GAMEFINITY.ID, Bandung – Kabar buruk bagi kamu yang tengah bersiap untuk membeli PlayStation 5! Harga PlayStation 5 dipastikan naik di berbagai negara. Keputusan itu telah diumumkan oleh Sony baru-baru ini melalui blog PlayStation-nya.
Harga PlayStation 5 Naik di Mayoritas Negara
PlayStation menyatakan kenaikan harga tersebut akan segera berlaku setelah pengumuman tersebut, baik PS5 with Ultra HD Blu-Ray disc drive dan PS5 DigitalEdition. Kenaikan harga tersebut berlaku di berbagai negara di Eropa, Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Inggris dan Kanada juga menjadi negara di mana harga PlayStation 5 mengalami kenaikan.
Sebagai contoh, di Inggris, harga PS5 with Ultra HD Blu-Ray disc drive menjadi 479,99 pound (dari 449.99 pound). PS5 Digital Edition di sana ditetapkan dengan harga 389,99 pound (dari 359,99 pound). Sedangkan di Jepang, yang akan berlaku mulai 15 September 2022, harga PS5 Digital Edition di Jepang naik menjadi 44.980 yen (dari 39.980 yen), dengan PS5 with Ultra HD Blu-Ray disc drive menjadi 54.980 yen (dari 49.980 yen). Di Amerika Serikat, harga kedua model PlayStation 5 dipastikan tidak akan melonjak.
Harga PlayStation 5 setelah mengalami kenaikan di beberapa negara (sumber: Tech Power Up)
Sony mengakui masalah ekonomi global yang masih berlanjut menjadi pemicu PlayStation 5 akan semakin mahal. Saat ini, inflasi masih terjadi di berbagai negara.
“Situasi ekonomi global menjadi tantangan bagi konsumen di seluruh dunia yang juga sedang alami. Kami menyaksikan rata-rata inflasi global yang tinggi, begitu juga tren mata uang yang merugikan konsumen dan menciptakan tekanan pada berbagai industri,” ungkap Sony di laman blog yang sama.
Sony juga menetapkan mereka ingin mengatasi situasi logistik untuk PlayStation 5. Saat peluncuran resminya, mereka juga mengalami kekurangan chip untuk pembuatan konsol tersebut hingga saat ini.
Kabar tersebut mengejutkan semua belah pihak akhir-akhir ini. Padahal biasanya harga konsol game akan turun lama-kelamaan. Contoh lain, Meta memutuskan untuk menaikkan harga Oculus Quest 2 sebesar 100 dolar pada masing-masing model.
Industri game saat ini sedang berkembang semenjak awal pandemi, baik dalam keuntungan dan popularitas. Namun, saat ini, tampaknya industri game akan mengalami penurunan karena inflasi global, relaksasi kebijakan pandemi, dan masalah logistik terutama kurangnya chip.
GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – MobaZane membagikan pendapatnya mengenai perbedaan kualitas ranked match Mobile Legends antara server Indonesia dengan Filipina. Menurutnya, Ranked match di Filipina dirasa jauh lebih kompetitif dan lebih keras dibandingkan dengan server Indonesia.
Setelah lebih dari satu Minggu berada di Jakarta untuk memenuhi undangan Moonton Indonesia, kapten tim BloodThirstyKings (BTK), Michael “MobaZane” Cosgun, membagikan pengalamannya saat bermain ranked match Mobile Legends di server Indonesia.
Dimana dalam sesi live streaming terbaru miliknya, MobaZane menyebut bahwa ranked match Mobile Legends di server Filipina terasa jauh lebih kompetitif dan lebih keras jika dibandingkan dengan server Indonesia.
Via: MobaZaneOfficial | Pemain Publik Filipina Bermain Lebih Serius
Pemain Publik Filipina Bermain Lebih Serius
Menurut MobaZane, dia sering melihat pemain yang tidak bermain dengan serius, atau bahkan sengaja trolling selama permainan. Pemain pro asal Amerika Serikat itu juga menyebutkan bahwa pemain Indonesia sering melakukan troll pick dan tidak menganggap pertandingan mereka serius sebagimana pemain publik Filipina.
“Mereka (pemain publik) mengambil peringkat jauh lebih serius di Filipina daripada di sini (Indonesia), ” ucap sang kapten BTK.
Dan saat ditanya server manakah yang paling sulit, MobaZane mengatakan bahwa server Filipina memiliki lebih banyak pemain tryhard jika dibandingkan dengan server Indonesia.
“Filipina, berikan lebih banyak pemain peringkat tryhard di sana, tryhards amatir.” imbuhnya
Mengutip dari laman web AFKGaming, Istilah “berusaha keras” dalam MLBB ini mengacu pada orang yang lebih bersemangat dan berkomitmen untuk bermain game pada tingkat yang serius, serta tidak digunakan sebagai ungkapan penghinaan.
Selain itu, MobaZane juga menambahkan bahwa sebagian besar pemain serius di Indonesia hanya fokus pada sesi scrim saja. Berbeda dengan server Filipina, yang mana para pemain pro disana sangat mengandalkan sesi ranked match dan sesi scrim.
“Saya akan bertemu banyak amatir, (hingga para) pro di (server) PH. Di sini (Indonesia), saya hampir tidak bertemu siapa pun, hanya pemain peringkat (biasa), ” jelas MobaZane.
Untuk saat ini, MobaZane telah berencana tinggal sementara di Indonesia untuk meningkatkan gaya bermainnya. Namun, MobaZane dan kedua rekannya, Ian “FwydChickn” Hohl dan Victor, mungkin tidak akan mengibarkan spanduk BTK di kancah liga profesional.
Hal itu disebabkan karena mereka bertiga telah berencana untuk bergabung dengan tim baru, akibat tidak ditemukannya pemain yang cocok untuk melengkapi lineup yang kosong dalam tim BloodThirstyKings.
Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) menegaskan kesiapannya untuk menyuguhkan gambaran nyata besarnya potensi esports dalam mendukung pengembangan serta pemberdayaan ekosistem yang luas dalam gelaran akbar kelas dunia yang bertajuk Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships 2022.
Gelaran yang akan menyuguhkan beragam kegiatan utama yang merepresentasikan luasnya industri esports, yaitu Kejuaraan Dunia Esports Bali 14th World Esports Championships, beragam lokakarya yang menampilkan pakar serta pelaku esports, ekshibisi yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif, hingga panggung-panggung hiburan, akan diselenggarakan di Bali, 2-11 Desember 2022.
Yang paling menarik, Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships 2022 akan menjadi kegiatan esports outdoor terbesar di dunia. Para partisipan akan mengikuti kegiatan esports sembari menikmati keindahan pantai dan pesona alam Bali yang indah, selaras dengan konsep sport tourism yang diusung.
Khusus Kejuaraan Dunia Esports, serangkaian pertandingan di Bali nanti merupakan puncak dari serangkaian kualifikasi yang berlangsung di seluruh dunia sejak Februari hingga Oktober 2022. Secara keseluruhan, sebanyak lebih dari 1 juta atlet esports dari 120 negara dan 5 region (Oceania, Eropa, Asia, Pan America, Afrika) tercatat sebagai peserta dari Bali 14Th World Esports Championships.
Kejuaraan Dunia Esports ini mempertandingkan 6 jenis gim, yaitu Tekken7, DOTA 2, Mobile Legends: Bang Bang, PUBG Mobile, eFootball 2022, dan CS:GO. Khusus CS:GO akan mempertandingkan kategori CS:GO Male dan CS:GO Female. Total hadiah yang disediakan adalah sebesar USD500.000.
Ketua Harian Pengurus Besar Esports Indonesia, Bambang Sunarwibowo menyampaikan optimisme PBESI terhadap dampak positif dari gelaran Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships 2022, baik terhadap peningkatan prestasi atlet esports nasional di percaturan dunia maupun terhadap penguatan ekosistem esports yang luas, termasuk di dalamnya ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Penyelenggaraan Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships 2022 menjadi salah satu agenda terpenting PBESI tahun ini. Melalui serangkaian pertandingan yang menuntut adu kecerdasan strategi, serta fisik dan mental yang prima, dan penyelenggaraan keseluruhan yang sarat dengan kreativitas, keseriusan, dan komitmen tinggi, kami ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat luas dan pemangku kepentingan – pemerintah, pelaku industri, dunia pendidikan – bahwa esports adalah bidang yang sangat positif bagi insan yang memiliki kecerdasan, kreativitas, kedisiplinan, dan etos kerja yang tinggi. PBESI optmistis, Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships akan menjadi landasan kuat bagi Indonesia di masa depan sebagai salah satu pusat dan barometer esports dunia,” ujar Bambang Sunarwibowo.
Vlad Marinescu, Presiden IESF dalam sambutannya mengatakan, “Penyelenggaraan World Esports Championships ke-14 akan menjadi tonggak sejarah bagi PBESI, sebagai salah satu anggota IESF. Kami sangat antusiasi menyambut penyelengaraan yang akan dilaksanakan di negeri yang paling indah, yaitu Indonesia, dan khususnya Bali. Seratus hari lagi komunitas gim dari berbagai belahan dunia akan berkumpul di satu tempat untuk bermain bersama, tumbuh bersama, dan saling dukung satu dengan lainnya. Saya mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada Bapak Budi Gunawan dan menyambut PBESI sebagai keluarga IESF. Kami siap berkolaborasi bersama PBESI untuk mendukung pertumbuhan komunitas esports di Indonesia yang tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat. Selamat dan sukses kepada PBESI untuk penyelenggaraan Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships.”
Indonesia akan menurunkan tim di seluruh jenis gim yang dipertandingan. Babak qualifikasi untuk menentukan atlet-atlet yang terpilih ke dalam Tim Nasional yang akan mewakili Indonesia di 14th World Esports Championship 2022 akan digelar dari 12 hingga 26 Oktober 2022.
Sementara itu Ketua Bidang Hubungan Internasional PBESI,Tjahjono Prasetyanto, pada kesempatan yang sama menginformasikan bahwa Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships juga akan menjadi ajang efektif untuk memperkenalkan standar baru penyelenggaraan esports dunia sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada ekosistem esports internasional.
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Dilaporkan dari Bloomberg, Phil Spencer yang merupakan CEO Microsoft sekaligus Xbox menganggap baik atas akuisisi dari Activision Blizzard senilai 70 Milyar dolar ini. Ia mengatakan bahwa dirinya terdorong oleh proses yang dicapai melalui diskusi dengan regulator yang memeriksa akuisisi tersebut.
“Saya merasa senang atas kemajuan yang telah kami buat, akan tetapi saya termasuk yang mendukung pihak yang tak terlalu dekat dengan industri game. Serta mengajukan beberapa pertanyaan” Apa niat kita? Dan maksudnya apa? Jika kamu memainkannya selama lima tahun, apakah bakal membatasi pasar? “ katanya dalam wawancara dengan Emily Chang untuk Studio 1.0 Bloomberg yang disiarkan di New York pada pukul 9 malam hari Rabu waktu setempat.
Kesepakatan Akuisisi Activision Blizzard Telah Disetujui
Dan tentu saja kesepakatan tersebut telah diawasi sejak pengumuman Microsoft unuk membeli Activision Blizzard sejak bulan Januari lalu seharga 68,7 Milyar Dolar. Kesepakatan tersebut juga telah diinvestigasi untuk mengantisipasi adanya transaksi yang dilakukan orang dalam, dan Negara Inggris telah mencek kesepakatan untuk memastikan bahwa kesepakatan tersebut baik bagi konsumen.
“Saya tidak pernah melakukan deal sebesar ini (70 Milyar Dolar) jadi saya juga belum yakin atas kepercayaan diri saya ini. Bisa dibilang diskusi yang dilakukan sebelumnya Nampak lebih positif kedepannya,” Ujar Spencer.
Apabila berhasil, Microsoft akan memiliki studio game terbesar di dunia. Namun jangan khawatir perusahaan sudah menjamin konsumen bahwa pemberlakuan eksklusifitas pada perangkat akan jarang lagi terlihat.
Xbox Isyaratkan Tidak Ada Eksklusifitas
Phil Spencer dalam wawancara dengan Bloomberg Rabu lalu waktu setempat
Sebenarnya bukan pertama kali Spencer mengisyaratkan bahwa eksklusivitas pada perangkat dikatakannya pertama kali, ada yang lebih penting dari perkataan Spencer bahwa apakah Microsoft benar-benar bisa menyelesaikan masalah pelecehan yang dilakukan di perusahaannya?
Activision Blizzard nampaknya telah mencuci tangan atas tindakan tersebut guna memertahankan nama baik sebelum kesepakatan itu dibuat. Dan Spencer masih memegang teguh perkataannya.
“Saya yakin mereka telah sepakat untuk itu. Ketika saya melihat pekerjaan yang dilakukannya, selalu ada yang lebih untuk bisa dilakukan, tapi saya percaya terhadap pemimpin Studio di sana beberapa diantaranya pernah menjadi bagian dari Xbox, bahwa mereka telah berkomitmen penuh, dan saya menghargai usahanya terlepas dari kesepakatan yang dibuat,” tutup Spencer.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Gamescom menjadi satu lagi acara pameran game terbesar di dunia. Seluruh penggemar tentu saja telah menantikan acara tersebut. Terlebih, Gamescom tahun ini telah kembali sebagai acara langsung di Cologne, Jerman, di mana penggemar game dapat berkunjung untuk mencoba game yang dipamerkan dan akan datang.
Gamescom 2022 telah dibuka dengan Gamescom Opening Night Live, sebuah acara yang dibawakan Geoff Keighley, pembuat The Game Awards dan Summer Game Fest. Acara berdurasi dua jam itu menyajikan berbagai pengumuman dan trailer dari game yang akan datang.
Gamescom Opening Night Live telah menampilkan begitu banyak judul game yang akan datang. Seperti biasa, Gamefinity hanya dapat merangkum dan memilih 10 judul game yang menarik perhatian. Berikut adalah 10 pengumuman game terbesar selama Gamescom Opening Night Live berlangsung, diurutkan dari kemunculannya.
Dune: Awakening (Pertama Terungkap di Gamescom)
Dune: Awakening
Novel klasik karya Frank Herbert ini telah menjadi franchise tersendiri. Franchise tersebut telah menampilkan adaptasi filmnya oleh Warner Bros. dan Legendary Entertainment yang rilis 2021 hingga sebuah game real time strategy Dune: Spice Wars oleh Funcom baru-baru ini. Namun, Funcom juga memanfaatkan Gamescom untuk mengumumkan satu lagi game berdasarkan novel klasik Frank Herbert tersebut, yaitu Dune: Awakening.
Dune: Awakening merupakan sebuah game open world survival MMO. Game buatan Funcom itu dideskripsikan “menyatukan game survival yang berani dengan elemen multiplayer interaktif berskala besar untuk membuat sebuah game open world survival MMO berambisius”. Pemain dapat mengeksplorasi Arrakis, membangun sebuah rumah dan markas, menghadapi sandworm raksasa, dan menunggangi kendaraan ikonik dari Dune.
Dune: Awakening akan hadir di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S. Pendaftaran untuk versi beta-nya juga sudah dibuka.
The Lords of the Fallen
The Lords of the Fallen
Pertama kali diumumkan pada 2014 sebelum mengalami penundaan hingga tidak ada kabar, sekuel dari Lords of the Fallen akhirnya muncul di Gamescom 2022. Alih-alih Lords of the Fallen 2, sekuel tersebut berjudul The Lords of the Fallen.
Game soulslike buatan CI Games itu mengambil latar waktu 1000 tahun setelah pendahulunya. The Lords of the Fallen juga akan mengambil seting tempat sebuah dunia yang terbagi menjadi realm antara orang mati dan hidup. Menjelajahi kumpulan realms ini akan menjadi inti utama dari gameplay.
Pemain dapat membuat karakternya sendiri dengan kustomisasi. Fitur co-op juga akan hadir nanti agar pemain dapat bermain bersama.
The Lords of the Fallen akan hadir di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.
Hogwarts Legacy
Hogwarts Legacy
Meski mengalami penundaan rilis untuk kedua kalinya hingga awal 2023, Hogwarts Legacy tetap menambah animo penggemar franchise Harry Potter di Gamescom tahun ini. Trailer yang ditampilkan kali ini menampilkan lebih lanjut tentang gameplay-nya.
Trailer tersebut menunjukkan dua murid Hogwarts berkeliling labirin Slytherin untuk menyelidiki asal-usul Salazar Slytherin. Mereka kemudian dihadapkan dengan pilihan untuk mempelajari sebuah ilmu hitam (dark magic). Adegan combat dalam melawan kumpulan zombie dan sebuah troll pun ditunjukan.
Hogwarts Legacy akan rilis 10 Februari 2023 di PlayStation 4, PlayStation 5, PC, Xbox One, dan Xbox Series X|S. Versi Nintendo Switch-nya masih belum diketahui kapan rilisnya. Khusus pemesan Digital Deluxe Edition, mereka berhak mendapat bonus seperti Dark Arts Pack dan Early Access selama 72 jam.
New Tales of the Borderlands (Pertama terungkap di Gamescom)
Sekuel Tales of the Borderlands yang telah rilis 2015 oleh Telltale Games juga resmi diumumkan di Gamescom. Kali ini, sekuel tersebut dikembangkan oleh 2K dan Gearbox. Judul dari sekuel itu adalah New Tales of the Borderlands. Trailer yang ditampilkan itu mengundang gelak tawa dan penuh aksi.
Sama seperti pendahulunya, New Tales of the Borderlands mengambil genre interactive narrative adventure. Game tersebut akan berfokus pada tiga karakter baru yang dijuluki “lovable losers” oleh Gearbox sendiri, yaitu Anu, Octavio, dan Fran. Ketiganya harus bertahan dari invasi perusahaan senjata Tediore di kampung halamannya.
Tidak seperti seri Borderlands, pemain hanya harus memilih pilihan naratif untuk menentukan arah jalan cerita hingga akhir. Jadi, pemain tidak perlu khawatir dengan first-person shooting.
New Tales of the Borderlands dipastikan hadir pada 21 Oktober 2022 di PC, Nintendo Switch, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, dan Xbox Series X|S.
Sonic Frontiers
Sonic Frontiers
Pertama kali dipertunjukkan pada Juni 2022 hingga memicu kontroversi. Sega justru siap membungkam kontroversi tersebut dengan menunjukkan trailer terbaru Sonic Frontiers di Gamescom.
Trailer tersebut menampilkan adegan Sonic berlari di berbagai area terbuka. Beberapa karakter baru juga dipertunjukkan, seperti sebuah makhluk imut dan kecil pada awal trailer, lebih banyak musuh robotik, dan sosok musuh yang glitchy.
Tidak seperti semua pendahulunya, Sonic Frontiers menjadi game open world atau lebih tepatnya open zone pertama franchise Sonic the Hedgehog. Keputusan tersebut bertujuan untuk mengembangkan dari franchise ikonik besutan Sega itu.
Sonic Frontiers dijadwalkan rilis 8 November 2022 di PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X|S dan Nintendo Switch.
Lies of P
Lies of P
Pinocchio digabungkan dengan genre soulslike? Konsep itu terbayang oleh Neowiz, pengembang asal Korea. Khas genre soulslike terinspirasi dari Dark Souls dan Bloodborne, gameplay Lies of P terlihat gelap, menyeramkan, dan sadis, tidak seperti cerita Pinocchio yang biasanya untuk anak-anak.
Dalam Lies of P, Pinocchio diceritakan memiliki tujuan untuk menemukan Geppetto, pembuatnya. Namun, kota Krat yang ia tempat kini dipenuhi oleh boneka-boneka yang kini menjadi musuh umat manusia. Kali ini, pemain dapat mengganti bagian tubuhnya untuk mengakses berbagai skill dan ability. Karakteristik khas Pinocchio, pembohong, juga berdampak dalam gameplay dan jalan cerita.
Lies of P akan rilis 2023 di PC, PlayStation 5 dan Xbox Series X|S. Pelanggan Xbox Game Pass dan PC Game Pass juga dapat memainkannya saat hari pertama rilis.
Atlas Fallen (Pertama terungkap di Gamescom)
Atlas Fallen
Focus Interactive telah mengungkap Atlas Fallen, sebuah game action RPG yang juga dikembangkan oleh Deck 13 Interactive, pengembang seri The Surge. Terlihat dari trailer, game ini berlatar tempat di dunia penuh pasir. Bahkan, semua senjatanya juga terbuat dari pasir, termasuk skill dan ability-nya.
Trailer tersebut menunjukkan dua sosok fighter tengah melawan sekelompok makhluk mematikan menggunakan senjata yang terbuat dari pasir. Pada akhir trailer, cuplikan kecil gameplay juga dipertunjukkan bagaimana karakter pemain akan beraksi.
Atlas Fallen diperkirakan rilis tahun depan di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.
Gotham Knights
Trailer terbaru Gotham Knights kali ini mempertunjukkan berbagai tokoh villain ikonik dan sudah tidak asing bagi penggemar DC Comics, khususnya seri Batman. Harley Quinn dan Clayface dipastikan akan hadir sebagai villain, menyusul Penguin, Mr. Freeze, dan Court of Owl yang sebelumnya telah terungkap.
Tidak hanya penampilan villain, trailer terbaru tersebut ikut menunjukkan plot naratif dalam game. Salah satunya, keempat karakter utama harus berhadapan dengan Court of Owls, sebuah keluarga terkaya dan terkuat di Gotham yang penuh konspirasi.
Gotham Knights akan meluncur di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S pada 21 Oktober 2022, empat hari lebih awal dari jadwal rilis awal.
The Outlast Trials
Trailer terbaru TheOutlast Trials tampaknya sangat mencekam dan sadis. Berlatar saat Perang Dingin, karakter pemain telah dijadikan kelinci percobaan untuk menguji metode cuci otak. Dalam prekuel dari seri Outlast itu, pemain diharuskan bertahan hidup dari berbagai percobaan lab mematikan.
Pertama kali diumumkan pada 2019, Outlast Trials juga menghadirkan multiplayer, berbeda dari Outlast dan Outlast 2. Selain itu, closed beta-nya akan digelar pada 28 Oktober 2022 hingga 1 November, lebih tepatnya sekitar Halloween.
Jadwal perilisan resminya sendiri masih belum diketahui. Namun, Outlast Trials sudah dipastikan rilis di PC.
Dead Island 2
Dead Island 2
Penantian lama semenjak pertama kali diumumkan pada 2014 telah berakhir! Akhirnya Dead Island 2 tampil sebagai penutup Gamescom Opening Night Live. Ini menjadi trailer pertama semenjak sekuel Dead Island itu tidak terdengar kabarnya selama 8 tahun. Trailer perdananya ikut dimanfaatkan untuk dibuat parodi oleh trailer Goat Simulator 3 pada Summer Game Fest 2022.
Tidak tanggung-tanggung, trailer kali ini dibuat sangat sadis dan berdarah-darah. Trailer tersebut menampilkan Jacob, salah satu dari enam karakter utama, membasmi para zombie di Los Angeles menggunakan pistol dan katana.
Cuplikan gameplay-nya juga ditampilkan penuh darah. Misalnya, sebuah aksi melee yang brutal dapat membelah tubuh zombie menjadi dua hingga bercipratan darah.
Dead Island 2 kali ini dipastikan rilis 2 Februari 2023 di PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X|S dan Stadia.
Honorable Mention di Gamescom Opening Night Live
Selain kesepuluh game yang telah mencuri perhatian, terdapat pula setidaknya dua honorable mention yang tidak kalah menarik. Pertama, The Callisto Protocol kembali menunjukkan gameplay yang jauh lebih sadis dan menyeramkan. Seperti Summer Game Fest 2022, cara kematian tokoh utama ikut ditampilkan sangat sadis.
Return to Monkey Island telah mendapat jadwal rilis pada International Talk Like a Pirate Day, yaitu 19 September 2022. Pengumuman tersebut melengkapi trailer yang penuh jenaka seakan sedang menonton iklan infomersial sungguhan.
Tiga Pemenang Penghargaan Diumumkan di Gamescom Opening Night Live
Tidak hanya berbagai pengumuman, tiga pemenang penghargaan juga telah diumumkan pada Gamescom Opening Night Live. Berikut ini adalah masing-masing pemenang dari tiga kategori yang telah diumumkan.
PC Game yang paling dinanti (Most Wanted PC Game): Metal Hellsinger (Funcom)
Xbox Game yang paling dinanti (Most Wanted Microsoft Xbox Game): The Last Case of Benedict Fox (Rogue Games)
PlayStation Game yang paling dinanti (Most Wanted Sony PlayStation Game: Lies of P (Neowiz)
Itulah tadi rangkuman berbagai pengumuman di Gamescom Opening Night Live. Game manakah yang ingin pemain mainkan nanti? Gamescom 2022 dijadwalkan 29 Agustus mendatang.
GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Sempat jadi trending pada tahun 2021, game play-to-earn besutan SkyMavis, Axie Infinity, kini mulai ditinggalkan para pemainnya. Game tersebut diduga telah menjalankan skema ponzi digital, dengan menargetkan para pemain sebagai korbannya.
Play-to-earn adalah sebutan untuk sistem jual beli konten in game, yang ada dalam blockchain game. Para pemain bisa mendapatkan keuntungan berupa mata uang asli, dari transaksi token kripto milik mereka, yang diperoleh dari aktivitas bermain blockchain game. Yang tentunya, dapat dilakukan tanpa adanya campur tangan dari pihak pengembang permainan.
Salah satu blockchain game dengan sistem play-to-earn yang cukup terkenal dikalangan komunitas kripto, adalah Axie Infinity, dari SkyMavis. Game besutan developer asal Vietnam itu bahkan pernah menjadi fenomena pada tahun 2021, dengan sebagian besar basis pemain yang berasal dari Filipina.
Meski sempat menjadi tren, sekaligus sebagai pilihan alternatif investasi modern. Axie Infinity kini dilaporkan telah kehilangan kejayaannya, terutama setelah kasus peretasan dan pencurian US$600 juta (Rp.8,89 triliun) aset kripto milik pada akhir Maret lalu.
Axie Infinity | Dugaan Skema Ponzi Dalam Axie Infinity
Dugaan Skema Ponzi Dalam Axie Infinity
Berdasarkan laporan dari Time Magazine (Via IGN), Axie Infinty kini tampak sedang berada dalam posisi bisnis yang kurang menjanjikan. Hal itu dibuktikan dengan berkurangnya basis pemain mereka di Filipina, karena game tersebut dirasa tak lagi menguntungkan untuk dimainkan.
“Apa yang dulunya merupakan cara alternatif bagi kelas pekerja di Filipina untuk mendapatkan penghasilan tambahan, kini telah menjadi topik yang menyakitkan bagi mereka yang sebelumnya telah menginvestasikan seluruh waktu dan uang mereka ke dalam Axie Infinity.” Tulis IGN.
Bahkan, Axie Infinity dituduh telah menjalankan skema bisnis ponzi, dengan menargetkan para pemain baru sebagai korbannya.
“(Axie Infinity) Diduga bertindak sebagai skema Ponzi digital, pasar Axie Infinity yang tidak stabil (serta) tidak berkelanjutan dalam jangka panjang, dan satu-satunya cara untuk permainan untuk terus menghasilkan uang adalah dengan membuat semakin banyak pemain baru membeli ke dalam permainan.” Imbuh artikel IGN.
Tuduhan ini tentu saja disanggah oleh pihak SkyMavis selaku pengembang. Karena menurut mereka, Axie Infinity hadir sebagai permainan hiburan untuk para pemainnya.
“Fokus menumbuhkan jaringan melalui insentif awal tidak membuat skema Ponzi,” tulis perwakilan Sky Mavis dalam email kepada Time Magazine. “Tujuan utama Axie Infinity adalah untuk memberikan hiburan.” tambahnya.
Kamu dapat membaca laporan dari Time Magazine yang disebutkan di atas, untuk melihat lebih rinci mengenai masalah yang dihadapi pemain Axie Infinity serta eksodus massal yang terjadi di Filipina.
Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id