GAMEFINITY.ID, Pati – Menjadi franchise paling besar di industri game membuat Resident Evil selalu dilirik oleh industri lain, terutama film. Resident Evil telah beberapa kali mendapatkan adaptasi film mulai dari animasi hingga live action.
Adaptasi terbaru saat ini yaitu Welcome to the Racoon City yang tayang pada akhir tahun 2021 kemarin, dan yang terakhir yaitu original series Resident Evil milik Netflix. Sebelumnya seri original ini direncanakan tidak akan berhenti di season pertama saja. Namun, baru-baru ini dikabarkan bahwa proyek seri original Resident Evil Netflix telah dibatalkan. Apa yang membuat hal ini terjadi?
Produksi Resident Evil Netflix Dihentikan
Sudah sebulan lebih seri original Resident Evil telah tayang di Netflix. Dibintangi oleh Ella Balinska, Tamara Smart, dan Lance Reddick, seri ini terpaksa dihentikan karena alasan yang belum diketahui.
Menurut laporan dari Deadline mengatakan bahwa serial ini tidak berjalan dengan baik. Meski telah berhasil menempati posisi ke 2 dari 10 besar teratas Netflix di minggu pertama, Resident Evil masih dianggap sebagai adaptasi yang gagal. Hal ini dibuktikan dengan jam penayangan pada minggu pertama yang mencapai 72,7 juta jam. Namun, pada minggu kedua seri ini hanya naik ke 73,3 juta jam total penayangan. Bahkan pada minggu ketiga serial ini telah hilang dari top 10 Netflix.
Seri original Resident Evil milik Netflix ini juga dianggap buruk oleh para kritikus maupun penonton, terutama mereka yang telah mengikuti franchise Resident Evil. Serial ini mendapatkan 55% critical rating di Rotten Tomatoes, dan hanya mendapatkan 27% average audience score.
Resident Evil Netflix menceritakan kisah orisinal yang masih berlatar di universe game Resident Evil. Dalam timeline alternatif ini, Umbrella Corporation diceritakan telah mendirikan New Raccoon City. Antagonis ikonik Albert Wesker turut hadir di seri ini bersama kedua anaknya, Jade dan Billie.
Serial ini diceritakan memiliki dua timeline, pertama alur cerita New Raccoon City ini dan 14 tahun pasca T-Virus Aphocalypse. Meski serial ini tidak mengikuti alur cerita asli dari video game-nya, monster-monster ikonik seperti Licker sempat juga dimunculkan.
Informasi patch terbaru game,review game dan game terbaru hanya di Gamefinity. Nikmati juga kemudahan topup dan voucher games kesayangan kalian dengan harga murah di Gamefinity.id
GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – War Robots merupakan salah satu Action PVP bertema Non-Human yang dapat dimainkan di Mobile.
War Robots dirilis pada April 2014 oleh Pixonic. Game ini tersedia dan dapat dimainkan di platform seperti Android, iOS, GeForce Now, Microsoft Windows, Game Room, SteamOS, Fire OS.
Sinopsis War Robots, PVP Non-Human dengan Gameplay Lebih Cepat
Bermula dimasa depan, dimana hampir semua aspek menggunakan AI sebagai penggerak. AI yang hampir digunakan diseluruh aspek, salah satunya berupa penggunaan AI sebagai pilot robot raksasa.
Robot raksasa yang menjadi mesin tempur, demi menggapai tujuan tiap negara masing-masing. Salah satu tujuan pertempuran ini adalah kemenangan sebagai pemilik pleton tempur terkuat.
Gameplay (8/10)
Gameplay – War Robots, PVP Non-Human dengan Gameplay Lebih Cepat
War Robots sendiri memiliki mekanisme gameplay yang cukup menarik. War Robots membawakan mekanisme gameplay Player Vs Player atau biasa dikenal dengan Multiplayer. Dibawakan dengan metode PVP Online yang terdiri atas 2 tim yang saling bertarung.
Hadir dengan gaya PVP bukan berarti permainan akan berjalan secara satu lawan satu atau biasa dikenal one-by-one. Dala game ini, pemain akan bertarung dalam sebuah tim yang melawan tim lainnya. Setidaknya, dalam satu tim terdiri atas 6 player pertim dan saling bertarung hingga penghabisan robot para player hingga waktu tertentu.
Memiliki mode umum diawal permainan yaitu Domination. Domination sendiri merupakan gamemode yang terdiri atas 12 player yang dibagi 2 tim untuk saling bertarung hingga penghabisan armada robot ataupun batas waktu telah habis.
War Robots memiliki banyak jenis robot petarung, salah satu robot yang sangat umum adalah Cossack yang memiliki kecepatan mumpuni, namun rentang terhadap launcher musuh. Setiap robot memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Beberapa robot dapat melompat, namun tidak memiliki launcher dan sebaliknya.
Dalam War Robots, pemain dapat membawa armada dalam pertempuran, yang dimana armada robot tersebut berisikan beberapa robot yang cukup variatif untuk dibawa bertempur. Ketika robot satu telah hancur, pemain dapat memilih robot yang tersisa.
Graphic (8/10)
Graphic – War Robots, PVP Non-Human dengan Gameplay Lebih Cepat
War Robots sebagai game PVP yang menarik, turut hadirkan visual yang menggugah. Sebagai game mecha, War Robots memiliki visual dan tingkat detail yang cukup tinggi. Tingkat detail dan visualisasi ini dapat disesuaikan di pengaturan.
Sangat disayangkan, War Robots pada updatean terbaru kini, memiliki visual yang cukup payah untuk ukuran pengaturan visual paling rendah, tidak seperti awal-awal rilisnya War Robots yang memiliki penyesuaian visual yang sangat lebih baik dari yang sekarang.
Untuk settingan terendah pada visual War Robots memang terlihat cukup buruk dan kaku, namun jika pemain merupakan penikmat game untuk mengoleksi item atau robot dalam game, hal ini tidak terlalu berpengaruh dari visualisasi yang ampas dalam pengaturan.
Control (9/10)
Control – War Robots, PVP Non-Human dengan Gameplay Lebih Cepat
War Robots sebagai game action PVP turut menghadirkan kontrol yang beragam. Memiliki kontrol yang variatif dan berbeda-beda tergantung dari unit robot yang digunakan.
Beberapa kontrol umum yang selalu ada pada tiap jenis robot apapun itu seperti, analog penggerak dan kontrol tembak. Ada juga kontrol eksekusi khusus seperti jump, hingga menggunakan secondary weapon pada robot tertentu.
Addictive (7/10)
Sebagai game action PVP, sudah seharusnya War Robots memiliki tingkat keadiktifan yang cukup baik sebagai game multiplayer. Sayangnya hal ini tidak memungkinkan akibat beberapa hal yang mengurangi nilai tersebut.
War Robots sebagai game multiplayer kompetitif hanya menghadirkan single-mode pada awal permainan yaitu, Domination. Domination sendiri menjadi mode yang cukup monoton di akhir permainan dan untuk permainan selanjutnya dijangka waktu yang lama.
Music (8/10)
War Robots memiliki fungsi suara pada gamenya. Terdiri atas background music atau BGM dan sound effect sebagai pelengkap.
Sama dengan kebanyakan game action lainnya, aspek ini disesuaikan dengan tema, genre dan latar dalam permainan War Robots sendiri.
Kelebihan
War Robots memiliki mekanisme maupun gameplay yang cukup menarik sebagai game PVP. Selain itu hadir dengan beragam fitur dan fungsi yang cukup keren, bahkan mampu menjadi nilai tambah untuk game ini.
Hadir dengan berbagai macam fungsi yang salah satunya adalah jenis dan jumlah robot yang terbilang cukup banyak.
Kekurangan
Sedikit kekurangan yang dapat penulis sampaikan untuk War Robots, dan berharap dapat menjadi acuan untuk update mendatang.
War Robots sebagai PVP yang cukup kompleks ini memiliki kekurangan yang cukup parah pada visualisasi pengaturan yang diberikan. Kustomisasi satu ini terasa semakin buruk daripada pertama kali War Robots rilis.
Untuk War Robots, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 8.
Sekian Review War Robots yang dapat penulis sampaikan.
Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan vouchergame dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.
GAMEFINITY.ID, Pati – Virus dan malware telah menjadi musuh lama bagi perangkat elektronik zaman sekarang, tidak terkecuali Game seperti Genshin Impact. Sama seperti layaknya suatu penyakit, virus – virus ini memiliki tingkat berbahaya yang bermacam-macam. Mulai hanya dari membuat perangkat berjalan lambat hingga mampu mengunci semua file yang ada di suatu perangkat.
Ransomware merupakan virus atau lebih tepatnya malware yang mampu mengenkripsi semua data suatu komputer. Baru-baru ini ditemukan bahwa salah satu sistem anti-cheat dari salah satu game paling populer saat ini, Genshin Impact telah disalahgunakan sebagai metode dalam menyebarkan ransomware.
Anti-Cheat Genshin Impact Dipakai Untuk Memasukkan Ransomware
Menurut laporan dari Trend Micro, driver anti-cheat Genshin Impact yang bernama mhyprot2.sys telah dimanfaatkan untuk menerobos beberapa sistem keamanan dalam komputer. Pada kasus ini dikatakan bahwa Genshin Impact bahkan tidak perlu diinstal pada perangkat korban. Dengan kata lain seseorang yang bahkan tidak memainkan Genshin Impact pun bisa saja terkena serangan malware ini.
Sistem anti-cheat mhyprot2.sys merupakan sistem yang berjalan di tingkat driver dengan otoritasasi kernel. Driver mode kernal pada dasarnya memiliki kontrol yang sangat besar atas suatu PC. Pada prosesnya, mhyprot2.sys yang telah dimodifikasi sebagai malware akan diselipkan bersama dengan file kill_svc.exe.
File kill_svc.exe akan mematikan beberapa sistem keamanan lalu menginstal file mhyprot2.sys untuk menanamkan ransomware ke PC pengguna. Sekarang ini beberapa organisasi bidang keamanan dihimbau untuk berhati-hati, atau disarankan untuk menganggap mhyprot2.sys sebagai malware untuk menghindari penyerangan ransomware.
Ini bukan pertama kalinya mhyprot2.sys dianggap sebagai file yang berbahaya. Sebelumnya pada tahun 2020 lalu mhyprot2.sys sempat diduga sebagai spyware yang dapat mencuri informasi-informasi penting pengguna. Dugaan ini muncul karena mhyprot2.sys masih terus berjalan bahkan saat sudah keluar dari game.
Mihoyo yang sekarang disebut HoYoverse, menjelaskan bahwa mhyprot2.sys bukanlah spyware. Proses yang terus berjalan meski telah keluar dari bertujuan untuk memeriksa aplikasi pihak ketiga atau cheat yang diam-diam masih berjalan meski telah keluar dari game.
Saat ini masih belum ada tanggapan resmi dari pihak HoYoverse mengenai masalah ini. Jadi untuk sekarang berhati-hatilah dalam mengunduh suatu file di internet. Dalam kasus ini dianjurkan mngunduh file kelengkapan Genshin Impact hanya melalui official website. Karena ada kemungkinan file yang didapat diluar situs remisnya telah mengalami modifikasi yang dimaksudkan untuk membahayakan PC pengguna.
Informasi patch terbaru game,review game dan game terbaru hanya di Gamefinity. Nikmati juga kemudahan topup dan voucher games kesayangan kalian dengan harga murah di Gamefinity.id
GAMEFINITY.ID, Bandung – Embracer Group akhirnya mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi Eidos-Montreal, Crystal Dynamics, dan Square Enix Montreal. Kabar tersebut telah dirilis melalui press release-nya.
Akuisisi Pertama Kali Diumumkan Pada Mei Lalu
Akuisisi ini pertama kali diumumkan pada Mei lalu. Square Enix telah menjual tiga studio dari divisi Square Enix Europe pada Embracer Group seharga 300 juta dolar.
Shadow of the Tomb Raider Embracer Group
Selama dimiliki Square Enix, Eidos-Montreal, Crystal Dynamics, dan Square Enix Montreal mendapat margin keuntungan lebih sedikit dari studio lainnya. Hal ini karena berbagai judul game AAA-nya yang sering sekali tidak menguntungkan perusahaan dan anggaran untuk membuatnya sangat tinggi.
Penjualan tersebut tidak termasuk Square Enix London Mobile dan Square Enix Collective.
Sah! Embracer Group Kini Miliki Eidos-Montreal, Crystal Dynamics, dan Square Enix Montreal
Perusahaan game raksasa asal Swedia itu telah menyatakan “semua syarat transaksi, termasuk persetujuan regulasi, telah dipenuhi dan selesai. Embracer telah menyelesaikan akuisisi.”
Deus Ex: Human Revolution
Hal ini berarti Embracer Group telah memiliki franchise Tomb Raider, Deus Ex, Thief, Legacy of Kain, dan lebih dari 50 judul game lainnya.
Eidos-Montreal, Crystal Dynamics, dan Square Enix Montreal akan membentuk grup operatif ke-12 milik Embracer Group. Grup tersebut akan dipimpin oleh Phil Rogers, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Square Enix America and Europe.
Apa Selanjutnya?
Square Enix telah dilaporkan sedang bersiap untuk membuka satu studio game Barat barunya. VGC melaporkan nama studio itu adalah Studio Onoma berdasarkan pengajuan yang muncul di Canadian Trademarks Database. Nama tersebut telah diajukan oleh Square Enix Newco Limited, anak perusahaan berbasis di London, Inggris.
Sementara itu, Embracer Group tengah membeli Middle-Earth Enterprises dan hak untuk The Lord of the Rings dan The Hobbit karya J.R.R. Tolkien. Pada saat yang sama, mereka juga dalam proses akuisisi Bitwave Games, Gioteck, Limited Run Games, Singtrix, Tatsujin, Tripwire Interactive, and Tuxedo Labs. Semua studio game tersebut akan beroperasi di bawah Embracer Freemode.
Dapatkan Embracer Group membangkitkan kembali Eidos-Montreal dan Crystal Dynamics? Apakah keputusan Square Enix untuk menjual ketiga studio Barat-nya sudah tepat? Hal ini patut dilihat dalam waktu yang akan datang.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Sudah bukan rahasia lagi bahwa EA dirumorkan tengah mencari perusahaan besar untuk opsi akuisisi. Mereka telah dikabarkan telah menghampiri beberapa calon pembeli besar seperti Apple, Amazon, Comcast, dan Disney.
CEO EA Andrew Wilson telah menganggapi Agustus lalu bahwa perusahaan akan terbuka tentang kemungkinan diakuisisi. Ia juga menyatakan EA sudah tidak mampu berada dalam keadaan kuat sebagai perusahaan mandiri.
Baru-baru ini, kabar mengejutkan telah muncul. Kabar tersebut menyebutkan Amazon yang akan mengakuisisi EA.
Rumor Pertama Muncul dari USA Today
Berbagai judul game ikonik buatan EA
USA Today telah pertama kali merilis rumor tersebut pada pagi ini (waktu Amerika Serikat). Mereka menyatakan bahwa Amazon akan mengumumkan mereka akan mengakuisisi EA hari itu.
Laporan tersebut tidak menyebutkan jumlah harga penawarannya. Namun, mereka hanya mengatakan Amazon telah secara resmi memberi penawaran.
Semenjak kabar ini muncul, saham EA menguat hingga 3,5 persen.
Namun, CNBC justru membantah kabar tersebut. Reporter CNBC David Faber menjelaskan Amazon tidak berencana untuk mengajukan penawaran untuk mengakuisisi EA.
“Saya telah berbicara dengan beberapa sumber yang mungkin mengetahui kabar ini, lalu mereka berkata tidak ada yang terjadi,” bantahnya dalam acara Squawk Box.
Setelah bantahan itu mencuat, USA Today memperbaharui artikel tersebut dengan pernyataan, “baru-baru ini, Good Luck Have Fun – sebuah outlet gaming/esports (asal Swedia) dan mitra For The Win [USA Today] – mengunggah kabar ini di situs kami yang melanggar standar editorial tentang penggunaan sumber belum terpercaya.”
Amazon menolak berkomentar kepada pers tentang rumor ini. Sementara itu, belum ada tanggapan dari EA sendiri.
Amazon sendiri telah menawar untuk mengakuisisi iRobot Corp sebesar 1,7 miliar dolar AS dan One Medical sebesar 3,5 miliar dolar AS. Upaya akuisisi tersebut menjadi rencana Amazon untuk memperluas bisnis di luar e-commerce. Mereka juga telah resmi mengakuisisi MGM, studio film yang terkenal dengan franchise film James Bond.
Dilansir dari Reuters, EA telah memperkirakan angka penjualannya tidak akan mencapai ekpektasi, menambah bahwa mereka tidak bisa terhindar dari resesi. Meski mereka telah menelurkan kesuksesan dengan Apex Legends, FIFA, dan Madden, franchise ikoniknya seperti Need for Speed dan Battlefield baru-baru ini masih kesulitan menarik kembali minat pemain.
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Persaingan antar dua kubu Microsoft dengan Sony nampaknya masih belum juga usai, Tak lama setelah Sony menaikkan harga pada perangkat Playstation 5 di beberapa negara, serupa tapi tak sama, Microsoft kali ini putuskan untuk terlebih dahulu tidak menaikkan harga seluruh seri Xboxnya baik X maupun S. Berdasarkan pernyatannya yang ditulis di Windows Central, Microsoft telah mengonfirmasi untuk tidak memutuskan untuk menaikkan harga Xbox seri S dan Xnya justru tetap pada harga sebelumnya baik di Amerika Serikat, Eropa, Dan Inggris Raya. Microsoft mengatakan bahwa harga masih tetap seperti biasanya yaitu 299 Dolar Amerika atau 4,4 juta rupiah untuk seri S sementara seri X nya dibandrol masih pada angka 499 Dolar Amerika atau 7,3 juta rupiah.
Inflasi Dan Krisis Ekonomi Yang Tengah Melanda Dunia Menjadi Alasan Banyak Perusahaan Digital Menaikkan Harga Perangkatnya, Namun Microsoft Kekeuh Dengan Harga Normal
Xbox
Pernyataan tersebut didasari pada saingannya, Sony yang sempat beberapa waktu lalu dituduh oleh Microsoft karena dicegah seluruh kontennya masuk ke Xbox, di tengah situasi ekonomi yang sedang lagi tidak kondusif, Sony akhirnya memilih untuk menaikkan harga unit Playstation 5 nya di seluruh pasarnya hingga 50 Dolar Amerika guna menyelamatkan keuangan perusahaannya.
Tak hanya perangkatnya saja namun versi digitalnya juga mengalami kenaikan harga. Semisal Di Inggris, harga unit Playstation 5 yang sebelumnya 450 Poundsterling atau 7,8 juta Rupiah kini menjadi 480 Poundsterling atau 8,4 juta Rupiah sementara untuk versi digital, per unitnya kini dibandrol seharga 390 Poundsterling atau 6,8 juta Rupiah yang sebelumnya seharga 360 Poundsterling atau 6,3 juta.
Tak hanya Sony, beberapa perusahaan lainnya yang juga menaikkan harga unitnya imbas dari krisis ekonomi belakangan ini, seperti Meta yang juga mengumumkan kenaikan harga pada perangkat VR Quest 2 nya hingga 100 Dolar Amerika atau 1,5 jutaan.
Situasi Makin Diperparah Dengan Pandemi Covid 19 Dan Invasi Rusia – Ukraina Yang Belum Usai
Beberapa ahli mengatakan bahwa rantai pasokan global yang masih dalam situasi tertekan menjadi alasan naiknya harga beberapa produk elektronik ini, walaupun analisa yang dilakukan oleh Piers Harding menunjukkan bahwa Sony mungkin tidak terpengaruh oleh lonjakan harga dikarenakan permintaan yang terus berlanjut dari beberapa pasar, dan ditambah lagi dengan masih berlanjutnya Invasi antara Ukraina dan Rusia serta pandemi Covid 19 yang belum usai menambah pasokan tersebut belum juga kondusif.