Category Archives: Gaming News

Fairy Fencer F Refrain Chord Rilis Tahun Ini

GAMEFINITY.ID, Pati – Beberapa hari lalu Compile Heart sempat memberikan teaser game terbaru mereka. Selain teaser, Compile Heart telah mengumumkan brand game baru mereka yaitu “Galapagos RPG Evolve”. Brand ini merupakan kelanjutan dari brand mereka sebelumnya yaitu “Galapagos RPG” yang mencakup game – game mereka mulai dari Fairy Fencer F, Omega Quintet, Fairy Fencer F Advent Dark Force, Death end re;Quest, Dragon Star Varnir, Arc of Alchemist, dan Death end re;Quest 2.

Akhirnya pada hari Kamis, 19 Mei 2022, Compile Heart mengkonfirmasi game baru mereka yang akan rilis yaitu Fairy Fencer F Refrain Chord. Game ini juga akan menjadi game pertama yang masuk sebagai bagian dari brand “Galapagos RPG Evolve”.

Masih Mempertahankan Sistem Lama

Fairy Fencer F Refrain Chord akan kembali menghadirkan karakter dari seri sebelumnya seperti Fang dan Tiara bersama dengan karakter baru seperti Fleur, All, dan Glace. Fairyze System juga akan kembali diimplementasikan dimana player dapat bergabung dengan Fairy untuk meningkatkan status karakter selama pertarungan. Setiap karakter juga akan memiliki special attack sama seperti di seri sebelumnya.

Fairy Fencer
Karakter Baru Fleur dan All | Source : Compile Heart

Baca Juga : Selain Season 3 Fire Force Dapatkan Game Mobile

Nuansa Baru Fairy Fencer F Refrain Chord

Perubahan gameplay game yang sebelumnya turn-based menjadi strategi merupakan hal paling mencolok dalam game ini. Akan ada sistem baru juga yaitu “Dramatic Resonance”. Dalam sistem ini hadir role karakter baru yaitu Divas. Nantinya Divas dapat memberika buff yang sangat kuat kepada tim melalui nyanyian yang disebut “Fairy Aria”. Fairy Fencer F Refrain Chord juga akan menghadirkan fitur treasure-hunting dimana player dapat melakukan eksplorasi map untuk mendapatkan rare equipment dan beberapa bonus lainnya.

Fairy Fencer F Refrain Chord akan rilis untuk Playstation 4, Playstation 5, dan Nintendo Switch pada tanggal 15 September 2022. Tanggal rilis ini hanya untuk wilayah jepang. Yang mana untuk global masih harus menunggu beberapa bulan lagi setelah perilisan versi jepangnya.

Fairy Fencer F merupakan turn-based JRPG dengan nuansa fantasi yang dikembangkan oleh Compile Heart. Buat yang penasaran dengan seri game Fairy Fencer F, kalian dapat memainkan yang seri yang telah dirilis yaitu Fairy Fencer F dan juga Fairy Fencer F: Advent Dark Force. Kedua game ini dapat dimainkan di PC, Playstation 4, dan Nintendo Switch.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk memainkannya?

Tetap ikuti berita terkini seputar game di Gamefinity. Jangan lupa buat yang mau top up untuk game kesayangan bisa banget klik gamefinity.id.

ASUS Hadirkan Inovasi Terkini Lewat Dua Laptop Gaming ROG Terbaru

ASUS memperkenalkan dua laptop terbaru di acara peluncuran global bertajuk For Those Who Dare: Boundless Virtual Event. Dua laptop tersebut adalah ROG Strix SCAR 17 Special Edition, laptop gaming paling powerful dengan sistem pendingin canggih, serta ROG Flow X16, laptop gaming convertible dengan layar ROG Nebula Display HDR berukuran 16-inci yang dibekali sistem pendingin baru yang inovatif. Selain memperkenalkan dua laptop gaming terbaru, ASUS ROG juga mengumumkan update terbaru untuk ROG Citadel XV serta lini fashion ROG Slash terbaru.

ROG Strix SCAR 17 Special Edition

ROG Strix SCAR 17 Special Edition merupakan seri laptop gaming terbaru yang dibekali dengan hardware paling powerful serta system pendingin canggih untuk menghadirkan pengalaman gaming maksimal. ROG Strix SCAR 17 Special Edition menggunakan system pendingin berbasis vapor chamber yang dilengkapi liquid metal Thermal Grizzly Conductonaut Extreme sebagai thermal compound untuk CPU dan GPU-nya. Kombinasi tersebut membuat ROG Strix SCAR 17 Special Edition dapat tampil dengan TDP CPU maksimal di angka 65W serta TGP GPU maksimal di 175W dengan Dynamic Boost. ROG Strix SCAR 17 Special Edition memiliki performa super kencang dan mampu menghadirkan pengalaman gaming dengan framerate tinggi tanpa hambatan.

ROG Strix SCAR 17 Special Edition merupakan mesin gaming powerful yang telah dirancang agar sesi bermain game dapat dihadirkan tanpa bottleneck sama sekali. Berbekal CPU 12th Gen Intel® Core™ i9-12950HX dan GPU NVIDIA® GeForce RTX™ 3080Ti, laptop ini dipastikan dapat menjalankan semua game tanpa hambatan. Tidak hanya itu, ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga dibekali dengan memori DDR5 4800MHz berkapasitas 64GB serta penyimpanan PCIe SSD Gen4 yang dikonfigurasikan secara RAID 0 sehingga memastikan seluruh aplikasi dan game dapat beroperasi secara gesit.

Dari sisi layar, ROG Strix SCAR 17 Special Edition mengusung panel 17-inci dengan pilihan spesifikasi FHD 360Hz atau QHD 240Hz. Keduanya memiliki response time 3ms sehingga memberikan tampilan visual jernih dan responsif. ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga hadir dengan desain cyberpunk yang dipertegas melalui guratan pola teks unik di bagian belakang layarnya. Guratan tersebut dipasang menggunakan tinta khusus dan hanya dapat dilihat secara jelas Ketika terpapar sinar UV.

ROG Flow X16

ROG Flow X16 merupakan laptop gaming convertible yang ditenagai oleh CPU AMD Ryzen™ 9 6900HS serta GPU NVIDIA GeForce RTX™ 3070Ti. Sama seperti seri ROG Flow lainnya, laptop ini juga mendukung sistem GPU eksternal ROG XG Mobile. ROG Flow X16 juga mengusung layar 16-inci berteknologi ROG Nebula Display HDR, yaitu standar layar terbaik dengan panel Mini LED. Layar ROG Flow X16 mampu menghasilkan warna yang sangat kaya dan akurat dengan color gamut 100% DCI-P3, tingkat kecerahan hingga 1100 nits, mendukung HDR, dan menggunakan resolusi QHD.

Untuk mendinginkan komponen powerful yang ada di dalam laptop gaming fleksibel ini, ASUS menghadirkan fitur Frost Force Technology dan Pulsar Heatsink yang memanfaatkan tiga kipas untuk memastikan suhu seluruh komponennya tetap terjaga serta dapat terus menghadirkan pengalaman gaming yang optimal.

ROG Slash Terbaru dan Update Rog Citadel XV

Selain laptop gaming, ASUS ROG juga memperkenalkan lini fashion ROG Slash terbaru yang terdiri dari Crossbody Bag, Backpack, Hip Bag, Protective Laptop Bag, Cobra Buckle Cap dan Bucket Hat. Semua lini produk terbaru tersebut Kembali hadir dengan tema cyberpunk yang sangat erat dengan nuansa gaming, serta didesain menggunakan bahan premium untuk kualitas dan durabilitas tinggi.

Bersamaan dengan acara For Those Who Dare: Boundless Virtual Event, ASUS ROG juga mengumumkan update terbaru untuk ROG Citadel XV yaitu sebuah stage bernama SCAR Runner. Sebuah permainan parkour untuk satu orang yang terjadi di dunia ROG SAGA, stage terbaru tersebut dapat diunduh secara gratis dan langsung dapat dimainkan bersama fitur dan stage lainnya di ROG Citadel XV. Aplikasi ROG Citadel XV sendiri dapat diunduh secara gratis di Steam.

Dapatkan kesempatan untuk memenangkan ROG Strix SCAR 17 SE untuk 5 orang pemenang, ROG Slash Crossbody Bag dan ROG Slash Cobra Buckle Cap untuk 1 orang pemenang serta masih banyak hadiah lainnya, caranya cukup ikuti kontes yang diadakan oleh ASUS ROG di https://rog.asus.com/event/scar-runner/ semoga kamu yang beruntung ya!

Ayo Bergabung di ROG Community Indonesia

ASUS ROG Indonesia menghadirkan ROG Community Indonesia,  sebagai tempat untuk para pengguna setia laptop gaming ROG dan TUF berbagi pengalaman, bermain game bersama, dan berinteraksi langsung dengan #TeamROG. Segera bergabung dengan ROG Community Indonesia di Discord channel https://bit.ly/DiscordROGCommunityID dan Facebook Group https://bit.ly/ROGCommunityID.

Red Bull Akan Hadirkan Turnamen Esport Age Of Empires

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Dalam perayaan game Age of Empires yang telah berusia 25 tahun, Red Bull akan mengadakan turnamen esports dengan total prizepool mencapai US$550.000. Bersama dengan Microsoft, turnamen ini rencananya akan diadakan pada akhir Oktober nanti, dan akan bertempat di Kastil Heidelberg, Frankfurt, Jerman.

Tahun ini, franchise RTS ikonik besutan Microsoft Studios, Age of Empires, telah berusia 25 tahun. Dan dalam perayaan anniversary tahun ini, Microsoft yang bekerja sama dengan Red Bull akan mengadakan turnamen Esport yang akan berlokasi di Kastil Heidelberg, Jerman.

Dengan tajuk “Red Bull Wololo: Legacy“, turnamen Esports ini akan mempertandingkan 3 seri game Age of Empires, dengan total 52 orang pemain yang akan berpartisipasi. 8 orang pemain akan bertanding dalam game Age of Empires I: Definitive Edition, 20 pemain untuk game Age of Empires II: Definitive Edition, dan 16 pemain untuk game Age of Empires IV.

“Panjang umur sang raja!  Setelah rangkaian acara 2021 yang sangat sukses, kami dengan bangga mengumumkan bahwa Red Bull Wololo akan kembali untuk turnamen keenamnya, kembali lebih besar dan lebih baik dari sebelumnya.” Tulis Red Bull di laman web mereka.

“Untuk merayakan ulang tahun ke 25 seri Age of Empires, kami telah bermitra dengan Microsoft untuk membuat turnamen terbesar hingga saat ini.  Tiga gelar untuk membuktikan diri Anda, kesempatan yang tak terhitung untuk menonton idola Anda dan final LAN untuk usia – apakah Anda siap?”

Baca juga: Game Jadi Kambing Hitam Setelah Insiden Penembakan Massal

Turnamen Age Of Empires Persembahan Red Bull
Turnamen Age Of Empires Persembahan Red Bull

Turnamen Age Of Empires Persembahan Red Bull

Red Bull Wololo bukanlah seri turnamen esport baru. Hadir pertama kali pada tahun 2020, turnamen esports Age of Empires ini sempat mendapat perhatian di kalangan penggemar. Hal ini dibuktikan dengan raihan lebih dari 70.000 penonton, yang menyaksikan babak final turnamen tersebut, pada September tahun lalu.

Red Bull Wololo secara resmi didukung oleh Microsoft, selaku pengembang dari seri game Age of Empires. Setelah sebelumnya bermitra dengan Mogul, untuk seri turnamen esports Age of Empires II.

Turnamen persembahan Red Bull ini akan mempertandingkan tiga seri game Age of Empires, dan akan berlangsung pada tanggal 21 hingga 30 Oktober di kastil Heidelberg, Jerman.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di https://gamefinity.id/

Grand Final SEA Games: Timnas ML Indonesia Raih Medali Perak

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Grand Final cabang olahraga Esport Mobile Legend di SEA Games 2021, mempertemukan Indonesia berhadapan dengan Filipina. Laga final kali ini seperti partai final ulangan pada SEA Games 2019,  di mana saat itu Indonesia harus puas meraih medali perak.

Pada lagi final kali ini, Timnas Indonesia masih menurunkan roaster yang sama dengan pertandingan semi final kemarin yaitu. Albert, R7, CW, Sanz dan Vyn menjadi tim inti. Roaster ini memang menjadi team yang bermain efektif dan efisien pada pertandingan semifinal kemarin.

Baca juga : Tim Free Fire Indonesia Borong Emas dan Perak

Pada match pertama, roaster Indonesia sempat mengalami kesulitan karena harus menahan strategi Filipina yang mengandalkan Durability. Filipina menggunakan Baxia sebagai Jungler dengan 2 hero front liner seperti esmeralda dan Lolita dengan 2 dealer damage seperti Xavier dan Wanwan.

Grand Final Match keemapat
Match Keempat di Grand Final SEA Games 2021

Sementara itu untuk mengimbangi strategi Filipina. Tim Indonesia lebih memilih bermain obyektif sejak awal seperti menggunakan hero seperti popol & kupa, masha dan lylia. Albert memilih yang digunakan adalah Akai sebagai jungler dan Angela sebagai Roamer.

Perlawanan match pertama dikatakan game yang alot dengan waktu hampir 30 menit. Match pertama diamankan oleh Filipina, setelah berhasil mengambil 3 kali lord.

Pada match kedua, terjadi pertukaran hero jungler di mana Albert menggunakan Baxia dan Wise (Del Rosario) menggunakan Akai. Gameplay tim Indonesia berubah menjadi menguasai obyektif jungle dan rotasi yang cukup baik. Penggunaan hero xavier juga menjadi kunci tim Indonesia menjadi sulit untuk dilewati. Pada game kedua ini, Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Baca juga : PUBG Mobile Solo Berhasil Meraih Medali Perak

Memasuki match ketiga, lagi-lagi penggunaan hero tank sebagai jungler juga masih diminati. Kedua tim menggunakan hero jungler yang sama seperti match kedua. Hanya saja gameplay berubah, early game indonesia sempat tertekan. Sedangkan Indonesia dapat mengejar pada mid game setelah berhasil merebut lord saat team fight.

Sayangnya, Indonesia harus kalah setelah satu momen melakukan overcommit. Dengan cepat Filipina membalikkan keadaan dengan menhancurkan turret dan mengurung Indonesia dalam base turret. Kehilangan 4 pemain membuat Indonesia harus merelakan match ketiga.

Laga final menyisakan 1 match bagi Filipina, sedangkan 2 match bagi Indonesia. Memasuki match keempat kedua tima masih sama-sama menggunakan meta tank sebagai jungler. Calvin Winata atau CW pada match ini mendapatkan hero signature-nya yaitu, Wanwan.

Roaster Indonesia Grand Final
Roaster Indonesia di Grand Final SEA Games 2021

Early game tim Indonesia gagal mengamankan turtle sebanyak 2 kali. Meskipun masih bisa mengimbangi, match keempat akhirnya ditutup oleh kemenangan Filipina. Petaka buruk itu didapatkan melalui satu momen epik yang membuat para pemain Indonesia harus Wiped Out.

Filipina berhasil membawa pulang medali emas SEA Games, sedangkan Indonesia harus puas berada di urutan kedua dengan membawa pulang medali perak. Nice Try Timnas Mobile Legend Indonesia, Terima kasih sudah berusaha yang terbaik

Game Jadi Kambing Hitam Setelah Insiden Penembakan Massal

iGAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Video game kembali dituding sebagai “influencer” atas insiden penembakan massal di New York, Amerika Serikat. Ungkapan tersebut disampaikan oleh salah satu penyiar berita Fox News, yang menganggap bahwa “kondisi akhir-akhir ini semakin memburuk akibat video game yang semakin realistis”.

Dikutip dari laman web Kotaku, channel tv Fox News beberapa hari yang lalu menyiarkan pembahasan insiden penembakan massal di Buffalo, New York. Dalam perbincangan dengan salah seorang agen khusus senjata api dari Departemen Kehakiman AS, Bernard Zapor, sang penyiar menanyakan padanya mengenai “seberapa besar kemungkinan seseorang melakukan aksi penembakan akibat pengaruh video game“. Sang penyiar juga sempat mengutarakan pendapat tentang pengaruh dari kekerasan dalam video game, yang dirasa mempengaruhi generasi muda saat ini.

“Sepertinya keadaan menjadi jauh lebih buruk sejak video game menjadi sangat realistis dan penuh kekerasan.” Ucap Jon Scott, selaku pembawa acara. “Pernahkah Anda melakukan penelitian atau mengetahui bahwa video game cenderung hanya membuat orang tidak peka terhadap hasil sebenarnya dari menarik pelatuk (senjata api)?”

Mendengar pertanyaan sang penyiar,  Zapor pun menjelaskan sebab-akibat sebenarnya dari penembakan massal yang menurutnya tidak bisa dikaitkan secara langsung dengan video game.

“Saya pikir dalam hal sebab-akibat, apa yang ditunjukkan informasi kepada kita adalah ketika kita menjadi lebih kehilangan haknya sebagai individu, dan kelompok.” Balas Zapor. “Orang-orang meninggalkan kepercayaan misalnya, unit keluarga menjadi lebih kecil atau lebih terputus, kita hidup lebih jauh.” Lanjutnya.

“Kami berkomunikasi melalui media yang tidak pernah benar-benar ditujukan untuk manusia, yaitu online. Atau melalui SMS. Atau hal-hal semacam ini.  Kami terpisah sebagai manusia untuk memiliki koneksi yang membangun moralitas batin.”

Menurut Zapor, video game bukanlah akar masalah dari kasus-kasus penembakan massal yang pernah ia temui. Menurutnya, pemicu dari aksi penyerangan dengan senjata api adalah kurangnya aktivitas sosial secara langsung, karena generasi muda sekarang lebih suka berkomunikasi dengan ponsel dan media sosial. Yang kemudian mengurangi rasa empati mereka, untuk menghargai sesama manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Seri Live Action Alan Wake Akan Tayang Di Channel AMC

Peeringatan Kepada korban penembakan berutun
Presiden AS Joe Biden Mengunjungi Lokasi Penembakan

Penembakan Massal Di New York

Sebelumnya, pada hari Sabtu waktu AS, seorang pria kulit putih berusia 18 tahun bernama Payton Gendron menembaki sebuah supermarket di Buffalo, New York. Teror penembakan massal ini dilaporkan telah menelan 10 korban jiwa dan melukai tiga orang lain yang sebagian besar merupakan warga kulit hitam.

Setelah merencanakan kejahatannya di aplikasi Discord, Gendron dilaporkan berkendara sejauh 200 mil dengan perlengkapan taktis lengkap dan melakukan streaming penembakan di Twitch. Dan tidak hanya itu, ia bahkan mengaku tidak menyesal atas aksi pembunuhan tingkat pertama yang telah dilakukannya.

Suka dengan artikel ini?

Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di https://gamefinity.id/

Selain Season 3 Fire Force Dapatkan Game Mobile

GAMEFINITY.ID, PATI – Tak bisa dipungkiri popularitas serial Fire Force bisa dikatakan cukup bersaing dengan serial – serial shounen lainnya seperti Kimetsu No Yaiba maupun One Piece. Hal ini bisa dilihat dari pernyataan kodansha bahwa manga Fire Force sudah dicetak sebanyak dua puluh juta kopi di seluruh dunia. Manga Fire Force sendiri telah resmi berakhir pada bulan Februari 2022 kemarin. Meskipun telah berakhir di manga bukan berarti serial Fire Force berhenti begitu saja. Melalui halaman website resmi Fire Force, adaptasi anime untuk season ketiga resmi diumumkan. Tak hanya anime, Fire Force juga mendapatkan game mobile.

Fire Force
Teaser Fire Force Season 3

Fire Force Season 3

Sebelumnya Fire Force telah mendapatkan adapatasi anime sebanyak dua season. Dengan total episode untuk masing – masing season yaitu 24 episode. Tak ingin berakhir ditengah cerita, Anime Fire Force akan berlanjut kembali ke season tiga. Masih belum ada informasi lebih lanjut mengenai tanggal tayang hingga jumlah episode. Yang jelas season ketiga ini akan kembali melanjutkan cerita season dua yang berakhir di 2020 lalu.

Baca Juga : Valkyrie Connect Berkolaborasi Dengan Hololive

Adaptasi Dalam Game Mobile

Beralih ke proyek selanjutnya mengenai game mobile Fire Force yang berjudul Fire Force: Enbu no Shо̄. Kabarnya game ini akan menjadi game RPG gratis untuk mobile, baik Android maupun iOS. Mengikuti tradisi mobage pada umumnya, dapat dipastikan akan ada bumbu-bumbu gacha dan mikro transaction pada game ini. Mengenai seperti apa model gameplay yang dibawakan masih dirahasiakan. Mrs. Green Apple juga akan mengisi lagu tema pada game Fire Force: Enbu no Shо̄ berjudul “Enen”. Informasi lengkapnya bisa kalian cek di situs resminya.

Serial Fire Force merupakan manga karya Ookubo Atsushi yang diserialisasikan oleh Shounen Magazine pada tahun 2015 lalu. Manga bergenre shounen ini bercerita tentang perjalanan Shinra Kusakabe bersama kawan-kawannya dalam mengulik misteri di balik fenomena manusia api yang marak terjadi di masyarakat tokyo. Manga Fire Force telah diadaptasi dalam bentuk anime sebanyak dua season oleh studio David Production.

Bagaimana menurut kalian? Apa kalian tertarik mengikuti cerita Shinra baik dalam bentuk anime maupun game?

Tetap update berita seputar game di Gamefinity. Jangan lupa buat yang mau top up untuk game kesayangan bisa banget klik gamefinity.id