Category Archives: Gaming News

Aloy Versi Wayang Kulit Di Malaysia Kolaborasi Seniman Lokal

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – PlayStation Studios Malaysia bekerjasama dengan dengan grup wayang kulit lokal, Fusion Wayang Kulit, untuk menciptakan karakter wayang kulit Aloy. Sang protagonis utama dalam game Horizon Zero Dawn dan Horizon Forbidden West.

Horizon Forbidden West merupakan game lanjutan dari Horizon Zero Dawn, yang mendapatkan banyak respon positif dari para pemainnya. Dalam sekuel ini kita telah melihat Aloy, sang protagonis utama, menjelajahi tituler Forbidden West, perbatasan yang megah namun berbahaya, dengan ancaman baru yang misterius.

Game ini telah membuat para pemain menjelajahi negeri-negeri yang jauh, dari dunia post-apocalyptic Horizon yang jauh di masa depan. Sepanjang jalan, Aloy akan bersatu kembali dengan teman-teman lamanya, menjalin aliansi dengan faksi-faksi yang saling berselisih, hingga mengungkap warisan masa lalu kuno yang berbahaya.

Perpaduan antara keajaiban mekanis dan estetika zaman batu dalam game ini, telah menghadirkan estetika unik yang baru dalam video game, yang berhasil diterjemahkan ke dalam bentuk berbeda. Seperti halnya kolaborasi antara PlayStation Studios Malaysia dengan grup seniman wayang kulit asal Malaysia, Fusion Wayang Kulit, yang menciptakan karakter wayang kulit Aloy. Kolaborasi ini bertujuan untuk membuat wayang kulit Aloy yang unik, serta dihidupkan melalui cara-cara tradisional.

“Merupakan hak istimewa bagi kami untuk mengerjakan proyek yang luar biasa ini bersama @mistahasnul dari @PlayStation Studio #Malaysia untuk membuat versi #shadowpuppet / #wayangkulit dari Aloy dari #HorizonForbiddenWest” tulis akun Twitter fusionwayangkulit (@fusionwk)

Baca juga: Hideo Kojima Pernah Menggarap Game Lanjutan Death Strandings Untuk Stadia

Wayang Kulilt Aloy
Fusion Wayang Kulit | Seniman Wayang Kulit Modern Asal Malaysia

Seniman Wayang Kulit Modern Asal Malaysia

Fusion Wayang Kulit adalah kelompok seniman wayang kulit asal Malaysia, yang terkenal dengan penggabungan tokoh-tokoh fiksi pop culture, ke dalam bentuk wayang kulit tradisional.

Ini bukan pertama kalinya PlayStation Studios berkolaborasi dengan kreator terkemuka di Asia. Sebelumnya, Studio juga pernah bekerjasama dengan sejumlah ilustrator regional untuk seri ilustrasi khusus. Seperti Lee InHyuk dari Korea Selatan, VOFAN dari Taiwan, Little Thunder dari Hong Kong, Ann Maulina dari Indonesia, serta Ravee of Titans dari Thailand. Yang masing-masing dari mereka telah membuat wallpaper digital, dengan menampilkan Aloy dalam gaya unik masing-masing ilustrator.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/

Tragedi Kemanusiaan di Kanjuruhan Duka Sepakbola Indonesia

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Tragedi kemanusiaan yang terjadi di stadion Kanjuruhan, Malang, membawa duka besar bagi persepakbolaan Indonesia. Kurang lebih 180 orang kehilangan nyawa dalam tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan itu dan menyisakan pedih mendalam bagi keluarga korban. Solidaritas untuk Kanjuruhan berdatangan, kolektif Suara Anti Brutalitas Kepolisian membuat sebuah inisiasi nyalakan lilin untuk korban di depan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kelompok kolektif Suara Anti Brutalitas Kepolisian mengundang setiap orang melalui pesan siar pada hari Minggu (2/10) untuk datang dan bersolidaritas. Masing-masing orang yang akan bersolidaritas diajak membawa lilin untuk menjadi aksi simbolik tersebut. Tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Malang, terjadi karena gas air mata yang dilontarkan untuk membubarkan para supporter. Namun, gas air mata yang ditembakkan untuk membubarkan supporter itu malah menyasar supporter di tribun.

Solidaritas unuk Tragedi Kanjuruhan
Dokumentasi @fahri.aryanto

Aksi solidaritas semalam mengecam tindakan aparat yang menembakkan gas air mata dan menyebut itu sebagai tindakan sesuai prosedur. Selain itu, kelompok yang terdiri dari supporter, penggiat sepakbola hingga masyarakat umum yang datang semalam sepakat menuntut pertanggungjawaban setiap selongsong gas air mata yang dilontarkan.

Penggunaan benda yang dapat menyesakkan dan mengaburkan pandangan telah dilarang oleh FIFA. Larangan itu tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations. Dalam peraturan FIFA Pasal 19 b) tertulis, ‘No firearms or “crowd control gas” shall be carried or used’. Itu sama artinya semua senjata api dan gas pengendali dilarang dibawa dan digunakan.

Solidaritas untuk Kanjuruhan
Dokumentasi @Fahri.aryanto

Apa yang terjadi di Kanjuruhan, Malang, juga mendapat sorotan FIFA dan segala bentuk kegiatan sepakbola di Indonesia dihentikan. Sepakbola Indonesia sendiri akan berhadapan dengan banyaknya sanksi FIFA akibat tembakan gas air mata yang membabi buta dan menimbulkan kehilang korban jiwa.

Pada pertandingan di Kanjuruhan, Sabtu malam pertandingan Arema yang berhadapan dengan Persebaya Surabaya berbuah kekalahan bagi Arema 3-2. kekalahan inilah yang digadang-gadang menjadi pemantik supporter yang kecewa dan menjadi awal aparat melontarkan gas air mata. Meskipun begitu penggunaan gas air mata di Kanjuruhan tidak dibenarkan

Gamefinity Indonesia juga turut berbela sungkawa pada setiap keluarga korban atas tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan, malang, yang menyebabkan ratusan nyawa orang tak bersalah hilang. Tetap dukung Sepakbola Indonesia, dengan supportif dan saling menghargai.

Eks Pegawai Tuduh Nintendo Atas Pemecatannya

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Eks Pegawai Nintendo akhirnya mengungkapkan identitas dirinya setelah mengajukan keluhannya di Lembaga Perlindungan Buruh NLRB kepada Nintendo dan perusahaan perekrutan Aston Carter yang telah memecatnya pada bulan Februari yang lalu. Melalui wawancara eksklusif dengan Axios, alasan Nintendo memecat Mackenzie Clifton ketika dirinya memberikan pertanyaan kepada manajemen Nintendo mengenai serikat pekerja.

tuduhan tersebut didasari dengan merasa terganggunya Nintendo oleh hak federal yang dilindungi oleh Clifton untuk membahas serikat pekerja tanpa takut terhadap pembalasan. Clifton juga memberikan perspektif baru bagaimana perusahaan memperlakukan mereka

“Setelah saya bercerita mengenai pemecatan saya, saya berharap bahwa orang-orang dapat mengubah perspektif mereka mengenai cara kerja perusahaan yang dianggap menyediakan hiburan yang menyenangkan ini.” Kata Clifton

Baca juga: Google Matikan Stadia

Kronologi Pemecatan Mackenzie Clifton sebagai Penguji Senior Di Nintendo

eks pegawai

Kejadian bermula ketika Clifton mengikuti sebuah rapat yang sebagian besar dihadiri oleh penguji game secara daring. Lantas ia mengajukan pertanyaan seputar serikat kerja kepada Presiden Direktur Nintendo of America Doug Bowser.

”Apa pendapat Anda (Nintendo of America) mengenai tren serikat kerja pada industri video game belakangan ini? “ Tanya Clifton.

Sayangnya pertanyaan tersebut tidak dijawab olehnya melainkan salah satu supervisor yang bekerja dibawah perusahaan Aston Carter menelepon dirinya beberapa hari kemudian. Ia lantas memaki Clifton dengan memberikan jawaban yang kurang mengenakkan “Itu pertanyaan yang bodoh” dan menurutnya pertanyaan tersebut bukan urusan perusahan,

“Itu bukan urusan Ninttendo, silahkan bapak bertanya kepada perusahaan Kontraktor, mereka jauh lebih paham.”

Merasa balasan yang diberikan kepadanya membuat bingung sekaligus gusar. Tak lama kemudian Nintendo resmi memecat Clifton.

Nintendo Membantah bahwa pemecatan tersebut berhubungan dengan serikat pekerja, melainkan mundurnya penguji game tersebut dikarenakan ia telah membeberkan informasi yang bersifat rahasia kepada khalayak umum. Clifton lantas memberi tahu bahwa mereka telah menekan Supervisor untuk membuktikan pelanggaran yang dibuatnya melalui Twitter yang diposting pada tanggal 16 Februari yang lalu.

Clifton memperhatikan adanya kejanggalan terhadap postingan Twitter tersebut, menganggap postingan tersebut tidak jelas. Komplain tersebut sayangnya tidak digubris oleh Nintendo dan Aston Carter.

Acapkali Menganaktirikan Pegawainya ,Nintendo of America Disebut Berlakukan Mereka Bak Pegawai Rendahan

Bukan kali pertama Nintendo of America memperlakukan Clifton seperti warga kelas dua, sebelumnya salah seorang oknum internal melakukan tindakan pelecehan terhadap kaum wanita sehingga mereka merasa terintimidasi selama bekerja. Seketika keluhan tersebut viral, banyak yang menganggap Nintendo of America telah memperlakukan pegawainya begitu buruk, yang membawanya ke level stres yang lebih tinggi.

Bahkan pengangkatan karyawan paruh waktu menjadi pegawai tetap pun jarang terjadi. Dan ditengah pernyataan tersebut Nintendo menerima beberapa tuduhan pelanggaran di tempat kerja.

Eks Pegawai Nintendo Mackenzie Clifton Diketahui Pernah Bekerja Di Nintendo sejak 2018

Mackenzie Clifon diterima di Nintendo pertama kali pada tahun 2018. Manajer menganggap kinerja Clifton disana sangat baik melihat keterampilannya sebagai penguji game yang jauh lebih baik dari yang lainnya di Smash Bros. “Awal saya bekerja disana masih bagus-bagus aja.” Dirinya sangat senang ketika dirinya bekerja di Smash Bros akan tetapi sejak kuliah ia mulai mengalami depresi yang berat.

Apex Legends Kembali Gelar Event Halloween, Fight or Fright

GAMEFINITY.ID, Bandung – Oktober telah tiba, berarti beberapa game tengah mempersiapkan event spesial untuk merayakan Halloween! Apex Legends akhirnya kembali mengadakan event Halloween bertajuk Fight or Fright selama empat minggu!

Seperti tahun-tahun sebelumnya, event Fight or Fright menghadirkan mode time-limited dan skin bertema Halloween. Event ini akan digelar mulai 4 Oktober hingga 1 November 2022 mendatang.

Event Fight or Fright dimulai dengan Mode Shadow Royale

Mode khusus event Fight or Fright, Shadow Royale dipastikan akan kembali. Tahun ini, mode limited-time tersebut akan menggunakan map Olympus After Dark. Map Olympus sendiri merupakan salah satu map terfavorit pemain. Map tersebut akan disusupi twist menyeramkan menjadi Olympus After Dark.

Shadow Royale sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mode reguler squad beranggotakan tiga orang di Apex Legends. Bedanya, pemain yang telah kalah dapat respawn sebagai shadow. Mereka memiliki ability tambahan berupa double jump, menghidupkan kembali seorang rekan, menembus dinding, dan menambah lebih banyak damage jarak dekat.

Pemain juga akan kedatangan mode gun run dan control dalam event ini. Dengan kata lain, event ini menghadirkan tiga mode yang dapat dimainkan setiap minggunya. Berikut adalah jadwal mode limited-time beserta lokasi map-nya sepanjang event:

Apex Legends Fight or Fright Event schedule
Jadwal event Fight or Fright di Apex Legends

  • 4-11 Oktober 2022: Shadow Royale di map Olympus After Dark
  • 11-18 Oktober 2022: Gun Run di map Estates After Dark, Skulltown, dan Fragment East
  • 18-25 Oktober 2022: Control di map Lava Siphon, Barometer, and Labs After Dark
  • 25 Oktober-1 November 2022: Shadow Royale di map Olympus After Dark

Baca juga: [Rumor] Trailer Game NFS Unbound Akan Dirilis Bulan Depan

Skin Bertema Halloween Tersedia di Store Apex Legends

Apex Legends Fight or Fright Event 2022 skins sale first week
Pilihan skin yang akan hadir di store pada 4-11 Oktober 2022

Apex Legends Fight or Fright Event 2022 skins sale second week
Pilihan skin yang akan hadir di Store pada 11-18 Oktober 2022

Event ini tidak akan lengkap jika tanpa ada skin spesial Halloween. Apex Legends akan menghadirkan berbagai bundle berisi skin Halloween dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak tanggung-tanggung, mereka juga mengadakan promo selama event tersebut berlangsung.

Apex Legends Fight or Fright Event 2022 skins sale
Skin baru di event Fight or Fright tahun ini

Tidak hanya skin dari event sebelumnya, Apex Legends juga menghadirkan setidaknya enam skin baru spesial Halloween. Contohnya adalah Steampunk Wanderer untuk Octane dan Deadly Teddy untuk Revenant.

Apex Legends Fight or Fright Event 2022 skins sale final two weeks
Lebih banyak pilihan skin di store pada dua minggu terakhir event

Selama dua minggu terakhir event ini, pilihan skin spesial event Fight of Fright lebih banyak. Jadi siapkan Apex Coins sebanyak mungkin untuk memborong skin favorit pemain sepanjang event.

Begitulah detail dari event Fight or Fright tahun ini di Apex Legends. Event tersebut akan dimulai 4 Oktober 2022 dan berakhir 1 November 2022.

Hideo Kojima Pernah Menggarap Game Lanjutan Death Strandings Untuk Stadia

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Setelah pengumuman jadwal penutupan Stadia, kini muncul kabar pembatalan proyek game lanjutan eksklusif dari Death Stranding. Game ini sendiri dikatakan sebagai proyek kolaborasi antara Hideo Kojima dan Google, yang rencananya akan rilis eksklusif di Stadia, dengan konsep “game horor episodik” single-player.

Pertama kali diumumkan pada tahun 2019, Google tampak penuh percaya diri  dengan visi besar dari teknologi cloud streaming. Dengan ide-ide baru seperti Stream Connect, Google akhirnya membentuk Stadia Games & Entertainment, yang dipimpin oleh veteran industri video game, Jade Raymond (Assassin’s Creed & Watch Dogs), untuk menciptakan pengalaman yang hanya mungkin terjadi di Stadia.

Namun, sekitar satu tahun kemudian, platform Cloud Gaming besutan Google itu dilaporkan telah kehilangan ratusan ribu target pengguna mereka, dan Google mulai meruntuhkan divisi Stadia Games and Entertainment.

Google sendiri sebenarnya telah bekerjasama dengan beberapa pengembang terkenal di industri video game, untuk membuat beberapa judul eksklusif di Stadia. Dan salah satunya adalah pengembang dari seri game Metal Gear dan Death Stranding, Hideo Kojima.

Baca juga: Twitter Hadirkan Reels Video Imersif Ala TikTok

Google Stadia | Proyek Game Single-Player Yang Dibatalkan

Proyek Game Single-Player Yang Dibatalkan

Mengutip dari laman web 9to5google, Google dilaporkan pernah membuat kerjasama dengan Hideo Kojima untuk menggarap proyek game lanjutan eksklusif dari Death Stranding. Akan tetapi, proyek itu akhirnya dibatalkan karena game tersebut mengusung sistem permainan single-player. Dimana Google percaya bahwa tidak ada lagi pasar untuk pengalaman permainan solo.

Kabarnya, game tersebut telah mendapatkan persetujuan awal dari Google dan telah memulai tahap awal pengembangan. Namun, tak lama setelah mockup pertama pada pertengahan 2020, Google membatalkan proyek tersebut sepenuhnya.

Game kolaborasi dengan Kojima Productions itu diklaim akan menjadi sebuah “game horor episodik,” dengan Hideo Kojima yang bersemangat untuk memanfaatkan potensi cloud gaming.  Tapi pada akhirnya, dikatakan bahwa Manajer Umum Stadia, Phil Harrison, telah membuat panggilan terakhir kepada Kojima Productions untuk membatalkan proyek game mereka.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di https://gamefinity.id/

Wann Ungkap Rolenya Di Piala Presiden 2022

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Wann yang saat ini bergabung dalam Tim World akhirnya ungkap role yang akan dimainkannya di ajang Piala Presiden yang akan diadakan pada bulan November mendatang. Dilansir dari One Esport, Wann bersama dengan mantan pemain Evos Legend lainnya yaitu Donkey, Luminaire, Rekt, dan Oura telah mengonfirmasi kalau timnya telah mendaftarkan dirinya di Piala Presiden Esport 2022 yang diunggah di story Instagram Evos Luminaire, ihsanbesarik.

Mereka akan berpartisipasi di Piala Presiden dalam rangka turut meramaikan acara disana sebagai publik, yang artinya mereka bakal bersaing dengan tim-tim pemula. Nah, penasaran role apakah yang akan ia bawakan apabila World telah lolos seleksi nantinya? Dan Apakah ia masih menjadi Midlaner, jungler, atau justru bukan keduanya?

Baca juga: Buntut Remehkan Kemampuan Pemain Wanita, Federasi Catur Internasional Pecat Komentator Ilya Smirin

Wann Akhirnya Buka Suara Soal Rolenya Di Piala Presiden Esport 2022

Bukti pendaftaran Piala Presiden yang akan diikuti oleh Wann
Evos World resmi daftarkan timnya di Piala Presiden Esport 2022 ( Instagram: ihsanbesarik )

Selama ini Wann sebelum berpisah dari Evos dikenal piawai menggunakan role Midlaner dan juga Jungler, melalui perbincangannya dengan Ihsan Besarik atau Luminaire di Live stream Wann, akhirnya ia mulai ungkap Role-nya. Dan memutuskan untuk bermain sebagai jungler nanti. Sebelumnya Wann akan mengisi sebagai Midlaner, akan tetapi niat tersebut dibatalkan olehnya.

Menurut Wann, alasan dirinya tidak jadi mengisi Midlaner lantaran masih belum yakin jika ia bisa bermain secara optimal nantinya. Ia juga takut jika terjadi trust issues diantara timnya. Akhirnya role tersebut dipercayakan kepada Luminaire.

“Jadi dong, masa nggak jadi. Gua kan udah nawar ke Luminaire, mau nggak tuker role? Dia sih iya-iya aja. Tapi gua sempat mikir kalau ia yang ngisi jungler, bakal kacau nih. Yaudah daripada itu mending gua aja yang jadi jungler-nya. “ kata Wann di Livestream-nya.

Dengan bergabungnya mereka ini kembali, tentunya sudah dinantikan oleh fanbase Evos itu sendiri, walaupun mereka berlima sudah saling menganggap rekannya menjadi keluarga sendiri, agar chemistry dapat terbentuk kembali, mereka harus kembali berlatih secara intens dan rutin apalagi mereka ini sudah jarang mengikuti berbagai turnamen yang ada.