Category Archives: Game

Jadwal Mundur! Limbus Company Gagal Rilis Tahun Ini

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Limbus Company garapan Project Moon diumumkan bahwa Lobotomi Corporation Series terbaru, alami penundaan jadwal hingga informasi lanjutan.

Masalah kembali muncul dari crossimplementation lingkungan untuk Mobile dan PC, dan juga telah menyatakan bahwa developer akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengatasi masalah ini. Karena perkara ini juga, mereka juga tidak dapat merilis prarelease teaser setiap hari Jumat seperti yang awal rencana.

Limbus Company, Turn-Based Gaya SCP Sekuel dari Library of Ruina

Limbus Company merupakan salah satu game TurnBased RPG dari Project Moon yang masih satu universe dengan series Lobotomy Corp dan Library of Ruina. Faktanya sendiri bahwa Limbus Company merupakan sekuel dari Library of Ruina.

Limbus Company Delayed

Dalam Limbus Company, pemain akan memerankan atau berperan sebagai seorang caretaker, pada umumnya pemain akan menjadi seorang sipir yang memimpin tahanan yang dikenal sebagai ‘orda di seluruh Kota, sebuah kota yang menampung 26 distrik, masing-masing tentunya dengan moral, nilai, dan budaya yang sangat berbeda.

Dalam berperan sebagai seorang sipir, pemain akan mencoba untuk menahan dan menghancurkan abnormalitas yang tersisa setelah tragedi Lobotomy Corp dan Library of Ruina.

Limbus Company Delayed

Hadir dengan mekanisme gameplay yang dimana pemain diharuskan untuk mengarahkan orang-orang berdosa dalam pertempuran melawan musuh dalam pertempuran turnbased, chaining dan menyelesaikan perintah semacam permainan puzzle Match-3.

Limbus Company Delayed

Tampil dengan eksekusi dalam serangan yang ganas, skill, serta merta mengalahkan Boss untuk merebut kembali kota sebelum histeria alami pemecahan massal.

Baca Juga : Cygnus Enterprises, NetEase akan Launching Duluan di Steam

Jadwal Series Lnjutan dari Lobotomy Corporation

Limbus Company sebagai game RPG TurnBased bertema SCP Horror berikan pengumuman di Twitter , dengan postingan lengkap milik direktur Project Moon, Kim Jihoon yang menyatakan bahwa perilisan game diharuskan untuk berikan jadwal pemunduran dari Desember ke Februari karena pihak Project Moon sendiri tidak dapat memberikan pengalaman yang memuaskan kepada para pemain jika mengikuti jadwal rilis yang lama.

Bukan tanpa sebab, hal ini dikarenakan mereka harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk game tersebut. Kim Jihoon beserta jajaran Project Moon meminta maaf atas kurangnya informasi dan berita yang tersampaikan. Project Moon mengharapkan bahwa series ini layak untuk di tunggu.

Kabarnya baiknya lagi, Limbus Company akan dihadirkan perdana setelah pemunduran dari 23 Desember 2022 menjadi awal tahun 2023, bertepatan dengan awal atau akhir bulan Februari 2023.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Expansion Pack Phantom Liberty Cyberpunk 2077 Tidak Gratis

GAMEFINITY.ID, Kabupaten Malang – Cyberpunk 2077 masih memiliki cerita baru yang akan dirilis di tahun 2023 dengan expansion pack “Phantom Liberty”. Seperti beberapa DLC sebelumnya yang telah dirilis oleh CD Projekt Red, DLC ini akan menjadi sebuah DLC berbayar. Dengan wawancaranya dengan GamesRadar, PR Director dari CDPR, Radek Grabowski, mengkonfirmasi bahwa expansion pack selanjutnya akan berbayar, namun untuk harga pastinya masih belum ditentukan.

Phantom Liberty In-image | Cyberpunk
Cyberpunk 2077 | Cyberpunk

Bagi CDPR, hal ini bukanlah sebuah strategi bisnis baru. Hal yang sama dilakukan mereka dengan game The Witcher 3 dan 2 expansions yang tawarkan pada pemain dengan harga US$20.

Namun, seperti The Witcher 3 yang akan mendapatkan update next-gen gratis ke depannya, Cyberpunk juga akan mendapatkan beberapa DLC gratis. Seperti pada Speedrunners Update yang memberikan para pemain kosmetik, senjata, hingga teks narasi baru secara gratis.

Baca Juga: Horizon: Call of the Mountain akan Rilis Bersama PS VR2

Lebih lanjut, Grabowski memberikan pernyataan bahwa DLC yang mereka rilis akan selalu lebih murah dari game aslinya. Hal ini mengindikasikan bahwa DLC Phantom Liberty akan memiliki harga yang cenderung sama dengan DLC dari The Witcher 3.

Di tahun 2022 ini, Cyberpunk 2077 memang sedang dalam puncak karirnya. Setelah di awal perilisannya memiliki berbagai macam bug, masalah performa, hingga glitch yang merusak pengalaman bermain, CDPR mampu mengembalikan opini pemain kepada salah satu game-nya ini.

Cyberpunk 2077 telah memperbaiki dirinya sendiri dengan berbagai macam update yang mulai lebih sering dilakukan, melakukan berbagai macam promo dan diskon, hingga kesuksesan serial animasinya yaitu Edgerunners yang membuatnya dapat menggaet semakin banyak pemain. Meski terbilang gagal di awal perilisannya, namun yang jelas CDPR tahun ini sudah memberikan kerja keras dan ambisinya untuk salah satu proyek game terbesarnya ini.

Baca Juga: Bos Xbox Akui Sulit Bersaing Dengan Pasar Mobile

Sebuah patch baru memberikan semua orang di Night City sebuah payung dan memberikan proteksi terhadap kejadian nip-slip malfunction yang tidak disengaja sehingga para fans berharap bahwa Cyberpunk 2077 bisa mendapatkan sebuah sekuel. Pengembangan dari game CDPR sendiri saat ini sedang berpindah dari Polandia ke Amerika Serikat, dengan tim pengembangan Cyberpunk 2077 akan berpusat di Boston untuk memulai pengembangan game yang akan hadir selanjutnya.

Review Hacknet: Menjadi Hacker di Dalam Dunia Game

GAMEFINITY.ID, Kabupaten Malang – Hacknet merupakan sebuah game simulasi yang rilis pada tahun 2015 lalu. Berbeda dengan game lainnya, konsep dalam game ini adalah mensimulasikan bagaimana cara hacker bekerja. Meskipun tidak terlalu akurat, namun pemain dapat merasakan langsung bagaimana rasanya menjadi hacker yang dapat menjelajahi berbagai isi komputer yang berbeda.

Dikembangkan oleh Team Fractal Alligator dan dipublikasikan oleh Fellow Traveller, game ini sukses menuai tanggapan yang sangat baik dari para pemainnya di platform Steam.

Interface Hacknet

Hacknet Main Menu | Personal Archive
Hacknet Main Menu | Personal Archive

Seperti yang dikatakan di awal bahwa game ini berusaha membawa pengalaman hacking kepada para orang awam, maka UI di dalam game ini juga tidak berlebihan. Tidak ada animasi ataupun efek visual yang dapat memanjakan mata, seluruhnya dapat dikatakan seperti kembali ke OS komputer di tahun 90-an. Bahkan di beberapa kesempatan pemain hanya dapat mengandalkan keyboard layaknya mengendalikan DOS.

Di dalam game, grafisnya hanya terdiri dari beberapa tab yang masing-masing menunjukkan fungsi yang dapat digunakan oleh pemain. Penggunaan font hingga desain game-nya berasa benar-benar dibuat untuk mensimulasikan bagaimana komputer seharusnya. Meski begitu, ada beberapa animasi yang tidak relevan muncul ketika kita melakukan hacking nantinya.

Admin Rating: 9/10 (Game ini telah berusaha dengan baik untuk mengangkat experience para pemain dalam bermain peran sebagai hacker)

Gameplay Hacknet

Hacknet Gameplay | Personal Archive
Hacknet Gameplay | Personal Archive

Gameplay dari Hacknet sendiri dapat dikatakan terlihat sederhana namun sebenarnya cukup untuk membuat para pemain berpikir. Awalnya pemain akan dipertemukan dengan berbagai misi yang akan berlanjut seiring dengan berjalannya cerita. Tidak ada animasi ataupun wajah orang yang ditampilkan saat misi tersebut diterima, seluruh misi akan dikirimkan via email sang pemain.

Mekanik dari game ini sendiri juga memerlukan kemampuan dan tidak dapat dimainkan asal-asalan. Seiring dengan perkembangan cerita, berbagai hack mempunyai batas waktu yang terbatas. Pada intinya, pemain harus menghafalkan setiap command dan cara untuk melewati sistem keamanan seperti proxy dan firewall. Setelah menghabiskan waktu untuk membobol masuk ke dalam komputer, pemain juga harus melakukan seperti apa yang ditugaskan dalam sebuah misi. Misi tersebut dapat berupa menghapus file seseorang, menemukan akun seseorang, dan mengambil data mereka.

Command dalam game ini terkesan agak rumit dan sulit untuk dihafalkan. Diperlukan beberapa waktu untuk menghafalkan command dalam game ini dan menggunakannya di luar kepala. Para pemain sendiri dapat melakukan berbagai hal dengan pointer dan mendapatkan bantuan tentang command yang dapat digunakan. Namun, ada beberapa bagian di dalam game ini yang memaksa player untuk menggunakan keyboard-nya.

Admin Rating: 10/10 (Sebuah mekanik yang tidak terlalu sederhana maupun rumit seperti coding. Balance antara tingkat kesulitan dan bagaimana cara pemain belajar untuk dapat bermain lebih baik.

Baca Juga: Review Naruto Senki, Game Naruto Fanmade yang Sempat Populer

Grafis Hacknet

Hacknet Graphics | Personal Archive
Hacknet Graphics | Personal Archive

Tidak banyak yang akan dibahas dari grafis game ini karena pada dasarnya pemain hganya akan melihat layar dengan beberapa tab yang punya fungsi masing-masing. Pemain pada awalnya tidak dapat memilih tema OS yang disukainya, namun setelah beberapa progress pemain dapat memilih tema OS yang mereka sukai.

Ada satu hal lagi yaitu bagaimana game ini menggambarkan proses hack yang terkadang sedikit berlebihan. Dalam command seperti porthack pemain akan disuguhkan dengan beberapa animasi dalam prosesnya. Ya, semacam animasi “hacking” seperti biasa, namun hal ini tidak mengurangi pengalaman bermain sama sekali.

Admin Rating: 8/10 (Admin kurang menyukai adanya animasi berlebihan dalam game, namun hal tersebut bukanlah sebuah masalah besar)

Audio

Audio dalam game ini dapat dibilang monoton. Namun, audio dalam game ini dapat menambah kesan bahwa sebenarnya game ini adalah game simulasi hacker yang dibalut dengan berbagai puzzle solving yang rumit. Seperti halnya dengan grafis dan Ui dalam game ini, audio-nya juga sederhana.

Admin Rating: 7/10 (Cocok sesuai tema, namun terlalu monoton dan tidak memiliki suatu yang spesial)

Addictivity

Setelah ceritanya usai, Hacknet hanya dapat dimainkan untuk mengulang kembali ceritanya. Namun, meskipun hanya mengulang, pengalaman yang admin rasakan ketika bermain game ini sangat baik. Pemain dapat mengulangi cerita dari awal dan menamatkan berbagai Steam achievement.

Admin Rating: 6/10 (Game dengan cerita di dalamnya memang tidak memiliki replayability yang terlalu baik)

Worthiness

Dalam harga full price game ini berharga Rp. 70.000, namun ketika promo harganya dapat turun hingga Rp. 10.500. Dari perbandingan harga tersebut, sepertinya sudah jelas bahwa lebih baik untuk menunggu promo daripada membeli full price.

(Dengan Rp. 70.000 banyak pilihan game promo lain yang lebih baik, contohnya Borderlands 2, Tales of Berseria, dan Tom Clancy’s Splinter Cell Blacklist)

Admin Rating: 8/10 ketika promo, 2/10 ketika full price (Lebih baik membeli satu game AAA lawas)

Baca Juga: Ninja Heroes New Era, Turn-based yang Bangkit dari Kubur

Kesimpulan

Hacknet merupakan sebuah game yang membawa para pemain untuk mensimulasikan dirinya menjadi hacker. Pembawaan dari interface dan gameplay sudah dapat dibawakan dengan baik tanpa melupakan tema dari game ini. Mekanik yang sedikit rumit membuat game ini lebih menantang. Audio yang dibawakan meski cocok dapat dikatakan terlalu sederhana.

Untuk harga lebih baik membelinya ketika promo.

Total Admin Rating: 8/10

Rockstar Larang Jual Beli NFT di GTA Online

GAMEFINITY.ID, PATI – Meski Rockstar telah mengumumkan GTA 6, trafic player untuk GTA online masih cukup ramai. Baru – baru ini Rockstar mengeluarkan kebijakan baru untuk GTA online yang berhubungan dengan transaksi uang. Bagi player yang melanggar akan langsung dikenakan sanksi ban dari server.

Rockstar Larang Transaksi Kripto dan NFT

Rockstar baru saja mengeluarkan peraturan baru di server roleplay GTA Online yang harus ditaati oleh para pemainnya. Melalui postingan baru di support page, Rockstar menyatakan akan melarang segala hal yang berhubungan dengan eksploitasi komersial dalam game. Ini termasuk transaksi mata uang dunia nyata, loot boxes, kripto, dan NFT.

Rockstar dan Take-Two juga mengingatkan apabila terbukti pemain melanggar peraturan ini maka mereka tidak akan segan untuk menghapus pemain dari server RP tersebut. Tidak hanya berkaitan dengan eksploitasi komersial, server – server RP sekarang juga dilarang untuk memasukkan IP dari game lain, mod, misi baru, atau menyalahgunakan IP dari Rockstar Games.

Rockstar
Rockstar melarang segala transaksi yang berhubungan kripto, NFT, dan loot boxes | Source : Rockstar

Pembaruan ini membawa server GTA Online RP sejalan dengan aturan yang dirapkan oleh Rockstar pada mod single-player sama persis. Meski begitu, GTA masih memiliki komunitas modding yang berkembang pesat walau ada peraturan ini. Namun terkadang Rockstar masih bersikap keras terhadap para creators dalam beberapa kasus. Misalnya, saat Rockstar mengumumkan remastered trilogi GTA paling populer, remastered buatan penggemar yang jauh lebih bagus langsung di-take down. Lebih parahnya lagi Rockstar sampai melayangkan tuntutan kepada pembuat mod tersebut.

Baca Juga : GTA 6 Bentar Lagi? Rockstar Ucapkan Perpisahan Pada GTA 5

Jalan Lain Bagi Para Trader

Namun, masih ada cara lain bagi pemain yang merasa kurang suka dengan peraturan baru ini yaitu dengan menggunakan server roleplay pihak ketiga. Server ini biasa memiliki peraturan yang lebih longgar dan benar – benar ditujukan untuk mengembangkan kreatifitas komunitas. Dengan munculnya peraturan baru ini nampaknya server pihak ketiga akan menjadi tempat pelarian bagi mereka yang menjual-belikan kripto dan NFT.

Dengan beralihnya para trader – trader kripto dan NFT ke server pihak ketika, bisa saja beberapa server pihak ketiga juga akan memberlakukan hal yang sama dengan server GTA Online. Hal ini dikarenakan cukup banyak pemain yang kurang menyukai kripto dan NFT dalam suatu game.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk memainkan GTA Online? Jika kalian ingin tahu lebih banyak berita seputar game, kalian bisa mengunjungi Gamefinity. Buat kalian yang mau gacha atau top up game kesayangan kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Cygnus Enterprises, NetEase akan Launching Duluan di Steam

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Dalam preview PC Gaming Show 2023, NetEase Games selaku perusahaan game kondang mengumumkan bahwa Cygnus Enterprises, sebuah hybrid manage game Action RPG yang berlatar dengan tema scifi ini akan segera hadir di Steam.

Cygnus Enterprises ini kabarnya akan dikembbangkan oleh studio Asia yang ternyata masih dibawah naungan NetEase Games, Team Miaozi yang terletak di Shanghai.

Cygnus Enterprises, Action-RPG Sci-Fi dengan Gaya Management Town

Game ini berlatar di masa depan yang cerah, dimana semuan tampil dengan gaya scifi. Zaman dimana umat manusia mengesampingkan perbedaan untuk berkembang secara damai ke dunia yang baru.

Sebuah ekspansi yang dahulu dibatasi oleh teknologi, namun Cygnus Enterprises telah ciptakan penggerak yang lebih cepat dari cahaya, memungkinkan manusia melakukan perjalanan melintasi alam semesat dan menemukan universe baru.

Cygnus Enterprises

Sayangnya, tidak semua dunia ini menyambut manusia, karena ada monster alien yang kuat berkeliaran di alam liar dan menjadi ancaman bagi para penduduk. Company menempatkan pemain sebagai seorang problem solver yang di sewa perbatasn luar angkasa yang liar.

Luar angkasa yang dimana pemain harus memulihkan pos paling depan dan terlantar, kemudian mengubahnya menjadi pemukiman yang baru dan ramai menarik orang dari seluruh alam dunia universe.

Baca Juga : Bandai Namco Dikabarkan akan Memberikan Versi Remake untuk Tales of Symhonia

Gameplay Keren Cygnus Enterprise dari NetEase Games

Cygnus Enterprises adalah game Action RPG singleplayer yang cukup seru dan menantang. Pemain dapat melakukan perekrutan, hingga pembangunan kota layaknya kebanyakan game idle lainnya. Jika diperhatikan lagi, game ini cenderung tampil dengan mekanisme adventure yang dibalut dengan town management.

Cygnus Enterprises

Ceritanya sendiri berlangsung dalam 18 misi alur cerita, namun pemain bebas menghabiskan waktu sebanyak yang diinginkan demi membangun dan sempurnakan markas mereka. Menampilkan setidaknya role gameplay yang terpecah menjadi fitur dan fungsi utama yang berbeda. Hal ini juga nanti akan dijelaskan bagaimana pemain akan menjadi pengusaha prajurit galaksi.

Cygnus Enterprises

Pemain di haruskan menjelajahi lokasi yang indah lagi eksotis sambil mengalahkan musuh menggunakan senjata futuristik dan menjarah sumber daya untuk membangun kota. Selain membangun kota, pemain pasti membutuhkan staff teknis yang mengurus bangunan dan segala keperluan kota.

Cygnus Enterprises sendiri akan segera hadir di Steam untuk early access-nya pada 16 Desember 2022.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Baru Rilis, Pokemon Scarlet & Violet Penuh Masalah Teknis

GAMEFINITY.ID, Bandung – Pokemon Scarlet & Violet akhirnya rilis pada 18 November 2022 dan menjadi satu lagi game yang paling dinanti. Entri terbaru Pokemon itu menjadi game mainline pertama yang menggunakan konsep open world. Sayangnya, penggemar menemukan game itu penuh masalah teknis.

Pokemon Scarlet & Violet Penuh Masalah Teknis, Menurut Pemain

Penggemar setia game Pokemon sangat kecewa dengan Pokemon Scarlet & Violet saat rilis. Meski mereka sangat bersemangat semenjak pengumuman pertamanya, produk akhirnya justru tidak memuaskan. Mereka mendapati keduanya penuh masalah teknis.

Penggemar mengirim posting di Twitter tentang contoh masalah teknis yang terdapat pada Pokemon Scarlet & Violet. Contohnya terdapat pada Poke Ball. Pengguna Twitter seperti @YuriaYT dan @Snicky974 menunjukkan engine Pokemon Scarlet & Violet kesulitan dalam meng-handle Poke Ball. Saat karakter mereka melempar Poke Ball, sebagian tampilan dunia justru menghilang. Setelah itu, engine tersebut membutuhkan beberapa saat untuk load asset tersebut. Bahkan, hasil tangkapan Pokemon menggunakan Poke Ball tidak terungkap sebelum asset dunia itu berhasil ter-load semua.

Dalam postingan Reddit yang bertajuk We criticize because we care (Game Freak and the state of modern Pokémon games)”, penggemar mengemukakan keluhan. Mereka ingin entri terbaru Pokemon itu melampaui potensialnya. Mereka ingin sesama penggemar mengemukakan kritiknya agar Game Freak dapat melihat agar game itu diperbaiki.

Keluhan itu juga dikemukakan oleh reviewer dari media. Contohnya, IGN mengungkap terdapat berbagai bug di Pokemon Scarlet & Violet. Mulai dari framerate tidak beraturan, animasi gerakan model karakter terkadang aneh, hingga bayangan sering sekali hilang dan muncul.

Baca juga: Pokémon Festival Jakarta Siap Digelar Mulai 8 Desember 2022

User Score Metacritic Juga Mengecewakan!

Pokemon Scarlet & Violet open world
Pokemon Scarlet & Violet menjadi entri mainline Pokemon pertama yang menggunakan konsep open world

Karena hal ini, Pokemon Scarlet & Violet mendapat user score mengecewakan di Metacritic. Ini berbanding terbalik dengan metascore-nya. Padahal, keduanya mendapat agregat score 77 dari kritikus. Kritikus memuji konsep open world dan branching campaign yang belum ada di entri mainline Pokemon sebelumnya.

Per tulisan ini, Pokemon Scarlet mendapat user score 2,9, sementara Pokemon Violet mendapat 3,6. Ini menjadi user score terendah yang didapat entri mainline Pokemon sepanjang masa.

Sejauh ini, Nintendo dan Game Freak belum berkomentar tentang masalah teknis Pokemon Scarlet & Violet