GAMEFINITY.ID, Jakarta – Acer Predator kembali membuka store-nya pada Rabu (5/10), di daerah Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pembukaan store terbaru ini adalah dari beberapa store yang telah dibuka di Jakarta dan menjadi bagian dari program perluasan Acer Predator ini dan juga optimisme Acer terhadap pasar laptop di Indonesia.
Store yang berada di Mall of Indonesia Lantai 3 ini mengusung konsep futuristik ala Dunia Visual sesuai dengan konsep laptop Acer Predator. Pembukaan store dimulai dengan pengenalan program baru dari Acer yaitu Acer Service Drop Point, di mana para customer Acer dapat men-drop produk mereka yang ingin mendapatkan service.
Pembukaan Acer Store ini sekaligus mengenalkan produk Acer Predator terbaru yaitu, Acer Predator Helios 300 Spatiallabs Edition. Produk terbaru ini sekaligus menjadi laptop terbaru dengan processor terbaru dan tampilan yang gahar.
Laptop Acer Helios 300 SE juga membawa teknologi terbaru yang baru ada di laptop Acer yaitu layar 3D yang restrict terhadap kontak mata. Tampilan 3D ini akan memberikan tampilan ekstra dan lebih maksimal bagi para gamers ataupun user yang lebih sering berinteraksi dengan tampilan 3 dimensi.
Uniknya lagi tampilan 3 Dimensi ini akan bergerak secara otomatis mengikuti gerak mata. Teknologi ini bisa dibilang baru ada pada produk laptop. Beberapa fitur memang diciptakan khusus untuk game, tetapi fitur-fitur ini juga berlaku untuk kegiatan lain.
“Membuat desain 3D serasa lebih nyata dengan teknologi ini. Selain itu, ini berlaku bukan hanya untuk game dan teknologi seperti itu. Dalam menonton film juga itu bisa langsung diterapkan konsep 3D ini,” Jelas Andre Lesmana, Selaku Product Manager dari Acer Predator Gaming.
Terkait pengujian terhadap keamanan dan kenyamanan mata user saat menggunakan Acer Predator Helios 300 SE, Andre menjawab bahwa pengujian secara mendalam belum ada. Namun, teknologi 3D dengan kontak mata ini belum mendapatkan keluhan dan tentu saja Acer Predator Gaming akan memberikan yang terbaik untuk customer-nya.
Didukung dengan sistem pendingin dengan 5 aeroblade dan processor intel core i9 Generasi 12, tentu saja akan membuat kinerja laptop ini sangat maksimal. Dukungan grafis juga tidak perlu diragukan lagi, karena telah didukung oleh Nvidia RTX 3080 yang mendukung tampilan visual dengan rate FPS tinggi.
Infinix memang kerap merilis HP baru, pada tahun ini Infinix sudah merilis banyak produk barunya di pasaran Indonesia. Kali ini Infinix juga tengah bersiap untuk merilis produk barunya yang di khususkan untuk para gamer. Produk terbaru Infinix ini adalah Infinix Hot 20S, HP tersebut tengah diperkenal kan pada laga eSport untuk para pelajar Indonesia yakni laga Infinix Gaming Master
Sergio Ticoalu selaku Infinix Regional Integrated Marketing Manager Southeast Asia mengatakan “Infinix MLBB Gaming Master akan menjadi event esport tahunan dari Infinix dengan tujuan untuk menghidupkan ekosistem esport di Indonesia dan membantu anak-anak muda agar bisa berkompetisi dan mungkin suatu hari nanti bisa menjadi pro-player atau atlit esport kebanggaan Indonesia,”
Infinix Gaming Master akan digelar secara offline dan online dan akan disiarkan pada kanal YouTube resmi Infinix Indonesia. Infinix Gaming Master Mempertandingkan game populer di Indonesia Mobile Legends Bang Bang (MLBB), laga Grand Final Infinix Gaming Master student cup yang digelar pada 5 dan 6 November di Blok M Square, Jakarta.
Empat tim akan yang bertanding di final kali ini dari Universitas Muhamadiyah Malang (Malang), Universitas Sriwijaya (Palembang), Universitas Negri Padang (Padang), Universitas Harapan Medan (Medan).
Pada laga tahun ini, Infinix Gaming Master mempertemukan 783 tim yang berasal dari ratusan sekolah dan universitas di seluruh Indonesia. Perjalanan keempat tim tersebut dimulai dari pre-kualifikasi regional pada September lalu hingga kualifikasi nasional yang diadakan pada 22-23 Oktober lalu.
Acara final ini akan digelar secara offline sehingga para pendukung dari tim-tim yang berlaga di laga final dapat ikut hadir untuk menyemarakkan acara. Acara juga disiarkan secara live streaming di Youtube Infinix Indonesia. Keempat tim yang bertanding demi meraih gelar juara pertama dan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 115 Juta.
GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Mantan staf Criterion, buka suara mengenai rencana sekuel untuk game FPS ikonik, Black, yang telah dibatalkan. Dalam sebuah wawancara, mereka menyebut bahwa proyek sekuel terpaksa harus dibatalkan, karena pihak Developer saat itu tengah sibuk mengembangkan game lain.
Black adalah sebuah game FPS dengan status kultus nan ikonik, terutama bagi para pecinta game FPS era PlayStation 2 di Indonesia. Meski telah menerima banyak ulasan positif yang tampak menjanjikan untuk mendapatkan sekuel, Criterion selaku developer tak kunjung juga mewujudkannya. Dan setelah 15 tahun sejak perilisan, mantan staf Criterion kini mengungkapkan apa saja yang telah mereka rencanakan, untuk sekuel yang ditinggalkan ini.
Dalam sebuah wawancara dengan thatHITBOX (via TheGamer), beberapa mantan pengembang Criterion menjelaskan tentang desain apa saja yang telah mereka siapkan untuk sekuel ini. Salah satunya adalah penambahan “network gameplay” untuk co-op multiplayer, yang rencananya akam hadir bersamaan dengan recovery system jika salah satu pemain mengalami kendala konektivitas.
Menurut Ben Minto, perancang suara teknis dari game aslinya, Sekuel Black rencananya akan diberi subtitle “Rendition”, dengan seorang tentara Amerika sebagai protagonis utamanya.
“Idenya berpusat pada pasukan Amerika yang pergi ke luar negeri, menculik orang dan membawa mereka kembali melintasi perbatasan… Saya tidak yakin bahwa ada cerita lengkap yang dipetakan,” ucapnya kepada HITBOX.
Sementara itu, Micheal Othen selaku Level Designer, mengatakan bahwa sekuel ini nanti akan menyertakan fitur mekanik sampul yang “luar biasa”. Dirinya juga mengatakan bahwa nantinya, mekanisme permainan akan terasa lebih “intuitif” dan “organik” untuk para pemain.
“Ada beberapa perilaku AI musuh yang keren dengan cara mereka bergerak di sekitar lingkungan. Anda akan melihat mereka melompati kap mobil dan meluncur ke penutup. Itu tampak luar biasa sebagai pemain, karena Anda memiliki aliran gerakan yang dinamis. Ini hanya bahan yang sangat awal pada tahap R&D,” imbuhnya.
Dalam wawancara, para pengembang juga menjelaskan tentang alasan dibatalkannya proyek sekuel ini. Yang mana pada saat itu, Criterion memiliki jadwal yang cukup padat untuk mengembangkan Burnout Paradise, sementara pasar untuk game Shooter juga dirasa tampak jenuh oleh mereka.
“Ada banyak (game) penembak yang keluar, bahkan di dalam EA,” kata Othen.
“Bad Company (juga) sedang bereksperimen dengan destructible levels. (Jadi,) Mungkin (akan) sulit bagi mereka untuk melihat di mana ‘Black 2’ cocok dengan game lain dalam jadwal penerbitan mereka. Saya (bahkan) kecewa karena tidak bisa melihat cahaya hari (saat itu).”
Wawancara lengkap di thatHITBOX ini sangat layak untuk dibaca, karena berisi detail lebih lanjut mengenai sekuelnya. Sekuel Black ini bahkan bisa dikatakan tampak menyerupai sebuah film, dengan sentuhan gameplay ala Hitman.
Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/
GAMEFINITY.ID, Bandung – UpdateHyperbeat akhirnya telah berakhir. Apex Legends Mobile kini menghadirkan update baru bertajuk Aftershow. Uniknya, update ini masih menjadi bagian dari season 2. Sebelumnya, Respawn Entertainment menghadirkan dua battle pass pada season 1.
Dalam update yang telah hadir 4 Oktober 2022 itu, komunitas Apex Legends dikejutkan dengan hadirnya mode yang paling dinanti. Mode tersebut merupakan solo mode dan hadir terlebih dahulu di mobile.
Solo Mode Akhirnya Hadir di Apex Legends Mobile Sebagai Bagian dari Update Aftershow
Logo Aftershow di Apex Legends Mobile
Apex Legends sebenarnya terkenal sebagai game battle royale berbasis squad. Pemain harus bekerja sama dengan dua rekan timnya (atau satu orang dalam duo) untuk mengombinasikan ability Legend-nya demi menang. Namun, tidak sedikit pula yang meminta adanya solo mode di game battle royale besutan Respawn Entertainment itu.
Sebagai bagian dari update Aftershow, Apex Legends Mobile akhirnya menghadirkan solo mode. Dalam mode ini, pemain tidak perlu mengkhawatirkan rekan timnya. Seperti kebanyakan game battle royale lain, pemain hanya perlu menjadi yang terakhir bertahan dengan menyerang setiap musuh. Dengan begitu, pemain akan menjadi Apex Champion.
Hadirnya Solo mode di Apex Legends Mobile sebenarnya sudah bocor pada Juni 2022. Dilansir dari Charlie Intel, bocoran tersebut ditemukan oleh ThatOneGamingBot. Dikabarkan pula mode ini kemungkinan besar menjadi permanen.
Solo Mode Pernah Hadir Sebagai Time-Limited Mode di Apex Legends
Munculnya solo mode di versi mobile bukan pertama kali bagi Apex Legends. Respawn Entertainment pernah menambah mode tersebut di versi PC dan konsol. Solo mode hadir dalam waktu terbatas sebagai bagian dari season 2, Battle Charge, pada 2019. Sejak saat itu, mereka lebih memilih tidak membuatnya permanen.
Respawn Entertainment pernah menyampaikan hal ini di laman blognya pada 2021. “Saat kami memperkenalkan Solos sebagai time-limited mode tahun ini, kami merasa ini berdampak negatif terhadap game, terutama dalam mempertahankan pemain baru. Kami juga telah mendesain semua Legend dengan setiap ability-nya untuk melengkapi permainan tim dan komposisi squad, tapi saat bermain solo beberapa ability Legend menjadi tidak berguna.”
Pemain PC dan Konsol Geram Menganggapi Kabar Ini!
Mendapati kabar hadirnya solo mode hadir di mobile, apalagi berpotensi menjadi permanen, komunitas Apex Legends menyampaikan kekecewaannya. Banyak dari pemain PC dan konsol merasa geram di media sosial. Salah satunya mencuit bahwa Respawn dan EA menganakemaskan versi mobile dibandingkan Apex Legends sebagai game utama.
Their giving way more love to the version mobile then the main apex legends game
Beberapa pemain lain justru telah memuji tim pengembang Apex Legends Mobile. Bahkan, salah satu di antaranya berargumen mobile menjadi platform yang cocok untuk solo mode.
Mobiles are mostly used on the go and are mostly a solo player device, while PC and console is the opposite. I wish people had critical thinking skills instead of getting mad at Respawn for a design choice that's so obvious.
Detail Lain Update Aftershow di Apex Legends Mobile
Battle pass baru Apex Legends Mobile, Aftershow
Selain solo mode, Apex Legends Mobile juga menghadirkan battle pass baru. Uniknya, jangka waktu battle pass Aftershow lebih singkat daripada sebelumnya. Setidaknya, reward yang tidak kalah keren masih dapat didapat pemain. Masih merasa terlalu singkat? Misi tambahan untuk boost Battle Pass XP akan tersedia pada 8-10 dan 15-17 Oktober 2022.
Apex Legends Mobile juga menghadirkan event login selama tujuh hari berturut-turut untuk lebih banyak reward pada 14-21 Oktober 2022. Reward utama dalam event ini adalah skin Epic Loba. Skin tersebut dapat diambil setelah Aftershow usai.
Update Aftershow di Apex Legends Mobile menjadi angin segar bagi pemain yang sudah menantikan solo mode. Meski begitu, permintaan mode tersebut hadir di PC dan konsol masih belum padam. Mereka berharap Respawn Entertainment dapat juga menambah solo mode secara permanen di Apex Legends.
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Akibat dimatikannya Stadia yang direncanakan pada awal 2023 mendatang, layanan gaming yang dikembangkan oleh Google beberapa hari yang lalu, baik pemain maupun pengembang pun merasakan dampaknya. Salah satunya dari konten kreator sekaligus Gamer Red Dead Redemption 2, Colour.
ia tidak menyadari jika platform gaming yang biasa dimainkannya tamat begitu saja, buntutnya ia telah kehilangan hampir 6000 jam mainnya selama ini.
Colour dalam cuitan Twitternya, ia mengungkapkan kekesalannya sekaligus khawatir jika progress game yang sudah dimainkannya berbulan – bulan sirna begitu saja. Colour pun juga memohon kepada pengembang game Rockstars agar ia masih bisa memainkannya “ Saya mohon kepada Rockstars agar akun saya di Stadia selamat dan bisa ditransfer ke platform lain. “ Kata Colour.
Pengikut Colour Menganggap Tindakan Yang Dilakukan Colour Berlebihan
Colour, mengkhawatirkan jika progressnya tidak dapat dilanjutkan kembali buntut dihapusnya Stadia | Twitter: ItsColourTV
Salah satu pengikut dari Colour, DexM berkomentar bahwa apa yang telah dilakukan oleh idolanya diluar batas wajar “ Masalahnya itu bukan salah si Google maupun Stadia itu sendiri, tapi kamu terlalu banyak menghabiskan waktumu disana sampai 6 ribu jam lebih, lebih baik tinggalkan terus cari hobi yang lebih bermanfaat.” Tulis DexM.
Akan tetapi pernyataan tersebut disanggah oleh pengikut lainnya,” Bayangkan jika seseorang udah susah payah menyelesaikan sesuatu sampe berjam – jam misalnya, nggak lama ada orang lain yang ngacauin. Coba kamu ada di posisi si Colour, apa sanggup?” Balas Viz90210.
Apabila dihitung secara matematis, total hari yang telah dihabiskannya mencapai 250 hari nonstop, jauh lebih lama dari pemain biasanya yang hanya bermain game online dengan rata – rata perjamnya 5 – 6 jam. Dengan dinonaktifkannya Stadia ini, hal tersebut merasa dirugikan karena ia telah bermain game tersebut dengan susah payah.
Red Dead Tidak Bisa Dimainkan Lagi, Banyak Pihak Yang Dirugikan Atas Dimatikannya Layanan Game Stadia
Tidak hanya Colour saja yang merasa dirugikan atas penonaktifan Stadia yang dilakukan secara mendadak oleh Google, Pengembang Dan Studio game lainnya pun juga merasakan dampaknya yang berakibat kesulitan saat melakukan porting ke layanan Streaming. Beberapa diantaranya telah bergantung dengan platform Stadia guna menutup biaya produksi. Mereka pun khawatir di masa mendatang mereka tidak lagi dibayar oleh Google.
Gfers pernah ngerasain hal serupa? Udah susah payah mainnya tiba – tiba hilang begitu saja.
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Alter Ego Saat ini menjadi sangat kuat di ajang MPL Season 10. Moonton baru saja merilis patch update terbarunya pada tanggal 20 yang lalu, update tersebut diantaranya Revamp pada hero Gusion dan Lesley, fitur battlefield baru Magic Sentry, hero Wanwan yang mengalami nerf serta buff pada hero Natalia.
Sementara update lain yang dilakukan oleh Moonton adalah penyesuaian pada Hero Beatrix. Justru pada kenyataannya damage yang diberikan oleh Beatrix masih terbilang cukup tinggi sehingga Beatrix masih menjadi hero langganan pick maupun banned di tier tinggi.
Dengan adanya patch tersebut, Pro player mau tak mau harus bisa menyesuaikan dirinya dengan perubahan yang diberikan oleh Moonton tersebut. KB dan Antimage berpendapat bahwa adanya patch update terbaru tersebut timnya merasa diuntungkan.
Berkat update terbaru Itu performa tim Alter Ego saat ini mengalami peningkatan secara signifikan terutama pada laga MPL season 10 belakangan ini.
Alter Ego KB Sebut Buff Pada Hero Pharsa Untungkan Timnya
Melalui talkshow yang dihadiri oleh Jonathan Liandi, AE KB , Antimage, serta Lius Andri beberapa hari yang lalu, mereka membicarakan hal seputar MPL season 10. KB dalam talkshow tersebut KB mengatakan bahwa buff yang dilakukan oleh Moonton ini dianggap menguntungkan bagi Alter Ego.
Pharsa kali ini mendapatkan buff di patch update 20 September yang lalu
User Pharsa wajib berbahagia lantaran Moonton kali ini telah melakukan update pada hero mage satu ini, dan Pharsa juga merupakan hero andalan dari member yang memiliki nama lengkap Udil Surbakti ini. Sebagaimana kita tahu sebelum dirinya bergabung di Alter Ego, Udil terkenal sangat piawai dalam memainkan role Midlaner Gfers.
Walau menurutnya update yang diberikan oleh Moonton tersebut bersifat minor, namun dirinya tidak pernah mempermasalahkannya melainkan menjadi booster bagi tim mereka. “Ini Minor patch, bukan menghalau kami dalam pertandingan. Mereka juga sudah mengerti META yang ada, dan bagi Udil Pharsa sudah jadi hero kuncinya.” Kata KB di Empeshow.
Selain itu KB menganggap bahwa hero Midlaner saat ini juga memberikan rotasi yang cepat serta fleksibel, bisa menjadi hero Core maupun Support. Antimage juga memberikan pendapat yang senada bahwa buff yang diberikan pada hero Pharsa juga membuat Alter Ego semakin kuat, pasalnya ketika dirinya bersama Udil bergabung di tim ONIC, Antimage mengakui kehebatan Udil sebagai user Midlaner.
“Dari Season 3 hero Pharsa memang udah jadi pegangan dia (Udil)” kata Antimage. Selain itu Antimage berpendapat bahwa jika dikombinasikan dengan Leomurphy yang dikenal sangat mahir menggunakan hero-hero tank itu akan menjadi kombinasi mematikan serta Udil juga paham positioning sehingga jarang melakukan feeding selama pertandingan.
“Mereka punya Tanker Leomurphy, kalo dikombinasiin sama Pharsanya Udil itu udah jadi meta mematikan dari Alter Ego.” Tambah Antimage.
Dengan dibuffnya Pharsa dan Kebangkitan dari Udil Surbakti ini apakah Alter Ego bisa lolos ke babak selanjutnya?