Category Archives: Game

PBSL Season 2 Selesai, Equanimity Sabet Gelar Champion

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Selasa (11/10), Gelaran PBSL Season 2 2022 kini telah berakhir dengan hasil Tim Equanimity ARAI 4YB ProjectX meraih gelar Champion. Equanimity menyabet posisi juara pertama dengan total skor 28 setelah pertandingan terakhir PBSL (Point Blank Star League) digelar pada hari Sabtu (8/10/2022) kemarin. Atas kemenangannya, Tim Equanimity berhak membawa pulang hadiah juara pertama berupa uang tunai senilai Rp 100 juta. Salah satu pemain Equanimity, yakni Muhammad Syabil Alfaridi dengan nickname Mez0 juga menyabet gelar MVP (Most Valuable Player),  membuatnya berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 10 Juta.

Kekuatan Equanimity sudah tidak dapat dipungkiri lagi di ajang PBSL Season 2 2022 ketika tim ini berhasil mendominasi klasemen sejak pekan pertama liga dimulai. Meskipun begitu, perjuangan mereka untuk mempertahankan posisi puncak juga tidak mulus tanpa halangan. Equanimity sempat bersaing ketat dengan juara PBSL Season sebelumnya, yakni Tim Comeback ARAI OBR. Baik Equanimity dan Comeback sempat mencetak skor yang sama di minggu-minggu terakhir PBSL, membuat penonton sulit untuk memprediksi tim mana yang akan keluar menjadi juara pertama.

Namun sayang, pada hari terakhir pertandingan PBSL, Tim Comeback ternyata dapat dihabisi oleh ‘Kuda Hitam’ tim eoV Kamikaze. Tim eOV tidak disangka-sangka dapat mengalahkan tim Comeback dengan skor 6-5 sehingga Tim eOV berhasil keluar menyabet posisi Runner Up sedangkan Tim Comeback harus puas menjadi juara ketiga.

PBSL Season 2

Baca juga: Memfitnah Moonton, Tencent Didenda Hampir Setengah Miliar

Meski begitu perjuangan para tim E-sport Point Blank belum berakhir sampai di sini, karena delapan tim teratas PBSL Season 2 kali ini berhak lolos menuju ke Grand Final PBNC 2022. PBNC merupakan turnamen puncak untuk tim-tim E-sport profesional Point Blank Indonesia. Kedelapan tim yang lolos ke PBNC 2022 adalah EQUANIMITY ARAI 4YB ProjectX, eoV Kamikaze, Comeback ARAI OBR, iNV HD Neverland713, 10z VT aL41 D2 JACKZSTORE, Nuova Vittoria 41 by D2, Hopefully by GLM, dan Royal PPMK. Mampukah para jagoan di PBSL Season 2 2022 membuktikan kekuatan mereka kembali di Grand Final PBNC 2022? Pantau terus sepak terjang tim E-sport Point Blank melalui sosial media official dan website resmi pointblank.id ya!

Tentang Point Blank

Point Blank merupakan game online FPS yang dikembangkan oleh Zepetto serta dipublikasikan oleh PT. Zepetto Interactive Indonesia. Point Blank merupakan game online FPS yang dikembangkan oleh Zepetto serta dipublikasikan oleh PT. Zepetto Interactive Indonesia. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai game Point Blank silahkan dapat mengunjungi situs resmi game PB dengan alamat pointblank.id.

Tentang Zepetto

Didirikan pada tahun 2003, Zepetto Co. adalah perusahaan game yang berdedikasi untuk menciptakan game untuk di berbagai platform termasuk pc, konsol, dan seluler. Nama Zepetto berasal dari Geppetto, lelaki tua dari cerita klasik Petualangan Pinokio, Zepetto bertujuan untuk mewujudkan semangat dan membawa kehidupan baru ke dalam game dan juga pasar game. Visi Zepetto adalah memperkaya pengalaman game yang selaras dengan pemain di seluruh dunia.

ROG Flow Z13, Laptop Buas yang Cocok Untuk Mobilitas Tinggi!

Perkembangan teknologi telah memunculkan beragam desain laptop baru. Selain desain clamshell tradisional yang masih mendominasi, ada pula desain laptop 2-in-1 yang membuat laptop dapat berubah fungsinya menjadi tablet. Laptop 2-in-1 pun punya beberapa form factor, salah satunya adalah laptop detachable. Berbeda dengan laptop tradisional, laptop detachable memiliki desain yang memungkinkan bagian keyboard-nya untuk dilepas sehingga penggunanya bisa memakai bagian layarnya sebagai komputer tablet.

Meski tidak sepopuler desain clamshell tradisional bahkan 2-in-1 convertible (desain dengan layar 360 derajat), laptop detachable masih cukup digemari karena fleksibilitasnya. Ketika digunakan sebagai tablet, laptop detachable memiliki desain yang lebih ramping ketimbang laptop convertible karena bagian keyboard-nya dapat dipisahkan dari bagian layar yang juga menampung komponen utamanya.

Sayangnya, laptop detachable juga memiliki kelemahan. Karena layar dan komponen utamanya digabung dalam satu bodi, laptop detachable tidak memiliki ruang yang luas untuk menampung komponen yang kompleks. Hal tersebut pula yang membuat hampir semua laptop detachable hanya mengusung spesifikasi yang tergolong standar dan didesain hanya untuk menunjang kebutuhan komputasi kantoran serta sehari-hari. Dengan kata lain, sebagian besar laptop detachable memiliki spesifikasi yang setara dengan ultrabook.

Tidak hanya soal ruang untuk menampung komponen, laptop detachable juga biasanya memiliki port I/O yang sangat terbatas. Hal tersebut juga dikarenakan ruang yang sangat minim pada desain laptop detachable, sehingga port yang dapat dihadirkan pun menjadi sangat terbatas.

Lalu bagaimana jika terdapat sebuah laptop gaming detachable yang tetap ringkas seperti laptop detachable pada umumnya, namun memiliki peforma kelas gaming yang sangat powerful? Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut hampir mustahil dihadirkan mengingat sifat desain detachable sendiri yang penuh keterbatasan meski sangat fleksibel. Namun bagi tim riset dan pengembangan ASUS ROG, hal tersebut sepertinya merupakan tantangn tersendiri.

Setelah melewati proses riset dan pengembangan yang cukup panjang, ASUS ROG memperkenalkan ROG Flow Z13 (GZ301), sebuah laptop gaming dengan desain detachable terbaru. Berkat desain detachable yang diusungnya, ROG Flow Z13 (GZ301) juga menyandang gelar sebagai tablet gaming paling powerful di dunia.

Bagaimana ASUS ROG dapat membuat sebuah laptop detachable sekaligus tablet dengan komponen serta fitur standar gaming yang sangat powerful? Mari kita bahas.

Ringkas Seperti Laptop Detachable Pada Umumnya

Sebagai sebuah laptop detachable, bodi utama ROG Flow Z13 (GZ301) terdiri dari tidak hanya komponen utama seperti motherboard, CPU, GPU, SSD, dan memori saja, tetapi juga layar. Sementara itu, keyboard laptop ini didesain terpisah seperti sebuah aksesori tambahan. Itulah mengapa ROG Flow Z13 (GZ301) menyandang gelar sebagai tablet gaming paling powerful, karena memang pada dasarnya ia bisa dikategorikan sebagai tablet.

Hadir dengan layar berukuran 13-inci, ROG Flow Z13 (GZ301) juga memiliki ketebalan 12mm dan bobot 1,1kg. Meski ketebalan dan bobotnya bisa dibilang sedikit lebih tebal dan berat ketimbang laptop detachable pada umumnya, namun mengingat ini adalah sebuah laptop gaming yang mengusung CPU dan GPU high performance yang belum pernah ada di dalam sebuah laptop detachable berukuran ringkas sebelumnya.

Mirip dengan lini produk detachable pada umumnya, seperti halnya Microsoft Surface, ROG Flow Z13 (GZ301) juga memiliki “kickstand” di bagian belakang bodi utamanya. Kickstand tersebut berfungsi agar bodi utama laptop tersebut diposisikan secara berdiri dan memudahkan penggunanya.

Jika ingin digunakan sebagai laptop, Anda dapat menghubungkan keyboard ROG Flow Z13 (GZ301) ke bagian bawah bodinya. Proses pemasangannya sangat mudah karena menggunakan sistem magnetik dengan koneksi melalui pogo pin sehingga sangat durable.

Sebagai sebuah laptop gaming yang merupakan bagian dari keluarga ROG, ROG Flow Z13 (GZ301) hadir dengan warna hitam dengan desain khas gaming. Di bagian belakang bodi utamanya, ROG Flow Z13 (GZ301) bahkan dilengkapi dengan “jendela” untuk mengintip sebagian komponen yang ada di dalam bodi utamanya. Untuk memperkuat desain khas gaming-nya, jendela tersebut pun dilengkapi dengan lampu RGB LED yang dapat dikustomasi lewat aplikasi Armoury Crate.

Pertanyaannya, bagaimana ROG Flow Z13 (GZ301) mampu tampil dengan desain yang sangat ringkas? Selain mengusung bezel layar yang sangat tipis, ROG Flow Z13 (GZ301) juga tidak memiliki engsel karena menggunakan desain detachable. Ruang untuk mengakomodasi engsel tersebut dimanfaatkan secara penuh untuk menampung berbagai komponen lainnya. Pada akhirnya, tim riset dan pengembangan di ASUS ROG berhasil mendesain motherboard yang sangat ringkas lengkap dengan sistem pendingin khusus. Luar biasa!

Powerful Layaknya Laptop Gaming

Konsep yang diusung oleh ROG Flow Z13 (GZ301) pada dasarnya adalah memungkinkan Anda untuk dapat bermain game di manapun dan kapanpun. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, laptop gaming ini tentu harus ditenagai oleh hardware yang powerful. Tidak heran jika ROG Flow Z13 (GZ301) ditenagai oleh CPU dan GPU generasi terbaru.

ROG Flow Z13 (GZ301) mengusung CPU High Performance 12th Gen Intel® Core™, tepatnya hingga Intel Core i9-12900H. CPU yang menggunakan konfigurasi baru dengan total 12 core dan 20 thread tersebut terdiri dari 8 efficient core (E-Core) serta 4 performance core (P-Core). Konfigurasi tersebut memungkinkan setiap perintah dapat diekseskusi secara lebih efisien melalui pembagian pemrosesan yang lebih canggih dan diatur oleh Intel Thread Director. Konfigurasi baru tersebut juga dapat berjalan secara lebih baik di Windows 11 yang juga merupakan sistem operasi yang digunakan di ROG Flow Z13 (GZ301).

High Performance 12th Gen Intel® Core™ sendiri merupakan lini CPU terbaru dengan peningkatan performa yang signifikan dibanding generasi sebelumnya. Varian tertingginya, yaitu Intel® Core™ i9-12900HK mampu berjalan pada clock speed hingga 5GHz dan mengusung configurasi 14 core (6 P-Core dan 8 E-Core) serta 20 thread, sehingga dinobatkan sebagai CPU mobile paling kencang di dunia. CPU High Performance 12th Gen Intel® Core™ juga menawarkan performa tinggi di berbagai skenario penggunaan, seperti gaming yang memiliki peningkatan performa hingga 28%, serta hingga 43% untuk aktivitas content creation jika dibandingkan dengan CPU generasi sebelumnya.

Sebagai lini CPU modern, High Performance 12th Gen Intel® Core™ tentu saja telah dilengkapi serta mendukung teknologi terkini. CPU terbaru tersebut telah mendukung penggunaan memori DDR5 yang menawarkan performa lebih kencang, serta telah dilengkapi dengan dukungan WiFi 6E yang memungkinkan laptop untuk terkoneksi ke jaringan nirkabel secara lebih cepat dan stabil. Selain itu, CPU High Performance 12th Gen Intel® Core™ juga mendukung penggunaan Thunderbolt™ 4 sebagai port serba guna berperforma tinggi dan menawarkan konektivitas terbaik.

Performa CPU 12th Gen Intel® Core™ yang tertanam di ROG Flow Z13 (GZ301) secara mengejutkan sangat kencang, bahkan lebih unggul dari laptop-laptop yang memiliki bodi dan ruang pendinginan lebih besar yang mengusung CPU Intel Core generasi sebelumnya. Padahal ROG Flow Z13 (GZ301) mengusung desain bodi seperti tablet yang jauh lebih ringkas dan tidak memiliki banyak ruang pendinginan.

Berikut performa CPU Intel® Core™ i7-12800H yang di ROG Flow Z13 (GZ301), diuji menggunakan Cinebench R15 dan R23:

Sebagai sebuah laptop (dan juga tablet) untuk bermain game, ROG Flow Z13 (GZ301) tentu wajib dibekali dengan GPU yang powerful. Kali ini ASUS ROG berhasil menyematkan GPU NVIDIA® GeForce RTX™ 3050 ke dalam perangkat detachable ini. Meski bukan merupakan GPU kelas gaming paling bertenaga, namun keberadaannya tetap sangat luar biasa mengingat desain ROG Flow Z13 (GZ301) yang sangat ringkas. Biasanya, RTX™ 3050 disematkan di laptop dengan ukuran bodi lebih besar dari ROG Flow Z13 (GZ301).

Lalu bagaimana performanya? Unit pengujian kami yaitu ROG Flow Z13 (GZ301) dengan CPU Intel® Core™ i7-12800H dan GeForce RTX™ 3050 ternyata cukup mampu menjalankan berbagai game modern dengan sangat baik meski pengaturan grafisnya tidak bisa maksimal.

Berikut adalah hasil uji performa grafis menggunakan 3DMark dan uji dengan berbagai game modern:

Merasa performa grafisnya masih kurang kencang? ROG Flow Z13 (GZ301) juga merupakan laptop kedua yang kompatibel dan dapat dihubungkan dengan solusi GPU eksternal terbaik di dunia, yaitu ROG XG Mobile. Ketika dihubungkan dengan ROG XG Mobile yang ditenagai oleh GPU GeForce RTX™ 3080, seketika unit ROG Flow Z13 (GZ301) yang kami uji menjadi sistem gaming yang sangat powerful.

Game modern yang sebelumnya tidak mampu berjalan dengan lancar jika pengaturan grafisnya tidak diturunkan, kini menjadi sangat lancar menggunakan pengaturan grafis dan resolusi maksimal. Tidak hanya itu, fitur seperti NVIDIA DLSS 2.0 dan RTX Real-Time Ray-Tracing juga dapat dinikmati dengan sangat baik saat menggunakan ROG XG Mobile.

Karena desainnya yang sangat ringkas dan minimalis, ROG Flow Z13 (GZ301) tidak menyediakan opsi upgrade sebanyak laptop gaming pada umumnya. Meski demikian, ASUS ROG masih memberikan opsi upgrade pada sisi penyimpanan. ROG Flow Z13 (GZ301) memiliki “pintu khusus” di belakang kickstand-nya sehingga Anda dapat dengan mudah mengakses SSD yang terpasang. Selain itu, Anda juga dapat memasang MicroSD untuk menambah kapasitas penyimpanan.

Penyimpanan ROG Flow Z13 (GZ301) sendiri menggunakan M.2 NVMe PCIe 4.0 x4 SSD 2230 yang ukurannya lebih pendek dari PCIe SSD yang digunakan di laptop gaming pada umumnya. SSD yang digunakan di ROG Flow Z13 (GZ301) cukup kencang dengan hasil pengujian sebagai berikut:

ROG Flow Z13 (GZ301) telah dibekali oleh memori LPDDR5 berkapasitas 16GB. Kapasitas memori tersebut juga lebih dari cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan komputasi harian, hingga kebutuhan gaming. Hal tersebut terbukti dari hasil pengujian komputasi sehari-hari menggunakan PCMark 10. Skornya membuktikan bahwa ROG Flow Z13 (GZ301) juga sangat andal untuk kegiatan selain gaming, seperti bekerja, dan produksi konten.

Sistem Pendingin Inovatif

Kembali lagi pertanyaan paling awal, bagaimana ASUS ROG bisa menyematkan komponen powerful tersebut ke dalam ROG Flow Z13 (GZ301) yang bodinya jauh lebih ringkas dibandingkan dengan laptop gaming pada umumnya? Jawabannya ada pada form factor serta bagaimana ROG Flow Z13 (GZ301) digunakan.

Berkat form factor detachable yang diusungnya, motherboard yang mengusung CPU, GPU, serta komponen utama lain di ROG Flow Z13 (GZ301) berada di bagian bodi yang sama dengan layar. Dengan demikian, posisi motherboard laptop ini pun akan selalu “berdiri” seperti layarnya. Ini membuat sistem pendingin juga berada di posisi yang sama dengan layar sehingga kipasnya bisa mengalirkan udara secara jauh lebih leluasa ketimbang laptop tradisional yang komponen utama bersama pendinginnya harus berhadapan langsung dengan permukaan alas laptop.

Tidak hanya sistem pendingin yang dapat mengalirkan udara secara lebih baik berkat form factor-nya, ROG Flow Z13 (GZ301) juga tidak dibekali dengan sistem pendingin yang biasa ditemukan di laptop pada umumnya. ROG Flow Z13 (GZ301) menggunakan vapor chamber khusus pada sistem pendinginnya. Berbeda dengan heatpipe yang hanya dapat mengalirkan panas dari komponen utama ke heatsink, vapor chamber memiliki fungsi ekstra yaitu melepas panas secara langsung. Berkat penggunaan vapor chamber, proses pendinginan komponen utama di ROG Flow Z13 (GZ301) dapat dilakukan secara aktif maupun pasif.

Hanya itu? Tentu saja tidak. ROG Flow Z13 (GZ301) juga menggunakan kipas Arc Flow Fan terbaru yang memiliki 84 bilah khusus. ASUS juga menggunakan rancangan Variable Blade Thicknes yang membuat setiap bilah kipasnya memiliki ketebalan yang bervariasi. Rancangan tersebut meminimalisir turbulensi sehingga udara dapat mengalir lebih baik dan pendinginan menjadi lebih optimal. Pada pengujian 3DMArk Stress Test tanpa menggunakan ROG XG Mobile, ROG Flow Z13 (GZ301) dapat menahan suhu operasional GPU pada rata-rata 71,44⁰C. Sementara suhu operasional CPU berada di rata-rata 64,97⁰C atau tergolong sangat rendah untuk sebuah laptop detachable berlayar 13-inci yang sangat ringkas.

Sistem pendingin di ROG Flow Z13 (GZ301) juga dilengkapi dengan anti-resonance design yang membuat kipas dapat berputar jauh lebih senyap. Tidak sampai di situ, modul kipas ROG Flow Z13 (GZ301) juga dilengkapi sistem Self Cleaning 2.0. Sesuai dengan namanya, sistem tersebut memungkinkan debu dan partikel untuk dihempaskan ke luar dan tidak tersangkut di dalam sistem pendingin ROG Flow Z13 (GZ301). Self Cleaning 2.0 membuat sistem pendingin dapat selalu bekerja secara optimal tanpa terganggu oleh debu dan partikel kecil lainnya.

Sistem pendingin khusus dan inovatif di ROG Flow Z13 (GZ301) membuat laptop 2-in-1 detachable ini memiliki performa yang tidak hanya powerful, tetapi juga sangat stabil untuk bermain game dalam jangka panjang. Sistem pendingin ini juga yang memungkinkan ROG Flow Z13 (GZ301) tampil sebagai mesin konsol portabel.

Konsol Portabel atau Tablet Powerful?

ASUS ROG Flow Z13 (GZ301) memang bukan sekadar laptop gaming biasa. Ia memang memiliki fungsi dan komponen layaknya sebuah laptop gaming, namun penggunaannya lebih dari sekadar laptop. Karena ROG Flow Z13 (GZ301) adalah laptop 2-in-1 detachable, laptop ini juga dapat difusngsikan sebagai tablet, bahkan menjadi sebuah konsol portabel.

Performanya yang sangat kencang untuk sebuah laptop detachable, membuat berbagai game modern dapat dimainkan di ROG Flow Z13 (GZ301) dengan sangat baik. Bahkan di beberapa skenario performanya bisa mengalahkan laptop yang mengusung bodi lebih besar. Semua itu berkat kombinasi sistem pendingin yang powerful serta keseluruhan rancang bangun ROG Flow Z13 (GZ301) yang sangat inovatif.

Meski ROG Flow Z13 (GZ301) tidak dapat mengusung baterai dengan kapasitas sebesar laptop gaming lain karena keterbatasan ruang. Meski demikian, ROG Flow Z13 (GZ301) tetap mampu bertahan hingga lebih dari 5 jam 30 menit dalam pengujian menggunakan PCMark 10 Battery pada mode modern office. Anda tidak perlu khawatir karena ROG Flow Z13 (GZ301) sudah mendukung fitur USB Power Delivery hingga 100W melalui port USB Type-C yang disediakan. Fitur tersebut juga membuat ROG Flow Z13 (GZ301) dapat diisi dayanya menggunakan power bank.

Port yang diusung di ROG Flow Z13 (GZ301) juga tergolong sangat lengkap, apalagi jika dibandingkan dengan laptop ultrathin atau laptop detachable pada umumnya. ROG Flow Z13 (GZ301) masih dibekali dengan USB Type-A sehingga Anda masih bisa menghubungkan keyboard atau mouse tambahan dengan mudah tanpa dongle. Sementara itu, port USB Thunderbolt™ 4 USB Type-C di laptop ini telah mendukung fitur USB Power delivery, serta dapat digunakan sebagai display output ke monitor eksternal. ROG Flow Z13 (GZ301) juga masih memiliki 3.5mm combo audio jack dan jika masih dirasa kurang Anda juga dapat menghubungkan ROG XG Mobile yang telah dilengkapi banyak sekali port termasukSD Card Reader, HDMI, dan DisplayPort.

Akhir kata, memang hingga detik ini tidak ada laptop gaming seperti ROG Flow Z13 (GZ301).

Main Spec. ROG Flow Z13 (GZ301)
CPU Up to 12th Gen Intel® Core™ i9-12900H Processor 2.5 GHz (24M Cache, up to 5.0 GHz, 14 cores: 6 P-cores and 8 E-cores)
Operating System Windows 11 Home
Memory 8x2GB LPDDR5
Storage Up to 1TB M.2 2230 NVMe™ PCIe®4.0 SSD
Display 13.4”, Up to WQUXGA (3840 x 2400) 16:10, Touchscreen, 85% DCI-P3, 60Hz 3ms, Adaptive Sync, Mux Switch, Stylus-compatible, Dolby Vision, PANTONE Validated
Graphics Up to NVIDIA® GeForce RTX™ 3050Ti
Input/Output 1x 3.5mm Combo Audio Jack, 1x ROG XG Mobile Interface, 1x USB 2.0 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C support DisplayPort™ / power delivery / G-SYNC, 1x Thunderbolt™ 4 support DisplayPort™ / power delivery, 1x card reader (microSD)
Camera 8MP camera (rear) and 720P HD camera (front)
Connectivity Wi-Fi 6E(802.11ax)+Bluetooth 5.2 (Dual band) 2*2
Audio Built-in array microphone qith AI noise-cancelling, harman/kardon certified audio
Battery 56WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension 30.2 x 20.4 x 1.20 ~ 1.20 cm
Weight 1.18 Kg
Colors Black
Price TBD
Warranty 2 tahun garansi global

 

TUF Dash F15, Laptop Gaming Ringkas dan Ramah di Kantong

Seri laptop TUF Dash memang bisa dikatakan sangat unik. Pertama kali hadir di tahun 2021 silam, laptop gaming ini tampil dengan desain yang jauh lebih premium ketimbang “saudara sedarahnya” yaitu seri TUF Gaming. Hal tersebut pun membuat banyak yang bertanya-tanya karena nama TUF seringkali diasosiasikan bukan dengan desain premium, tetapi lebih ke performa dan harga yang bersahabat di kantong.

Meski mengusung desain yang lebih premium, TUF Dash sebenarnya masih tetap mengedepankan performa serta harga yang bersahabat seperti saudaranya. Perbedaannya adalah seri laptop gaming ini hadir tidak hanya untuk gamer, tetapi juga untuk pengguna yang ingin mencari laptop “all-round” yang memiliki desain bodi ringkas namun tetap mengusung performa yang powerful. Sebagai bonus, seri TUF Dash juga hadir dengan durabilitas ekstra dan telah lolos uji ketahanan ekstrem berstandar militer AS (MIL-STD 810H).

Di tahun 2022 TUF Dash F15 kembali hadir dengan serangkaian perubahan, salah satunya adalah upgrade pada sisi CPU dengan mengadopsi CPU yang memiliki base TDP 45W, bukan lagi 35W seperti sebelumnya. Selain itu, desain bodi TUF Dash F15 terbaru juga diperbarui agar sistem pendinginnya dapat mengalirkan udara dengan lebih baik namun tetap mempertahankan bentuknya yang ringkas dan ringan. Dengan kata lain, TUF Dash F15 (FX517) kali ini tampil sebagai laptop gaming yang ringkas dan powerful. Namun apakah tetap terjangkau untuk fitur yang ditawarkan? Mari kita bahas.

Minimalis dan Lebih Ringkas

TUF Dash F15 (FX517) mengusung desain bodi yang sangat berbeda dari saudaranya, yaitu seri TUF Gaming. TUF Dash F15 (FX517) tampil lebih minimalis bahkan tidak tampak seperti laptop gaming pada umumnya. Bagian belakang layarnya hanya terdapat satu logo TUF yang disematkan di pojok sebelah kanan atas. Sementara sisa ruang yang ada hanya diisi oleh warna Off Black atau Moonlight White, dua warna yang tersedia untuk TUF Dash F15 (FX517).

Jika diperhatikan lebih jauh, TUF Dash F15 (FX517) mengambil berbagai elemen desain yang pernah digunakan di laptop gaming ROG Zephyrus. Salah satu elemen yang digunakan adalah V-Cut Design pada layar yang secara praktis dapat membuat lampu indikator di TUF Dash F15 (FX517) dapat tetap terlihat saat layar laptop dalam keadaan tertutup. Tidak hanya itu, V-Cut Design juga membuat lubang udara yang berada di bagian belakang laptop tidak tertahan oleh layar saat digunakan.

Secara dimensi, TUF Dash F15 (FX517) juga lebih ringkas dari pendahulunya. Layarnya kini tampil dengan bezel yang lebih tipis, yaitu 4,52mm di bagian samping dan 7,6mm di bagian atas. Bezel yang lebih tipis membuat dimensi bodi secara keseluruhan dapat dipangkas sekaligus membuat rasio layar terhadap bodi yang semakin besar.

TUF Dash F15 (FX517) juga tergolong sebagai laptop gaming yang ringkas dan ringan. bobotnya hanya 2Kg dan ketebalannya berada di kisaran 2cm. Profilnya yang minimalis tersebut telah membuat TUF Dash F15 (FX517) nyaman untuk digunakan kapan saja serta di mana saja. Ditambah dengan sertifikasi lolos uji ketahanan berstandar militer AS (MIL-STD 810H), TUF Dash F15 (FX517) sangat pas untuk para pengguna yang membutuhkan laptop all-round dengan spesifikasi sekelas laptop gaming namun memiliki desain ringkas dan ringan, terlebih dengan banderol harganya yang mulai dari Rp16.799.000.

Andal untuk Berbagai Aktivitas

TUF Dash F15 (FX517) merupakan laptop gaming dan tentu saja harus dilengkapi dengan konektivitas yang mumpuni agar gamers dapat menghubungkan semua perangkat gaming mereka. Konektivitas yang lengkap juga merupakan nilai plus untuk TUF Dash F15 (FX517) karena pada dasarnya laptop ini dirancang sebagai laptop all-round sehingga pengguna non-gamers pun dapat lebih nyaman saat menggunakan laptop ini.

TUF Dash F15 (FX517) hadir dengan port fisik mulai dari USB Type-A, HDMI, 3.5mm combo audio jack, serta port gigabit ethernet bagi pengguna yang membutuhkan koneksi ke jaringan komputer melalui LAN. Sebagai laptop gaming modern yang ditenagai oleh prosesor 12th Gen Intel Core, TUF Dash F15 (FX517) tentu telah dibekali dengan port Thunderbolt 4 yang menggunakan interface USB Type-C. Keberadaan port tersebut memungkinkan para profesional untuk menghubungkan berbagai perangkat khusus yang membutuhkan bandwidth tinggi seperti penyimpanan eksternal berkecepatan tinggi, kartu grafis eksternal, hingga perangkat networking berkecepatan tinggi.

Sementara untuk konektivitas nirkabel, TUF Dash F15 (FX517) mengandalkan modul WiFi 6 (802.11ax). Modul WiFi generasi terbaru tersebut dapat menghadirkan konektivitas nirkabel yang lebih stabil dengan kecepatan transfer data lebih baik dibandingkan WiFi generasi sebelumnya. TUF Dash F15 (FX517) juga dibekali dengan Bluetooth 5.1 yang dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai perangkat seperti mouse atau headphone wireless.

Sebagai laptop all-round, TUF Dash F15 (FX517) juga dituntut untuk dapat mengakomodasi kebutuhan non gaming seperti conference call. Selain telah dibekali dengan HD webcam untuk kebutuhan video conference, TUF Dash F15 (FX517) juga hadir dengan fitur Two-Way AI Noise-Cancelling. Fitur tersebut memungkinkan suara bising di sekitar pengguna laptop gaming ini untuk dapat diredam oleh sistem kecerdasan buatan sehingga suara dapat terdengar lebih jernih. Tidak hanya itu, Two-Way AI Noise-Cancelling juga dapat menyaring suara bising dari lawan bicara dan membuat komunikasi dua arah semakin lancar.

TUF Dash F15 (FX517) memang sebuah laptop gaming, namun fitur konektivitasnya memperkuat posisinya sebagai laptop all-round yang nyaman digunakan oleh siapa saja.

Powerful untuk Berbagai Skenario Penggunaan

TUF Dash F15 (FX517) tentu hadir dengan performa yang lebih baik dibandingkan dengan laptop kelas consumer pada umumnya karena pada dasarnya ia meruapakan laptop gaming. TUF Dash F15 (FX517) dibekali dengan CPU 12th Gen Intel Core H Series serta GPU NVIDIA GeForce RTX 30 Series. Kombinasi CPU dan GPU generasi terbaru tersebut memastikan performa terbaik pada TUF Dash F15 (FX517) di berbagai skeanriao penggunaan.

TUF Dash F15 (FX517) juga dirancang sebagai laptop “future proof” dan telah menggunakan DDR5 4800MHz sebagai memorinya. DDR5 merupakan memori generasi terbaru yang memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan DDR4. Penggunaan DDR5 berpengaruh langsung pada performa multitasking secara keseluruhan. Sementara di dalam game, DDR5 yang memiliki kecepatan lebih tinggi dapat meningkatkan minimum framerate sehingga game dapat berjalan lebih lancar tanpa stuttering.

Berikut adalah hasil benchmark performa TUF Dash F15 (FX517) yang ditenagai oleh CPU Intel Core i7-12650H dan GPU NVIDIA GeForce RTX 3060:

Mudah di-Upgrade

ASUS sepertinya sangat paham dengan para gamers yang suka melakukan upgrade secara mandiri. Hal tersebut terlihat dari desain TUF Dash F15 (FX517) yang sangat mudah untuk di-upgrade. Berkat sistem pop-up screw, bagian penutup bawah bodi TUF Dash F15 (FX517) sangat mudah untuk dilepas dan dari sana penggunanya bisa langsung mengakses slot upgrade yang tersedia.

Di TUF Dash F15 (FX517), ASUS menyediakan dua slot SO-DIMM DDR5 4800MHz yang dapat menampung memori hingga 32GB. Selain itu, terdapat juga dua slot M.2 PCIe 4.0 SSD sehingga TUF Dash F15 (FX517) dapat memiliki penyimpanan kencang dengan kapasitas total hingga 4TB. ASUS bahkan mempersilahkan penggunanya untuk melakukan upgrade dan menjamin garansi tidak akan hangus jika pengguna membuka penutup bodi bagian bawah dan melakukan upgrade. Tentunya syarat dan ketentuan terhadap status garansi tetap berlaku.

Sistem Pendingin yang Lebih Baik

TUF Dash F15 (FX517) yang ditenagai oleh hardware kelas gaming generasi terkini tentunya membutuhkan sistem pendingin khusus, apalagi laptop gaming ini hadir dengan bodi yang lebih ringkas dibandingkan kompetitornya. Untuk itulah ASUS menghadirkan sistem pendingin khusus yang bahkan beberapa teknologinya mengadopsi dari laptop-laptop ROG.

Dimulai dari “tulang punggung” sistem pendingin yaitu heatpipe, TUF Dash F15 (FX517) menggunakan total lima heatpipe yang terbuat dari tembaga. Berbeda dengan pendahulunya, kelima heatpipe tersebut kini terhubung langsung ke berbagai komponen penting di dalam TUF Dash F15 (FX517), seperti CPU, GPU, hingga VRM dan VRAM. Dengan demikian, TUF Dash F15 (FX517) dapat didinginkan secara optimal.

Terhubung langsung dengan heatpipe adalah heatsink khusus dan dua kipas Arc Flow yang memiliki 84 bilah. Tidak hanya memiliki bilah yang lebih banyak dibandingkan dengan sistem pendingin generasi sebelumnya, kipas Arc Flow yang digunakan di TUF Dash F15 (FX517) juga mampu mengalirkan udara secara lebih baik berkat desain bilah yang dapat meminimalisir turbulensi. Agar aliran udaranya lebih optimal, ASUS memberikan lubang udara khusus tepat di atas keyboard laptop ini.

Pengujian “stress test” pada TUF Dash F15 (FX517) juga menunjukkan bahwa sistem pendingin yang diusungnya bekerja dengan sangat baik. Berdasarkan grafis di atas, sistem pendingin TUF Dash F15 (FX517) mampu mempertahankan suhu operasional rata-rata untuk CPU di angka 80,44 derajat Celcius dan 75,84 derajat Celcius untuk GPU.

Laptop Gaming Ringkas Paling Terjangkau

Jika hanya melihat dari sisi spesifikasi dan performa di atas kertas, TUF Dash F15 (FX517) mungkin tidak banyak berbeda dari kompetitornya. Namun perlu diingat bahwa laptop gaming ini tampil dengan bodi yang tergolong ringkas dan ringan untuk sebuah laptop gaming. Biasanya desain tersebut hadir di laptop gaming premium yang harganya mahal, namun TUF Dash F15 (FX517) dibanderol dengan harga mulai dari Rp16.799.000. Bisa dikatakan ia adalah lapytop gaming dengan desain ringkas yang paling terjangkau saat ini.

Main Spec. TUF Dash F15 (FX517)
CPU 12th Gen Intel® Core™ i5-12450H Processor / i7-12650H Processor 2.3 GHz (24M Cache, up to 4.7 GHz, 10 cores: 6 P-cores and 4 E-cores)
Operating System Windows 11 Home
Memory 8GB / 2x8GB DDR5 4800MHz
Storage 512GB M.2 NVMe™ PCIe®3.0 SSD

1TB M.2 NVMe™ PCIe®3.0 SSD

Display 15.6”, FHD (1920 x 1080) 16:9, IPS-level, 144Hz, 3ms, Adaptive Sync, MUX Switch
Graphics NVIDIA® GeForce® RTX™ 3050

NVIDIA® GeForce® RTX™ 3050Ti

NVIDIA® GeForce® RTX™ 3060

Input/Output 1x RJ45 LAN port, 1x Thunderbolt™ 4 support DisplayPort™, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C support DisplayPort™ + power delivery + G-SYNC, 2x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x HDMI 2.0b, 1x 3.5mm Combo Audio Jack
Camera 720P HD camera
Connectivity Wi-Fi 6E (802.11ax) + Bluetooth 5.1 (Dual band) 2*2
Audio AI noise-canceling technology, Dolby Atmos, Hi-Res certification, Built-in array microphone, 2-speaker system
Battery 76WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension 35.4 x 25.1 x 1.99 ~ 2.07 cm
Weight 2 Kg
Colors Off Black, Moonlight White
Price Rp16.799.000 (Core™ i5/RTX 3050/FHD 144Hz/8GB RAM/512GB SSD)

Rp20.299.000 (Core™ i7/RTX 3050/FHD 144Hz/2x8GB RAM/1TB SSD)

Rp21.999.000 (Core™ i7/RTX 3050Ti/FHD 144Hz/2x8GB RAM/1TB SSD)

Rp24.499.000 (Core™ i7/RTX 3060/FHD 144Hz/2x8GB RAM/1TB SSD)

Warranty 2 tahun garansi global dan 1 tahun ASUS Perfect Warranty

 

Mengenal Lebih Jauh Tentang Layanan Cloud Gaming

GAMEFINITY.ID, Malang – Cloud Gaming, mungkin bagi sebagian orang, kata-kata tersebut masih asing dalam pikiran mereka. Baru-baru ini ada salah satu layanan cloud gaming yang akan ditutup pada tahun depan, yaitu Google Stadia.

Dengan banyaknya tanggapan di post Google Stadia yang bertanya “Cloud gaming apa sih min?”, atau “Belum pernah denger min” maka kali ini kita akan membahas tentang apa itu cloud gaming.

Cloud Gaming In-image | Nvidia
Nvidia Geforce Noiw, Layanan Cloud Gaming Milik Nvidia | Nvidia

Pengertian dari Cloud Gaming

Cloud gaming merupakan sebuah platform di mana pemainnya dapat memainkan sebuah game yang aset di dalamnya diambil dari sebuah cloud server. Hal ini berbeda dengan game biasanya yang menyimpan asetnya di dalam storage laptop.

Dalam cloud gaming sendiri pemain dapat memainkan game-nya dimanapun dan kapanpun tanpa perlu mengunduh game itu sendiri. Namun, karena aset dari game tersebut berada di server, maka pemain wajib memiliki jaringan yang bagus dan stabil untuk dapat memainkannya dengan lancar.

Contohnya, bila kalian pernah melihat orang bermain GTA V di Android, mereka biasanya menggunakan layanan cloud gaming. Para pemain tersebut dapat bermain GTA V di Android karena mereka menggunakan aset yang ada di cloud bukan di storage HP mereka.

Selain Google Stadia, contoh layanan cloud gaming lainnya adalah xCloud milik Xbox, GeForce Now milik Nvidia, PlayStation Now milik Sony, dan Amazon Luna. Ada juga beberapa layanan yang bukan berasal dari pengembang besar seperti Shadow, Vortex, dan Boosteroid.

Baca Juga: Konami Kembangkan Beberapa Game Horror Baru

Sejarah dari Cloud Gaming

Cloud gaming diawali oleh sebuah startup bernama G-cluster yang mulai memperkenalkan diri mereka pada acara E3 tahun 2000. Produk mereka akhirnya jadi dan dapat digunakan pada tahun 2003.

Mereka menawarkan layanan cloud gaming yang saat itu masih berbeda dengan yang saat ini kita gunakan. G-cluster masih membutuhkan berbagai alat perantara agar pemakainya dapat memainkan game di server mereka.

Pada tahun 2010, G-cluster merubah sistem dari layanan mereka menjadi lebih simpel dengan mengirim aset game dari cloud ke para pemain. Namun perubahan ini juga menandai perubahan haluan G-cluster dari layanan online gaming menjadi Internet Protocol Television.

Nantinya pada tahun 2009 dan 2010 terdapat dua penyedia layanan cloud gaming yaitu OnLive dan Gaikai. Kedua layanan tersebut memiliki dua haluan yang berbeda yang sekarang sama-sama digunakan konsepnya dalam layanan cloud gaming.

OnLive sendiri menyediakan layanan bermain game secara penuh via cloud gaming di tahun 2009. Mereka juga mendapat dukungan dari beberapa pengembang besar seperti Ubisoft dan 2K Games. Meski begitu, mereka mengalami masa sulit karena dukungan pengembang yang berkurang akibat layanan mereka yang menggunakan sistem subscription.

Sebaliknya, Gaikai adalah sebuah layanan cloud gaming yang rilis pada tahun 2010. Berbeda dengan OnLive, Gaikai sendiri lebih memasarkan produk mereka sebagai alat promosi game dengan merilis demo di layanan mereka. Nasib mereka pun juga berbeda terbalik, bisnis mereka sukses besar dan nantinya akan dibeli Sony bersamaan dengan OnLive sebagai cikal bakal PlayStation Now yang rilis di tahun 2014.

Setelah era tersebut munculah berbagai layanan cloud gaming seperti yang kita ketahui saat ini. Mulai dari Nvidia Now yang rilis di tahun 2014, Nintendo 3DS yang membawa Dragon Quest X dalam layanan cloud gaming di tahun 2014, masuknya startup ke pasar cloud gaming dengan produk Shadow di tahun 2017, dan akhirnya Google Stadia yang baru dirilis 2019 lalu.

Kelebihan dan Kelemahan

Tentu saja setiap hal memiliki klelebihan dan kelemahan masing-masing.

Cloud gaming sendiri memiliki kelebihan yaitu tidak memakan storage yang terlalu besar. Selain itu dengan cloud gaming minimal spesifikasi perangkat dapat diturunkan karena cloud gaming sendiri lebih bergantung pada kualitas internet daripada spesifikasi.

Baca juga: Data Pemain Final Fantasy 14 Diincar Hacker

Untuk kelemahannya yang jelas adalah kalian harus memiliki koneksi internet yang stabil dan cukup kencang. Tanpa hal tersebut kalian dapat merasakan lag atau input delay saat bermain. Lalu, cloud gaming sendiri juga dipengaruhi oleh latency sehingga kalian harus cermat memilih server mana yang punya latency terendah untuk pengalaman main kalian.

Dan ada yang perlu diingat, bahwa cloud gaming membutuhkan data atau kuota yang besar sehingga tidak cocok bagi pengguna kuota atau wifi yang masih dibatasi FUP.

Ekonomi FIFA 23 Hancur Akibat Salah Rilis Hero Pack

GAMEFINITY.ID, PATI – Beberapa waktu lalu FIFA 23 sempat medapatkan review bomb akibat buruknya performa dan konten-konten yang dihadirkan dalam game tersebut. Tak berhenti sampai situ, EA baru melakukan kekeliruan besar dalam merilis hero pack pada game FIFA Ultimate Team 23.

Salah Rilis Hero Pack FIFA Ultimate Team 23

Sebagai game live service, FIFA Ultimate Team 23 harus selalu bisa memberikan konten-konten baru kepada para pemainnya. Terlebih konten-konten baru seperti ini merupkan pemasukan utama suatu game live service. Namun, siapa sangka akibat kesalahan dalam memberikan update, EA terpaksa memberikan keuntungan besar kepada para pemain secara cuma-cuma. Hero pack FIFA 23 yang secara keliru dirilis oleh EA telah membuat pemain memperoleh jutaan koin dalam game FIFA Ultimate Team 23.

Menurut VGC, hero pack yang tersedia secara singkat tersebut menawarkan kepada pemain beberapa hero langka FIFA Ultimate Team. Alasan kenapa pemain mendapatkan untung yang besar karena beberapa di antara item tersebut bernilai hingga jutaan koin.

Menanggapi kesalahan tersebut, EA dengan tanggap langsung menarik kembali hero pack setelah 25 menit dirilis. Meski begitu ini tidak mengubah kenyataan banyak pemain yang mendapatkan jutaan koin dari hasil penjualan hero pack FIFA Ultimate Team 23.

Hero-hero yang hadir dalam hero pack FIFA Ultimate Team merupakan hero yang sangat langka yang sulit didapatkan dari hero pack biasanya. Hero card FUT berisikan pemain-pemain yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi klub atau menjadi pemain favorit, seperti mantan gelandang Manchester United Park Ji-Sung.

Ada Untung, Ada Rugi

Karena kelangkaan item yang luar biasa, menyebabkan hero-hero ini sangat mahal di market transfer virtual FIFA 23 Ultimate Team. Sebagai contoh Yaya Toure yang dijual seharga 1,9 juta koin FUT. Karena kekeliruan EA dalam merilis paket ini, market FUT dibanjiri dengan pasokan item yang sangat besar. Akibatnya beberapa item mengalami penurunan harga dengan cepat. Bahkan parahnya ada item yang turun hingga 1 juta koin FUT.

Masih belum ada tanggapan resmi dari EA mengenai kesalahan tersebut. Namun, kerusakan harga di market ini akan bersifat permanen. Beruntunglah para pemain yang berhasil membeli hero pack sesaat sebelum hero pack tersebut dihapus.

Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Persona 3 Portable dan Persona 4 Golden Rilis di Konsol Januari 2023

GAMEFINITY.ID, Bandung – Atlus akhirnya mengumumkan tanggal rilis Persona 3 Portable dan Persona 4 Golden di konsol! Tanggal ini menyusul perilisan Persona 5 Royal di Xbox, Switch, dan PC pada 21 Oktober 2022,

Ini Tanggal Rilis P3P dan P4G versi Konsol!

Persona Series Console Release Date
Ini tanggal perilisan Persona 3 Portable dan Persona 4 Golden di konsol!

Melalui akun Twitter resminya, Atlus akhirnya menjawab antisipasi penggemar yang tidak sabar ingin menikmati Persona 3 Portable (P3P) dan Persona 4 Golden (P4G) di konsol. Keduanya akan rilis pada 19 Januari 2022.

Sebelumnya, kedua game dan juga Persona 5 Royal (P5R) diumumkan akan rilis di Xbox Series X|S, Xbox One, dan PC pada Xbox and Bethesda Showcase 2022. Atlus kemudian menyebut akan merilis P5R di PlayStation 5. Sementara itu, P3P dan P4G akan rilis di PlayStation 4 dengan backward compability di PlayStation 5.

Pada Nintendo Direct Juni 2022, ketiga game itu juga akan dirilis di Nintendo Switch. Penggemar telah menganggap Nintendo Switch menjadi platform yang cocok untuk P3P dan P4G. Alasannya, kedua game tersebut pertama kali rilis di platform handheld PlayStation.

P4G sebelumnya telah hadir di PC melalui Steam pada 13 Juni 2020 dan mendapat sambutan hangat dari penggemarnya. P3P dan P5R juga akan menyusul rilis di Steam pada hari perilisan versi konsolnya.

Baca juga: Review Persona 4 Golden, Entri Terbaik Dari Seri Persona

Pertama Kali Diumumkan Setelah Hari Pertama Acara Konser Persona

Dilansir dari CBR, tanggal perilisan tersebut pertama kali diumumkan setelah hari pertama acara konser “Persona Super Live 2022 P-Sound WISH 2022 ~Crossing Journey~”. Acara tersebut diadakan di Makuhari Messe pada 8-9 Oktober 2022 sebagai perayaan hari jadi ke-25 seri Persona.

Meski menjadi perayaan hari jadi, Atlus sama sekali tidak mengumumkan entri Persona terbaru. Setidaknya pengumuman tanggal peluncuran versi konsol P3G dan P4R menjadi satu lagi kabar gembira bagi penggemar setianya.

Persona 3 Portable dan Persona 4 Golden bakal meluncur di PC, Xbox One, Xbox Series X|S, PlayStation 4, dan Nintendo Switch pada 19 Januari mendatang. Sementara itu, Persona 5 Royal akan hadir terlebih dahulu pada 21 Oktober 2022 di PC, Xbox One, Xbox Series X|S, PlayStation 5, dan Nintendo Switch.