GAMEFINITY.ID, Jakarta – Mobile Legends Professional League Indonesia Season 12 (MPL ID S12) telah menemukan juaranya. ONIC Esports Sang Raja Langit resmi menjadi Raja Galaxy di Season 12. Pada Grand Final MPL ID S12, ONIC Esports melawan penantang baru yang tak disangka-sangka, Geek Fam ID.
Pada Grand Final MPL memiliki format Best of 7, dimana kedua tim harus mendapat poin skor 4 berturut-turut atau maksimal menjadi 7 game.
ONIC awalnya sudah mendominasi pertandingan dengan 3 kali menang berturut-turut. Satu kemenangan lagi, ONIC menjadi juaranya. Namun, Geek Fam disebut-sebut sebagai tim Reverse Sweep yang mengejar 2 kemenangan sekaligus. Keberuntungan Geek terhenti sampai Grand Final, ONIC langsung menyelesaikan pertandingan dengan skor akhir 4-2.
Dominasi ONIC Esports dalam Skena Esports Mobile Legends Indonesia
Raja Galaxy ONIC Esports
Dominasi ONIC dalam skena Mobile Legends masih berlanjut. Dari MPL ID Season 10, One Esports MPLI 2022, MPL ID Season 11, MLBB Southeast Asia Cup 2023, ESL Snapdragon Pro Series. Hingga catatan capaian terbaru ONIC, MPL ID Season 12.
Kekuatan mereka melawan Geek benar-benar menunjukan kualitas tim ONIC. Hal ini dirasakan langsung oleh Coach Geek Fam, Ervan yang menyatakan bahwa ONIC memiliki banyak strategi dalam bermain. “Mungkin karena mereka masih banyak kartu yang belum dikeluarin. Mereka lebih ready untuk Best of 7 ini daripada Geek,” ujar Coach Erpang.
Geek Fam dua kali bertemu ONIC Esports. Pertama pada Final Upper Bracket, kemudian di Grand Final. Pada Final Upper Bracket, ONIC belum mengeluarkan semua strategi dan kekuatannya. Pada saat Grand Final, ONIC baru menunjukan semua kekuatannya. “Kalo di Upper sih mereka kayaknya belum ngeluarin (strategi) semuanya. Di Grand Final, dia baru All in,” sambung Coach Erpang.
Pelajaran Berharga untuk Geek Fam
Geek Fam ID
Walaupun Geek Fam kalah dari ONIC, Geek masih punya pertarungan yang harus dijalani, M5 World Championship. Geek banyak belajar selama 6 season dari tim-tim lain. Pada musim ini, Geek mencoba unjuk kekuatan dari banyak latihan dan pengamatan. Banyak pengalaman berharga yang bisa diambil oleh Geek Fam.
Yang dipelajari banyak sih. Dari strat (strategi), hero pool, itu bisa kita ambil, bisa kita kembangin. Itu sih paling, tutup Coach Geek Fam.
Julukan The Giant Slayer pada Geek Fam terbukti mengalahkan tim-tim besar seperti EVOS Legends, Bigetron Alpha, bahkan RRQ. Dengan begitu, dinamika esports di Indonesia bisa lebih kompetitif dan berkembang lebih pesat.
Demikian pembahasan Dominasi ONIC Esports Masih Ada, Geek Fam Akui Kekuatannya. Ikuti akun resmi Gamefinity di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan informasi terupdate. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Pemenang Upper Bracket MPL ID S12 bertemu pada finalnya. ONIC Esports melawan Geek Fam ID pada Jumat, 14 Oktober 2023 di MPL Arena, Mahaka Square Jakarta. ONIC Esports dianggap sebagai tembok besar yang harus dihadapi Geek Fam untuk mengamankan tiket M5 World Championship.
M5 World Championship merupakan ajang kejuaraan dunia di skena kompetisi Mobile Legends di tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Moonton. Kejuaraan ini akan dilaksanakan di dua negara yaitu Malaysia dan Filipina. Hadiah untuk pemenang M5 sebesar $900.000 USD atau jika dalam rupiah sebesar Rp14.114.250.000,00.
Pertandingan Geek dan ONIC begitu menegangkan hingga membuat penonton ketir-ketir. Geek yang tertinggal 2 skor dari ONIC tiba-tiba membalikkan keadaan menjadi 2-1. Kemudian disetarai menjadi 2 sama. Permainan kedua tim seolah bisa saling membaca pergerakan satu sama lain. ONIC menang dengan skor 3-2.
Jika dilihat dari draft pick, Geek Fam memilih 4 hero yang sama dalam 4 game. Hero tersebut ialah Rafaela (Baloyskie), Irithel (Markyyy), Faramis (Aboy), dan Baxia (Nnael). Sementara ONIC selalu menggunakan Edith (Kiboy) di 4 game dan Valentina (Sanz) di semua game.
Terlihat juga apa yang di bans oleh Geek selalu sama, yaitu Fanny, Joy, Kadita, dan Uranus. Sementara ONIC bans Mathilda, Angela, dan Paquito di 3 game. Coach Ervan atau yang sering dipanggil Erpang menyebutkan bahwa draft hero yang mereka pilih sesuai dengan gameplaynya Markyyy. “Dari draft yang kita mainin itu masih masih sesuai gameplaynya Markyyy,” jawab Coach Erpang saat di MPL Arena.
Hal ini juga dirasakan Gold Laner ONIC Esports, Calvin Winata atau CW. Ia menyebutkan saat diinterview oleh Esportsku bahwa Geek bersikeras untuk menggunakan draft yang sama. “Menurut gua emang gara-gara Geeknya emang di draft dia lumayan ngotot, bisa dilihat kayak game 1 sampai 4 tuh benar-benar draftnya hampir 80% sama. Jadi kayak mereka emang lumayan ngotot, sih,” ujar Calvin dikutip dari Esportsku.
The Giant Slayer telah menjadi julukan Geek Fam di season ini. Mereka tim kecil yang mampu bersaing dengan tim-tim besar seperti Bigetron Alpha, RRQ, dan ONIC Esports. Menurut Gilang atau Sanz ONIC, mereka sudah banyak melakukan improvement pada gameplay mereka, dari segi chemistry juga sudah lebih baik. Mental player Geek saat ini mental pejuang yang haus juara.
Banyak tim di MPL ID Season 12 mengakui kekuatan Geek saat ini. Kekuatan untuk memburu tim tim besar seperti RRQ dan ONIC Esports.
Demikian pembahasan Geek Fam Ngotot Draft Hero hingga Jadi Giant Slayer. Ikuti akun resmi Gamefinity di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan informasi terupdate. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Tigreal Mobile Legends adalah salah satu hero yang tak hanya dikenal karena kekuatannya dalam pertempuran. Tetapi juga karena ceritanya yang penuh dengan pengorbanan dan kebaikan hati. Dalam dunia Land of Dawn yang penuh dengan ancaman iblis, Tigreal muncul sebagai pahlawan yang tak kenal lelah dalam melindungi kerajaannya dan rakyatnya. Dalam artikel ini akan dibahas kisah Tigreal yang legendaris di Mobile Legends.
Kisah Tigreal, Asal Usul Kesatria di Kerajaan Land of Dawn
Tigreal Warrior Of Dawn Skin
Kisah Tigreal Mobile Legends dimulai dengan karirnya sebagai seorang ksatria terkemuka di kerajaannya. Ia dikenal sebagai pahlawan yang dihormati oleh para pasukan dan rakyatnya. Namun, saat kerajaannya diserang oleh pasukan iblis yang jahat, Tigreal tidak bisa hanya diam melihatnya. Ia mengambil pedang besar yang kuat dan bersiap untuk melawan pasukan iblis tersebut, berjanji untuk melindungi kerajaannya sebaik yang ia bisa.
Dalam pertempuran melawan pasukan iblis tersebut, Tigreal tidak sendirian. Ia bermitra dengan penyihir berbakat, Eudora, dan bersama-sama mereka membentuk tim yang tak terkalahkan. Mereka menggabungkan kekuatan dan strategi cerdik untuk menghadapi pasukan iblis yang kejam.
Tigreal dan Eudora: Mitra Dalam Pertempuran Melawan Iblis
Pada puncak pertempuran, Tigreal menggunakan kemampuan maha kuatnya, Sacred Hammer, untuk mengunci pasukan iblis dalam kekuatan magis yang memukau. Kemudian, dengan menggunakan kemampuan Implosion, ia menghancurkan pasukan iblis yang tersisa, memastikan kemenangan bagi kerajaannya.
Setelah keberhasilan mereka, Tigreal dan Eudora menjadi pahlawan yang dihormati oleh semua orang. Mereka tetap berjuang untuk melindungi kerajaan mereka dari ancaman yang akan datang.
Keputusan Tigreal: Meninggalkan Kerajaan untuk Keadilan
Namun, Tigreal merasa panggilan ini adalah takdirnya untuk membawa perdamaian dan keadilan ke seluruh dunia. Ia tidak ingin melihat orang-orang yang tidak berdosa menderita di tangan kekuatan jahat. Oleh karena itu, ia meninggalkan kerajaannya dan memutuskan untuk membantu tempat-tempat lain yang membutuhkan pertolongan.
Selama perjalanannya, Tigreal bertemu dengan berbagai karakter yang bersedia bergabung dalam misinya. Ada Alucard, seorang pemburu vampir tangguh dan jujur, serta Freya, seorang pejuang wanita yang berani. Bersama-sama, mereka membentuk tim yang kuat dan tak terkalahkan.
Misi Tigreal dan timnya adalah melawan kejahatan dan menyelamatkan orang-orang yang berada dalam bahaya. Mereka mengembara dari desa ke desa, siap untuk melindungi rakyat dari ancaman yang muncul.
Kisah Tigreal, Pelindung Tak Tergoyahkan
Tigreal Galactic Marshal Skin
Tigreal selalu menjadi pelindung utama timnya dalam setiap pertempuran. Ia menggunakan kekuatannya yang luar biasa untuk melumpuhkan musuh dan memastikan keselamatan anggota timnya. Ia tidak pernah gentar menghadapi bahaya dan siap mengorbankan dirinya demi kebaikan orang lain.
Namun, Tigreal bukan hanya seorang pahlawan di medan perang. Ia juga seorang pemimpin bijaksana yang mendengarkan saran dan masukan dari timnya. Ia memberikan semangat dan inspirasi kepada mereka, membuat mereka merasa yakin dan berkemampuan.
Kisah hero Tigreal Mobile Legends adalah tentang perjuangan untuk kebaikan, kekuatan yang tak tergoyahkan, dan pengabdian yang tulus untuk melindungi yang lemah. Ia adalah simbol harapan bagi orang-orang yang tidak berdaya dan contoh nyata dari seorang ksatria yang berjuang untuk keadilan. Tigreal Mobile Legends bukan sekadar hero dalam permainan, tetapi juga inspirasi bagi kita semua.
Demikian pembahasan Kisah Tigreal: Tank Jiwa Kesatria di Land of Dawn. Ikuti akun resmi Gamefinity di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan informasi terupdate. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Mobile Legends, atau lebih sering disebut MLBB, telah menjadi salah satu game mobile paling populer di seluruh dunia. Dalam jagat esports, nama Nicky Fernando Pontonuwu atau lebih dikenal dengan Kiboy dari ONIC Esports, telah menjadi salah satu tokoh utama yang menginspirasi pemain Mobile Legends di seluruh Indonesia. Dikenal sebagai Final MVP MPL ID Season 12, Nicky telah membuktikan dirinya sebagai roamer terbaik di Tanah Air.
Nicky tidak hanya memiliki skill yang mengerikan di lapangan, tetapi juga memiliki cerita inspiratif tentang awal karirnya. Ia pertama kali terjun ke dunia Mobile Legends saat masih berstatus sebagai seorang siswa SMA. Saat itu, ia bahkan harus meminjam ponsel temannya untuk bermain, karena HP-nya rusak.
Namun, semangat Nicky tidak pernah padam. Ketika akhirnya ia memiliki ponsel sendiri di kelas 3 SMA, permainannya berkembang pesat. Ia mengikuti perkembangan esports Mobile Legends dengan tekad kuat untuk menjadi seorang pro player dan bermain di MPL.
Perjuangan Menuju Pro Player
Kiboy sang Roamer ONIC mendapat gelar MVP di MSC 2023 (Foto: nickyfernando07)
Sejak SMA, Nicky telah menunjukkan ketekunan dan kerja kerasnya dalam mengasah skill. Ia aktif bergabung dalam berbagai grup komunitas di Facebook yang membahas Mobile Legends. Melalui perjalanan ini, ia bertemu dengan tim Andromeda di Manado dan mulai ikut serta dalam turnamen kecil yang sering digelar di kafe-kafe.
Awal Mula Kiboy Bersama ONIC Esports
Kiboy ONIC Esports
Nicky berhasil mencuri perhatian Tibold, pelatih ONIC, ketika namanya menduduki peringkat pemain top global Mobile Legends. Tawaran trial online pun datang, dan Nicky akhirnya berangkat dari Manado ke Jakarta. Dengan performa yang gemilang, ONIC memutuskan untuk merekrutnya pada tahun 2019.
Nicky memulai karirnya di MDL lewat tim ONIC Prodigy dan kemudian dipromosikan untuk bermain di MPL mulai dari Season 5. Di sepanjang perjalanan karirnya, ia bahkan pernah beralih ke game PUBG Mobile, mencapai peringkat Ace sebelum akhirnya kembali ke Mobile Legends.
Mengapa “Kiboy”?
Mungkin kamu bertanya-tanya dari mana asal nama “Kiboy.” Dalam sebuah video di kanal YouTube Jonathan Liandi, Kiboy mengungkapkan bahwa nama ini adalah gabungan dari nama panggilannya, Nicky, dan kata “boy.” Nama panggilan ini akhirnya ia jadikan nickname in-game yang dikenal oleh banyak penggemar hingga saat ini.
Prestasi terbesar Nicky datang dalam bentuk kejuaraan. Bersama ONIC Esports, ia membawa Indonesia meraih gelar juara di tingkat internasional saat MSC 2023 digelar di Kamboja. Tidak hanya itu, Kiboy dinobatkan sebagai MVP di Grand Final setelah mengalahkan Blacklist International dengan skor 4-2. Ini adalah momen yang akan dikenang oleh seluruh pecinta Mobile Legends di Indonesia.
Tidak hanya di tingkat internasional, ia juga menjadi Final MVP di MPL Indonesia Season 12. Dalam Grand Final, ia memimpin ONIC dengan bermain dalam tiga tipe roamer yang berbeda dan berhasil mengalahkan Geek Fam ID dengan skor 4-2. Kemenangan ini membawa ONIC menuju gelar juara keempat di tahun ini.
Dengan profil yang luar biasa dan prestasi gemilang, Nicky Fernando telah membuktikan dirinya sebagai roamer terbaik di Indonesia dan menjadi panutan bagi banyak pemain Mobile Legends yang bermimpi untuk mengikuti jejaknya. Semangat dan tekadnya dalam menggapai mimpinya adalah inspirasi bagi semua pemain esports di Tanah Air.
Demikian pembahasan Mengenal Kiboy dari ONIC Esports: Best Roamer di Indonesia. Ikuti akun resmi Gamefinity di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan informasi terupdate. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.
GAMEFINITY, Jakarta – MPL ID atau MPL Indonesia tidak dipungkiri menjadi salah satu ajang turnamen Esports yang menyita perhatian masyarakat. Dimulai sejak tahun 2018, Perkembangan MPL ID terus berkembang bersamaan dengan mulai meluasnya Mobile Legends.
Turnamen MPL ID yang telah dimulai dan berkembang pesat tentu juga memberikan dampak positif pada penyerapan tenaga kerja. Tumbuhnya industri esports ini menjadi hal yang tidak pernah terbayangkan dan tentu saja banyak faktor yang membuat turnamen ini menjadi begitu rapi. Salah satunya adalah Team Crowd Control yang memastikan semua berjalan aman.
Kehadiran pengatur Team Crowd Control di Turnamen sekelas MPL ID, bukanlah hal yang luar biasa karena ini menjadi sebuah keharusan. Fungsinya yang memecah kerumunan massa untuk diatur dan dapat berjalan dengan baik, kadang mendapatkan perlakuan tidak enak. Tetapi cerita suka, duka dan kejadian lucu itu menjadi cerita belakang layar yang tidak pernah diketahui oleh banyak orang.
Moonton, Kehadiran Mereka Menjadi Bagian Pertumbuhan Industri Esports
Moonton berikan beasaiswa 155 juta untuk 10 mahasiswa dan program mentorship
Azwin Nugraha, Public Relations Manager Moonton Indonesia, mengatakan bahwa keberadaan para Team Crowd Control adalah sesuatu yang sangat penting. Pada Playoffs MPL ID S12, ribuan orang datang silih berganti butuh. Sebagian besar adalah para supporter yang loyal terhadap tim dan para pemain Mobile Legends.
“…mereka yang datang rata-rata masih muda, memiliki emosi yang belum stabil apalagi saat selebrasi. Tentunya itu menjadi pekerjaan berat para crowd control,” jelas Azwin.
Cara komunikasi dari para crew Crowd Control adalah kunci bagaimana setiap pekan berjalan dengan lancar. Tentu keberadaan Team Crowd Control juga bagian dari pertumbuhan industri esports. Selain itu juga opportunity semakin terbuka, “kebutuhannya akan bertambah, Caster; Tim Produksi; Tim Broadcast; dan lainnya.”
Team Crowd Control MPL ID, “Datang dari Pagi, Pulangnya Tunggu Semua Selesai”
Tubuhnya agak tambun, duduk di pojok bagian luar di dekat Media Lounge. Dika adalah Team Crowd Control yang bertugas siaga di Media Lounge. Dirinya kadang berdiri dan greget ketika game dimulai, sesekali duduk ketika match selesai.
Dirinya mengaku bahwa telah bertugas sejak MPL ID S1, awalnya dari mengatur crowd control di dalam stage. Baru kali ini dirinya mengatur crowd control di luar.
“Awalnya gak ngikutin sama sekali game ini, tapi sambil ngatur crowd control perhatiin seru juga,” Jelas Dika.
Dirinya akhirnya mulai bermain, meskipun kini menurut dia sudah jarang main karena terus menerus turun season. Sehingga kini tiernya terus turun hingga Grand Master 1 (GM 1). Dirinya ingin bermain lagi mengajar rank, karena ketika diajak mabar (main bareng) suka diledekin.
“Joki berapaan sih bang? joki ajalah dulu. Biar gak dicengin (ejek) mulu sama anak-anak (teman satu kerjaan) kalau diajakin mabar,” tukasnya.
Dika adalah seseorang yang telah berkeluarga, dirinya sendiri mengakui bahwa telah memiliki 2 anak. Sebagai seorang Bapak dan memiliki job sebagai Team Crowd Control, dirinya kadang kehilangan waktu bersama anak. Apalagi anaknya yang terakhir masih kecil dan baru berumur 2 tahun.
“…Lagi rewel bang, tumbuh gigi jadi badannya sumeng. Tadi aja mau kerja, jalan ke Jatinegara dulu beli Kura-kura. Anaknya lagi suka kura-kura. Secara waktu ya emang kurang, tapi udah resiko pekerjaan,” Jelasnya.
Hal paling dinanti selama playoffs ini adalah saat pertandingan selesai dengan cepat. Tidak jarang dirinya berkomunikasi dengan crew crowd control perihal score pertandingan. Tetapi terkadang score yang diinginkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
“Ya elah, padahal tadi udah 2-0, lagian kenapa pakai diulur-ulur sih. Padahal kalau mainnya cepat, main tabrak gitu kan cepat. Sekarang kan 2-2, lembur lagi aja,” guyonnya yang diiringi keluhan.
Saat Grand Final MPL ID S12, Dika terus berharap bahwa akan 4-0. Dirinya yang siaga di Media Lounge, bertanya pada beberapa tim media yang meliput untuk menebak skor. Setiap tim media menjawab bahwa pertandingan akan berakhir 4-0, dirinya langsung menyalami. Kejadian terlucu datang ketika, Azwin Nugraha, PR Manager Moonton ada di Media Lounge dan ditanyakan skornya. Saat itu, Azwin, menjawab 4-0 dan disambut dengan salaman dari Dika.
“Info orang dalam skor 4-0, siap-siap pulang cepat nih…” Begitulah komunikasinya di Handy Talkie (HT) yang terhubungan dengan tim Crowd Control lainnya.
Dirinya begitu Optimis bahkan ketika ONIC sudah mengantongi 3 angka lebih dulu dan sepertinya memang akan menang mudah dengan skor 4-0. Keadaan berbalik, Geek mampu melawan dan menang menjadi 3-1. Saat itu, Dika hanya duduk dan lemas, “ah payah, aturan bisa ajak bocah ke pasar malam ini.”
Optimisnya tidak hilang, justru Ia mengatakan “Skor 4-1 ini tadi cuma kebetulan aja dikasih 1 sama ONIC.”
Ketika pertandingan ke-5 berjalan semua seperti memperlihatkan ONIC akan menang dengan mudah. Semua awak media sudah pergi ke stage. Tetapi paradoks terjadi, Geek menang dan skor berubah jadi 3-2. Dika duduk kembali lemas sambil berkata “udah lah ikhlas ini mah pulang jam berapa juga, mau jadi 4-3 juga ya udah lah.”
Sebagai seorang Bapak yang memiliki anak kecil dirinya memang mengaku pulang cepat adalah hal yang paling ditunggu. Selain itu, apalagi kalau bukan pas dapat uang dari kerjaan. Meskipun dirinya mengaku kerjaan ini adalah sampingan saja. Tetapi tetap saja mendapatkan uang adalah bagian yang membahagiakan. Dirinya tetap bersyukur dan enjoy kerja sebagai Team Crowd Control di acara MPL ID.
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Pertarungan Upper Bracket Playoff MPL ID Season 12 berlangsung penuh kejutan. ONIC Esports yang sudah punya posisi di Upper Bracket harus menghadapi musuh lamanya, Bigetron Alpha (BTR). BTR sebelumnya menang telak 3-0 dari Rebellion Zion dan memulangkannya untuk fokus di pertandingan lain.
Gold Laner BTR Masih Baru Dibanding Gold Laner ONIC Esports
Kiboy ONIC Esports
Dari season 11, Turnamen ESL, regular season 12, hingga playoff, ONIC belum pernah kalah dari Bigetron Alpha. Kapten ONIC Esports Butsss mengungkapkan faktor kemenangan Sang Raja Langit ONIC ditentukan dari kualitas mental. “Kayaknya faktor mental sih. Gameplay sama-sama jago, jadi paling mental aja sih,” ujar Muhammad Satrya Sanubari (Butsss).
Berbeda dengan apa yang disampaikan Nicky Fernando yang biasa dikenal Kiboy. Ia menyampaikan bahwa Gold Laner Bigetron masih baru dan tak sebanding jika berhadapan dengan CW, Gold Laner ONIC Esports. “Karena Gold Laner mereka masih baru, (sedangkan) CW sudah player lama, lebih bagus juga dia (CW). Anak baru nih, aduh,” ujar Kiboy dengan santai.
Naik Turun Landak Kuning, Membuahkan Julukan Raja Langit
Butsss ONIC Esports
Kekuatan ONIC didapat tidak secara instan. Mereka dijuluki Sang Raja Langit tentunya hasil dari proses kerja keras mereka. ONIC ditempa dan dibina untuk menjadi juara. Hal ini disampaikan oleh CEO ONIC Esports, Justin Widjaja. “Kita ada masa naik di season 3, kita ada redup juga di 3 sampai 4 season, kurang lebih 2 tahun juga. Dari situ kita bisa ngomong bahwa kita pernah ada di posisi mereka,” ujar Justin Widjaja yang biasa dipanggil Koh Justin.
Naik turunnya tim dalam sebuah kompetisi adalah hal yang lazim dan sangat sulit untuk selalu berada di posisi atas. Bahkan untuk selalu konsisten, ONIC butuh waktu 3 tahun, itu pun tetap ada naik turun.
Untuk berada di puncak kompetisi adalah sesuatu yang sulit. Mempertahankannya pun lebih sulit dari jalan menuju puncak.
ONIC selalu berpegang pada prinsip tim yang berbasis achievement. Apapun yang dikerjakan harus berorientasi juara. Dari gagasan tersebut ONIC menggembleng player-player yang mereka bina untuk bisa jadi juara.
Demikian pembahasan ONIC Esports Musuh Kuat BTR: Faktor Mental Jadi Pembeda. Ikuti akun resmi Gamefinity di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan informasi terupdate. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.