Category Archives: Game

Windah Basudara Gelar Charity, Erick Tohir Beri Apresiasi

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Windah Basudara, seorang YouTuber gaming terkenal di Indonesia, telah menunjukkan kepeduliannya kepada sesama dengan menggelar sebuah charity event yang mengharukan.

Dalam acara bertajuk “Windah Basudara Open Charity,” dia mengumpulkan dana untuk membantu mantan kiper Timnas Indonesia, Kurnia Meiga. Selain itu ada juga beberapa kampanye lain yang membutuhkan uluran tangan.

Windah Basudara: Popcat Untuk Negeri

Dilatar belakangi oleh semangat solidaritas dan rasa ingin membantu, Windah Basudara melakukan livestream yang dipadukan dengan permainan game Popcat. Livestream tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi para penggemar game, tetapi juga menjadi panggung untuk mengumpulkan dana bagi mereka yang membutuhkan.

Dalam waktu empat jam, acara live streaming yang digelar pada tanggal 11 Juli 2023 ini berhasil menyedot perhatian. Terpantau lebih dari 29 ribu orang penonton yang menyaksikan Windah Basudara. Semangat kebaikan dari komunitas Windah Basudara terpancar melalui donasi yang terus mengalir, mencapai total dana sebesar Rp 269.348.610.

Baca juga:

Demi mewujudkan target penggalangan dana yang lebih bulat, Windah Basudara dengan tulus menambah donasi pribadinya hingga mencapai angka Rp 270 juta. Dalam semangat keadilan dan kepedulian, dana tersebut dibagi rata ke dalam empat kampanye yang menjadi fokusnya.

Kurnia Meiga, eks kiper Arema Indonesia dan mantan pemain Timnas Indonesia, adalah salah satu penerima manfaat dari charity Windah Basudara. Windah Basudara memberikan kontribusi yang luar biasa dengan menyumbangkan sebesar Rp 50 juta untuk membantu biaya pengobatan Kurnia Meiga. Diketahui beliau sedang menderita penyakit.

Bantuan Untuk Terdampak Bencana Hingga Penyintas HIV

Windah Basudara Open Charity
Windah Basudara Open Charity untuk Kurnia Meiga dan Korban Lahar Dingin di Lumajang (Foto: Instagram/Windah Basudara)

Selain itu, ada tiga kampanye lain yang mendapatkan dukungan dari Windah Basudara Open Charity. Salah satunya adalah bantuan bagi korban terdampak lahar dingin di Lumajang, yang mengalami kesulitan akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Kemudian, anak-anak pejuang HIV juga mendapatkan perhatian dan bantuan melalui charity ini. Terakhir, bayi bernama Reyhan yang mengidap tujuh penyakit ganas juga menerima uluran tangan dari Windah Basudara.

Windah Basudara juga memberi bantuan untuk Pentintas HIV dan Penderita Penyakit Ganas
Windah Basudara juga memberi bantuan untuk Pentintas HIV dan Penderita Penyakit Ganas (Foto: Instagram/Windah Basudara)

Meskipun Indonesia tidak berhasil masuk ke 10 besar dalam permainan Popcat, Windah Basudara tetap memenuhi janjinya. Janji Windah adalah dengan menambahkan Rp 50 juta dari uang pribadinya. Semangat dan komitmen Windah Basudara untuk membantu sesama merupakan bukti nyata bahwa kebaikan tak mengenal batas dan populasi. Bermain game hanyalah medium yang mempersatukan hati yang peduli.

Baca juga:

Ketum PSSI Beri Apresiasi untuk Windah Basudara

Aksi mulia Windah Basudara dalam menggalang dana dan menyebarkan kebaikan juga mendapatkan apresiasi yang layak. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kepedulian Windah Basudara dalam membantu mantan kiper Timnas Indonesia, Kurnia Meiga.

Erick Thohir juga berharap agar semangat kebaikan yang dipraktikkan oleh Windah Basudara dapat menyebar dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli pada sesama.

Dalam momen Windah Basudara Open Charity, kita tidak hanya melihat seorang YouTuber gaming terkenal, tetapi juga seorang individu yang memiliki kepedulian yang besar terhadap kesejahteraan sesama. Aksi mulia ini akan terus diingat dan menjadi cermin bagi kita semua untuk selalu membantu mereka yang membutuhkan, serta memperkuat semangat kebaikan dalam diri masing-masing.

Demikian pembahasan Windah Basudara Gelar Charity, Erick Tohir Beri Apresiasi. Ikuti akun resmi Gamefinity di Facebook, Instagram, dan TikTok. untuk mendapatkan informasi terupdate. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Penggemar Sebut Bali Major sebagai Major Dota 2 Terburuk!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Bali Major menjadi turnamen Major Dota 2 terakhir tahun ini yang digelar tahun ini sekaligus telah berakhir dengan pertandingan bersejarah antara Team Liquid dan Gaimin Gladiator. Keduanya sudah tiga kali berturut-turut saling bertemu di sebuah grand final. Pertandingan final itu dimenangkan oleh Gaimin Gladiator.

Meski menjadi saksi momen bersejarah, nyatanya Bali Major menuai kritik dan kontroversi di kalangan penonton. Mereka menyebut Bali Major sebagai turnamen Dota 2 terburuk yang pernah digelar. Jadi apa yang terjadi?

Kontroversi Staging Venue dan Harga Tiket

Major terakhir musim ini telah digelar di Ayana Resort Jimbaran di Bali. Dari venue-nya, tampaknya sangat menjanjikan berkat pemandangan alam dari Jimbaran, menjadikannya seperti liburan esports mewah selama tiga hari.

Bali Major ticket price

Tiket 3-day pass standar untuk menyaksikan Bali Major secara langsung bahkan dibanderol seharga US$388. Harga tersebut sudah memicu kritikan penggemar sebagai tidak masuk akal. Tidak hanya itu, harga tersebut juga melampaui rata-rata gaji bulanan pekerja di Indonesia. Sementara itu, harga tiket 3-day pass VIP-nya terjual seharga US$888.

Baca juga:

Bali Major main stage

Saat event tersebut berlangsung mulai dari playoffs, penggemar mengemukakan kekecewaannya karena venue tersebut tidak sebanding dengan harga yang sangat mahal. Alih-alih panggung indoor, pihak penyelenggara memilih untuk menggelar Bali Major di panggung outdoor. Tidak sedikit yang membandingkan tampilan venue itu sangat mirip dengan undangan pernikahan ala Indonesia.

Bahkan, masalah teknis juga terjadi selama turnamen berlangsung. Pemain dan penggemar mengeluhkan maslaah jaringan internet yang tdak stabil sampai memicu jeda. Sementara itu, penonton mengeluhkan live streaming sering sekali mengalami masalah teknis, yaitu layar hitam, lag, dan kualitas audiovisual buruk.

Penggemar sebut Bali Major sebagai Turnamen Major Dota 2 Terburuk

Karena deretan masalah teknis dan kondisi venue yang tidak sebanding dengan harga tiket, tidak sedikit penggemar yang mengecap Bali Major sebagai turnamen Dota terburuk sepanjang masa.

Penggemar membanding-bandingkan Bali Major dengan Lima Major dan Shanghai Major yang juga dicap sebagai Major terburuk. Masalah saat Lima Major berlangsung tidak jauh berbeda, terdapat cukup banyak penundaan dan masalah teknis. Lain cerita dengan Shanghai Major, selain masalah teknis, terdapat pula kasus pencurian barang pribadi pemain di hotel. Bahkan, Gabe Newell memecat host dan perusahaan produksi yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan acara itu.

Selain itu, angka tontonan Bali Major lebih rendah daripada Major lain musim ini, yaitu 475.421 menurut Dexerto. Sementara itu, Lima Major memiliki angka tontonan lebih tinggi, yaitu 491.359.

Microsoft Menang Lawan FTC Perihal Akuisisi Activision Blizzard

GAMEFINITY.ID, Bandung – Hasil persidangan antara Microsoft dan Federal Trade Commission (FTC) akhirnya sudah terungkap! Hakin Jacqueline Scott Corney menetapkan Microsoft menjadi pemenang dari sidang tersebut. Beliau juga menolak permintaan FTC untuk menjatuhkan preliminary injunction demi mencegah proses akusisi Microsoft terhadap Activision Blizzard.

Persidangan antara Microsoft dan FTC telah berlangsung selama lima hari semenjak 22 Juni 2023 untuk menentukan nasib akuisisi Activision Blizzard senilai US$68.7 miliar. Pihak FTC mengajukan preliminary injunction demi mencegah Microsoft mengesahkan akuisisi tersebut. Kedua belah pihak sudah menyampaikan argumen penutup pada 2 Juli 2023.

Hakim Putuskan Microsoft sebagai Pemenang Sidang

Microsoft victory against FTC about Activision Blizzard

“Akuisisi Activision oleh Microsoft telah disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah teknologi. Hal itu layak mendapat pengawasan, itupun sudah terbayar: Microsoft telah berkomitmen dalam tulisan, pada publik, dan selama persidangan untuk mempertahankan Call of Duty di PlayStation selama 10 tahun bersama dengan Xbox. Mereka sudah membuat kesepakatan dengan Nintendo untuk membawa Call of Duty ke Switch. Dan mereka juga menyetujui beberapa kesepakatan untuk bertama kalinya untuk membawa konten Activision pada beberapa layanan cloud gaming,” ungkap hakim Jacqueline Scott Corney dalam menetapkan hasil sidang itu.

Pihak pengadilan menyebut telah mendapati FTC sudah gagal mempertahankan klaimnya bahwa merger antara Microsoft-Activision Blizzard dapat merugikan persaingan pasar game. Oleh karena itu, mereka menolak permintaan preliminary injunction.

Persidangan tersebut berlangsung sangat dramatis. Cukup banyak detail yang terungkap saat itu. Salah satunya adalah ambisi Microsoft untuk mengakuisisi Bethesda, termasuk saat mengetahui Starfield awalnya jadi game eksklusif PlayStation. Argumen tentang Xbox Game Pass dari CEO PlayStation Jim Ryan yang mengklaim semua publisher tidak menyukai sistem itu mencuat.

Baca juga:

Ini Reaksi Kedua Belah Pihak

Microsoft dan Activision Blizzard tentu saja menyambut gembira hasil persidangan itu. Mereka sangat berterima kasih pada pengadilan atas proses persidangan yang cukup cepat.

“Kami berterima kasih pada pengadilan di San Fransisco karena keputusan cepat dan mendalam ini dan berharap yurisdiksi lain akan terus berupaya dalam menetapkan resolusi tepat waktu,” ungkap Brad Smith, presiden Microsoft.

“Kami berterima kasih pada pengadilan untuk menentukan kami yang menang. Bukti yang ditunjukkan membuktikan kesepakatan Activision Blizzard baik untuk industri dan klaim FTC tentang konsol, layanan berlangganan multi-game, dan cloud tidak menunjukkan kenyataan terhadap pasar game,” ungkap Phil Spencer, CEO Xbox.

“Merger kami akan menguntungkan konsumen dan karyawan. Ini akan bermanfaat untuk kompetisi alih-alih memungkinkan pemimpin pasar yang terus dominan dalam industri kami,” tambah Bobby Kotick, CEO Activision Blizzard.

Dalam pernyataan pada IGN, pihak FTC mengaku kecewa dengan hasil pengadilan tersebut. Mereka mengaku akan terus melindungi konsumen dan mempertahankan kompetisi.

“Kami kecewa dengan hasil ini mengingat merger ini mengancam persaingan terbuka di cloud gaming, layanan berlangganan, dan konsol. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan mengumumkan langkah selanjutnya untuk terus berjuang demi melestarikan persaingan dan melindungi konsumen,” tutur Douglas Farrar, perwakilan FTC.

Saat ini, Microsoft dan Activision Blizzard harus menghadapi Competition Markets Authority (CMA) Inggris yang memblokir merger karena dampak terhadap cloud gaming. Microsoft sendiri sudah mengajukan banding dan persidangan akan berlangsung pada 28 Juli hingga 4 Agustus 2023.

Terlebih lagi, Microsoft memiliki batas waktu 18 Juli 2023 untuk resmi menyelesaikan akuisisi Activision Blizzard. Jika batas waktu itu terlewatkan, mereka harus bernegosiasi ulang atau membayar US$3 miliar untuk membatalkan merger itu.

Perselisihan Epic Games VS Apple Berlanjut Ke Mahkamah Agung

GAMEFINITY.ID, PATI – Perselisihan Epic Games dan Apple telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Kini perselisihan itu bergerak ke level yang lebih tinggi. Kasus ini telah mencapai pintu gerbang tertinggi sistem peradilan Amerika Serikat, Mahkamah Agung.

Awal Perselisihan

Perseteruan antara Apple dan Epic Games dimulai pada Agustus 2020. Saat itu Epic secara sengaja melanggar ketentuan kontrak dengan Apple dalam game populer mereka, Fortnite mobile. Epic mengizinkan para pemain Fortnite di perangkat iOS untuk melakukan pembelian in-game langsung melalui sistem pembayaran mereka sendiri.

Dengan cara ini Epic game dapat menghindari persentase biaya 30% yang dikenakan oleh Apple pada transaksi melalui App Store. Apple merespons dengan menghapus Fortnite dari App Store. Tindakan tersebut pada akhirnya memicu gugatan hukum dan berbagai pertukaran pernyataan yang tajam antara kedua perusahaan.

Baca Juga:

Argumen Epic Games

Epic Games, pengembang Fortnite, berpendapat bahwa Apple mengeksploitasi posisi monopoli mereka dengan memaksa pengembang game untuk menggunakan sistem pembayaran dalam aplikasi mereka dan mengenakan biaya 30% pada setiap transaksi.

Perselisihan Epic Games
Apple dan Epic Games berselisih karena sesuatu hal

CEO  Epic Games Tim Sweeney mengklaim bahwa ini adalah praktik bisnis yang tidak adil dan menghalangi persaingan yang sehat dalam industri game. Ungkapan tersebut dia bagikan melalui akun twitternya. Mereka juga mendukung akses ke toko aplikasi pihak ketiga di iOS yang akan memungkinkan pengembang untuk menghindari persentase yang dikenakan oleh Apple.

Baca Juga:

Argumen Apple

Sementara itu, Apple mempertahankan posisi mereka dengan mengklaim bahwa mereka menyediakan platform yang aman dan terpercaya untuk pengembang game.

Apple berpendapat bahwa biaya 30% adalah standar industri yang wajar untuk layanan yang mereka berikan, termasuk distribusi, pemeliharaan keamanan, dan manfaat lainnya. Apple juga menekankan bahwa pengembang memiliki pilihan untuk membangun aplikasi mereka untuk platform lain jika mereka tidak setuju dengan kebijakan App Store.

Keputusan Akhir Epic Vs Apple

Keputusan Mahkamah Agung dalam kasus ini dapat memiliki dampak signifikan pada industri game dan hubungan antara platform digital dan pengembang.

Epic masih belum mengajukan bandingnya ke Mahkamah Agung. Namun mengingat cara kedua perusahaan saling mempertahankan argumen mereka di pengadilan, Epic mungkin akan melakukannya. Tentu saja tidak ada indikasi kapan mereka akan mengajukannya. Bisa kita asumsikan bahwa keputusan akhir akan memakan waktu beberapa bulan lagi.

Bagaimana menurut kalian? Kunjungi Gamefinity untuk asupan Informasi seputar game, film, anime, lifestyle, dan pop culture. Nikmati juga kemudahan top up dan  voucher games kesayangan kalian dengan harga di Gamefinity.id

VCT Ascension Pacific 2023: Bleed Esports Sabet Gelar Juara

GAMEFINITY.ID, Bandung – VCT Ascension Pacific telah berakhir pada 9 Juli 2023 dengan babak final antara Bleed Esports asal Singapura dan SCARZ asal Jepang. Ternyata, Bleed Esports berhasil mengalahkan SCARZ dengan total kemenangan 3-0 di grand final, menjadikan mereka sebagai juara!

Valorant Champions Tour (VCT) Ascension Pacific telah digelar dari 28 Juni hingga 9 Juli 2023. Turnamen tersebut dihadiri oleh 10 tim regional perwakilan negara Asia, yaitu Malaysia dan Singapura, Jepang, Korea, Filipina, Indonesia, Thailand, Oceania, Hong Kong, Vietnam, Taiwan dan Hong Kong, serta Asia Selatan.

Perjuangan Bleed Esports seeblum Final VCT Ascension Pacific

Bleed Esports telah menjadi salah satu tim terkuat sekaligus kandidat terkuat untuk memenangkan VCT Ascension Pacific. Saat group stage, mereka berhasil menduduki posisi terpuncak di Group Alpha dengan total 3 kali kemenangan dan 1 kali kekalahan, membuat mereka langsung lolos ke semifinal.

Bleed kemudian berhasil memenangkan pertandingan semifinal melawan Boom Esports asal Indonesia. Tim asal Singapura itu berhasil menggapai kemenangan 2-1 terhadap Boom Esports dalam pertandingan bersistem Best-of-Three.

Baca juga:

Pertandingan Final antara Bleed dan SCARZ Berlangsung Cukup Sengit

VCT Ascension Pacific grand final Bleed Esports win

Dilansir dari IGN, pertandingan antara Bleed Esports dan SCARZ berlangsung sangat sengit. Bleed Esports sudah langsung mendominasi pertandingan dalam match pertama di map Haven. Bleed berhasil memenangkan match pertama dengan skor 13-9.

Match kedua mengambil map Bind. Sekali lagi Bleed berhasil dominan dengan skor 13-2 setelah membaut SCARZ seperti tidak berkutik.

Pada game terakhir, SCARZ sempat memenangkan delapan match, namun Bleed akhirnya berhasil melawan balik. Pada akhirnya, Bleed Esports membuktikan mereka dapat menang dengan skor 13-8, menjadikan kemenangan mereka dengan skor 3-0 selama final berlangsung.

Bleed Esports resmi menjadi juara VCT Ascension Pacific setelah mengalahkan SCARZ di babak final. Mereka memperoleh hadiah uang tunai senilai US$20.000. Ditambah, mereka berhak berpartisipasi di VCT Pacific League 2024. Sementara itu, Nutchaphon “sScary” Matarat dinobatkan sebagai MVP berkat penampilannya di final. Salah satu performa terbaik eScary saat ia melakukan 1v4 clutch play yang memicu kemenangan Bleed di match pertama.

Stumble Guys Segera Rilis di Konsol! Xbox Dapat Duluan!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Stumble Guys, game battle royale obstacle course yang mengikuti formula Fall Guys, telah mengejutkan semua orang dengan popularitasnya. Baru-baru ini, Kitka Games dan Scopely mengumumkan game besutan mereka itu akan merambah ke konsol, dengan konsol Xbox kebagian terlebih dahulu.

Meski pada awalnya dicap sebagai clone Fall Guys, Stumble Guys berhasil bersinar dan menjangkau audiens lebih luas. Kitka Games memanfaatkan game besutan mereka itu dalam platform PC dan mobile serta free-to-play (Fall Guys awalnya rilis sebagai game berbayar hingga 2022 saat menjadi free-to-play dan saat ini belum tersedia di mobile).

Baca juga:

Stumble Guys Akan Rilis di Konsol Xbox dengan Fitur Cross-Play dan Cross-Progression!

Terungkap saat ID@Xbox Showcase, sebuah event showcase game indie yang akan datang di Xbox, Stumble Guys dipastikan akan mendapat versi konsolnya. Konsol Xbox One dan Xbox Series X|S menjadi konsol pertama yang kebagian, sementara konsol lain seperti PlayStation dan Nintendo Switch akan menyusul.

Kabar baiknya lagi, Stumble Guys versi Xbox akan menyediakan fitur cross-platform. Pemain yang sebelumnya menikmati versi PC dan mobile-nya bisa menggiring progession-nya saat bermain di versi konsolnya. Sementara itu, fitur cross-play akan tersedia setelah peluncuran, maka pemain PC, mobile, dan konsol bisa bermain bersama secara online.

Popularitas Tetap Meroket, Apa yang Membedakannya dengan Fall Guys?

Stumble Guys on Xbox

Dilansir dari Polygon, Scopely mengaku Stumble Guys konsisten memiliki total puluhan ribu pemain aktif per minggunya. Mereka menyebut kesuksesan itu berkat matchmaking yang cepat dan setiap round-nya berdurasi 90 detik. Keunggulan lainnya adalah tersedianya di mobile, sesuatu yang menjadi kekurangan bagi Fall Guys.

Awalnya, Stumble Guys sering sekali disebut sebagai clone Fall Guys secara konsep dan tone wacky-nya. Namun, Kitka Gams dan Scopely telah berupaya keras untuk membuat game besutan mereka itu berbeda dan memiliki ciri khas. Mereka menambah sederetan minigame unik ke dalam playlist seperti kart racing dan first-person shooter. Lebih menariknya lagi, terdapat fitur Tournament di mana pemain dapat saling bersaing demi memenangkan grand prize berupa Gems.

Stumble Guys akan segera tersedia di Xbox One dan Xbox Series X|S. Bagi pemain Xbox yang berminat, kalian bisa melakukan pre-register di laman resminya dan dapatkan kesempatan mendapat keuntungan seperti akses beta serta reward.