Category Archives: Gaming News

Electronic Arts Patenkan Sistem Kontroler Otomatis

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Electronic Arts berhasil mendapatkan hak patennya, untuk sistem pengubah konfigurasi kontroler otomatis dengan machine-learning. Program bernama Automatic controller configuration recommendation system ini diklaim dapat menguraikan sistem kontroler pada video game, serta akan menyesuaikan konfigurasi secara otomatis, tergantung pada keterampilan penggunanya.

Bagi banyak gamer, terutama mereka yang menggunakan konsol, kontroler tetap menjadi salah satu perangkat utama untuk dapat memainkan video game. Namun, tidak semua kontroler hadir dengan bentuk dan konfigurasi yang sama, karena para produsen konsol memiliki konsep kontroler mereka sendiri, yang dibuat dengan bentuk, fitur, dan ukuran yang berbeda-beda. Seperti PlayStation 5 menggunakan pengontrol DualSense yang lebih ramping, sementara konsol seri Xbox menggunakan pengontrol Xbox Wireless yang lebih besar.

Dan untuk mereka yang menginginkan fitur lebih daripada kontroler standar, para produsen konsol juga telah menyediakan beberapa opsi lain untuk memenuhi kebutuhan pemain. Misalnya, para gamer hardcore mungkin menginginkan pengontrol dengan fitur tambahan yang melengkapi gameplay mereka. Maka pengontrol seperti Xbox Elite Wireless dan DualSense Edge adalah solusinya, karena kedua kontroler tersebut akan memberi pemain segudang fitur yang tidak tersedia pada pengontrol standar.

Selain alternatif kontroler dari para produsen konsol video game di atas, terdapat pula pengontrol jenis baru yang tampaknya saat ini sedang dalam perjalanan untuk dikembangkan, dan diperkirakan akan merubah segala sesuatu dari kontroler yang telah kita kenal. Perkiraan ini datang setelah Electronic Arts (EA) mendapatkan hak patennya, atas sistem konfigurasi kontroler otomatis, yang pernah diajukan pada akhir 2020 silam.

Baca juga: Kolaborasi Google dengan Renault Kembangkan Mobil Cerdas

display kontroler electronic arts
Sistem Kontroler Otomatis Dengan Machine Learning

Sistem Kontroler Otomatis Milik Electronic Arts

Mengutip dari laman web SVG.com, Electronic Arts dilaporkan telah mendapatkan hak paten atas sistem konfigurasi kontroler otomatis yang pernah diajukan pada akhir tahun 2020. Sistem konfigurasi itu bernama “Automatic controller configuration recommendation system”, dan diklaim dapat menguraikan sistem video game, dimana game akan menyesuaikan pengaturan pengontrol tergantung pada keterampilan pengguna. 

Dalam Abstrak Paten, dijelaskan bahwa program konfigurasi otomatis ini nanti akan “menentukan (konfigurasi), berdasarkan input kontroler, profil pengguna untuk pengguna, yang terdiri dari setidaknya tingkat keterampilan dan kecenderungan input pengguna.” Kemudian, sistem akan membuat penyesuaian pada pengaturan kontroler secara eksplisit, yang “dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja pengguna dalam kaitannya dengan perangkat lunak”.

Sistem konfigurasi otomatis ini sebenarnya bukanlah sebuah konsep baru. Para desainer sejak awal tahun 80-an juga telah mengerjakan sistem adaptif, guna membantu pemain yang kesulitan dalam menemukan permainan tertentu. Contoh awal yang menonjol adalah Zanac, sebuah game shooter untuk PC MSX pada tahun 1986, yang memiliki sistem bernama “Kontrol Tingkat Kesulitan Otomatis” atau Automatic Difficulty Control (ALC), yang dapat merubah intensitas menjadi lebih mudah atau lebih sulit (dengan menambah dan mengurangi jumlah musuh) berdasarkan performa pemain.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/

Horizon Zero Dawn Wajah Baru Game Produksi Sony Playstation

GAMEFINITY.ID, PATI – Keuntungan yang sangat besar dari game live service sudah tidak perlu ditanyakan. Godaan inilah yang nampaknya mendorong para developer yang sebelumnya menggarap game AAA ikut membuat game live service mereka. Sony Playstation sebagai raksasa di indurstri game tidak ingin melewatkan kesempatan besar ini. Mereka telah mengumumkan akan membuat beberapa franchise game mereka menjadi game live service, salah satunya yaitu Horizon Zero Dawn.

Horizon Zero Dawn Tapi Online?

Beredar rumor bahwa Playstation sedang bekerjasama dengan developer game MMORPG asal Korea Selatan untuk mengerjakan game MMO Horizon Zero Dawn. Menurut laporan yang ditulis oleh MTN, developer NCsoft mengklaim telah menjalin kemitraan dengan Sony untuk mengembangkan game MMORPG Horizon. Kesepakatan antara Sony dan NCsoft sudah berlangsung sejak tanggal 8 November kemarin.

Horizon Zero Dawn
Horizon dikabarkan akan mendapatkan game MMORPG | Source: Playstation

Saat ini NCsoft sedang membuka beberapa lowongan pekerjaan untuk mengerjakan project game MMORPG terbaru mereka yang diberi nama “Project H”. Game Horizon ini katanya akan memiliki gameplay mirip seperti Monster Hunter.

Hingga saat ini Sony masih belum memberikan konfirmasi atau menyangkal kebenaran dari rumor ini. Menjelaskan besar kemungkinan mereka memang sedang mengerjakan project MMORPG untuk game Horizon.

Sudah Direncanakan Lama Oleh Sony Playstation

Bagi yang belum tahu, NCsoft merupakan developer dibalik beberapa game MMORPG populer seperti Lineage dan Guild Wars 2. NCsoft dilaporkan telah menarik beberapa staf dari berbagai project sebagai bentuk persiapan untuk memulai pengembangan “Project H”. VGC menjelaskan bahwa Guerilla games telah lama merencanakan game multiplayer online Horizon.

Tahun lalu Guerilla games membuka lowongan untuk posisi Social Designer, yang mana bertugas untuk menangani interaksi sosial antara pemain dalam suatu game. Tidak dijelaskan untuk project apa posisi ini nantinya. Kemungkinan besar ini ditunjukkan untuk “Project H” jika memang Guerilla Games akan terlibat dalam pengemabangan MMO Horizon.

Kabar mengenai usaha Sony dalam mengembangkan game live service memang telah meningkat akhir-akhir ini. The Last of Us Factions dari Naughty Dog merupakan salah satu game live service yang kabarnya sedang dikembangkan oleh Sony. Game co-op online ini baru-baru diumumkan sedang dikembangkan oleh PlayStation London Studio. Langkah yang diambil Sony dalam mengembangkan game live service sudah sejalan dengan visi mereka di tahun 2025.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk memainkan game MMO Horizon nantinya? Jika kalian ingin tahu lebih banyak berita seputar game, kalian bisa mengunjungi Gamefinity. Buat kalian yang mau gacha atau top up game kesayangan kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Kolaborasi Google dengan Renault Kembangkan Mobil Cerdas

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Google dan Renault Group akan memperpanjang kontrak kerjasama empat tahun mereka, untuk melanjutkan pengembangan platform perangkat lunak canggih yang akan menjadi evolusi dari kendaraan cerdas di masa mendatang. Kerjasama dari kedua perusahaan ini nanti akan menghadirkan Software-Defined Vehicle (SDV), dengan cloud software yang akan dibangun menggunakan sistem operasi Android Automotive milik Google.

Mengutip dari laman web PR Newswire (Via: The Verge), Google dilaporkan telah memperpanjang kemitraannya dengan produsen mobil asal Prancis, Renault Group, untuk mengembangkan Software-Defined Vehicle (SDV) yang dilengkapi dengan sistem operasi Android Automotive, serta cloud software bernama Digital Twin untuk mentransfer data dari dari SDV ke server milik Google.

“Kolaborasi kami dengan Grup Renault telah meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan konektivitas di jalan. Pengumuman hari ini akan membantu mempercepat transformasi digital Grup Renault dengan menyatukan keahlian kami di cloud, AI, dan Android untuk memberikan pengalaman yang (lebih) aman dan sangat personal yang (akan) memenuhi harapan pelanggan yang terus berkembang.” Ucap Sundar Pichai, CEO dari Google dan Alphabet

Baca juga: OpenAI Rilis API DALL-E Versi Beta Untuk Kepentingan Bisnis

Renault
Renault | Kerjasama Untuk Kendaraan Cerdas Masa Depan

Kerjasama Google dan Renault untuk Kendaraan Cerdas Masa

Software-Defined Vehicle atau Kendaraan yang Ditentukan oleh Perangkat Lunak, merupakan salah satu evolusi berikutnya dari industri otomotif. Sesuai namanya, kendaraan jenis ini akan dilengkapi dengan sebuah perangkat lunak khusus yang dapat mengelola pengoperasian kendaraan. Seperti update fungsionalitas, mengaktifkan fitur-fitur baru dari over-the-air updates, atau bahkan melakukan self-driving dengan program kecerdasan buatan.

Kerjasama dari kedua perusahaan ini tentu akan memungkinkan Renault Group untuk mengurangi biaya, serta  meningkatkan kecepatan produksi kendaraan. Renault Group bahkan berencana untuk memperluas penggunaan teknologi Google Cloud di SDV, guna mengelola pengambilan data dan analitik yang lebih baik, lebih aman, dan rahasia.

“…Dilengkapi dengan platform TI bersama, pembaruan over-the-air yang berkelanjutan, dan akses yang disederhanakan ke data mobil, pendekatan SDV yang dikembangkan dalam kemitraan dengan Google akan mengubah kendaraan kami untuk membantu melayani kebutuhan pelanggan di masa depan.”  Ucap Luca de Meo, CEO Grup Renault

Untuk mempercepat pengembangan, kedua perusahaan juga akan bekerjasama dalam “Digital Twin”, yang akan menggunakan kemampuan AI canggih untuk mempermudah integrasi fitur, sembari memungkinkan perizinan aplikasi onboard (Layanan Dalam Mobil) dan offboard baru pada kendaraan.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/

Meta Laporkan PHK Ribuan Karyawannya

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Induk perusahaan Facebook, Whatsapp, serta Instagram Meta dilaporkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja atau mem-PHK ribuan karyawan dalam waktu dekat ini. Gelombang PHK yang terjadi pada perusahaan teknologi tersebut menjadi yang  terbesar selama setahun belakangan ini.

Dilansir dari IGN dan Wall Street Journal, gelombang PHK yang terjadi pada perusahaan Meta dilakukan pada hari ini ( 9/11 ) waktu setempat serta kepada karyawannya untuk tidak melakukan kegiatan yang dirasa tidak penting.

Ancaman Resesi Semakin Dekat, Meta PHK Ribuan Karyawan

Meta by Facebook
Meta

Tidak dapat dipungkiri jika Resesi global 2023 benar-benar semakin dekat, terbukti telah banyak perusahaan yang telah memPHK karyawannya di seluruh dunia, begitu pula dengan Meta. Ini menjadi yang pertama kalinya Meta mem-PHK karyawannya sejak didirikan pada 18 tahun yang lalu.

Dilaporkan bahwa Meta memiliki jumlah karyawannya sebanyak lebih dari 87.000 orang di seluruh dunia. Diperkirakan jumlah karyawan yang akan dipecatnya lebih besar dari Twitter yang berjumlah 3.700 orang lebih.

Juru bicara Meta sayangnya menolak untuk berkomentar, namun sebaliknya, ia mengatakan bahwa perusahaan akan berfokus melakukan investasi di area dengan angka pertumbuhan prioritas yang tinggi. “Jadi beberapa tim akan tumbuh secara signifikan, akan tetapi tim lainnya tetap flat atau menyusut tahun depannya.” Kata Zuckerberg.

Baca juga: AMD Resmi Umumkan GPU Radeon  RX 7000

“Secara Agregat, kami mengharapkan pada akhir 2023 mendatang mungkin akan sama atau justru lebih sedikit dari hari ini (2022).” Saat ini perusahaan Meta telah memangkas karyawan mereka di Departemen tertentu, yang sejalan dengan pernyataan Zuckerberg bahwa beberapa dari mereka tidak akan ada lagi mereka di situ.

Perusahaan Alami Kerugian Setelah Berkurangnya Pendapatan Di Divisi Virtual Reality

Dilaporkan bahwa pada divisi Virtual Reality, Reality Labs yang mencakup Metaverse, VR, serta XR mengalami kerugian sebesar 3,7 Milyar dolar pada operasionalnya. Atau 9,4 Milyar dolar pada tahun ini, lebih banyak dari tahun lalu yang hanya sebesar 6,9 Milyar dolar pada 2021 yang lalu.

Dan baru-baru ini Meta mengumumkan Perangkat Quest Pro VR seharga US$1.499 yang menawarkan anggotanya membangun Horizon Worlds yang tidak berada di tempat yang menarik perhatian banyak orang. Perangkat tersebut juga menjadi bahan perdebatan banyak orang. Dan menurut Wall Street, pengguna Horizon Worlds saat ini mencapai 200 ribuan orang.

Black Clover: Rise of The Wizard King akan Rilis Global

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Black Clover sendiri merupakan salah satu animanga karya Yuki Tabata yang dimana anime-nya dikerjakan oleh studio Pierrot.

Dapatkan adaptasi berupa game untuk beberapa kali. Salah satu judul yang akan datang segera adalah Black Clover: Rise of The Wizard King yang hadir di Mobile.

Black Clover: Rise of The Wizard King ini dikembangkan oleh Vic Game Studios dan akan diterbitkan oleh Pearl Abyss. Game ini hadir untuk platform mobile, android.

Black Clover, Keinginan Kuat dari Si Gigih Demi Puncak Tertinggi

Black Clover menceritakan tentang kehidupan dari anak yang tinggal disebuah desa kecil dibawah naungan panti asuhan bernama Asta dan temannya, Yuno. Memiliki cita-cita yang sama untuk mencapai puncak tertinggi didunia sihir, menjadi Kaisar Sihir.

Hidup di dunia yang penuh sihir, apapun dilakukan dengan sihir, Asta sebagai seorang anak yang tidak mengetahui siapa kedua orang tuanya dan lebih parah lagi ketika dirinya mengetahui bahwa tidak mempunyai bakat sama sekali dalam sihir.

Hal ini tidak membuatnya putus asa, dirinya berusaha keras hingga sampai di suatu insiden dimana dirinya menerima sebuah grimoire kegelapan yang dikenal dengan Black Clover, petualangan penuh konflik akhirnya dimulai.

Baca Juga : Deretan Visual Novel Rekomendasi yang Mendapatkan Adaptasi Anime

Pengumuman Resmi

Penundaan ini terjadi bukan karena tanpa sebab. Dalam surat pengembang dari Vic Game Studio sendiri, penundaan terjadi karena perlu persiapan lebih bagi studio untuk merilis game ini secara global. Sudah dipastikan dengan jelas bahwa Black Clover mengalami penundaan dikarenakan perilisan Global ini.

Announced Black Clover Rise of The Wizard King

Announced Black Clover Rise of The Wizard King

Black Clover: Rise of The Wizard King ini akan tampil dengan genre RPG dan dibawakan dengan mode openworld yang cukup menarik. Umumnya game ini akan berfokus pada sudut pandang Asta dalam Third Person Persfective. Black Clover: Rise of The Wizard King akan hadir dengan gaya pertempuran RPG turnbased.

Announced Black Clover Rise of The Wizard King

Black Clover: The Rise of Wizard King juga berencana untuk menyelenggarakan Closed Beta Test langsung secara global di awal tahun 2023.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Ramattra, Hero Baru Overwatch 2 yang akan Rilis

GAMEFINITY.ID, Kabupaten Malang – Blizzard baru-baru ini mengumumkan rilisnya seorang hero baru dengan kelas tank bernama Ramattra. Ramattra sendiri merupakan seorang hero dengan role tank yang akan melengkapi line-up hero di Overwatch 2.

Dalam kisahnya, Ramattra sendiri merupakan seorang pemimpin dari organisasi bernama “Null Sector”. Seperti Zenyatta, Ramattra merupakan seorang biksu yang tidak lagi mengambil jalan damai sebagai opsi untuk memperjuangkan hak dari Omnic.

Blizzard mengutip di lamannya bahwa Ramattra awalnya merupakan sebuah mesin perang yang mengangkat perisainya untuk melindungi orang-orang dan memperjuangkan kedamaian. Namun, meski latar belakangnya seperti seorang pahlawan, Blizzard menambahkan bahwa kisah dari Ramattra ini sebenarnya penuh akan kenyataan pahit, trauma, dan menunjukkan sisi buruk dari kemanusiaan.

Ramattra In-image | Overwatch 2
Tampilan “Leak” dari Hero Ramattra | Overwatch 2

Baca Juga: Final Fantasy XVI Tidak Hadirkan Kulit Hitam

Berdasarkan wawancara IGN dengan Alec Dawson, sang desainer dari Ramattra, ada beberapa poin yang dapat disimpulkan. Salah satu di antaranya adalah bahwa Ramattra nantinya akan memiliki 2 mode yang dapat digunakan saat bermain.

“Dia memang memiliki 2 form. Form Omnic dan Form Nemesis. Beberapa skill yang kami tes salah satunya adalah saat ia berpindah antara kedua form tersebut. Karena pada saat pada Omnic form, para pemain akan bermain dengan melakukan poking, melindungi kawan di jarak yang agak jauh. Sementara itu, pada Nemesis form, pemain bermain dengan melakukan rushing ke arah musuh dengan pukulan yang dimiliki pemain dalam form ini.”

Baca Juga: AMD Resmi Umumkan GPU Radeon RX 7000 Series

Dalam beberapa leak yang beredar di internet, 2 mode Ramattra tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Pada mode Omnic miliknya, ia dapat menciptakan sebuah barrier berbentuk tabung yang kemungkinan dapat mencegah musuh untuk berada di angkasa dan memaksa mereka untuk berada di bawah.

Pada mode Nemesis, Ramattra hanya memiliki kemampuan untuk melakukan melee attack dengan pukulannya. Pada mode ini Ramattra juga dapat menganulis berbagai damage yang masuk. Mode ini sendiri hanya dapat diaktifkan ketika charge sudah penuh dan hanya akan bertahan sekitar 8 detik.

Ramattra sendiri rencananya akan hadir pada Season 2 Overwatch 2 pada 3 Desember 2022 nanti. Ia sendiri nantinya akan menjadi hero ke-36 yang dapat dimainkan pada Overwatch 2.