GAMEFINITY, Jakarta – Selasa (1/11), Zepetto menghadirkan senjata permanen baru yang eksklusif bagi Troopers game Point Blank (PB). Senjata permanen baru tersebut adalah T77 Gamer Basic, sebuah senjata berjenis Sub Machine Gun (SMG) yang memiliki desain ala gamepad konsol dengan nuansa warna perak dan hitam. Peluncuran T77 Gamer Basic ini sekaligus menambah jajaran senjata T77 permanen yang sudah dirilis terlebih dahulu di game Point Blank, seperti T77 Red Star Basic dan T77 SciFi Basic.
Senjata permanen T77 Gamer Basic memiliki Fire Effect yang menarik. Animasi Fire Effect tersebut muncul saat Troopers menembak. T77 Gamer Basic ini juga bisa diaktifkan untuk digunakan secara dual mode sehingga Troopers dapat merasakan serunya menggempur musuh saat duel dalam permainan Point Blank. Dengan memiliki T77 Gamer Basic permanen, Troopers bisa menikmati dahsyatnya SMG yang satu ini sepuasnya tanpa takut terbatas durasi.
Senjata permanen terbaru ini bisa didapatkan melalui pembelian T77 Gamer Basic Permanent Box. Troopers berkesempatan mendapatkan senjata permanen, senjata series Gamer Basic dan Golden Ticket dengan membeli T77 Gamer Basic Permanent Box. Selain peluncuran T77, ada juga event-event lain seperti Battle Pass Rise of the Sorceress dan Relic Seize Mode yang tak kalah seru untuk diikuti. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Point Blank, Troopers bisa mengunjungi situs resmi pointblank.id.
GAEMFINITY, Jakarta – Jumat, (28/10) LINE Corporation mengumumkan bahwa GrandChase, game side-scrolling online action RPG populer oleh KOG co.,Ltd, telah hadir di platform LINE POD dengan tambahan bahasa Mandarin pada tanggal 26 Oktober.
GrandChase, yang juga dikenal dengan Eternal Adventures (Chinese: 永恆冒險) awalnya diluncurkan pada tahun 2003, dan telah mencatat kesuksesan besar di seluruh dunia serta menghadirkan beberapa game spin-off sejak saat itu. Siapa pun dapat bergabung dalam aksi dengan tombol panah dan tombol Z bersama karakter yang unik dan menawan. Pemain dapat bertarung sendiri ataupun berkelompok melawan monster di dungeon untuk mendapatkan experience, membuka skill baru, serta item baru. Untuk pemain yang ingin melawan sesama ksatria magis, mode bertahan hidup dan pertempuran tim menawarkan pemain dengan dua gaya bertarung player-versus-player (PvP) yang berbeda hingga enam ksatria bertarung sekaligus.Dengan 16 karakter yang dapat dimainkan dan masing-masingnya memiliki empat job berbeda, pemain GrandChase dapat menjelajahi berbagai gaya bermain dengan satu karakter. Saat pemain naik level, mereka berhak untuk menggunakan equipment yang lebih kuat, pakaian yang lebih stylish, dan karakter ksatria baru dalam pertarungan tanpa akhir melawan kegelapan yang menginvasi dunia GrandChase.
Untuk merayakan peluncuran ini, hadiah khusus akan diberikan kepada semua pengguna LINE, serta untuk mendukung pertumbuhan yang cepat. Selain itu, khusus untuk pengguna LINE di Taiwan, LINE juga akan memberikan LINE Points yang senilai dengan uang tunai kepada semua pengguna baru di GrandChase pada platform LINE POD. Detail tentang event ini dapat ditemukan di situs web LINE POD (https://pod.game.line.me/pcgames/PGGC).
Diluncurkan pada tahun 2020, LINE POD (“Play-on-Desktop”), menyediakan jajaran 16 game populer, termasuk Free Style dan ArcheAge. Pada Juni 2021, LINE POD memperluas layanannya ke Jepang, menawarkan empat game: Flyff, Rappelz, Dragon Nest R, dan Elsword. Untuk terus meningkatkan pengalaman bermain game PC, LINE POD berencana untuk menambahkan lebih banyak fitur sosial seperti Open Chat dari LINE messenger serta menambah berbagai game berbasis web.
Tentang LINE POD
LINE POD menawarkan platform one-stop untuk bermain game PC dan seluler di komputer desktop, meningkatkan pengalaman bermain game bagi pengguna LINE. Tersedia dalam bahasa Inggris, Thailand, Mandarin, dan Indonesia di situs resmi LINE POD (https://pod.game.line.me/), pengguna dapat dengan mudah mendaftar dengan akun LINE mereka dan mengakses platform langsung dari desktop messenger LINE atau dengan mengunduh launcher.
GAMEFINITY, Jakarta – Jumat (28/10), Idol Meta merupakan Dunia Metaverse baru akan hadir dan menjadi wadah baru bagi para Gamers untuk saling berinteraksi dan mengekspresikan diri. Dan Idol Meta akan dapat mulai dimainkan pada tanggal 8 -14 November 2022.
LYTO juga menggandeng dua sosok ikonik tanah air yaitu JEJE dan ROY untuk menjadi bagian dari Idol Meta sebagai Brand Ambassador , karena mereka merupakan perwakilan dari sosok anak muda masa kini yang dikenal mudah bergaul. Dengan hadirnya JEJE dan ROY yang merupakan ikon Citayam Fashion Week sebagai Brand Ambassador Idol Meta, tentunya tipe-tipe fashion yang dikenakan JEJE dan ROY juga bisa ditemui di Idol Meta.
Di Idol Meta kamu bisa mengkreasikan sendiri avatarmu mulai dari gaya rambut, bentuk muka, bentuk tubuh hingga mengkombinasikan cara berpakaianmu sendiri yang artinya dunia Idol META ini adalah dunia dimana kamu bebas mengekspesikan dirimu.
Selain itu di Idol Meta kamu juga bisa saling mengobrol dan berinteraksi dengan teman-teman yang lain hampir di seluruh penjuru indonesia. Dan banyak sekali yang akan dihadirkan di Idol Meta diantaranya yaitu kamu bisa memiliki hewan peliharaan, kendaraan mewah dan antik yang pastinya membuat avatarmu tambah keren. Untuk para pemain yang ingin mencoba Idol META bisa melakukan registrasi terlebih dahulu di https://member.lytogame.com/member/daftar.asp dan jangan lupa untuk mendownload client Idol META di https://idolmeta.lytogame.com/download/game.asp
Event Idol Meta
Pada CBT Idol META para pemain dapat mengikuti beragam event seru dengan beragam hadiah.
HAMMER BATTLE, battle menggunakan palu bersama orang lain akan mendapatkan 1 buah kostum kucing lucu.
INTO THE METAVERSE, dalam kurun waktu yang telah ditentukan selama masa CBT berlangsung pemain berhak mendapatkan kendaraan dalam game.
SUPER PRANK BRAWL, yaitu bermain tembak-tembakan menggunakan Water Gun dengan pemain lain Karena Idol Meta akan melakukan tahap CBT-nya sebentar lagi, kalian bisa mengikuti berita-berita terbaru seputar Game Idol Meta melalui akun social media serta official website Idol Meta di https://idolmeta.lytogame.com/
GAMEFINITY.ID, Bandung – PlayStation Plus telah kehilangan 2 juta pelanggan pada periode Juli-September 2022. Hal tersebut terungkap dari laporan keuangan Sony pada kuartal kedua 2022. Padahal, layanan berlangganan dari PlayStation itu telah melakukan rebrand pada Juni lalu.
Jumlah Pelanggan PlayStation Plus Berkurang 2 Juta, Turun 4 Persen
Laman PlayStation Plus
Sony sebelumnya melakukan rebrand pada PlayStation Plus Juni lalu. Mereka menghadirkan tiga tier pada layanan itu, yaitu Essential, Extra, dan Premium. Tier Essential menawarkan fitur online gaming, penyimpanan cloud, dan beberapa game gratis per bulan. Extra menambah lebih banyak game dari katalog PlayStation 4 dan PlayStation 5. Akhirnya, Premium menawarkan fitur cloud gaming dan beberapa game klasik dari PlayStation hingga PlayStation 3.
Nyatanya, jumlah pelanggan PlayStation Plus berkurang dari 47,3 juta pada Juni lalu menjadi 45,4 juta per 30 September 2022. Angka ini menunjukkan penurunan 4 persen. Ini juga menjadi penurunan angka selama tiga kuartal berturut-turut.
Dilansir dari VGC, CFO Sony, Hiroki Totoki, berpendapat kurangnya game dari pihak ketiga, penjualan PS4, dan “semakin banyak orang ke luar rumah” menjadi pemicu turunnya pelanggan PlayStation Plus. Ia berharap jumlah itu akan bertambah pada kuartal selanjutnya, mengandalkan dampak dari Call of Duty: Modern Warfare 2 dan God of War: Ragnarok.
Sony telah mengatakan penurunan jumlah pelanggan PlayStation Plus ikut dipicu oleh berkurangnya pengguna PlayStation 4. Jumlah pengguna aktif di PlayStation Network juga turun dari 102 juta menjadi 101 juta.
Total Angka Penjualan PlayStation 5 Meningkat Menjadi 25 Juta
Pada kuartal pertama 2022, Sony berhasil menjual PlayStation 5 sebanyak 3,3 juta unit, menjadikan total angka penjualannya sebanyak 25 juta unit. Kabar baiknya, angka produksi hardware-nya mencapai 6,5 juta unit pada kuartal yang sama. Angka ini tentu melampaui ekspektasi dan menandakan masalah logistik mulai membaik.
Sony menekankan bahwa mayoritas pelanggan PlayStation Plus adalah pelanggan PlayStation 5. Karena hal ini, mereka berencana untuk mempercepat produksi hardware PlayStation 5 demi mengembalikan keterlibatan pelanggan ke depannya.
Namun, Sony telah berharap mereka dapat menjual 18 juta unit PlayStation 5 pada tahun fiskal 2022 (April 2022-Maret 2023). Nyatanya, mereka baru menjual sebanyak 5,7 juta unit per 30 September 2022. Meski tujuan itu sulit untuk tercapai, pihaknya optimis dapat mencapai angka penjualan tersebut mengingat banyaknya permintaan dan masalah logistik mulai teratasi.
Apakah Masih Ada Harapan untuk PlayStation Plus?
Saat ini belum diketahui apakah penurunan angka pelanggan menjadi masalah bagi PlayStation Plus. Selain kurangnya game dari pihak ketiga, layanan berlangganan itu mendapat kritik lain. Ketiga tier yang ditawarkan dianggap membingungkan pengguna dan katalog game yang ditawarkan tidak terlalu kuat.
“Kami sudah memperbaharui layanan [PlayStation Plus] dan belum ada momentum kuat secara keseluruhan. Juga, kami tidak melakukan promosi secara agresif pada kuartal kedua,” tutur Hiroki Totoki.
Sementara itu, Xbox Game Pass sudah mendapat total 25 juta pelanggan per Januari 2022. Menurut Phil Spencer, box Xbox, layanan ini justru mengalami peningkatan jumlah pelanggan. Setiap tier di layanan berlangganan milik Microsoft itu memiliki katalog game yang konsisten dan menawarkan judul game baru secara gratis pada hari pertama perilisan.
Apakah jumlah pelanggan PlayStation Plus akan kembali meningkat senada dengan angka penjualan dan pengguna PlayStation 5 dalam tiga bulan ke depan? Atau dapatkah Xbox Game Pass justru melampauinya dalam angka jumlah pelanggan?
GAMEFINITY.ID, JAKARTA – Perusahaan Multimedia Nvidia akhirnya buka suara mengenai driver-nya yang bermasalah saat memainkan game Call of Duty: Modern Warfare 2 di PC. Ia mengatakan bahwa dalam drivergame-nya telah ditemukan sebuah bug sehingga ketika pemain akan melakukan login, game akan mengalami crash sehingga mereka harus mengunduhnya kembali.
Driver Versi Baru Nvidia Ditemukan Bermasalah, Pengembang Sarankan Untuk Menggunakan Versi Yang Lama Terlebih Dahulu
Dilansir dari PC Gamers dan The Sports Rush, kabar mengenai bug pada driver Nvidia ini lantas mendapat perhatian dari studio dimana Call of Duty: Modern Warfare 2 diproduksi, Beenox “Kami telah melihat bahwa terdapat masalah pada stabilitas dengan driver Nvidia Terbaru 526.47 pada Call of Duty #MWII. Kami menyarankan anda tetap menggunakan versi 516,59 atau 522,25 terlebih dahulu,” Tulis Beenox Dalam Twitter.
Tak lupa Nvidia juga memberikan pernyataan resminya melalui email yang dikirimkan kepada pengguna “Ya, memang ada bug di game ini dan kami tengah melakukan perbaikan untuk menyelesaikan isu di atas. Secara khusus, mengapa disaat game telah ready driver sama sekali tidak dipromosikan atau direkomendasikan terlebih dahulu.” Tulis Nvidia dalam pernyataan resminya.
Mengganti Driver Game Bukan Menjadi Solusi Guna Memperlancar Waktu Bermain
Call of Duty: Modern Warfare 2
Sayangnya walau Nvidia telah mengingatkannya, beberapa diantara mereka justru memperbarui perangkat Driver-nya guna mengatasi crash di PC nya. Pengguna sosial media Reddit mengatakan bahwa Steam membutuhkan unduhan yang lebih lama setelah terjadinya crash sebelum memungkinkan untuk kembali dimainkan.
Walaupun mereka telah memperbaharui perangkat keras tersebut sebagai langkah standar dalam memecahkan masalah diatas, justru sebaliknya. Keadaan di atas menjadi lebih memperburuk keadaan.
Nvidia hingga saat ini masih belum memberikan detail pasti kapan perbaikan hotfix benar-benar tersedia, versi terbaru saat ini masih pada 526,47 yang telah bermasalah. Satu-satunya pilihan adalah menahan untuk tetap menggunakan versi yang sudah ada terlebih dahulu bahkan jika perangkat tersebut sudah dianggap lawas.
Penting bagi pemain yang sudah terlanjur mengunduhnya ke versi terbaru, disarankan terlebih dahulu untuk melakukan downgrade sebelum perbaikan pada versi terbaru telah selesai diumumkan
GAMEFINITY.ID, PATI – Pemilik baru Twitter, Elon Musk, nampaknya akan memberikan perubahan besar terhadap platform social media twitter. Musk memiliki rencana untuk menambahkan unsur permainan kedalam twitter. Mode permainan ini nantinya akan terdiri atas PvP dan role play. Gagasan ini sebenarnya sudah jauh dipikirkannya sebelum usaha untuk mengakuisisi kepemilikan Twitter. Musk percaya bahwa perubahan secara besar-besaran sangat diperlukan untuk masa depannya.
PvP di Sosial Media?
Elon Musk sangat dikenal sebagai orang yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat terutama di media sosial. Dia juga telah berkali-kali memberikan kritik terhadap fenomena-fenomena yang membatasi kebebasan berbicara. Prinsip inilah yang nanti akan dibawa oleh Elon Musk ke Twitter. Namun, terdapat batasan terhadap pandangan ini yang mana dia menegaskan bahwa tidak akan menjadikan Twitter sebagai sosial media yang membebaskan penggunanya dalam menyebarkan sesuatu tanpa adanya konsekuensi. Dia ingin menjadikan twitter sebagai platform yang ramah bagi semua orang.
Beberapa saat setelah berita akuisisi twitter, sebuah tweet meminta Musk untuk memberikan Twitter mode permainan yang nampaknya sejalan dengan gagasan yang sudah dipikirkan oleh Elon Musk. Tweet tersebut menyebutkan mode seperti PvP dan role playing tanpa moderasi sedangkan Twitter normal untuk semua orang dengan moderasi berat. Idenya adalah untuk menciptakan kelompok-kelompok di antara basis pengguna Twitter dengan berbagai tingkat moderasi.
Tingkat Toxic Twitter Semakin Naik?
Menciptakan suatu game PvP tanpa moderasi adalah suatu hal yang konyol dan mungkin meresahkan. Beberapa perusahaan game-game online telah berusaha keras untuk meminimalkan tingkat toxic dalam game kompetitif untuk mendorong komunitas yang sehat. Bahkan menurut penelitian meski dengan moderasi yang berat, mayoritas pemain video game pasti pernah mengalami pelecehan secara online.
Twitter will be forming a content moderation council with widely diverse viewpoints.
No major content decisions or account reinstatements will happen before that council convenes.
Untuk saat ini, Musk telah membuat perubahan transparan pada kebijakan moderasi Twitter. Seperti menghapus kepala moderasi konten Twitter dan memposting tweet yang mengatakan, “Komedi sekarang legal di Twitter.” Musk juga telah mengumumkan rencana untuk membentuk dewan moderasi konten dari yang akan melihat dari berbagai sudut pandang. Dewan-dewan inilah yang akan mengawasi konten-konten yang tersebar dan pemulihan akun. Masih banyak sekali ketidakjelasan mengenai masa depan Twitter yang akan dibawa oleh Elon Musk.
Bagaimana menurut kalian? Gambaran seperti apa yang kalian dapatkan mengenai mode PvP di Twitter? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id