Category Archives: Game

Kembali Laris, Ada Apa Dengan Cyberpunk 2077

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari salah satu game PC yang sempat dibatalkan perilisannya, game tersebut adalah Cyberpunk 2077. Menghilang tanpa kabar sejak pengembang mengembalikan uang dari para pembeli yang ingin memainkan game tersebut, kini ia telah keluar dari era gelapnya.

Berkat adaptasi dari serial animasi  yang saat ini sedang tayang di Netflix, perlahan-lahan pamornya kembali bersinar di aplikasi Steam. Diketahui animasi yang mengadaptasi game Cyberpunk 2077 dilakukan oleh sang pengembang, CD Projekt Red dengan menggandeng studio animasi Trigger yang judul Cyberpunk: Edgerunners.

Berdasarkan grafik data yang diambil dari steamdb.info menunjukkan bahwa pemain Cyberpunk 2077 mengalami kenaikan yang sangat Drastis. Saat ini game tersebut meraih peringkat keempat sebagai game yang paling banyak dimainkan. Tentunya ini menjadi angin segar bagi CD Projekt Red.

Menjadi Laris Dan Mengalami Kenaikan Yang Begitu Drastis, Jumlah Pemain Cyberpunk 2077 Capai 85 Ribuan Orang

Dilansir dari Kotaku dan Eurogamers, berdasarkan data yang dirangkum dari database Steam, pada tanggal 18 Agustus silam, Cyberpunk 2077 meraih 16 ribu pemain  lalu meningkat menjadi 37 ribu pemain pada tanggal 16 September yang lalu, dan puncaknya pada tanggal 20 yang lalu mencapai 85 ribuan pemain. Meningkatnya jumlah pemain Cyberpunk ini mengalahkan berbagai game populer yang ada di Steam seperti Elden Ring, Grand Theft Auto atau disingkat GTA 5

Baca juga: Elden Ring Akhirnya Diadaptasi ,Menjadi Board Game

Adaptasi Animenya Meraih Penghargaan Sebagai Serial Terpopuler Kedua

Cyberpunk 2077 animasi
Cyberpunk 2077 kembali mendapatkan adaptasi animenya dengan judul Cyberpunk: Edgerunners

Memulai debutnya di Netflix pada tanggal 13 September yang lalu, Cyberpunk Edgerunner sukses meraih penghargaan sebagai serial TV Game terpopuler kedua di Rotten Tomatoes dengan presentase dari Tomatometers yang mencapai angka sempurna yaitu 100 persen dan 97 persen dari parameter penonton. Terapit oleh animasi League of Legend, Arcane, dan Castlevania.

Seri tersebut juga dipuji oleh kreator dari game Cyberpunk itu sendiri, Mike Pondsmith melalui sosial media Reddit, r/cyberpunkgame yang mengatakan bahwa ia sangat menyukai seri tersebut. Pondsmith juga  menambahkan jika dirinya juga telah menunggunya setelah sekian lama.

“ Kami sudah menunggu hal ini berbulan – bulan lamanya, dan saat ini adalah waktunya” kata Pondsmith

Review Astebreed: Game Bullet Hell dalam Sekali Duduk

GAMEFINITY.ID, Kabupaten Malang – Astebreed, mungkin nama ini belum pernah didengar atau bahkan dikenal secara umum. Jujur, game ini pun admin temukan waktu scroll halaman sale di Steam dan baru tahun kalau game ini ada.

Pertama kali bertemu admin suka dengan artstyle yang ada dan pada akhirnya membeli game ini. Sebelum masuk ke review mari mengenal lebih jauh tentang game ini.

Astebreed merupakan game besutan Edelweiss dan dipublikasikan oleh PLAYISM. Game ini sendiri rilis di tahun 2014 dan ada di Steam dengan nama “AstebreedL Definitive Edition”. Genre dari game ini adalah Arcade Shoot ‘Em Up yang dipadukan dengan bullet hell.

Oke karena sudah tahu sedikit tentang game-nya, mari lanjut ke review-nya.

 Interface Astebreed

Astebreed Menu | Personal Archive
Tampilan Menu dari Astebreed | Personal Archive

Hal pertama yang akan kita temui saat masuk ke dalam game-nya adalah logo Astebreed dengan siluet dua gadis. Dua gadis tersebut nantinya adalah heroine yang ada di dalam game.

Kesan pertama yang akan didapatkan di menu utama adalah sederhana dan to the point tanpa ada basa-basi selain opsi. Namun, kata sederhana disini tidak berada dalam konotasi positif. Hal tersebut dikarenakan UI dalam game ini seakan dibuat dengan minim effort. Hanya logonya saja yang dapat memikat perhatian, menunya tidak.

Kesederhanaan yang terkesan akibat kemasalan juga berpengaruh pada UI saat berada di dalam game. Pause Menu dalam game ini juga terkesan minim effort. Yang bagus hanyalah result window setelah menyelesaikan setiap chapter.

Admin Rating: 6/10 (Kesederhanaan yang mirip effort, yang bagus hanya logo di awal)

Gameplay Astebreed

Astebreed Gameplay | Personal Archive
Tampilan In-Game pada Game Astebreed | Personal Archive

Gameplay dari game ini lebih terkesan seperti game arkade yang diberi port untuk ke PC. Hal ini terlihat jelas dengan sistem scoring yang ada di dalamnya, meskipun kalau game over bisa diulangi kembali tanpa tambahan biaya.

Genre shoot ‘em up punya pengaruh yang kuat di game ini. Dari awal pemain akan diajarkan untuk bermain lebih berani dalam menambil resiko dengan fast-paced gameplay. Genre tersebut lalu dipadukan dengan bullet hell dan menghasilkan sebuah game yang dapat membuat seseorang frustasi.

Total ada dua mode yang ditawarkan, yaitu arrange dan original mode. Arrange mode mengusung kontrol baru yang lebih fluid dan disempurnakan, sementara original mode menawarkan kontrol klasik yang lebih sederhana namun lebih kaku.

Untuk difficulty ada tiga, Easy, Normal, dan Hard. Easy cocok untuk pemain yang fokus ke ceritanya atau hanya ingin refreshing. Normal adalah difficulty seperti biasa, di tingkat ini ada red bullet yang tidak dapat dihalau dan hanya bisa dihindari. Mode hard akan menawarkan lebih banyak musuh dan peluru dan HP yang tidak dapat regenerasi 100%.

Keseluruhan playtime dari game ini ada di angka 45-60 menit saja, sehingga dapat diselesaikan dalam sekali duduk.

Admin Rating: 8/10 (Bukan seorang fans dari bullet hell, tapi gameplay dari game ini dapat dikatakan newbie friendly dari pilihan difficulty)

Story Astebreed

Astebreed Story | Personal Archive
Dialog Fiona dalam Cerita Astebreed | Personal Archive

Cerita di dalam game ini seprti satu-satunya motivasi sang pemain untuk menyelesaikan game ini. Bercerita tentang Roy bersama seorang gadis bersama Fio yang ingin menyelamatkan saudari dari Fio, Estina.

Saking pentingnya cerita ini ke dalam permainan, maka hanya spoiler itu saja yang dapat dibocorkan agar kalian dapat mencoba. Intinya adalah misi penyelamatan dan penyadaran, namun secara overall bagus dan berkesan.

Admin Rating: 9/10 (Cerita adalah motivasi untuk bermain game ini)

Baca Juga: Penjelasan 3 Genre Racing Game: Arcade, Sim, dan Simcade

Grafis

Astebreed Graphics | Personal Archive
Tampilan Grafis di Astebreed | Personal Archive

Game ini mengusung grafis 2,5D. Ini berarti penggunaan 3D yang digunakan seperti 2D. Beberapa tekstur dari game ini sudah digambarkan dengan baik, namun berbeda cerita ketika bermain dengan grafis rendah alias rata kiri. Parah, itulah kata yang bisa menggambarkan game ini di grafis low. Seluruh tekstur dan pencahayaan menjadi kacau, namun setidaknya game menjadi lebih ringan.

Dalam pertempuran, background yang ditampilkan sudah dapat digambarkan bagus. Secara overall animasinya cair dan partikel yang dikeluarkan sudah pas, tidak terlalu ramai atau sepi.

Admin Rating: 8/10 (Tidak terlalu bagus maupun buruk, seimbang kecuali di grafis low)

Audio

Musik yang dimainkan tidak terlalu wah atau monoton. Intinya tidak terlalu menonjol karena nantinya akan tercampur dengan suara lain yang lebih pas.

Suara lain yang lebih pas tersebut adalah suara efek dari serangan setiap karakter, baik musuh maupun karakter sendiri. Jujur, SFX dalam game ini jauh lebih menonjol ketimbang BGM yang ada karena dirasa lebih cocok.

Alasan dari BGM yang terpendam suaranya juga berasal dari suara karakternya. Suara dari Fiona seringkali muncul untuk memberikan instruksi dan suranya berasa seperti suara malaikat, halus.

Admin Rating: 8/10 (BGM? Meh. VA dan SFX? Yes)

Addictivity

Bermain game ini di difficulty hard memerlukan repetisi yang banyak. Pemain seperti diwajibkan untuk belajar dari pengalaman ketimbang dari tutorial yang ada. Bahkan difficulty normal terkadang memerlukan skill yang setidaknya sudah halus dalam mengontrol karakternya.

Admin Rating: 8/10 (Meskipun levelnya ya seperti itu-itu saja, namun pemain dapat mempelajari mekaniknya dari pengalaman)

Baca Juga: Review Hotline Miami: Game Brutal Penuh Pesan Moral

Worthiness

Game ini merupakan sebuah game berbayar yang ada di Steam. Di harga penuh, game ini dibandrol Rp. 108.999. Namun, ketika sedang diskon, game ini dapat dibeli di harga Rp. 21.799. Dapat disimpulkan, lebih baik menunggu promo karena di harga penuh, banyak substitusi yang lebih baik.

Admin Rating: 7/10 (Hanya worth it saat promo. Harga penuh? Big no.)

Kesimpulan

Astebreed merupakan game arkade shoot ‘em up yang dipadukan dengan bullet hell. Story dari game ini merupakan satu-satunya alasan untuk menamatkan game ini selain kepuasan. Grafis secara garis besar sudah pas, dan gameplay yang dapat disesuaikan serta dapat diselesaikan sekali duduk. BGM lebih inferior dari SFX dan VA di dalamnya. Dan, game ini lebih baik dibeli saat promo.

Total Admin Rating: 7,7/10

Sejarah DLC: Berawal dari Tambahan Jadi Penghasilan Utama

GAMEFINITY.ID, Kabupaten Malang – DLC atau juga biasa dikenal dengan istilah downloadable content merupakan sebuah cara bagi sebuah game untuk menambahkan konten baru. Konten tersebut dapat diberikan secara gratis ataupun berbayar oleh sang developer.

Tentu saja, bila kalian sering bermain game, khususnya game PC, kalian akan sering menemukan DLC di berbagai game. Mulai dari DLC yang berupa kosmetik, map expansion, extended campaign, hingga senjata dan item dapat ditemukan saat ini di berbagai game.

Bahkan, saat ini DLC dapat dijadikan oleh developer sebagai sumber penghasilan utama dalam sebuah game.

Sims 4 DLC | Steam
Contoh DLC dari Game Sims 4 | Steam

Lalu, bagaimanakah DLC bermula? Kapan DLC mulai umum digunakan? Yuk, mari kita bahas!

Ketika DLC Belum Ada

Ketika internet belum merata di seluruh dunia dan game masih dimainkan di konsol tanpa jaringan internet, DLC masih belum ada di era tersebut.

Di tahun 1980-an, para pengembang game dan konsol mengembangkan berbagai cara untuk mendistribusikan game secara digital. Pada saat itu, DLC masih berupa full-game yang dapat dimainkan dengan bentuk non-fisik.

Sebagai contoh adalah Atari 2600 yang mendukung konsumen untuk menambahkan konten game ke dalam konsol yang dikirim via kabel telefon dengan jasa GameLine. Hal yang sama juga dilakukan oleh Sega dengan Sega Channel miliknya untuk Sega Genesis.

Untuk expansion pack dan hal lainnya, pada saat itu masih didistribusikan secara fisik di game store. Beberapa expansion pack terserbut memerlukan game aslinya untuk dimainkan, namun ada juga yang tidak. Contohnya adalah Half-Life dan spin-off miliknya yang dapat dimainkan tanpa terikat satu sama lain.

Saat DLC Mulai Merambah Dunia Konsol

DLC mulai sering bermunculan saat mendekati milenia baru, di sekitar tahun 2000. Di dunia konsol, Sega Dreamcast lah yang memulai adanya online service di sebuah konsol. Namun penggunaannya untuk pendistribusian DLC masih kurang optimal dikarenakan koneksi yang masih lambat dan adanya keterbatasan memori.

Kemudian konsep ini disempurnakan oleh Xbox dan DLC akhirnya dapat didistribusikan secara online. Beberapa game yang ada di Xbox Live memiliki konten tambahan berupa DLC, contohnya Halo 2.

Setelahnya kesuksesan konsep online di Xbox, Microsoft kembali melakukan pengembangan pada sistem online di Xbox 360. Pengembangan tersebut menghasilkan Xbox Live Marketplace yang memungkinkan pendistribusian game secara digital dan juga penjualan DLC yang terpisah dari game-nya. Dari saat ini jugalah DLC mulai berbentuk konten kecil yang dijual dalam jumlah banyak daripada dijual dalam sebuah expansion pack bundle.

Sony juga melakukan pengembangan yang sama untuk konsolnya. Mereka merilis PlayStation Store sebagai platform distribusi digital khusus untuk PS. Dapat dikatakan tidak ada perbedaan signifikan antara PS Store dan Xbox Marketplace dalam distribusi DLC.

Namun, Nintendo lah yang membuat langkah yang agak sedikit berbeda. Wii Shop Channel yang dikembangkan juga memiliki beberapa DLC. Namun, DLC tersebut rata-rata hanya berupa game lawas Nintendo yang diemulasikan ke Wii.

Baca Juga: Darkrise, RPG Interaktif Penuh Balutan Retro Side-Scrolling

Lalu, bagaimana DLC di platform lain?

Di dunia handheld, DLC mulai bermunculan di HP Nokia pada saat itu. Dengan adanya WAP, game yang ada di HP tersebut dapat menambahkan konten dengan didistribusikan secara digital.

Nintendo memiliki pendekatan yang berbeda untuk layanan online milik Nintendo DS. Layanan online milik Nintendo DS hanya menyediakan sebagian kecil DLC yang ada karena sebagian besar DLC sudah termasuk dalam kartridnya. Pendistribusian DLC secara online baru optimal di Nintendo 3DS dengan Nintendo eShop miliknya.

 Dan, untuk platform PC, sebenarnya sudah mendistribusikan DLC secara online dari tahun 1997. DLC tersebut biasanya berupa mod dan konten buatan para pemain. Nantinya, DLC akan mulai berjamuran saat platform dsitribusi digital seperti Windows Marketplace (Microsoft Store) dan Steam bermunculan.

Monetisasi

Monetisasi DLC awalnya menimbulkan kotroversi di kalangan gamers. Kontroversi tersebut bermula dari berbagai game di Facebook. DLC pada berbagai game tersebut dianggap tidak sesuai dengan harga yang ditawarkan.

Kontroversi tersebut memuncak dengan hadirnya DLC Horse Armor untuk Elder Scroll’s IV: Oblivion. DLC tersebut sering dianggap overpriced bagi sebagian orang yang beranggapan konten tersebut seharusnya sudah digabung bersama game-nya dari awal. Namun, DLC dari Oblivion tersebut justru malah menjadi arah DLC di masa depan sebagai mesin uang para developer.

Baca Juga: Medal of Honor: Seri yang Dimatikan oleh Saudaranya Sendiri

Saat ini DLC seringkali digunakan para developer untuk menghasilkan uang dari game yang sudah dirilis. Biasanya uang tersebut akan digunakan untuk pengembangan game selanjutnya.

DLC juga dapat berfungsi sebagai penghasilan utama. Contohnya adalah Sims 4, game tersebut memiliki DLC yang bila ditotal berharga Rp. 11 Juta di harga penuh. Harga tersebut justru jauh lebih banyak daripada harga base game-nya sendiri yang dirumorkan akan menjadi gratis.

Hacker GTA VI yang Diselidiki FBI, Memberikan Ancaman Balik

GAMEFINITY.ID, Bandung – Kasus bocornya cuplikan Grand Theft Auto VI (GTA VI) oleh hacker kini memasuki babak baru. Kali ini, kasus ini telah menarik perhatian dari FBI. Mereka telah mengumumkan tengah menyelidiki hacker yang mengambil username TeapotUberHacker itu.

Sang Hacker Telah Membocorkan 90 Cuplikan GTA VI!

Sebelumnya, industri game dihebohkan oleh kabar bocornya GTA VI oleh seorang hacker bernama TeapotUberHacker di GTAForums. Hacker tersebut membagikan 90 cuplikan video versi pre-alpha dari GTA VI. Kabar ini bahkan memicu perbincangan publik di internet.

Rockstar Games telah menganggapi bocoran itu benar adanya. Mereka juga mengaku sama sekali tidak ada kerugian besar yang dialami. Studio yang juga membesut Red Dead Redemption II itu mengatakan akan melanjutkan pengerjaan GTA VI sesuai rencana.

Perusahaan induknya, Take-Two Interactive, menambah bahwa mereka telah mengambil langkah selanjutnya untuk menghentikan insiden ini.

Baca juga: Cuplikan Gameplay GTA VI Bocor, Karena Ulah Hacker

Hacker yang Sama Juga Mengaku Telah Menyerang Uber

GTA VI Uber
Sang hacker mengaku ia juga menyerang jaringan Uber

Lebih mengejutkannya lagi, hacker yang sama telah mengaku telah menyerang jaringan Uber, aplikasi taksi online terkenal. Hacker tersebut menerobos jaringan Uber dan menggunakan akses untuk membuat kekacauan. Menurut Gizmodo, Ia mengirimkan pesan spam vulgar di aplikasi Slack, mengunggah gambar tidak senonoh di situs internal perusahaan, dan membocorkan gambar lingkungan internal Uber di internet.

Uber telah memberi pernyataan dalam laman blognya, “Terdapat berbagai laporan akhir pekan lalu bahwa ini adalah dalang yang juga menyerang Rockstar Games. Kami sedang bekerja sama dengan FBI dan U.S. Department of Justice demi menyelesaikan masalah ini dan akan terus mendukung tindakan mereka.”

Uber juga menambah hacker tersebut berkaitan dengan Lapsus$, kelompok hacker internasional yang telah menerobos Microsoft, Nvidia, dan Samsung. Kelompok tersebut dikabarkan telah aktif sejak tahun lalu dan menggunakan teknik yang sama untuk mengincar berbagai perusahaan teknologi.

Sebelumnya, remaja asal Inggris berusia 16 hingga 21 tahun telah ditahan aparat Maret lalu. Mereka telah dituduh berkaitan dengan serangan Lapsus$ pada Microsoft dan Nvidia.

Bukannya Menyerah, Sang Hacker Malah Ancam Begini

Tampaknya ancaman dari FBI tidak membuat sang hacker menyerah begitu saja. Dexerto melaporkan bahwa sang hacker telah muncul kembali. Ia memberikan ancaman untuk membocorkan lebih banyak detail dari GTA VI.

Hacker ber-username TeapotUberHacker itu menyuruh pengguna untuk mengikuti sebuah akun Telegram baru untuk kabar terbaru. Akun Telegram tersebut (bukan Lily Howarth seperti gambar di tweet) mengaku memiliki sebuah dokumen PDF berisi informasi penting tentang GTA VI dan bisa saja merilisnya pada publik.

Tampaknya investigasi FBI pada sang hacker dapat berujung Grand Theft Auto dalam dunia nyata. Jika semakin banyak informasi GTA VI bocor, hal ini dapat menimbulkan mimpi buruk bagi Rockstar Games dan juga penggemar yang tidak sabar memainkannya.

Rockstar Games telah berjanji akan resmi membagikan detail tentang GTA VI kelak.

Rockstar Minta Maaf GTA 6 Tersebar, Produksi Tetap Jalan

GAMEFINITY.ID, Jakarta –  Pada tanggal 18 September yang lalu, sempat beredar di dunia internet dan  video yang diduga merupakan bocoran dari seri terbaru Grand Theft Auto 6 atau disingkat GTA 6 yang keenam sebanyak 90 judul. Perihal bocornya kesembilan puluh cuplikan video tersebut, sang pengembang Rockstars membenarkan bahwa bocoran tersebut memang berasal dari studionya sendiri.

Akan tetapi Rockstars menegaskan bahwa proses produksi GTA 6 akan tetap berjalan seperti biasanya. Melalui pengumuman di Twitter resminya, RockstarsGames mengungkapkan permintaan maaf dan kekecewaannya atas bocornya video yang beredar di internet oleh oknum tidak bertanggung jawab diluar tanggal perencanaan.

Rockstars Meminta Maaf Atas Bocornya Video Mereka Di Dunia Maya

“Baru-baru ini kami mengalami gangguan di mana oknum pihak ketiga mengakses dan mengunduh data rahasia dari sistem kami, termasuk pula Salinan pengembangan awal untuk seri Grand Theft Auto kami,” tulisnya dalam Twitter.

“Kami sangat kecewa atas tersebarnya cuplikan game kami ke kalian semua. Namun pekerjaan kami tetap berlanjut sesuai rencana dan kami tetap berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang benar-benar melebihi ekspektasi anda semua.”

“Dan kami akan memperbarui lagi secepatnya dan tentu saja akan memperkenalkan game kami kepada anda ketika semuanya telah siap. Kami juga berterima kasih atas segala dukungan dari kalian terhadap situasi ini,” Penjelasan dari Rockstars.

Melalui pernyataannya di atas Rockstars berjanji untuk membagikannya sesuai tanggal yang akan disepakati oleh Rockstars.

Baca Juga: Suikoden 1 Dan 2 Akhirnya Mendapatkan Versi Remasterednya

Fitur Terbaru Grand Theft Auto Atau GTA 6 Hadirkan Protagonis Wanita

Diketahui konten yang akan hadir di GTA terbaru ini adalah kalian bisa memilih salah satu karakter utama untuk dimainkan ke depannya, dan kali ini GTA 6 kabarnya bakal menambahkan karakter utama berjenis kelamin wanita setelah sebelumnya seri GTA selalu menghadirkan karakter pria. Disamping itu ditayangkan pula informasi tentang senjata, percakapan antar karakter yang mulai dilengkapi voice over, latar tempat, dan lain sebagainya.

Hingga saat ini Rockstars masih belum memberikan waktu perilisannya secara pasti. Secara pengumumannya baru tahun ini. Dan lebih jelasnya lagi, Ketika semuanya telah siap, pengembang mungkin baru bisa menampilkannya secara utuh. Karena seri GTA V telah rilis hampir dekade yang lalu, sudah banyak pemain yang telah menunggu rilisnya seri ke-6 ini.

Eks Pemain EVOS Ungkap Kesalahan Mantan Timnya

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Sempat mengungguli RRQ pada pertandingan sebelumnya, kini tim yang berlambang seekor macan dan berwarna biru ini mengalami kekalahan beruntun sebanyak tiga kali seperti pada rivalnya beberapa waktu yang lalu. Eks pemain EVOS Legends, yakni Donkey, Rekt, dan Oura yang juga menonton MPL Season 10 ini lantas memberikan komentar terhadap kinerja tim barunya ini.

Mereka mengatakan bahwa EVOS Legends sempat meraih pencapaian yang begitu luar biasa pada babak pertama dengan menggeser posisi klasemen tim RRQ menjadi peringkat kedua. Akan tetapi di babak kedua EVOS Legends, saat ini mengalami penurunan peringkat menjadi peringkat keempat dibawah RRQ.

Mereka akhirnya mengungkapkan beberapa kesalahan yang dilakukan oleh timnya setelah mengalami kekalahan beruntun dari Aura Fire, Alter Ego, dan Rebellion ini. Berikut kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh EVOS Legends sehingga terjadi keblunderan dan tentunya panen telur seperti yang diungkapkan ketiga pemain senior EVOS Legends.

Kesalahan Yang Dilakukan Oleh Roster EVOS Legends Yang Diungkap Oleh Donkey, Rekt , dan Oura ID Sehingga Timnya Saat Ini Memanen Telur Dari Aura, Rebellion , Dan Alter Ego

Mereka mengatakan bahwa kesalahan utama yang dilakukan oleh tim barunya ini adalah tidak konsistennya para pemain regenerasi tersebut dalam memilih role sehingga Chemistry antar tim tidak dibangun terutama oleh EVOS Legends Tazz dan Sutsujin. Sehingga akhirnya dibantai habis oleh ketiga tim tersebut dan turun posisi menjadi keempat setelah sebelumnya meraih puncak klasemen.

Baca juga: Mobazane Prediksi RRQ Bakal Tidak Bisa Bersaing Di M4

Menurut Oura, tidak konsistennya dari tim yang dibawanya terlihat pada role Jungler dan Offlaner yang terkesan dipaksakan. Dari yang awalnya Jungler menjadi Midlaner. Tentunya Sutsujin belum terlalu paham gameplay dari Midlaner yang seharusnya diisi oleh EVOS Tazz.

Kesalahan kedua tim EVOS ID
Kesalahan kedua dari EVOS ID yang menyebabkan panen telur ( Facebook: Sam Sudin di grup MPL ID )

“Jujur kekurangan Cuma di role Hyper dan Offlaner aja. Jadi nggak efektif kalau Sutsujin beralih ke mid yang sebenernya Tazz tahu.” Kata Oura. Donkey juga mengatakan bahwa gameplay Sutsujin sebagai Midlaner juga dipaksakan. Sementara Rekt menambahkan bahwa EVOS Saykots juga mengalami performa yang buruk dikedua pertandingan sebelumnya.

Kesalahan lainnya yang dilakukan oleh EVOS lainnya dilansir dari salah satu Postingan Facebook yaitu cara bermain yang juga terlalu agresif tanpa timing yang tepat tidak seperti RRQ dan tim lainnya yang paham kapan harus Attack musuh kapan harus mendefend tim. Alhasil tim lawan dengan mudah mengalahkan tim berwarna biru itu.