Category Archives: Gaming News

Rainbow Six eSports Berubah Format Mulai 2023

GAMEFINITY.ID, Bandung – Ubisoft sudah mengumumkan terdapat perubahan format kompetisi Rainbow Six eSports mulai 2023. Kabar itu diberitakan dalam sebuah acara live stream dan juga press release. Perubahan format tersebut meliputi penyesuaian jadwal dan juga penambahan negara serta benua.

Kerjasama dengan BLAST eSports, Format Kompetisi Rainbow Six eSports Berubah

Ubisoft menyebutkan mereka sudah bermitra dengan BLAST eSports untuk mengubah format kompetisi Rainbow Six eSports Global Circuit. Kerjasama ini akan berlangsung selama beberapa tahun.

Perubahan format kompetisi ini akan melibatkan 9 region (negara atau benua). Tujuannya untuk membangun kesempatan untuk semua tim dari berbagai penjuru dunia. Format ini akan mulai diterapkan pada 2023 mendatang.

Rainbow Six eSports regions
Rainbow Six eSports akan melibatkan 9 region

Rainbow Six eSports Global Circuit akan melibatkan 9 region, di antaranya Amerika Utara, Amerika Latin Hispanik, Brazil, Eropa, Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia, Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Stage 1 & 2: Program Regional

Kompetisi Rainbow Six eSports Global Circuit akan berlangsung mulai Maret dan dijadwalkan berakhir Februari tahun berikutnya. Pertama, kompetisi ini akan dimulai dengan program regional. Program ini terbagi menjadi dua stage, masing-masing untuk memperebutkan kualifikasi ke babak Six Major pada akhir stage. Konsep program regional ini adalah kombinasi kompetisi terbuka dan tertutup.

Stage pertama akan berlangsung Maret hingga Mei, sementara stage kedua berlangsung September hingga November. Keduanya akan diakhiri dengan Six Major.

Masing-masing region akan menggelar program regional tersendiri dalam dua stage ini, dengan Six Major menjadi kompetisi untuk memperebutkan tiket menuju Six Invitational. Program regional ini merupakan kompetisi terbuka, berarti semua tim berkesempatan berkompetisi dengan tim profesional.

Kompetisi tertutup juga akan digelar di region masing-masing demi memperebutkan tiket menuju Six Major. Namun, Ubisoft baru menyebut format dari kompetisi tertutup dari region berikut:

  • Eropa: Kompetisi tertutup dengan jumlah kompetitor hingga 10 tim
  • Amerika Utara: Kompetisi tertutup dengan jumlah kompetitor hingga 10 tim
  • Brazil: Kompetisi tertutup dengan jumlah kompetitor hingga 10 tim
  • Japan: Kompetisi tertutup dengan jumlah kompetitor hingga 10 tim
  • South Korea: Kompetisi tertutup dengan jumlah kompetitor hingga 8 tim
  • Kompetisi tertutup dengan jumlah kompetitor hingga 8 tim.

Six Major

Ubisoft memperbaharui format Six Major mengingat kesembilan region akan mengirim timnya masing-masing. Six Major akan menambah satu lagi babak sebelum Group Stage dan Playoff. Detail dari babak ini akan terungkap di Six Invitational 2023 mendatang.

Group Stage babak Six Major akan melibatkan 16 tim yang akan terbagi menjadi grup. Delapan grup yang lolos dari Group Stage akan kembali bersaing di Playoff, di mana para pemenang Six Majors akan ditentukan.

Baca juga: Rainbow Six Siege Dukung Crossplay Di Konsol

Sistem Poin Baru dalam Kualifikasi menuju Six Invitational

Sistem poin pun turut diperbaharui oleh Ubisoft untuk kompetisi musim 2023, terutama untuk kualifikasi terbuka di stage 1 dan 2. Tim harus mendapat poin sebanyak mungkin selama di kompetisi regional dan internasional. Ubisoft menyebut sistem poin akan lebih menguntungkan bagi tim yang konsisten melakukan performa baik di event internasional. 20 tim teratas di Global Standings pada akhir musim akan lolos ke Six Invitational.

Karena berbagai perubahan yang telah disebutkan, Ubisoft memutuskan untuk menghapus babak Last Chance Qualifier. Mereka ingin Six Invitational menjadi perayaan bagi tim yang konsisten melakukan performa baik selama musim kompetisi berlangsung.

Rekap Jadwal Rainbow Six eSports Global Circuit Mulai 2023

Rainbow Six eSports new schedule
Jadwal format baru Rainbow Six eSports
  • Maret hingga Mei: Stage 1, diakhiri dengan Six Major
  • Juni hingga Agustus: Off-season
  • Agustus hingga Oktober: Stage 2, diakhiri dengan Six Major
  • Desember hingga Februari: Off-season
  • Februari: Six Invitational

Format baru ini akan dimulai Maret 2023 mendatang sementara Ubisoft masih mengerjakan detail lain bersama BLAST eSports. Semuanya akan terungkap dalam acara Six Invitational 2023 pada 17-19 Februari mendatang.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

PBESI Adakan Event Esport Difabel sebagai Bentuk Kesetaraan

GAMEFINITY.ID, Jakarta –  PBESI (Pengurus Besar Esport Seluruh Indonesia) dalam Indonesian Esport Summit 2022 yang digelar pada tanggal 2 s.d 11 Desember yang lalu di Hotel Merusaka, Bali kabarnya bakal menambahkan turnamen Esport baik skala nasional maupun internasional untuk  penyandang difabel.

Ini membuktikan bahwa kaum difabel berhak mendapatkan hak yang setara dengan atlit Esport normal lainnya. Hal ini disampaikan oleh Franky Ong selaku Sekjen PBESI. Bersama Garudaku, saat ini PBESI tengah menggodok rencana turnamen besar untuk penderita difabel tersebut.

Baca juga: Indonesia Bungkam Filipina Dengan Skor 3-0

Dihadiri 58 Peserta, Tandingkan Enam Cabang Perlombaan

Para Esport Exhibition atau Ekshibisi Para Esport merupakan salah satu rangkaian acara dari Indonesian Esport Summit 2022 dengan mempertandingkan enam cabang diantaranya PUBG, Mobile Legend, Counter Strike: Global Offensive atau disingkat CS:GO, Dota 2, Tekken 7, serta eFootball 2023 yang tak jauh berbeda dengan agenda utama IESF 14th World Championship 2022.

Dilansir dari Detikinet, Para Esport Exhibition saat itu diikuti oleh peserta sebanyak 58 orang dan sebagian besar berasal dari Sekolah Luar Biasa ( SLB ) di seluruh Bali melalui pengawasan guru yang bersangkutan. Pada cabang PUBG sendiri pertandingan tersebut hanya dilangsungkan tiga ronde dengan mode solo. Sementara itu pemenang diraih oleh Putu Surya Wardana yang berasal dari SLBN 1 Badung dan mendapatkan grand prize berupa uang tunai sebesar 6 juta Rupiah.

PBESI Berharap Indonesian Esport Summit 2022 Mampu Bangkitkan Kembali Ekonomi Nasional

PBESI IESF 2022
Indonesia berhasil menjadi juara umum IESF 2022

Rupanya Indonesian Esport Summit 2022 ini berlangsung bersamaan dengan kejuaraan Internasional bergengsi IESF World Championship ke-14 dengan Indonesia sebagai tuan rumah. Perlu berbangga hati pasalnya kedua perhelatan ini telah memecahkan tiga rekor diantaranya dihadiri oleh peserta dengan negara terbanyak sebesar 105 negara, venue Esports outdoor terbesar dengan luas 9,2 hektar, serta mempertandingkan 164 turnamen secara online dalam sehari.

Bambang Sunarwibowo, ketua harian PBESI mengatakan bahwa dengan digelarnya Indonesian Esport Summit 2022 dan IESF World Championship ia berharap mampu menggerakkan perekonomian nasional melalui industri kreatif mengingat potensi pasar Indonesia untuk Esport sangatlah besar dan sektor pariwisata terkena dampak paling besar selama pandemi pada 2 tahun yang lalu.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk memainkan Fortnite? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita-berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

DoNotPay, Program Pengacara AI Untuk Permudah Negosiasi

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – DoNotPay, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat, telah mengumumkan program kecerdasan buatan (AI) baru mereka, yang diklaim sebagai “Pengacara Robot Pertama di Dunia”. Program AI ini sendiri merupakan sebuah chatbot khusus, yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna untuk memenangkan negosiasi yang dilakukan secara online.

Tahun ini, sepertinya adalah tahun untuk teknologi kecerdasan buatan (AI). Dimana dalam beberapa bulan terakhir, telah banyak laporan tentang perkembangan teknologi AI yang lebih maju, yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Dan kali ini, kabar terbaru seputar teknologi AI datang dari DoNotPay, sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, yang mengumumkan program AI Chatbot terbaru, yang diklaim dapat digunakan sebagai Pengacara pribadi.

Baca juga: Fortnite Collab MrBeast, Buat Tantangan Satu Juta Dollar

DoNotPay
DoNotPay | Pengacara Robot Untuk Bernegosiasi Secara Online

DoNotPay, Bot Untuk Bernegosiasi Secara Online

Program AI ini merupakan sebuah Chatbot khusus yang didukung dengan teknologi kecerdasan buatan GPT-3 OpenAI, yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna sebagai asisten pribadi, dan akan memberikan opsi terbaik saat bernegosiasi secara online.

DoNotPay selaku pengembang, juga akan mempermudah pengguna dalam membuat dan mengirimkan template ke berbagai entitas. Membantu mereka dalam pengajuan keluhan, membatalkan langganan, dan banyak lagi. Bahkan, pengguna juga akan dibantu oleh program machine learning, untuk menyoroti bagian terpenting dari perjanjian persyaratan layanan saat bernegosiasi, terutama untuk melindungi foto mereka dari pencarian pengenalan wajah.

“Selama lima tahun terakhir, kami terutama menggunakan sistem berbasis aturan, dan yang saya maksud dengan itu adalah template,” ucap Joshua Browder, CEO DoNotPay, dalam sebuah wawancara dengan The Verge.

“Kami telah melatih AI ini untuk menjadi seperti robot pengacara bagi konsumen, dan saya membayangkan perselisihan yang dapat kami tangani sekarang telah meningkat secara signifikan karena kami dapat menangani kasus di mana Anda dapat merespons daripada hanya mengirimkan satu template.”

Dalam sebuah video demo yang diunggah oleh Browder, chatbot AI ini terbukti telah berhasil mendapatkan diskon untuk tagihan internet melalui obrolan langsung dengan customer service operator seluler. Dimana setelah alat terhubung dengan perwakilan layanan pelanggan, bot secara otomatis meminta tarif yang lebih baik, dengan menggunakan detail akun yang telah diberikan oleh pengguna.

Dan setelah Chatbot mengutip masalah layanan dan mengancam akan mengambil tindakan hukum, perwakilan layanan pelanggan tersebut akhirnya menawarkan potongan harga sebesar $10 dari tagihan internet bulanan milik pengguna.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id

Fortnite Berkolaborasi Dengan My Hero Academia

GAMEFINITY.ID, PATI – Memasuki chapter 4, Fortnite hadirkan event-event menarik termasuk event kolaborasi. Game besutan dari Epic Games ini memang terkenal sering kali melakukan kolaborasi dengan game hingga anime. Kali ini My Hero Academia mendapatkan kesempatan untuk bergabung di Fortnite setelah Naruto. Event ini akan berlangsung mulai tanggal 16 Desember nanti.

My Hero Academia Hadir di Fortnite

Petunjuk mengenai event kolaborasi dengan My Hero Academia sendiri telah ditunjukkan pada trailer chapter 4 yang dirilis awal Desember kemarin. Trailer tersebut menunjukkan aksi Deku sebagai tokoh utama di My Hero Academia menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan sebuah bangunan. Ini menimbulkan spekulasi bahwa crossover ini akan kembali menghadirkan skill spesial mirip kolaborasi Dragon Ball. Namun bukannya menggunakan kamehameha, pemain mungkin akan dapat menggunakan pukulan kuat milik Deku.

Hingga saat ini Epic Games masih belum memberikan detail lengkap mengenai event kolaborasi dengan My Hero Academia. Beberapa pemain mengharapkan tidak cuma Deku yang hadir di event kolaborasi ini. Karakter-karakter penting seperti All Might, Bakugo, hingga Todoroki sangat dinantikan oleh para pemain. Mungkin informasi lengkap mengenai event ini akan diumumkan sehari sebelum eventnya dimulai yaitu sekitar tanggal 14 atau 15 Desember.

Beberapa Kolaborasi Lain di Chapter 4

Selain Deku, beberapa karakter-karakter dari media lain juga turut hadir untuk memeriahkan chapter 4. Doom Slayer dari game Doom dan juga Geralt dari the Witcher akan hadir dalam bentuk skin di event ini.

Tidak sampai situ, Fortnite juga menghadirkan kejutan lain bersama dengan youtuber terkenal MrBeast. Tidak main – main, pemain yang mengikuti event kolaborasi ini berkesempatan untuk mendapatkan uang tunai sebesar satu juta dolar. Event menakjubkan ini akan dimulai pada tanggal 17 Desember nanti. Para pemain nanti akan dikumpulkan di suatu pulau dan berusaha untuk bertahan hidup. Pemain juga diharuskan untuk mengumpulkan koin sebanyak mungkin. Siapa yang berhasil memenangkan pertandingan tersebut maka berhak untuk mendapatkan uang satu juta dolar.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk memainkan Fortnite? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita-berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Indonesia Juara Umum IESF, setelah Bungkam Filipina 3-0

GAMEFINITY.ID, Jakarta IESF 2022 yang digelar di kota Bali telah usai pada tanggal 11 Desember. Dan Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan menyabet tiga medali emas serta satu perunggu. Sementara pada divisi Mobile Legend Indonesia mendapatkan medali emas yang ketiga kalinya dengan skor 3-0 yang berujung Filipina mendapatkan gelar Runner up.

Banyak netizen yang berekspektasi bahwa Filipina akan menjuarai ajang ini, hal ini dibuktikan dengan negara tersebut menjuarai M Series sebanyak tiga kali berturut-turut di tahun-tahun sebelumnya. Namun anggapan tersebut dipatahkan setelah dikalahkan sebanyak tiga kali baik pada round 1 maupun grand Final.

Indonesia Menang 3-0 Atas Filipina, Terungkap Kunci Kemenangan Timnas Indonesia

Indonesia menang 3-0 Filipina
Indonesia menang telak 3-0 atas Filipina ( EVOS )

Filipina menjadi salah satu negara terkuat semenjak mereka bertengger di leaderboard atas baik M-series ataupun MSC ditambah penguasaan makro dan mikro baik hero maupun lane dengan sangat baik menjadikan Filipina lawan yang ditakuti musuh. Melihat kesuksesan  tersebut tentunya Indonesia terus berbenah di segala aspek.

Dan terbukti Indonesia berhasil keluar dari keterpurukannya. Timnas ungkap kunci bagaimana mereka dapat mengalahkan negara tersebut melalui asisten Zeys, Age. Ia mengatakan bahwa Timnas telah mempersiapkan strategi sejak jauh hari serta memaksimalkan latihan, Age juga menambahkan bahwa ia sudah memprediksi bahwa Filipina akan menjadi lawan pada babak Grand final.

Kunci kedua adalah konsistennya timnas menggunakan hero dan role yang sama semenjak match pertama kalinya. Terlihat Saykots dan Hijume menggunakan Yu Zhong dan Yve sejak pertandingannya melawan kamboja pada babak final upper Bracket walaupun hanya sekali mendapatkan medali kayu pada match pertama melawan Kamboja.

Baca juga: Indonesia Berhasil Jadi Juara Umum IESF 2022

Dan yang terakhir, penguasaan makro serta mikro yang sangat baik pada timnas, jika kalian telah menonton pertandingan tersebut terlihat timing serta positioning yang dilakukan oleh Indonesia selalu tepat sasaran. Hal ini jelas mempermudah Indonesia saat mengincar damage Dealer dari Filipina.

Filipina Keluhkan Performa Device Pertandingan Yang Terlalu Lambat

Filipina rupanya cenderung keberatan dalam penggunaan device yang digunakan oleh timnya, hal ini diungkapkan oleh coach timnas Filipina Bon Chan. Menurutnya mereka sudah terbiasa dengan device Iphone yang memiliki performa yang jauh lebih baik dari Android. Karena itu, timnas Filipina merasa belum terlalu maksimal dalam hal performa.

Selain itu mereka juga mengeluhkan sinyal yang dinilai lambat. Hal ini membuatnya kesulitan dalam melakukan Scrim atau sparing sebelum bertanding dengan Indonesia.

CEO Xbox Tuduh Sony Sengaja Menghalangi Akusisi Microsoft

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Phil Spencer dilaporkan telah melontarkan sebuah komentar pedas, dalam sebuah wawancara podcast beberapa hari yang lalu. CEO Xbox tersebut, mengklaim bahwa Sony merupakan “salah satu penentang utama” dari kesepakatan akuisisi Microsoft terhadap pengembang game Call of Duty, Activision Blizzard.

Pertempuran yang akan mengubah Microsoft menjadi publisher terbesar di industri video game, telah menghadapi penolakan yang signifikan dari Sony dan para regulator di kedua sisi laut Atlantik. Pada hari Kamis kemarin (waktu Amerika Serikat), regulator AS bahkan mengklaim sedang berusaha untuk memblokir kesepakatan akusisi dari kedua perusahaan, karena diyakini akan memungkinkan Microsoft untuk “menekan para pesaingnya”.

Dan setelah menerima banyak penolakan dari berbagai pihak, sang CEO dari Microsoft Gaming, Phil Spencer, akhirnya buka suara dalam sebuah wawancara podcast baru-baru ini. Dimana dirinya menuduh Sony sebagai “salah satu penentang utama” dari kesepakatan akuisisi Microsoft atas Activision Blizzard.

Baca juga: EA Patenkan Sistem AI Anti Troll Dan Kolusi

Pill Spencer CEO Xbox
Phil Spencer | Tuduhan Dari Sang CEO Xbox

Tuduhan Dari Sang CEO Xbox

Mengutip dari laman web TheGamer, Phil Spencer dilaporkan telah melontarkan sebuah komentar pedas dalam sebuah wawancara podcast, yang mengisyaratkan bahwa Sony adalah salah satu penentang akuisisi Microsoft-Activision Blizzard. Pada sesi podcast yang membahas masalah monopoli, Spencer membagikan pendapatnya mengenai kesepakatan akuisisi yang ditentang oleh para regulator di beberapa negara negara.

Spencer bahkan dengan gamblang mengklaim bahwa Sony sedang berusaha untuk melindungi dominasinya, dengan memperkecil pengaruh Xbox di industri video game konsol.

“Sony berusaha melindungi dominasinya di (pasar) konsol dan cara mereka berkembang adalah dengan membuat (pengaruh) Xbox (menjadi) lebih kecil,” ucap Spencer, yang kemudian dilanjutkan dengan mengatakan bahwa Sony memiliki “pandangan industri yang sangat berbeda dari kami (Xbox).”

“Pembuat konsol terbesar di dunia (Sony) mengajukan keberatan tentang satu waralaba yang kami katakan akan terus hadir di platform (mereka), ini adalah kesepakatan yang (akan) menguntungkan pelanggan melalui pilihan dan akses,” Imbuhnya.

Bos Xbox itu sebenarnya telah berulang kali mengatakan bahwa Microsoft masih berniat untuk mempertahankan Call of Duty di platform lain. Dirinya bahkan juga menawarkan kesepakatan 10 tahun kepada Sony, agar dapat mempertahankan seri game shooter populer tersebut di platform PlayStation.

Sementara itu, untuk proses akuisisi Microsoft-Activision Blizzard yang saat ini sedang berlangsung, sepertinya masih harus tertunda sembari menunggu hasil keputusan dari regulator Inggris, AS, dan Uni Eropa.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/