Category Archives: Game

Tradewinds 2, Berdagang, Berlayar, Bertarung, Lalu Apa Lagi?

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Tradewinds 2 merupakan salah satu game RPG yang masih mengusung konsep barter atau trading didalamnya. Tradewinds 2 dirilis pada April 2005 oleh Sandlot Games. Game ini kini dapat dimainkan di platform Microsoft Windows, iOS, Windows Mobile, Java, dan Palm OS.

Sinopsis Tradewinds 2, Berdagang, Berlayar, Bertarung, Lalu Apa Lagi?

Berawal di dunia pada era keemasan bajak laut. Dunia dimana bajak laut bukan menjadi sebuah ancaman lagi, melainkan formalitas saja. Tanpa disadari bajak laut yang haus akan pertempuran kembali bermunculan dan banyak menimbulkan masalah yang sedikit kompleks.

Russsell Van Gregor seorang pelaut muda yang mewarisi jiwa sang ayah. Hingga pada suatu hari dirinya mendapati ketidakmampuan untuk melaksanakan tugas seorang anak untuk terakhir kalinya, dirinya tidak mampu melakukan pemakaman yang layak untuk ibu.

Setelah insiden yang membuat dirinya semakin kuat, tidak lama Russell muda naik pangkat dan memimpin sebuah kapal miliknya sendiri yang berlayar mengarungi Samudera.

Baca Juga : Digimon World: Re Digitize, Menjadi Pengasuh Monster Online

Gameplay (9/10)

Review Tradewinds 2
Gameplay – Tradewinds 2, Berdagang, Berlayar, Bertarung, Lalu Apa Lagi?

Tradewinds 2 mengusung gameplay kurang lebih seperti game RPG pada umumnya. Dimana pemain dipersilahkan memilih salah satu dari kelima bajak laut yang masing-masingnya punya alur cerita sendiri. Walaupun memiliki alur cerita sendiri, namun tetap Tradewinds 2 menjadikan sebagai gameplay yang satu, tetap dan tidak berubah baik dari mekanisme atau aspek lainnya.

Setidaknya ada lima karakter yang dapat dipilih salah satunya dalam memulai petualangan. Beberapa karakternya seperti Russell Van Gregor, Ignacio Verdugo, Christine McGowan, Adia Azul, dan Sebastian LaRoche.

Karakter-karakter tersebut memiliki latar belakang yang berbeda beserta tempat summon pemain pertama kali. Seperti Russel Van Gregor yang dimana dirinya merupakan anak dari orang miskin, dia merupakan orang asli dari wilayah Great Cayman.

Hadir dengan gameplay dimana pemain akan berlayar keliling daerah atau pelabuhan, kemudian mengambil sebuah misi dengan reward yang beragam. Kebanyakan misi dapat diambil di tiap ruangan pemerintah di wilayah tersebut. sesuai dengan namanya, pemain juga dapat melakukan jual beli barang kargo dari wilayah satu ke wilayah lainnya demi mencakup untung yang sebanyak-banyaknya.

Graphic (8/10)

Review Tradewinds 2
Graphic – Tradewinds 2, Berdagang, Berlayar, Bertarung, Lalu Apa Lagi?

Untuk visual-nya sendiri, Tradewinds 2 hadirkan tampilan yang lebih baik dari beberapa series lainnya. Hadir dengan visual yang terkesan smoothy dalam urusan penggambaran maupun pemilihan warna.

Visual pada Tradewinds 2 cenderung tidak terlalu mencolok, tidak seperti pada seri Tradewinds 3 dan lainnya. Pergerakana yang biasa juga sudah terlihat lebih baik. Ada juga setidaknya Tradewinds 2 hadir dengan setting-an grafis yang terdiri atas Low, Medium, dan High.

Control (9/10)

Tradewinds 2 sebagai game yang hadir untuk platform Windows atau tepatnya di PC memiliki kontrol yang terbilang minim atau tepatnya simpel. Menggunakan mekanisme kontrol sebatas penggerak Mouse dan beberapa button pada keyboard.

Kontrol Mouse hanya mengandalkan LeftClick saja, sedangkan untuk keyboard umumnya sebatas mengandalkan number pad saja untuk melakukan input angka atau nominal suatu item.

Addictive (9/10)

Review Tradewinds 2
Addictive – Tradewinds 2, Berdagang, Berlayar, Bertarung, Lalu Apa Lagi?

Sebagai game RPG yang sedikit memberikan vibes Action, Trdewinds 2 memiliki tingkat adiktif yang cukup baik. Hadir dengan kompleks, baik dalam aspek world building, quest, karakter, hingga difficulty yang terkesan acak.

Terkadang dalam satu kali perjalanan, pemain dapat menemukan setidaknya satu kali pertempuran kapal di sepanjang perjalanan. Satu dari sekian banyak yang dapat membuat jengkel pemain sekaligus menarik adalah tembakan meriam yang kebanyakan miss.

Music (8/10)

Sebagai game RPG Adventure, Tradewinds 2 memiliki latar musik yang menarik. Menggunakan latar musik yang bersifat sama disetiap kondisi. Latar musik dibedakan dari 2 kondisi yaitu, pertarungan dan gameplay biasa.

Latar musiknya sendiri hanya sebatas instrumental yang cukup khas dengan latar dunia kolonial. Untuk sound effect kurang lebih dapat diperhatikan ketika suara dentuman meriam saling beradu.

Kelebihan

Hadir dengan visual yang menarik, karakter yang penuh dengan latar belakang, dan sistem jual beli yang cukup rumit dan memerlukan sedikitnya perhitungan yang baik.

Menghadirkan banyak sekali port atau wilayah yang seiring waktu akan bertambah sepanjang jalan permainan.

Kekurangan

Sedikit kekurangan pada Tradewinds 2. Sering sekali penulis mendapatkan kondisi yang cukup menjengkelkan. Kondisi dimana banyaknya Miss Ball dari sekian banyaknya letupan meriam yang diluncurkan.

Setidaknya ada sebuah kapal yang mampu menampung jumlah meriam sebanyak sepuluh, dan hanya 5 meriam saja yang mampu tepat sasaran. Sedikit kekurangan bawaan sistem game ataupun kemampuan kapal tersebut.

Untuk Tradewinds 2, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 8,6.

Sekian Review Tradewinds 2 yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Belum Diumumkan, Bully 2 Bocor oleh Hacker?

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah bocoran GTA VI tersebar di jagat maya, kali ini satu lagi game Rockstar Games mungkin mengalami hal yang sama. Ironisnya, ini juga merupakan game yang belum diumumkan sama sekali. Game yang dimaksud adalah Bully 2, sekuel dari Bully yang rilis pada 2006.

Bully 2 Telah Lama Dikabarkan Dalam Pengembangan

Tepat setelah perilisan pendahulunya, penggemar telah menyebar rumor bahwa Bully 2 akan rilis. Waktu itu, Bully 2 dikabarkan sebagai lanjutan cerita Jimmy Hopkins, sang tokoh utama dari pendahulunya.  Akan tetapi, Rockstar Games dikabarkan membatalkannya secara diam-diam pada 2010.

Telah dipercaya bahwa Rockstar Games beralasan ingin berfokus pada pengembangan Grand Theft Auto V dan Red Dead Redemption 2. Ditambah, sekuel dari Bully itu dilaporkan telah dikembangkan menggunakan engine dari GTA IV yang waktu itu sudah ketinggalan zaman.

Bully 2 baseball bat
Saat awal perilisan, Bully sudah memicu kontroversi

Bully sendiri pernah tersandung kontroversi di kalangan orang tua dan guru. Kedua kelompok itu menganggap game tersebut menglamorkan tindakan bullying dan juga terdapat konten dewasa. Meski begitu, Bully telah dipuji di kalangan kritikus dan berhasil terjual 1,5 unit versi PlayStation 2 per Maret 2008.

Versi Terbaru Bocor oleh Hacker yang Telah Membocorkan GTA VI?

Meski telah lama dibatalkan, penembang seri GTA itu dikabarkan memulai kembali pengembangan Bully 2 pada 2017. Rockstar Games masih enggan berkomentar tentang rumor ini sampai sekarang.

Sebelumnya, sebuah bocoran telah tersebar di jagat maya pada 2019. Tetapi, leaker yang membagikannya sendiri justru berkata gambar tersebut sebagai hoaks belaka.

Baru-baru ini, telah dilaporkan bahwa hacker telah memperoleh gambar (screenshot) dari sekuel Bully itu. Dilaporkan pula bahwa hacker itu merupakan anggota Lapsus$ dan telah membocorkan GTA VI.

Baca juga: Tersangka Hacker GTA VI Ditangkap Polisi London

Seorang pengguna Reddit mengaku ia sudah berkomunikasi dengan kelompok hacker Lapsus$. Ia membagikan gambar dari DM Twitter yang menunjukkan informasi mendalam pengembangan game itu.

Namun, pengguna Reddit lainnya berkomentar bahwa bocoran itu palsu dan menyesatkan. Saat artikel ini ditulis, gambar tersebut sudah dihapus dari Reddit.

Sekuel Bully Versi Baru Berbeda Daripada Versi Sebelumnya

CBR telah melaporkan bahwa sekuel tersebut berlatar tempat di sekolah di Inggris dengan tokoh utama baru. Gambar yang ditampilkan di Reddit belum menampilkan karakter atau bangunan, hanya menunjukkan sebuah model mendasar.

Sebelumnya, sebuah bocoran mengisyaratkan Bully 2 berpotensi muncul di The Game Awards 2021. Pada akhirnya, game itu tidak muncul secara resmi dalam acara itu.

Rockstar Games masih enggan berkomentar tentang rumor Bully 2. Meski begitu, penggemar tetap berharap sekuel Bully segera dibuat. Masih belum diketahui apakah bocoran tersebut merupakan asli atau palsu.

Informasi terbaru tentang game terbaru, review game  dan Teknologi gaming gears di Gamefinity. Untuk menikmati kemudahan proses top up dengan harga yang mudah hanya ada di Gamefinity.id

Sinergi Swordsman, Tutorial Backdoor Ala Magic Chess

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Swordsman menjadi sinergi yang mendapatkan adjustmen atau penyesuaian dalam patch update terbaru. Terlihat mengarah pada nerf Swordsman, daripada penyesuain damage. Evolusi pada Swordsman berupa orbiting swords tidak akan terlihat. Efek penyesuaian Adjustmen 281.1 hilangnya orbiting swords, menjadi physical dan magic defense. Selain itu, memang ada pilihan untuk memberikan physical dan magic attack tambahan.

Sinergi Swordsman menjadi sinergi paling lama yang terus digunakan player. Swordsman memang terus digunakan, karena counter dari sinergi Gunner dan Archer. Dua sinergi itu memang sangat sulit ketika menuju late game, selain memiliki serangan jarak jauh dan berada di belakang hero lainnya. Swordsman menjadi sinergi paling cocok untuk melakukan backdoor. Untuk mengetahui tips bermain sinergi Swordsman dan kombinasi yang cocok, Gamefinity membuat artikel ini.

Baca juga: Abyss, Sinergi yang Kembali Over Power Setelah Update Patch

Tips Bermain Sinergi Swordsman

Untuk bermain Swordsman, kamu dapat memilih Lancelot sebagai pembuka sinergi Swordsman. Biasanya pemilihan lancelot akan membawa player memilih menggunakan sinergi Astro Power atau Swordsman. Untuk membuat pilihan Swordsman, kamu perlu menggunakan sinergi yang paling banyak ditemukan dahulu yaitu sinergi Astro Power. Penting untuk diperhatikan Swordsman memang hero backdoor, tetapi Mage menjadi musuh utama Swordsman.

Hero tebal dan serangan jarak jauh adalah kombinasi yang dibutuhkan Swordsman. Tipikal Swordsman memang mirip dengan Assasin yang sangat rentan. Memilih item fate box dari monster juga sangat dibutuhkan oleh Swordsman. Sebaiknya kamu memang membuat hero-hero Swordsman tidak teersentuh ketika permainan dimulai, seperti sinergi Nothern Vale.

Memilih Kombinasi yang Tepat

  • Kombinasi Mechanic Era dan Gunner

Sinergi Swordsman

Kombinasi sinergi adalah kombinasi classic yang dapat ditemukan pada season 3 dan 4. Memanfaatkan 2 hero Swordsman seperti Saber dan Hayabusa yang juga hero Mechanic Era, membuat kombinasi sangat menakutkan. Mechanic Era memiliki efek evolusi yang dapat mengurangi mana pada hero lawan dan memberikan mana tambahan. Tentu saja ini akan membuat hero Swordsman sangat nyaman, karena hero lawan akan sulit untuk mengeluarkan ultimate-nya. Kombinasi sinergi 6 Mechanic Era, 4 Swordsman, dan 3 Gunner.

  • Kombinasi 2 Swordsman, 6 Mechanic Era dan 6 Gunner

Mengandalkan pada Blazing dan Crystal Swordsman pada Fate Box. Membuat kombinasi sangat sulit untuk didapatkan. Sinergi Gunner akan menyisakan sedikit hero Gunner, sedangkan Swordsman harus menemukan Crystal. Selain itu, sinergi akan lebih fokus pada Mechanic Era yang cukup kompleksitas. Karena beberapa hero akan ditemui setelah level 6. Untuk menggunakan kombinasi seseorang harus bisa memanfaatkan formasi dan posisi hero Swordsman dan Gunner pada early game.

Baca juga: Magic Chess, Synergi Nature Spirit Adalah Kunci Mythic

  • Sinergi 4 Assasin, 4 Swordsman dan 6 Astro Power

Sinergi Swordsman dan Assasin

Sama seperti kombinasi sebelumnya, kombinasi sinergi Assasin, Swordsman dan Astro Power adalah sinergi yang akan berpusat pada Crystal di fate box dan monster. Ketika kamu mendapatkan kombinasi lengkap ini, beberapa game selanjut pada menuju late game adalah hal yang mudah. Sebagian late game akan menjadi hal yang mudah, apalagi ketika Karina menjadi hyper dipenuhi dengan item. Astro Power sendiri memiliki beberapa hero yang menggunakan jarak serang seperti Irithel dan Lunox.

Swordsman akan menjadi bagian yang akan diandalkan pada kombinasi, ketika Karina memiliki bintang yang rendah. Kondisi ini mungkin saja terjadi, karena Astro Power termasuk sinergi yang populer untuk digunakan oleh player. Itu sebabnya, Swordsman tetap bisa diandalkan dengan strategi yang tepat.

Baca juga: Cara Live Streaming Mobile Legends Gak Pake Ribet

Beberapa tips dan kombinasi untuk bermain menggunakan sinergi Swordsman yang direkomendasikan dapat diikuti. Kamu tidak perlu takut tidak akan mendapatkan hero-hero Swordsman, asalkan telah mendapatkan Hayabusa dan Saber di early game, karena 2 hero berikutnya akan didapatkan memasuki mid game dan late game. Pada pemilihan fate box, sebisa mungkin carilah item yang dapat memperkuat serangan hero swordsman.

Commander juga menjadi salah satu pemilihan yang dibutuhkan. Beni dengan skill membekukan atau skill copy paste sangat dapat diandalkan. Kamu juga dapat menggunakan commander Buss dengan skill 3 yang dapat memunculkan hero-hero bintang 5 yang kamu inginkan.

ROG Dukung Pertumbuhan E-Sports Indonesia Lewat Marooners Competition

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Jumat (16/9), ASUS Republic of Gamers, brand laptop gaming nomor satu di Indonesia, mensponsori acara Marooners Esport Competition sebagai bagian dari AESTHETE 2022, acara tahunan yang diadakan oleh himpunan mahasiswa Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran. Marooners Esport Competition merupakan sebuah kompetisi antar kampus yang khusus menyelenggarakan game Valorant sebagai game utamanya. Acara yang digelar dari tanggal 16 sampai dengan 18 September 2022 tersebut menghadirkan berbagai tim dari seluruh penjuru Indonesia yang bertanding dalam sistem turnamen secara online dan disiarkan langsung dari kanal resmi AESTHETE 2022.

Di acara tersebut, para partisipan berkompetisi satu sama lain dalam game Valorant, game First-Person Shooter yang kompetitif dan saat ini sangat digemari oleh gamers di dunia.

Dalam memainkan game kompetitif tentu ASUS ROG Indonesia memiliki beberapa laptop yang kami rekomendasikan untuk para Mahasiswa yang tentu tidak hanya menggunakan laptop untuk bermain game saja. Mulai dari laptop gaming paling powerful di dunia yaitu ROG Strix SCAR 17 SE, laptop gaming convertible 16-inci satu-satunya di dunia yaitu ROG Flow X16, dan laptop gaming ringkas paling terjangkau yaitu TUF Dash F15.

Semua laptop gaming yang digunakan sudah menggunakan sistem operasi Windows 11 yang juga merupakan platform gaming terbaik. Berbagai game e-sports ternama semuanya didukung penuh oleh Windows 11. Tidak hanya itu, Windows 11 juga menyediakan fitur yang dapat memaksimalkan pengalaman bermain, mulai dari dukunga API grafis modern DirectX 12 Ultimate, hingga Xbox Game Bar yang memudahkan gamers untuk merekam setiap aksi di dalam game yang sedang dimainkan.

Baca juga: Abyss, Sinergi yang Kembali Over Power Setelah Update Patch

Ikuti Kompetisi, Menangkan Hadiah Jutaan Rupiah dan Merchandise ROG

Selain dapat bertanding menguji kemampuan dalam game Valorant dengan gamers lainnya, berbagai hadiah serta merchandise menarik telah hadir untuk memeriahkan kompetisi tersebut.

Marooners

Terdapat hadiah total hingga jutaan rupiah untuk para gamers yang berhasil memenangkan kompetisi tersebut. Tidak hanya itu, gamers juga bisa mendapatkan beragam merchandise eksklusif dari ASUS ROG sebagai hadiah persembahan dari ASUS ROG Indonesia.

Menarik, bukan? Tunggu kehadiran ASUS ROG Indonesia di Universitas kamu!

Digimon World: Re Digitize, Menjadi Pengasuh Monster Online

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Digimon World: Re Digitize merupakan salah satu seri Digimon yang membawakan unsur RPG dalam permainannya. Digimon World: Re Digitize dirilis pada Juli 2012 diterbitkan oleh Bandai Namco Entertainment. Game ini dapat dimainkan di platform PlayStation Portable dan Nintendo 3DS.

Sinopsis Digimon World: Re Digitize, Menjadi Pengasuh Monster Online

Bermula dari seorang anak berumur 16 tahun bernama Taiga. Taiga sendiri tanpa sengaja masuk kedalam dunia atau lebih tepatnya dibawa ke dunia digital Digmon.

Pada dasarnya dunia tersebut adalah dunia yang berbentuk layaknya game online atau VRMMORPG. Di dunia ini, Taiga dituntut untuk mengurus Digimon dari Baby hingga Ultimate Digimon.

Baca Juga : Coromon, Pokemon Emerald-nya Mobile yang Nggak Kalah Keren

Gameplay (9/10)

Review Digimon World: Re Digitize
Gameplay – Digimon World: Re Digitize, Menjadi Pengasuh Digital Monster

Digimon World: Re Digitize merupakan salah satu series Digimon yang sedikit berbeda dengan beberapa Digimon lainnya. Pada dasarnya, kebanyakan game Digimon merupakan tipe game battle PVP dengan sudut pandang dan mekanisme yang variatif.

Salah satu game RPG dari series Digimon yang cukup berbeda. Jika kebanyakan Digimon merupakan battle game murni seperti di Digimon Rumble Arena series, melainkan Digimon World: Re Digitize ini hadir dengan gameplay bergaya RPG OpenWorld. RPG yang memunginkan pemain melakukan kustomisasi pada Digimon yang tidak hanya sebatas pada atribut statistik, melainkan dapat melakukan kustomisasi yang lebih variatif dari itu.

Pemain akan memerankan seorang anak laki-laki bernama Taiga yang kedepannya akan diberikan nama sesuai dengan selera pemain. Kemudian akan ada seekor Digimon bernama Agumon yang kedepannya juga akan mendapatkan nama dari pemain.

Pemain di tuntut untuk mengembangkan Digimon miliknya, dari memberi makan hingga kebutuhan lain yang menyangkut taraf hidup Digimon sendiri. Walaupun memiliki gameplay yang terlihat friendly, namun tetap Digimon World: Re Digitize tetap menghadirkan scene fungsi pertarungan.

Pemain juga dapat merekrut Digimon lain untuk menjaga atau menempati kota maupun menjadi tim tarung dari tim pasukan Digimon Taiga.

Graphic (9/10)

Review Digimon World: Re Digitize
Graphic – Digimon World: Re Digitize, Menjadi Pengasuh Digital Monster

Hadir dengan kualitas visual yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Digimon World: Re Digitize hadirkan visual yang ramai dan lebih baik dari beberapa seri Digimon lainnya. Turut menghadirkan beberapa aspek yang menjadi poin penentu visual dari Digimon World: Re Digitize.

Memiliki penggambaran, pewarnaan, gesture yang lebih dari cukup. Penggambaran pada Digimon World: Re Digitize yang lebih baik, setidaknya baik pada visual karakter saat interaksi maupun tidak.

Kembali hadir dengan VFX yang sudah lebih dari cukup untuk game sejenis dari tahun rilis tersebut. Hal ini menjadikan daya tarik tersendiri untuk Digimon World: Re Digitize yang dalam pertarungan maupun tidaknya menggunakan sudut pandang yang terkesan bebas atau lebih terlihat seperti TPP yang dapat berotasi 360 derajat.

Control (9/10)

Hadir dengan beberapa kontrol yang tidak terlalu rumit, namun sedikit kurang dalam aspek kali ini. Setidaknya ada beberapa kontrol atau button yang menganggur di Digimon World: Re Digitize. Pada kali ini penulis akan sedikit menjelaskan beberapa kontrol umum pada Digimon World: Re Digitize.

Pertama ada kontrol eksekusi inti, yang terletak pada keempat button di kanan perangkat. Tombol Bulat berfungsi sebagai pengeksekusi perintah yang berarti “iya”. Untuk tombol Segitiga memiliki fungsi sebagai kontrol untuk membuka halaman menu, halaman menu yang berisi beberapa submenu maupun fitur seperti, Digivice. Pada halaman ini, ketika pemain menekan tombol R, maka akan muncul tampilan map yang lebih rinci.

Kontrol X sendiri memiliki fungsi yang berkebalikan dengan tombol Bulat. Dan yang terakhir ada L dan R yang berfungsi melakukan rotasi secara horizontal, dan ada D-pad yang memiliki fungsi untuk mengatur posisi kamera.

Addictive (10/10)

Review Digimon World: Re Digitize
Addictive – Digimon World: Re Digitize, Menjadi Pengasuh Digital Monster

Memiliki sedikit kompleks yang cukup menarik dan sangat mudah dipahami oleh pemain baru yang bahkan baru terjun saat itu. Digimon World: Re Digitize selain menghadirkan berbagai macam Digital Monster, game ini juga turut hadirkan beberapa informasi rinci perihal Digimon pemain.

Statistik yang menunjukkan seberapa kemampuan mereka, bahkan hal sepele seperti berat dan umur. Hal ini menjadi salah satu aspek yang menarik dari game ini, selain itu juga alur cerita yang dikemas dengan cukup baik.

Music (8/10)

Untuk musik pada game ini, Digimon World: Re Digitize cukup menarik, hadirkan latar musik yang lebih dari cukup, selain itu jga hadir dengan sound effect yang lumayan untuk ukuran game monster. Ada juga voice action karakter para tamer ataupun non-tamer.

Kelebihan

Hadir dengan gaya open world yang terkadang saking luasnya, mampu membuat pemain awam pusing dengan map yang cukup berputar-putar, inilah yang jadi keunggulan Digimon World: Re Digitize.

Selain itu juga hadir dengan visual yang bukan kaleng untuk ukuran di perangkat PlayStation Portable. Hanya saja game ini ada sedikit kekurangan yang mengganggu. Kekurangan ini akan dibahas pada aspek dibawah.

Kekurangan

Sedikit kekurangan pada Digimon World: Re Digitize adalah terletak pada minimnya voice action tiap karakter. Bahkan penyajian voice action yang cukup monoton ketika bertarung. Sangat jarang dapat menemukan voice selain pada dialog yang begitu-begitu saja.

Untuk Digimon World: Re Digitize, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 9.

Sekian Review Digimon World: Re Digitize yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Arcade Game Ikonik yang Kini Dapat Berjalan di Emulator

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Arcade Game kini banyak dicari oleh para pemain yang ingin dan mampu berjalan di perangkat mereka dengan sentuhan nuansa yang nyata seperti mereka memainkan di platform game tersebut masing-masing.

Arcade Game Ikonik yang Kini Dapat Berjalan di Emulator

Kali ini penulis akan memberikan beberapa rekomendasi Arcade game yang cukup ikonik pada masanya, bahkan hingga saat ini. Berikut Arcade game ikonik yang kini dapat berjalan di Emulator.

Baca Juga : JoJo’s Bizarre Adventure, Arcade Game yang Kini Tetap Eksis

King of Fighters

Arcade Game
King of Fighters – Arcade Game Ikonik yang Kini Dapat Berjalan di Emulator

Merupakan salah satu game Arcade rekomendasi penulis. King of Fighters atau lengkapnya adalah The King of Fighters merupakan game Battle Action yang cukup populer diawal kehadiran mesin Arcade kala itu.

Sebuah Arcade yang memiliki konsep awal merupakan Battle Side-Scrolling beat ‘em up. Hal ini berubah konsep sampai ketika SNK selaku pengembang dan penerbit mengubah menjadi game Fighting yang mengambil sub-judul milik Fatal fury.

Salah satu series yang cukup populer dimaraknya mesin Aecade Ding-dong adalah The King of Fighters ’94. Series ini sekaligus menjadi series pembuka untuk judul The King of Fighters dimasa depan.

The King of Fighters pertama kali rilis pada Agustus 1994 oleh SNK, Eolith, BrezzaSoft, Noise Factory, serta beberapa penerbit yang tidak hanya satu. The King of Fighters series hingga sampai ini dapat berjalan diseluruh platform yang mendukung game arsitektur 32-bit

Metal Slug

Arcade Game
Metal Slug – Arcade Game Ikonik yang Kini Dapat Berjalan di Emulator

Metal Slug series menjadi salah satu game Arcade rekomendasi pemain selanjutnya. Game bergaya Run and Gun ini masih termasuk produk milik SNK, perusahaan yang turut mengembangkan The King of Fighters.

Game Arcade bertema Run and Gun, bukan Hit and Run ini mengusung gameplay yang hampir sama setiap beberapa generasi kedepannya. Sebuah game action persfective Third Person ini mengusung metode Side-Scrolling bergaya platformer.

Salah satu series yang populer ada pada masa keemasan PlayStation, tepatnya pada era PlayStation, dan PlayStation 2. Game ini termasuk cukup diminati berkat gameplay-nya yang ringan dan tidak pernah sama sekalipun menghadirkan sebuah alur cerita. Sebuah game yang murni benar-benar game Arcade.

Metal Slug pertama kali dirilis pada April 1996 oleh SNK dan beberapa developer lainnya, salah satunya adalah Nazca Corp. game ini kini dapat dimainkan di hampir semua platformer, seperti PlayStation Series, Windows, bahkan Mobile.

Pepsiman

Arcade Game
Pepsiman – Arcade Game Ikonik yang Kini Dapat Berjalan di Emulator

Salah satu game action yang dirilis di Jepang dengan Main Character bernuansa Amerika, kurang lebih sepperti itu. Pepsiman sendiri menjadi salah satu game yang populer pada zaman PlayStation 1. Menjadi game SinglePlayer yang pelopori game Hit and Run seperti Subway Surfers, Temple Run, dan banyak lagi.

Pepsiman sendiri merupakan hasil kerja sama 2 oknum negara yang dimana Kotaro Uchikoshi selaku penulis yang menciptakan 3D Model untuk game Pepsiman, dan publisher Amerika yang mencari-cari usaha untuk memperleh hak terbit di Amerika Serikat.

Sebuah game dimana ada superhero yang diskenal dengan Pepsiman yang meneyelamatkan orang-orang yang alami dehidrasi, dengan memberikan sekaleng minuman Pepsi. Menggunakan sudut pandang orang ketiga, yang dimana sang Pepsiman berlari lurus sembari menghindari obstacle didepannya disertai beberapa scene slowmotion yang keren.

Pepsiman dirilis pada Maret 1999 oleh studio KID dan Hisayoshi Ichikawa sebagai produser. Game ini dapat dimainkan di platform PlayStation. Jika pembaca sekalian ingin memainkannya kembail, pemain dapat memainkannya menggunakan bantuan perangkat lunak berbasis emulasi.

Beberapa pengembang indie kini telah banyak hadirkan emulator yang dapat menjalankan sistem platform tertentu. Beberapanya dapat menjalankan sistem operasi secara multi dan hanya ada yang bersifat single. Beberapa emulator tersebut seperti PSX, PCSX, PPSSPP, RetroArch, dan Citra.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.