Category Archives: Game

Tingginya Nilai Gaming Gear dan Aspek yang Mempengaruhi

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Gaming Gear adalah peralatan tambahan untuk bermain game, dengan bantuan beberapa fungsi yang lebih kompleks. Gaming gear sendiri meliputi keyboard, mouse, headset, chair, dan banyak lagi. Kebanyakan gaming gear sendiri di buat oleh brand gaming seperti Razer, Steelseries atau Corsair.

Baca Juga: Arcade Game Ikonik yang Kini Dapat Berjalan di Emulator

Aspek yang Mempengaruhi Tingginya Nilai Gaming Gear

Tidak hanya sebatas embel gaming gear. Berikut beberapa aspek yang mempengaruhi nilai dari suatu gaming gear yang dapat penulis rangkum kali ini.

Visual

Gaming Gear
Visual – Aspek yang Mempengaruhi Tingginya Nilai Gaming Gear

Modern ini, para pengembang dan perusahaan yag memproduksi kebutuhan atau perangkat dukungan untuk PC atau device selalu memberikan inovasi pada setiap produk yang mereka buat dan rilis.

Beberapa inovasi yang masih terus dikembangkan, baik dalam segi fungsional hingga visual. Dalam aspek visual kali ini, beberapa gaming gear keluar kepasaran dalam bentuk dan tampilan yang sebenarnya merupakan upgrade visual dari produk sebelumnya.

Hampir kebanyakan produk dengan embel gaming memiliki kode visual yang cenderung sama. Kode visual yang dimaksud seperti pemilihan warna, penggunaan light dengan warna RGB, ataupun produk dengan tema yang cenderung didominasi dengan visual yang gelap.

Salah satu produk yang umum dengan hanya menampilkan visual murni tanpa ada keunggulan lainnya adalah keyboard. Belakangan ini, banyak sekali para gamer ataupun hanya sebatas penghobi yang memberikan tampilan lebih untuk keyboard mereka.

Sedikit yang unik dari hal ini, bukan karena visual-nya melainkan karena harga rakitan untuk satu buah keyboard yang terbilang mahal. Hal ini didasari dengan harga keycaps yang terbilang cukup tinggi, dan tidak sedikit juga dari kalangan ini yang rela menggelontorkan uang hingga jutaan hanya untuk sebuah keyboard.

Fungsional

Gaming Gear
Fungsional – Aspek yang Mempengaruhi Tingginya Nilai Gaming Gear

Mengesampingkan aspek lainnya, pasti banyak gaming gear yang unggul tidak hanya pada visual, melainkan diunggulkan juga pada fungsional ataupun spesifikasi yang diberikan. Hampir semua gaming gear memiliki nilai aspek satu ini.

Inovasi selalu hadir dengan pembaruan fungsional yang menjadi jawaban dan layanan lebih terhadap pelanggan dari beberapa penerbit gaming gear. Salah satu yang mencolok dan punya nilai fungsi lebih adalah yang disebut gaming chair.

Awalnya kebanyakan gamer apalagi youtuber menggunakan gaming chair yang sangat umum. Gaming chair yang digunakan ini tersedia dalam satu varian dengan warna berbeda, sebut saja misalnya Vortex Series.

Semakin kesini semakin tahun, banyak produsen gaming gear sejenis yang melakukan inovasi yang cukup worth untuk para gamers, mengingat cukup melelahkan jika menggunakan gaming chair pada umumnya.

Salah satu produsen penghasil gaming gear ini adalah Acer. perusahaan ini memberikan sebuah terobosan baru yang menyatukan beberapa perangkat komputer dengan tempat duduk multifungsi yang punya kustomisasi lebih kompleks, seperti Acer Predator Thronos.

Investasi

Gaming Gear
Investasi – Aspek yang Mempengaruhi Tingginya Nilai Gaming Gear

Belakangan ini, gaming gear tidak hanya berfokus kepada spesifikasi dan visual saja, lebih dari itu mereka tampil dengan visual serta fungsi jangka panjang yang termutakhir. Sedikit bahasan mengenai investasi gaming.

Investasi sendiri tidak hanya sebatas dengan uang atau dapat dijual kembali. Belakangan ini salah satunya adalah banyaknya produsen gaming chair yang menggunakan aspek fungsi ataupun comfort pada beberapa kursi, dan didapatkan titik temu bahwa kursi kantoran merupakan kursi yang terbilang nyaman dan proporsional.

Banyak gaming chair sekarang didesain dengan bahan dan bentukan yang tidak jauh dengan kursi kantoran pada umumnya. Hal ini didasarkan dengan nilai investasi kesehatan yang akan didapatkan pengguna selama menggunakan produk tersebut.

Itulah 3 aspek yang mempengaruhi tingginya nilai dari suatu gaming gear. jadi tidak selamanya gaming gear itu berperan sebagai hiasan dan tidak terlalu memberikan impact lebih.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

MrBeast Berencana Membeli Sebuah Tim League of Legends

GAMEFINITY.ID, Bandung – YouTuber MrBeast akhirnya menjawab rumor yang telah lama beredar di kalangan penggemarnya. Ia mengungkap memiliki rencana untuk membeli sebuah tim League of Legends.

Jadi Analis Tamu Babak Final League of Legends World Championship 2022

Penggemar terkejut saat MrBeast menjadi analis tamu babak final League of Legends World Championship 2022. MrBeast sendiri merupakan penggemar berat dari game MOBA besutan Riot Games. Ia mengaku di Twitter bahwa League of Legends menjadi game terbaik yang pernah dibuat sepanjang masa.

Saat menjadi analis tamu, ia mengungkapkan kecintaannya pada League of Legends. Ia juga membuat prediksi untuk babak grand final World Championship 2022. Mr Beast berharap T1 akan menjadi pemenang. Namun, DRX berhasil menaklukkan T1 dengan skor 3-2 dan merebut gelar juara.

Menjawab Rumor, MrBeast Akan “100%” Membeli Sebuah Tim

Announcer Isaac “Azael” Cummings-Bentley bertanya apakah rumor MrBeast akan membeli sebuah tim League of Legends asal Amerika Utara benar adanya. MrBeast kemudian menjawab bahwa ia akan “100 persen” membeli sebuah tim.

Pada thread yang sama di Twitter saat ia mengungkapkan kecintaan terhadap League of Legends, ia mengungkap keinginannya untuk mengakuisisi sebuah tim. Hal itu disebut menjadi salah satu tujuan hidupnya.

“Oh ya. Seratus persen. Pertanyaannya kapan. Jika kita melakukannya, aku ingin memiliki sebuah tim yang berdiri di panggung seperti ini,” ungkap MrBeast pada Azrael.

Ia berambisi ingin memiliki tim yang dapat memenangkan League of Legends World Championship. Pasalnya, belum ada tim dari Amerika Utara yang bisa mencapai tahap tersebut.

“Mungkin satu atau dua tahun ke depan, kurasa,” tambahnya.

Baca juga: DRX Jadi Juara League of Legends World Championship 2022!

Sudah Tidak Asing dengan Dunia Bisnis

MrBeast
MrBeast telah menjadi YouTuber dengan penghasilan terbanyak

MrBeast saat ini memiliki 110 juta subscriber di YouTube, menjadikannya sebagai orang dengan subscriber terbanyak kedua setelah PewDiePie (111 juta subscriber). Saat ini, channel-nya berada di posisi kelima dalam skala jumlah subscriber.

Tidak cukup menjadi content creator, MrBeast juga merambah ke dunia bisnis. Ia mendirikan restoran virtual MrBeast Burger yang sudah berekspansi secara nasional di Amerika Serikat. Ia juga mendirikan perusahaan cokelat Feastables.

Pembelian sebuah tim esports League of Legends dapat menjadi investasi terbesar bagi MrBeast. Tampaknya, penggemar harus menunggu satu atau dua tahun ke depan agar impiannya terwujud.

DRX Jadi Juara League of Legends World Championship 2022!

GAMEFINITY.ID, Bandung – League of Legends World Championship 2022 akhirnya telah berakhir dan hasilnya mengejutkan. Babak final yang diadakan pada San Fransisco pada 5 November 2022 itu menjadi pertandingan dua tim asal Korea Selatan. Kedua tim itu adalah T1 dan DRX.

Tidak disangka, DRX berhasil menaklukkan T1 yang sudah pernah tiga kali juara di League of Legends Championship. Padahal penggemar esports League of Legends berekspektasi T1 akan merebut gelar juara empat kali.

Mengejutkan! DRX Berhasil Mengalahkan T1 di Babak Final League of Legends World Championship 2022!

League of Legends World Championship T1 vs DRX
DRX berhadapan dengan T1 di babak final League of Legends World Championship 2022

Disebut sebagai miracle run oleh announcer, DRX berhasil mengalahkan T1 dengan skor 3-2 di babak grand final. Awalnya, T1 memimpin setelah memenangkan game pertama. Namun, DRX berhasil menguasai game kedua.

Pertandingan pun berlangsung sangat sengit. T1 kembali memimpin di game ketiga. Secara mengejutkan, game keempat dimenangkan oleh DRX, membuat keduanya harus memainkan game kelima dan terakhir. Pada akhirnya, T1 harus bertekuk lutut terhadap DRX di game kelima.

Anggota DRX Kingen dinobatkan sebagai MVP League of Legends World Championship 2022 berkat aksi menakjubkannya selama kompetisi. Sementara itu, ini menjadi kali pertama bagi Deft untuk memenangkan gelar juara bersama DRX sejak debutnya pada 2013.

“Sejak debutku, setiap malam aku selalu bermimpi diri memenangkan World Championship. Hanya mimpi awalnya, tapi aku berhasil. Aku sangat bahagia sekarang,” ungkap Deft dalam wawancara post-game.

Awalnya T1 Diprediksi Akan Menjadi Juara

Kemenangan DRX di final League of Legends World Championship 2022 tentu mematahkan prediksi penggemar esports. Awalnya, mereka memprediksi T1 akan merebut gelar juara untuk keempat kalinya. T1 digadang-gadang akan menaklukkan DRX dengan skor 3-1.

Prediksi ini sebenarnya tidak mengherankan. T1 sudah menjadi favorit penonton untuk memenangkan kejuaraan ini. Sementara itu, tidak ada satupun yang menyangka DRX akan mencapai final.

Baca juga: Valorant Umumkan Premier Mode, Bakal Masuk Alpha Test

Perjalanan DRX di League of Legends World Championship 2022

League of Legends World Championship 2022 DRX
Sempat jadi tim underdog, DRX berhasil mendobrak ekspektasi penonton

DRX memulai kompetisi ini sebagai tim Play-In setelah menjadi runner-up LCK Regional Finals. Begitu lolos dari babak Play-In, mereka berhasil lolos babak grup dan mendapat tiket menuju babak knockout.

Kejutan pun dimulai saat babak perempat final saat DRX berhasil mengalahkan juara bertahan Edward Gaming asal China dengan skor 3-2. Pada babak semifinal, mereka berhasil menaklukkan juara LCK Summer Gen.G dengan skor 3-1.

DRX kemudian semakin membuat syok semua orang saat menang melawan T1 dengan skor 3-2. Ini adalah pertama kalinya tim asal Korea Selatan itu meraih juara di League of Legends World Championship.

Capai Angka Penonton Live Stream Tinggi

Pertandingan final League of Legends World Championship 2022 tentu menjadi perhatian besar penonton. Pasalnya, kejuaraan tahun ini dianggap sebagai kompetisi terbaik dalam sejarah League of Legends.

Angka penonton pada live stream babak final itu memuncak di angka 5 juta menurut eSports Charts. Menurut laman Twitter-nya, 2,8 juta dari puncak angka penonton itu berasal dari Twitch. Total puncak angka penonton itu tidak termasuk dari China.

Selamat untuk DRX telah memenangkan League of Legends World Championship 2022!

Final Fantasy XVI Tidak Hadirkan Kulit Hitam

GAMEFINITY.ID, JAKARTA – Final Fantasy akhirnya kembali merilis seri terbarunya Final Fantasy XVI. Dilansir dari Famitsu dan IGN, menurut Takai pengembangan game saat ini hampir rampung dengan progress mencapai 95%, dan segera akan diumumkan tanggal rilisnya dalam waktu dekat ini.

Takai juga menjelaskan bahwa timnya tengah fokus menjalankan debug serta memperbaiki bug dan bagian kasar lainnya yang cukup memakan waktu lebih lama. “Kami juga melarang siapapun untuk menambahkan kode bila bug baru muncul lagi” jelasnya.

Ada yang cukup menarik tentang seri terbaru Final Fantasy satu ini, pasalnya ini menjadi seri yang kesemuanya berkulit putih tanpa satupun karakter kulit hitam ditambahkan oleh Square Enix.

Baca juga: Finding Paradise, Sekuel To the Moon Yang Beda Platform

Yoshida Tegaskan Tidak Akan Ada Karakter Kulit Hitam Di Final Fantasy XVI

Menurut wawancara Naoki Yoshida dengan IGN yang dikutip dari PC Gamers, Yoshida mengatakan bahwa serial terbaru kali ini akan mengambil setting tempat di sebuah daerah yang terisolir secara geografis di Eropa pada abad pertengahan maka dapat dipastikan seluruh karakter yang ada hanyalah kulit putih tanpa satupun orang kulit hitam (Black person) atau berwarna lainnya (POC).

Final Fantasy XVI
Logo Final Fantasy 16

“Ini adalah pertanyaan yang sulit, tapi juga bukan yang tak terduga, mengingat keragaman menjadi topik yang diperbicarakan belakangan ini. Mungkin beberapa akan mengalami kekecewaan dikarenakan harapan mereka yang jauh dari ekspektasi, tapi saya yakin tidak semuanya akan bersikap seperti itu.” Kata Yoshida ketika ditanya apakah penggemarnya.

Hanya Game Semata, Masyarakat Kulit Berwarna Telah Ada Di Eropa Sejak Lama

Jauh di latar yang ditetapkan oleh Yoshida sebenarnya, masyarakat nonkulit putih sesungguhnya telah berperan banyak pada sejarah benua Eropa seperti pada bangsa Moor beberapa abad yang lalu. Dikutip dari Republika, bangsa Moor atau Morisco merupakan bangsa Arab pendatang dari Afrika yang beragama islam dan saat itu datang ke semenanjung Iberia pada tahun 711.

Pengusiran bangsa Moor
Pengusiran bangsa Moor yang dikenal dengan peristiwa Pengusiran Morisco

Bangsa inilah yang nantinya akan membentuk peradaban Andalusia yang waktu itu menjadi peradaban terbesar di Spanyol dimana agama islam berkembang begitu pesat saat itu sebelum diusir oleh raja Philip III pada abad 17 dengan nama peristiwa Pengusiran Morisco.

Tapi kembali lagi, ini hanyalah game semata. “Konsep desain kami yang telah dikembangkan sejak awal baik segi historis, politis, budaya, serta antropologi sudah menampilkan Eropa abad pertengahan.” Kata Yoshida.

Final Fantasy XVI layak untuk ditunggu untuk dimainkan. Meskipun terkesan ada pembahasan warna kulit, tapi tidak ada pembahasan terkait dengan diskriminasi pada game Final Fantasy XVI. Menunggu Final Fantasy XVI sangat ditunggu oleh para gamer.

Review Solar Smash, Dalang dibalik Chaos-nya Tata Surya

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung –  Solar Smash salah satu game simulasi bertema bencana alam dalam skala yang lebih luas. Solar Smash dirilis pada Januari 2020 oleh Paradyme Games. Game ini hadir di platform Android dan IOS.

Menjadi penyebab kehancuran sebuah solar system beserta isinya, pemicu perang galaksi, hingga kehancuran yang melibatkan dimensi ruang dan waktu. Kehancuran yang pasti cepat lambat akan terjadi demi memangkas overload suatu kehidupan di planet masing-masing. Menjadi alasan dari kekosongan ruang yang makin hampa.

Baca Juga : Live or Die, LDOE Offline Version yang Ramah Perangkat

Gameplay (8/10)

Review Solar Smash
Gameplay – Solar Smash, Dalang dibalik Chaos-nya Tata Surya

Solar Smash merupakan salah satu game simulasi apocalypse yang berlatar di ruang angkasa. Game ynag dapat juga dimainkan di Mobile ini cukup menarik, mengingat sedikitnya game yang mengusung gaya destroyer. Terbagi atas dua versi, yaitu Solar Smash dan Solar Smash 2D. Pada kali ini akan sedikit mengulas tentang Solar Smash. Solar Smash yang merupakan game apocalypse dengan tampilan 3D yang unik.

Game ini memungkinan pemain untuk melakukan serangkaian aksi untuk menghancurkan planet atau galaksi tertentu. Hal ini cukup menarik, mengingat game ini memberikan kebebasan tanpa batas.

Hadir dalam 2 mode, yaitu Planet Smash, dan Solar Smash. Dalam Planet Smash, pemain akan menghancurkan sebuah planet secara individu dalam sudut 3D. Sedangkan untuk Solar Smash sendiri, pemain akan diberikan kebebasan untuk menghancurkan sebuah tata sistem, salah satunya seperti Solar System.

Graphic (9/10)

Review Solar Smash
Graphic – Solar Smash, Dalang dibalik Chaos-nya Tata Surya

Solar Smash menghadirkan visual yang memukau dengan latar atau nuansa yang sangat kental dengan ruang angkasa. Solar Smash yang hadir dalam 2 versi ini, yaitu Solar Smash dan Solar Smash 2D sama-sama memiliki visual yang memukau dengan perbedaan pada persfektif saja.

Pada Solar Smash sendiri yang bukan versi 2D ini memiliki visual yang lebih luas dan sudut pandang yang lebih bebas untuk dieksplor oleh pemain. Menampilkan planet dalam sudut 3D yang dapat berotasi ke segala arah, hingga detail yang cukup tinggi.

Baik pada Solar Smash atau Solar Smash 2D sendiri memiliki VFX kehancuran yang baik dan kaya akan warna. Hal ini ditampilkan dalam kontra antara benda langit dengan planet atau tata surya yang menjadi pusat dalam game ini.

Control (8/10)

Sebagai game mobile yang berjalan di Android dan perangkat yang hanya mendukung sentuhan layar saja, Solar Smash tidak ada memiliki kelebihan dalam kontrol selain beberapa hal dibawah ini.

Memiliki mekanisme eksekusi layar yang memungkinkan pemain agar dapat melakukan pergeseran ke sisi lain planet atau melakukan zoom pada sudut ruang planet sendiri. Hal ini memberikan efek dan kesan visual yang sangat detail.

Beberapa eksekusi utama dalam fokus kehancuran dan penghancur hanya ada pada bagian di sisi kanan layar. Pilihan eksekusi penghancur yang beragam untuk hancurkan sebuah planet. Beberapa eksekusi itu dikemas dalam beberapa tipe, salah satunya seperti invasi makhluk luar angkasa, dan banyak lagi.

Addictive (7/10)

Review Solar Smash
Addictive – Solar Smash, Dalang dibalik Chaos-nya Tata Surya

Ssolar Smash sebagai game simulasi memiliki tingkat adiktif yang cukup baik. Hal ini didukung dengan hadirnya 2 mode yang didalam mode tersebut masih menampilkan beberapa opsi yang variatif dan menarik.

Memberikan kesan satisfy yang dapat disaksikan ketika pemain menghancurkan suatu planet dengan beberapa eksekusi yang cukup gila, terlebih lagi berkat visual-nya yang mendekati nyata.

Music (7/10)

Sebagai game simulasi, Solar Smash tetapkan hadirkan musik yang masih masuk akal dengan tema, genre, dan kesan yang akan diberikan pada pemain kelaknya. Latar musik yang digunakan sendiri cukup umum untuk beberapa game sejenisnya, yang pastinya dengan tema spaceship.

Sound effect yang beragam, tergantung bagaimana kondisi dari planet tersebut. kondisi baik atau sesudah hancur, bahkan beberapa alat penghancur memberikan kontribusi utama dalam hal ini.

Kelebihan

Seperti kebanyakan game bertema spaceship, Solar Smash memiliki banyak kelebihan yang salah satunya ada di visual. Solar Smash sebagai game simulasi apocalypse ruang angkasa sendiri terbilang cukup menarik, terlebih lagi tampil dengan visual yang cukup realistis. Mampu memberikan kesan seperti ledakan bigbang dengan penuh efek.

Kekurangan

Sedikit kekurangan untuk Solar Smash dari penulis kali ini. Dibalik kelebihan yang menarik ini, Solar Smash masih menyimpan kekurangan yang umum ada pada game simulasi apocalypse.

Solar Smash memiliki gameplay yang terkesan monoton, hal ini disebabkan dengan sedikitnya planet dan opsi galaksi yang dapat dipilih oleh pemain, dan beberapa opsi kehancuran yang punya pola yang gampangan.

Untuk Solar Smash, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 7,8.

Sekian Review Solar Smash yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Lionsgate Ingin John Wick Diadaptasi Jadi Game AAA

GAMEFINITY.ID, Bandung – Lionsgate ingin serial film John Wick diadaptasi menjadi sebuah game AAA. Hal itu diungkap oleh CEO studio film itu dalam earning call pada 3 November 2022. Ia mengatakan Lionsgate sedang berdiskusi untuk memberi lampu hijau agar produksi game AAA itu segera dimulai.

Lionsgate Ingin Game AAA yang Diadaptasi dari John Wick

John Wick Keanu Reeves
Lionsgate menginginkan sebuah game AAA yang diadaptasi dari seri film John Wick

John Wick telah menjadi salah satu seri film besar milik Lionsgate yang sukses secara komersial. Ketiga filmnya menuai pujian dari kritikus dan meraup penghasilan besar di box office. Ketiga film tersebut dibintangi oleh Keanu Reeves yang berperan sebagai John Wick, seorang mantan pembunuh yang terpaksa kembali ke dunia kriminal demi membalas dendam.

Menurut IndieWire, CEO Lionsgate Jon Feltheimer menyebut para petinggi studio sedang “mengajukan beberapa proposal” untuk game AAA yang diadaptasi dari John Wick. Mereka ingin seri film yang dibintangi Keanu Reeves itu merambah ke dunia game AAA.

“Kami percaya ada game AAA yang akan dibuat dari John Wick. Kami sudah mengajukan proposalnya. Semuanya sangat berminat untuk menyetujuinya. Tapi saya tidak mau menyampaikan terlalu banyak saat ini,” ujar Feltheimer saat earnings call.

Baca juga: Keanu Reeves Sudah Coba Main Cyberpunk 2077 dan Langsung Suka

Sudah Ada Judul Game yang Berdasarkan Seri Game yang Dibintangi Keanu Reeves Itu

John Wick Hex
John Wick Hex

John Wick sebenarnya sudah pernah diadaptasi menjadi sebuah judul game indie. Game tersebut adalah John Wick Hex yang dibesut oleh Bithell Games dan dirilis pada 2020. John Wick Hex merupakan game bergenre strategy.

Namun, Lionsgate justru ingin John Wick memiliki game AAA sendiri. Genre action menjadi cocok untuk game John Wick, sama seperti filmnya. Oleh karena itu, Feltheimer menyebut sebuah game AAA membutuhkan anggaran yang sangat banyak.

Sementara itu film keempatnya dikabarkan sudah mengakhiri proses syuting dan akan rilis 24 Maret 2023. Lionsgate juga sedang membuat film spin-off-nya berjudul Ballerina yang dibintangi Ana de Armas.

Serial televisi The Continental akan tayang di Peacock di Amerika Serikat dan Amazon Prime Video secara global selain di Amerika Serikat. The Continental akan menjadi prekuel dari seri John Wick dan berlatar waktu 1970-an.