Category Archives: Gaming News

Harvest Moon Dapatkan Judul Terbaru, Setelah Story of Season

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Natsume selaku publisher mengumumkan pada tanggal 15 Desember 2022 kemarin, bahwa game terbarunya dari franchise Harvest Moon sedang dalam masa pengembangan untuk judul terbarunya, Harvest Moon: The Winds of Anthos.

Harvest Moon: The Winds of Anthos Announcement

Harvest Moon: The Winds of Anthos sendiri menjadi sebuah kejutan untuk penggemar atas perayaan ulang tahun ke-25 dan akan segera dirilis pada musim Panas 2023, dengan sedikit minimnya informasi yang kapan dan platform apa yang dihadirkan.

Baca juga: Tap Dig My Museum, Idle Game Collectible Modal Ketuk-Ketuk

Harvest Moon RPG Simulasi yang Melegenda

Harvest Moon: The Winds of Anthos Announcement

Harvets Moon atau dikenal juga dengan Farm Story di Jepang merupakan game RPG Farm Simulation yang dikembangkan oleh Amccus dan Super Nintendo Entertainment System. Pertama kali rilis di Jepang pada 1996.

Harvest Moon sendiri merupakan game yang berfokus dalam mengikuti seorang pemuda yang ditugasi memelihara pertanian yang diwarisi dari kakeknya. Secara umum, tujuan utama dari game ini adalah mengurus pertanian yang telah rusak atau terlantar.

Pemain dapat memutuskan bagaimana mengalokasikan waktu di antara tugas sehari-hari, seperti beternak, menanam, memancing, bersosialisasi, dan masih banyak lagi. Dalam beberapa series, Harvest Moon memungkinkan player untuk menikah dengan salah satu NPC di dalam game.

Harvest Moon: The Winds of Anthos, Sekuel Terbaru dari Natsume Atas Perayaan Ke-25

Harvest Moon: The Winds of Anthos Announcement

Di Harvest Moon: The Winds of Anthos, Pemain akan menjelajahi sebuah tanah atau dataran yang dikenal sebagai Anthos. Dataran tempat tinggal bagi Harvest Sprite, roh yang melindungi manusia dan alam, serta dewi alam yang dikenal sebagai Harvest Goddess.

Bermula dari sekitar 20 tahun yang lalu, letusan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah gunung vulkanik Anthos memaksa Harvest Goddess dan Harvest Sprite-nya menggunakan semua kekuatan mereka untuk melindungi orang-orang Anthos.

Semua orang-orang Anthos diselamatkan, tetapi letusan besar itu membuat desa-desa terputus terpisah satu sama lain. Percaya bahwa desa dan orang-orang yang terpisah suatu hari akan terhubung kembali, Harvest Goddess mengirim surat dalam botol kelaut, dan kunci ajaib kemudian kembali tertidur lelap hingga sang protagonis datang ke Anthos.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Samsung Siapkan SoC Pengganti Exynos

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Siapa yang tak kenal dengan merk HP yang satu ini? Samsung pada masa kejayaannya pernah menjadi merk HP terbaik dikarenakan bodinya yang dibuat dengan bahan berkualitas baik. Selain itu UI HP yang cukup bersahabat juga menjadi alasan merek ini cukup dinikmati sebelum digantikan dengan One UI walaupun sebagian menganggap One UI milik Samsung masih menjadi UI HP terbaik hingga saat ini.

Namun seiring waktu ponsel Samsung kini mengalami penurunan kualitas. Terlihat banyak pengguna yang mengeluhkan masalah pada perangkatnya, dan masalah tersebut didominasi oleh layar seperti LCD yang mudah bocor, munculnya garis hijau, dan sebagainya. Serta performanya yang dianggap lebih lambat terutama pada HP Samsung yang menggunakan SoC Exynos.

Performa Dinilai Lelet, Samsung Akan Pensiunkan Chipset Buatannya, Exynos

Dilansir dari Android Police, Exynos yang telah melekat pada Samsung sejak dulu ini baru-baru ini akan dipensiunkan lalu diganti dengan SoC yang lebih cepat dari segi performa. SoC atau System on Chip ini kabarnya juga akan didesain oleh divisi Samsung itu sendiri.

Sudah sejak dahulu Samsung begitu mandiri dalam memasarkan produknya terbukti dengan diciptakannya chipset atau SoC mereka sendiri yang dinamai Exynos walaupun banyak dari produk mereka yang juga menggunakan Qualcomm atau Snap Dragon. Namun belakangan ini banyak pengguna yang mengeluhkan performa dari chipset Exynos yang begitu lambat, mendengar keluhan ini pihak Samsung akhirnya berinisiatif untuk mengganti SoC mereka.

Baca juga: Apple Akan Izinkan Aplikasi Pihak Ketiga

Exynos merupakan Chipset yang dibuat oleh Samsung melalui divisi LSI System, sementara untuk penggantinya akan didesain oleh tim baru mereka MX atau Mobile eXperience yang memang masih satu naungan dengan Samsung. MX Development ini akan Diketuai oleh Choi Won Joon yang telah bekerja dengan Samsung semenjak 2016 dan Qualcomm.

Samsung Exynos
Chipset Exynos

Itu mengapa beliau dipercayakan dalam pembuatan SoC baru ini. Dikarenakan satu naungan dengan Samsung, hal ini juga dilakukan oleh Google dengan chip Tensor dan Apple dengan A Seriesnya. Pihak Samsung hingga saat ini juga belum memastikan kapan chipset ini akan diproduksi secara massal. Dikabarkan SoC terbaru Samsung ini akan dipakai pada Samsung Galaxy S25.

Walaupun LSI System sudah tidak lagi memproduksi chipset mereka di masa mendatang, mereka lantas berganti fokus untuk produksi chip pada kendaraan bermotor.

TikTok Direncanakan Akan Diblokir di Amerika

GAMEFINITY.ID, PATI – TikTok telah menjadi salah satu platform sosial media terbesar saat ini. Bahkan popularitasnya telah melebihi sosial media lain yang lebih dulu muncul seperti facebook, twitter, dan instagram. TikTok sendiri merupakan pelopor dari format video short yang telah diikuti oleh platform lain. Meski beberapa kali menuai kontroversi, pada akhirnya TikTok berhasil mencuri hati para pengguna internet di seluruh dunia. Namun baru-baru ini terdengar kabar kurang mengenakan untuk TikTok di Negara Amerika.

Tidak Jauh – Jauh Dari Politik

Senator Marco Rubio, yang merupakan anggota dari Senate Intelligence Committee baru saja memperkenalkan undang-undang yang akan melarang TikTok di Amerika Serikat. Hal yang melatarbelakangi ini karena TikTok dirasa memberikan pengaruh komunisme serta menyimpan informasi-informasi pribadi Amerika. Kapan undang-undang ini akan disahkan masih belum diketahui. Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat masih perlu melakukan pemungutan suara untuk kasus ini.

Undang-undang yang diajukan oleh Senator Marco Rubio secara jelas melarang TikTok dan media sosial serupa dari ByteDance di Amerika Serikat. ByteDance sendiri merupakan perusahaan yang menciptakan TikTok. Menurutnya hal ini diperlukan untuk mencegah ancaman nasional  serta memberika pengawan internet dari pengaruh partai komunis China. Rubio sebelumnya mengklaim jika partai Komunis China bisa saja menggunakan TikTok untuk menyebarkan propaganda yang memicu perselisihan dalam negeri.

Pihak TikTok sendiri sudah pernah memberikan respon mengenai pelarangannya di Amerika serikat. Menurut laporan dari Gamerant, pihak TikTok mengatakan bahwa usaha seperti membuat undang – undang larangan tidak akan memajukan keamanan nasional. TikTok juga dengan tegas membantah tuduhan yang dilancarkan oleh Senator Rubio.

Tidak Hanya Di Amerika, Indonesia Juga Pernah Memblokir TikTok

Tidak ada di Amerika, TikTok juga pernah diblokir diberbagai negara, di mana salah satunya adalah Indonesia. Indonesia pernah memblokir TikTok pada tahun 2018 lalu setelah menerima banyaknya laporan negatif mengenai aplikasi tersebut. Para masyarakat saat itu merasa jika konten-konten yang ada di TikTok telah dipenuhi hal-hal berbau asusila hingga pelecehan. Namun pemblokiran ini hanya bersifat sementara setelah dilakukan pembersihan konten-konten tidak layak seperti asusila, pornografi, hingga pelecehan.

Bagaimana menurut kalian? Apakah TikTok memang seberbahaya itu? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Apex Legends Larang Pemainnya Tulis Andrew Tate di Chat?

GAMEFINITY.ID, Bandung – Apex Legends sudah terkenal dengan kebijakannya untuk menjatuhkan ban bagi pemain yang mengganggu selama bermain. Tampaknya menulis “Andrew Tate” di chat menjadi salah satu larangan bagi pemain. Hal itu disadari salah satu pemainnya yang telah membahas sosok kontroversial itu hingga dijatuhi suspension oleh EA.

Pemain Mengaku Kena Suspension atau Ban Karena Menulis “Andrew Tate” di Chat Apex Legends

Seorang pemain membagikan detail saat ia hanya mengirim pesan “andrew tate cringe” di chat. Lalu ia dijatuhi sanksi suspension oleh EA karena dugaan “ujaran kebencian” selama satu minggu. EA akan menjatuhkan ban permanen jika ia melakukannya kembali setelah masa suspension berakhir.

Do you think this ban is fair? Teammates were discussing Andrew Tate, saying "women belong in the kitchen", I respond with this in text chat before muting both of them. I got banned for a week. I can understand if I said something worse, but this? Tried disputing it & they said it was correct :
by u/onyi_time in apexlegends

Ia membagikan pengalamannya itu pada laman Reddit. Tidak heran, banyak pengguna yang mengkritik keputusan EA. Beberapa dari mereka membandingkan aturan tersebut seperti aturan di dunia dystopia. Pengguna lain sampai mengaku mereka tidak ingin menggunakan fitur chat dalam game.

EA memiliki kebijakan bertajuk “Positive Play Charter”. Melalui kebijakan itu, pihaknya mengaku ingin membentuk komunitas game yang aman, adil, inklusif, dan bermakna bagi semua pemain. Oleh karena itu, pelecehan dan ujaran kebencian baik itu rasisme, misoginis, seksis, dan homophobia akan memicu sanksi berupa ban.

Kasus yang dipicu oleh kebijakan ini ini menjadi salah satu contoh kebijakan ketat Apex Legends yang melarang kata atau topik sensitif. Banyak pemain lainnya yang terkena ban karena ini karena “pelecehan” dan “ujaran kebencian”.

Baca juga: Apex Legends Dirumorkan Akan Tambah Hardcore Mode

Siapa Andrew Tate?

Apex Legends Andrew Tate
Andrew Tate merupakan sosok influencer kontroversial yang mengungkap pendapat misoginis

Andrew Tate sendiri merupakan mantan kickboxer dan influencer asal Inggris. Ia menarik perhatian komunitas gaming dan streaming akhir-akhir ini. Tidak hanya itu, ia memicu kontroversi karena membagikan pendapatnya yang misoginis. Alhasil, ia dapat ban dari hampir semua media sosial.

Tate menjadi topik pencarian populer di Google sampai melampaui Donald Trump dan COVID-19.

Bahkan, pendiri dan CEO G2 eSports, Carlos Rodriguez, pernah terlihat berpesta dengan Tate. Rodriguez sempat membela dirinya bahwa ia berhak berpesta dengan siapapun sebelum akhirnya melakukan permintaan maaf. Alhasil, ia mengundurkan diri sebagai CEO organisasi esports tersebut.

Sebelum terkenal menjadi influencer, Andrew Tate juga pernah menjadi kontestan Big Brother UK pada 2016. Ia didiskualifikasi ketika video dirinya menyerang seorang perempuan menggunakan ikat pinggang menjadi viral. Ia juga terkenal di kalangan komunitas politik kanan jauh.

EA dan Respawn Entertainment belum berkomentar tentang suspension dan ban yang dipicu oleh topik “Andrew Tate”. Ironisnya, Elon Musk justru memulihkan akun Twitter ban dan menjatuhkan ban pada beberapa akun jurnalis.

Steam Controller V2, Coba Dibangkitkan oleh Valve

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Valve pada tanggal 8 Desember yang lalu mengadakan event bagi-bagi Steam Deck berkapasitas 512 GB per orang setiap menitnya gratis, sayangnya event tersebut berubah kacau akibat chat spam yang diprogram melalui Linux. Kalimat tersebut lalu memenuhi seisi live chat saat itu. Dikarenakan undian yang dilakukan Valve bersifat fair, maka hanya peserta yang menuliskan format mengikuti ketentuan yang berhak mendapatkan perangkat tersebut.

Tak lama setelah event tersebut usai, Valve kembali membuat kejutan yang begitu menarik bagi pengguna setianya, direncanakan Steam Controller akan kembali dibuatkan remake pasca tidur panjangnya tiga tahun terakhir

Valve Berencana Hidupkan Kembali Steam Controller Dengan Nama Steam Controller V2

Diperkenalkan pada tahun 2013 yang lalu, Steam Controller merupakan konsol buatan Valve yang dilengkapi dengan dua buah trackpad yang disertakan haptic feedback setara mouse yang biasa digunakan pada PC. Dilaporkan Steam Controller telah terjual sebanyak 1,6 juta unit saat itu. entah mengapa pada tahun 2019 Valve menghentikan produksinya.

Steam Controller
Steam Controller diperkenalkan oleh Valve pada 2013, sayangnya produksi terhenti sejak 2019

Dilansir dari The Verge, dalam wawancara antara desainer yang ikut andil dalam proyek Steam Deck saat itu Lawrence Yang, Pierre Loup Griffais dengan wartawan The Verge, mereka menjelaskan mengenai nasib konsol game tersebut. “ Betul, kami ingin melanjutkannya.” Kata Yang kepada The Verge.

Baca juga: Bikin Kecanduan Game, Ortu Tuntut Fortnite

“Saya pikir ini memungkinkan untuk dieksplor karena kami telah menginginkannya pula. Akan tetapi untuk saat ini kami terlebih dahulu berfokus pada Steam Deck. Jadi ini cukup mirip dengan konsol mikro kami. Ini membuat kami semangat untuk bekerja sama dengan pihak ketiga atau menjelajahnya sendiri.”

Valve Berharap Pengembang Game Untuk memahami Pasar Tujuan Mereka

Sementara itu Valve juga berbicara mengenai penerus Steam Deck secara terbuka. Ia mengklaim bahwa akan tidak ada kesenjangan dengan konsumen. Hal ini diungkapkan oleh Griffais dengan mengatakan bahwa Valve telah menentukan target pasar untuk memahami kinerja perangkat yang diharapkan ke depannya. Griffais juga berharap setiap pengembang juga dapat memahami sasaran konsumen yang ditujunya

“Kami berpikir bahwa lebih baik mempertahankan performa dan akan melihat perubahan kinerja tersebut apabila terdapat keuntungan signifikan yang bisa diambil” Tambah Griffais.

Mereka menutup percakapan tersebut dengan mengatakan bahwa Steam Deck disebut perangkat multi generasi dikarenakan sistemnya yang juga dapat mendukung SteamOS di waktu mendatang.

Kursi Coach Bigetron Alpha, Akankah Razeboy Coach BTR?

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Kabar mengejutkan kembali datang dari tim kesayangan player Mobile Legends, Bigetron Alpha yang baru saja berpisah dengan pelatihnya yang belum lama menjabat sebagai coach, Vrendini.

Dalam bimbingan dibawah coach Vrendini, Bigetron Alpha mampu melaju ke babak playoff di MPL ID Season 10, sayangnya tidak lama kemudian Vrendini memutuskan berpisah dengan Bigetron Alpha. Perpisahan dengan tim Alpha sendiri menyisakan nama pemain seperti Mozia dan Razeboy, dengan Razeboy sebagai coach untuk Bigetron Alpha yang sekarang.

Baca juga: Dragon Quest Memasukkan Salah Satu Vtuber Sebagai Robot

Bigetron Esports Sebagai Salah Satu Tim Unggulan Indonesia

Bigetron Esports

Bigetron Esports sendiri merupakan salah satu organisasi Esports yang didirikan pada Maret 2017. Sejak saat itu, Bigetron Esports telah memenangkan setidaknya lebih dari 150 gelar juara nasional dan 2 gelar juara dunia. Organisasi ini menghadirkan tim-tim berkelas dalam divisi game, seperti PUBGM, Mobile Legends, Valorant, Free Fire, dan banyak lagi lainnya. Untuk Mobile Legends sendiri, setidaknya ada 3 tim sebut saja mereka Bigetron Alpha, Bigetron Era, dan Bigetron Beta.

Bukan Vrendini Lagi, Razeboy Isi Kursi Coach Bigetron Alpha

Bigetron sebagai tim esports yang berturut-turut berganti pelatih ini mengalami krisis pelatih dengan perginya coach dari Bigetron Era, Beta, dan Alpha di penghujung 2022.

Bigetron Esports

Sebelumnya juga, Razeboy berperan sebagai coach untuk Bigetron Era dengan memberikan pencapaian terbaik saat MDL ID S5 dan Piala Presiden Esports 2022, walau berakhir dengan kegagalan sebagai perwakilan Indonesia di IESF 2022 dalam pelatnas.

Kabarnya coach Mozia sendiri yang juga seharusnya melatih Bigetron Era ini menjadi pelatih terakhir yang keluar dari Bigetron dan katanya berpindah ke Nigma Galaxy. Vrendini dari Filipina yang sempat membela tim Bigetron Alpha ini hanya dalam waktu yang cukup singkat ini terpaksa angkat kaki dari ranah esports scene Indonesia sebelum Piala Presiden Esports 2022 di mulai.

Terlewat dari kemampuan dan best perform Razeboy, Bigetron masih memiliki kekosongan pada tim Bigetron Era untuk ladies. Hal ini memungkinkan untuk Razeboy menjadi pelatih dari Bigetron Alpha dan Ratu WSL, Era yang tidak mendapatkan pelatih juga.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.