Category Archives: Game

ROG Strix SCAR 17 SE, Laptop Laptop Gaming Super Powerful dengan Performa Sekelas Desktop

ASUS ROG merupakan merek gaming yang dikenal tidak hanya slealu menghadirkan sesuatu yang berbeda, tetapi juga selalu memberikan performa terbaik. Khususnya pada produk laptop, ROG selalu menghadirkan laptop gaming dengan kombinasi CPU, GPU, serta hardware berteknologi terkini dan terbaik di kelasnya. Lalu bagaimana jika ROG menghadirkan laptop dengan kombinasi hardware terkini dan paling powerful saat ini? Itulah kira-kira yang bisa digambarkan dari ROG Strix SCAR 17 SE (Special Edition), laptop gaming paling powerful di dunia saat ini.

ROG Strix SCAR sudah cukup lama dikenal sebagai seri laptop gaming yang mengedepankan performa. Seri laptop tersebut juga sejak awal dirancang untuk para gamer hardcore yang mengutamakan performa. ROG Strix SCAR 17 SE berada di kasta tertinggi dari keluarga laptop ROG Strix SCAR. Laptop ini tidak hanya dilengkapi dengan CPU dan GPU paling kencang, tetapi ASUS juga menyematkan memori, sistem penyimpanan, hingga sistem pendinginan terbaik di laptop ini.

Desain Spesial

ROG Strix SCAR 17 SE kembali mengusung desain yang sangat kental dengan nuansa gaming. Selain dilengkapi keyboard dengan per-key RGB LED, kedua laptop ini juga hadir dengan RGB bezel glow di bagian bawah bodi. Keduanya membuat ROG Strix SCAR 17 SE tampil berbeda sekaligus menegaskan keduanya adalah laptop yang dirancang khusus untuk gaming. Tidak hanya itu, fitur khas dari seri ROG Strix juga kembali hadir untuk ROG Strix SCAR 17 SE seperti Keystone II dan Armor Cap yang dapat dikustomasi.

Memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan laptop gaming, ASUS sangat mengerti bahwa gamer sangat membutuhkan fasilitas konektivitas yang lengkap di laptopnya. Untuk itulah ROG Strix SCAR 15 hadir dengan sederet fitur konektivitas, seperti ragam jenis port modern yang sangat lengkap hingga opsi konektivitas nirkabel berteknologi terkini.

Dimulai dari port, ROG Strix SCAR 17 SE dilengkapi dengan port mulai dari USB 3.2 Type-A, HDMI, dan 3.5mm combo audio jack. ASUS bahkan menyediakan port gigabit ethernet bagi gamer yang membutuhkan opsi koneksi internet yang lebih stabil.

Sementara bagi gamer yang lebih suka menggunakan koneksi internet nirkabel, ROG Strix SCAR 17 SE telah dilengkapi dengan modul WiFi 6E terbaru. Berbeda dengan WiFi 6, WiFi 6E hadir dengan opsi koneksi melalui frekuensi 6GHz yang lebih kencang dan stabil. Frekuensi 6GHz sangat cocok untuk aktivitas gaming karena dapat menghadirkan latency yang lebih rendah dari frekuensi 5GHz dan 2,4GHz.

ROG Strix SCAR 17 SE merupakan laptop edisi khusus yang dirancang sangat unik dan spesial. Meski masih menggunakan basis desain bodi yang sama dengan saudaranya, yaitu ROG Strix SCAR 17, laptop gaming ini dilengkapi fitur berupa “invisible ink” yang diukir pada bodinya. Invisible ink tersebut hanya dapat terlihat ketika bodi ROG Strix SCAR 17 SE terpapar sinar UV. Tampilan invisible ink di bodi ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga didesain secara khusus dan memiliki petunjuk bagi gamer untuk menyelesaikan tantangan SCAR Runner yang ada di dalam game ROG Citadel XV yang tersedia secara gratis di Steam.

Paling Powerful

ROG Strix SCAR 17 Special Edition merupakan laptop gaming yang dirancang khusus untuk para gamer yang membutuhkan mesin gaming dengan performa terbaik tanpa kompromi serta siap untuk digunakan dalam setiap pertandingan e-sports. Untuk menunjang kebutuhan tersebut, ROG Strix SCAR 17 Special Edition dibekali dengan hardware khusus yang powerful.

Dimulai dari CPU, ROG Strix SCAR 17 Special Edition ditenagai oleh 12th Gen Intel® Core™ i9-12950HX processor yang merupakan prosesor (CPU) laptop paling powerful di dunia. Khusus di ROG Strix SCAR 17 Special Edition, CPU yang menggunakan konfigurasi 16 core (8 P-core dan 8 E-core) serta 24 thread tersebut juga telah ditingkatkan performanya. 12th Gen Intel® Core™ i9-12950HX yang digunakan di ROG Strix SCAR 17 Special Edition memiliki base power 65W serta Performance-core yang dapat berjalan di frekuensi hingga 5,2GHz. Spesifikasi tersebut memastikan ROG Strix SCAR 17 Special Edition dapat menghadirkan performa CPU single-thread terbaik di setiap skenario, khususnya saat bermain game.

Tidak sampai di situ, CPU 12th Gen Intel® Core™ i9-12950HX di ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga dapat ditingkatkan performanya melalui Manual Mode di aplikasi Armoury Crate yang membuat CPU dapat berjalan di daya 175W. Performa tersebut membuat ROG Strix SCAR 17 Special Edition tampil dengan performa yang menyerupai PC desktop.

ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga dibekali dengan GPU yang sangat powerful yaitu hingga NVIDIA® GeForce RTX™ 3080Ti. Berbeda dengan laptop gaming lainnya, GeForce RTX™ 3080Ti di ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga telah ditingkatkan performanya dengan TGP maksimal di angka 175W melalui Dynamic Boost. Berkat spesifikasi tersebut, ROG Strix SCAR 17 Special Edition dipastikan dapat menjalankan semua game PC dengan sangat baik bahkan pada resolusi tinggi.

Berbicara soal resolusi, ROG Strix SCAR 17 Special Edition telah dibekali dengan layar beresolusi QHD (2560 x 1440) yang memiliki refresh rate 240Hz serta response time 3ms. Layar tersebut juga didukung oleh teknologi Dolby Vision serta Adaptive Sync sehingga memastikan pengalaman bermain game yang nyaman tanpa efek stuttering dan tearing.

Laptop powerful harus didukung oleh memori dan penyimpanan terbaik. Untuk itulah ASUS ROG membekali ROG Strix SCAR 17 Special Edition dengan memori DDR5 4800MHz dengan kapasitas yang dapat di-upgrade hingga 64GB. Sementara penyimpanannya mengandalkan NVMe PCIe Gen4 SSD yang dapat dikonfigurasikan secara RAID 0 untuk performa maksimal. Sama seperti laptop ROG 2022 lainnya, ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga telah dibekali dengan MUX Switch sehingga dapat menghadirkan performa gaming secara maksimal.

Berikut adalah hasil benchmark sintetis ROG Strix SCAR 17 SE (i9-12950HX + RTX 3080Ti):

Berikut adalah benchmark game menggunakan ROG Strix SCAR 17 SE (i9-12950HX + RTX 3080Ti):

Sistem Pendingin Khusus untuk Laptop Paling Powerful

Untuk menghadirkan performa yang sangat powerful ROG Strix SCAR 17 Special Edition membutuhkan sistem pendingin khusus agar semua komponennya dapat berjalan secara optimal. ROG Strix SCAR 17 Special Edition hadir dengan seluruh fitur terbaik yang ditwarkan oleh sistem pendingin ROG Intelligent Cooling, salah satunya adalah penggunaan liquid metal sebagai thermal compound pada CPU dan GPU. Bukan sembarang liquid metal, ROG Strix SCAR 17 Special Edition menggunakan Thermal Grizzly Conductonaut Extreme yang dapat menghadirkan suhu operasional hingga 15⁰C dibandingkan dengan thermal compound standar berbahan silikon.

Sistem pendingin ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga dilengkapi dengan Vapor Chamber yang dirancang khusus untuk membantu mendinginkan semua komponen di dalam laptop gaming ini. Vapor Chamber tersebut melapisi 48,8% bagian mainboard ROG Strix SCAR 17 Special Edition sehingga memungkinkan proses pendinginan untuk setiap komponen mulai dari CPU, GPU, VRM, VRAM, dapat berjalan secara optimal.

Terhubung langsung dengan Vapor Champber khusus adalah heatsink berbahan tembaga yang dirancang secara presisi agar dapat melepaskan panas secara optimal. Pelepasan panas juga dibantu oleh dua kipas Arc Flow yang mampu menghadirkan aliran udara lebih baik serta memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan dengan teknologi kipas di laptop ROG generasi sebelumnya.

Main Spec. ROG Strix SCAR 17 Special Edition (G733C)
CPU 12th Gen Intel® Core™ i9-12950HX Processor 2.3 GHz (30M Cache, up to 5.0 GHz, 16 cores: 8 P-cores and 8 E-cores)
Operating System Windows 11 Home
Memory 2x16GB DDR5
Storage 1TB M.2 2230 NVMe™ PCIe®4.0 SSD

2TB M.2 2230 NVMe™ PCIe®4.0 SSD

Display 17.3”, WQHD (2560 x 1440) 16:9, 100% DCI-P3, 240Hz 3ms, Adaptive Sync, Mux Switch, Dolby Vision
Graphics NVIDIA® GeForce RTX™ 3070Ti (150W)

NVIDIA® GeForce RTX™ 3080Ti (175W)

Input/Output 1x 3.5mm Combo Audio Jack, 1x HDMI 2.1, 2x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C support DisplayPort™ + power delivery + G-SYNC, 1x RJ45 LAN port, 1x Thunderbolt™ 4 support DisplayPort™
Connectivity Wi-Fi 6E(802.11ax)+Bluetooth 5.2 (Dual band) 2*2
Audio Dolby Atmos, AI noise-canceling technology, Hi-Res certification, Built-in array microphone, 4-speaker system with Smart Amplifier Technology
Battery 90WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension 39.5 x 28.2 x 2.34 ~ 2.83 cm
Weight 3.10 Kg
Colors Off Black
Price Rp48.999.000 (Core i9 / RTX 3070Ti / 2x16GB RAM / 1TB SSD / QHD 240Hz) Rp66.999.000 (Core i9 / RTX 3080Ti / 2x16GB RAM / 2TB SSD / QHD 240Hz)
Warranty 2 tahun garansi global dan 1 tahun ASUS VIP Perfect Warranty

Server Final Fantasy 7 The First Soldier Resmi Tutup

GAMEFINITY.ID, Bandung – Satu lagi kabar buruk muncul dari Square Enix. Baru-baru ini, mereka mengumumkan akan mematikan server Final Fantasy 7 The First Soldier pada Januari 2023. Kabar ini menyusul keputusan untuk mematikan Babylon’s Fall yang telah menjadi salah satu game terburuk tahun ini.

Final Fantasy 7 The First Soldier Mengikuti Tren Game Battle Royale

Final Fantasy 7 The First Soldier gameplay
Gameplay Final Fantasy 7 The First Soldier

Pertama kali diumumkan pada awal 2021, Final Fantasy 7 The First Soldier menjadi andalan Square Enix untuk menerobos pasar battle royale. Pasalnya, battle royale saat itu sedang menjadi tren berkat Fortnite, Apex Legends, dan PUBG. Game tersebut kemudian resmi dirilis November 2021 untuk iOS dan Android.

Dua hari setelah peluncuran, game battle royale besutan Square Enix itu berhasil capai satu juta kali pengunduhan.

Baca juga: Babylon’s Fall Tutup! CEO Platinum Minta Maaf

Bakal Dimatikan 11 Januari 2023, 14 Bulan setelah Peluncuran

Square Enix mengumumkan melalui situs resminya bahwa mereka akan mematikan Final Fantasy 7 The First Soldier pada 11 Januari 2023. Pengumuman ini muncul kurang lebih sebulan sebelum hari jadi untuk game battle royale itu.

Mereka beralasan tidak mampu menyajikan pengalaman bermain sesuai harapan meski menyediakan konten baru secara konsisten. Alhasil, sebuah keputusan berat untuk mematikannya telah dibuat.

Bersama dengan pengumuman tersebut, Square Enix juga telah menghentikan penjualan Shinra Coins. Walau begitu, pemain masih dapat menggunakannya hingga game resmi ditutup.

Square Enix juga akan tetap menghadirkan update untuk Final Fantasy 7 The First Soldier hingga akhir. Ditambah, event di dalam game akan berlanjut sampai server akhirnya resmi ditutup.

Tutupnya game battle royale Final Fantasy 7 itu menjadi kabar buruk sekali lagi bagi Square Enix tahun ini. Sebelumnya, Babylon’s Fall, satu lagi game besar besutan Square Enix, telah mengumumkan penutupan server karena minim pemain dan ulasan buruk.

Sementara itu, Final Fantasy 7 Rebirth, sekuel dari Remake, akan rilis awal tahun depan. Crisis Core dijadwalkan rilis Desember ini. Square Enix juga sudah memastikan Final Fantasy 16 akan diluncurkan pertengahan tahun depan.

The Fruit of Grisaia, Visual Novel Sebagai Sumber Cerita Utama

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – The Fruit of Grisaia atau Grisaia no Kajitsu merupakan salah satu Visual Novel yang menjadi titik terang lanjutan bagi para penikmat serial Grisaia.

The Fruit of Grisaia dirilis pada Februari 2011 oleh Frontwing. Game ini dapat dimainkan di platform Windows, PlayStation Portable, dan PlayStation Vita.

Sinopsis The Fruit of Grisaia, Visual Novel Sebagai Sumber Cerita Utama

Bercerita tentang seorang remaja asal Jepang yang memiliki masa lalu cuku menarik yang masuk atau direkrut untuk menjadi siswa di sekolah pribadi di Mihama Academy.

Sekolah yang hanya terdiri atas 6 murid perempuan dan satu murid laki-laki yaitu Yuuji sendiri. Mereka ini adalah anak-anak yang memiliki kenangan masa lalu yang mengekang diri mereka di masa depan dan sekarang. Yuuji, yang tidak ingin terlibat pada akhirnya turut terlibat ke dalam masalah mereka berenam.

Baca Juga : Review Steins;Gate, Game Visual Novel Adaptasi Untuk Mobile dan PSP

Gameplay (9/10)

Review The Fruit of Grisaia
Gameplay – The Fruit of Grisaia, VN Sebagai Sumber Cerita Utama

The Fruit of Grisaia atau bahasa Jepangnya Grisaia no Kajitsu merupakan game Visual Novel yang menjadi rujukan cerita selengkapnya dari serial animasi Jepang dengan judul yang sama. Sebagai alternatif rute untuk tiap karakter ataupun main chatacter.

The Fruit of Grisaia memiliki mekanisme gameplay layaknya game Visual Novel pada umumnya. Hadir dengan pembawaan yang baik walau tidak terlalu cukup interaktif serta aktivitas main character yang terbilang minim. Hal ini didasarkan dari personal sang main character yang memang pada dasarnya begitu.

Seperti kebanayakan Visual Novel lainnya, The Fruit of Grisaia hadirkan beberapa rute alternatif untuk para pemain yang ingin melihat heroine kesayangannya bisa menang. Terdiri atas Yuuji Kazami sebagai main character, Amane Suou, Yumiko Sakaki, Michiru Matsushima, dan Makina Irisu sebagai Main Heroine yang miliki rute masing-masing serta beberapa karakter lainnya seperti Tachibana Chizuru hingga Yuria Harudera.

Pemain akan dibawa kesebuah sekolah elit pribadi milik salah satu heroine di sini. Sekolah yang hanya terdiri atas 1 guru dan 6 murid termasuk Yuuji. Seiring perjalanan waktu, Yuuji akan dihadapi dengan problematik ringan seputar sekolah hingga menyelesaikan masalah-masalah berat pribadi dari para heroine, tidak menutup fakta bahwa Mihama Academy merupakan sekolah para siswi yang bermasalah dengan masa lalu.

Graphic (9/10)

Review The Fruit of Grisaia
Graphic – The Fruit of Grisaia, VN Sebagai Sumber Cerita Utama

The Fruit of Grisaia memiliki visual yang terbilang cukup baik tanpa harus membuang eksistensi gaya visual pada serialnya ataupun yang disesuaikan oleh serialnya.

Memiliki penggambaran karakter yang bagus lagi proporsional serta penyajian latar yang apik, mengingat bahwa ini Visual Novel, bukan berarti tidak seharusnya tidak mendapatkan penekanan atau pemantapan visual yang dibawakan.

Dalam The Fruit of Grisaia terkadang ada beberapa clip mini yang menampilakn serangkaian scene lucu dari para karakter yang diluki dengan sangat baik dan ramah, terbilang memiliki kesan chibi dalam gambar yang dibawakan dalam scene ini. Untuk mini clip pertama akan ditemukan pada saat Yuuji Kazami berada di gerbang Mihama Academy bersama Chizuru.

Control (9/10)

The Fruit of Grisaia pada umumnya memiliki mekanisme kontrol yang biasa dan hampir sama dengan Visual Novel lainnya. Hal ini menjadi seperti sebuah standar tersendiri untuk game-game sejenisnya.

Untuk kontrol terdiri atas beberapa tipe yang umum dan hampir sama untuk tiap platform berbeda. Kontrol-kontrol tersebut antara lain seperti Skip, Auto, Next, Previous, Quick Save, dan Quick Load. Tanpa harus dijelaskan sudah pasti para pemain tahu fungsi dari masing-masing kontrol tersebut.

Addictive (9/10)

Review The Fruit of Grisaia
Addictive – The Fruit of Grisaia, VN Sebagai Sumber Cerita Utama

Sebagai Visual Novel, The Fruit of Grisaia atau Grisaia no Kajitsu memiliki tingkat adiktif yang tinggi dalam satuan jangka waktu atau jam terbang dari game ini. Pemain dapat berlama-lama hingga menyelesaikan salah satu rute pilihan mereka tanpa arus jeda sekalipun.

Pada kesempatan lainnya juga, terkadang ada pemain tipikal speedrunner yang sebelumnya telah mengetahui sebagian besar isi dari The Fruit of Grisaia ini, jadi jangan heran mengaa banyak yang skip diawal permainan atau prolog.

Music (7/10)

The Fruit of Grisaia menghadirkan tiga aspek atau sub aspek untuk musik di game ini. Setidaknya ada latar musik, sound effect, dan voice action. Latar musik sendiri tampil ataupun hadir bergantung dari kondisi sekitar dalam game, terkadang game berjalan tanpa adanya latar musik untuk beberapa saat.

Sound effect sendiri berasa dari kontak fisik atau pun hal yang mempengaruhi jalan permaianan di dalamya. Namun sangat jarang sekali menemukan sound effect dalam game ini.

Kelebihan

Hadir dengan visual yang dikemas dengan cukup bak serta memiliki perbedaan mendasar yang umum antara latar dengan karakter. Kemudian ada alur cerita yang disusun sedemikian rupa agar masih nyambung dan masuk ke alur cerita utama walaupun pemain memilih rute yang berbeda.

Kekurangan

Sedikit kekurangan yang dapat penulis sampaikan pada ulasan The Fruit of Grisaia kali ini. Hadir dengan voice action yang cukup baik lagi menarik serta tidak membuat para pemain gampang bosan dengan gaya permainan yang dibawakan. Hanya saja untuk karakter utama disini, Yuuji Kazami sangatlah dikit mendapatkan voice untuk dialog bagian dirinya sendiri, terkadang hanya ada sub yang menunjukan respon dari Yuuji kepada lawan bicara.

Untuk The Fruit of Grisaia, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 8,6.

Sekian Review The Fruit of Grisaia yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Kunci Rahasia Xbox Game Pass Hasilkan 44 Triliun Rupiah

GAMEFINITY.ID, PATI – Layanan subscription sepertinya telah menjadi opsi yang tepat bagi para gamer yang ingin memainkan banyak game dengan budget terbatas. Hanya dengan merogoh kocek yang tak begitu dalam, para gamer sudah mendapatkan banyak benefit dari subscription. Salah satu subscription yang bisa dibilang paling menggoga mungkin saja jatuh kepada Xbox Game Pass. Selain memberikan akses hampir ke semua game milik Microsoft, gamer juga dapat langsung memainkan game-game baru Microsoft di hari pertama perilisannya.

Xbox Game Pass Berikan Untuk Gede

Melihat benefit yang menggiurkan seperti itu, Xbox Games Pass berhasil membuat gamer-gamer di dunia berlangganan layanan ini. Yang mana memberikan Microsoft keuntungan besar hanya dari layanan subscription tersebut. Berdasarkan data yang diungkap oleh badan regulator Brazil, Microsoft telah menghasilkan sekitar 2,9 miliar dollar atau sekitar 44 triliun rupiah hanya dari Xbox Game Pass di tahun 2021. Sebagai tambahan keuntungan barusan tidak termasuk dari PC Game Pass.

Xbox
Total pendapatan Xbox Game Pass Tahun 2021 | Source: CADE, Microsoft Corp.

Seperti yang telah dilaporkan oleh Tweaktown, Microsoft memberikan data tersebut kepada badan terkait di Brazil untuk persyaratan dalam usaha akuisisi Microsoft atas Activision Blizzard. Xbox Game Pass sendiri menyumbang sekitar 18% dari total pendapatan tahunan Xbox. Sedangkan jika hanya dari game and service, hampir 30% pendapatan yang datang dari Xbox Game Pass.

Microsoft Mendominasi Pasar Konsol?

Dalam Tabel tersebut juga tertulis bahwa Nintendo Switch Online memperoleh pendapatan 932 juta dolar di tahun 2021, sementara EA Play dilaporkan menerima 356 juta dolar. Tidak ada laporan yang diberikan untuk layanan subscription dari Sony Playstation, baik itu PlayStation Now atau pun PlayStation Plus.

Xbox
Pendapat Perusahaan Lain Seperti Nintendo dan Juga EA | Source: CADE

Informasi – informasi diatas dibutuhkan sebagai pertimbangan badan terkait dalam menyetujui akuisisi Activision Blizzard yang diusulkan oleh Microsoft. Keuntungan dari akuisisi ini akan menjadikan IP – IP milik Activision Blizzard menjadi eksklusif untuk Xbox. Yang mana akan menambah dominasi Xbox dalam berkompetisi di pasar konsol.

Meski begitu, para kompetitor nampaknya tidak begitu takut dengan langkah yang diambil oleh Microsoft. Ambil contoh Nintendo yang tidak begitu dekat dengan Activision Blizzard. Lalu untuk Sony Playstation sendiri, walaupun telah kehilangan Call of Duty, mereka masih memiliki game-game eksklusif yang tak kalah bagusnya. Jadi kompetisi antar perusahaan konsol ini bisa dibilang masih cukup ketat.

Informasi news, review, hingga guide game-game populer hanya di Gamefinity. Nikmati juga kemudahan topup dan  voucher games kesayangan kalian dengan harga murah di Gamefinity.id

Apex Legends Mobile Ungkap Season 3, Champions

GAMEFINITY.ID, Bandung – Apex Legends Mobile telah merilis trailer untuk season ketiganya, Champions. Trailer tersebut memamerkan beberapa fitur baru yang akan datang, termasuk hadirnya Ash dan juga versi mobile dari Heirloom Weapon.

Ash Jadi Legend Baru di Apex Legends Mobile

Apex Legends Mobile Season 3 Ash
Ash resmi jadi Legend baru di Apex Legends Mobile

Alih-alih menghadirkan Legend eksklusif versi mobile, Respawn Entertainment memilih kembali memuunculkan karakter dari Apex Legends. Karakter tersebut adalah Ash yang tampil pada akhir trailer. Ia ditunjukkan menyerang Fade menggunakan belatinya.

Ash sendiri merupakan satu-satunya karakter dari Titanfall yang hadir sebagai Legend sejauh ini. Ia pertama kali muncul pada season 11 dari Apex Legends.

Munculnya Ash di versi mobile sebelumnya telah bocor oleh akun Twitter ThatOneGamingBot pada akhir Agustus lalu. Dataminer tersebut menambah Revenant berpotensi muncul sebagai legend baru.. Jika bocoran ini akurat, Revenant kemungkinan hadir pada pertengahan season ketiga. Berarti season bertajuk Champions ini tidak akan menghadirkan Legend eksklusif di Apex

Hadirnya Versi Mobile dari Heirloom Weapon, Signature Weapon

Apex Legends Mobile Season 3 Fade Signature Weapon
Signature Weapon milik Fade, The Constellation

Apex Legends Mobile juga menghadirkan Heirloom Weapon. Heirloom Weapon sendiri adalah item kosmetik tier mythic untuk senjata jarak dekat (melee). Khusus versi mobile, Respawn Entertainment memberi nama Heirloom Weapon sebagai Signature Weapon.

Fade akan menjadi Legend pertama yang mendapat Signature Weapon. Signature Weapon tersebut bernama The Constellation. Senjata tersebut ditampilkan sebagai sebuah seperangkat claws yang dapat berubah bentuk menjadi knuckles.

Baca juga: Apex Legends Mobile Tambah Solo Mode di Update Aftershow

Detail Lain di Trailer

Apex Legends Mobile Season 3 mystery character
Sosok misterius yang mungkin memiliki kaitan erat dengan masa lalu kelam Fade

Trailer tersebut tampak menunjukkan cerita Fade. Pada pertengahan trailer, seorang laki-laki berambut abu-abu yang menyaksikan pertarungan antara Legend di balik arena. Fade kemudian bertatap muka dengannya dengan geram. Sosok misterius itu kemudian mengangkat kepalan tangan Fade di hadapan penonton yang menggila.

Gamespot berspekulasi laki-laki itu adalah salah satu komisioner Apex Games. Sosok misterius itu diduga memiliki kaitan dengan masa lalu kelam Fade. Detail tentang hal ini diperkirakan akan dijelaskan lebih lanjut saat season 3 dari Apex Legends Mobile resmi dimulai. Apex Legends Mobile Season 3, Champions, akan dimulai 18 Oktober 2022.

Daftar Peserta Piala Presiden Esport 2022, Pilih Jagoanmu!

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Kincir Esport kembali mengadakan turnamen Esport yang ketiga kalinya, yaitu Piala Presiden Esport 2022. Rencananya akan digelar campuran baik online maupun offline. Babak kualifikasi diselenggarakan secara daring. Sementara itu, Offline venue akan digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada bulan November mendatang.

Simak siapa sajakah tim Esport yang akan bertanding nantinya. Jadi bagi yang sudah tak sabar untuk menunggu, langsung cek dibawah ini ya. Eits, tentunya juga terdapat kejutan-kejutan yang tak terduga dari para peserta.

Baca juga: DeanKT Resmi Mundur Dari EVOS Esport

Bocoran Daftar Peserta Piala Presiden Esport 2022

peserta Piala Presiden 2022
Aura Fire menjadi salah satu tim yang akan bertanding di Piala Presiden 2022 | pialapresidenesport

Melalui akun Instagram Piala Presiden Esport, akhirnya terkuak siapa saja yang akan berpartisipasi di babak kualifikasi tertutup pada ajang nasional tersebut. Pada divisi game Mobile Legends terdapat tujuh tim serta satu tim dari MDL ID yang akan bertanding, delapan tim tersebut diantaranya adalah sebagai berikut,

  • Alter Ego Esport
  • Aura Fire
  • Bigetron Alpha
  • EVOS Legends
  • Geek Fam ID
  • Rebellion Zion
  • RRQ Hoshi
  • Perwakilan dari MDL Indonesia, ONIC Prodigy

Sekedar informasi jika Qualifier pada piala presiden ini terdiri atas dua kelompok, pertama Open Qualifier bagi umum dan Closed yang berasal dari MPL maupun MDL yang diundang khusus.  kedelapan tim ini akan bersaing untuk memperebutkan slot babak selanjutnya yaitu Group Stage sebanyak enam buah.

Sistem Pertandingan

dijelaskan oleh KB di kanal Youtube, ia membeberkan prosedur atau format dari kejuaraan Esport yang satu ini. Kedua tim tersebut masing-masing terlebih dahulu masuk ke babak Open Qualifier dan Closed Qualifier. Pada kelompok open, ratusan tim yang bersaing akan memperebutkan dua slot babak Group Stage, sementara pada closed Qualifier sebanyak enam slot.

Ia menegaskan bahwa tidak ada perubahan yang begitu signifikan pada format seperti pada ajang sebelumnya. Pada babak main event akan ada dua belas tim yang bertanding. Kedua belas tim tersebut akan diambil enam tim secara acak baik pada grup A maupun B.

Kemudian pada babak Playoff akan menyisakan delapan tim. Empat di grup A dan empat lainnya di grup B. KB menambahkan bahwa di babak playoff panitia dalam memilih timnya akan digunakan sistem single elimination.

“Di sini ada 8 tim, masing-masing terdapat 4 dari A dan 4 lainnya dari B, biasanya juara 2 grup A nanti ketemunya sama juara 3 grup B, juara 3 grup A nanti sama juara 2 grup B, juara 4 grup A nanti sama juara 1 grup B, jadi dicrossing aja dan akan bertemu di quarter final. Itu biasanya, tapi kalo misalnya nanti tiba-tiba pakai sistem random itu bisa terjadi juga. Delapan tim yang bertanding bakal memperebutkan 1 tiket IESF untuk Bali nanti.” Kata KB.

Nantinya pemenang dari Piala Presiden ini akan mendapatkan satu slot tiket untuk mewakili ajang IESF World Championship yang akan digelar di Bali.