Category Archives: Gaming News

Situs Miniclip Dilaporkan Sepi Pengunjung

GAMEFINITY.ID, JAKARTA –  Bagi kalian generasi Warnet pasti tidak lagi asing dengan situs yang satu ini, benar sekali Miniclip. Miniclip bersama Yahoo games, games.co.id, dan lain sebagainya.  Saat itu masih menjadi situs favorit untuk bermain games, selain itu Miniclip juga menyediakan genre yang bervariasi.

Dilaporkan pada tanggal 22 Oktober ( 22/10 ) yang lalu bahwa situs yang menemani masa kecil tersebut  sudah jarang bahkan tidak ada lagi  yang mengunjunginya. Walau server sudah sepi, kantor pusatnya masih menunjukkan aktivitas seperti biasa.

Penyebab Berakhirnya Era Online PC Game Seperti Miniclip

situs Miniclip
Tampilan website Miniclip saat ini | Miniclip.com

Merangkum dari PC Gamers, ketika mengunjungi situs tersebut, dari ribuan game yang tersedia disana saat ini hanya tersisa 2 game saja yaitu 8 Ball dan Agar.io. Sumber tersebut mengungkapkan ada dua faktor penyebab punahnya era game online seperti Miniclip, Yahoo Games, dan lainnya. Pertama disuntik matinya aplikasi Adobe Flash Online oleh Adobe itu sendiri.

Baca juga: Capcom Belum Berniat Merilis Remake Code Veronica

Sebagaimana kita tahu kalau Adobe Flash menjadi penjembatan bagi game-game online lawas agar dapat dioperasikan secara optimal, dan pada tahun 2020 yang lalu perusahaan Adobe secara resmi menyuntik mati engine andalan mereka dan digantikan oleh HTML5 yang dipercaya lebih aman dari gangguan malware sehingga penggunaan Adobe Flash perlahan menyusut dari waktu ke waktu.

Selanjutnya, maraknya game online yang dapat dimainkan di ponsel dan tablet disinyalir juga menjadi alasan mengapa Miniclip semakin ditinggalkan oleh pemain aktifnya. Tak jarang beberapa event yang ditawarkan juga lebih bervariasi terlebih banyak artis dan band-band terkenal ikut meramaikan game online seperti BTS dengan Cookierun: Kingdom dan Free Fire, Blackpink dengan PUBG nya, dan lain sebagainya.

Dikarenakan Miniclip merupakan game yang cukup populer di warnet, dan Café Games, ketika tergantikan oleh era Game Mobile, secara langsung tempat tersebut mulai ditinggalkan pelanggannya. Dan bahkan PC pun juga menawarkan fitur sejenis seperti Windows 11 yang dapat memainkan game-game android.

Tak dipungkiri bahwa pesatnya teknologi dapat membunuh sang pendahulunya, tetap saja Miniclip dan aplikasi serupanya pernah menjadi bagian dari industri game. Terimakasih telah menemani kita disaat masih sekolah dahulu.

Callisto Protocol Telah Berstatus Gone Gold

GAMEFINITY.ID, PATI – Oktober sangat terkenal dengan yang namanya halloween, bulan dimana orang-orang merayakan dengan hal-hal seram dan horror. Merayakan kedatangan malam halloween, salah satu game horror paling diantisipasi tahun ini yaitu Callisto Protocol baru saja membagikan informasi seputar perilasan game di awal Desember nanti.

Callisto Protocol Siap Rilis

Striking Distance Studios secara resmi mengumumkan bahwa Callisto Protocol telah berstatus gone gold yang akan rilis di akhir tahun 2022. Dipercaya akan menjadi spiritual successor Dead Space, game ini merupakan salah satu game horor yang paling dinanti di tahun 2022. Diciptakan oleh creator asli Dead Space, Callisto Protocol akan menempatkan pemain dalam lingkungan mencekam melawan makhluk serupa zombie.

Pertama kali diumumkan dalam ajang The Game Awards 2020 melalui trailer berdurasi 2 menit, Callisto Protocol diperkenalkan sebagai game survival horror. Mendekati hari perilisan Callisto Protocol, Striking Distance selaku developer ingin memberikan kepastian. Baru-baru ini, Striking Distance mengkonfirmasi bahwa Callisto Protocol sudah pasti akan rilis pada 2 Desember.

Membawakan Kualitas Grafis Yang Bukan Main

Seakan menyinggung apa yang terjadi dengan Gotham Knights, pihak developer juga menegaskan bahwa game mereka akan mampu berjalan di 60FPS. Sebelumnya disebutkan bahwa Callisto Protocol akan mendukung fitur ray tracing, bersama dengan AI tracing dan fitur grafis lainnya. Pengumuman ini ditujukan untuk para penggemar yang menaruh ekspektasi tinggi serta tak sabar untuk memainkan Callisto Protocol.

Dengan beberapa update seputar Callisto Protocol barusan, maka pihak developer dapat dengan percaya diri menyatakan game ini telah berstatus gone gold. Callisto Protocol siap memberikan ketakutan kepada para pemainnya pada tanggal 2 Desember mendatang. Melalui akun twitter resmi Callisto Protocol, Striking Distance Studios berterima kasih kepada semua orang atas dukungan dan antusiasnya. Pihak studio juga mengatakan bahwa mereka sudah tidak sabar menunggu para pemain untuk merasakan kengerian dari Black Iron, lokasi dimana cerita game ini berpusat.

Berdasarkan dari penjelasan pihak pengembang, Callisto Protocol akan membutuhkan waktu sekitar 12-14 jam untuk menyelesaikan gamenya. Meskipun terkesan memiliki waktu playtime yang cukup pendek, Glen Schofield selaku sutradara game menjanjika game tersebut akan memberikan nilai replayability yang tinggi untuk para pemain. Callisto Protocol akan dirilis pada 2 Desember, 2022 untuk PC, PS4, PS5, Xbox One, dan Xbox Series X/S.

Bagaiman menurut kalian? Tertarik untuk memainkan game Callisto Protocol? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita – berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Capcom Masih Belum Ada Niat Untuk Remake Code: Veronica

GAMEFINITY.ID, PATIHype Resident Evil 4 remake masih sangat besar selepas live RE Showcase yang baru saja diadakan oleh Capcom. Penasaran dengan project RE kedepannya, banyak fans yang menanyakan apakah Resident Evil Code: Veronica juga akan mendapatkan remake. Yoshiaki Hirabayashi selaku produser seri Resident Evil memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Capcom Masih Berikan Sedikit Harapan Untuk Code: Veronica

Selepas Capcom selesai dalam membuat ulang Resident Evil 3, para fans berspekulasi bahwa next remake project adalah Code: Veronica. Mengingat saat itu Code: Veronica dirilis diantara Resident Evil 3 dan 4. Sayangnya, ini tidak terjadi, karena remake Resident Evil 4 resmi diumumkan pada Juni 2022. Meski begitu, beberapa penggemar setia Resident Evil masih berharap bahwa Code: Veronica akan mendapatkan remake.

Dikutip dari situs Noisy Pixel, Yoshiaki Hirabayashi mengatakan bahwa saat ini belum ada rencana jelas untuk project remake Resident Evil Code: Veronica. Namun, bukan berarti peluang tersebut tidak ada sama sekali. Beliau menyatakan bahwa kemungkinan tersebut masih tetap ada, tetapi tidak dalam waktu dekat ini.

Komentar dari Yoshiaki Hirabayashi tersebut seolah Capcom masih belum selesai dalam me-remake seri klasik Resident Evil. Jika dilihat rasanya tidak mungkin jika Resident Evil 5 dan 6 yang akan mendapatkan remake. Justru game seperti Code: Veronica atau Resident Evil: Outbreak yang lebih layak untuk dibuatkan remake.

Tentang Resident Evil Code: Veronica

Resident Evil: Code Veronica pertama kali dirilis untuk konsol Dreamcast pada tahun 2000 yang kemudian medapatkan porting ke perangkat game lain seperti PS2, Gamecube, hingga Xbox. Secara timeline cerita, Resident Evil Code: Veronica terjadi di antara Resident Evil 2 dan 3. Jadi bisa dibilang Capcom telah mengabaikan seri ini dalam project remake mereka.

Menceritakan Claire Redfield bersama saudara laki-lakinya Chris Redfield dalam berjuang bertahan hidup dari wabah zombie di sebuah pulau terpencil di Antartika. Code: Veronica bisa dibilang merupakan judul terakhir Resident Evil yang mengusung tema survival horror murni, sebelum Resident Evil 4 membawa franchise ini ke arah yang lebih berorientasi pada action.

Awalnya Code Veronica dimaksudkan untuk menjadi sekuel penuh dari Resident Evil 2. Namun setelah kesepakatan dengan Sony Capcom mengganti nama spin-off Resident Evil yang dibintangi Jill Valentine sebagai Resident Evil 3: Nemesis. Menjadikan Code: Veronica sebagai seri spin-off menggantikan Resident Evil 3: Nemesis.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk memainkan Resident Evil Code: Veronica? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

MSIN Resmi Luncurkan Game Moba Fight of Legends, Hadirkan Kejutan Menarik!

PT MNC Digital Entertainment Tbk (“MSIN” atau “Perseroan”), melalui anak perusahaannya, PT Esports Star Indonesia (“ESI”), meluncurkan game multiplayer pertama dari Perseroan bernama “Fight of Legends“.

Game ini akan menjadi katalis utama bagi MSIN kedepannya seiring dengan peningkatan pada industri game secara global dalam beberapa tahun terakhir yang ditandakan dengan peningkatan jumlah pemain, durasi waktu pada saat bermain, dan pendapatan.

Berbasis game multiplayer yang memungkinkan pemain berinteraksi satu sama lain secara virtual. Proses pengembangan Fight of Legends ini didukung oleh para ahli dari Korea dan game ini memiliki gameplay yang lebih simpel dan lebih cepat dibandingkan dengan game-game pendahulunya yang lain.

Ciri khas dari Fight of Legends memiliki ‘Crafting Feature’ yang memungkinkan pemain untuk melakukan customization pada karakter mereka sendiri dan ini merupakan fitur yang yang tidak ditemukan di game MOBA lainnya.

Mengambil desain karakter menggemaskan dan latar yang lebih unik, Fight of Legends dapat menjangkau ke demografi yang berumur dan lebih muda, menjadikannya game yang dapat dimainkan oleh berbagai kalangan.

Tidak cukup hanya sebatas di Indonesia saja, setelah diluncurkan, Perseroan berencana untuk melakukan ekspansi secara bertahap ke Asia Tenggara dengan fokus di Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Myanmar pada semester pertama tahun 2023, diikuti oleh negara-negara lain pada semester kedua tahun depan.

Industri Game Tanah Air dan Global

Indonesia telah menghasilkan sekitar USD904 juta pendapatan game sepanjang tahun 2021[1], dengan lebih dari 75% berasal dari perangkat seluler yang sebagian besar merupakan game yang dapat di akses secara gratis di mawal, namun pendapatannya didukung dengan iklan didalam game dan/atau transaksi mikro.

Media Partners Asia memproyeksikan bahwa pendapatan game di Indonesia akan tumbuh dengan CAGR sebesar 6,5% (2021-2026) menjadi USD1,2 miliar pada 2026.

Menurut Riset Game Global 2022, Newzoo, industri game secara global diproyeksikan akan tumbuh dari USD179,1 miliar pada tahun 2020 menjadi USD211,2 miliar pada tahun 2025, tumbuh +3,4% CAGR[3].

Riset tersebut juga memperkirakan jumlah pemain game akan meningkat menjadi 3,5 miliar pada tahun 2025. Perseroan percaya bahwa dengan mempenetrasi kedalam industri game akan sangat menguntungkan MSIN dalam jangka panjang, karena game dapat diakses tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

Terlepas dari gejolak ekonomi yang terjadi selama pandemi, industri game masih menunjukkan prospek yang sangat positif karena terbukti ketahanannya dengan bertambahnya jumlah pemain dan jumlah rata-rata waktu yang dihabiskan untuk bermain tetap kuat secara konsisten.

Komentar dari Hary Tanoesoedibjo, Direktur Utama MSIN dan Executive Chairman MNC Group:

“Hari ini menandai peluncuran game pertama kami yang bernama Fight of Legends. Kami sangat percaya bahwa ini akan menjadi salah satu katalis utama kami untuk kedepannya, terutama dengan berkembang pesatnya peminat pada industri game di seluruh dunia. Dengan peluncuran game ini, selain membuka akses yang lebih mudah untuk menjangkau pemain di seluruh dunia, ditambah dengan dukungan para ahli dari Korea dalam proses pengembangan, kami yakin game ini akan memiliki popularitas besar dan dicintai oleh banyak gamer di seluruh penjuru. Kami sangat berharap game ini akan membuka banyak pintu untuk peluang-peluang yang memiliki potensi besar di masa mendatang, dan kami tidak sabar untuk terus memberikan pengalaman terbaik bagi para penggemar game di seluruh dunia.”

Yuk langsung saja download dan bergabung untuk merasakan keseruan bermain Fight of Legends bersama teman-teman: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.esi.games.fightoflegends

Kontroversi Bayonetta 3, Platinum Games Beri Pernyataan Resmi!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Platinum Games akhirnya beri pernyataan resmi tentang kontroversi Bayonetta 3. Mereka telah menyatakan dukungan penuh terhadap Jennifer Hale sebagai Bayonetta. Bahkan, mereka juga berterima kasih pada berbagai kontributor yang turut bekerja sama untuk mengembangkan seri game tersebut.

Kronologi Kontroversi Bayonetta 3

Bayonetta 3 Hellena Taylor
Hellena Taylor mengaku ia mendapat tawaran upah sebesar 4000 USD untuk memerankan kembali Bayonetta

Pada 15 Oktober 2022, Hellena Taylor, pengisi suara asli Bayonetta di dua game pertama, membuka suara melalui unggahan video di Twitter. Ia menyebut Platinum Games telah menentukan tawaran upah terakhir sebanyak 4.000 USD hanya untuk memerankan kembali tokoh perempuan berkacamata itu.

Taylor meminta penggemar untuk memboikot Bayonetta 3 dan menyumbangkan uangnya untuk amal. Begitu video tersebut menjadi viral, warganet menyatakan bersedia untuk memboikot game tersebut. Hideki Kamiya juga memberikan balasan menohok yang justru menjadi bumerang.

Jennifer Hale, pengisi suara baru Bayonetta, kemudian merilis pernyataan resmi terhadap kontroversi tersebut. Ia hanya mengatakan Bayonetta 3 telah dibuat oleh tim yang berdedikasi dan bersusah payah mengerjakannya. Ia juga berharap konflik tersebut dapat diselesaikan dengan damai.

Baca juga: Kontroversi Bayonetta 3, Jennifer Hale Berikan Penjelasan

Lebih mengejutkannya lagi, Bloomberg merilis laporan bahwa Platinum Games telah menawarkan upah sebesar 15.000 USD pada Hellena Taylor. Begitu Taylor menolak tawaran itu, Platinum Games memilih menggelar audisi untuk mencari penggantinya.

Menurut Siliconera, Taylor menyatakan laporan itu sebagai “kebohongan besar”. Ia mengklaim Platinum Games hanya ingin menyelamatkan nama baik dan juga Bayonetta 3.

Ini Pernyataan Resmi Platinum Games

Pada 21 Oktober 2022, Platinum Games akhirnya merilis pernyataan resmi di Twitter. Mereka menyatakan dukungan penuh pada Jennifer Hale beserta pernyataannya. Ini adalah upaya untuk meluruskan kontroversi di balik Bayonetta 3.

“Kami, Platinum Games, menghargai apresiasi pada sebuah pihak yang telah berkontribusi membuat seri Bayonetta selama bertahun-tahun, dan juga komunitas yang telah membantu sebagai fondasinya,” tulis akun resmi tersebut.

Platinum Games juga meminta semua pihak agar tidak menjelek-jelekkan Jennifer Hale dan semua kontributor yang telah terlibat. Meski begitu, mereka sama sekali tidak menyebut kontroversi atau Hellena Taylor secara langsung.

Bayonetta 3 tetap akan rilis di Nintendo Switch pada 28 Oktober 2022.

BOOM Esport DOTA 2 Lolos Babak Playoff TI 11

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Tim Esport DOTA 2 asal Indonesia, BOOM Esport berhasil lolos ke babak Playoff The International 11 setelah berhasil mengalahkan juara umum The International 10, Team Spirit dalam babak Group Stage Lower Bracket.

Hampir tereliminasi dari babak Group Stage, nampaknya BOOM Esports masih memiliki secercah harapan dengan diadakannya laga Tie Breaker dengan syarat Soniqs menumbangkan Gaimin Galdiators, BetBoom kalah dari PSG.LGD , dan tentunya BOOM Esports harus mengalahkan top klasemen Evil Geniuses.

Comeback Is Real, BOOM Esport Buat Kejutan Di Menit Ke-40 Melawan Evil Geniuses

Optimis masih dapat lolos, BOOM Esport semakin memantapkan dirinya untuk dapat mengalahkan Evil Geniuses. Di round pertamanya, BOOM Esports tampil gahar dengan ketiga core andalannya dari Yopaj, Jacky, dan Fbz. Terlihat ketika Fbz apik dalam melakukan iniasiasi serta Yopaj dan Jacky memberikan damage terhadap Evil Geniuses.

Baca juga: Keseruan Pertandingan Alter Ego vs Aura Fire

Walaupun BOOM Esport telah unggul 1-0 dari Evil Geniuses, mereka belum merasa puas. Dan di round kedua BOOM Esport sempat tertinggal jauh dari lawan. Mereka akhirnya membuat momen yang mengejutkan, mereka berhasil membalikkan keadaan pertandingan di menit ke-40. Seketika kendali berpindah ke BOOM Esport dan membawanya menjadi pemenang 16 menit kemudian.

Sapu Bersih Team Spirit, Akhirnya Membawa Tim Ke Babak Playoff The International 11

BOOM Esport
BOOM Esport | boomesport

Pada ronde pertama babak Lower Bracket, BOOM Esport akan menghadapi Juara Umum dari The International 10, Team Spirit. Di babak ini sistem yang digunakan adalah BO1 dan akan gugur jika kalah. Babak ini menjadi kesempatan bagi BOOM Esport untuk membanggakan Indonesia.

Dengan line Champ Marci, Shadow Fiend, Mars, Disruptor, serta Beastmaster, BOOM Esport berhasil menggocek Team Spirit yang beranggotakan Yatoro CS. Bahkan meremehkannya dengan menyebut tim medioker atau antah berantah. Hal itu cukup wajar karena sampai saat ini belum ada satupun tim Indonesia yang lolos ke babak playoff The International.

Di awal permainan, keduanya masih bermain secara pasif namun berimbang. Suasana semakin memanas ketika BOOM merebut poin kill dari lawan. Dan pada menit ke-25 pertarungan semakin tak terelakkan lagi. Banyak yang begitu kagum atas cara bermain serta objektifitas BOOM yang apik dibawakannya sehingga Team Spirit menjadi terpojokkan begitu saja.

Di menit ke-36 BOOM berusaha untuk mencuri momentum dengan melakukan straight push ke base spirit. Pada puncaknya di menit ke 38 dan 40 BOOM akhirnya sukses menyapu bersih Team spirit dan membawanya ke babak playoff TI 11 oleh gameplay dari Jackky

Perjalanan Berakhir Setelah Takluk Dari PSG.LGD Di Babak Playoff

BOOM Esport undur diri
BOOM Esport harus takluk dari PSG.LGD asal China| boomesport

BOOM akhirnya harus mengakhiri perjuangannya setelah tunduk dari tim asal Tiongkok PSG.LGD, banyak yang optimis jika BOOM dapat mengalahkan PSG setelah mereka mengalahkan juara bertahan The International tersebut walau pada kenyataannya BOOM harus menerima kekalahan telak dari tim asal China yang dijuluki raja terakhir tersebut 2-0.

Walaupun kalah telak dari PSG.LGD, performa yang dibawakan oleh BOOM merupakan sebuah keajaiban terutama bagi dunia Esport Indonesia terkhusus DOTA 2 karena menurut prediksi Wykhrm bahwa peluang BOOM untuk lolos ke playoff hanya sebesar 1,42%. BOOM Esport tetap menerima hadiah sebesar 5,3 Milyar Rupiah karena telah lolos dari babak Group Stage yang membawanya ke Playoff.