Category Archives: Game

Garena Kembali Adakan Free Fire Master Season 7

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Untuk yang ketujuh kalinya Garena kembali mengadakan rangkaian turnamen mereka yang dinamakan Free Fire Master League. Turnamen ini nantinya akan diselenggarakan pada Januari tahun 2023 mendatang di enam kota besar dengan memperebutkan total prize pool sebesar 1,2 Milyar Rupiah.

Sebelumnya, pada beberapa hari yang lalu Free Fire bersama dengan JKT48 mengadakan event kolaborasi yang bertajuk Fortune Goodies yang dimana pemain wajib mengumpulkan token sebanyak-banyaknya di mode manapun untuk bisa ditukarkan dengan hadiah eksklusif dan terbatas dari JKT48 dan berkesempatan untuk mabar bersama personel JKT48 lainnya.

Baca juga: Harvest Moon Siapkan Judul Game Barunya

Garena Buka Babak Open Qualifier Free Fire Master League, Segera Daftarkan Tim Kalian

Rangkaian acara dimulai dengan dibukanya babak open qualifier menuju agenda utama Free Fire Master League. Pendaftaran Open Qualifier akan dibuka untuk seluruh pemain yang dimulai pada tanggal 26 Desember hingga ditutup pada 8 Januari 2023 Mendatang melalui mode Arena.

Melihat jumlah komunitas Free Fire di Indonesia yang begitu besar, Garena membuka pendaftaran tersebut di enam kota besar yang ditunjuk, diantaranya Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Makassar, dan Medan. Jadi bagi kalian yang berdomisili di enam kota ini dan memiliki skill yang mumpuni maka kalian bisa mendaftarkan tim kalian di babak qualifier ini.

Tentunya dengan hadirnya peserta yang tersebar di berbagai kota ini bakal menambah keseruan serta persaingan yang begitu maksimal sekaligus pembukaan di awal tahun 2023 nanti.

Skema FFML Season 7, Perebutkan Prize Pool Sebesar 1,2 Milyar Rupiah

Free Fire Master League Season 7 Tournament
Skema babak kualifikasi FFML Season 7

Sementara itu babak kualifikasi ini akan menggunakan sistem eliminasi yang dimana peserta terlebih dahulu bertanding di mode Arena pada tanggal 8 Januari di in-game Free fire masing – masing peserta. Selanjutnya 144 tim yang lolos akan dipertemukan kembali pada babak Regional Qualifier yang dilaksanakan secara offline di kota masing-masing peserta.

Pada babak Regional Qualifier ini 144 tim yang telah lolos akan dibagi menjadi 12 tim untuk memperebutkan tiket ke babak selanjutnya, yaitu Final Qualifier. Ke-144 tim ini akan disaring kembali dan hanya menyisakan enam tim teratas yang akan dipertandingkan pada tanggal 15 Januari 2023. Keenam tim ini juga akan memasuki FFML Qualifier fase 1.

Sebagai informasi, pada babak Region Qualification, acara dilaksanakan di waktu yang berbeda, Kota Jakarta, Solo, dan Surabaya dilaksanakan pada tanggal 14 Januari sementara kota Bandung, Medan, dan Makassar dilaksanakan pada tanggal 7 Januari.

Pada tanggal 21 Januari mendatang, enam tim teratas yang berasal dari masing-masing kota akan melawan tim dari babak Open Qualifier FFML fase 1 untuk memperebutkan slot babak FFML fase 2 yang dilaksanakan pada 27 Januari 2023. Pada fase kedua ini tim akan disisakan enam teratas dan tentunya cukup sulit dikarenakan lawan yang akan dihadapi adalah enam tim dari FFML divisi 2 Season sebelumnya (posisi ke-13 s/d 18).

Keduabelas tim akan bersaing untuk mendapatkan kursi babak ketiga atau FFML fase 3 yang hanya disisakan tiga tim saja pada 28 Januari, satu hari pasca babak FFML Phase 2. Di fase ketiga ini ketiga tim yang berhasil lolos akan diadu kembali dengan 9 tim FFML Season 6 divisi 2 (posisi ke-4 s/d 12).

Enam tim teratas yang telah mengamankan posisi atas akan memasuki babak terakhir, FFML Fase 4 yang dilaksanakan pada 29 Januari mendatang akan kembali berhadapan dengan tim FFML Season 6 divisi 1 (posisi ke-13 s.d 18). Tiga tim teratas berhak maju ke FFML Season 7.

Di turnamen FFML Season 7 ini peserta yang telah lolos di babak terakhir juga bertambah menjadi 18 tim untuk memperebutkan gelar juara serta prize pool dengan nilai cukup fantastis senilai total 1,2 milyar Rupiah.

Monster Hunter Freedom Unite, Open World Tanpa Scaling Level

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Monster Hunter Freedom Unite adalah game hack and slash RPG dan salah satu series Monster Hunter yang dapat pemain mainkan di konsol Handheld. Game ini dirilis pada Maret 2008 oleh Capcom. Monster Hunter Freedom Unite dapat dimainkan di platform PlayStation Portable, iOS, dan PlayStation Vita.

Sinopsis Monster Hunter Freedom Unite, Open World Tanpa Sistem Leveling

Bercerita tentang kehidupan didunia fantasi di bumi, dimana ada kehidupan lain selain daripada entitas manusia, tumbuhan, dan hewan yaitu monster. Beberapa monster sendiri kebanyakan berada disebuah pedalaman kecil dan merusak desa-desa di sana.

Baca juga: Review Manhunt 2, Sekuel Game Stealth Execution dari Rockstar

Gameplay (9/10)

Review Monster Hunter Freedom Unite
Gameplay – Review Monster Hunter Freedom Unite, Open World Tanpa Sistem Leveling

Monster Hunter Freedom Unite merupakan salah satu game RPG Hack and slash dari Capcom yang ikonik dan menjadi salah satu game hack and slash terbaik pada masanya. Game ini sendiri berfokus pada satu karakter berlatar di dunia fantasi penuh monster unik dan kuat.

Secara umum, Monster Hunter Freedom Unite memiliki gameplay yang tidak jauh berbeda dengan game seri Monster Hunter lainnya. Pemain dapat mengambil misi, upgrade senjata, meningkatkan kemampuan senjata, dan banyak lagi di dalam game ini. Game ini sendiri tidak memiliki fungsi leveling untuk karakternya, hanya saja pemain dapat memperkuat armor dan weapon untuk berburu atau mengalahkan monster.

Graphic (8/10)

Review Monster Hunter Freedom Unite
Graphic – Review Monster Hunter Freedom Unite, Open World Tanpa Sistem Leveling

Monster Hunter Freedom Unite memiliki visual yang memukau dan menjadi seri terbaik di PSP untuk game Monster Hunter dalam urusan visual. Daripada seri Monster Hunter 3rd Portable, visual Monster Hunter Freedom Unite lebih baik secara menyeluruh dan penggambaran yang lebih relate dan tidak terlalu kontras.

Disajikan dalam sudut pandang orang ketiga atau third person persfective. Angle kamera dapat diubah dan fokuskan kamera sesuai dengan harapan sebelumnya. Gerakan yang dihasilkan juga lebih baik dan smooth untuk ukuran game PSP sejenisnya.

Control (8/10)

Secara umum Monster Hunter Freedom Unite menyajikan kontrol yang terbilang tidak sulit dan tidak mudah juga. Beberapa kontrol memerlukan eksekusi yang cukup baik agar dapat akurat dan berguna ketika menjalankan quest.

Beberapa kontrol seperti ada 2 tipe serangan, serangan beruntun dan single-attack, tergantung dari senjata yang digunakan juga. Ada kontrol use item, dan sisanya dodge, ada juga block dan masih banyak lainnya.

Addictive (8/10)

Review Monster Hunter Freedom Unite
Addictive – Review Monster Hunter Freedom Unite, Open World Tanpa Sistem Leveling

Monster Hunter Freedom Unite memiliki gameplay yang menarik dan menyenangkan. Walau secara mendasar game ini seperti game semi open world yang membebaskan pemainnya untuk melakukan apapun dan mengambil quest apapun juga.

Music (8/10)

Memiliki aspek musik yang baik dan menarik, Monster Hunter Freedom Unite tampil dengan musik yang relate atau sesuai dengan gameplay dan latar belakang game sendiri. Hadir dengan latar musik dengan gaya fantasi dan sound effect untuk karakter yang juga dapat disesuaikan.

Kelebihan

Monster Hunter Freedom Unite memiliki hal yang menarik selain daripada visual-nya, beberapanya seperti kebebasan game untuk pemain ingin melakukan apapun itu, serta weapon yang variatif dan kompleks.

Kekurangan

Sedikit kekurangan Monster Hunter Freedom Unite yang akan penulis sampaikan kali ini. Secara mendasar Monster Hunter Freedom Unite adalah game hack and slash, dan terkadang pemain baru dihadapkan dengan monster yang terlalu kuat seperti Dragon dan Tyrant.

Untuk Monster Hunter Freedom Unite, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 8,2.

Sekian Review Monster Hunter Freedom Unite yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Xbox Patenkan Teknologi Iklan In-Game Terbaru Mereka

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Microsoft dilaporkan telah mengajukan paten untuk teknologi baru, yang akan memungkinkan para publisher untuk menampilkan iklan yang telah dipersonalisasikan ke dalam video game termasuk Xbox.  Kata “dipersonalisasi” ini sendiri menjadi krusial, karena artinya, para publisher game (termasuk Microsoft) bisa saja menampilkan iklan yang telah dipersonalisasi berdasarkan minat para gamer.

Iklan in-game sebenarnya bukanlah sebuah konsep baru, dalam industri video game. Dan terima kasih kepada Xbox, konsep bisnis semacam ini sepertinya akan semakin berkembang dimasa mendatang, dengan model iklan yang akan langsung muncul dalam permainan. Tidak lagi berbentuk seperti iklan pop up yang sering muncul saat kita memainkan game mobile tertentu, atau mungkin saat kita berselancar di Internet.

Mengutip dari laman web TheGamer, Microsoft dilaporkan telah mengajukan paten baru, untuk teknologi yang memungkinkannya (atau bahkan para publisher video game) menampilkan iklan dalam game yang telah dipersonalisasi. Yang artinya, pihak publisher bisa saja menampilkan iklan dalam permainan yang dapat berubah-ubah secara otomatis, berdasarkan minat dari para pemain.

Baca juga: ArtStation Diprotes Para Seniman Digital Karena AI Art

Iklan Xbox
Iklan Dalam Permainan Yang Telah Dipersonalisasikan

Iklan Dalam Xbox Permainan Yang Telah Dipersonalisasikan

Selain sistem baru untuk iklan personal, paten ini juga menyebutkan bagaimana teknologi ini tidak akan mengganggu pengalaman bermain. Dimana iklan-iklan ini nanti akan muncul di lokasi tertentu dalam permainan dan bisa berupa apa saja. Mulai dari papan reklame di sebuah kota, hingga suara stasiun radio favorit dalam video game.

“Metode untuk menyediakan konten kepada pengguna selama bermain game termasuk menentukan bahwa pengguna berinteraksi dengan game yang disediakan oleh penyedia streaming online dan mengidentifikasi kerangka waktu dalam game selama interaksi pengguna dengan game diperkirakan berada di bawah ambang batas jumlah interaksi”, tulis abstrak dari paten.

“Metodenya termasuk mengidentifikasi lokasi dalam lingkungan game untuk menghamparkan konten selama jangka waktu tertentu dan mengidentifikasi konten untuk ditampilkan kepada pengguna. Konten akan ditampilkan melalui aliran video overlay yang berbeda dari aliran gameplay. Dalam waktu nyata dari gameplay pengguna, aliran video overlay dikirim untuk ditampilkan kepada pengguna secara bersamaan dengan aliran gameplay untuk menyediakan konten bagi pengguna di lokasi yang teridentifikasi selama setidaknya sebagian dari kerangka waktu.”

Iklan dalam game, telah menjadi penyebab kontroversi di antara para pemain. Dan sepertinya, Microsoft Corporation telah memulai langkah yang lebih jauh, dengan mempersonalisasikannya sesuai minat para pemain, untuk membuat iklan in-game imersif di lingkungan dalam permainan.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/

Alasan Mengapa Steam Lebih Dominan dari yang Lain

GAMEFINITY.ID, Kabupaten Malang – Steam, sebuah platform distribusi digital yang telah hadir sejak tahun 2003. Meski sudah berusia hampir dua dekade, nyatanya Steam masih dapat bertahan di pasar gaming saat ini. Bahkan, bila dilihat lebih jauh, Steam dapat bertahan hingga beberapa puluh tahun mendatang dengan prospek masa depan yang menjanjikan.

Steam Deck in-image | IGN
Steam Deck Salah Satu Produk Steam oleh Valve | IGN

Tapi, kalian pernah kebayang nggak sih, kenapa Steam masih populer meskipun sudah banyak saingannya. Contoh saja ada Epic Games Store yang setiap minggunya punya game gratis untuk dibagikan kepada para pelanggannya, Microsoft Store yang hadir di setiap laptop berbasis OS Windows, dan masih banyak lagi yang lain seperti Battle.net dan GOG.

Nah dari kesemua itu, kenapa sih Steam masih bisa menungguli mereka semua? Bahkan dapat dikatakan Steam menang jauh jika dibandingkan oleh rival-nya.

  1. Steam Punya Game yang Jauh Lebih Banyak

Alasan paling mendasar mengapa sebuat platform digital banyak dipakai adalah banyaknya game yang tersedia. Menyediakan banyak game dapat bermanfaat bagi para pemain agar seluruh game milik mereka dapat berkumpul menjadi satu dan tidak perlu mnegunduh platform lainnya.

Pada awalnya, Steam hanya menjadi sebuah platform distribusi digital untuk game milik Valve saja, namun seiring waktu Steam juga menawarkan kesempatan untuk pihak ketiga.

Dari jumlah game yang tersedia ketika artikel ini ditulis, ada lebih dari 50 ribu games yang didistribusikan lewat Steam.

Sebagai perbandingan, Epic Games Store yang notabene menjadi pesaing terdekat Steam, hanya punya total 917 game yang tersedia di platform-nya pada tahun 2021 berdasarkan website Statista. Sementara itu, di tahun yang sama, Steam punya lebih dari 10 ribu game baru yang tersedia. Ya, 10 ribu game baru hanya dalam waktu 1 tahun!

Di platform lainnya pun juga masih jauh dari kata cukup untuk menyaingi Steam. Microsoft Store hanya memiliki total 1.743 game, GoG dengan total 5.300 game, dan Origin hanya memiliki 350 game tersedia.

Lalu bagaimana dengan Ubisoft Connect, Battle.net, Rockstar Client, dan Riot Client? Keempat platform tersebut tidak membuka kesempatan distribusi untuk pengembang luar, jadi dapat dipastikan jumlah game yang tersedia jauh lebih kecil.

Baca Juga: Evercade Konsol Retro Terkini dengan ROM Serba Legal

  1. Steam Punya Komunitas yang Besar dan Aktif

Dalam industri game sendiri, komunitas merupakan sebuah aspek yang tidak dapat diremehkan. Karena pada faktanya, sebuah game dapat terus berlanjut apabila komunitasnya aktif dan ramai. Contoh saja ada komunitas CS, DOTA, Age of Empire, dan berbagai macam game lainnya yang sudah ada sejak awal 2000-an.

Dalam kasus ini Steam jelas menang jauh daripada yang lain. Mengapa menang jauh? Karena Steam memiliki fitur komunitasnya sendiri yang tersedia di dalam aplikasinya. Ketersediaan fitur komunitas di dalam aplikasi tersebut membuat para penggunanya mudah untuk mengakses berbagai konten yang disediakan oleh komunitas setiap game.

Bahkan, Steam sampai memiliki fitur bernama Steam Workshop dimana komunitasnya dapat membagikan konten milik mereka sendiri untuk dimainkan dan digunakan oleh orang lain. Selain itu pengguna aktif Steam yang masif (62 juta pengguna aktif harian) juga menjadi salah satu faktor mengapa komunitas di Steam sangat aktif.

Sementara itu di platform lain? Fitur komunitas sangat terbatas. Epic Games Store tidak memiliki fitur komunitas built-in, bahkan menyembunyikan review dari para pemainnya. Hal ini juga berlaku dengan platform lain seperti Origin, GoG, Ubisoft Connect, dan yang lain, mereka juga tidak punya fitur komunitas seperti apa yang dimiliki Steam.

  1. Fitur yang Lebih Banyak

Selain fitur komunitas Steam juga memiliki beberapa fitur yang tidak dimiliki oleh platform lain.

Dalam hal paling mendasar, yaitu masalah harga, Steam memiliki kebijakan untuk tidak meratakan harga asli dalam sebuah mata uang. Hasilnya harga game di Steam menjadi lebih murah dari yang lain karena disesuaikan pada harga di sebuah negara tertentu.

User experience di Steam juga diperhatikan secara penuh. Mereka memiliki fitur big mode untuk meningkatkan pengalaman bermain via controller. Urusan unduh mengunduh, Steam juga dinilai lebih unggul karena mereka memiliki berbagai server yang dapat dipilih oleh pengguna karena server terdekat yang tidak selalu paling kencang. Contohnya adalah admin sendiri yang kecepatan unduhannya lebih kencang ketika memakai server Australia-Perth ketimbang pakai server Jakarta. Kedua hal tersebut jarang atau bahkan tidak muncul di beberapa platform lainnya.

Bagi para pengembang pun juga punya fitur yang memudahkan mereka. Steam membagikan SDK atau Steam Development Kit agar para pengembang dapat mengintegrasikan game milik mereka dengan fitur di Steam. Meskipun tidak seperti Epic Games yang menyediakan hingga engine-nya secara gratis, para pengembang tidak berhenti untuk merilis game-nya di Steam karena aksesibilitas yang luas serta feedback komunitas yang besar.

  1. Promo, Satu Kata yang Menjelaskan

Dan yang terakhir dan menjadi alasan paling mendasar adalah promo. Yak, promo di Steam terkenal akan kesadisannya dalam memotong harga. Apa yang awalnya ratusan ribu bila ada promo bisa hanya menjadi puluhan ribu atau bahkan belasan ribu rupiah. Beberapa game dapat menyentuh angka yang tidak masuk akal, seperti Borderlands Handsome Collection yang harga awalnya jutaan menjadi puluhan ribu.

Banyaknya promo ini ditambah dengan berbagai event dari developer, publisher, atau bahkan Valve sendiri yang melakukan sale besar besaran dalam beberapa waktu dalam satu tahun. Sale besar-besaran tersebut juga tidak dapat dikatakan jarang dilakukan, dalam setahun ada 4 hingga 5 kali Steam sale yang dilakukan. Hal tersebut belum termasuk sale yang diadakan per developer, publisher atau franchise.

“Kan Epic Games Store gratis bang”, ya hal itu juga menggiurkan. Namun, gratisnya sebuah game seperti pada EGS membuat Epic Games sendiri mengalami kerugian dalam menjalankan EGS. Berbeda dengan Steam, sebesar apapun promonya mereka tetap untuk. Bahkan, beberapa waktu ada game yang digratiskan di Steam.

Steam mendominasi bukanlah tanpa alasan. Ketersediaan game yang masif, komunitas aktif dan banyak, fitur berlimpah, dan ramah kantong menjadi alasannya. Namun, Steam juga tidak dapat dikatakan sempurna, masih ada beberapa kekurangan dan yang terkenal adalah buruknya consumer service miliknya.

Baca juga: Armored Core, Franchise FromSoftware sebelum Dark Souls

Hal ini tidak praktis menjadikan platform lainnya buruk, semua pasti ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bagi free players, mungkin EGS menjadi pilihan terbaik karena mereka tidak perlu merogoh kantong untuk bermain game yang seharusnya berbayar.

Selalu ada yang menarik ketika membahas persaingan antar platform distribusi digital ini. Khususnya EGS sebagai pesaing terdekat Steam, meskipun mereka masih punya jalan yang panjang untuk mengalahkan legendarisnya Steam di mata para gamers.

Valorant Jadi Game Dengan Bullying Tertinggi

GAMEFINITY.ID, JakartaBullying (termasuk di sini ujaran kebencian dan tindakan pelecehan) masih menjadi masalah serius yang kerap dialami oleh pemain game Valorant terutama daring. Berawal dari salah satu pihak baik teman satu tim maupun lawan yang melakukan hal-hal toxic seperti chat tidak pantas, pelecehan, dan sebagainya. Melakukan hal di atas sebenarnya masih dapat diterima di ambang batas normal asalkan tidak terlalu eksplisit yang berakibat tersinggungnya antar kedua belah pihak.

Selama ini Mobile Legend, Genshin Impact, dan sebagainya dianggap sebagai game dengan ujaran kebencian tertinggi. Namun game yang disebutkan tersebut rupanya masih lebih baik dibandingkan dengan kelima game yang akan diulas di sini. Game apakah itu?

Valorant Dan DOTA 2 Menjadi Game Dengan Angka Ujaran Kebencian tertinggi

Dilaporkan dari ADL, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada tindakan ujaran kebencian mencatat bahwa Valorant dan DOTA 2 menyumbang angka tertinggi dalam kasus ujaran kebencian serta pelecehan seksual pada pemain dibawah umur dengan masing-masing presentase 80 % dan 71% diikuti dengan Fortnite, Destiny 2, dan PUBG dengan angka berurutan 66 % dan 65 %.

Valorant gets highest harassment
Valorant duduki puncak ujaran kebencian tertinggi ( ADL )

Baca juga: Apex Legend Larang Pemainnya Tulis Andrew Tate Di Chat

Begitupun pada tindakan pelecehan terhadap pemain dengan rentang umur 10 s/d 17 tahun, kedua game di atas menyumbang angka tertinggi. Pelaku umumnya akan merayu pemain kemudian mengirim foto tidak pantas atau berbicara vulgar yang ditujukan pada pemain dibawah umur yang didominasi oleh perempuan. Remaja laki-laki pun juga tidak luput dari tindakan tak senonoh tersebut.

DOTA 2 yang dikenal dengan sesepuhnya para game MOBA ini cukup menarik untuk dibicarakan, pasalnya dalam dua tahun terakhir ini mengalami kenaikan peringkat yang sebelumnya berada di posisi ketiga menjadi yang kedua. Alasan yang memungkinkan adalah komunitasnya yang masih kurang menerima pemain para pemain baru mengingat DOTA 2 didominasi oleh orang-orang dengan skill yang sangat tinggi atau mumpuni.

Apabila pemain baru tersebut melakukan kesalahan sekali saja mereka akan mendapatkan caci maki yang cukup menyakitkan hati, itu mengapa dibandingkan MOBA penerus seperti League of Legends, Arena of Valor, dan Mobile Legend yang masih kurang toleran dengan hal tersebut.

Berefek Begitu Besar Pada Korban Perundungan

Salah satu komunitas game MOBA mengatakan bahwa memiliki mental kuat apabila bermain game tersebut dan hal itu memanglah benar. Bagi pemain yang easy going mungkin tidak berefek begitu besar apabila dihadapkan dengan chat ujaran kebencian yang diterimanya. Apabila pemain memiliki sifat yang sensitif dan mudah tersinggung ini akan memengaruhi kegiatan mereka di dunia nyata.

Review Eternal Return, Battle Royale Rasa MOBA

GAMEFINITY.ID, Bandumg – Tidak dapat terbantahkan bahwa battle royale dan MOBA menjadi dua genre terpopuler saat ini. Namun, Nimble Neuron dan Kakao Games berupaya untuk menghadirkan dua genre itu menjadi satu game, yaitu Eternal Return.

Eternal Return pertama kali rilis sebagai early access pada 14 Oktober 2020 dan masih belum berupa full release. Nimble Neuron pernah menyebut bahwa mereka tengah mengerjakan versi Xbox dan mobile-nya. Saat ini, game ini hanya ada di PC.

Sinopsis Eternal Return, Battle Royale Rasa MOBA

Dalam Eterrnal Return, pemain harus berhadapan dengan 14-17 pemain lain. Mereka ditempatkan di Lumia Island untuk bertahan hidup dan saling bertarung sebagai bagian dari sebuah eksperimen. Seperti game battle royale pada umumnya, satu pemain yang bertahan akan menjadi pemenang.

Terdapat 5 mode yang berbeda, yaitu Practice Mode (untuk latihan), Custom Game, vs AI, Ranked Match, Normal Match, dan Cobalt Protocol. Pemain dapat bermain secara solo, duo, atau squad dalam Custom Game, Ranked Match, atau Normal Match. Cobalt Protocol merupakan mode 4v4 yang mendekati game MOBA biasanya, di mana pemain harus menghabiskan poin tim lawan hingga habis dengan membunuh lawan beberapa kali.

Gameplay Eternal Return (7/10)

Eternal Return menjadi sebuah game battle royale dengan elemen MOBA. Pemain terlebih dahulu akan memilih sebuah karakter. Terdapat total 61 karakter yang dapat dipilih per tulisan ini, masing-masing memiliki skill, ability, dan pilihan senjata yang berbeda-beda.

Eternal Return gameplay 3
Eternal Return gabungkan konsep battle royale dan MOBA

Dalam gameplay, pemain juga harus melakukan loot untuk mencari material untuk upgrade equipment dan berburu binatang selain membasmi pemain lain.

Oleh karena itu, mereka harus berkeliling map untuk mendapat experience demi level up dan mendapat equipment lebih kuat dari looting. Terlebih, terdapat 15 bagian dari map Lumia Island yang dapat dikunjungi, masing-masing memiliki koleksi item dengan jumlah yang berbeda.

Elemen berburu demi membuat equipment lebih kuat di game ini dapat membuat frustrasi, apalagi bagi pemain baru. Pasalnya, mereka harus mengumpulkan item untuk meng-upgrade equipment dan menemukan makanan untuk healing secepat mungkin, belum lagi harus naik level agar dapat upgrade skill dan mengalahkan musuh. Masing-masing pemain hanya mendapat 10 slot dalam storage. Jika penuh kecuali saat dapat melakukan upgrade item, pemain tidak bisa mendapat item yang ingin diambil.

Baca juga: Deretan Game Battle Royale yang Bukan Shooter

Control (8/10)

Untuk melangkah, pemain hanya bisa melakukan click menggunakan tombol kanan mouse. Pilihan untuk menggunakan tombol keyboard untuk melakukannya dapat menjadi pilihan tambahan yang seharusnya tersedia.

Pemain dapat menggunakan skill dengan tombol Q, W, E, R, dengan tombol R merupakan skill ultimate. Weapon skill (bisa diperoleh setelah mencapai level 7) dapat digunakan dengan menekan tombol D. Tombol angka 0-9 menjadi tombol untuk menggunakan item, baik untuk healing dan equip barang. Pemain dapat melakukan rest untuk healing di tempat aman dengan tombol X.

Graphics (9/10)

Eternal Return characters season 6
Terdapat berbagai karakter keren dengan art bergaya anime di Eternal Return

Eternal Return memiliki grafis bergaya anime. Hal tersebut terlihat dari semua karakternya. Ini menjadi angin segar untuk game ini mengingat banyak karakter keren yang dapat dijadikan favorit.

Map Lumia Island juga terlihat menawan dengan grafis tiga dimensi dan sudut pandang top down seperti game MOBA lainnya. Setiap elemen pada di map tersebut hampir terlihat realistis.

Music (8/10)

Musik di Eternal Return, baik di lobby atau selama gameplay, cocok dengan tema survival. Bisa dikatakan, musik di game tersebut mengundang ketegangan bagi pemain, begitu pula dengan sound effect-nya.

Addictive (7/10)

Seperti yang disebutkan dalam gameplay, Eternal Return dapat membuat pemainnya frustrasi karena mekanik yang cukup rumit. Meski begitu, game ini menjadi cukup adiktif ketika pertama kali memainkannya. Mekanik dalam game ini justru membuat penasaran, pemain jadi bisa tahu strategi untuk menaikkan level dan mengumpulkan item untuk melakukan upgrade equipment lebih cepat.

Semakin lama bermain, game ini sering membuat frustrasi saat matching. Sering kali, pemain bertemu dengan pemain veteran ber-skill sangat tinggi dan pengalaman mendalam tentang game ini. Ini berpotensi dapat menganggu pemain baru untuk melanjutkan bermain Eternal Return.

Verdict untuk Eternal Return

Meski menggabungkan dua genre game populer untuk menghasilkan konsep baru, Eternal Return nyatanya dapat membuat frustrasi pemainnya karena mekanik yang sangat kompleks dan sering matching bersama pemain veteran. Setidaknya, game ini memiliki berbagai karakter yang keren dengan art bergaya anime mengagumkan.

Untuk Eternal Return, penulis memberi total score 7,8.

Bagi yang ingin mencoba Eternal Return dan penasaran dengan kombinasi battle royale dengan MOBA, pemain dapat mengunduhnya gratis di Steam dan Microsoft Store.