak Besar-besaran

GAMEFINITY.ID, Bandung – Season 16 dari Apex Legends dijadwalkan rilis Februari 2023, menjadikan season 15 yang rilis November lalu sebagai season terpanjang kedua dalam game. Seperti biasa, berbagai leaker Apex Legends mulai mengabarkan kemungkinan perubahan yang akan datang di dalam game. Salah satunya mengklaim bahwa class system akan dirombak besar-besaran.

Terdapat Perubahan pada Class System, Menurut Leaker Apex Legends

Akun Twitter Thordansmash pertama kali mengabarkan bocoran itu. Menurutnya, Respawn Entertainment sedang merombak besar-besaran class system. Informasi itu didapatnya dari seorang leaker Apex Legends yang tidak disebutkan namanya.

Saat ini, terdapat empat class di Apex Legends, yakni Attacker, Defender, Recon, dan Support. Bocoran tersebut mengabarkan akan ada dua class baru, yaitu Assault dan Skirmisher. Keduanya untuk membedakan Legend tipe Attack.

Class Assault akan mendapatkan red bin dan penyimpanan peluru tambahan. Skirmisher akan mendapat mobilitas tambahan dan tipe hit and run seperti Wraith dan Mirage.

Bocoran itu juga memberi teori bahwa Legend tipe Defense Caustic, Rampart, Wattson, dan Catalyst akan beralih menjadi Legend tipe Control. Sementara Newcastle dan Gibraltar akan berubah menjadi Legend tipe Support. Class system baru ini diharapkan akan memberi banyak pilihan bagi pemain jika terwujud.

Baca juga: Playoff Apex Legends Global Series 2023 Digelar di London

Dua Legend Juga Akan Di-Overhaul

Leaker Apex Legends says Pathfinder will get an overhaul
Pathfinder dipastikan akan dapat overhaul, menurut leaker

Selain perubahan pada Class System, Thordansmash juga menemukan informasi perubahan dua Legend tipe Recon. Menurutnya, Pathfinder dan Mirage akan mendapat rework saat class system baru hadir pada season 16 mendatang.

“Pathfinder akan dapat rework yang solid,” ungkap informasi yang dibagikan Thordansmash.

Tidak seperti Pathfinder, Mirage masih disebut mungkin akan mendapat rework. Namun, klaim ini tampaknya bisa berubah sewaktu-waktu.

Leaker tersebut mengklaim bocoran itu memang benar adanya. Ia juga mengatakan apa yang dibocorkan Thordan selalu terwujud. Hal ini menunjukkan sang leaker memiliki track record yang baik dalam membocorkan konten baru di Apex Legends.

Thordan sebelumnya menyebut mode Hardcore akan segera hadir Januari mendatang. Mode tersebut dikabarnya menampilkan fitur yang lebih menantang dari biasanya.

Saat ini, bocoran dari leaker Apex Legends itu masih belum terbukti benar adanya. Jika class system benar dirombak mulai season 16, hal itu akan menjadi perubahan besar setelah hampir empat tahun.

Update informasi menarik lainnya seputar game, pop culture dan Anime hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

The Pokemon Company Tuntut Game NFT Pokeworld

GAMEFINITY.ID, Bandung – The Pokemon Company mengajukan tuntutan pada sebuah pengembang asal Australia yang telah membuat game NFT Pokeworld. Pengembang tersebut adalah Pokemon Pty Ltd dan Kotiota Studios. Alasannya, mereka menggunakan hak cipta tanpa izin.

Pokeworld Dituntut karena Tidak Berlisensi

Pokeworld not supported by The Pokemon Company
Screenshot dari situs promosi Pokeworld

Kotiota Studios telah mempromosikan game ini selama berbulan-bulan. Mereka mengklaim Pokeworld sebagai sebuah game play to earn metauniverse berisi berbagai pokemon menarik yang bisa dikumpulkan setiap pemain. Mereka juga menjadikan “Pokemons” sebagai kata jamak dari Pokemon dalam bahasa Inggris. Padahal, kata jamak yang benar tetap Pokemon.

Dalam video singkat yang menunjukkan cara bermain, terlihat Pikachu bertarung melawan Charmander, sebuah mode PvE di mana pemain berhadapan dengan Charizard, dan sebuah adventure mode di mana pemain berburu Pokeball.

Baru-baru ini, The Pokemon Company International mengajukan tuntutan hukum di pengadilan federal Australia. Mereka menuntut pihak Pokemon Pty Ltd dan Kotiota Studios karena menggunakan kekayaan intelektual tanpa izin.

Pihaknya dengan Nintendo berkata bahwa mereka tidak akan meluncurkan NFT bertema Pokemon. Tampaknya keputusan ini dibuat demi melindungi brand Pokemon sebagai properti andalan milik Nintendo yang ditujukan untuk semua umur.

Sebelumnya, enam pengembang asal China dituntut karena membuat game Pocket Monsters Reissue pada September lalu. Alasannya, mereka telah melakukan plagiarisme dan pelanggaran hak cipta. Game tersebut sudah beroperasi sejak 2015 di negeri tirai bambu itu.

Baca juga: The Pokemon Company Tuntut 6 Pengembang Asal China!

Pihak Pengembang Pokeworld Klaim Pernah Ikut Mengerjakan Game Pokemon, Dibantah Keras The Pokemon Company

Vooks mendapati bahwa karyawan di balik Pokeworld mengklaim pernah mengerjakan game Pokemon di bawah naungan Nintendo. Game tersebut di antaranya Pokemon Scarlet & Violet, Pokemon Home, dan Pokemon Sleep (yang belum rilis sampai sekarang).

Klaim ini telah dibantah keras oleh The Pokemon Company International. Pihaknya menegaskan melalui dokumen legal bahwa karyawan Pokemon Pty Ltd dan Kotiota Studios tidak pernah sekalipun menjadi kontraktor untuk mereka.

Per tulisan ini, situs resmi Pokeworld masih bisa dikunjungi. Game NFT itu dikatakan akan rilis Januari 2023 di mobile. Mengingat tuntutan dari The Pokemon Company, tampaknya hal ini tidak akan terjadi.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Goblin Slayer Kini Hadir Dalam Kemasan Game Browser

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Salah satu game hasil adaptasi dari serial anime populer Goblin Slayer akan hadir dalam layanan HTML Game G123, tersedia dalam 3 bahasa, yaitu Inggris, Jepang, dan Chinese Traditional.

G123 sendiri ialah layanan game Jepang yang beroperasi dalam sebuah browser pengguna, terutama yang terfokus pada penyedia judul anime. Game 123 dapat dimainkan di browser, baik di mobile atau PC sekalipun.

Goblin Slayer menjadi salah satu katalog judul baru dalam browser ini dengan judul Goblin Slayer: Endless Hunting. Serial anime-nya sendiri dijadwalkan untuk season 2 di tahun depan.

Goblin Slayer, Dark Fantasy yang Dapatkan Adaptasi dan Season 2

Goblin Slayer adalah animasi serial Jepang yang diadaptasi dari manga dengan judul yang sama. Anime dengan judulnya saja pembaca sudah tau ini anime apa. Dikemas dengan gaya dark medieval ber-genre dark fantasy.

Goblin Slayer ditulis oleh Kumo Kagyu untuk Light Novel dan Kosuke Kurose untuk Manga-nya. Manga-nya sendiri hadir pada Mei 2016 dan masih berlanjut hingga saat ini.

Baca juga: Review God Hand, Beat Em Up Full SFX yang Ikonik

Goblin Slayer: Endless Hunting Pre-Regist Reward

Sebagai bagian dari salah satu promosi game sebelum dirilis, Goblin Slayer: Endless Hunting ini menjanjikan dalam memberikan sejumlah besar reward dalam game yang akan dibagikan kepada semua pemain setelah game tersebut mencapai target pra-registrasi tertentu.

Setelah mencapai atrget praregist 100.000 regist, pemain dapat memulai petualangan dengan pemberian reward, seperti sejumlah Gems, Coins, Enchanace Stones, Bnd Stones, dan SSR Ally Ticket.

Join dalam Goblin Slayer: Endless Hunting Limited Quest

Goblin Slayer Endless Hunting

Sebagai salah satu dari merayakan perilisan game ini, setiap pemain yang bergabung dalam pertarungan dapat berpartisipasi dalam daily quest yang diperbarui setiap hari. Pada hari ke-7, pemain mendapatkan reward berupa skin yang dapat digunakan pada karakter untuk upgrade weapon mereka. Misi di sini juga berfungsi sebagai tutorial untuk sistem game yang berbeda, menambahkan sedikit bonus untuk training dalam tutorial.

Karakter Keren dalam Goblin Slayer: Endless Hunting

Game ini hadirkan banyak karakter untuk party seperti pada anime-nya. Beberapa karakter tersebut seperti Sword Maiden, Lancer, dan Sorceress sebagai sekutu sementara dalam battle.

Goblin Slayer Endless Hunting

Goblin Slayer Endless Hunting

Goblin Slayer Endless Hunting

Dalam pengumuman lainnya juga, pengisi suara anime-nya turut hadir untuk kembali memerankan peran mereka dalam mengisi suara karakter di Goblin Slayer.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Hideo Kojima Mengaku Microsoft Mengerti Game Aneh Miliknya

GAMEFINITY.ID, Bandung – Memasuki tahun 2023, Hideo Kojima tampaknya akan sangat sibuk. Meski Death Stranding 2 akhirnya resmi diumumkan di The Game Awards 2022, ia masih memiliki satu lagi proyek game. Game tersebut merupakan kolaborasi Kojima Productions dan Xbox Game Studios milik Microsoft.

Hideo Kojima Berkata Hanya Microsoft yang Mengerti Game Biasanya.

Hideo Kojima Productions Xbox Game Studio
Proyek Kojima Productions x Xbox Game Studios masih menjadi misteri

Sejauh ini, detail tentang game tersebut masih belum diketahui semenjak pengumuman dalam acara Xbox & Bethesda Showcase 2022. Saat itu, Kojima hanya mendeskripsikan game-nya itu sebagai “benar-benar baru dan belum pernah terpikirkan siapapun”. Game itu merupakan proyek cloud-based.

Kojima menceritakan proyek game-nya bersama Microsoft dalam wawancara dengan IGN. Dirinya menjelaskan judul game itu berkonsep tidak biasa.

“Selain Death Stranding 2, kami membuat satu lagi judul yang tidak biasa. Saya paham pemain berharap karya pertama Kojima Productions berupa sebuah game. Walau membuat game lebih sulit daripada membuat tipe karya video lain, ini juga menjadi paling menyenangkan,” tuturnya.

Ia mengaku sudah mengajukan memikirkan konsep game itu selama lima atau enam tahun. Ia mempresentasikannya pada berbagai perusahaan besar. Namun, penolakan tidak terhindarkan. Mayoritas dari mereka menganggap dirinya gila.

“Akhirnya Microsoft yang mengatakan mereka paham dan sekarang kami mengerjakan proyek itu bersama-sama, termasuk sebuah technology front,” jelasnya lagi.

Berdasarkan bocoran yang sebelumnya beredar, penggemar memperkirakan game buatan Kojima Productions dengan Microsoft itu adalah Overdose.

Kojima Productions Rayakan Hari Jadi ke-7, Masuki Era Baru

Hideo Kojima Productions 7th anniversary
Hari jadi ke-7 Kojima Productions jadi era baru bagi perusahaan

tanggal 16 Desember 2022 menjadi hari jadi ketujuh Kojima Productions. Ini menjadi era baru bagi perusahaan yang disebut Phase 2.

Era baru itu awalnya akan dimulai pada 2020. Namun pandemi COVID-19 memicu studio menunda casting dan syuting untuk sebuah proyek. Produksi Death Stranding Director’s Cut juga mengalami kesulitan karena pandemi. Ditambah, rencana membuat sebuah film pendek pun harus dibatalkan.

Baca juga: Hideo Kojima Ungkap Konspirasi Game Abandoned

Saat ini, Kojima Productions tengah mengerjakan Death Stranding 2 dan sebuah game kolaborasi dengan Microsoft. Death Stranding juga akan diadaptasi menjadi film live action oleh Hammerstone Studios. Hideo Kojima menyebut film itu akan mengambil arahan yang belum diambil sebelumnya daripada semua adaptasi dari game lainnya.

Hideo Kojima tampaknya akan sibuk dengan berbagai proyek Kojima Productions mulai 2023 mendatang. Selain Death Stranding 2, penggemar tentu tidak sabar untuk menanti pengumuman resmi tentang game kolaborasi dengan Microsoft.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.