GAMEFINITY, Jakarta – God of War: Ragnarok adalah game aksi-petualangan yang sangat dinantikan oleh banyak penggemar di seluruh dunia. Game ini akan menjadi lanjutan dari seri God of War sebelumnya, yang telah menjadi salah satu seri game paling populer dalam sejarah game.
Setelah God of War: Ragnarok rilis eksklusif di konsol PS 4 dan PS 5 pada 9 November 2022, kabar gembira datang bagi para penggemar pengguna PC. God of War: Ragnarok akan segera dirilis di PC, menurut beberapa sumber yang kami telusuri.
Namun, untuk memainkan game ini di PC, diperlukan spesifikasi hardware yang cukup tinggi. Spesifikasi minimum untuk memainkan God of War: Ragnarok di PC adalah prosesor Intel Core i5-2500K atau AMD FX-6300, RAM 8GB, dan kartu grafis Nvidia GeForce GTX 660 atau AMD Radeon R9 270.
Namun, jika ingin menikmati game ini dengan grafis yang lebih baik, dibutuhkan spesifikasi yang lebih tinggi lagi, seperti prosesor Intel Core i7-4770K atau AMD Ryzen 5 1600, RAM 16GB, dan kartu grafis Nvidia GeForce GTX 1060 atau AMD Radeon RX 580.
Menariknya, versi PC dari God of War: Ragnarok akan mendukung 4K dan ultrawide monitor, memberikan pengalaman bermain yang lebih memukau.
Saat ini memang belum ada informasi pasti mengenai tanggal rilis resmi untuk versi PC dari game ini. Namun, ada sebuah petunjuk dari Kepala Playstation Studio, Hermen Hulst. Beliau menerangkan bahwa kita dapat melihat game Playstation yang populer ini akan hadir di PC setahun setelah dirilis.
Kesimpulan yang didapat dari pernyataan tersebut, kemungkinan God of War: Ragnarok akan rilis di PC di bulan November 2023.
Dengan dirilisnya God of War: Ragnarok di PC nantinya, diharapkan game ini dapat menjangkau lebih banyak penggemar di seluruh dunia dan memberikan pengalaman bermain yang lebih baik dengan grafis yang lebih tinggi dan dukungan monitor yang lebih luas. Bagi para penggemar yang tidak memiliki konsol PlayStation, inilah kesempatan kamu untuk memainkan game ini di PC kamu sendiri.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah penantian lama dari penggemar setia, The Last of Us Part 1 akhirnya sudah rilis di PC melalui Steam dan Epic Games Store. Namun, game besutan PlayStation dan Naughty Dog itu nyatanya mendapat kritikan negatif atau lebih tepatnya review bomb karena masalah performa.
The Last of Us Part 1 Versi PC Dikritik karena Masalah Performa!
The Last of Us Part 1 versi PC dikritik karena masalah performa
Pemain The Last of Us Part 1 versi PC telah mendapat kecaman dari pemain karena deretan masalah performa. Mulai dari crash setiap 20 menit walau sudah memiliki specs melebihi rekomendasi, glitch visual, hingga loading yang sangat lama sebelum mulai bermain.
Masalah performa seperti ini tentu memicu kekecewaan pemain terhadap optimisasi game-nya. Pada 29 Maret 2023, game ini mendapat skor 33% di Steam, menandakan mayoritas review berupa negatif.
Pihak Naughty Dog merespon bahwa mereka mengetahui masalah performa seperti ini. Pihaknya memastikan mereka saat itu sedang menyelidiki berbagai masalah performa dan menjanjikan patch untuk memperbaikinya.
Naughty Dog Sudah Merilis Patch untuk Perbaikan Masalah Tersebut
Per hari ini, Naughty Dog sudah merilis patch baru di Steam dan Epic Games Store. Patch tersebut berisi perbaikan pada beberapa masalah performa dan yang berkaitan dengan hitch. Patch tersebut berukuran 36 MB di Steam.
Naughty Dog kemudian merilis satu lagi hotfix yang mengatasi masalah penggunaan memori, performa, dan “additional diagnostic” untuk membantu tim pengembang. Pihaknya telah menambah informasi extra crash diagnostic untuk membantu tim pengembang menyelidiki crash terkait dengan shader dan masalah stabilitas lainnya. Saat artikel ini ditulis, The Last of Us Part 1 mendapat skor 39% di Steam, naik dari 33% saat hari perdana perilisannya.
Kebanyakan versi PC dari beberapa game PlayStation sebenarnya tidak memiliki masalah saat peluncuran. Versi PC dari Horizon Zero Dawn juga sempat mengalami beberapa masalah saat perilisan, walaupun akhirnya masalah itu teratasi melalui patch.
Iron Galaxy menjadi pengembang yang bertanggung jawab dalam pembuatan port PC dari The Last of Us Part 1. Perusahaan tersebut juga membuat port PC dari Uncharted: Legacy of Thieves Collection.
GAMEFINITY, Jakarta – Gadis Kecil Ayah menjadi misi ketujuh di GTA 5. Masih tentang keluarga Michael, sebelumnya masalah karena istrinya selingkuh, yang berurusan dengan Bos Kartel. Masalah juga dengan anaknya yang diam-diam menjual kapal pesiar Michael. Kali ini Michael akan menemukan masalah pada putrinya, Tracey.
Misi dimulai dengan cutscene Michael yang ingin bersantai menonton tv sambil makan snack, tiba2 terganggu oleh suara Jimmy yang sedang bermain game. Setelah berdebat, akhirnya mereka berdua sepakat untuk bersepeda di Pantai Vespucci.
Masuk ke dalam mobil dengan Jimmy untuk pergi ke Pantai. Sesampainya disana, pergi ke rental penyewaan sepeda dengan berjalan kaki. Kemudian gunakan sepeda untuk memulai balapan dengan Jimmy. Tak perlu mengayuh dengan cepat sebab Michael tidak dalam kondisi prima. Lagipula Jimmy mengayuh jauh lebih lambat, jadi kayuh biasa saja menuju dermaga.
Persyaratan Medali Emas “Stabilizer”
Hindari memukul NPC, jauhi tembok dan berhati-hatilah. Michael tidak benar-benar perlu memenangkan perlombaan.
Saat sampai di dermaga, sebuah cutscene memperlihatkan perdebatan kecil mereka. Michael mengungkit masalah kapal pesiarnya. Tak mau disalahkan sendiri, Jimmy mengadukan Tracey, putrinya juga suka buat masalah. Jimmy bilang kalau Tracey sedang di kapal pesiar bersama orang-orang terkenal. Michael tak percaya, Jimmy langsung menunjuk ke arah kapal pesiar yang tidak jauh dari dermaga. Spontan Michael membuka baju dan berenang menuju kapal.
Persyaratan Medali Emas “Faster Than Fish”
Berenang ke kapal dalam waktu 1 menit. Pahami arus ombak dan berenang dengan cepat. Berenang di bawah air lebih cepat dibandingkan di atas air.
Saat sampai di kapal, Michael melihat putrinya sedang menari di depan banyak orang. Kesal melihat hal seperti itu, Michael langsung menghampiri sembari membuang speaker dan menyuruh anaknya untuk pulang bersama Michael. Michael mencuri jetski dan berkendara dengan Tracey. Pemilik kapal tidak terima dan berusaha mengejar Michael dan Tracey.
Persyaratan Medali Emas “Fastest Speed”
Bunuh mereka saat masih dekat dengan kapal, kemudian pergi ke tempat Jimmy dengan kecepatan penuh. Condongkan tubuh ke depan agar kapal turun lebih cepat saat menghantam ombak, dengan begitu akselerasi bisa lebih cepat. Berjalan sejajar dengan pantai atau ombak juga mempercepat kapal dan tidak menghantam ombak.
Misi selesai saat sudah menemui Jimmy. Tracey memarahinya beserta ayahnya, kemudian mereka berdua pulang dengan taxi dengan meninggalkan ayahnya. Cutscene menampilkan Michael merokok di dermaga sembari menatap laut.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah sederetan perusahaan game besar seperti Xbox, Nintendo, Ubisoft, dan Sega memutuskan untuk absen, E3 2023 akhirnya resmi dibatalkan. Keputusan ini sudah diumumkan oleh pihak penyelenggara Entertainment Software Association (ESA).
Ini dua kali berturut-turut ESA memilih untuk membatalkan E3. Padahal ESA sudah menjanjikan E3 tahun ini akan kembali sebagai acara langsung secara high profile. Tampaknya, acara pameran game itu lagi-lagi tidak jadi digelar. E3 sebelumnya juga dibatalkan pada tahun 2020 dan 2022 karena pandemi COVID-19.
Rekap Apa yang Terjadi sebelum Pembatalan E3 Tahun Ini
Tampaknya pertanda E3 tahun ini dalam masalah dimulai saat Nintendo, Microsoft, dan Sony dirumorkan tidak akan tampil pada Januari lalu. Kabar itu bahkan sudah dibenarkan Nintendo dan Microsoft yang memilih untuk menggelar event pameran game tersendiri.
Ubisoft awalnya berencana untuk hadir di E3 2023 walau CEO-nya, Yves Guillemot meragukan event tersebut akan jadi digelar. Pada akhirnya, Ubisoft berubah pikiran dan memilih untuk menggelar event sendiri, Ubisoft Forward Live. Baru-baru ini, Sega dan Tencent (Level Infinite) juga memilih untuk absen. Absennya ketiga pengembang besar itu juga berkontribusi membuat E3 terancam kembali batal.
E3 2023 Resmi Dibatalkan Karena Minimnya Minat Publisher
Sebelum pembatalannya, ReedPop membantu Entertainment Software Association untuk mewujudkan E3 2023
Pada akhirnya, ESA mengumumkan bahwa E3 2023 resmi dibatalkan, sesuai yang pertama kali dikabarkan IGN. Pihak ESA membenarkan kabar tersebut melalui email yang dikirimkan pada pers.
Email tersebut mengatakan bahwa E3 tetap menjadi event sekaligus event favorit bagi penggemarnya. Mereka menambah event 2023 tidak mampu menarik perhatian yang diperlukan yang akan memamerkan ukuran, kemampuan, dan dampak industri.
“Ini menjadi keputusan sulit karena semua usaha yang kami dan mitra kami kerahkan untuk mewujudkan event ini, tapi kami harus melakukan apa yang benar bagi industri sekaligus E3. Kami hormati dan pahami bahwa perusahaan yang tertarik tidak akan siap dengan demo playable dan tantangan sumber daya selama di E3 musim panas ini menjadi tantangan yang tidak dapat dihadapai. Bagi yang sudah berkomitmen pada E3 2023, kami mohon maaf tidak bisa menggelar pameran yang layak,” tulis Kyle Marsden-Kish, Global VP of Gaming dari ReedPop.
Walau penggemar harus kecewa bahwa E3 2023 batal digelar, Juni ini masih akan penuh dengan event pameran game. Summer Game Fest buatan Geoff Keightley akan digelar sebagai acara langsung dan virtual pada 8 Juni. Xbox Showcase tahunan beserta Starfield Direct akan digelar 11 Juni. Kemudian, Ubisoft Forward Live telah dijadwalkan pada 12 Juni.
GAMEFINITY, Jakarta – Kemunculan AI digadang-gadang membawa perubahan pada tatanan dunia. AI atau Artificial Intelligence merupakan sebuah Kecerdasan buatan yang memiliki basis data komputerisasi. Kesulitan-kesulitan manusia terhadap aktivitasnya akan menjadi terbantu. Tetapi, adanya AI yang awalnya untuk memudahkan perlahan-lahan mulai mengancam kehidupan manusia.
kecerdasan buatan atau AI, perlahan-lahan mulai menggeser manusia sebagai main character. Hal itu mulai menimbulkan histeria pada manusia yang merasa terpinggirkan. Dampaknya mulai meluas dengan adanya aksi “No AI Art” pada portofolio para seniman. Wajar saja AI kini mulai menjadi musuh, terutama bagi pelaku seni. Kehadiran AI apalagi seperti yang dikembangkan Adobe Firefly, dapat mematikan para seniman.
Tim Gamefinity, mulai melakukan penelusuran terkait keresahan yang terjadi dengan cara bertanya pada ChatGPT. Pertanyaan ini harusnya hanya dapat dijawab ketika seseorang memiliki pengalaman, tetapi hal ini dijawab oleh AI. Berikut ringkasan pertanyaan pada ChatGPT yang membuat tim Gamefinity terkaget.
Ringkasan dengan ChatGPT dan Histeria Kemunculan AI
Percakapan dimulai dengan pertanyaan apakah AI itu berbahaya atau tidak dijelaskan oleh ChatGPT. Dalam penjelasannya ChatGPT seolah memberikan penjelasan sekaligus membela diri. Kemunculan AI yang awalnya untuk membantu manusia dapat menimbulkan masalah. Hal itu juga sama diamini oleh Elon Musk, dengan mengeluarkan statement untuk memberhentikan proyek AI.
Jawaban ChatGPT ketika ditanya dengan pertanyaan menyudutkan “Tetapi AI menggeser manusia dari banyak pekerjaan?”
Sama seperti kemunculan revolusi industri yang dibarengi mesip uap dan mengubah kondisi pekerjaan. Kemunculan mesin uap memang membantu, tetapi membuat kesenjangan sosial dan ekonomi. Begitu juga dengan kemunculan AI, tentu saja makin mempermudah tetapi akan menimbulkan kesenjangan sosial dan ekonomi.
Kekhawatiran Mulai Timbul
Kekhawatiran atas munculnya AI mulai dirasakan bukan saja oleh pelaku seni, tetapi penggiat teknologi. Hal itu ditandai dengan munculnya sebuah petisi berjudul “Pause Giant AI Experiments: An Open Letter“. Petisi yang dipublikasikan di sebuah website futureoflife.org itu telah ditandatangani banyak orang, termasuk Elon Musk.
Kekhawatiran AI ini bermula pada hilangnya project-project yang dapat dilakukan oleh manusia dan tergantikan AI. Multifungsinya AI menjadi manfaat sekaligus permasalahan baru, efektifitas dan efisiensi pekerjaan membuat perusahaan memangkas pekerjanya. Pemangkasan ini yang menjadi hal yang dikhawatirkan akan memicu resesi sosial di masyarakat.
Bila berkaca pada film berjudul Black Mirror, Permasalahan kehidupan karena teknologi telah digambarkan secara nyata jauh sebelum ada keresahan ini. Oleh sebab itu, Kemunculan AI tidak terus menerus menjadi sebuah jawaban atas kesulitan manusia. Laju teknologi, khususnya perkembangan AI juga harus dikelola dengan baik sebelum menimbulkan masalah baru.
Dampak Kemunculan AI Adalah Perbudakan Jenis Baru
Bagaimana mungkin AI dapat menimbulkan perbudakan? pertanyaan yang sama muncul ketika Gamefinity mencoba bertanya pada ChatGPT. Pada dasarnya AI dianggap tidak mampu melakukan itu, tetapi permasalahan perbudakan jenis baru karena AI ini sudah terlihat. Beberapa hal yang mungkin terlinghat menyenangkan ternyata itu membuat seseorang terperangkap dalam AI.
Penggantian Pekerjaan: AI dapat menggantikan pekerjaan manusia pada sektor-sektor tertentu, seperti manufaktur dan transportasi. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya lapangan pekerjaan dan ketidakpastian ekonomi bagi masyarakat yang bergantung pada pekerjaan tersebut.
Keamanan Data: AI dapat digunakan untuk membobol atau memanipulasi data, yang dapat mengancam privasi dan keamanan data pribadi manusia.
Kecenderungan Bias: AI dapat menunjukkan kecenderungan bias yang tidak disengaja, tergantung pada data yang digunakan untuk melatihnya. Hal ini dapat menyebabkan ketidakadilan dan diskriminasi dalam keputusan yang dibuat oleh AI.
Ketergantungan pada Teknologi: Ketergantungan pada teknologi AI dapat membuat manusia kehilangan keterampilan dan kemampuan asli mereka dalam melakukan tugas-tugas tertentu, yang dapat membatasi kreativitas dan inovasi manusia.
Penggunaan Buruk: Seperti teknologi lainnya, AI dapat digunakan untuk tujuan yang buruk atau merugikan, seperti menciptakan senjata otomatis atau memanipulasi informasi untuk tujuan politik atau keuntungan pribadi.
Perbudakan manusia bukan saja persoalan manusia diperas harta dan tenaga tanpa bayaran. Tetapi, juga terkait dengan kehilangan kekuatan seseorang secara sosial yang mengakibatkan kehilangan haknya. Kemunculan Ai ini akan memungkinkan terjadinya permasalahan perbudakan jenis baru. Tentu saja hal ini perlu diawasi dan pembatasan yang sesuai agar tidak terjadi tsunami teknologi.
GAMEFINITY, Bekasi – Pemain telah memperhatikan detail menarik tentang ikon Elemental Skill untuk pengguna Hydro Sangonomiya Kokomi Genshin Impact. Ini adalah salah satu karakter pertama yang tiba di wilayah Inazuma pada update patch 2.1 bersama Electro Archon Raiden Shogun.
Siapakah Kokomi?
Kokomi dikenal sebagai Pendeta Tertinggi dari Pulau Watatsumi yang menangani urusan wilayah, mirip dengan pekerjaan Jean sebagai Acting Grandmaster di Mondstadt. Karakter bintang lima Genshin Impact ini juga merupakan ahli strategi militer yang cekatan. Hal ini terbukti dari prestasinya yang dapat mencegah kemenangan Komisi Tenryou melawan Tentara Watatsumi.
Banner Kokomi Genshin Impact yang Banyak Skip Saat Rilis Dulu
Walaupun kokomi adalah salah satu karakter bintang lima pertama di Inazuma, banyak pemain yang melewatkan banner rilisnya Kokomi. Salah satu alasan utamanya mungkin karena ia ditempatkan di banner pada patch yang sama dengan Inazuma Archon Raiden Shogun yang muncul di bagian pertama update. Dulunya, Kokomi secara masif dianggap hanya versi Barbara bintang lima yang sedikit lebih kuat. Namun, rilisnya elemen Dendro baru-baru ini telah membuat Kokomi menjadi pilihan yang berharga di meta saat ini.
Aplikasi Hydro-nya hampir tidak dapat ditandingi oleh karakter lain mana pun dalam game sehingga membuatnya menjadi pilihan utama untuk komposisi tim Bloom dan Hyperbloom. Reaksi unsur ini dapat dipicu dengan menggabungkan Hydro dan Dendro, dan menjatuhkan inti Dendro kecil yang meledak setelah beberapa saat. Berbeda dengan Bloom, Hyperbloom bisa dilakukan dengan adanya elemen electro. Pemain juga harus mencoba untuk mendapatkan karakter Hydro lain bernama Nilou yang seluruh perlengkapannya berputar di sekitar reaksi unsur ini.
Keunikan Elemental Skill Kokomi Genshin Impact
Sebuah posting baru oleh pengguna Reddit “Elecwizer” telah menunjukkan detail yang menarik tentang Elemental Skill Kokomi, The Shape of Water. Ikon skill ini sangat mirip simbol omega, huruf terakhir dalam abjad Yunani. Huruf ini juga digunakan sebagai simbol ohm yang merupakan satuan hambatan listrik dalam Sistem Satuan Internasional.
Desain ikonnya simbolis karena efek Ceremonial Garment yang diberikan oleh Elemental Skill Kokomi meningkatkan daya tahannya terhadap interupsi. Efeknya juga meningkatkan kerusakan Serangan Normalnya yang juga dapat menyembuhkan anggota terdekat dari komposisi tim Kokomi. Fans tampaknya menyukai pendekatan mendetail untuk desain karakter ini karena postingannya mencapai lebih dari 12k di subreddit resmi Genshin Impact.
Update informasi menarik seputar anime, game, lifestyle serta teknologi hanya di Gamefinity. Gamefinity.id juga menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan juga terjangkau.