Category Archives: Game

Bethesda Pastikan Starfield Tetap Rilis Paruh Pertama 2023

GAMEFINITY.ID, Bandung – Starfield telah menjadi salah satu game yang paling dinanti tahun ini. Game RPG sci-fi epik itu digadang-gadang sebagai IP besar terbaru bagi Bethesda Game Studios menyusul kesuksesan The Elder Scrolls dan Fallout. Bagi pemain yang khawatir dengan kepastian tanggal rilisnya, Bethesda sudah memastikan game baru besutannya itu tetap rilis paruh pertama 2023.

Starfield Masih Akan Rilis Paruh Pertama 2023

Sebelum dipertunjukkan sebagai penutup Xbox & Bethesda Games Showcase 2022, Starfield mengalami penundaan rilis dari November 2022 menjadi paruh pertama 2023. Meski ini menjadi kekecewaan berat bagi pemain, presiden Xbox Phil Spencer memastikan Bethesda Game Studios sedang bekerja keras demi membuat game besutannya dapat dinikmati.

Starfield gameplay
Gameplay Starfield dipertunjukan pertama kali di Xbox & Bethesda Games Showcase 2022

Sejauh ini, Bethesda belum mengungkap detail penting setelah Xbox & Bethesda Games Showcase 2022. Starfield bahkan absen dari Gamescom dan The Game Awards 2022. Hal ini memicu kekhawatiran pemain terhadap game RPG sci-fi itu. Kekhawatiran tersebut memuncak ketika Redfall, game dari Arkane Studios, dirumorkan mengalami penundaan.

Pemain ikut cemas bahwa hal yang sama mungkin akan terjadi pada Starfield, mengingat keduanya dipublikasi oleh Bethesda Softworks. Namun, pihak Bethesda sudah memastikan melalui situs support barunya bahwa Starfield tetap rilis paruh pertama 2023.

Todd Howard selaku sutradara juga berbicara tentang penundaan game besutan studionya itu di podcast Lex Friedman. Ia mengatakan keputusan menunda tanggal rilis menjadi hal terbaik meski berat. Howard menuturkan Bethesda sedang bekerja sama dengan insinyur papan atas dari Xbox agar Starfield dapat berjalan lancar di konsol.

Kemungkinan Akan Rilis pada International Day of Human Space Launch?

Sebelumnya, orang dalam Xbox menyebar kabar bahwa Redfall kemungkinan akan rilis Mei 2023. Starfield kemudian dikatakan akan rilis setelah game co-op vampire shooter buatan Arkane itu.

Baca juga: Redfall Rilis Mei 2023, Kata Orang Dalam Xbox

Selain rumor tentang Redfall, beberapa pengguna Reddit berspekulasi Bethesda mengincar tanggal rilis yang spesial untuk Starfield. Mereka percaya game besutan Todd Howard itu akan meluncur pada International Day of Human Space Launch, 12 April. Tanggal tersebut bersejarah mengingat penerbangan pertama manusia ke luar angkasa terjadi pada 1961.

Starfield release date Q1 2023
Beberapa pengguna Reddit berpendapat International Day of Human Space Launch akan menjadi tanggal peluncuran Starfield

Mengingat game itu bertema luar angkasa, mereka merasa tanggal itu menjadi waktu sempurna untuk peluncurannya. Pengguna bernama Tecally mengingatkan Bethesda mengincar tanggal spesial untuk peluncuran game-nya. Hal ini terjadi pada Fallout 4 yang rilis 10 November 2015, hari jadi ke-240 Angkatan Laut Amerika Serikat dan sehari sebelum Hari Veteran.

Belum diketahui rumor manakah yang kemungkinan menjadi benar. Keputusan dalam menetapkan tanggal rilis Starfield akan diumumkan Bethesda Game Studios pada kemudian hari. Sementara itu, mereka juga sedang mengerjakan The Elder Scrolls VI dan Fallout 5 yang akan menjadi fokus utama setelah perilisan Starfield.

Starfield tetap akan meluncur di PC dan Xbox Series X|S pada paruh pertama 2023. Pelanggan Game Pass nanti dapat memainkannya secara gratis mulai hari pertama peluncurannya.

Gameplay Duke Nukem 3D: Reloaded Bocor Di Internet

GAMEFINITY.ID, PATI – Baru-baru ini muncul build alpha dari seri legendaris Duke Nukem. Build alpha tersebut merupakan prototype dari Duke Nukem 3D: Reloaded yang terpaksa dibatalkan pada 2010 silam. Bagi yang asing, Duke Nukem adalah salah satu seri video game FPS yang sangat populer di tahun 90-an. Seri ini mengisahkan petualangan Duke Nukem dalam melawan invasi alien. Duke Nukem juga dikenal karena action dan komedi yang terbilang cukup segar pada kala itu.

Duke Nukem 3D: Reloaded Bocor

Pada tahun 2010, Duke Nukem 3D: Reloaded yang merupkan versi remake dari Duke Nukem 3D sedang dikembangkan oleh Interceptor Entertainment. Remake ini direncanakan menggunakan unreal engine 3 dalam pengembangannya. Namun proyek tersebut tiba-tiba dibatalkan begitu saja setelah test-version 0.001 diselesaikan. Salah satu pengguna Archive.org dengan nama x0r_jmp baru saja menyebarkan file game Duke Nukem 3D: Reloaded test-version 0.001.

Youtuber pagb666 juga ikut mengunggah video yang berisikan gameplay Duke Nukem 3D: Reloaded berdasarkan file dari x0r_jmp. Pada videonya, pagb666 menunjukkan tampilan map Hollywood Holocaust yang sudah jadi tetapi masih kosong. Dia juga sempat mencoba berbagai senjata yang disediakan sekaligus mengetesnya di test map yang merupakan playground para developer dalam mencoba fitur-fitur pada game. Para penonton menilai bahwa seri ini jauh lebih baik dibanding Duke Nukem Forever yang dianggap gagal oleh hampir semua penggemar Duke Nukem.

Baca juga: Fall Guys Kolaborasi dengan Serial Animasi Invincible

Bocoran Yang Sangat Lengkap

Tidak hanya Reloaded, x0r_jmp juga membagikan beberapa bocoran terkait franchise Duke Nukem. Build versi awal Duke Nukem Forever yang dikembangkan tahun 1996 adalah salah satunya. Mengejutkan, Duke Nukem Forever versi awal ini membawa gameplay side-scrolling yang juga dibawakan oleh Duke Nukem dan Duke Nukem 2. File-file yang dibagikan oleh x0r_jmp mencakup hampir semua aset pengembang seperti file game asli, editor level untuk versi prototype, hingga versi game yang telah disesuaikan dengan perangkat zaman sekarang.

duke nukem
Versi Awal Duke Nukem Forever yang dikembangkan pada tahun 1996

Pada akhirnya Duke Nukem Forever dirilis pada tahun 2011 sekaligus menjadi akhir dari frachise ini. Duke Nukem Forever dinilai oleh para penggemar telah melenceng dari seri – seri sebelumnya. Ditambah proses pengembangan game yang mengalami banyak sekali masalah membuat Duke Nukem Forever menjadi game yang sangat buruk saat perilisannya.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk memainkan Duke Nukem? Jangan lupa untuk kunjungi Gamefinity untuk asupan Informasi seputar game, film, anime, lifestyle, dan pop culture. Nikmati juga kemudahan topup dan  voucher games kesayangan kalian dengan harga di Gamefinity.id

Sonic Hedgehog Akan Jadi Fokus Utama SEGA di 2023

GAMEFINITY.ID, PATI – Sukses besar dengan franchise Sonic the Hedgehog, kini Sega bermaksud untuk mengembangkan lebih jauh waralaba ini di tahun 2023. Berdasarkan wawancara bersama media game Famitsu, Takashi Iizuka selaku kepala studio mengisyaratkan akan ada lebih banyak lagi hal-hal yang berhubungan dengan Sonic pada tahun 2023. Mulai dari sequel live action, series netflix, hingga game terbaru.

Konten Baru Sonic Frontier

Konten besar pertama yang akan datang di awal tahun 2023 muncul dari game Sonic Frontiers. Roadmap update yang baru saja dibagikan beberapa waktu lalu, menjanjikan tiga update besar mulai dari penambahan fitur photo mode, game mode baru, dan beberapa karakter yang dapat dimainkan hingga konten story baru. SEGA masih belum mengumumkan kapan pasti update ini akan diluncurkan, tetapi kemungkinan besar akan rilis di awal tahun 2023.

sonic
Roadmap Update 2023 Sonic Frontiers | Source: SEGA

Bicara soal konten di luar Sonic Frontiers, wawancara Takashi Iizuka oleh Famitsu memberikan jawaban yang cukup samar. Beliau hanya mengonfirmasi bahwa Tim Sonic sedang mempersiapkan “gelombang kedua” untuk mempertahankan momentum brand Sonic selama 12 bulan ke depan. Sonic Frontiers memang bisa dikatakan telah menjadi pondasi baru yang cukup kokoh untuk franchise game Sonic the Hedgehog. Namun sulit untuk membayangkan sequel seperti apa yang disiapkan oleh SEGA dan Tim Sonic.

Baca juga: Cuplikan Gameplay Sonic Frontiers Tuai Kritik!

2023, Era Baru Untuk Si Landak Biru

Selain game, serial animasi Sonic Prime baru saja resmi memulai debutnya di layanan streaming Netflix. Mungkin bisa saja serial animasi ini akan dikembangkan oleh Tim Sonic ke dalam Sonic Frontiers sebagai konten tambahan. Hal ini sangat mungkin saja dilakukan jika SEGA memang ingin mempertahankan momentum mereka dengan usaha yang terbilang tidak begitu berat.

Usaha lain untuk mempertahankan momentum Sonic The Hedgehog yang telah dibangun di tahun 2022 juga dapat melalui penjualan merchandise. Meski ini merupakan lahan basah untuk meraup pundi – pundi uang tetapi sayangnya metode ini tidak begitu disukai oleh Takazhi Iizuka. Dalam wawancaranya, Takashi menjelaskan akan lebih berfokus pada game-game Sonic dari SEGA, menjadikan 2023 sebagai era baru untuk waralaba Sonic The Hedgehog.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk memainkan Sonic Frontiers? Kunjungi Gamefinity untuk asupan Informasi seputar game, film, anime, lifestyle, dan pop culture. Nikmati juga kemudahan topup dan  voucher games kesayangan kalian dengan harga di Gamefinity.id

Square Enix Tetap Komitmen Buat Blockchain Gaming

GAMEFINITY.ID, Bandung – Pasar mata uang kripto dan NFT kini lesu dengan sederetan kontroversi, terutama di kalangan gamer. Mereka secara lantang menolak pengembang game untuk merambah ke pasar NFT. Meski demikian, hal itu tidak menghentikan Square Enix agar tetap berkomitmen untuk membuat blockchain gaming.

Melalui Surat Tahun Baru, Square Enix Ingin Buat Beberapa Game Berbasis Blockchain

Square Enix menjadi salah satu pengembang besar yang menyatakan dukungannya terhadap hiburan berbasis blockchain. Melalui teknologi tersebut, pengguna dapat membeli, menjual, dan memiliki item digital. Walau demikian, tidak sedikit yang menentang atau berubah pikiran tentang dukungannya pada NFT, seperti yang terlihat pada Ubisoft.

Pengembang Final Fantasy dan Dragon Quest itu merilis sebuah surat tahun baru. Mereka rutin mengeluarkan surat seperti itu setiap tahunnya. Tahun lalu, mereka menyampaikan komitmen mereka untuk membuat game berbasis NFT dan blockchain.

Yosuke Matsuda Square Enix president
Presiden Square Enix Yosuke Matsuda menyatakan perusahaannya berkomitmen membuat blockchain gaming

Melalui suratnya untuk menyambut tahun baru 2023, Yosuke Matsuda, selaku Presiden Square Enix, memastikan blockchain sebagai fokus terbesar sebagai investasi jangka menengah. Ia mengatakan berbagai pelajaran dan kemungkinan regulasi dalam dunia blockchain akan menguntungkan pertumbuhan perusahaan dalam mengembangkan game berbasis teknologi itu.

“Grup kami memiliki beberapa game blockchain berdasarkan IP original kami yang sedang dikembangkan, beberapa sudah diumumkan tahun lalu, dan kami sedang bersiap agar kami bisa mengungkap judul baru lebih banyak tahun ini,” tulis Matsuda.

Perusahaan Tetap Berkomitmen Membuat Blockchain Gaming, Meski Pasar Terombang-Ambing

Pasar kripto, NFT, dan blockchain akhir-akhir ini sedang terombang-ambing. Banyak dari investornya menderita kerugian yang tidak sedikit. Contohnya terjadi pada perusahaan FTX yang menyatakan bangkrut pada November 2022 dan mengalami banyak masalah.

Baca juga: Riot Akhiri Kontrak Sponsor League of Legends dengan FTX

Matsuda mengungkap berbagai kontroversi di balik NFT itu tidak menyurutkan rencana mereka. Ia justru menganggap hal itu penting bagi masa depan pasar mata uang kripto.

“Blockchain sudah jadi sumber kebahagiaan dan juga sumber kekacauan, tetapi jika berkaca dari belakang, kami harapkan game blockchain akan bertransisi pada tahap pertumbuhan baru pada 2023,” ungkap Matsuda.

Matsuda juga mengungkap penjualan Eidos-Montreal, Crystal Dynamics, dan Square Enix Montreal pada Mei lalu bertujuan untuk semakin serius mengembangkan game blockchain. Ketiga studio Barat tersebut berhasil diakuisisi oleh Embracer Group sebesar US$300 juta pada Agustus 2022.

Square Enix Symbiogenesis
Symbiogenesis telah diumumkan sebagai proyek game berbasis NFT oleh Square Enix

November lalu, Square Enix sudah mengumumkan game berbasis Ethereum berjudul Symbiogenesis. Game tersebut disebut sebagai “pengalaman koleksi seni digital” dengan elemen penceritaan. Symbiogenesis dijadwalkan rilis musim semi ini.

Meski pasar NFT sedang lesu-lesunya akhir tahun lalu, Square Enix masih bersikeras dengan ambisinya untuk terus berkomitmen mengembangkan blockchain gaming. Keberhasilan mereka akan bergantung pada minat pemain dan juga kondisi pasar kripto dan NFT.

Fall Guys Kolaborasi dengan Serial Animasi Invincible

GAMEFINITY.ID, Bandung – Fall Guys tidak pernah berhenti menghadirkan berbagai kolaborasi yang menghebohkan. Kali ini, pihak Mediatronic mengumumkan game besutannya itu telah berkolaborasi dengan serial animasi superhero populer Invincible.

Skin Bertema Invincible Hadir di Fall Guys!

Kolaborasi kali ini menghadirkan skin bertema Invincible di Fall Guys. Kostum khas karakter di serial animasi tersebut akan tersedia di in-game store selama waktu terbatas mulai 5 Januari 2022.

Dilansir dari laman resminya, tiga skin dari kolaborasi tersebut dipastikan akan hadir. Kostum spandex biru dan kuning khas tokoh superhero remaja Invincible menjadi highlight utamanya di Fall Guys. Begitu juga dengan kostum Omni-Man dan Atom Eve. Ditambah, nameplate dan nickname berdasarkan dari serial tersebut akan tiba.

Pemain dapat mendandani bean-nya menjadi tokoh superhero di Invincible. Tentunya, Fall Guys merupakan game yang ramah anak dan keluarga, maka sama sekali tidak ada unsur kekerasan yang dibawa dari serial animasi dewasa tersebut.

Baca juga: Fall Guys Kolaborasi Bersama Skyrim dan Spongebob

Mengenal Invincible, Serial Animasi Populer dari Amazon Prime Video

Fall Guys Invincible Series
Invincible menjadi salah satu serial terpopuler di Amazon Prime Video

Invincible merupakan serial animasi populer yang tayang di Amazon Prime Video pada 2021. Serial tersebut diadaptasi dari seri komik berjudul sama buatan Robert Kirkman, kreator The Walking Dead.

Season pertamanya menuai pujian dari kritikus dan mencapai kesuksesan besar. Bahkan, Invincible juga sangat populer berkat meme yang bertebaran di internet. Pihak Amazon juga sudah memastikan season keduanya akan rilis tahun ini.

Tahun ini, franchise buatan Robert Kirkman dan Skybound Entertainment itu akan merayakan hari jadinya ke-20. Kolaborasi dengan Fall Guys dapat dikatakan sebagai bagian dari perayaan tersebut. Ditambah lagi, pihak Skybound mengumumkan mereka akan membuat game adaptasi dari serial komik itu sebagai salah satu proyek perayaan hari jadinya.

Fall Guys saat ini mengalami kebangkitan setelah menjadi free-to-play dan hadir di Xbox serta Nintendo Switch. Penggemar pun memuji banyaknya konten dan stage yang lebih menyenangkan. Begitu juga dengan kolaborasi yang menghebohkan seperti film Disney Encanto pada akhir Desember lalu.

Kolaborasi Fall Guys dengan Invincible akan dimulai 5 Januari 2022.

Alasan Harvest Moon Kalah Telak di Genre Farm Sim Saat Ini

GAMEFINITY.ID, Bandung – Dulu Harvest Moon benar-benar menjadi pionir game bergenre farm sim. Pemain dan kritikus beramai-ramai menikmati setiap game yang rilis saat itu. Mereka memuji presentasi game yang sederhana namun adiktif.

Namun, saat ini Harvest Moon hanya tinggal kenangan. Setelah sebuah masalah lisensi antara dua pengembang, seri game farm sim itu mulai meredup. Bahkan, setiap game yang dirilis sudah kalah telak dengan setiap pesaing di genre yang sama saat ini.

Awal Mula

Seri Harvest Moon dimulai dari game pertamanya yang berjudul Bokujo Monogatari untuk SNES pada 1996. Awalnya, game itu sempat diremehkan karena rilis tepat setelah peluncuran Nintendo 64. Lebih buruknya, tema game itu adalah berkebun dan berternak. Setidaknya, game itu terjual sebanyak 100.000 kopi, cukup populer untuk diimpor ke Amerika Utara dan Eropa sebagai Harvest Moon.

Harvest Moon Back to Nature Start
Harvest Moon: Back to Nature menjad entri yang paling diingat bagi penggemar setianya

Harvest Moon: Back to Nature menjadi entri game yang paling diingat bagi kebanyakan penggemarnya. Pertama kali rilis di PlayStation pada 1999, game ini menjadi game pertama Harvest Moon yang rilis di PlayStation. Game tersebut mendapat remake sebagai Harvest Moon: Friends of Mineral Town di Gameboy Advance. Sejak saat itu, popularitas Harvest Moon semakin meroket.

Perpisahan Natsume dan Marvelous: Harvest Moon vs Story of Seasons

Di balik kesuksesan itu, muncul kontroversi pada seri game ini pada 2014. Marvelous memutuskan untuk tidak lagi memberi lisensi pada Natsume di Amerika Utara dan Eropa. Marvelous sendiri telah mengakuisisi Victor Interactive Software selaku pengembang aslinya pada 2002.

Natsume pun tidak ingin merelakan Marvelous mengakhiri usaha mereka. Terlebih, mereka masih memiliki hak nama Harvest Moon. Oleh karena itu, mereka memilih untuk mengembangkan seri mereka sendiri memakai nama tersebut.

Marvelous kemudian mengganti nama seri game farm sim besutannya menjadi Story of Seasons. Xceed Games, anak perusahaannya, mengambil alih distribusi di Amerika Utara.

Harvest moon the lost valley
Harvest Moon: The Lost Valley oleh Natsume
Story of Seasons 2014 Marvelous Real Harvest Moon
Story of Seasons (2014) oleh Marvelous

Persaingan mereka dimulai saat game pertama seri masing-masing debut pada 2014 di Nintendo 3DS. Story of Seasons besutan Marvelous rilis terlebih dahulu pada Februari, sedangkan Harvest Moon: The Lost Valley milik Natsume rilis November. Hal ini memicu kontroversi di kalangan penggemarnya. Mereka kebingungan game manakah yang menjadi Harvest Moon asli.

Begitu kedua game itu dibandingkan, penggemar memilih Story of Seasons oleh Marvelous ketimbang Harvest Moon oleh Natsume. Story of Seasons juga mendapat pujian dari kritikus dan menjadi game terlaris tercepat, sedangkan Harvest Moon: The Lost Valley justru terpuruk dengan ulasan negatif oleh pemain dan kritikus.

Stardew Valley Merevolusioner Genre Farm Sim

Stardew Valley Harvest Moon Nostalgia
Stardew Valley berhasil mencuri perhatian penggemar game farm sim

Pada 2016, Stardew Valley memasuki persaingan genre farm sim. Meski sebagai game indie yang dikembangkan sendiri oleh ConcernedApe, Stardew Valley sudah terjual 20 juta kopi sampai saat ini, jauh melebihi penjualan game Harvest Moon dan Story of Seasons. Game itu mengingatkan pemain yang pernah memainkan Harvest Moon di konsol Nintendo lawas.

“Gagasan saya dengan Stardew Valley agar mengatasi masalah yang saya hadapi dengan Harvest Moon, juga untuk membuat ‘tujuan’ dengan elemen gameplay tried-and-true seperti crafting dan quest,” ungkap ConcernedApe pada Gamasutra (sekarang Game Developer).

Mau tidak mau, Story of Seasons dan Harvest Moon harus berbenah dengan menerapkan inovasi. Terlebih, Stardew Valley turut membuat tren game bergenre farm sim bersinar kembali. Mulai dari seri Rune Factory yang juga dikembangkan oleh Marvelous, Harvestella oleh Square Enix, hingga Coral Island oleh Stairway Games.

Baca juga: Stardew Valley MOD, Rekomendasi MOD yang Banyak Digunakan

Harvest Moon: One World Rilis, Fans Kecewa

Harvest Moon One World
Harvest Moon: One World

Natsume tetap mencoba kembali mengembangkan setiap seri Harvest Moon setelah Stardew Valley booming. Namun semua usaha mereka tetap mendapat ulasan negatif. Harvest Moon: One World untuk Nintendo Switch menjadi contoh terbarunya.

Saat trailer-nya rilis, One World mendapat cibiran dari warganet dan juga dislike begitu banyak. Penggemar setianya merasa dunia yang ditampilkan terasa kosong, grafik yang tidak terpoles, kurang inovasi, dan ketinggalan zaman untuk konsol seperti Nintendo Switch.

Ini menjadi alasan mengapa Harvest Moon kalah telak dengan pesaingnya di genre farm sim, terutama Stardew Valley dan Story of Seasons. Ironisnya, game yang menjadi pionir genre farm sim kini telah sangat meredup.

Kontroversi hak nama antara Natsume dan Marvelous dapat disimpulkan menjadi awal dari kemunduran seri Harvest Moon. Terlebih, dengan persaingan game farm sim yang semakin ketat saat ini, game besutan Natsume itu sudah kalah telak. Apakah masih ada harapan bagi Natsume untuk menyelamatkan seri yang mengundang nostalgia itu?