ASUS Republic of Gamers (ROG) hari ini mengumumkan ROG Strix XF 120, kipas pendingin pulse-width modulation (PWM) 120 mm 4-pin yang menyediakan profil akustik ultra-tenang di berbagai tuntutan kinerja dan aplikasi. Hal ini memberikan kombinasi optimal aliran udara (hingga 62,5 kaki kubik per menit) dan tekanan statis (hingga 3,07 mm H2O), memberikan fleksibilitas untuk digunakan dalam aplikasi pendinginan atau tekanan statis, termasuk sebagai radiator atau kipas pendingin CPU.
Dengan rentang operasi ekstensif 250 hingga 1800 rpm, kipas ini menawarkan presisi untuk menyesuaikan hingga serendah 250 rpm, dan kipas mati secara otomatis saat diatur ke siklus kerja PWM 0% untuk profil kebisingan sangat rendah saat menangani beban kerja yang lebih ringan.
Bantalan kipas MagLev
Bantalan kipas di ROG Strix XF 120 dilengkapi teknologi 360° Magnetic-Levitation (MagLev), yang menstabilkan rotor saat berputar dan mencegah kipas miring atau bergoyang. Hal ini meminimalkan gesekan, mengurangi kebisingan, dan melindungi kipas dari keausan seiring waktu, memberikan kinerja pendinginan yang luar biasa, pengoperasian yang sangat senyap, dan masa pakai yang diperpanjang hingga 400.000 jam.
Desain aerodinamis
Kipas pendingin ROG Strix XF 120 dirancang khusus untuk memaksimalkan volume dan kontrol aliran udara untuk kinerja yang optimal. Alur yang direkayasa secara presisi pada bilah kipas mengarahkan dan memfokuskan udara untuk mengalir dengan lancar di sepanjang bilah untuk mengurangi pemisahan aliran. Hal ini dapat meningkatkan kinerja kipas dan mengurangi kebisingan pusaran untuk meningkatkan akustik keseluruhan.
Sudut dan kelengkungan penyangga bingkai kipas dirancang dengan hati-hati untuk mengarahkan dan menyalurkan aliran udara dalam aliran yang sangat terfokus dan searah, yang meminimalkan turbulensi karena aliran udara terfokus meningkatkan tekanan statis. Selain itu, hub kipas yang diperkecil pada ROG Strix XF 120 memungkinkan bilah kipas lebih panjang dan memperbesar saluran aliran udara, yang menciptakan aliran udara lebih besar untuk peningkatan kinerja.
Profil akustik yang ultra senyap
ROG Strix XF 120 beroperasi tidak lebih tinggi dari 22,5 dB(A), memberikan kinerja pendinginan yang sangat senyap, dan bantalan serta dudukan anti-getaran mengurangi getaran dan mencegah bunyi berderak. Selain itu, bilah dan bingkai kipas terbuat dari 30% fiberglass untuk memperkuat dan mencegah lengkungan, yang memastikan daya tahan, kinerja, dan pengurangan kebisingan tambahan.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Sejak pertama kali diumumkan pada 2017, tidak banyak terdengar tentang kabar pengembangan Bayonetta 3. Pada 2020, Hideki Kamiya, direktur eksekutif Platinum Games, bersikukuh berkali-kali entri terbaru Bayonetta itu akan tetap rilis dan tidak dibatalkan sama sekali.
Dikabarkan pula pengembangan Bayonetta 3 berjalan sangat mulus.
Extended Trailer Bayonetta 3 ditampilkan dalam Nintendo Direct 2021
Terakhir kali terdengar kabarnya, Bayonetta 3 memperlihatkan cuplikan gameplay dalam extended trailer pada Nintendo Direct 2021. Kamiya mengumumkan entri terbaru Bayonetta itu akan rilis eksklusif di Nintendo Switch.
Trailer tersebut menampilkan cuplikan pertarungan Bayonetta dan satu demon. Trailer itu juga menampilkan outfit sang tokoh utama beserta para demon yang akan muncul.
Dalam acara itu, pihak Nintendo dan Platinum Games mengumumkan Bayonetta 3 akan rilis tahun 2022. Sayangnya, sejauh ini, belum ada kabar lebih lanjut, terutama tentang tanggal perilisannya.
Entri Terbaru Bayonetta Itu Akan Rilis Tahun ini
Pemain yang menantikan game ini mungkin tidak perlu khawatir. Menurut laporan keuangan Nintendo, Bayonetta 3 masih dijadwalkan rilis tahun ini. Sayangnya, masih belum ada kepastian tentang tanggal perilisan pastinya. Setidaknya, tidak ada rencana penundaan untuk merilis game ini.
Informasi lebih lanjut tentang Bayonetta3, terutama lebih banyak cuplikan gameplay dan tanggal perilisannya, mungkin akan ditampilkan dalam acara Nintendo Direct selanjutnya.
Jika Bayonetta 3 jadi dirilis tahun ini, Nintendo akan semakin sibuk dengan berbagai judul game high-profile besutannya.
Pada laporan keuangan yang sama, Nintendo juga mengumumkan Mario + Rabbids: Sparks of Hope dan Pokemon Scarlet serta Pokemon Violet akan rilis tahun ini. Belum diketahui pula kapan Metroid Prime 4 dan Advance Wars 1+2: Re-Boot Camp akan rilis. Sementara itu, masih ada Xenoblade Chronicles 3 yang akan rilis Juli ini dan juga Splatoon 3 pada September mendatang.
Apakah mungkin akan ada kejutan lagi dari Nintendo? Terutama tentang Bayonetta 3?
Sambil menunggu Bayonetta 3 rilis tahun ini, pemain bisa bermain Bayonetta dan Bayonetta 2 terlebih dahulu agar memahami ceritanya. Untuk berita game terbaru dari Nintendo, pantau terus di Gamefinity. Jangan lupa top up games dengan murah dan mudah di Gamefinity.
Razer™, brand lifestyle global terkemuka untuk para gamer, hari ini mengumumkan Viper V2 Pro, mouse gaming kompetitif nirkabel yang sangat ringan dikemas dengan teknologi mutakhir eksklusif dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pemain esports. Lebih ringan 20% dari Viper Ultimate, Viper V2 Pro menetapkan standar baru untuk kompetisi dengan switch generasi baru, memiliki masa pakai baterai yang lebih baik dan Focus Pro 30K Optical Sensor terbaru, sehingga menghasilkan mouse berperforma tinggi yang telah mencapai status legendaris di dunia esports.
Cepat. Ringan. Lebih Mematikan.
“Kami dengan hati-hati mempertimbangkan setiap gram Viper V2 Pro untuk memastikan bahwa dengan berat yang lebih ringan, namun tidak mengorbankan fitur lainnya,” kata Chris Mitchell, Kepala Divisi Gaming PC Razer. “Kami tidak puas dengan hanya mengurangi berat Viper V2 Pro di sini. Baik profesional esports maupun komunitas pengguna mouse memiliki peran penting dalam pengembangan Viper V2 Pro, termasuk mendengarkan opini mereka, apakah itu tentang peningkatan switch dan sensor atau sesuatu yang sederhana seperti mengoptimalkan tonjolan tombol samping.
“Saya pikir mouse ini dibuat untuk saya,” kata Jimmy “Marved” Nguyen, pemain VALORANT profesional untuk OpTic Gaming. “Bentuk dan beratnya sempurna di tangan saya, rasanya sudah sangat pas. Mouse ini tidak seperti yang lainnya.”
Saat menggunakan prototipe iterasi Viper terbaru, Marved baru-baru ini mencetak rekor Kill terbanyak selama VALORANT Champions Tour (VCT) 2022 dengan 35 kill, serta terpilih sebagai MVP Grand Final. OpTic Gaming mengambil tempat #1 di turnamen, menjadikan generasi Viper berikutnya sebagai bagian dari sejarah VALORANT bahkan sebelum produk dirilis.
Performa Terbaik di Jari Anda
Focus Pro 30K Optical Sensor baru Razer juga diungkap sebagai bagian dari Viper V2 Pro, dan mencapai akurasi resolusi lengkap sebesar 99,8%. Sensor baru yang kuat ini dilengkapi dengan fungsionalitas AI seperti Smart Tracking, Motion Sync, dan Asymmetric Cut-off untuk kinerja terbaik. Fitur Asymmetric Cut-off telah ditingkatkan untuk mendukung hingga 26 tingkat granular penyesuaian ketinggian sedangkan di versi sebelumnya hanya 3. Rangkaian kustomisasi yang lebih luas ini memungkinkan pengguna untuk mengatur jarak lift-off dan landing yang bisa dikonfigurasi sesuai gaya bermain penggunanya.
Dengan nuansa yang lebih taktil dan masa pakai klik yang lebih lama, Viper V2 Pro memperkenalkan Razer Optical Mouse Switches Generasi 3 terbaru yang menghilangkan masalah klik ganda dan penundaan debounce sepenuhnya. Switch baru ini dinilai untuk siklus hidup klik hingga 90 juta klik, meningkatkan proposisi nilai lebih dari 25% dari umur switch generasi sebelumnya.
Untuk Para Profesional
“Viper V2 Pro dibangun sepenuhnya bersama pemain terbaik di dunia, dengan tujuan untuk memberi mereka revolusi yang mampu meningkatkan performa mereka,” kata Flo Gutierrez, Direktur Global Esports di Razer. “Kami telah mengumpulkan feedback dari para pemain kami selama pengembangan mouse dan berkali-kali kami mendengar bahwa berat, sensor, dan switch adalah hal yang paling penting. Kami menitikberatkan ketiganya dan hasilnya sudah dapat terlihat: cobalah dan Anda tidak akan pernah melepaskannya.”
Setiap aspek mouse gaming penting bagi para pemain pro esports, hingga kustomisasi yang diberikan kepada pengguna. Viper V2 Pro sekarang dapat diisi ulang dengan kabel Type-C dan memiliki tombol kontrol DPI di bagian bawah mouse, memungkinkan sensitivitas fleksibel dengan cepat tanpa harus ke perangkat lunak. Grip tapes tambahan yang sudah dipotong ke bentuk Viper V2 Pro, dan sudah dilengkapi dengan kabel pengisian Razer Speedflex dan extender dongle USB HyperSpeed 2.4GHz, memastikan setiap gamer untuk sukses dengan cara bermainnya sendiri.
Mouse gaming nirkabel ringan yang memiliki performa terbaik sekarang telah tersedia dalam warna hitam dan putih.
HARGA & KETERSEDIAAN
Razer Viper V2 Pro – Rp 2.499.000
Razer Viper V2 Pro sudah tersedia di berbagai kanal online dan offline, seperti Razer.com, RazerStores, dan distributor resmi Razer.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi disini.
GAMEFINITY, Bandung – Dalam laporan keuangan terbarunya, Sony mengumumkan bahwa PlayStation 5 berhasil terjual total 19,3 juta unit. Akan tetapi, mereka hanya mampu menjual 2 juta unit pada kuartal terakhir (Q4 2021). Angka tersebut turun dari 3,3 juta unit yang terjual pada kuartal sebelumnya (Q3 2021).
Penurunan angka ini disebabkan oleh masalah logistik, terutama kelangkaan chip, pandemi, dan persaingan ketat.
Meski Tinggi, Angka Penjualan PlayStation 5 Malah Melenceng dari Target
Meski PlayStation 5 telah mencapai angka total 19,3 terjual di seluruh dunia, angka ini masih melenceng yang diinginkan pihak Sony. Sony juga berharap pada kuartal keempat 2022, angka penjualan unit PlayStation 5 akan meningkat drastis. Mereka menetapkan target sekitar 18 juta unit PlayStation 5 ikut terjual di seluruh dunia. Kemungkinan pula, ketersediaan chip juga mulai membaik.
Akan tetapi, angka ini kemungkinan akan berubah jika lockdown di China untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 memicu masalah logistik.
Angka Penjualan Game dan Pelanggan PlayStation Now
Sementara itu, penjualan game PlayStation 4 dan PlayStation 5 mengalami peningkatan. 70,5 juta unit game telah terjual pada kuartal terakhir, bertambah dari 61,4 juta unit pada kuartal sebelumnya. Game first-party PlayStation juga terjual sebanyak 14,5 juta unit pada kuartal yang sama.
Sony juga mengandalkan PlayStation 5 agar pemain membeli game melalui online download dan berlangganan PlayStation Plus. PlayStation Plus sendiri mencapai 47,7 juta pelanggan, turun dari 47,6 juta pada tahun sebelumnya.
PlayStation Plus nantinya akan diluncurkan ulang dengan tiga tier dengan fitur yang berbeda-beda. Ketiga tier itu Essential, Extra, dan Premium. Di Asia (tidak termasuk Jepang), layanan berlangganan milik PlayStation ini akan diluncurkan ulang pada 23 Mei 2022.
Secara keseluruhan, divisi Game & Network Service Sony menghasilkan senilai 5,1 miliar US dolar atau 665 juta yen pada kuartal terakhir. Sementara pendapatan selama 2021 dinilai datar, hanya 2 persen dibandingkan 2020.
Mengingat masih tingginya permintaan PlayStation 5 di seluruh dunia, Sony diharapkan dapat memproduksi lebih banyak unit dan meraup keuntungan lebih. Apakah mereka mampu mengatasi keterbatasan logistik ke depannya?
Untuk membaca lebih lanjut tentang laporan keuangan Sony, pemain dapat melihat laporan keuangannya.
GAMFINITY.ID, Kota Batu – FIFA, game sepakbola besutan EA, mengumumkan akan mengganti namanya mulai pada tahun 2023. EA sendiri mengumumkan bahwa FIFA akan berganti nama menjadi EA Sports FC. Hal ini terjadi dikarenakan EA yang mengakhiri kontrak kerjasama dengan Fédération Internationale de Football Association yang sudah berjalan selama 3o tahun.
Diumumkan pada sebuah post dalam sebuah blog, EA Sports mengatakan bahwa perubahan nama akan hadir setelah game FIFA selanjutnya, dengan informasi tambahan EA Sports FC pertama akan hadir pada Juli 2023.
“Sebuah panggung yang baru ini akan membawa kesempatan yang baru untuk berinovasi, berkarya, dan berkembang.”, kata Cam Weber, seorang GM Grup di EA Sports.
Weber juga memberi pernyataan tegas bahwa meskipun telah kehilangan lisensi penamaan, game ini masih akan tetap mempertahankan lisensi lainnya. Lisensi yang akan dijaga nantinya adalah, 19.000 lebih pemain, 700+ klub, 100+ stadion, dan 30 liga. Hingga saat ini FIFA masih belum memberikan pernyataan resmi.
Gambar Permainan dalam FIFA 22 | Indian Express
David Jackson, presiden dari EA Sports berbicara kepada BBC tentang beberapa hal yang akan berubah drastis. Ia menyatakan bahwa nama dan konten dari FIFA World Cup akan sedikit berbeda dari biasanya, namun untuk hal lainnya masih relatif sama.
Game FIFA terakhir yang akan dirilis EA dinyatakan akan membawa berbagai fitur dan konten terbanyak dari game FIFA yang pernah ada. Hal tersebut termasuk fitur baru, mode permainan baru, dan berbagai konten liga, klub, serta kompetisi baru. Weber juga menambahkan informasi lanjutan terkait EA Sports FC akan dipublikasikan pada Juli 2023.
EA sebelumnya telah memikirkan nama baru untuk menamai ulang seri game miliknya dan keputusannya jatuh pada EA Sports FC. Beberapa laporan menyatakan bahwa FIFA ingin menghargai lisensinya seharga US$1 Miliar setiap 4 tahun.
CEO dari EA, Andrew Wilson juga menyatakan bahwa lisensi seharga US$1 Miliar hanya untuk 4 huruf “FIFA” yang ada di tampilan depan sebuah box. Dia juga menambahkan bahwa dia berani untuk berargumen bahwa nama FIFA sendiri lebih dikenal sebagai sebuah video game dibandingkan sebagai nama sebuah organisasi.
Sebagai franchise tersukses dalam aspek penjualan dan after-sale di dunia, menarik untuk ditunggu bagaimana masa depan dari game ini. Pasalnya, dari awal game ini rilis, namanya adalah FIFA dan tidak pernah berganti-ganti.
GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Game lawas atau ada juga yang menyebutnya game klasik, memiliki pengertian yang berbeda-beda bagi setiap individu. Ada yang bilang kalau game lawas merupakan game yang rilis di zaman tahun 2000-an atau lebih tua, ada yang bilang game yang rilis di abad ke-20 dan masih banyak lagi. Namun, sesuai dengan namanya kita dapat sepemahaman bahwa game lawas sendiri merupakan sebuah game yang telah dirilis jauh di waktu yang lalu.
Seiring dengan perkembangan zaman yang juga memajukan teknologi. Industri game juga ikut berubah dengan menawarkan berbagai grafis, efek suara, dan aspek lain. Hal itu menjadi nilai dari sebuah game dan menjadi salah satu game unggulan.
Gambar Permainan dari NFS: MW 2005 | USGamers
Berkaca dari hal tersebut, maka game lawas seperti yang ada pada SNES, PlayStation 1, dan PC di tahun 1990-an hingga 2000-an akan kalah jauh bila dibandingkan dengan game-game modern saat ini. Akan tetapi, apakah hal tersebut dapat membuat game lawas menjadi tidak relevan lagi untuk dimainkan?
Menurut saya pribadi tidak, dan tidak akan terjadi. Hal itu karena ada sesuatu yang menjadikan orang akan suka dengan game lawas tersebut. Seperti hal-hal berikut ini
Game Lawas Lebih Dikenang
Sebagai seorang yang sudah bermain game sejak kecil, tentu saja saya memiliki banyak cerita dengan game-game lawas yang ada pada PlayStation 1 karena hanya konsol itu yang menemani saya di masa kecil. Ya, dapat dikatakan game lawas dapat membawa kembali nostalgia.
Seperti saya yang bermain kembali Crash Team Racing di laptop untuk membalaskan dendam kepada Dr. Oxide yang waktu kecil belum dapat saya kalahkan. Mungkin ada juga alasan orang lain yang ingin mengenang masa kecil dengan memainkan game yang ia mainkan pada saat itu.
Banyak yang beranggapan bahwa grafis dari game di tahun 1990-an adalah grafis yang sudah outdated. Memang, bila kualitas grafis tersebut digunakan dalam game yang rilis di tahun 2020-an dapat dikatakan outdated. Namun, di masanya, hal tersebut merupakan sebuah grafis yang dapat dikatakan sebagai grafis yang bagus.
Kita ambil contoh game berjudul Half Life yang ada di PC. Game tersebut merupakan salah satu game yang mengubah dunia game fps. Game besutan Valve ini mampu menembus skor 96 pada website di Metacritic. Dengan grafis yang jauh di bawah game fps modern seperti CoD Vanguard, Half Life mampu mengungguli dengan jarak skor yang begitu jauh.
Lalu, apa yang menjadi nilai dari Half-Life? Jawabannya adalah pengembangan dan inovasi. Half-Life sendiri dikembangkan pada tahun 1990-an dengan Quake Engine yang dimodifikasi, kualitas grafis yang revolusioner bila dibandingkan dengan Doom, dan konsep fresh dari sisi cerita dan cara penyampaiannya.
Hal tersebut membuat Half-Life menjadi gamemasterpiece yang dapat mengubah industri game hingga saat ini. Tanpa Half-Life mungkin kita tidak dapat bermain game fps kompetitif seperi Counter Strike yang awalnya merupakan mod dari Half-Life.
Pengembang yang Dulu Masih Punya Effort dan Inovasi
Kalian pasti mengenal Electronic Arts atau disebut EA. Pengembang dan penerbit yang terkenal akan microtransaction-nya ini dulu pernah mengembangkan sebuah game legendaris. Game tersebut adalah Need for Speed Most Wanted, game yang terkenal dengan permainan police chase miliknya yang hingga saat ini masih menjadi acuan.
Banyak pengembang lain yang juga merilis berbagai judul game legendaris sebelum menjadi perusahaan yang haus akan uang. Rockstar dengan GTA: SA, CapCom dengan Resident Evil 4, Ubisoft dengan Far Cry 2 yang revolusioner untuk membawa nilai realistis, CryTek dengan Crysis yang saat itu menjadi game paling berat untuk dimainkan, dan bahkan Nintendo yang masih dapat merilis judul game Mario sejak dulu hingga saat ini.
Hal ini menunjukkan bahwa game lawas rata-rata dibuat dengan sepenuh hati oleh pengembang untuk para pemain dan bukan hanya meraup keuntungan dengan menjual game yang disusul berbagai DLC yang terus berlanjut seperti GTA V.
Meskipun game modern juga banyak yang berkualitas seperti Elden Ring dan Red Dead Redemption 2, bukan berarti game lawas telah menjadi tidak relevan untuk dimainkan saat ini. Karena sebuah game tidak hanya dinilai dari kualitas grafis dan semacamnya, namun juga dinilai dari kandungan pada game tersebut.
Membawa nilai nostalgia, memberikan arah perubahan baru dalam dunia industri game, dan para pengembang yang masih berlomba untuk menjadikan game-nya sebagai game terbaik. Hal-hal tersebut juga merupakan salah satu nilai sendiri yang dapat mempengaruhi kualitas dari sebuah game, dan salah satu contohnya adalah beberapa judul game lawas. Ditambah lagi kemudahan akses ke beberapa game tersebut untuk bermain dengan menggunakan emulator.
Mau tahu opini para gamers terkait gameplay dan games lainnya dapat dilihat di Gamefinity. Jangan lupa untuk top upgames kesayangan kalian dengan mudah dan murah di Gamefinity.id