Category Archives: Game

Giveaway Steam Deck Jadi Kacau Karena Spam Chat

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Pada tanggal 8 yang lalu (tanggal 9 pagi hari waktu Indonesia) Valve baru saja mengadakan giveaway Steam Deck setiap menitnya. Kapasitas yang dibagikannya pun juga tak main-main, Valve membagikan Steam Deck dengan penyimpanan 512GB. Tak ingin melewatkan kesempatan langka tersebut, pemirsa yang menonton begitu antusias menyambut giveaway tersebut.

Sayangnya event tersebut berubah kacau semenjak live chat pada Event Game Awards 2022 dipenuhi oleh chat berulang atau spam chat yang dilakukan oleh pemirsa mengingat event tersebut diadakan Valve baru-baru ini dan besarnya antusiasme dari pemirsa yang menonton livestream tersebut.

Event Giveaway Steam Deck Berubah Kacau Akibat Spam Chat Linux

Rupanya event Game Awards 2022 tidak berjalan mulus, berbagai peristiwa memalukan terjadi di ajang penghargaan tersebut diantaranya, seorang bocah yang tertangkap oleh polisi dikarenakan menyusup pada sesi penerimaan penghargaan untuk Elden Ring, gagalnya Al Pacino ketika membaca Teleprompter, dan baru-baru ini komentar yang dipenuhi oleh bot chat yang dikomputerisasi oleh Linux.

Giveaway Steam Deck kacau
Giveaway Steam Deck berubah kacau akibat bombardir chat demi mendapatkan perangkat tersebut

Baca juga: Dragon Quest Masukkan Vtuber Sebagai Robot

Mereka berharap dengan semakin banyak komentar tersebut dikirim, panitia akan memerhatikan nama akun tersebut. Terlihat di dalam live chat tersebut sudah hampir 5 ribuan komentar terkirim dengan format yang sama berupa perintah klaim dan Steam Deck yang dilengkapi garis miring dengan harapan perangkat gaming tersebut didapat secara otomatis.

Dilansir dari PC Gamers, garis miring pada prompt di atas seperti halnya pada followage dan tanda seru pada livestream Facebook merupakan file root yang telah diprogram untuk masuk secara otomatis dalam hal ini oleh Linux. Ini menyiratkan bahwa mereka akan memenangkan giveaway tersebut hanya dengan satu kalimat saja.

Namun dalam syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Valve, tidak ada aturan melakukan chat seperti Claim, Steam Deck, dan kalimat serupa lainnya untuk mendapatkan handheld tersebut. Valve sudah memiliki prosedurnya sendiri dalam memilih pemenang. Pada halaman syarat dan ketentuan, pemenang yang terpilih akan diundi secara acak oleh sistem mengikuti jumlah pemenang yang berpartisipasi.

Dalam kasus ini sudah dipastikan ribuan orang yang telah melakukan spam chat tersebut tidak dihitung dikarenakan tidak sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh panitia.

Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Riot Tuntut Hyper Front Atas Kasus Plagiasi Valorant

GAMEFINITY.ID, PATI – Riot bisa dibilang telah menjadi salah satu perusahaan game tersukses dengan game online-nya. Melihat kesuksesannya, tak heran jika developer lain menjadikan game-game dari Riot sebagai inspirasi dalam membangun game online mereka sendiri. Namun terkadang aksi ini justru mengarah pada tindakan plagiasi.

Setelah LoL, Kini Valorant

Baru-baru ini, Riot baru saja melayangkan gugatan kepada publisher asal China NetEase. Gugatan ini ditujukan kepada game Hyper Front yang diduga merupakan plagiat dari Valorant. Demi memperkuat gugatannya, Riot membawa kasus ini ke berbagai pengadilan negara mulai dari Inggris, Jerman, Brasil, dan Singapura.

Menurut pengacara Riot Games kepada Polygon, gugatan hukum yang diajukan di setiap negara sedikit berbeda mengikuti undang-undang hak cipta masing-masing. Namun inti tuntannya sama, menyatakan bahwa Hyper Front merupakan game plagiasi dari Valorant.

Secara sekilas Hyper Front memang sangat mirip dengan Valorant. Merupakan game FPS 5v5 dengan dilengkapi skill-skill unik di tiap karakternya. Sebelum Hyper Front rilis Riot games sendiri telah mengumumkan Valorant mobile pada tahun 2021.

Tuntutan Riot Games Dari Penutupan Hingga Ganti Rugi

Sama seperti gugatan kepada Moonton sebelumnya, Riot Games juga memeberikan sejumlah bukti yang mengindikasikan aksi plagiasi. Menurut Dan Nabel selaku pengacara Riot Games, hanya mengubah sedikit warna atau tampilan visual tidak akan mengubah fakta bahwa NetEase telah melakukan pelanggaran hak cipta.

Riot
Salah satu bukti plagiasi yang dilakukan Hyper Front Atas Valorant | Source: Polygon

Nabel juga membandingkan gugatan kali ini dengan kasus antara NetEase dan PUBG Corp. PUBG Corp telah menuntut dua game NetEase, Knives Out dan Rules of Survival atas pelanggaran hak cipta. Kasus tersebut diajukan ke pengadilan Amerika Serikat pada 2018 dan selesai 2019, tetapi hasil penyelesaiannya tidak diungkapkan.

Riot games menuntus NetEase untuk menutup Hyper Front sekaligus membayar ganti rugi yang tidak disebutkan jumlahnya. Alasan Riot mengajukan kasus ini ke berbagai pengadilan negara karena undang – undang hak cipta yang berbeda-beda. Mengingat NetEase merupakan publisher global, Riot Games ingin agar tuntutan ini berefek ke berbagai negara.

Tampaknya kali ini Riot Games tak ingin mengulangi kesalahan mereka sebelumnya. Sebelum Hyper Front berkembang semakin besar, mereka ingin tindakan plagiasi ini segera berhenti. Bagaimana pun plagiasi merupakan perilaku tercela yang sangat merugikan pihak yang ditiru. Riot Games tak ingin kasus ingin berakhir abu-abu seperti kasus mereka dengan Moonton.

Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Armored Core, Franchise FromSoftware sebelum Dark Souls

GAMEFINITY.ID, Bandung – Banyak orang yang kenal FromSoftware sebagai pionir genre soulslike dengan Demon’s Souls dan franchise Dark Souls. Sejak saat itu, genre soulslike seakan sudah menjadi ciri khasnya, terlihat dari game selanjutnya seperti Bloodborne, Sekiro, dan Elden Ring. Sebelum melahirkan genre soulslike, FromSoftware sudah terkenal terlebih dahulu dengan seri Armored Core.

Armored Core merupakan seri third person shooter bertema mecha. Dalam game tersebut, pemain akan membangun dan mengendarai sebuah mecha.

Entri pertamanya, Armored Core, rilis pada 1997. Sedangkan entri terbarunya, Armored Core V, rilis pada 2012. Ditambah, FromSoftware sudah mengumumkan Armored Core VI: Fires of Rubicon akan rilis 2023 mendatang.

Armored Core Sudah Di-reboot Dua Kali

Secara teknis, Armored Core sudah mengalami reboot, tidak hanya sekali, melainkan dua kali. Seri buatan FromSoftware itu memiliki tiga timeline utama, masing-masing menceritakan versi post-apocalypse masing-masing di mana pemain dapat mengandalkan mecha-nya.

Timeline pertama menjadi latar waktu dua game pertamanya. Dalam timeline ini, disebutkan bahwa sebuah Great Destruction menghancurkan umat manusia. Bahkan perusahaan korporat mulai lebih berkuasa daripada pemerintah, mengakibatkan pekerjaan kotor lebih marak.

Armored Core 3 menjadi reboot pertama dari seri game ini. Kali ini, umat manusia menderita akibat perang nuklir global. Perusahaan korporat masih menguasai dunia, dengan sebuah AI bernama Controller ikut mengontrol umat manusia.

Armored Core IV
Armored Core IV menjadi reboot kedua dalam franchise

Reboot kedua yang tergambar di Armored Core 4 menceritakan perusahaan korporat mulai memperebutkan wilayah demi menguasai dunia. Persaingan ini turut mengancam umat manusia karena memicu polusi saat perang.

Saat ini, Armored Core memiliki total 13 judul utama dan 7 spin-off.

Baca juga: Elden Ring Tambah DLC Colosseum untuk PvP!

Kustomisasinya Melimpah, Tapi Berdampak pada Combat

Armored Core V customization
Kustomisasi di Armored Core V

Saat ini, kustomisasi menjadi elemen penting untuk menikmati sebuah game, terutama game dari FromSoftware seperti Elden Ring. Armored Core tentu menerapkan kustomisasi yang cukup melimpah sejak game pertamanya. Namun, pemain harus bijak dalam membuat mecha-nya sendiri dengan kustomisasi, hal ini berdampak pada kemampuan mecha selama bertarung.

Setelah mendesain mecha-nya sendiri, pemain harus melakukan sebuah test drive. Momen inilah saat mereka menyadari keputusan apapun yang mereka buat berpengaruh pada kemampuan mecha. Contohnya seberapa cepat boost yang dapat diterapkan, mampu untuk melakukan jump atau tidak, dan apakah mudah mengalami overheat.

Sebelum Soulslike, Genre Mecha Jadi Salah Satu Ciri Khas FromSoftware

Sebelum menjadikan soulslike sebagai ciri khasnya melalui Dark Souls dan Elden Ring, FromSoftware sempat menjadikan genre mecha sebagai kepandaiannya. Selain Armored Core, mereka sempat membuat game mecha lain, di antaranya Frame Gride (1999), Murakumo: Renegade Mech Pursuit (2002), Metal Wolf Chaos (2004), dan franchise Another Century’s Episode (2005-2010).

Tidak hanya mecha, genre RPG juga menjadi ciri khas dari FromSoftware, dimulai dari game dan franchise pertamanya King’s Field yang menjadi inspirasi untuk Demon’s Souls dan Dark Souls.

Armored Core dapat dikatakan sebagai salah satu franchise terkenal sepanjang masa dari FromSoftware. Sama seperti soulslike, franchise game mecha ini dapat dikatakan memiliki basis penggemar setia yang tidak kalah banyak.

Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

CoD: Modern Warfare II Jadi Game Terlaris di AS Tahun 2022

GAMEFINITY.ID, Bandung – Meski baru rilis resmi akhir Oktober lalu, Call of Duty: Modern Warfare II ternyata berhasil menjadi game dengan penjualan terbanyak di Amerika Serikat pada 2022. Tidak mengherankan bahwa game besutan Activision itu mengundang animo tinggi sejak rilis.

Depak Elden Ring, Call of Duty: Modern Warfare II Berhasil Jadi Game dengan Penjualan Terbanyak 2022 di Amerika Serikat

Call of Duty: Modern Warfare II berhasil memuncaki tangga penjualan game di Amerika Serikat pada Oktober 2022 versi NPD Group (dilansir dari VGC). Game FPS itu tetap berada di posisi puncak pada November. Hal ini cukup mengejutkan mengingat pada November terdapat judul game besar yang mendapat hype cukup besar seperti God of War Ragnarok, Sonic Frontiers, dan Pokemon Scarlet and Violet.

Elden Ring dethroned by Call of Duty: Modern Warfare II
Elden Ring berhasil didepak oleh Call of Duty: Modern Warfare II sebagai game dengan penjualan terbanyak di AS tahun 2022

Tidak hanya berhasil merajai tangga penjualan game pada bulan November, Call of Duty: Modern Warfare II mendepak Elden Ring sebagai game dengan penjualan terbanyak 2022 di Amerika Serikat. Sebelumnya, entri terbaru Call of Duty itu berhasil memecahkan rekor penjualan sepanjang franchise, mencapai total US$1 miliar dalam sepuluh hari, mengalahkan Black Ops 2 yang berhasil mencapai angka itu dalam 15 hari pada 2012.

Baca juga: Modern Warfare 2 Pecahkan Rekor Penjualan Franchise CoD

Activision telah melakukan promosi besar-besaran untuk Modern Warfare II. Mereka mengundang selebriti terkenal seperti Pete Davidson dan Steve Aoki untuk membintangi teaser-nya. Ditambah lagi, pemain bisa bermain campaign seminggu sebelum peluncuran resminya. Mode DMZ yang pertama kali hadir turut mengundang perhatian pemain dan banyak komentar positif.

Apa Selanjutnya?

Activision masih belum selesai dengan Modern Warfare II. Pasalnya, mereka tidak berencana untuk merilis entri baru Call of Duty hingga 2024 mendatang. Mereka sudah berencana untuk mendukung Modern Warfare II dengan berbagai konten hingga akhir 2023.

Call of Duty Modern Warfare 2 Atomgrad Raid
Atomgrad Raid akan hadir di Call of Duty: Modern Warfare II pada 14 Desember 2022

Update besarnya akan hadir 14 Desember 2022 mendatang. Salah satu konten dari patch itu adalah fitur sosial berupa pembuatan grup beranggotakan hingga 5000 pemain. Modern Warfare II juga akan menghadirkan Atomgrad Raid, di mana tiga pemain akan menyusup ke dalam markas musuh berbenteng kuat.

Tampaknya Call of Duty: Modern Warfare II sudah dipastikan akan menjadi game dengan penjualan terbanyak di Amerika Serikat tahun ini. Tentunya, Activision sudah memastikan berbagai konten fresh akan segera hadir di dalam game FPS itu.

Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Steam Tidak Tertarik akan Perjanjian Seperti Nintendo-CoD

GAMEFINITY.ID, Kabupaten Malang – Valve mengapresiasi dukungan yang terus diberikan oleh Microsoft terhadap platform digital Steam. Mereka juga beranggapan bahwa tidak memerlukan perjanjian formal untuk terus bekerjasama di masa yang akan datang.

“Kami senang bahwa Microsoft akan terus menggunakan platform kami untuk memasarkan franchise Call of Duty ketika proses akuisisi mereka terhadap Activision selesai”, ucap sang CEO Valve sendiri, Gabe Newell kepada Kotaku. “Microsoft sudah berada di Steam dalam jangka waktu yang cukup lama dan kami menganggap hal tersebut bahwa mereka senang dengan tanggapan para gamers tentang hal tersebut dan apa yang sedang kita lakukan. Tugas kami adalah untuk terus membangun bukan hanya untuk Microsoft, melainkan untuk seluruh pelanggan Steam.”.

Steam Tidak Tertarik In-image | FireX
Deal Antara CoD dengan Nintendo | FireX

GabeN menjelaskan bahwa ia menerima sebuah draft dari Microsoft untuk jangka panjang dengan tujuan agar Call of Duty dapat terus dipasarkan di Steam. Namun, ia menjelaskan bahwa hal tersebut tidak perlu untuk dilakukan.

Ia juga menambahkan bahwa Valve tidak memerlukan para partner bisnis untuk membentuk sebuah perjanjian dimana mereka hanya dapat memasarkan game-nya di Steam.

Baca juga: Cyberpunk 2077 Dapatkan Game of the Year Edition

GabeN juga mengutip bahwa Phil Spencer dan Xbox Team selalu mengikuti komitmen mereka dan GabeN menghargai hal tersebut. Ia percaya bahwa nantinya Microsoft akan menyediakan Call of Duty di seluruh platform yang para pemain inginkan untuk dapat bermain.

Beberapa waktu yang lalu, Microsoft berkomitmen untuk membawa franchise Call of Duty ke platform Nintendo dalam 10 tahun ke depan jika merger dengan Activision-Blizzard mendapatkan lampu hijau. Phil Spencer juga mengatakan bahwa Microsoft masih belum membuat perjanjian yang sama dengan PlayStation.

Baca juga: Tiga Game Medal of Honor Dimatikan Server-nya

Akuisisi Activision-Blizzard oleh Microsoft

Sampai saat ini proses akuisisi Activision-Blizzard oleh Microsoft masih berlangsung. Kabar terbaru bahwa mereka proses akuisisi ini masih dikaji oleh FTC (Federal Trade Comission) di Amerika Serikat dan beberapa lembaga lainnya yang berada di Eropa dan Inggris. Deadline untuk menutup proses negosiasi ini ada hingga Juli 2023 nanti, bila melebihi batas waktu, maka proses negosiasi ulang akan diadakan.

Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Elden Ring Menang GOTY di The Game Awards 2022

GAMEFINITY.ID, Bandung The Game Awards akhirnya kembali digelar pada 9 Desember 2022 dengan meriah. Meski God of War: Ragnarok memenangkan lebih banyak kategori penghargaan, Elden Ring ternyata berhasil memenangkan penghargaan terbesar yaitu Game of the Year.

Elden Ring Memenangkan Game of the Year!

Elden Ring The Game Awards 2022 winner
Meski bersaing ketat dengan God of War Ragnarok, Elden Ring berhasil menjadi Game of the Year

Pertarungan antara Elden Ring dan God of War: Ragnarok dalam memperebutkan Game of the Year dipastikan menjadi bahan pembicaraan utama selama The Game Awards 2022 berlangsung. Persaingan pun berakhir saat Elden Ring akhirnya diumumkan sebagai pemenang Game of the Year.

Meski muncul God of War: Ragnarok sebagai pesaing utama, Elden Ring sebelumnya masih diprediksi dapat merebut gelar Game of the Year. Pasalnya, game soulslike RPG besutan FromSoftware itu sudah mendapat berbagai pujian dan kritikus dan pemain sejak rilis pada Februari 2022.

Elden Ring juga berhasil mengalahkan A Plague Tale: Requiem, Horizon: Forbidden West, Stray, dan Xenoblade Chronicles dalam kategori Game of the Year. Game besutan FromSoftware itu juga berhasil merebut Best Game Direction, Best Art Direction, dan Best Role Playing Game.

Baca juga: Elden Ring Tambah DLC Colosseum untuk PvP!

God of War: Ragnarok Memimpin dengan Memenangkan Enam Penghargaan!

God of War Ragnarok win Best Performance against Elden Ring
Christopher Judge, pemeran Kratos di God of War Ragnarok, memenangkan Best Performance

Meski Elden Ring memenangkan kategori terbesar, God of War: Ragnarok merebut penghargaan terbanyak di The Game Awards 2022. Game besutan Santa Monica Studio itu berhasil memenangkan total enam penghargaan.

Christopher Judge, pemeran Kratos, memenangkan Best Performance pada awal acara. Kemudian, God of War: Ragnarok menyabet Best Narrative, Best Audio Design, Best Score & Music, Innovation in Accessibility, dan Best Action/Adventure Game. God of War: Ragnarok berhasil mengalahkan Elden Ring dalam kategori Best Narrative, Best Audio Design, dan Best Score & Music.

Daftar Lengkap Pemenang The Game Awards 2022

  • Game of the Year: Elden Ring
  • Best Game Direction (Penyutradaraan Terbaik): Elden Ring
  • Best Narrative (Naratif terbaik): God of War Ragnarok
  • Best Art Direction (Pengarahan Seni Terbaik): Elden Ring
  • Best Score & Music (Musik Terbaik): God of War Ragnarok
  • Best Audio Design (Desain Audio Terbaik): God of War: Ragnarok
  • Best Performance (Performa Terbaik): Christopher Judge (God of War Ragnarok)
  • Games for Impact (Game untuk Pengaruh): As Dusk Falls
  • Best Ongoing Game (Game Ongoing Terbaik): Final Fantasy XIV
  • Best Indie Game (Game Indie Terbaik): Stray
  • Best Mobile Game (Game Mobile Terbaik): Marvel Snap
  • Best Community Support (Layanan Komunitas Terbaik): Final Fantasy XIV
  • Innovation in Accessibility (Inovasi dalam Aksesibilitas): God of War Ragnarok
  • Best AR/VR Game (Game AR/VR Terbaik): Moss Book II
  • Best Action Game (Game Action Terbaik): Bayonetta 3
  • Best Action/Adventure Game (Game Action/Adventure Terbaik): God of War Ragnarok
  • Best Role Playing Game (Game Role Playing Terbaik): Elden Ring
  • Best Fighting Game (Game Fighting Terbaik): MultiVersus
  • Best Family Game (Game Keluarga Terbaik): Kirby and the Forgotten Land
  • Best Sim/Strategy Game (Game Simulasi/Strategi Terbaik): Mario + Rabbids: Spark of Hope
  • Best Sports/Racing Game (Game Sports/Racing Terbaik): Gran Turismo 7
  • Best Multiplayer Game (Game Multiplayer Terbaik): Splatoon 3
  • Best Debut Indie Game (Debut Game Indie Terbaik): Stray
  • Best Adaptation (Adaptasi Terbaik): Arcane: League of Legends (Netflix)
  • Most Anticipated Game (Game yang Paling Dinanti): The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom
  • Players’ Choice (Pilihan Pemain): Genshin Impact
  • Best eSports Game (Game eSports Terbaik): Valorant
  • Best eSports Athlete (Atlet eSports Terbaik): yay (Cloud9)
  • Best eSports Team (Tim eSports Terbaik): Loud (Valorant)
  • Best eSports Coach (Pelatih eSports Terbaik): BZKA (Loud)
  • Best eSports Event (Acara eSports Terbaik): 2022 League of Legends World Championship
  • Content Creator of the Year: Ludwig