Category Archives: Gaming News

Dianggap Menipu, Sony Dituntut 86,9 Triliun Di Inggris

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Sony dituntut oleh salah seorang pejuang hak konsumen asal Inggris, dengan sebuah gugatan hukum yang mengklaim bahwa Sony telah “menipu orang-orang”, dengan membebankan komisi sebesar 30% pada setiap game yang dijual melalui PlayStation Store.

Secara umum, kita telah melihat beberapa kasus tuntutan hukum, yang ditujukan untuk berbagai perusahaan video game seperti Nintendo, Xbox, dan perusahan video game lain. Namun, kebanyakan tuntutan hukum sebelumnya lebih cenderung ke kasus kerusakan perangkat keras, bukan karena konten digital perusahaan yang dinilai mengecewakan atau tidak sesuai harapan. Dan gugatan inilah yang tengah dihadapi oleh Sony saat ini.

Mengutip dari laman web Sky News (via: Comicbook), salah seorang pejuang hak konsumen asal Inggris, Alex Neill, menuduh Sony telah melanggar hukum persaingan bisnis dengan menyalahgunakan kekuatan pasar mereka, untuk memaksakan syarat dan ketentuan yang tidak adil kepada pengembang dan penerbit game, serta memaksakan harga bagi para konsumen.

Dilansir dari Sky News, bahwa Sony diduga ‘merobek (menipu) orang-orang’ dengan membebankan komisi 30% untuk setiap game digital dan pembelian dalam game yang dilakukan melalui PlayStation Store.

Baca juga: MobaZane, Lebih Keraa Server Filipina Daripada Indonesia

sony dituntut oleh konsumen
Sony Dituntut Dengan Tuduhan “Merobek Orang-orang”

Dituntut Dengan Tuduhan “Merobek Orang-orang”

Berdasarkan klaim yang diajukan ke Pengadilan Banding Kompetisi pada hari Jumat waktu setempat, setiap konsumen di Inggris Raya yang telah membeli game digital, ataupun konten tambahan di konsol mereka (melalui PlayStation Store) sejak 19 Agustus 2016, telah termasuk bagian dalam klaim tersebut dan berpotensi berhak atas kompensasi.

Para Konsumen diklaim telah ditagih berlebihan oleh Sony, dengan total pembelian game digital sebesar £ 5 miliar (Rp. 86,9 triliun) dalam enam tahun terakhir. Sementara untuk kerugian dari setiap anggota kelas, diperkirakan telah mencapai antara £67 (Rp.1,1 juta) hingga £562 (Rp. 9,7 miliar), yang mana pada jumlah tersebut masih belum termasuk bunga.

“Permainannya (telah) siap untuk Sony PlayStation,” ucap Neill.

“Dengan tindakan hukum ini saya membela jutaan orang Inggris yang tanpa disadari telah ditagih berlebihan. Kami (juga) yakin Sony telah menyalahgunakan posisinya dan merobek (menipu para) pelanggannya.” Tambahnya.

Dalam tuntutan, Neill ditemani oleh partnernya, Natasha Pearman, yang juga memimpin kasus tersebut. Yang mengatakan bahwa Sony telah menerapkan strategi anti persaingan untuk para konsumennya.

“Sony mendominasi distribusi digital game PlayStation dan konten dalam game; itu telah menerapkan strategi anti-persaingan yang mengakibatkan harga yang berlebihan kepada pelanggan yang tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan Sony untuk menyediakan layanannya.”

Klaim ini hanya dimungkinkan, karena rezim tindakan kolektif opt-out yang diperkenalkan oleh Undang-Undang Hak Konsumen di Inggris Raya pada tahun 2015. Sebuah rezim yang Alex perjuangkan untuk diperkenalkan.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Alex dan memastikan bahwa rezim mencapai tujuannya untuk melindungi dan memberikan kompensasi kepada konsumen.”

Tuntutan hukum ini telah didanai oleh Woodsford – tim spesialis ahli litigasi dan arbitrase, yang berinvestasi dalam klaim komersial besar – sehingga anggota kelas tidak perlu membayar sendiri untuk membiayai tuntutan.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/

Diumumkan 2 Tahun Lalu, Need For Speed Ditunda Lagi

GAMEFINITY.ID, Bandung – EA sampai saat ini masih enggan membagikan detail terbaru tentang entri seri Need for Speed terbarunya. Padahal, mereka telah mengumumkannya dua tahun yang lalu. Ini menjadi hal aneh semenjak EA dikabarkan ingin merilisnya tahun ini.

Dikabarkan Ditunda Lagi Hingga Desember

EA sendiri telah mengumumkan entri Need for Speed selanjutnya akan rilis akhir 2022. Sampai sekarang, belum ada trailer sama sekali yang telah dirilis. Menariknya, Giant Bomb (melalui VGC) telah melaporkan bahwa perilisan game-nya telah tertunda dari November hingga Desember.

“Mereka menundanya hingga Desember, satu bulan,” ungkap Jeff Grubb, reporter Giant Bomb, “Mereka akan mengerjakannya selama beberapa minggu sebelum menunjukkannya. Tampaknya Criterion telah sedikit teralihkan, saat msereka membantu mengerjakan Battlefield dan memiliki ripple effect.”

Memang benar sebelumnya Criterion Games telah membantu DICE dalam mengembangkan Battlefield 2042 sampai harus menunda pengerjaan entri terbaru Need for Speed itu. Namun, game FPS tersebut ternyata mendapat ulasan tidak memuaskan saat peluncurannya.

Baca juga: Setelah Series Heat. EA akan Luncurkan Series Need for Speed Terbarunya

Cuplikan Need for Speed Terbaru Bocor!

Baru-baru ini, sebuah cuplikan entri terbaru Need for Speed berdurasi tiga detik bocor di Reddit. Cuplikan tersebut menampilkan sebuah adegan mobil melompati sebuah rintangan berbentuk lingkaran sebelum menubruknya.

Cuplikan tersebut juga menampilkan elemen animasi bergaya arcade, sesuai dengan laporan Jeff Grubb pada Metro bahwa game racing itu akan menampilkan grafis photorealistic dihiasi elemen anime.

Need for Speed
Bocoran Cuplikan Need for Speed terbaru dikritik!

Menurut tanggapan di Reddit, beberapa penggemar mengkritik EA karena mereka berupaya untuk menarik pemain lebih muda, sampai membandingkannya dengan Saints Row reboot yang telah rilis. Beberapa lagi justru tidak sabar ingin mencobanya.

Dilaporkan pula bahwa entri terbaru Need for Speed itu akan memiliki latar tempat Lake Shore City, sebuah kota fiktif berdasarkan Chicago. Game tersebut diperkirakan akan rilis eksklusif di PlayStation 5 dan Xbox Series X|S.

Entri sebelumnya, Need for Speed: Hot Pursuit remastered telah rilis 2020 di PC, PS4, Xbox One, dan Nintendo Switch. Sementara itu, EA masih belum mengungkap trailer atau tanggal rilis pasti dari entri berikutnya.

Belum Rilis, Splatoon 3 Sudah Ban Cheater!

GAMEFINITY.ID, Bandung Splatoon 3 memang dijadwalkan rilis 9 September 2022 di Nintendo Switch. Ironisnya, masih ada beberapa pemain yang sudah berencana untuk menggunakan cheat selama gameplay. Bukan main, Nintendo rupanya sudah menerapkan aturan ban karena itu.

Nintendo Menerapkan Anti-Cheat di Splatoon 3

Tampaknya Nintendo benar-benar serius untuk membuat semua pemainnya merasa nyaman selama bermain game-nya. Seorang dataminer OatmealDome mendapati sebuah sistem anti-cheat sudah ada di dalam Splatoon 3. Sistem anti-cheat tersebut akan mendeteksi pemain yang berupaya untuk memainkan versi modded-nya.

Keputusan ini menyusul tindakan Nintendo yang sebelumnya menambah sistem anti-cheat di Splatoon 2 pada 2018. Hal ini sudah meliputi pemeriksaan integritas (integrity check) di mana sistem tersebut akan melacak pengguna yang menggunakan mod. Pengguna yang ketahuan menggunakannya di dalam game akan di-flag akunnya.

Baca juga: Splatoon 3 Siap Rilis September 2022!

Pemain yang Ketahuan Juga Kena Ban di Nintendo Switch Online?

Splatoon 3
Tampilan salah satu area di Splatoon 3

“Nintendo memulai menerapkan console ban (kemungkinan ban total dari Nintendo Switch Online?) pada pemain yang telah memodifikasi game tersebut,” tutur OatmealDome di Twitter.

Jika ucapannya benar, pemain yang telah ketahuan menggunakan mod tidak dapat lagi mengakses Nintendo Switch Online. Berarti, mereka tidak dapat menikmati mode multiplayer Splatoon 3.

OatMealDome juga menjelaskan terdapat sebuah patch yang telah disebarluaskan. Patch tersebut memungkinkan pemain dapat memasuki testing range lebih awal pada versi demo di event Splatfest. Patch tersebut kemungkinan telah memicu ban.

Ini adalah upaya Nintendo dalam membungkam leaks, hacker, dan mod. Tampaknya usaha ini akan berlanjut saat peluncuran resmi Splatoon 3 mendatang. Tampaknya para hacker dan cheater yang sudah ketahuan selama demo tidak dapat menikmati peluncuran resminya.

Ini membuktikan bahwa Nintendo tidak akan mengampuni sekecil apapun upaya cheat dan mod yang dilakukan pada semua game-nya.

Sejauh ini, respon terhadap Splatoon 3 dapat dikatakan cukup memuaskan. Contoh tanggapan datang dari Gamesradar, “Masih begitu awal untuk berkata Splatoon 3 menjanjikan, tetapi sejauh ini sungguh hebat. Perubahan kecil di Salmon Run, area multiplayer test, dan gear loadout akan sangat membantu untuk membuat pengalaman gameplay lebih mudah dimainkan.”

Splatoon 3 akan rilis resmi pada 9 September 2022. Demo gratisnya kini sudah tersedia.

Steam Deck 2 Akan Segera Diproduksi Valve?

GAMEFINITY.ID, Pati – Beberapa bulan setelah peluncuran, Steam Deck langsung dibanjiri pesanan melebihi ekspektasi. Melihat respon gamers yang begitu antusias dengan Steam Deck, Valve berencana untuk membuat iterasi baru dari Steam Deck. Menjelang perilisan Steam Deck untuk region Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong, Valve membagikan beberapa informasi mengenai keberlangsungan dari konsol handheld mereka.

Rencana Valve Untuk Steam Deck

Pada hari Jumat lalu,Valve merilis E-book gratis setebal 50 halaman yang berisi tentang Steam Deck. E-book tersebut menjelaskan mengenai beberapa visi untuk masa depan perangkat handheld console ini dan SteamOS. Dalam salah satu halaman E-book yang berjudul “The Future: more Steam Decks, more SteamOS,” mengungkapkan rencananya untuk mengembangkan Steam Deck selama beberapa tahun kedepan baik dari segi hardware maupun software.

“Di masa depan, Valve akan menindaklanjuti produk ini dengan peningkatan dan iterasi pada perangkat keras dan perangkat lunak, membawa versi baru dari Steam Deck ke pasar.” Mereka juga sangat mengharapkan feedback dari komunitas dalam membangun Steam Deck berikutnya, demi mencapai pengalaman yang lebih menyeluruh.

“Ini adalah lini produk multi-generational. Valve akan mendukung Steam Deck dan SteamOS dengan baik di masa mendatang. Kami akan belajar dari komunitas Steam tentang penggunaan baru untuk hardware kami yang belum kami pikirkan. Dan kami akan membangun versi baru agar lebih terbuka dan baik daripada versi Steam Deck pertama.”

Steam Deck bisa dikatakan bukan hanya sekedar handheld console semata. Kemampuannya yang seolah menjadi PC portable telah membuka pasar baru di industri game. Pada saat perilisan pertamanya, Steam Deck v1.0 sudah sangat diantisipasi para gamer diseluruh dunia. Mengetahui kabar Valve akan membuat Steam Deck 2 sudah cukup menciptakan euphoria bagi para penggemarnya.

Komitmen Valve di Pasar Hardware

Setelah mengalami kegagalan produk-produk hardware sebelumnya, Valve sangat yakin bahwa produk hardware-nya saat ini akan memiliki impact besar di industri game. Ini adalah pertama kalinya Valve berkomitmen untuk terjun ke pasar hardware.

Belum ada banyak petunjuk mengenai gambaran iterasi selanjutnya dari Steam Deck di eBook seperti bentuk, tampilan, spesifikasi, dan lain-lain. Namun, Valve mengatakan bahwa mereka akan mengembangkan produk ini melalui peningkatan hardware dan software untuk menciptakan Steam Deck versi baru yang lebih baik.

Seperti yang kita ketahui, Steam Deck baru saja mengumumkan pengiriman konsol ini akan lebih cepat dari estimasi yang ditentukan. Kehadirannya di region Asia juga membuktikan usaha Valve dalam menghadirkan Steam Deck untuk para penggemarnya di seluruh dunia.

Pembajakan, Buat Aplikasi Denuvo Tertantang Lindungi Game

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Hingga saat ini, kasus pembajakan masih menjadi perhatian serius terutama pada industri game dan komputer. Pengguna software bajakan di Indonesia rupanya masih cukup tinggi. Salah satu faktor dibaliknya adalah harga yang ditawarkan jauh lebih murah daripada produk orisinilnya, sebut saja aplikasi Microsoft Office yang beredar di pasaran dengan harga bajakannya 40 ribu rupiah sementara harga aslinya dibandrol seharga 700 ribu rupiah.

Faktor lainnya mengapa banyak yang memilih aplikasi bajakan adalah dapat membuka fitur menarik yang tidak ada pada versi gratisnya, hal ini lumrah terjadi pada produk Ponsel. Kembali ke pembahasan, banyak publisher dan pengembang yang mulai resah dengan adanya berbagai game bajakan yang beredar, untuk memeranginya Irdeto selaku pemilik dari perusahaan Denuvo melalui konferensi persnya mengatakan bahwa produknya, Denuvo akan ditambahkan di perangkat gaming Switch untuk menghindari pembajakan yang terjadi.

Baca juga: Steam Mobile Bakal Memiliki Wajah Barunya

Irdeto Mengungkapkan Keresahan Maraknya Pembajakan Game Beredar Di Pasaran

Melihat kasus diatas, ia mengungkapkan rasa simpatinya terhadap para pengembang game terkhusus untuk game Nintendo bahwa banyak pihak luar menyalin rom untuk dibagikan secara ilegal di situs mereka.

“ Sudah lama game Nintendo ini mengalami pembajakan dan hal ini juga tak berbeda dengan Switch. Dan bahkan jika sudah dilindungi pada versi PC nya, masih ada beberapa game Switch yang dimainkan di PC, ini menjadi tujuan saya untuk melindungi mereka.” Tegas Irdeto.

Ia juga menambahkan kalau Denuvo akan memblokir emulator yang berani mencoba melakukan copy game-nya dan memastikan bahwa game tersebut bebas dari pihak luar yang tak bertanggungjawab.

Sekilas Software Denuvo Yang Berkomitmen Memerangi Beberapa Kasus Game Bajakan

Aplikasi anti pembajakan Denuvo
Logo Denuvo

Denuvo merupakan software anti pembajakan yang banyak digunakan di berbagai game yang dirilis untuk PC. Sayangnya aplikasi tersebut kurang begitu populer di komunitas tertentu dikarenakan persyaratannya yang bersifat daring dan beberapa diantaranya memengaruhi performa game yang dimainkannya.

Salah satu game yang telah menggunakan denuvo guna melindungi dari pembajakan adalah Resident Evil, ketika hacker mencoba menyalinnya ia menemukan bahwa game tersebut mengalami masalah pada performanya. Untuk mengantisipasi, Capcom merilis patch yang akan menyesuaikan perangkat lunak anti bajakan tersebut.

Ia berharap dengan Denuvo diaplikasikan pada Switch, peretas akan berpikir dua kali ingin menyalin game yang akan dibagikannya. Hal tersebut juga senada dengan visi dan misi Nintendo yang sangat tegas terhadap isu pembajakan ini.

Aplikasi LastPass Diretas Hacker

GAMEFINITY.ID, Jakarta – LastPass merupakan aplikasi freemium yang cukup banyak digunakan oleh pengguna. Aplikasi ini sudah ada sejak tahun 2008 lalu dengan total pengguna sebesar 25 juta orang dengan CEO saat ini Karim Toubba.  Fungsi utama dari LastPass itu sendiri adalah menyimpan riwayat login beserta kunci sandi agar akun tersebut aman.

Slogan password akan tersimpan aman tersebut kini tak lagi aman, pasalnya berdasarkan pengumuman resmi yang dibuat LastPass kedapatan diretas oleh oknum tidak bertanggungjawab pada dua minggu yang lalu. Tidak hanya itu, sang peretas juga mencuri “Source Code” perusahaan. Beruntung seluruh data pribadi yang dimiliki penggunanya tidak satupun diambil oleh hacker tersebut.

Baca juga: Konsol Game PS 5 Mengalami Kenaikan Harga

Aplikasi LastPass Dilaporkan Diretas, Namun Tidak Memengaruhi Data Pengguna

LastPass Dihack
Ilustrasi PC diretas Hacker

Toubba Melalui blog resminya, mengumumkan bahwa data perusahaannya mengalami kecolongan sekitar dua minggu yang lalu. Kejadian Bermula sejak aplikasi tersebut terdeteksi suatu  aktivitas yang  mencurigakan pada lingkungan pengembangan LastPass yang mengakibatkan data tersebut dicuri. Atas insiden tersebut, pihak yang akan disalahkan atas keteledoran yang terjadi adalah pemilik akun dari si pengembang yang tersusupi itu sendiri.

“Semoga saja mereka tidak menggunakan kata sandi yang terlalu mudah diingat seperti “Password”, 12345, dan sebagainya atau ini akan memalukan bagi pihak tertentu,” Jelas Toubba.

“Namun sejauh ini seluruh data pengguna baik informasi pribadi maupun kata sandi tak satupun diakses oleh peretas sehingga aman. Data yang terenkripsi juga tidak terpengaruh” tambah LastPass. Menurutnya kejadian tersebut hanya terjadi di lingkungan pengembang Lastpass itu sendiri. Yang berarti bahwa mereka tidak satupun menyentuh seluruh data terenkripsi yang dimiliki oleh penggunanya.

Tips Aman Login Data Terutama Di Tempat Umum

Mengambil hikmah kejadian diatas, betapa pentingnya menjaga data pribadi masing-masing, agar tidak lagi terulang seperti tadi, kamu bisa ikut cara ini, diantaranya.

  • Usahakan untuk selalu mengganti kata sandi setiap sebulan sekali, lalu buat kata sandi seunik mungkin. Agar semakin kuat kombinasikan dengan angka dan tanda baca. Agar tidak lupa catat di notes atau aplikasi pencatat seperti Google Keep
  • Jika mengakses akun sosial media atau email di tempat umum seperti perpustakaan, warnet, dan sebagainya jangan centang tetap login. Setelah selesai menggunakannya selalu logout agar terhindar dari oknum yang ingin mencuri datamu
  • Manfaatkan fungsi verifikasi dua kali, cara ini dianggap paling aman terutama ketika kamu menyimpan data yang bersifat penting

Informasi tentang penanganan hacker atau terkait perlindungan data sangat penting. Apalagi jika kamu seorang gamers, maka perlindungan data sangat penting. Untuk informasi terkait gamereview game dan teknologi hanya di Gamefinity. Serta nikmati top up mudah dengan harga yang terjangkau hanya di Gamefinity.id