Category Archives: Game

Deretan Karakter Apex Legends yang Terkait dengan Titanfall

GAMEFINITY.ID, Bandung – Sudah menjadi rahasia umum bahwa Apex Legends berkaitan erat dengan Titanfall. Faktanya, Respawn Entertainment menyebut game battle royale besutannya itu berlatar di dunia Titanfall.

Meski tidak terlalu mengekor pada seri Titanfall, nyatanya Respawn Entertainment menaruh berbagai referensi berupa easter egg di Apex Legends. Tidak hanya pada weapon dan map, tetapi juga lore beberapa karakter Legend-nya. Tidak heran, beberapa karakter game battle royale itu berkaitan erat dengan seri Titanfall.

Berikut adalah deretan karakter Apex Legends yang terkait dengan Titanfall.

Ash

Apex Legends Ash
Ash menjadi legend yang sebelumnya hadir di Titanfall 2 sebagai antagonis

Penggemar setia Apex Legends tentunya terkejut saat Ash menjadi Legend baru di season 11 pada November 2021. Pasalnya, Ash merupakan salah satu antagonis di Titanfall 2. Tokoh robot perempuan itu sebelumnya mati setelah bertarung dengan sang protagonis Jack Cooper dan Titan-nya, BT. Namun, ia dihidupkan kembali setelah dibangun ulang.

Diceritakan setelah hidup kembali, ia berhubungan kembali dengan Kuben Blisk, antagonis utama seri Titanfall dan pendiri Apex Games. Ia kemudian bergabung sebagai Legend baru di Apex Games.

Sebelum menjadi robot, Ash sebenarnya merupakan perempuan bernama asli Ashleigh Reid. Ia juga pernah menjadi membantu Mary Somers dalam membuat Pathfinder. Mary Somers sendiri adalah Horizon. Namun, ia berkhianat dan meninggalkan Horizon di black hole sebelum berupaya mengambil branthium untuk dirinya sendiri dari rekannya. Ia terluka parah akibat ditusuk Amelie Paquette.

Pathfinder

Apex Legends Pathfinder
Pathfinder merupakan salah satu dari MRVN atau Mk. III Mobile Robotic Versatile Entity Automated Assistant buatan Hammond Robotics

Karakter Legend robot satu ini telah menjadi favorit penggemar karena karakter yang jenaka. Namun, ternyata banyak yang tidak tahu kalau Pathfinder merupakan robot pekerja buatan Hammond Robotics.

Pathfinder merupakan salah satu dari MRVN atau Mk. III Mobile Robotic Versatile Entity Automated Assistant buatan Hammond Robotics. MRVN dapat dialihfungsikan untuk merekalibrasi sulingan branthium. Ia menjadi sosok yang mendapat alih fungsi demi misi tersebut.

Namun, saat berhasil menyelesaikan misi itu, Apex Predator menyerang. Pathfinder kemudian mengaktifkan self-destruct untuk menyelamatkan Outlands.

Bangalore

Apex Legends Bangalore
Bangalore atau Anita Williams sebelumnya menjadi anggota pasukan IMC

Anita Williams, alias Bangalore, disebut pernah menjadi anggota Interstellar Manufacturing Corporation (IMC), perusahaan yang menjadi kelompok antagonis di seri Titanfall. Ia dan keempat kakak laki-lakinya sempat bergabung dengan cabang militer IMC.

Pada Battle of Gridion, Bangalore terluka parah akibat serangan seorang pilot Militia. Jackson, saudara laki-lakinya, menyelamatkan Bangalore dan kabur ke Outlands. Namun, mereka justru diserang pilot IMC karena meninggalkan pertarungan. Mereka membunuh pilot tersebut dan Bangalore mengambil pisau itu.

Baca juga: Apex Legends Season 15 Hadirkan Karakter Transgender Pertama

Newcastle

Apex Legends Newcastle
Seperti saudarinya, Newcastle atau Jackson Williams sebelumnya menjadi anggota militer IMC

Sosok Jackson Williams ternyata adalah Newcastle, Legend yang pertama kali diperkenalkan di Apex Legends season 13. Newcastle bergabung dengan militer cabang militer IMC bersama Bangalore. Saat di IMC, Newcastle berhasil menjadi pilot bersertifikat dan memiliki Titan sendiri.

Namun, saat Bangalore terluka akibat serangan pilot, ia memilih meninggalkan IMC bersamanya. Ia mengetahui rencana asli IMC untuk menghancurkan semua planet.

Valkyrie

Apex Legends Valkyrie
Valkyrie merupakan anak dari Viper, salah satu antagonis dari Titanfall 2

Siapa sangka jika Valkyrie memiliki kaitan erat dengan salah satu antagonis Titanfall. Pasalnya, ayah dari Legend bernama asli Kairi Imahara itu adalah Viper. Sama seperti Ash, Viper juga merupakan bagian dari Apex Predator.

Seperti yang diketahui, Viper terbunuh oleh Jack Cooper di Titanfall 2. Valkyrie justru menyalahkan Kuben Blisk atas kematian sang ayah. Blisk justru menyarankan Valkyrie untuk bertanding di Apex Games.

Bloodhound

Apex Legends Bloodhound
Bloodhound merupakan karakter yang dibuat dari concept art bekas Titanfall 2

Tidak seperti Legend yang telah disebutkan sebelumnya, hubungan Bloodhound dengan Titanfall dapat dikatakan unik. Pasalnya, Bloodhound merupakan karakter yang dibuat dari concept art bekas Titanfall 2. Concept art tersebut menjadi tidak terpakai di Titanfall 2.

SVG dan Dexerto mendapati Bangalore dapat terlihat di art book Titanfall 2. Namun, Respawn Entertainment memilih tidak mengikutsertakan karakter tersebut. Mereka kemudian memilih Bloodhound sebagai salah satu Legend di Apex Legends.

Itulah rangkuman deretan karakter Apex Legends yang terkait dengan Titanfall.

Review House Designer, Dekorasi Rumah yang Cukup ‘Mencekik

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – House Designer: Fix and Flip merupakan salah satu Sandbox simulasi santai yang tidak jauh dari judulnya dan dapat dimainkan di Mobile.

House Designer dirilis pada Agustus 2018 oleh Karate Goose Studio. Game ini dapat dimainkan di platform Mobile.

Sinopsis House Designer, Dekorasi Rumah yang Cukup Mencekik

Berawal dari seorang designer rumah atau tepatnya seorang kreator rumahan yang baru saja pindah ke kota yang kini ditinggali. Tinggal disebuah rumah lama yang tidak terurus dan tugasmu adalam membersihkan rumah ini, mendekorasi, serta mengumpulkan uang dari mendekorasi rumah milik client yang ada.

Baca Juga : Review PC Creator, Emulasi Rakit PC yang Edukatif

Gameplay (9/10)

Review House Designer
Gameplay – Review House Designer, Dekorasi Rumah yang Cukup ‘Mencekik

House Designer memiliki gameplay yang kurang lebih sama dengan House Flipper. House Designer memiliki mekanisme dan gameplay layaknya game Sandbox simulasi yang cukup umum namun lebih kompleks dari kebanyakan game serupa, terlebih lagi ukuran yang lebih ramah penyimpanan.

House Designer sebagai game simulasi yang hadir di Mobile dengan ukuran yang cukup minimalis dengan fitur dan visual maupun konfigurasi yang cukup kompleks dari kebanyakan game lainnya. Dalam game ini, kamu akan berperan sebagai seorang designer rumah atau tepatnya seseorang yang merancang dan mengurus keperluan layanan perbaikan dan reparasi rumah.

Dalam House Designer, kamu akan berperan sebagai seorang designer yang kerjaan umumnya adalah mengurus segala keperluan, dekorasi, dan kebutuhan dalam hal fungsi dan estetika rumah milik para client. Umum atau kasarnya kamu akan membersihkan, memperbaiki, menambah, mengurangi isi perabotan rumah, tergantung dari permintaan client sekalian.

Dalam melakukan pekerjaan ini, pemain tidak perlu khawatir soal biaya, karena biaya furniture hingga reparasi akan ditanggung penuh oleh client, dan kamu hanya perlu kerja saja. Uang yang di dapatkan cukup bervariasi tergantung seberapa banyak dan sulitnya pekerjaan yang diberikan. Uang tersebut dapat digunakan untuk membeli rumah atau reparasi rumah milik pemain.

Graphic (10/10)

Review House Designer
Graphic – Review House Designer, Dekorasi Rumah yang Cukup ‘Mencekik

House Designer memiliki visual ataupun grafis yang lebih memukau dan kompleks daripada House Flipper sendiri. Visual yang tidak akan memberatkan untuk perangkat Mobile kentang sekalipun, bahkan hingga settingan High pada grafis sekalipun.

Memiliki pengaturan yang lebih kompleks dari kebanyakan game simulasi serupa. Setidaknya ada beberapa fungsi pengaturan antara lain seperti, pengaturan grafis yang terdiri atas Low, medium, High, dan Ultra. Lalu ada FPS Limiter juga yang terdiri atas 15 FPS, 20 FPS, 30, FPS, dan 60 FPS.

Untuk kualitas visual jangan diragukan lagi, House Designer memiliki kualitas visual yang cukup baik, bahkan dalam setingan Medium sekalipun. Selain itu juga ada pencahayaan otomatis yang menyesuaikan dan matching dengan visual luar atau dalam ruangan.

Control (7/10)

House Designer sendiri memiliki kontrol yang terbilang sudah lebih dari cukup baik, setidaknya untuk saat ini dan beberapa kontrol yang umum layaknya kebanyakan game lainnya. House Designer sendiri memiliki kekurangan pada kontrol yang terbilang cukup kaku dan akan dibahas lebih lanjut dalam paragraf berikutnya.

Pada dasarnya, kontrol eksekusi di House Designer sangat bergantung terhadap jenis peralatan yang digunakan. Setidaknya ada 5 tipe eksekusi berbeda antara lain seperti, Free Hand untuk memindahkan barang atau membuang sampah, sapu sikat untuk membersihkan kotoran yang jelas, scanner untuk menjual barang atau furniture, dan scanner untuk membuang permanen barang ataupun furniture.

Untuk eksekusinya sendiri masihlah sama secara keseluruhan, pemain dapat meng-klik ditengah layar atau dibagian sisi kiri yang ada logo alat tertentu sembari mengarahkan kursor ke barang atau furniture yang ingin di eksekusi.

Addictive (9/10)

Review House Designer
Addictive – Review House Designer, Dekorasi Rumah yang Cukup ‘Mencekik

House Designer memiliki beberapa keunggulan fitur yang lebih variatif dan kompleks dari game simulasi rumahan lainnya, salah satunya House Flipper. Setidaknya ada 5 menu fungsi yang berbeda dan masih ada submenu didalamnya.

Kelima menu fungsi tersebut antara lain seperti, Money, Shop, Permanent Item/Furniture yang masih ada menu lainnya, Work, dan Pet. Kelima menu tersebut memiliki fungsi yang sesuai dengan nama dari fungsi masing-masing.

Music (9/10)

Tidak berfokus pada aspek musik untuk penyampaiannya, melainkannya hanya sebagai pelengkap saja dan memang nyatanya hanya benar-benar sebagai pelengkap. House Designer menghadirkan latar musik dan sound effect dalam gamenya, dengan latar musik yang minim dan hanya ada di beberapa kondisi tertentu.

Menghadirkan latar musik yang dirasa tidak berguna sama sekali. Hanya hadir sebagai pelengkap ketika loading screen saja. Sound effect-nya sendiri dapat dirasakan dengan terasanya kicauan burung dan suara alam maupun kondisi lingkungan yang relatif menyesuaikan dengan waktu, bahkan ada suara kendaraan juga.

Kesimpulan

House Designer merupakan simulasi santai pengasah kreatifitas yang dapat dimainkan di Mobile. Berikut kelebihan dan kekurangan House Designer yang dapat penulis sampaikan.

Kelebihan

Memiliki visual yang baik dan ukuran penyimpanan yang terbilang lebih ramah untuk perangkat berspesifikasi minim. Hal ini menjadi nilai plus untuk House Designer daripada game sejenis rumah-rumahan lainnya.

Fitur yang lebih kompleks serta konfigurasi yang lebih banyak dan dapat dimodifikasi waktu maupun limiter yang ada sekalipun, dan kini tersedia dalam bahasa Indonesia.

Kekurangan

Sedikit kekurangan House Designer yang mungkin langsung terasa oleh para pemain ketika awal memainkan game simulasi satu ini.

House Designer tidak memberikan konfigurasi dalam setting GUI kontrol yang ada, jadi mungkin akan terasa sulit untuk beberapa pemain. Walaupun begitu, masih ada konfigurasi sensitifitas yang ada di settingan House Designer.

Untuk House Designer, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 8,8.

Sekian Review House Designer yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Capcom Masih Belum Ada Niat Untuk Remake Code: Veronica

GAMEFINITY.ID, PATIHype Resident Evil 4 remake masih sangat besar selepas live RE Showcase yang baru saja diadakan oleh Capcom. Penasaran dengan project RE kedepannya, banyak fans yang menanyakan apakah Resident Evil Code: Veronica juga akan mendapatkan remake. Yoshiaki Hirabayashi selaku produser seri Resident Evil memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Capcom Masih Berikan Sedikit Harapan Untuk Code: Veronica

Selepas Capcom selesai dalam membuat ulang Resident Evil 3, para fans berspekulasi bahwa next remake project adalah Code: Veronica. Mengingat saat itu Code: Veronica dirilis diantara Resident Evil 3 dan 4. Sayangnya, ini tidak terjadi, karena remake Resident Evil 4 resmi diumumkan pada Juni 2022. Meski begitu, beberapa penggemar setia Resident Evil masih berharap bahwa Code: Veronica akan mendapatkan remake.

Dikutip dari situs Noisy Pixel, Yoshiaki Hirabayashi mengatakan bahwa saat ini belum ada rencana jelas untuk project remake Resident Evil Code: Veronica. Namun, bukan berarti peluang tersebut tidak ada sama sekali. Beliau menyatakan bahwa kemungkinan tersebut masih tetap ada, tetapi tidak dalam waktu dekat ini.

Komentar dari Yoshiaki Hirabayashi tersebut seolah Capcom masih belum selesai dalam me-remake seri klasik Resident Evil. Jika dilihat rasanya tidak mungkin jika Resident Evil 5 dan 6 yang akan mendapatkan remake. Justru game seperti Code: Veronica atau Resident Evil: Outbreak yang lebih layak untuk dibuatkan remake.

Tentang Resident Evil Code: Veronica

Resident Evil: Code Veronica pertama kali dirilis untuk konsol Dreamcast pada tahun 2000 yang kemudian medapatkan porting ke perangkat game lain seperti PS2, Gamecube, hingga Xbox. Secara timeline cerita, Resident Evil Code: Veronica terjadi di antara Resident Evil 2 dan 3. Jadi bisa dibilang Capcom telah mengabaikan seri ini dalam project remake mereka.

Menceritakan Claire Redfield bersama saudara laki-lakinya Chris Redfield dalam berjuang bertahan hidup dari wabah zombie di sebuah pulau terpencil di Antartika. Code: Veronica bisa dibilang merupakan judul terakhir Resident Evil yang mengusung tema survival horror murni, sebelum Resident Evil 4 membawa franchise ini ke arah yang lebih berorientasi pada action.

Awalnya Code Veronica dimaksudkan untuk menjadi sekuel penuh dari Resident Evil 2. Namun setelah kesepakatan dengan Sony Capcom mengganti nama spin-off Resident Evil yang dibintangi Jill Valentine sebagai Resident Evil 3: Nemesis. Menjadikan Code: Veronica sebagai seri spin-off menggantikan Resident Evil 3: Nemesis.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk memainkan Resident Evil Code: Veronica? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

5 Expansion Pack The Sims 4 yang Wajib Dimiliki

GAMEFINITY.ID, Bandung The Sims 4 akhirnya resmi menjadi free-to-play. Kabar ini tentu menjadi sambutan gembira bagi penggemar dan juga pemain baru. Namun, beberapa pemain mungkin masih merasa ada yang kurang jika hanya memiliki base game-nya. Apakah ingin menambah pengalaman gameplay dengan DLC expansion pack? Ada 5 rekomendasi expansion pack yang wajib dimiliki.

Patut diingat, daftar ini tidak akan membahas game pack, stuff pack, dan kit.

Seasons (Wajib dimiliki setiap pemain The Sims 4)

The Sims 4 Seasons
The Sims 4: Seasons merupakan expansion pack bertema empat musim

The Sims 4: Seasons dapat dianggap sebagai expansion pack yang wajib dimiliki setiap pemain The Sims 4. Seperti pada judulnya, expansion pack ini memiliki tema musim. Meski tidak menghadirkan world baru, berbagai fitur yang ditawarkan dapat melengkapi fitur yang sudah ada di base game-nya.

Tidak hanya fitur empat musim (musim dingin, musim semi, musim panas, musim gugur) lengkap dengan cuaca dan temperatur, berbagai fitur lain juga menjadi perhatian utama. Hadirnya kalender Event musiman seperti New Year’s Eve dan Winterfest menjadi fitur untuk menambah tampilan kehidupan Sim lebih realistis.

Selain itu, terdapat pakaian untuk cuaca panas dan dingin yang menjadi penting agar Sim dapat bertahan hidup dari gelombang panas atau suhu di bawah nol.

Cats & Dogs

The Sims 4: Cats & Dogs
The Sims 4: Cats & Dogs menjadi expansion pack yang cocok untuk pencinta hewan

Expansion pack ini cocok buat pemain The Sims 4 yang juga menjadi pencinta hewan. Seperti judulnya, Cats & Dogs menghadirkan teman kucing dan anjing yang dapat dipelihara Sim. Pemain dapat mengustomisasi hewan peliharaan tersebut mulai dari spesies, kepribadian, hingga aksesories.

The Sims 4 Cats & Dogs Brindleton Bay
Brindleton Bay, world di The Sims 4: Cats & Dogs

Fitur lain adalah hadirnya pekerjaan dokter hewan di klinik hewan. Tidak hanya itu, Brindleton Bay menjadi world yang hadir di expansion pack ini sebagai kota pantai yang dipenuhi fasilitas untuk hewan.

Jika masih belum puas dengan Cats & Dogs, pemain dapat juga memiliki DLC stuff pack My First Pet Stuff. Namun, DLC tersebut hanya bisa dijalankan jika pemain memiliki Cats & Dogs.

Get Together (Bisa tambah aktivitas sosial untuk Sim di The Sims 4)

The Sims 4: Get Together
The Sims 4: Get Together menambah aktivitas sosial bagi Sim

Expansion Pack The Sims 4 satu ini menonjolkan sosialisasi bagi Sim pemain. Jika pemain ingin menyaksikan Sim-nya aktif secara sosial dengan Sim lain, Get Together menjadi expansion pack yang wajib dimiliki.

The Sims 4 Get Together Windenburg
Windenburg, world di The Sims 4: Get Together yang terinspirasi dari kota ala Eropa

Get Together menghadirkan Windenburg, salah satu world terbesar di The Sims 4. Windenburg menjadi kota berarsitektur modern dan indah berdasarkan kota di Jerman. Aksen ala Eropa di setiap bangunannya menjadi hal menonjol untuk world ini.

Fitur club menjadi fitur yang berguna untuk expansion pack ini. Sim dapat bergabung atau membuat club beranggotakan hingga 8 Sim. Pemain dapat membuat Sim-nya melakukan gathering, menentukan dress code, dan melakukan berbagai aktivitas.

Berbagai item juga membantu Sim pemain melakukan aktivitas sosial, di antaranya bermain dart dan Don’t Wake the Llama. Menjadi DJ dan melakukan dance battle menjadi pilihan bagi Sim untuk berpesta.

Baca juga: The Sims Generasi Baru Resmi Diumumkan: Project Rene

City Living

The Sims 4: City Living
The Sims 4: City Living mengambil tema kehidupan perkotaan

City Living menonjolkan kehidupan metropolitan di The Sims 4. Expansion pack ini menjadi salah satu DLC yang wajib dimiliki bagi pemain yang ingin membayangkan Sim-nya tinggal di perkotaan. Berbagai fitur juga tidak kalah menarik untuk menambah pengalaman gameplay.

The Sims 4 City Living San Myshuno
San Myshuno, world di The Sims 4: City Living yang penuh bangunan pencakar tinggi

San Myshuno merupakan world yang penuh dengan gedung pencakar tinggi dan terbagi menjadi empat distrik. World tersebut memiliki elemen multikultural yang merepresentasikan berbagai budaya.

Sim pemain dapat menyewa dan tinggal di apartemen di San Myshuno. Selain itu, berbagai festival budaya di San Myshuno dapat dihadiri. Jika itu tidak lengkap, karaoke bar dapat menjadi tempat bermain bagi Sim untuk bernyanyi.

Menu makanan pun juga beragam dari berbagai belahan dunia. Semua menu makanan yang tersedia di City Living dapat dibeli di food stalls atau dibuat sendiri di rumah Sim.

Snowy Escape

The Sims 4 Snowy Escape
The Sims 4: Snowy Escape mengambil tema liburan musim dingin dan budaya Jepang

Hadirnya expansion pack Snowy Escape pada akhir 2020 dapat menjadi angin segar bagi pemain The Sims 4. Secara harfiah expansion pack ini terinspirasi dari budaya jepang, terutama world Mt. Komorebi yang terinspirasi dari Gunung Fuji.

The Sims 4 Snowy Escape Mount Komorrebi
Mt. Komorebi,, world di The Sims 4: Snowy Escape yang terinspirasi Gunung Fuji

Seperti namanya, aktivitas di gunung bersalju menjadi fokus utama expansion pack ini. Sim pemain dapat melakukan melakukan ski dan memainkan papan seluncur di salju. Berendam di onsen dan memasak hidangan hot pot menjadi satu lagi fitur yang tidak ingin dilewatkan pemain sama sekali di expansion pack ini.

Snowy Escape menjadi expansion pack bagi pemain yang menyukai budaya Jepang, apalagi yang menyukai elemen liburan musim dingin.

Itulah 5 expansion pack yang wajib dimiliki? Mengingat The Sims 4 sudah menjadi free-to-play, membeli expansion pack dapat menjadi pilihan agar pengalaman gameplay menjadi berwarna. Expansion pack manakah yang ingin dicoba?

MSIN Resmi Luncurkan Game Moba Fight of Legends, Hadirkan Kejutan Menarik!

PT MNC Digital Entertainment Tbk (“MSIN” atau “Perseroan”), melalui anak perusahaannya, PT Esports Star Indonesia (“ESI”), meluncurkan game multiplayer pertama dari Perseroan bernama “Fight of Legends“.

Game ini akan menjadi katalis utama bagi MSIN kedepannya seiring dengan peningkatan pada industri game secara global dalam beberapa tahun terakhir yang ditandakan dengan peningkatan jumlah pemain, durasi waktu pada saat bermain, dan pendapatan.

Berbasis game multiplayer yang memungkinkan pemain berinteraksi satu sama lain secara virtual. Proses pengembangan Fight of Legends ini didukung oleh para ahli dari Korea dan game ini memiliki gameplay yang lebih simpel dan lebih cepat dibandingkan dengan game-game pendahulunya yang lain.

Ciri khas dari Fight of Legends memiliki ‘Crafting Feature’ yang memungkinkan pemain untuk melakukan customization pada karakter mereka sendiri dan ini merupakan fitur yang yang tidak ditemukan di game MOBA lainnya.

Mengambil desain karakter menggemaskan dan latar yang lebih unik, Fight of Legends dapat menjangkau ke demografi yang berumur dan lebih muda, menjadikannya game yang dapat dimainkan oleh berbagai kalangan.

Tidak cukup hanya sebatas di Indonesia saja, setelah diluncurkan, Perseroan berencana untuk melakukan ekspansi secara bertahap ke Asia Tenggara dengan fokus di Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Myanmar pada semester pertama tahun 2023, diikuti oleh negara-negara lain pada semester kedua tahun depan.

Industri Game Tanah Air dan Global

Indonesia telah menghasilkan sekitar USD904 juta pendapatan game sepanjang tahun 2021[1], dengan lebih dari 75% berasal dari perangkat seluler yang sebagian besar merupakan game yang dapat di akses secara gratis di mawal, namun pendapatannya didukung dengan iklan didalam game dan/atau transaksi mikro.

Media Partners Asia memproyeksikan bahwa pendapatan game di Indonesia akan tumbuh dengan CAGR sebesar 6,5% (2021-2026) menjadi USD1,2 miliar pada 2026.

Menurut Riset Game Global 2022, Newzoo, industri game secara global diproyeksikan akan tumbuh dari USD179,1 miliar pada tahun 2020 menjadi USD211,2 miliar pada tahun 2025, tumbuh +3,4% CAGR[3].

Riset tersebut juga memperkirakan jumlah pemain game akan meningkat menjadi 3,5 miliar pada tahun 2025. Perseroan percaya bahwa dengan mempenetrasi kedalam industri game akan sangat menguntungkan MSIN dalam jangka panjang, karena game dapat diakses tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

Terlepas dari gejolak ekonomi yang terjadi selama pandemi, industri game masih menunjukkan prospek yang sangat positif karena terbukti ketahanannya dengan bertambahnya jumlah pemain dan jumlah rata-rata waktu yang dihabiskan untuk bermain tetap kuat secara konsisten.

Komentar dari Hary Tanoesoedibjo, Direktur Utama MSIN dan Executive Chairman MNC Group:

“Hari ini menandai peluncuran game pertama kami yang bernama Fight of Legends. Kami sangat percaya bahwa ini akan menjadi salah satu katalis utama kami untuk kedepannya, terutama dengan berkembang pesatnya peminat pada industri game di seluruh dunia. Dengan peluncuran game ini, selain membuka akses yang lebih mudah untuk menjangkau pemain di seluruh dunia, ditambah dengan dukungan para ahli dari Korea dalam proses pengembangan, kami yakin game ini akan memiliki popularitas besar dan dicintai oleh banyak gamer di seluruh penjuru. Kami sangat berharap game ini akan membuka banyak pintu untuk peluang-peluang yang memiliki potensi besar di masa mendatang, dan kami tidak sabar untuk terus memberikan pengalaman terbaik bagi para penggemar game di seluruh dunia.”

Yuk langsung saja download dan bergabung untuk merasakan keseruan bermain Fight of Legends bersama teman-teman: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.esi.games.fightoflegends

Kontroversi Bayonetta 3, Platinum Games Beri Pernyataan Resmi!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Platinum Games akhirnya beri pernyataan resmi tentang kontroversi Bayonetta 3. Mereka telah menyatakan dukungan penuh terhadap Jennifer Hale sebagai Bayonetta. Bahkan, mereka juga berterima kasih pada berbagai kontributor yang turut bekerja sama untuk mengembangkan seri game tersebut.

Kronologi Kontroversi Bayonetta 3

Bayonetta 3 Hellena Taylor
Hellena Taylor mengaku ia mendapat tawaran upah sebesar 4000 USD untuk memerankan kembali Bayonetta

Pada 15 Oktober 2022, Hellena Taylor, pengisi suara asli Bayonetta di dua game pertama, membuka suara melalui unggahan video di Twitter. Ia menyebut Platinum Games telah menentukan tawaran upah terakhir sebanyak 4.000 USD hanya untuk memerankan kembali tokoh perempuan berkacamata itu.

Taylor meminta penggemar untuk memboikot Bayonetta 3 dan menyumbangkan uangnya untuk amal. Begitu video tersebut menjadi viral, warganet menyatakan bersedia untuk memboikot game tersebut. Hideki Kamiya juga memberikan balasan menohok yang justru menjadi bumerang.

Jennifer Hale, pengisi suara baru Bayonetta, kemudian merilis pernyataan resmi terhadap kontroversi tersebut. Ia hanya mengatakan Bayonetta 3 telah dibuat oleh tim yang berdedikasi dan bersusah payah mengerjakannya. Ia juga berharap konflik tersebut dapat diselesaikan dengan damai.

Baca juga: Kontroversi Bayonetta 3, Jennifer Hale Berikan Penjelasan

Lebih mengejutkannya lagi, Bloomberg merilis laporan bahwa Platinum Games telah menawarkan upah sebesar 15.000 USD pada Hellena Taylor. Begitu Taylor menolak tawaran itu, Platinum Games memilih menggelar audisi untuk mencari penggantinya.

Menurut Siliconera, Taylor menyatakan laporan itu sebagai “kebohongan besar”. Ia mengklaim Platinum Games hanya ingin menyelamatkan nama baik dan juga Bayonetta 3.

Ini Pernyataan Resmi Platinum Games

Pada 21 Oktober 2022, Platinum Games akhirnya merilis pernyataan resmi di Twitter. Mereka menyatakan dukungan penuh pada Jennifer Hale beserta pernyataannya. Ini adalah upaya untuk meluruskan kontroversi di balik Bayonetta 3.

“Kami, Platinum Games, menghargai apresiasi pada sebuah pihak yang telah berkontribusi membuat seri Bayonetta selama bertahun-tahun, dan juga komunitas yang telah membantu sebagai fondasinya,” tulis akun resmi tersebut.

Platinum Games juga meminta semua pihak agar tidak menjelek-jelekkan Jennifer Hale dan semua kontributor yang telah terlibat. Meski begitu, mereka sama sekali tidak menyebut kontroversi atau Hellena Taylor secara langsung.

Bayonetta 3 tetap akan rilis di Nintendo Switch pada 28 Oktober 2022.