Category Archives: Gaming News

Kominfo: Aplikasi Judi Online Diblokir Setelah Ada Evaluasi

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Setelah mengumumkan adanya pemblokiran terhadap 15 Sistem Elektronik (SE) atau aplikasi yang disinyalir telah memfasilitasi kegiatan perjudian online. Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate, memberikan klarifikasi seputar pemblokiran tersebut dalam jumpa pers Rabu (3/8) kemarin.

Dikutip dari laman Antara News, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate, menyebutkan bahwa Kominfo telah melakukan berbagai macam evaluasi terhadap Sistem Elektronik (SE) yang telah terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat.

“Kementerian Kominfo telah melakukan evaluasi, klasifikasi, klarifikasi, dan verifikasi sebagai berikut; sistem elektronik yang terdaftar namun berpotensi menjadi sistem perjudian; dan kedua, sistem elektronik ilegal yang beroperasi di ruang digital Indonesia,” ucap Menteri Johnny dalam jumpa pers.

Dirinya juga menambahkan, jika SE terbukti memfasilitasi aktifitas perjudian, maka Kominfo tidak akan segan-segan untuk melakukan take down, atau pemblokiran.

“Sudah jelas bahwa PSE lingkup privat yang telah terdaftar, (Kominfo) juga (akan) melakukan evaluasi, klasifikasi, klarifikasi, dan verifikasi. Setelah dilakukan secara detil serta mendalam, dan ditemukan (adanya) potensi perjudian, sehingga dilakukan proses take down. Ini soal teknis, sangat teknis. Pada saat belum ditemukan (potensi pelanggaran), ya, tidak boleh dilakukan take down (terlebih dahulu),”

Baca juga: Sultan Diablo Immortal Ingin Refunds Karena Sulit Matchmaking

Pemblokiran Judi Online
Via: Antara News | Pemblokiran Situs Dan Aplikasi Judi Online

Pemblokiran Situs Dan Aplikasi Judi Online

Pada Selasa (2/8) malam, Kominfo mengumumkan adanya pemblokiran akses terhadap 15 Sistem Elektronik (SE) yang sebelumnya telah terdaftar sebagai PSE lingkup privat di Kominfo. Pemblokiran tersebut dilakukan, karena kelima belas SE tersebut berpotensi mengandung aktivitas perjudian online.

“Kementerian Kominfo selama ini konsisten melakukan pemutusan akses terhadap konten perjudian, dan sejauh ini kami telah memblokir sebanyak 534.183 konten judi yang ditemukan dalam situs internet sejak tahun 2018. Ini menunjukkan komitmen kuat kami terhadap pemberantasan judi online,” ujar Menteri Johnny.

“Selain 534.183 konten perjudian online ilegal yang telah diblokir sebelumnya, kami telah melakukan pemutusan akses terhadap 15 sistem elektronik yang mengandung unsur perjudian pada hari Selasa 2 Agustus 2022,” imbuhnya.

Berikut adalah daftar PSE game judi online yang diblokir oleh Kominfo:

1. Domino Qiu Qiu
2. Topfun
3. Pop Domino
4. MVP Domino
5. Pop Poker
6. Let’s Domino Gaple QiuQiu Poker Game Online
7. Steve Domino QiuQiu Poker Slots Game Online
8. Higgs Slot Domino Gaple QiuQiu
9. Ludo Dream
10. Domino QiuQiu 99 Boyaa QQ KIU
11. Domino Gaple Boya QiuQiu Capsa
12. Poker Texas Boyaa
13. Poker Pro.id
14. Pop Big2
15. Pop Gaple.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/

Dampak Kebijakan PSE Pada Game Di Indonesia

GAMEFINITY.ID, JAKARTA – Kebijakan PSE atau Pemberlakuan Sistem Elektronik yang dilakukan oleh Kementerian Informasi Dan Informatika dinilai merugikan banyak sektor. Dan puncaknya pada tanggal 30 Juli yang lalu, Kemkominfo memblokir tujuh perusahaan asing dikarenakan perusahaan tersebut tidak mendaftar ke situs pse.kominfo.go.id sampai batas waktu yang ditentukan. Termasuk situs–situs yang sudah tidak asing lagi bagi para Gamers dan Pegiat Seni, yaitu Steam, Epic Gamers, dan Paypal.

perubahan status Steam
Perubahan status layanan Steam dari blocked menjadi unregistered

Lantas, bagaimanakah dampak yang ditimbulkan akibat diberlakukannya kebijakan PSE tersebut? Harap dibaca sampai selesai ya, karena membaca setengah –  setengah justru menimbulkan salah paham dan penyesatan publik.

Masyarakat Akan Kehilangan Pendapatan Atau Mata Pencahariannya Terutama Pada Bidang Terkait Akibat PSE Ini

Dampak kebijakan PSE terhadap Streamers
Streamer Tara Arts, terpaksa bermain solitaire buntut kebijakan PSE

Dampak pertama ini sangat jelas dirasakan terutama bagi sektor yang sebagian besar hidupnya sangat menggantungkan pada situs yang belum terdaftar tersebut, seperti Live streamer, agen jual beli game, dan tentunya Pemerintah. Kenapa Gamefinity juga menyebutkan kalau pemerintah juga akan dirugikan akibat kebijakan yang dinilai terlalu prematur dan salah sasaran ini? Pada tahun 2020 Valve Corp. selaku pemilik Steam oleh kementerian keuangan ditunjuk menjadi pemungut PPN atau Pajak Pertambahan Nilai barang dan jasa digital mulai 1 Desember 2020 yang lalu sebesar 10 persen dari harga asli sebelum dipungut pajak. Jadi Steam sebenarnya sudah berkontribusi terhadap perpajakan negara.

Tentunya dengan terblokirnya Steam ini Pemerintah juga akan kehilangan pendapatan negaranya yang berasal dari pajak tersebut. Bagi Live streamer, situsnya sudah tak dapat lagi diakses, lantas mereka ingin bermain game apa lagi? Begitu pula agen jual beli, transaksi dan pendapatan juga akan menjadi terhambat. Sehingga operasional toko akan terganggu. Bayangkan 1-2 hari saja sudah banyak yang panik. Apalagi jika pemblokiran tersebut bersifat permanen?

Baca juga: Game PUBG Kembali Dilarang Di India

Menghambat Developer Dalam Negeri Mengembangkan Usahanya

Normalisasi layanan steam

Normalisasi layanan Steam
pernyataan Kemkominfo perihal normalisasi layana Steam (Kemkominfo)

Pengembang atau Developer Games juga menjadi pihak yang dirugikan semenjak pemberlakuan PSE ini. Terutama yang baru saja merintis usahanya. Dread Out, Trouble maker, dan Coffee Talk merupakan sebagian game yang sukses di pasaran baik dalam maupun  luar negeri. dan sangat disayangkan jika Steam dan Epic Gamers diblokir dari website nasional karena hanya dua situs tersebut  game buatan kita bisa dilirik oleh pemain luar negeri.

Ditambah lagi engine atau alat bantu untuk membuat aplikasi seperti Unity yang masih berasal dari luar. Nampaknya kemkominfo harus berpikir mengenai dampak mendatang pemberlakuan kebijakan tersebut apalagi kita masih belum dapat menciptakan aplikasi sebaik Steam maupun tools seperti Unity dan Blender. Dan satu lagi

Layanan Steam, Dota, Dan CS: GO Terpantau Kembali Normal

Website Steam

Kabar gembira kalau Kemkominfo akhirnya kembali membuka blokir Steam, Dota,  dan CS: GO setelah melakukan serangkaian komunikasi kepada Valve Corp dan kedubes Amerika Serikat mengenai pendaftaran PSE. Diketahui sejak pagi tadi Steam sudah bisa diakses tanpa memerlukan VPN maupun DNS dan terpantau masih normal pada sore ini. Sayangnya epic Games maupun Origin masih dalam status terblokir. Semoga aja kedua perusahaan tersebut mau mendaftarkan dirinya di PSE.

Informasi terbaru tentang game, review game dan guide terbaru hanya di Gamefinity. Selain itu nikmati kemudahan top up dan voucher games dengan harga terjangkau di Gamefinity.id

Keluar Early Access, Grounded Resmi Rilis 27 September

GAMEFINITY.ID, BANDUNG – Dibesut oleh Obsidian Entertainment, Grounded telah hadir sebagai early access pada Juli 2020. Meski masih berada pada tahap early access, VG247 melaporkan lebih dari 10 juta pemain yang telah mencoba Grounded. Beberapa dari mereka juga memberi komentar untuk membantu pengembangan game. Berarti, Grounded telah lebih dulu sukses bahkan sebelum perilisan resminya.

Dalam acara Xbox and Bethesda Showcase 2022 lalu, Obsidian Entertainment mengumumkan bahwa Grounded siap keluar dari early access pada September ini tanpa tanggal pastinya. Pada 28 Juli 2020, yang sekaligus menjadi anniversary keduanya, tanggal perilisan resmi Grounded terungkap menjadi 27 September 2022.

Mengenal Grounded

Grounded gameplay
Gameplay Grounded

Grounded merupakan game open world survival co-op yang dikembangkan oleh Obsidian Entertainment. Game ini bercerita tentang empat orang remaja yang tiba-tiba mengecil hingga setinggi semut dan harus bertahan hidup di sebuah halaman belakang. Serangga seperti laba-laba, kumbang, semut dan kutu menjadi predator berbahaya bagi mereka. Nantinya alasan pengecilan keempat orang remaja ini akan terungkap.

Meski menjadi game co-op, pemain juga dapat memainkannya sebagai single player. Pemain juga dapat memainkannya dalam perspektif first-person atau third-person.

Perilisan Resminya Juga Akan Menjadi Update Terbesar!

Bersama dengan pengumuman tanggal resmi perilisannya, Grounded juga mendapat major update terakhir sebagai early access. Update tersebut bertajuk “Home Stretch” dan menghadirkan berbagai fitur menarik seperti pet baru gnat, sebuah bangunan cookery baru, dan perubahan sistem upgrade armor serta senjata.

Sang sutradara, Adam Brennecke, mengungkap di Twitter bahwa perilisan resminya, yaitu v1.0, juga akan menjadi update terbesar. Ia mengungkap timnya sedang mengembangkan sentuhan terakhir untuk game tersebut sebelum siap keluar dari early access. Sayangnya, ia tidak mengungkap secara spesifik tentang update tersebut.

Baca juga: Tower of Fantasy Global Siap Rilis Pada 11 Agustus 2022

Adaptasi Serial Animasi Sedang dalam Pengembangan

Sementara itu, Grounded juga diumumkan tengah dalam proses pengembangan adaptasi serial animasi. Kabar itu pertama kali diumumkan dalam acara San Diego Comic-Con.

Serial animasi tersebut tengah dikembangkan oleh penulis Star Wars: The Clone Wars Brent Friedman. Xbox dan Obsidian Entertainment akan bekerja sama dengan Waterproof Studios/SC Productions, Kinetic Media dan Bardel Entertainment untuk mewujudkan serial animasi itu.

Grounded akan resmi rilis 27 September 2022 mendatang. Bagi yang belum sempat mencoba, pemain dapat mengunduh Grounded di PC melalui Windows Store atau Steam dan Xbox One serta Xbox Series X|S.

Selain Grounded, Obsidian Entertainment juga sedang mengembangkan Pentiment yang akan rilis November ini.

Informasi terbaru tentang game, rilis game dan review game hanya ada di Gamefinity. Selain itu, Kalian dapat menikmati top up  dan voucher games murah dengan proses yang memudahkan cuma di Gamefinity.id

ASUS TUF Dash F15 (FX517), Laptop Gaming Ringkas, Powerful, dan Terjangkau

GAMEFINITY.ID, Jakarta – ASUS resmi memperkenalkan TUF Dash F15 (FX517), laptop gaming ringkas dan tangguh untuk berbagai aktivitas dengan harga yang sangat bersaing bila dibandingkan dengan laptop gaming lain di kelasnya. Pertama kali diperkenalkan di tahun 2021, seri TUF Dash lahir dengan konsep sebuah laptop gaming dengan ketahanan berstandar militer namun dibalut dalam desain bodi yang ringkas sehingga dapat selalu diandalkan di mana saja. TUF Dash F15 (FX517) hadir sebagai seri terbaru yang telah dibekali dengan hardware terkini, sistem pendingin lebih powerful, serta desain bodi baru yang tetap tangguh dengan ketebalan tidak lebih dari 20mm.

“Seri TUF Dash telah dikenal sebagai laptop gaming untuk gamer serta pengguna yang membutuhkan mobilitas tinggi serta performa tinggi,” ujar Jimmy Lin, ASUS Southeast Asia Regional Director. “Seri terbaru TUF Dash F15 kali ini menawarkan tidak hanya sekadar mobilitas dan performa, tetapi juga desain baru yang lebih ringkas dan tetap tangguh. TUF Dash F15 adalah laptop gaming untuk semua aktivitas.”

Ringkas, Tangguh, dan Nyaman Digunakan

Asus

Hadir dengan ketebalan bodi kurang dari 20 mm dan bobot hanya 2 Kg, TUF Dash F15 merupakan salah satu laptop gaming paling ringkas dan ringan di kelasnya. Tidak hanya itu, TUF Dash F15 terbaru kali ini juga dibekali dengan tampilan baru yang lebih modern serta bezel yang lebih tipis dari pendahulunya dengan screen-to-body ratio hingga 80%.

Seluruh lini produk TUF mengedepankan durabilitas, tak terkecuali TUF Dash F15. Laptop gaming ini dirancang khusus agar tetap tampil tangguh serta dapat diandalkan kapanpun dan di manapun. TUF Dash F15 juga telah lolos uji ketahanan ekstrem berstandar militer AS (MIL STD-810H) seperti uji jatuh, getaran, hingga operasional di suhu serta kelembapan ekstrem.

Baca juga: Perkuat Ekosistem Industri Gaming Nasional, Acer Kembali Menggelar Predator League 2022, Total Hadiah Rp 6 Miliar

TUF Dash F15 kini lebih nyaman digunakan. Selain didukung oleh konektivitas modern seperti WiFi 6 (802.11ax) dan Bluetooth 5.1, laptop gaming ini juga tetap hadir dengan berbagai port yang siap untuk mendukung aktivitas penggunanya. Salah satu port modern yang ada di TUF Dash F15 terbaru adalah Thunderbolt 4. Port dengan interface USB Type-C tersebut tidak hanya memiliki kecepatan transfer data yang tinggi tetapi juga mendukung penggunaan monitor tambahan hingga resolusi 8K. Selain itu, port tersebut juga mendukung pengisian daya melalui teknologi USB Power Delivery sehingga menambah aspek mobilitas TUF Dash F15.

Menggunakan layar 15-inci, TUF Dash F15 tetap dibekali dengan keyboard full-size yang dilengkapi numpad fisik. Keyboard tersebut telah dilengkapi dengan LED backlight serta ditemani oleh sebuah touchpad yang lebih baik. Tidak hanya lebih akurat, touchpad di TUF Dash F15 kini juga lebih luas dibandingkan dengan generasi sebelumnya sehingga membuat penggunanya tetap nyaman beraktivitas meski tanpa menggunakan mouse.

Performa Terbaik dengan Hardware dan Fitur Baru

Asus

ASUS TUF Dash F15 terbaru kini ditenagai oleh prosesor 12th Gen Intel® Core™ dengan varian tertinggi Intel® Core™ i7-12650H. Prosesor dengan konfigurasi 10 core (6 P-core dan 4 E-core) dan 16 thread tersebut mampu berjalan pada freakuensi hingga 4,7GHz dan memastikan TUF Dash F15 dapat diandalkan untuk berbagai aktivitas mulai dari bermain game, live streaming, pembuatan konten, hingga multitasking.

Prosesor tersebut tidak sendirian karena TUF Dash F15 juga dibekali dengan chip grafis hingga NVIDIA® GeForce RTX™ 3060 dengan TGP hingga 105W sehingga dapat diandalkan di berbagai skenario penggunaan. Selain itu, TUF Dash F15 telah dibekali memori DDR5 4800MHz yang dapat di-upgrade hingga 32GB. Sementara untuk penyimpanannya, TUF Dash F15 mengandalkan penyimpanan NVMe PCIe 3.0 SSD berkapasitas hingga 1TB sehingga memastikan setiap game serta aplikasi dapat berjalan lebih gesit dan memiliki waktu loading yang singkat.

TUF Dash F15 juga merupakan salah satu lini laptop gaming ASUS yang telah dibekali dengan MUX Switch, yaitu chip khusus yang dapat mengalihkan jalur data pemrosesan tampilan layar secara langsung ke chip grafis GeForce RTX™ yang tersedia. Dibandingkan menggunakan metode switching lainnya, MUX Switch dapat memangkas latency dan meningkatkan framerate di dalam game hingga 15%. MUX Switch dapat diakses langsung melalui aplikasi Armoury Crate yang tersedia di TUF Dash F15.

Pendinginan yang Ditingkatkan

Asus

Hardware performa tinggi mendesak adanya pendinginan yang superior. Sebagai bagian dari sistem pendinginan, Arc Flow Fans™ pada TUF Dash F15 memiliki desain 84 bilah kipas, dengan masing-masing bilah memiliki ketebalan yang berbeda-beda.

Dengan mengatur ketebalan tiap-tiap blade hingga ketebalan 0,1 milimeter di ujung bilah, turbulensi bisa direduksi dan pada saat yang sama dapat meningkatkan aliran udara secara keseluruhan. Meskipun ia menjadi sedikit lebih senyap dibandingkan dengan TUF Dash F15 keluaran tahun lalu, kipas-kipas tersebut menyediakan 13% aliran udara yang lebih banyak dibanding generasi sebelumnya. Empat lubang pembuangan udara juga disiapkan sehingga TUF Dash F15 dapat melepas panas secara lebih optimal.

Agar pendinginnanya maksimal, ASUS membekali TUF Dash F15 dengan lima heatpipe berbahan tembaga. Heatpipe tersebut tidak hanya mengalirkan panas dari komponen utama seperti prosesor dan chip grafis, tetapi juga mencakup komponen penghasil panas lainnya seperti VRM dan GPU VRAM. Panas dari heatpipe kemudian disalurkan ke heatsink dengan desain khusus yang dapat melepas panas sekaligus membuang debu dan partikel kecil lainnya keluar dari sistem pendinginan TUF Dash F15.

Mudah Di-Upgrade

Meski menggunakan desain yang sangat ringkas, TUF Dash F15 tetap dirancang agar mudah untuk di-upgrade. TUF Dash F15 kembali hadir dengan fitur pop up screw yang membuat penggunanya lebih mudah saat melepas panel bodi bagian bawah laptop ini. Pengguna TUF Dash F15 juga memiliki akses yang mudah ke berbagai komponen seperti slot SSD dan memori di TUF Dash F15.

ASUS juga menyediakan opsi upgrade lebih luas di TUF Dash F15 terbaru melalui dua slot M.2 NVMe PCIe SSD serta dua slot memori DDR5 4800MHz. Dengan demikian, pengguna TUF Dash F15 dapat melakukan upgrade kapasitas penyimpanan serta memori laptop-nya lebih mudah secara mandiri.

Ayo Bergabung di ROG Community Indonesia

ASUS ROG Indonesia menghadirkan ROG Community Indonesia,  sebagai tempat untuk para pengguna setia laptop gaming ROG dan TUF berbagi pengalaman, bermain game bersama, dan berinteraksi langsung dengan #TeamROG. Segera bergabung dengan ROG Community Indonesia di Discord channel https://bit.ly/DiscordROGCommunityID dan Facebook Group https://bit.ly/ROGCommunityID. Ikuti semua keseruan ROG Community Indonesia di https://rogcommunity.id, daftar sekarang!

Main Spec. TUF Dash F15 (FX517)
CPU 12th Gen Intel® Core™ i5-12450H Processor / i7-12650H Processor 2.3 GHz (24M Cache, up to 4.7 GHz, 10 cores: 6 P-cores and 4 E-cores)
Operating System Windows 11 Home
Memory 8GB / 2x8GB DDR5 4800MHz
Storage 512GB M.2 NVMe™ PCIe®3.0 SSD

1TB M.2 NVMe™ PCIe®3.0 SSD

Display 15.6”, FHD (1920 x 1080) 16:9, IPS-level, 144Hz, 3ms, Adaptive Sync, MUX Switch
Graphics NVIDIA® GeForce® RTX™ 3050

NVIDIA® GeForce® RTX™ 3050Ti

NVIDIA® GeForce® RTX™ 3060

Input/Output 1x RJ45 LAN port, 1x Thunderbolt™ 4 support DisplayPort™, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C support DisplayPort™ + power delivery + G-SYNC, 2x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x HDMI 2.0b, 1x 3.5mm Combo Audio Jack
Camera 720P HD camera
Connectivity Wi-Fi 6E (802.11ax) + Bluetooth 5.1 (Dual band) 2*2
Audio AI noise-canceling technology, Dolby Atmos, Hi-Res certification, Built-in array microphone, 2-speaker system
Battery 76WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension 35.4 x 25.1 x 1.99 ~ 2.07 cm
Weight 2 Kg
Colors Off Black, Moonlight White
Price Rp16.799.000 (Core™ i5/RTX 3050/FHD 144Hz/8GB RAM/512GB SSD)

Rp20.299.000 (Core™ i7/RTX 3050/FHD 144Hz/2x8GB RAM/1TB SSD)

Rp21.999.000 (Core™ i7/RTX 3050Ti/FHD 144Hz/2x8GB RAM/1TB SSD)

Rp24.499.000 (Core™ i7/RTX 3060/FHD 144Hz/2x8GB RAM/1TB SSD)

Warranty 2 tahun garansi global dan 1 tahun ASUS Perfect Warranty

Kolaborasi Garudaku dan Telkom Metanesia Hadirkan Esports Metaverse

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Garudaku sebagai platform resmi Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI), berkesempatan untuk melakukan kolaborasi pada HUT PT Telkom yang ke 57 dengan Telkom Metanesia. Kolaborasi antara Garudaku dan Metanesia menghadirkan Esports Metaverse. Kehadiran Metaverse ini semakin menandakan kemajuan dukungan teknologi esports di tanah air.

Telkom Metanesia diluncurkan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir pada perayaan HUT Telkom di Istora Senayan, Jakarta. Pada kesempatan tersebut Erick Thohir pun berkesempatan untuk menjelajahi dunia metaverse dan mengunjungi Garudaku Metaverse.

Garudaku

Yama Sumbodo, selaku Public Relations Garudaku mengungkapkan bahwa Garudaku merupakan platform esports pertama di Indonesia yang hadir di metaverse. “Kehadiran Garudaku di metaverse menjadi salah satu inovasi yang semakin memudahkan para penggiat esports untuk dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi atlet esports bertalenta yang tidak hanya jago bermain game tapi berkarakter bersama dengan dukungan Telkom Metanesia,” papar Yama.

Baca juga: Perkuat Ekosistem Industri Gaming Nasional, Acer Kembali Menggelar Predator League 2022, Total Hadiah Rp 6 Miliar

Dalam Garudaku Metaverse para penggunjung dapat menikmati berbagai fitur yang telah disediakan, salah satunya Live Streaming seluruh kompetisi esports yang diselenggarakan oleh Garudaku dan PBESI. “Suasana live stream akan terasa lebih berbeda dirasakan oleh para pecinta esports di seluruh tanah air ketika masuk ke metaverse Garudaku, para pengunjung dapat merasakan atmosfer kompetisi ketika tim yang didukungnya berlaga,”jelas Yama.

Garudaku

Seperti diketahui salah satu program yang dijalankan oleh Garudaku adalah Akademi Garudaku, yaitu program pembinaan dan pembibitan pelajar untuk dipersiapkan menjadi atlet esports masa depan. Kehadiran Garudaku di metaverse juga memberikan kesempatan para pecinta esportss untuk dapat bertemu dengan salah Super Coach Akademi Garudaku peraih medali emas Sea Games yaitu Coach Fayad dari nomor esports Free Fire.

Ery Punta Hendraswara selaku Deputy EVP Dig. Tech. & Platform Business PT Telkom mengungkapkan dukungannya dalam mempromosikan platform enabler untuk semua stakeholder Indonesia sehingga dapat memanfaatkan metaverse sebagai area kesetaraan akses digital ekonomi.”Dengan penyediaan ekosistem metaverse mulai virtual area dengan beragam experience, platform metaverse untuk integrasi ke banyak pihak dan sistem nft blockchain termasuk online to offline integration dan digital payment nya termasuk kepada ekosistem esports Indonesia,” jelas Ery Punta.

Garudaku

Dukungan Metanesia pun dapat memberikan kesempatan pada para penggiat esportss untuk dapat ambil bagian tanpa batasan ruang dan waktu. “Kita membayangkan fans tim esports Indonesia hadir menggunakan kaos atau merchandise tim favorit mereka untuk menyemangati tim idolanya yang berlomba di panggung dengan siaran di panel super lebar di kerumunan tim dari seluruh penjuru nusantara bahkan luar negeri tanpa ada ruang batas,” tambah Ery Punta.

Baca juga: Apa yang Dibutuhkan oleh Developer Indonesia untuk Bersaing?

Jelajahi Garudaku Metaverse melalui link https://metanesia.id dan rasakan keseruan menyaksikan live stream maupun up date informasi esports dengan suasana berbeda.

Tentang PB Esportss Indonesia

Pengurus Besar Esportss Indonesia (PBESI) adalah induk organisasi olahraga esportss sebagai olahraga prestasi yang diakui pemerintah. PBESI yang diketuai oleh Jenderal Polisi (P.) Prof. Dr. Budi Gunawan S.H., M.Si. memiliki visi mengembangkan dan mempromosikan ekosistem Esportss yang stabil dan dapat membawa Indonesia menjadi pemimpin Esportss di kawasan Asia

Sultan Diablo Immortal Ingin Refund Karena Sulit Matchmaking

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Seorang pemain Diablo Immortal dianggap terlalu kuat, setelah top up dengan nominal uang yang cukup fantastis. Meski terdengar luar biasa, sang pemain sendiri mengaku frustasi karena kesulitan untuk melakukan Matchmaking. Ia bahkan mempertimbangkan keputusan untuk refund, hingga menyewa seorang pengacara.

Seri terbaru dari franchise game Diablo, Diablo Immortal, memang dikenal dengan sistem Pay-to-Win yang cukup kontroversial. Dimana meski dapat dimainkan secara gratis, game besutan Blizzard tersebut memiliki sistem transaksi mikro yang dianggap kurang ramah untuk para pemainnya.

Bahkan, top up dengan nominal uang yang sangat besar pun, tidak akan menjamin para pemainnya terbebas dari masalah, ataupun bug saat memainkan game tersebut. Hal inilah yang sedang dialami oleh seorang Streamer sekaligus YouTuber dengan akun Jtisallbusiness.

Dimana sang Content Creator mengaku kesulitan untuk melakukan matchmaking, padahal ia mengklaim bahwa dirinya telah mengeluarkan dana yang cukup fantastis untuk game tersebut. Yaitu sekitar US$100.000, atau sekitar Rp. 1,4 miliar.

“Aku tidak dapat melakukan hal-hal yang (kuinginkan setelah) aku menghabiskan uang untuk karakter ini, dan aku (bahkan) tidak memiliki kerangka waktu kapan hal-hal (masalah ini) akan benar-benar diperbaiki, atau bahkan tahu apakah hal-hal (masalah ini) akan diperbaiki, karena aku (adalah) satu-satunya pemain di seluruh dunia dengan masalah ini,” Ucapnya dalam sebuah video di channel YouTube miliknya.

Baca juga: Evos Rekrut Player PH, Donkey Sebut Trio M World Berakhir

Matchmaking Diablo Immortal
Jtisallbusiness | Dianggap Terlalu Kuat Oleh Sistem

Dianggap Terlalu Kuat Oleh Sistem Diablo Immortal

Dalam keterangannya, sang Streamer mengaku telah memenangkan ratusan permainan dan hanya mengalami tiga kali kekalahan dalam Diablo Immortal. Nilai Winrate yang sangat tinggi semacam ini, bisa menjadi alasan mengapa dirinya kesulitan untuk memulai matchmaking. Karena sistem pasti akan mencarikannya lawan yang sepadan, terutama saat bersaing dalam acara klan semacam Rite of Exile yang terpaksa harus dilewatkan olehnya.

Selain masalah matchmaking, sang YouTubers juga merasa frustasi karena tidak bisa melepaskan jabatannya sebagai ketua klan. Ia bahkan mempertimbangkan keputusan untuk melakukan Refund, hingga menyewa pengacara jika masalah yang dialaminya tidak terselesaikan.

Jtisallbusiness sendiri telah menghubungi Blizzard tentang masalah ini. Ia juga mengatakan bahwa pihak Developer akan memperbaiki masalah tersebut dalam beberapa minggu setelahnya.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id