Category Archives: Gaming News

Mengenal Corouland yang Menjadi Latar Game Terbaru Legends of Chronos

GAMEFINITY, JakartaGame strategi perang dan fantasi, Legends of Chronos, saat ini sedang memasuki tahap pra-registrasi. Pada tahap ini, pemain dapat mendaftarkan diri di https://loc.akggames.com/ untuk mendapatkan notifikasi saat game sudah dirilis dan siap dimainkan. Game free-to-play bertema isekai ini mengambil latar di Corouland, sebuah negeri yang sedang dipenuhi kelompok Rebel dan monster jahat yang ingin menguasai sumber daya di dalamnya. Pemain diajak membangun dan memimpin kota yang dipilih untuk mengembalikan kejayaan Corouland.

Legends of Chronos

“Legends of Chronos menggabungkan elemen unik Japanese role-playing game (JRPG) dan karakter bergaya anime yang dapat dikoleksi melalui sistem gacha di dalam game. Sistem ini menjadi salah satu strategi pemain mendapat Paladin untuk memimpin pasukan,” kata Adrian Alpin, General Manager AKG Games, penerbit game Legend of Chronos, “Di bawah komando para Paladin, pemain bertugas untuk kembali menguasai dan mengambil alih sumber daya, memperkuat militer, membangun aliansi dengan pemain lain serta memenangkan peperangan melawan para Rebel dan monster.”

Terdapat enam wilayah di Corouland, yaitu Bellev, Contreo, Corem, Cragy, Gridy, dan Vezido. Pada awal permainan, pemain diminta memilih salah satu dari enam wilayah ini sebagai tempat mendarat. Pemilihan tempat mendarat akan mempengaruhi bagaimana pemain membangun aliansi, menguasai teritori dan melakukan perjalanan perdagangan antarkota.

Baca juga: Hero Mobile Legends Terinspirasi Pahlawan di Dunia Nyata

Ada dua tipe kota yang dapat dijelajahi pemain saat bermain Legend of Chronos. Tipe kota yang pertama adalah kota kecil yang harus diinvasi untuk memperkuat aliansi. Semakin kuat aliansi maka akan semakin besar peluang memenangkan peperangan di kota terbesar Chronos. Perebutan Chronos ini yang menjadi tujuan utama bagi semua pemain Legends of Chronos.

Tipe kota kedua adalah adalah kota perdagangan. Di kota ini pemain bisa mendapatkan uang dari berjualan komoditas. Hasil dari perdagangan akan menambah kekayaan pemain, untuk digunakan sebagai modal gacha dan mengoleksi waifu.

Legends of Chronos

“Legends of Chronos memberikan pengalaman berstrategi seperti game perang, tetapi dengan twist berupa petualangan isekai, genre anime yang meningkat popularitasnya beberapa tahun terakhir. Kami berharap pemain dapat menikmati game ini dan saling bekerja sama untuk menguasai Chronos,” tambah Adrian.

Khusus pada periode pra-registrasi, pemain yang sudah mendaftarkan diri berkesempatan memenangkan iPhone 13 serta berbagai in-game reward items bernilai jutaan rupiah. Untuk informasi terkini seputar game Legend of Chronos, pemain dapat mengikuti di media sosial facebook legendschronos, Instagram @legendsofchronos, twitter @LegendsChronos, dan TikTok @legendschronos. Pemain juga bisa berdiskusi langsung dengan Game Master melalui Discord resmi Legend of Chronos.

Valve Lakukan Beta Client Pada Switch

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Valve, selaku pemilik Steam saat ini mulai menambah dukungan Beta Client untuk kontrol Joy Con pada Nintendo Switch yang akan melengkapi jejeran dari kontrol Nintendo setelah NES, SNES, N64, serta Mega Drive. Hal tersebut diketahui melalui patch note resmi dari Steam, Steam Community yang diperbaharui pada tanggal 5 Agustus kemarin yaitu menambahkan dukungan untuk kontrol Joy Con yang  dapat dimainkan secara baik individu sebagai mini game pad maupun berpasangan, serta dukungan tersebut ditingkatkan untuk kontrol Nintendo klasik lainnya. Bisa dibilang gebrakan yang cukup menarik untuk dicoba bagi yang ingin bernostalgia  juga dengan game–game lama.

Baca berita lainnya: Steam Deck Segera Hadir Di Asia

Wajib Mendaftar Sebagai Steam Beta Client Jika Kamu Ingin Mencoba Fitur Satu Ini

Steam Beta Client

Karena masih dalam status ujicoba, bagi yang ingin menyicipinya terlebih dahulu kamu harus mendaftar sebagai Steam Client Beta. Berikut cara mendaftar diri sebagai anggota Steam Beta Client dibawah ini terlebih Steam sudah bisa diakses kembali di Indonesia,

  • Buka aplikasi Steam kamu, klik tab “Steam” di pojok kiri atas lalu klik menu pengaturan
  • Setelah pengaturan terbuka, pada menu akun dibawah tab mengikuti partisipasi dalam ujicoba klik ganti
  • Pilih Steam Beta Update lalu klik konfirmasi atau oke
  • Restart aplikasi Steam kamu

Atau jika dalam mode Big Picture kamu bisa mengikuti langkah ini dibawah,

  • Buka aplikasi Steam kamu lalu klik pengaturan sistem
  • Pilih berpartisipasi dalam beta client
  • Restart aplikasi Steam kamu

Setelah kamu mengikuti langkah tersebut di atas, kamu bisa mengintegrasikan joy con kamu pada akun Steam.

Bagi beberapa orang, mungkin bisa dibilang kurang optimal untuk dimainkan melalui kontrol Joy Con ini umumnya karena belum terlalu terbiasa. Namun ada beberapa game yang sangat berguna ketika dimainkan dengan kontrol Joy Con ini seperti Tetris, Pac Man, dan beberapa game NES lainnya. Selain itu Valve menambahkan dukungan pada kontrol game jadul juga lho seperti NES, SNES, N64, serta Mega Drive yang langsung diimplementasikan pada Switch. Akan tetapi kamu harus menjadi member Nintendo Switch Online terlebih dulu.

Hmm kelihatannya menarik bukan? Temukan berita gaming lainnya di Gamefinity.id

Marsha: Merekrut Pelatih Filipina Sudah Tepat

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Mengingat prestasi Esports di Indonesia mulai mengalami stagnansi, nampaknya kita butuh cara baru agar kembali bersinar di kancah internasional. Sempat terdengar kabar kalau RRQ Hoshi bakal merekrut seorang pelatih dan memang benar adanya. Saat ini RRQ merekrut Arcadia, seorang pelatih yang berasal dari Filipina. Marsha mengungkapkan kalau merekrut pelatih dari luar terutama Filipina menurutnya sudah merupakan hal yang tepat bagi RRQ.

Sebagaimana kita tahu negara Filipina saat ini merupakan lawan yang kuat dan ditakuti di tiap pertandingan besar seperti kejuaraan M3 dan dimenangkan oleh Blacklist yang berasal dari Filipina dan terakhir MSC 2022 dimenangkan RSG PH yang juga dari Filipina. Mengingat Filipina sedang lagi unggul – unggulnya maka RRQ mulai menangkap peluang tersebut dengan membawa serta pelatih dari Filipina tersebut dengan harapan adanya perbaikan pada kualitas pemain kita terutama gameplay yang dibawakannya.

“Daripada pemainnya aja kenapa nggak sekalian aja pelatihnya ( Arcadia )?“

Baca berita lainnya: Harga Pro Player Season Depan Bakal Turun?

Marsha Ungkap Merekrut Pelatih Jauh Berpeluang Besar Untuk Menang Daripada Hanya Transfer Pemainnya Saja

logo tim RRQ
RRQ Hoshi

Dikutip dari Konten Youtubenya yang baru – baru ini diunggah, Marsha mengungkapkan perekrutan Arcadia ke dalam tim internal RRQ sudah merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, jika RRQ hanya melakukan transfer antarpemain dari Filipina ada kemungkinan masih mempunyai tenaga dari pemain luar saat bertanding sementara kalau Coach atau pelatih langsung diberi ilmunya dari sana. Dibandingkan hanya transfer antarpemain, mengambil pelatih atau Coach lebih penting untuk dilakukan.

“Coach RRQ dari Filipina, ya nggak apa–apa kalau coach mah, masih oke – oke aja. RRQ bener nyari coach orang luar, jadi kaya ilmunya dikasih aja ke Indonesia. Kalau yang main orang Filipina kan masih ada effort mereka.” Kata Marsha.

Marsha mengakui kalau Filipina merupakan negara yang unggul saat ini terutama pada beberapa musim MPL. Season 10 mendatang bakal dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus nanti. Semoga dengan adanya pelatih baru ini Indonesia mulai kembali menorehkan prestasi lagi di dunia Internasional ya.

Mayoritas Saham Ubisoft Diincar Tencent?

GAMEFINITY.ID, Bandung – Ambisi Tencent untuk menjadi perusahaan game terbesar tidak terkalahkan tampaknya masih berlanjut. Reuters telah mengungkap melalui laporannya bahwa mereka berencana untuk membeli mayoritas saham dari Ubisoft.

Tencent dilaporkan mengincar 15 persen kepemilikan saham dari keluarga Guillemot, pendiri Ubisoft yang saat ini masih memimpin perusahaan. Jika mereka jadi membelinya, tanpa diragukan lagi Tencent akan menjadi pemilik mayoritas saham Ubisoft.

Tencent Sebelumnya Miliki Lima Persen Dari Saham Perusahaan

Ubisoft Assassin's Creed Valhalla
Assassin’s Creed Valhalla telah menjadi game tersukses kedua Ubisoft

Tencent telah mengakuisisi lima persen saham dari Ubisoft pada 2018. Kabar tersebut muncul setelah Vivendi berupaya untuk mengambil alih secara paksa perusahaan. Vivendi sendiri telah mengakuisisi 56 persen saham Gameloft pada 2016, pengembang game yang juga didirikan keluarga Guillemot.

Keberhasilan Tencent dalam memiliki lima persen saham Ubisoft pada 2018 membuat Vivendi mundur. Vivendi telah menjual kurang lebih 27 persen saham Ubisoft. Konglomerat media besar asal Prancis itu telah sepakat tidak melakukan upaya akuisisi berapapun saham Ubisoft selama lima tahun.

Ini Harga yang Diincar Tencent!

Pada laporan yang sama dari Reuters, Ubisoft saat ini memiliki harga 5,3 miliar dolar AS. Saat ini, keluarga Guillemot memiliki 15 persen saham, kurang lebih setara dengan 795 juta dolar AS.

Tencent dipercaya akan menawarkan harga 100 euro per sahamnya untuk upaya akuisisi saat ini. Sebelumnya, Tencent berhasil membayar 66 euro per saham saat akuisisi pada 2018. Berbagai sumber juga telah melaporkan konglomerat raksasa asal China itu juga mengincar sebagian yang dimiliki pemegang saham publik. Terlebih, 80 persen saham Ubisoft saat ini dimiliki publik.

Belum ada komentar apapun dari Ubisoft dan Tencent. CEO Ubisoft, Yves Guillemot, hanya bertutur perusahaannya terbuka untuk mengkaji tawaran pembelian. Patut diingat, Tencent juga memiliki Riot Games secara utuh, 84 persen dari Supercell, 40 persen dari Epic Games, dan 17 persen dari Netmarble.

Ubisoft Alami Kekecewaan Akhir-Akhir Ini

Ubifost Avatar: Frontiers of Pandora
Avatar: Frontiers of Pandora jadi salah satu game Ubisoft yang mengalami penundaan

Kabar ini muncul menyusul rangkaian kekecewaan yang dialami Ubisoft akhir-akhir ini. Game besar buatannya, Far Cry 6, Watch Dogs: Legion, Ghost Recon: Breakpoint alami hasil penjualan yang mengecewakan. Sementara game free-to-play-nya, Roller Champions sempat dirumorkan akan dihentikan. Game yang akan datang, Skull and Bones, juga dikabarkan mendapat kekecewaan dari penggemar setelah mengalami banyak penundaan.

Baca juga: Ubisoft Batalkan Ghost Recon Frontline Dan Tiga Game Lain

Selain itu, Ubisoft juga sebelumnya menunda perilisan Avatars: Frontiers of Pandora dan membatalkan Splinter Cell VR, Ghost Recon Frontline, serta dua game lainnya. Alasan dibalik penundaan dan pembatalan itu dipicu oleh masalah finansial perusahaan.

Apakah dengan Tencent mengakuisisi mayoritas dari saham perusahaan, Ubisoft dapat kembali bangkit? Mampukah Tencent mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan game terbesar dan tidak terkalahkan setelah mengakuisisi mayoritas saham Ubisoft?

Sementara itu, Ubisoft masih akan mengadakan acara Ubisoft Forward 2022 pada 10 September mendatang untuk mengumumkan berbagai game terbarunya.

Harga Top Player Season Depan Diprediksi Turun

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Menurut EVOS Donkey, diperkirakan harga transfer dari top player bakal turun di musim mendatang. Kenapa bisa turun seperti itu?  Mengenai transfer antar pemain merupakan sesuatu yang lumrah terjadi terlebih pada tim – tim professional sebut saja EVOS, RRQ, ONIC, Dan sebagainya. Walau harga transfer pada pemain esports tidak diberitahu mengingat sifatnya rahasia tetap saja harga transfer pada pemain esports merupakan sesuatu yang menarik untuk dibicarakan.

Lantas apa faktor yang memengaruhi harga antar pemain tersebut? Begini menurut EVOS Donkey

EVOS Donkey Sebut Platform Streaming Faktor Terbesar Penurunan Harga Top Player?

Nimo TV, salah satu aplikasi andalan top player mlbb
Event terbaru Nimo TV yang berfokus pada live show

Melalui sesi Tanya jawab yang dihadiri oleh EVOS Donkey dan beberapa Roster lainnya, untuk musim hari ini belum berencana untuk membeli atau transfer player lain untuk tim internalnya. Dan dikarenakan penyesuaian harga pada musim selanjutnya, Donkey memprediksi penyesuaian harga ini akan menurunkan harga dari mereka. Ia belum memastikanya kalau hal tersebut bakal terjadi “Ini belum fix 100 persen ya“ Donkey menyebutkan  jika Platform untuk melakukan Live Streaming tidak sebanyak dulu lagi bisa jadi prediksi tersebut benar adanya.

“Ya belum lah, kalau season ini nggak ada yang beli sama sekali, season depan udah pasti bakal ada penyesuaian, yakin gua, menurun pasti harganya. Tapi nggak tau juga, tanpa Nimo ini kita bisa menjadi pemain yang baik lagi” kata Donkey.

Baca juga: Season 10 MPL ID Dipastikan Tidak Ada Global Ban

Pada bulan April 2022 yang lalu, aplikasi live stream populer Nimo TV resmi menutup layanannya, dikarenakan adanya perubahan struktur internal perusahaan dan perubahan strategi agar NIMO TV tetap berjalan semestinya. Penutupan layanan Nimo TV tersebut hanya pada divisi game online dan tidak memengaruhi divisi lainnya seperti Live show. Berdasarkan penelusuran kami, dalam akun instagram Nimo TV @nimotv_id masih berstatus aktif dan saat ini sedang mengadakan event musim panas Summer Sweetie.

Pada tahun 2023 nanti musim selanjutnya akan dimulai, yang dimana biasanya akan ada beberapa pemain baru yang menghiasi berbagai turnamen mendatang. Dan streaming menjadi faktor terbesar bagaimana harga transfer tersebut bisa berpengaruh. Jika pemain berfokus pada turnamen yang sedang berlangsung, ada kemungkinan harga bisa naik pesat.

Susah Diucapkan, Koch Media Berganti Nama!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Koch Media telah menjadi perusahaan besar yang terkenal dengan produk software dan game-nya. Didirikan oleh Franz Koch dan mitra bisnisnya Klemens Kundratitz pada 1994, Koch Media berhasil membesarkan namanya dengan mendistribusikan produk software dan game.

Mereka telah membentuk dan mengakuisisi berbagai studio game seperti Deep Silver (pengembang Dead Island) dan Warhorse Studios (pengembang Kingdom Come: Deliverance), Prime Matter (publisher System Shock reboot), dan DigixArt (pengembang Road 96). Koch Media juga mengambil alih pengembangan franchise Saints Row dan Metro dari THQ yang telah bangkrut. Mereka juga membantu memberi dana dan mempublikasikan Shenmue III.

Pada 2018, Koch Media diakuisisi oleh Embracer Group (saat itu THQ Nordic AB) seharga 91,5 juta euro. Koch dan Kundratitz menjual saham perusahaan masing-masing sebesar 90 dan 10 persen pada Embracer Group. Kundratitz tetap menjadi CEO perusahaan tersebut hingga sekarang.

Koch Media
Kata “koch” sulit dilafalkan bagi kebanyakan orang

Meski telah lama sukses, banyak dari penggemar game besutannya seperti Saints Row IV kesulitan untuk mengucapkan namanya. Polygon memaparkan pengucapan “koch” yang tepat adalah “cough”, bukan “coach”, “cook”, ataupun “coke”.

Ini Nama Baru Koch Media

Mengatasi kesulitan pemain untuk mengucapkan nama Koch Media dengan tepat, perusahaan akhirnya memutuskan untuk me-rebrand sebagai Plaion. Plaion dilafalkan sebagai “play on”, cukup mudah dibanding Koch. Sebagai bagian dari rebranding, Plaion juga mengungkap logo baru berbentuk mirip tombol play berwarna hijau.

Dalam wawancaranya dengan GamesIndustry.biz, Kundratitz mengakui rebranding Koch Media menjadi Plaion sebagai bagian baru sebagai perusahaan yang memiliki ambisi besar untuk menjadi pengembang game global.

“Tentu saja, kami berharap agar orang tidak menatapnya sebagai sekadar window dressing. Makna yang kami [Plaion] sampaikan adalah kami dalam perjalanan dengan nama dan tampilan visual baru. [Sesuatu yang] baru selalu menyenangkan,” ucap Kundratitz pada wawancara yang sama.

Baca juga: Merugi, Square Enix Jual Eidos-Montreal dan Crystal Dynamics

Game yang Akan Datang dari Plaion

Koch Media Saints Row Reboot
Saints Row reboot jadi salah satu game Plaion yang akan rilis

Plaion, sebagai nama baru dari Koch Media, tentunya punya berbagai game yang masih dalam pengembangan dan akan segera rilis. Deep Silver akan merilis Saints Row reboot pada 23 Agustus 2022, sementara Dead Island 2 masih belum diketahui nasibnya. Prime Matter diharapkan merilis System Shock reboot tahun ini dan juga Payday 3 pada 2023. Plaion juga akan mempublikasi Goat Simulator 3 buatan Coffee Stain Studios pada 17 November 2022.

Rebranding Koch Media menjadi Plaion diharapkan menaruh harapan baru bagi perusahaan game milik Embracer Group itu. Sementara itu, Embracer Group juga tengah dalam proses akuisisi Eidos Montreal dan Crystal Dynamics dari Square Enix. Square Enix dilaporkan khawatir game buatan Eidos Montreal dan Crystal Dynamics akan menyabotase penjualan game buatannya sendiri.