Category Archives: Game

Nintendo: Tak Ada Komplain Soal Pokemon Scarlet and Violet

GAMEFINITY.ID, PATI – Game Pokemon telah menjadi IP andalan bagi Nintendo untuk meraup keuntungan lebih. Meski memiliki gameplay yang hampir mirip-mirip di setiap iterasinya, Pokemon masih memiliki jumlah fanbase yang cukup banyak di dunia. Game Pokemon baru yang berjudul Pokemon Scarlet & Violet resmi dirilis sebagai penutup akhir tahun 2022. Sayangnya perilisan game Pokemon Scarlet & Violet tidak berjalan baik.

Nintendo Tutup Mata Soal Pokemon Scarlet & Violet

Pada awal perilisannya, Pokemon Scarlet & Violet langsung menerima banyak keluhan akibat performanya yang buruk di konsol Nintendo. Permasalah seperti lag, frame drop, glitch hingga bug-bug yang menggangu menjadi problem utama bagi para player Pokemon Scarlet & Violet. Anehnya Nintendo mengaku tidak menerima komplainan perihal performa game Pokemon Scarlet & Violet.

Nintendo
Pokemon Scarlet & Violet | Source: Nintendo

Salah satu player Pokemon Scarlet & Violet melalui forum reddit mengatakan telah mengirim laporan keluhan perihal kualitas game pokemon terbaru. Dia membagikan pengalamannya yang telah menghubungi pihak customer support. Menurut jawaban yang dia dapatkan dari customer support, Nintendo mengaku sama sekali tidak mendapatkan komplainan soal Pokemon Scarlet & Violet.

Karena hal itu juga, Nintendo masih belum ada rencana untuk meluncurkan patch baru ataupun update untuk mengatasi peformance issue yang dialami oleh Pokemon Scarlet & Violet.

Perbaikan Pokemon Scarlet & Violet Sedang Dikerjakan

Pengguna reddit tersebut pun mengajak para pemain Pokemon Scarlet & Violet untuk mengajukan keluhan ke pihak Nintendo agar suara mereka didengar oleh pihak developer. Tak lupa dia mengingatkan untuk tetap bersikap sopan dalam mengajukan keluhan karena customer support tidak melakukan kesalahan melainkan hanya menjalankan tugas yang telah diberikan.

Pada akhirnya Nintendo pun buka suara dan mengakui jeleknya kinerja pada game Pokemon terbaru mereka. Menurut laporan dari Dexerto, Nintendo saat ini sedang mengerjakan perbaikan mengenai masalah-masalah yang ada pada Pokemon Scarlet & Violet.

Pihak Nintendo mengirimkan email kepada para pemain yang berisi soal pemberitahuan mengenai masalah pada game Pokemon mereka. Pihak developer meminta agar para pemain untuk sedikit bersabar dalam menunggu perbaikan game Pokemon Scarlet & Violet. Usai perbaikan selesai para pemain akan diberitahu melalui email mereka.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk memainkan game Pokemon Scarlet & Violet? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Pasar GPU Terjun Hingga Titik Terendah Sejak Tahun 2009

GAMEFINITY.ID, Kabupaten Malang – Pasar GPU tahun ini sedang tidak dalam keadaan yang terlalu baik. Hal ini dikarenakan penjualan dan pengiriman integrated dan discrete GPU telah turun hingga titik terendah semenjak sepuluh tahun terakhir pada kuartal ketiga tahun ini.

Dalam laporan dari Tom’s Hardware, mereka menuliskan bahwa hal ini terjadi akibat para PC OEM yang mengurangi permintaan suplai GPU serta para gamers yang masih menunggu GPU generasi selanjutnya yang lebih powerful dari yang saat ini berada di pasaran.

GPU In-image | GYGABYTE AORUS
GPU In-image | GYGABYTE AORUS

Di bidang lain, para cryptominers yang selalu memborong GPU untuk keperluan mereka saat ini juga mulai berhenti membeli GPU baru. Berhenti serentak tersebut terjadi akibat perubahan signifikan Ethereum, menjadikan penjualan GPU untuk desktop menurun drastis.

Para perakit PC biasanya membeli hardware secara terpisah, merakitnya, dan menjualnya dalam persiapan musim liburan dan natal nantinya ketika penjualan mereka dapat meningkat. Namun, tingkat pembelian PC juga menurun saat ini. Selain para perakit PC, hal ini juga berdampak pada para pabrikan hardware yang menurunkan jumlah stok dalam penjualannya.

Baca juga: Setelah Diambil Alih Studio Onoma Tutup Keempat Gamenya

Berbagai hal tersebut telah menjadikan pasar penjualan GPU turun ke 75,5 juta unit pada kuartal ketiga tahun 2022, turun 10,5% dari kuartal sebelumnya, serta turun 25,1% dari penjualan tahun-tahun sebelumnya.

Terlebih lagi, pengiriman GPU untuk notebook juga turun sekitar 15.43% dan penjualannya turun hingga 30%, titik terendah sejak resesi yang terjadi di tahun 2009.

Saat ini, Intel masih menjadi penguasa produksi CPU dan juga penyuplai terbesar GPU. Intel telah mengembangkan dominasinya dalam suplai GPU dengan penguasaan 72% dari pasar GPU pada kuartal ketiga tahun ini dengan meningkatnya penjualan GPU mereka sebesar 4,7%.

Baca juga: Sony dan Honda Berkolaborasi Pasang PS5 Mobil Listrik Baru

Sementara itu, saham Nvidia dan AMD sama-sama turun. Nvidia kehilangan 19,7% penjualannya dan sahamnya turun sekitar 16%. Sementara AMD kehilangan 12% sahamnya dengan pengiriman GPU yang turun hingga 47,6%.

Jon Peddie, presiden dari Jon Peddie Research yang melakukan penelitian akan turunnya penjualan GPU ini menambahkan beberapa pernyataan. “Seluruh perusahaan memberikan alasan yang hampir sama terkait hal ini, mulai dari penutupan crypto mining, aturan zero-tolerance China, sanksi dari AS, situasi pelanggan dalam memberi run-up semenjak pandemi COVID, dan pengaruh AIB GPU. Kemungkinan pasar GPU masih menurun di kuartal 4 nanti, namun ASP akan naik, suplai terpantau aman, dan setiap orang akan punya liburan yang menyenangkan.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk mendapatkan informasi tentang gaming gears? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Mugen Battle, Engine Game Arena Adu Karakter Fiksi

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Mugen Battle atau MUGEN, bisa juga disebut Mugen Battle merupakan game engine sekaligus game fighting arcade 2D dengan tampilan pixel dan konfigurasi yang sederhana.

Mugen dirilis pada 27 Juli 1999 oleh Elecbyte. Mugen Battle tersedia untuk platform Linux, MS-DOS, Windows, hingga Android.

Sinopsis Mugen Battle, Engine Game yang Dijadikan Arena Sabung Karakter Fiksi

Mugen atau MUGEN merupakan salah satu game engine terbuka untuk umum dari Elecbyte. Merupakan game engine yang mendukung virtualisasi game fighting arcade 2D. Pemain dapat memasukkan banyak karakter serta latar yang keren.

Baca Juga : Daftar Karakter Overpower di Mugen Battle

Gameplay (9/10)

Review Mugen Battle
Gameplay – Mugen Battle, Engine Game yang Dijadikan Arena Sabung Karakter Fiksi

Mugen Battle sendiri awalnya merupakan sebuah engine game yang dikembangkan oleh Elecbyte sebagai sebuah engine game fighting arcade.

Mugen Battle yang dikenal dengan Mugen sebagai julukan game yang dibuat dari engine ini. Game ini secara umum adalah game fighting arcade 2D dengan gaya pixel art yang keren. Menghadirkan banyak karakter dari serial fiksi dunia, baik karakter animanga, DC, Marvel, dan banyak lagi yang bisa di adu disini. Maka dari itu, Mugen Battle menjadi engine sekaligus game yang dijadikan ajang untuk sabung karakter fiksi.

Graphic (9/10)

Review Mugen Battle
Graphic – Mugen Battle, Engine Game yang Dijadikan Arena Sabung Karakter Fiksi

Mugen Battle sendiri memiliki visual bawaan berupa pixel/bit. Setidaknya visual ini lebih baik dengan banyak efek-efek keren dari distraksi setiap karakter ketika bertarung. Penggambaran karakter yang cocok dan serupa dengan pada aslinya, serta beberapa arena yang diadaptasi dari serial fiksi atau non-fiksi luaran sana.

Control (9/10)

Mugen Battle sendiri hadir dengan beberapa kontrol yang umum dengan mesin arcade terdahulu, namun telah dimodifikasi dan diberi penyesuaian dengan device sekarang.

Setidaknya dalam Mugen Battle ada beberapa kontrol kendali karakter, seperti D-Pad, A, B, C, X, Y, Z, dan Start. Selain itu juga, Mugen Battle mendukung dua kontrol berbeda, Joystick dan Keyboard.

Addictive (8/10)

Review Mugen Battle
Addictive – Mugen Battle, Engine Game yang Dijadikan Arena Sabung Karakter Fiksi

Dalam pembawaan yang hadir sebagai game fighting arcade 2D, Mugen Battle hadirkan banyak karakter fiksi yang cukup menarik, namun kebanyakannya sendiri didominasi oleh karakter animanga Jepang.

Setidaknya ada 80+ karakter fiksi yang dapat pemain adu dalam game ini, dan pemain juga dapat menambah karakter-karakter lain dengan cara menambahkan dalam file game Mugen.

Music (10/10)

Kebanyakan kreator atau kontributor game Mugen Battle tidak memberikan latar musik untuk game-nya, namun hanya memberikan sound effect dan beberapa VA karakter sesuai dengan yang ada pada serial fiksinya. Bukan hanya VA saja, ada beberapa scene dan musik yang ditambahkan tergantung karakter yang digunakan dalam permainan.

Kelebihan

Mugen Battle sendiri memiliki gameplay dan visual yang cukup menarik. Dalam pembawaannya ini, Mugen Battle sebagai game pixel cukup mengejutkan karena mampu membawakan SFX keren yang relate dan serupa dengan pada serial fiksi suatu karakter yang dibawakan.

Kekurangan

Sedikit kekurangan untuk Mugen Battle kali ini. Dalam hadirnya sebagai jawaban dalam urusan adu karakter, Mugen Battle sendiri memiliki kendala dalam kontrol yang terbilang sulit. Sulit untuk menemukan kombinasi yang cocok dan keren pastinya.

Untuk Mugen Battle, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 9.

Sekian Review Mugen Battle yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Sony Ungkap Strategi Akuisisi Microsoft

GAMEFINITY.ID, JAKARTA – Perseteruan antara Sony dengan Microsoft kali ini telah memasuki babak baru, Berdasarkan klaim yang diungkapkan oleh Sony, perusahaan menduga bahwa tujuan dibalik akuisisi Microsoft dengan Activision Blizzard beberapa waktu yang lalu adalah menginginkan Playstation seperti perusahaan sebelah, Nintendo guna menghindari persaingan dengan game Shooter lainnya.

Klaim tersebut ditujukan kepada Microsoft melalui badan Otoritas Pasar dan Persaingan di Britania Raya untuk investigasi lebih lanjut terhadap kesepakatan akuisisi antara Microsoft dengan Activision Blizzard tersebut.

SIE Menilai Kesepakatan Tersebut Hanya Akan Menguntungkan Microsoft Itu Sendiri

Dilaporkan dari VGC, Pada dokumen yang ditulis setebal 22 halaman tersebut, Sony menuding Microsoft apabila kesepakatan tersebut sudah disetujui kedua belah pihak, pengguna akan meninggalkan Playstation untuk beralih menjadi pengguna Xbox, apabila pengguna Xbox mulai meningkat pesat lantas Microsoft dapat menaikkan harga konsolnya.

Hal inilah yang akan dikhawatirkan oleh Sony karena hanya akan menguntungkan Microsoft itu sendiri melalui kesepakatan ekslusivitasnya.

Baca juga: Rainbow Six Siege Dukung Crossplay Di Konsol

Sony memperkirakan akan ada pihak yang dirugikan akibat kesepakatan Activision Blizzard tersebut, diantaranya Pengembang-pengembang indie yang baru saja atau tengah merintis game-nya akibat fee yang terlalu tinggi.  Tak lama setelah tudingan yang dilayangkan oleh Sony, Microsoft pun lantas merespons bahwa masih cukup diuntungkan tanpa adanya Call of Duty seperti yang diungkapkan oleh Sony sebelumnya termasuk Switch itu sendiri.

Sony Ungkap Strategi Dibalik Kesepakatan Microsoft Dengan Activision Blizzard

Merasa tidak terima dengan tuduhan Microsoft, Sony akhirnya beberkan Strategi yang dijalankan oleh Microsoft guna memuluskan kesepakatannya dengan Activision adalah dengan menjadikan Playstation seperti Nintendo agar persaingan bisa diminimalkan. Sony Interactive Entertainment berpendapat bahwa Nintendo memiliki strateginya sendiri dan juga tidak terlalu bergantung dengan game Shooter.

Hal ini dinyatakan melalui dokumen tersebut “Microsoft mengklaim bahwa model yang berbeda dari Nintendo menunjukkan bahwa Microsoft tidak memerlukan Call of Duty untuk bersaing secara efektif. Terdapat strategi sebenarnya yang menginginkan Playstation seperti Nintendo sehingga pesaing akan mulai berkurang dan cara itu efektif bagi Xbox.”

“Setelah itu, seluruh game Shooter tersebut termasuk Call of Duty akan dijual dalam bentuk One Stop Shop di Xbox. Nantinya ini akan terbebas dari berbagai persaingan.”

SIE tidak ingin game Activision terkhusus Call of Duty dijual secara eksklusif karena menurutnya franchise tersebut telah begitu lekat di mata para pemain sejak tahun 2003. Call of Duty secara konsisten juga menduduki peringkat paling atas.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Shueisha Games, Showcase 5 Produknya di Jump Festa 2023

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Shueisha Games mengumumkan akan pamerkan lima gelar nama di Jump Festa 2023 yang akan dilaksanakan di aula acara Makuhari Messe di Chiba.

Salah satu game mobile terbaru, unVEIL the World juga akan bergabung kedalam acara dengan menampilkan sebagian dari preview game-nya. Merchant khusus dari produk yang ditampilkan ini seperti acrylic plats dan stand yang menampilkan karakter permainan dan juga akan menyediakan key art yang dijual langsung di booth.

Shueisha Games in Jump Festa 2023

Line-Up Game Shueisha Games Jump Festa 2023

Hadirkan 5 penampilan yang termasuk dengan The Tower: To the Bottom, SOULVARS, Captain Velvet Meteor, dan ONI: Lamentations of the Sky and Wind. Kelima judul tersebut masing-masing memiliki demo yang dapat dimainkan di tempat acara di gelar.

Baca Juga : Preview SRPG Girls Frontline: Neural Cloud yang Telah Global

The Tower: To the Bottom

Shueisha Games in Jump Festa 2023

Bercerita tentang sekelompok anak yang tinggal di sebuah desa di atas menara yang juga mendengar desas-desus bahwa ada surga di bumi. Demi rumor tersebut, sekelompok anak ini rela menuruni menara, menantang siksaan menara demi turun ke permukaan bumi.

Banyak musuh di sepanjang jalan mereka, serta dituntut untuk kuat dan bertahan hidup. Pemain juga diharuskan dapat menentukan keputusan sepersekian detik sebagai respon terhadap kondisi yang tidak kondusif.

SOULVARS

Shueisha Games in Jump Festa 2023

Ginolabo dan Shueisha Games berkolaborasi untuk membuat RPG ini yang menampilkan animasi pixel yang dinamis lagi menakutkan, serta dibumbui dengan cerita yang cukup sulit.

SOULVARS sendiri menampilkan visual utama dan visual ingame dari mangaka Shiro Usaki. Dalam versi PC dan konsol, SOULVARS sendiri bukan merupakan game porting, melainkan developer lebih memilih untuk merombak habis game ini dengan gaya dan inti yang sama.

Captain Velvet Meteor

Shueisha Games in Jump Festa 2023

Damian, anak pemalu yang berpetualang dengan pahlawan Jump+ dalam imajinasinya. Dirinya dan para pahlawannya bekerja sama satu sama lain untuk mengalahkan musuhnya.

Departemen editorial Shounen Jump+ menemukan bakat pencipta Swiss, Rinaldo Blitz. Bentuk produksi game yang cukup menarik karena tersusun dengan konsep crossuniverse nya.

ONI: Lamentations of the Sky and Wind

Shueisha Games in Jump Festa 2023

Dalam ONI: Lamentations of the Sky and Wind menceritakan tentang Sorata. Sorata adalah iblis kecil yang selamat dari pertempuran Onigashima. Di pulau, di mana jiwa iblis yang dikalahkan oleh Momotaro berkeliaran, Sorata dan roh misterius Kazamaru menantang cobaan untuk menjadi lebih kuat. Bukan tanpa sebab, semuanya untuk mengalahkan Momotaro.

unVEIL the World

Shueisha Games in Jump Festa 2023

Diluncurkan di Tokyo Game Show sebagai proyek bersama antara Shueisha Games dengan NetEase Game. unVEIL sendiri merupakan salah satu RPG mobile yang menampilkan visual luar biasa dengan cahaya, angin, bumi, dna nafas dunia, serta menara raksasa yang menjulang ke langit.

Bercerita tentang seorang gadis misterius bernama Uta. Uta dan teman-temannya bertujuan untuk mencapai puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya. Game ini menampilkan pertempuran strategis yang memanas dan kisah mendalam yang akan mengguncang jiwa para pemain.

Karakternya sendiri dirancang oleh Posuka Demizu, ilustrator yang terkenal akan ilustrasi dalam The Promised Neverland.

Itulah kelima game dari Shueisha Games yang akan tampil dan hadir serba-serbi merchand-nya dalam Jump Festa 2023. Event ini akan berlangsung di Chiba pada 17-18 Desember 2022.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Toyz, Mantan Pro Player LoL di Penjara karena Narkoba

GAMEFINITY.ID, PATI – Semenjak awal perilisan pada tahun 2009, League of Legends telah banyak mengadakan turnamen kompetitif dengan hadiah yang fantastis. Dari event ini juga, para juara dunia esprort terlahir. Namun nampaknya mempertahankan karir sebagai atlet esport bukanlah hal yang mudah. Beberapa dari mereka malah terjerat kasus kriminal usai keluar dari esport. Salah satu nama yang sebelumnya cukup besar, Toyz akhirnya kembali terdengar yang sebelumnya terjerat kasus narkoba.

Akhir Dari Kasus Narkoba Mantan Juara Dunia

Persaingan di dunia esport sekarang ini memang cukup keras. Kemunculan pemain – pemain baru membuat nama – nama lama sudah tidak terdengar lagi. Beberapa nama lama telah memutuskan untuk berhenti sebagai pemain profesional dan beralih profesi menjadi content creator atau perkerjaan yang masih berhubungan dengan karir mereka sebelumnya. Namun ada juga yang salah langkah sehingga membuat mantan pro player ini mendekam di dalam penjara.

Juara Dunia Season 2, Kurtis ‘Toyz’ Lau dilaporkan terjerat hukuman penjara akibat perdagangan narkoba di Taiwan. Sebelumnya Toyz telah mengaku dipersidangan pada 16 Juni lalu atas segala kasus perdagangan narkoba yang telah dia lakukan. Dalam persidangannya Toyz juga meminta kepada semua orang untuk menjauhi narkoba.

Berdasarkan laporan dari Dexerto, Toyz akhirnya dijatuhi hukuman 4 tahun 2 bulan karena aksi perdanganan ganja ilegal di Taiwan pada tanggal 24 November 2022. Dalam hukumannya tersebut diketahui  terdapat 6 dakwaan atas tindak kejahatan Toyz yang mana semuanya berhubungan dengan perdagangan narkoba.

Karir Toyz Selama Menjadi Pro Player League of Legends

Selama karirnya menjadi pro player, Toyz telah berhasil membawa pulang title World Championship Season 2 sebagai mid laner di tim Taipei Assassins. Meskipun dia menguasai banyak champion mid laner, namun peforma paling terbaiknya saat dia memainkan champion Orianna. Karena itulah Toyz mengajukan Orianna sebagai salah satu champion yang akan mendapatkan skin bertema Taipei Assassins untuk memperingati kemenangan mereka di World Championship Season 2.

Toyz
Taipei Assassins berhasil menjuarai League of Legends World Champion pada tahun 2012 | Source: RIOT

Meski telah menjuarai turnamen kelas dunia, Toyz masih terus bermain sebagai mid laner hingga beberapa tahun setelahnya. Dia pun kemudian beralih menjadi Manager hingga akhirnya pensiun pada tahun 2019 kemarin.

Semenjak itu, namanya sudah tidak terdengar lagi di dunia esport League of Legends. Pada akhirnya namanya kembali terdengar meski bukan melalui prestasi ataupun kabar baik. Setelah menjalani proses hukum beberapa bulan, Toyz terpaksa menerima konsekuensi dari pilihannya ini sebagai pengedar narkoba dan mendekap di belakang jeruji besi dalam waktu yang tidak sebentar.

Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id.