Category Archives: Game

Sudah Ketinggalan Zaman, GTA V Alami Penurunan Penjualan

GAMEFINITY.ID, Jakarta – GTA V atau Grand Theft Auto V menjadi game yang paling laris di masanya, menurut sumber yang ada total penjualan copy game menyentuh angka sebanyak 170 juta copy. Alasan lain dibalik larisnya GTA V ini adalah bertebaran mod yang dimana kamu bisa menjelajah area langit. pemain juga dapat memodifikasi karakter utama sesuka kalian, mod yang cukup populer waktu itu adalah mod polisi Indonesia.

Tidak ada yang abadi mungkin tepat menggambarkan situasi GTA V sekarang, pada kuartal akhir ini dilaporkan mengalami penurunan penjualan dengan angka mencapai satu juta copy pada bulan Juni hingga September yang lalu.

Baca juga: Horizon Zero Dawn Wajah Baru Game Playstation

GTA V Dilaporkan Mengalami Penurunan Penjualan Hingga 1 Juta Copy Setelah Peluncurannya Selama Hampir 1 Dekade

GTA V
GTA V

Sudah hampir satu dekade terakhir,  Grand Theft Auto telah menemani masa remaja dan peralihan menuju dewasa kini. Dilansir dari GamesRadar.com, menurut laporan keuangan yang diterbitkan oleh penerbit Take Two, dilaporkan bahwa Grand Theft Auto pada kuartal ketiga tahun 2022 yang lalu hanya mencapai satu juta copy.

Menurutnya, satu juta masih terbilang cukup banyak, sayangnya pada kuartal terakhir ini, penjualan GTA V mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Hype GTA VI Menjadi Penyebab Mulai Ditinggalnya Seri Game Yang Satu Ini

Walaupun masih belum diketahui waktu rilisnya kapan, banyak yang telah menunggu trailer dari game GTA VI ini. Akibatnya, seri lama mulai ditinggalkan perlahan- lahan lalu berpindah ke seri baru yang jauh lebih menarik. Pada beberapa waktu yang lalu, beredar 90 video yang diduga merupakan fitur-fitur dari GTA VI yang akan dirilis di waktu mendatang.

Rockstars lantas mengonfirmasi kalau video yang beredar tersebut memang benar berasal dari studio mereka sendiri yang dibocorkan oleh oknum peretas. Rockstars pun meminta maaf kepada seluruh para pemain yang sudah tidak lagi sabar menunggunya. Walaupun bocoran tersebut terlanjur beredar di dunia maya, lantas tidak menganggu proses produksi game.

Rockstars juga berjanji jika trailer game akan dirilis di waktu yang tepat, namun pengembang masih merahasiakannya. Tulis di komentar kenangan-kenangan kalian saat masih memainkan game satu ini baik versi orisinil maupun mod nya.

Electronic Arts Patenkan Sistem Kontroler Otomatis

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Electronic Arts berhasil mendapatkan hak patennya, untuk sistem pengubah konfigurasi kontroler otomatis dengan machine-learning. Program bernama Automatic controller configuration recommendation system ini diklaim dapat menguraikan sistem kontroler pada video game, serta akan menyesuaikan konfigurasi secara otomatis, tergantung pada keterampilan penggunanya.

Bagi banyak gamer, terutama mereka yang menggunakan konsol, kontroler tetap menjadi salah satu perangkat utama untuk dapat memainkan video game. Namun, tidak semua kontroler hadir dengan bentuk dan konfigurasi yang sama, karena para produsen konsol memiliki konsep kontroler mereka sendiri, yang dibuat dengan bentuk, fitur, dan ukuran yang berbeda-beda. Seperti PlayStation 5 menggunakan pengontrol DualSense yang lebih ramping, sementara konsol seri Xbox menggunakan pengontrol Xbox Wireless yang lebih besar.

Dan untuk mereka yang menginginkan fitur lebih daripada kontroler standar, para produsen konsol juga telah menyediakan beberapa opsi lain untuk memenuhi kebutuhan pemain. Misalnya, para gamer hardcore mungkin menginginkan pengontrol dengan fitur tambahan yang melengkapi gameplay mereka. Maka pengontrol seperti Xbox Elite Wireless dan DualSense Edge adalah solusinya, karena kedua kontroler tersebut akan memberi pemain segudang fitur yang tidak tersedia pada pengontrol standar.

Selain alternatif kontroler dari para produsen konsol video game di atas, terdapat pula pengontrol jenis baru yang tampaknya saat ini sedang dalam perjalanan untuk dikembangkan, dan diperkirakan akan merubah segala sesuatu dari kontroler yang telah kita kenal. Perkiraan ini datang setelah Electronic Arts (EA) mendapatkan hak patennya, atas sistem konfigurasi kontroler otomatis, yang pernah diajukan pada akhir 2020 silam.

Baca juga: Kolaborasi Google dengan Renault Kembangkan Mobil Cerdas

display kontroler electronic arts
Sistem Kontroler Otomatis Dengan Machine Learning

Sistem Kontroler Otomatis Milik Electronic Arts

Mengutip dari laman web SVG.com, Electronic Arts dilaporkan telah mendapatkan hak paten atas sistem konfigurasi kontroler otomatis yang pernah diajukan pada akhir tahun 2020. Sistem konfigurasi itu bernama “Automatic controller configuration recommendation system”, dan diklaim dapat menguraikan sistem video game, dimana game akan menyesuaikan pengaturan pengontrol tergantung pada keterampilan pengguna. 

Dalam Abstrak Paten, dijelaskan bahwa program konfigurasi otomatis ini nanti akan “menentukan (konfigurasi), berdasarkan input kontroler, profil pengguna untuk pengguna, yang terdiri dari setidaknya tingkat keterampilan dan kecenderungan input pengguna.” Kemudian, sistem akan membuat penyesuaian pada pengaturan kontroler secara eksplisit, yang “dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja pengguna dalam kaitannya dengan perangkat lunak”.

Sistem konfigurasi otomatis ini sebenarnya bukanlah sebuah konsep baru. Para desainer sejak awal tahun 80-an juga telah mengerjakan sistem adaptif, guna membantu pemain yang kesulitan dalam menemukan permainan tertentu. Contoh awal yang menonjol adalah Zanac, sebuah game shooter untuk PC MSX pada tahun 1986, yang memiliki sistem bernama “Kontrol Tingkat Kesulitan Otomatis” atau Automatic Difficulty Control (ALC), yang dapat merubah intensitas menjadi lebih mudah atau lebih sulit (dengan menambah dan mengurangi jumlah musuh) berdasarkan performa pemain.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/

Horizon Zero Dawn Wajah Baru Game Produksi Sony Playstation

GAMEFINITY.ID, PATI – Keuntungan yang sangat besar dari game live service sudah tidak perlu ditanyakan. Godaan inilah yang nampaknya mendorong para developer yang sebelumnya menggarap game AAA ikut membuat game live service mereka. Sony Playstation sebagai raksasa di indurstri game tidak ingin melewatkan kesempatan besar ini. Mereka telah mengumumkan akan membuat beberapa franchise game mereka menjadi game live service, salah satunya yaitu Horizon Zero Dawn.

Horizon Zero Dawn Tapi Online?

Beredar rumor bahwa Playstation sedang bekerjasama dengan developer game MMORPG asal Korea Selatan untuk mengerjakan game MMO Horizon Zero Dawn. Menurut laporan yang ditulis oleh MTN, developer NCsoft mengklaim telah menjalin kemitraan dengan Sony untuk mengembangkan game MMORPG Horizon. Kesepakatan antara Sony dan NCsoft sudah berlangsung sejak tanggal 8 November kemarin.

Horizon Zero Dawn
Horizon dikabarkan akan mendapatkan game MMORPG | Source: Playstation

Saat ini NCsoft sedang membuka beberapa lowongan pekerjaan untuk mengerjakan project game MMORPG terbaru mereka yang diberi nama “Project H”. Game Horizon ini katanya akan memiliki gameplay mirip seperti Monster Hunter.

Hingga saat ini Sony masih belum memberikan konfirmasi atau menyangkal kebenaran dari rumor ini. Menjelaskan besar kemungkinan mereka memang sedang mengerjakan project MMORPG untuk game Horizon.

Sudah Direncanakan Lama Oleh Sony Playstation

Bagi yang belum tahu, NCsoft merupakan developer dibalik beberapa game MMORPG populer seperti Lineage dan Guild Wars 2. NCsoft dilaporkan telah menarik beberapa staf dari berbagai project sebagai bentuk persiapan untuk memulai pengembangan “Project H”. VGC menjelaskan bahwa Guerilla games telah lama merencanakan game multiplayer online Horizon.

Tahun lalu Guerilla games membuka lowongan untuk posisi Social Designer, yang mana bertugas untuk menangani interaksi sosial antara pemain dalam suatu game. Tidak dijelaskan untuk project apa posisi ini nantinya. Kemungkinan besar ini ditunjukkan untuk “Project H” jika memang Guerilla Games akan terlibat dalam pengemabangan MMO Horizon.

Kabar mengenai usaha Sony dalam mengembangkan game live service memang telah meningkat akhir-akhir ini. The Last of Us Factions dari Naughty Dog merupakan salah satu game live service yang kabarnya sedang dikembangkan oleh Sony. Game co-op online ini baru-baru diumumkan sedang dikembangkan oleh PlayStation London Studio. Langkah yang diambil Sony dalam mengembangkan game live service sudah sejalan dengan visi mereka di tahun 2025.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk memainkan game MMO Horizon nantinya? Jika kalian ingin tahu lebih banyak berita seputar game, kalian bisa mengunjungi Gamefinity. Buat kalian yang mau gacha atau top up game kesayangan kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Review 2012 Apocalypse, Game yang Terinspirasi Movie 2012

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – 2012 Apocalypse merupakan salah satu game adventure yang di adaptasi dari film dengan judul yang sama. Game ini dirilis pada tahun 2009 tidak lama setelah penayangan 2012 oleh Glu Mobile. Game ini dapat dimainkan di mobile dengan operasi sistem yang mendukung Java.

Sinopsis 2012 Apocalypse, Java Game yang Terinspirasi dari Rumor 2012

Diakhir 2012 para ilmuan, dan tanda-tanda akhir dunia sudah terliaht jelas, namun penolakan pemerintah atas informasi itu yang membuat diri mereka turut hancur. Manusia dihadapkan dengan fakta dunia akan berakhir. Bencana alam, musibah, wabah banyak terjadi dimana-mana. Menuntut manusia untuk bertahan hidup dari fenomena kiamat dunia tersebut. mampukah mereka bertahan?.

Baca Juga : Review Solar Smash, Dalang dibalik Chaos-nya Tata Surya

Gameplay (9/10)

Review 2012 Apocalypse
Gameplay – 2012 Apocalypse, Java Game yang Terinspirasi dari Movie 2012

Game 2012 Apocalypse merupakan salah satu game arcade adventure yang di adaptasi dari serial movie 2009 dengan judul yang sama, 2012. Game ini memiliki respon dan tanggapan yang cukup baik dari beberapa penggemar di Java Mobile.

Game ini hadir dengan genre Adventure yang pada dasarnya merujuk pada alur cerita yang tidak jauh berbeda dengan versi movie. 2012 Apocalypse juga menuntut kemajuan yang berbanding terbalik dengan peranan yang diperani oleh pemain.

2012 Apocalypse tampil dengan mode singleplayer yang terdiri atas tiga tingkatan permainan, seperti Beginner, Intermediate, dan Expert. Diawal permainan, pemain hanya bisa memainkan Beginner saja.

Dalam mekanisme yang berbanding terbalik dengan tujuan dari game ini, 2012 Apocalypse menuntut pemain untuk berperan sebagai bencana alam yang dimana diharuskan mencari jalan keluar dalam sebuah lingkungan kota, serta mengumpulkan item yang bersangkutan dengan lore yang ada.

Graphic (9/10)

Review 2012 Apocalypse
Graphic – 2012 Apocalypse, Java Game yang Terinspirasi dari Movie 2012

2012 Apocalypse dibawakan dengan menyesuaikan resolusi untuk perangkat symbian sejenisnya, atau perangkat yang mendukung launcher Java seperti Nokia atau Sony Ericson. Tampil dengan resolusi 720 x 960 pixel dan memiliki depth hingga 32bit.

2012 Apocalypse sendiri memiliki visual yang cukup menarik dan baik untuk ukuran game Java di tahun 2010 kebawah. Menampilkan FPS Counter yang cukup baik, setidaknya lebih baik 15 FPS keatas.

Control (8/10)

Secara umum 2012 Apocalypse tampil dengan kontrol yang disesuaikan dengan tombol mekanik pada perangkat symbian sejenisnya. Kontrol yang cukup umum, dan hampir tidak berubah sama sekali untuk beberapa permainan berbeda.

Addictive (8/10)

Review 2012 Apocalypse
Addictive – 2012 Apocalypse, Java Game yang Terinspirasi dari Movie 2012

Adiktif, membahas aspek kali ini 2012 Apocalypse cukup menarik. Hal ini didasari dengan mengingat bahwa game ini hadir dan dibawakan tidak hanya sebatas dengan destroy saja, melainkan alur cerita yang juga harus dipenuhi selama bermain.

Music (6/10)

Aspek ini mendapakan poin yang sedikit rendah untuk game adventure semenarik ini, mengapa?. Penulis bukan tanpa sebab memberikan ulasan ini, hal ini juga didasari dengan minimnya latar musik dan miss-nya juga latar musik yang tidak sesuai dengan gameplay yang dibawakan.

Kelebihan

Hadir dengan alur cerita yang menarik dengan mekanisme yang cukup pasaran belakangan ini. Tampil tidak sebatas hanya mengandalkan gameplay menghancurkan saja, melainkan ada feel yang membuat pemain untuk mengetahui lore dari gam gini sendiri.

Kekurangan

Sedikit kekurangan untuk 2012 Apocalypse. Game ini memiliki aspek yang menarik dan tentunya baik. Hanya ada sedikit miss pada salah satu aspek musik dalam game ini. Game ini tampil dengan latar musik yang tidak relate dengan genre serta tema yang dibawakan oleh game ini.

Untuk 2012 Apocalypse, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 8.

Sekian Review 2012 Apocalypse yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Kolaborasi Google dengan Renault Kembangkan Mobil Cerdas

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Google dan Renault Group akan memperpanjang kontrak kerjasama empat tahun mereka, untuk melanjutkan pengembangan platform perangkat lunak canggih yang akan menjadi evolusi dari kendaraan cerdas di masa mendatang. Kerjasama dari kedua perusahaan ini nanti akan menghadirkan Software-Defined Vehicle (SDV), dengan cloud software yang akan dibangun menggunakan sistem operasi Android Automotive milik Google.

Mengutip dari laman web PR Newswire (Via: The Verge), Google dilaporkan telah memperpanjang kemitraannya dengan produsen mobil asal Prancis, Renault Group, untuk mengembangkan Software-Defined Vehicle (SDV) yang dilengkapi dengan sistem operasi Android Automotive, serta cloud software bernama Digital Twin untuk mentransfer data dari dari SDV ke server milik Google.

“Kolaborasi kami dengan Grup Renault telah meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan konektivitas di jalan. Pengumuman hari ini akan membantu mempercepat transformasi digital Grup Renault dengan menyatukan keahlian kami di cloud, AI, dan Android untuk memberikan pengalaman yang (lebih) aman dan sangat personal yang (akan) memenuhi harapan pelanggan yang terus berkembang.” Ucap Sundar Pichai, CEO dari Google dan Alphabet

Baca juga: OpenAI Rilis API DALL-E Versi Beta Untuk Kepentingan Bisnis

Renault
Renault | Kerjasama Untuk Kendaraan Cerdas Masa Depan

Kerjasama Google dan Renault untuk Kendaraan Cerdas Masa

Software-Defined Vehicle atau Kendaraan yang Ditentukan oleh Perangkat Lunak, merupakan salah satu evolusi berikutnya dari industri otomotif. Sesuai namanya, kendaraan jenis ini akan dilengkapi dengan sebuah perangkat lunak khusus yang dapat mengelola pengoperasian kendaraan. Seperti update fungsionalitas, mengaktifkan fitur-fitur baru dari over-the-air updates, atau bahkan melakukan self-driving dengan program kecerdasan buatan.

Kerjasama dari kedua perusahaan ini tentu akan memungkinkan Renault Group untuk mengurangi biaya, serta  meningkatkan kecepatan produksi kendaraan. Renault Group bahkan berencana untuk memperluas penggunaan teknologi Google Cloud di SDV, guna mengelola pengambilan data dan analitik yang lebih baik, lebih aman, dan rahasia.

“…Dilengkapi dengan platform TI bersama, pembaruan over-the-air yang berkelanjutan, dan akses yang disederhanakan ke data mobil, pendekatan SDV yang dikembangkan dalam kemitraan dengan Google akan mengubah kendaraan kami untuk membantu melayani kebutuhan pelanggan di masa depan.”  Ucap Luca de Meo, CEO Grup Renault

Untuk mempercepat pengembangan, kedua perusahaan juga akan bekerjasama dalam “Digital Twin”, yang akan menggunakan kemampuan AI canggih untuk mempermudah integrasi fitur, sembari memungkinkan perizinan aplikasi onboard (Layanan Dalam Mobil) dan offboard baru pada kendaraan.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/

Meta Laporkan PHK Ribuan Karyawannya

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Induk perusahaan Facebook, Whatsapp, serta Instagram Meta dilaporkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja atau mem-PHK ribuan karyawan dalam waktu dekat ini. Gelombang PHK yang terjadi pada perusahaan teknologi tersebut menjadi yang  terbesar selama setahun belakangan ini.

Dilansir dari IGN dan Wall Street Journal, gelombang PHK yang terjadi pada perusahaan Meta dilakukan pada hari ini ( 9/11 ) waktu setempat serta kepada karyawannya untuk tidak melakukan kegiatan yang dirasa tidak penting.

Ancaman Resesi Semakin Dekat, Meta PHK Ribuan Karyawan

Meta by Facebook
Meta

Tidak dapat dipungkiri jika Resesi global 2023 benar-benar semakin dekat, terbukti telah banyak perusahaan yang telah memPHK karyawannya di seluruh dunia, begitu pula dengan Meta. Ini menjadi yang pertama kalinya Meta mem-PHK karyawannya sejak didirikan pada 18 tahun yang lalu.

Dilaporkan bahwa Meta memiliki jumlah karyawannya sebanyak lebih dari 87.000 orang di seluruh dunia. Diperkirakan jumlah karyawan yang akan dipecatnya lebih besar dari Twitter yang berjumlah 3.700 orang lebih.

Juru bicara Meta sayangnya menolak untuk berkomentar, namun sebaliknya, ia mengatakan bahwa perusahaan akan berfokus melakukan investasi di area dengan angka pertumbuhan prioritas yang tinggi. “Jadi beberapa tim akan tumbuh secara signifikan, akan tetapi tim lainnya tetap flat atau menyusut tahun depannya.” Kata Zuckerberg.

Baca juga: AMD Resmi Umumkan GPU Radeon  RX 7000

“Secara Agregat, kami mengharapkan pada akhir 2023 mendatang mungkin akan sama atau justru lebih sedikit dari hari ini (2022).” Saat ini perusahaan Meta telah memangkas karyawan mereka di Departemen tertentu, yang sejalan dengan pernyataan Zuckerberg bahwa beberapa dari mereka tidak akan ada lagi mereka di situ.

Perusahaan Alami Kerugian Setelah Berkurangnya Pendapatan Di Divisi Virtual Reality

Dilaporkan bahwa pada divisi Virtual Reality, Reality Labs yang mencakup Metaverse, VR, serta XR mengalami kerugian sebesar 3,7 Milyar dolar pada operasionalnya. Atau 9,4 Milyar dolar pada tahun ini, lebih banyak dari tahun lalu yang hanya sebesar 6,9 Milyar dolar pada 2021 yang lalu.

Dan baru-baru ini Meta mengumumkan Perangkat Quest Pro VR seharga US$1.499 yang menawarkan anggotanya membangun Horizon Worlds yang tidak berada di tempat yang menarik perhatian banyak orang. Perangkat tersebut juga menjadi bahan perdebatan banyak orang. Dan menurut Wall Street, pengguna Horizon Worlds saat ini mencapai 200 ribuan orang.