Category Archives: Gaming News

Tanggal The Game Awards 2022 Resmi Diumumkan

GAMEFINITY.ID, Bandung – Ajang penghargaan game terbesar di dunia, The Game Awards, akhirnya mengumumkan tanggal penayangan untuk tahun ini. The Game Awards terkenal bukan hanya membagikan penghargaan bagi judul game terbaik setiap tahun, tetapi juga berbagai pengumuman dan kabar game terbaru yang tentunya paling dinanti.

The Game Awards 2022 Bakal Digelar 8 Desember!

Ajang penghargaan buatan Geoff Keighley itu akan digelar 8 Desember 2022 di Microsoft Theater di Los Angeles. Seperti sebelumnya, acara tersebut akan disiarkan melalui live stream di berbagai platform seperti YouTube, Twitch, Facebook, Twitter, dan TikTok Live. Tanggal tersebut juga diumumkan saat akhir Gamescom Opening Night Live tadi malam.

The Game Awards 2021 trophy
Piala The Game Awards 2021

The Game Awards Orchestra, dipimpin oleh Lorne Balfe, juga dipastikan akan menyajikan penampilan musik di ajang tahunan itu. Seperti biasa, Geoff Keighley juga dipastikan akan menjadi produser eksekutif dan pembawa acara The Game Awards 2022 seperti tahun-tahun sebelumnya.

Belum diketahui apakah The Game Awards 2022 akan menjadi acara hybrid, in-person, atau hanya virtual. Hal ini bergantung pada kebijakan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan pemerintah kota Los Angeles. Jika ini menjadi acara in-person atau hybrid, tiket untuk menghadiri acara ini akan tersedia dalam waktu dekat.

Kategori Baru: Best Adaptation

Seperti biasa, The Game Awards menghadirkan berbagai kategori yang sama seperti tahun sebelumnya. Namun, mereka juga menambah kategori baru, yaitu Best Adaptation. Kategori ini akan menganugerahkan pencapaian terbaik untuk adaptasi judul game ke media lain. Media tersebut dapat berupa film, serial televisi, novel, komik, dan podcast.

Baca juga: Game Besar yang Diumumkan di Summer Game Fest 2022

Dilansir dari Deadline, Geoff Keighley mengungkapkan kategori tersebut, “Penghargaan Best Adaptation menjadi cara bagi industri game dan penggemarnya untuk mengapresiasi karya kreatif yang mengadaptasi secara otentik dan menambah lore dan konteks baru pada franchise game favorit. Dengan banyak sekali proyek hiburan berdasarkan game, ini saat yang tepat untuk menganugerahkan keunggulan dalam mengadaptasi sebuah game ke media lain.”

The Game Awards 2022 akan tayang di berbagai platform pada 8 Desember mendatang. Nantikan juga liputan yang akan datang di Gamefinity.

Video Kreator GTA Terkena Hak Cipta Rockstars

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Sebelum Grand Theft Auto (GTA)  setenar saat ini, Rockstars selaku pengembang yang bernaung memiliki perusahaan cikal bakalnya, yaitu DMA Design yang berpusat di Skotlandia, tepatnya di kota Dundee. Diketahui pemilik dari DMA ini adalah Mike Dailly. Ada hal menarik ketika mengunggah proyek perdananya, karena tak lama kemudian terpaksa dihapus. Ternyata video yang diunggahnya tadi terkena isu copyright strike atau hak cipta oleh Rockstar dan juga Take Two, perusahaannya sendiri. Lho kok bisa?

Baca juga: Days Gone Akhirnya Mendapat Adaptasi Film

Terkena Copyright Strike Oleh Rockstars, Dailly Hapus Semua Video Proyeknya termasuk GTA 2

Dailly twitter 1
Pernyataan Dailly atas kekesalannya pada Rockstars

Dailly menjadi sosok yang begitu berpengaruh terhadap sejarah perkembangan Franchise game Grand Theft Auto, terungkap bahwa dirinya telah bekerja untuk pengembangan game tersebut sejak 1997. Tak lama setelah video tersebut dihapus ia menulis kritik terhadap Rockstars pada akun twitter pribadinya, mdf200. “Emang B*ngke Rockstars, semua yang bertema GTA selalu saja di-takedown hanya karena isu hak cipta termasuk desain awal.”

GTA Dailly twitter
Dailly hapus kesemua proyek yang telah dibuatnya sejak lama ( mdf200 )

“Saya rasa Rockstars juga mulai memblokir segalanya termasuk proyek lama.” Tulisnya di Twitter. Saking kesalnya terhadap masalah hak cipta tersebut Dailly juga menghapus seluruh pekerjaan GTA yang selama itu ia lakukan sebelumnya.

“Saya juga akan menghapus kesepuluh halaman pengembangan GTA yang sudah kulakukan selama ini.” Semenjak itulah rasa hormat terhadap Rockstars mulai memudar, walaupun dirinya pernah ikut serta dalam proses produksi Grand Theft Auto tersebut.

Twitter Dailly
Dailly hapus seluruh proyek yang telah dibuatnya sejak dulu ( mdf200 )

“Buat yang nanya apa benar seluruh konten tersebut dihapus? Saya jawab iya. Anda juga bisa berterimakasih kepadanya ( Rocks*ck )”. Hal tersebut sudah ia jelaskan kepada PC gamers mengenai videonya yang di-takedown tanpa alasan.

Patut disebutkan bahwa Dailly belum memberikan konfirmasi apapun secara langsung dari Rockstars bahwa studio tersebut yang melayangkan teguran hak cipta sejak awal. Dan dengan demikian isu tersebut hanyalah tuduhan yang dilakukan oleh Dailly terhadap Rockstars.

Melihat usahanya dalam mengembangkan sebuah game, ia merasa kecewa akan perlakuan Rockstars terhadapnya. Sebagai pengembang asli dari game Grand Theft Auto, terdapat nilai tertentu di dirinya dalam meneruskan pengetahuan dan keahliannya ke generasi berikutnya.

GTA memang menjadi salah satu dari game yang dimainkan oleh para gamers. Untuk menikmati GTA, kalian dapat membeli item in game yang akan mendukung kalian dalam game tersebut. Nah, untuk top up mudah dengan harga murah langsung aja isi di Gamefinity.id

Sony Dituntut 5 Miliar Gara-Gara Harga di PlayStation Store

GAMEFINITY.ID, Bandung – Sony dituntut lima miliar pound (atau setara dengan 5,9 miliar dolar AS) oleh sebuah kelompok advokat hak konsumen! Sang penuntut mengklaim Sony menyalahgunakan kuasanya sebagai toko digital utama game PlayStation dengan menaikkan harga tinggi.

Apa Penyebab Sony Dituntut?

Sony PlayStation dualshock
Ilustrasi controller DualShock

Sky News melaporkan tuntutan itu merupakan aksi kolektif yang dipimpin oleh Alex Neill, seorang juru kampanye hak konsumen asal Inggris dan mantan direktur manajemen Which UK, sebuah organisasi nonprofit. Klaim hukum itu menuduh Sony menyalahgunakan kuasanya untuk menerapkan ketentuan dan syarat tidak masuk akal bagi pengembang game, menaikkan harga untuk konsumen.

Tuntutan yang diajukan menyatakan bahwa Sony telah menetapkan harga tambahan berupa 30 persen komisi untuk setiap game dan DLC-nya secara digital di PlayStation Store.

Baca juga: Akun PSN Syarat Untuk Akses Game Port PC PlayStation

Ini Kata Alex Neill

“Dengan tuntutan ini saya membela jutaan warga Inggris yang telah terkena biaya secara berlebihan. Kami percaya Sony telah menyalahgunakan posisinya dan merugikan konsumennya,” ungkap Alex Neill.

Gaming sudah menjadi industri hiburan terbesar di Inggris, melampaui TV, video, musik, dan banyak warga rentan bergantung pada game demi koneksi dan komunitasnya. Tindakan Sony sangat merugikan jutaan orang yang tidak mampu membayarnya, terutama saat kita semua masih berada di tengah-tengah krisis biaya hidup dan dompet konsumen diperas lebih parah dari sebelummya.”

“Permainan sudah berakhir bagi PlayStation,” tambah Neill.

“Sony menguasai distribusi digital game dan konten dalam game di PlayStation. Sony telah menerapkan strategi antikompetitif dengan menetapkan harga tinggi bagi konsumen,” tutur Natasha Pearman, seorang rekan yang membantu memimpin tuntutan ini.

PlayStation Store tentu saja bukan satu-satunya yang menerapkan komisi 30 persen komisi sebagai biaya tambahan. Ini juga menjadi pemicu Epic Games menuntut Apple dengan alasan yang sama. Apple telah menghapus Fortnite dari App Store-nya setelah Epic Games mencoba menerapkan sistem pembayarannya sendiri, menghindari 30 persen biaya komisi dari microtransaction yang harus dibayar.

Epic Games Store telah menjadi satu-satunya yang sama sekali tidak menerapkan biaya komisi sebanyak 30 persen, melainkan hanya 12 persen. Dengan begitu, mereka dapat menetapkan harga yang dapat dikatakan adil dan terjangkau bagi konsumennya. Sejauh ini, belum ada tanggapan dari Sony mengenai tuntutan ini.

Nantikan informasi games-games terbaru dan informasi terbaru terkait games di Epic Games. Serta top up untuk pembelian games di Epic Games bisa langsung di Gamefinity.id

 

Acer Kembali Guncang Pasar Laptop Gaming

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Acer Predator gaming kembali guncang pasar laptop gaming. Berkembangnya game dan esport di Indonesia membuat para produsen berlomba menghadirkan inovasi terbaru. tidak ketinggalan Acer Predator Gaming. Pada Awal Agustus ini bersamaan dengan kick off Acer Predator League 2022 meluncurkan produk terbarunya.

Beberapa laptop gaming yang dilepas ke pasaran oleh Acer Predator Gaming pada Agustus ini adalah Acer Predator Nitro 5, Acer Predator Helios 300 dan Acer Predator Triton 300SE. Seri ini adalah seri lanjutan dari laptop-laptop gaming yang dibuat oleh Acer dan memaksimalkan semua kemampuan laptop. Laptop keluaran terbaru dari Acer Predator Gaming ini sangat direkomendasikan bagi para gamers ataupun mereka yang bergelut di bidang multimedia.

Dari ketiga seri pertama yang keluar di pasaran, laptop gaming daari Acer ini dibekali dengan hardware mumpuni dan mampu menjadi andalan bagi para gamers.


 
Acer Predator Nitro 5 Acer predator helios 300 Acer Triton 300SE
Predator Nitro 5AN515-58 Predator Helios 300 PH315-55 Predator Triton 300 SE
CPU Type 12th Gen Intel® Core i7-12700H processor 12th Gen Intel® Core i7-12700H processor 12th Gen Intel® Core™ i7-12700H (24Mb Cache, up to 4.70Ghz)
Graphics NVIDIA® GeForce® RTXTM 3060 with 6 GB of dedicated GDDR6 VRAM NVIDIA® GeForce® RTX 3070 Ti with 8 GB GDDR6 of dedicated VRAM NVIDIA® GeForce® RTX 3060 6GB of GDDR6
Memory Up to 32 GB DDR4 3200MHz 16 GB DDR4 3200MHz, Up to 32GB DDR5-4800MHz 16GB, Up to 32GB of 4800MHz LPDDR5 memory 
Storage 512 GB SSD, PCIe Gen4, 16 Gb/s, NVMe 1 TB HDD 6.3 cm (2.5-inch) 5400 RPM 1TB SSD, PCIe Gen4, 16 Gb/s, NVMe 1TB SSD PCIe NVMe
Display 15.6″ display with IPS (In-Plane Switching) technology, FHD; Refresh rate up to 165Hz; Response time 3ms 15.6″ display with IPS (In-Plane Switching) technology Slim Bezel; QHD 2560 x 1440 pixel; Refresh rate 165Hz; Response time 3ms; 100% DCI-P3 14″ display with panel WQXGA 2560 x 1600 IPS, Acer ComfyViewTM LED-backlit TFT LCD 16:10 aspect ratio, supporting 165 Hz refresh rate
Audio DTS:X® Ultra DTS:X® Ultra DTS : X® Ultra Audio, featuring optimized Bass, Loudness, Speaker
Keyboard 4 zone RGB Keyboard RGB per switch Keyboard mini LED 3 zone RGB Keyboard
Power 180w  230w  180W
Battery 57.5Wh Li-ion Battery 59 Wh Li-ion Battery 76WH Battery
Price 17.999.000 26.999.000 27.999.000

Dari segi graphics yang diberikan oleh Acer Predator Gaming ketiganya sama-sama menampilkan kemampuan refresh rate yang tinggi. Hal ini sangat berguna bagi para gamers, konten kreator dan para desainer untuk menampilkan gambar yang lebih smooth. Untuk para desainer yang memang kepentingannya adalah untuk graphics, tetapi memiliki budget minim Acer Predator Nitro 5 dan Triton 300SE sangat disarankan.

Sedangkan untuk para gamers yang membutuhkan warna dengan detail tinggi, Acer Predator Helios 300 sudah didukung dengan fitur DCI-P3 yang memberikan tingkat akurasi warna yang tinggi. Tentu saja gamers dan konten kreator akan dimanjakan dengan fitur ini.

Desain Produk Acer Predator Gaming

Acer helios 300

Desain pada Laptop Acer Predator Gaming bisa dikatakan tampil garang dengan desain yang elegan. Laptop Acer predator Nitro 5 adalah tampilan Laptop Gaming dengan warna hitam yang elegan. Predator helios 300 hampir mirip dengan Nitro 5, tetapi terdapat LED yang menyala pada bagian cover layar dan menimbulkan kesan mewah.

Layaknya desain laptop gaming pada umumnya, ukuran layar 15,6 inch membuat laptop gaming pada umumnya yang berukuran besar. Tetapi memang seperti itulah laptop gaming pada umumnya, untuk memberikan pengalaman user yang terbaik untuk bermain game, Acer tidak mengurangi ukurannya. Meski terlihat berat, para gamers dan konten kreator sendiri tidak perlu khawatir karena Acer Predator Gaming sudah mengadopsi Technology Slim Bezel pada Acer Predator Nitro 5 dan Predator Helios 300.

Acer Triton 300SE

Sementara itu desain pada Acer predator triton 300SE berbeda dari laptop gaming pada umumnya. Menggunakan material alumunium pada bezelnya dengan ukuran layar 14 Inch. tetapi tidak perlu khawatir itu tidak mengurangi performa laptop gaming besutan Acer tersebut. Karena laptop gaming ini memang diperuntukan sebagai laptop yang ringan dan mudah dibawa-bawa. Sehingga para gamer dapat memainkan dimana saja, karena berat laptop ini hanya 1,7 KG.

Performa Laptop  Gaming

Acer nitro 5

Laptop gaming besutan Acer memiliki sebuah technology terbaik di kelasnya. Acer predator Gaming menggunakan CPU Processor tipe terbaru dari intel generasi terbaru, yaitu Gen 12. Selain itu, penggunaan kartu grafis seri 30 terbaru dari Nvidia, memastikan performa laptop gaming ini berjalan maksimal meskipun bermain dengan game-game AAA.

Dari sisi lain, baterai yang dibawa pada Predator Gaming Series kali ini dapat dikatakan baterai badak. Tentu saja para gamers tidak perlu khawatir pada seri-seri sebelumnya Predator Helios dan Nitro 5 daya tahan baterai awet dari 8 hingga 11 jam dalam sekali pengisian.

Baca juga: Jajaran Laptop Acer Predator Gaming Full Power

Tidak perlu takut menurunnya performa saat digunakan bermain untuk jangka waktu yang lama. Acer Predator Gaming series dilengkapi dengan technology terbaru cooling system. Pada Acer Nitro 5 terdapat pendingin kipas ganda dengan quad exhaust. Pada Predator Helios 300 serie terbaru dan Predator Triton 300SE seri terbaru dilengkapi dengan kipas 3D AeroBlade 5th gen yang dirancang khusus untuk efek dingin dari liquid metal.

Sistem pendinginan di Predator Triton 300 SE mengandalkan kipas 3D AeroBlade 5th gen dengan 89 bilah, material liquid metal, serta Vortex Flow yang ditempatkan secara strategis untuk mengoptimasi aliran udara.

Nah, jadi tunggu apalagi segera buka store online milik Acer, temukan produk-produk gaming series yang dikeluarkan oleh Acer Predator Gaming. Sedangkan untuk kebutuhan top up dan voucher games kesayangan kalian dapat langsung ke Gamefinity.id platform yang memudahkan para gamers membeli item in game ataupun out game.

Game Zombie Days Gone Diadaptasi Sebagai Film

GAMEFINITY.ID, PATI – Salah satu game milik Sony Playstation baru saja umumkan adaptasi film. Kabar ini didapatkan dari situs industri film Deadlines. Sony kabarnya menggaet penulis naskah X-Men: First Class, Sheldon Turner dalam mengerjakan adaptasi Days Gone ke dalam Film. Sedangkan Sam Heughan ditunjuk sebagai pemeran utama. Sony berharap adaptasi game ini akan mendulang kesuksesan sama seperti yang telah diraih oleh Uncharted dengan Tom Holland sebagai bintang utamanya.

Ambisi Sony Membawa Gamenya Ke Layar Lebar

Usaha Sony dalam mengadaptasi game-game mereka ke layar lebar sudah dilakukan beberapa akhir belakangan ini. Dimulai dari Uncharted pada bulan Februari lalu. Kemudian Sony juga telah mengumumkan bahwa game Horizon Zero Dawn akan mendapatkan adaptasi TV series yang akan tayang di Netflix.

Selain Days Gone dan Horizon Zero Dawn, Sony telah mengumumkan beberapa judul lain yang dikonfirmasi akan diadaptasi ke dalam TV series maupun film. Game-game tersebut antara lain The Last of Us, Ghost of Tsushima, Twisted Metal, Gran Turismo, hingga yang paling dinanti para fans yaitu God of War. Film-film tersebut nantinya akan ditayangkan di beberapa platform streaming terkenal, Sebagai contoh The Last of Us yang akan ditayangkan di HBO.

https://www.youtube.com/watch?v=kWsY3DlLdIA

Tentang Days Gone

Days Gone pertama kali di rilis pada tahun 2019 yang dikembangkan oleh Bend Studio serta diterbitkan Sony Interactive Entertainment. Days Gone menceritakan seorang pengendara motor yang harus hidup di dunia paska kiamat yang dipenuhi oleh zombie (disebut ‘Feakers’). Tujuan hidupnya hanyalah satu yaitu mencari istrinya yang telah hilang sejak kejadian pandemi dua tahun lalu. Kurang lebih seperti itulah premis cerita pada game-nya.

Days Gone
Petualang Post-Apocalyptic bersama pengendara motor John | Source: Sony

Pada awal perilisannya Days Gone tidak begitu mampu menghasilkan banyak uang dari penjualan game-nya. Namun sejak Sony memutuskan untuk merilis Days Gone di platform PC, game ini pun berhasil meraih sukses besar. Terbukti dari penjualan game yang mampu menembus sekitar 9 juta kopi di semua platform saat itu.

Jika kalian ingin tahu lebih banyak berita seputar game, kalian bisa mengunjungi Gamefinity. Buat kalian yang mau gacha atau top up game kesayangan kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Proyek Game Untamed Isles Hiatus Akibat Crypto Crash

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Proyek game Play to Earn ala pokemon, Untamed Isles, dilaporkan hiatus akibat Cripto Crash. Pihak pengembang bahkan menyatakan bahwa mereka telah kehilangan dana investasi, dan tidak pula dapat menyelesaikan pengembangan.

Untamed Isles, merupakan sebuah gamemonster-taming turn-based MMORPG” ala pokemon, yang sukses besar dalam penggalangan dana di Kickstarter. Game tersebut telah menghasilkan dukungan dana sebesar $527.000 (Rp.7,8 miliar), dalam kampanye Kickstarter pada tahun 2021.

Meski telah menjanjikan pengalaman bermain yang unik, serta sistem Play to Earn untuk para pemainnya. Para penggemar game monster-taming (terutama untuk para penyumbang dana di Kickstarter), sepertinya harus bersabar, karena pengembangan game tersebut telah masuk kedalam “masa hiatus”.

Mengutip dari laman web PCGamer, pengembangan game Untamed Isles dilaporkan telah masuk ke dalam masa hiatus akibat adanya Crypto Crash. Di mana pihak developer menyatakan bahwa mereka telah “kehabisan sumber keuangan”, akibat perubahan pasar mata uang kripto dalam beberapa tahun terakhir.

“Untuk mengerjakan proyek ini, kami membawa lebih dari 70 anggota staf dan kami bekerja tanpa henti selama lebih dari 2 tahun untuk membangun game yang kita semua impikan,” tulis Phat Loot Studios di Steam.

“Yang benar adalah bahwa biaya pengembangannya tinggi dan ada banyak rintangan dalam perjalanan kami hingga saat ini. Sejak kami memulai perjalanan pada tahun 2020, lanskap ekonomi telah berubah secara dramatis baik secara umum dan khusus untuk cryptocurrency, dan kami tidak yakin dengan pasar saat ini. Kami kehabisan sumber daya keuangan dan kami tidak dapat melanjutkan pengembangan saat ini.”

Baca juga: Alasan Akan Lebih Banyak Iklan Di Perangkat Apple Kedepannya

Untamed Isles Hiatus
Via: Steam | Hiatus Tanpa Jaminan Refund

Hiatus Tanpa Jaminan Refund

Phat Loot Studios sebenarnya telah memutuskan untuk merilis Untamed Isles dalam versi yang lebih sederhana pada bulan Oktober mendatang, lebih cepat dari jadwal semula. Akan tetapi mereka berpikir ulang, setelah menghabiskan “hampir NZ$100.000 (Rp. 922 juta) per minggu” untuk fee dan biaya pengembangan lainnya.

Meski para pemain yang melakukan pra-pembelian permainan dan Token Phat Loot akan menerima pengembalian dana, para pendukung individu di Kickstarter dan Backerkit sepertinya akan mengalami nasib yang kurang beruntung.

Pengumuman Hiatus
Sumber: Untamed Isles FAQ

Pasalnya, meski kampanye Kickstarter berjanji bahwa pengembalian dana penuh akan diberikan jika Untamed Isles gagal diluncurkan, FAQ di untamedisles.com justru mengatakan bahwa pengembalian uang tidak akan tersedia untuk para pendukungnya.

“Karena cadangan uang tunai kami kosong, kami tidak dalam posisi untuk mengembalikan dana pendukung awal kami. Kami benar-benar minta maaf tentang ini dan berharap skenario ini berbeda.”

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/